Perjuangan Dalam Ketidak Pastian

gggghhhhhhhhhh
Loading...

Lijit Search

Senin, 28 Maret 2011

takan pernah ada judul

Ngentot Ibu Berjilbab
Posted in Sedarah, Setengah Baya

* free movie
* rumah
* filming
* community bank
* mattress

Ibu-ibu genit sekarang banyak juga yang pake jilbab, jadi inget mantan temen saya ceweknya juga pake jilbab , tapi ngeseks nya jago banget, nah untuk itu saya berharap teman-teman jangan melihat simbol agama seseorang, baiknya kita menilai pribadi orang itu, berikut salah satu pribadi ibu ibu girang boleh di bilang tante girang, tapi udah agak tua atau STW, walaupun kesehariannya memakai jilbab, ternyata dia masih gak sanggup menahan birahi, Berikut ceritanya.

“Tadi malam saya lewat rumah ibu dan mendengar suara menarik jadi saya mengintip. Ternyata, saya lihat ibu sedang mencolok-colokkan pisang ke itunya ibu sambil nyetel film BF. Saya sangat terangsang.Kalau ibu setuju, daripada pakai pisang saya juga mau dan penginbegituan dengan ibu”.
Itu kalimat yang kutulis dalam HP dan siap dikirimkan dalam bentuk SMS ke sebuah nomor HP milik Bu Ruminah, tetanggku. Namun kendati tinggal memencet tombol agar pesan terkirim, aku sempat ragu. Jangan-jangan nanti Bu Rum (demikian Bu Ruminah biasa dipanggil) ngadu ke ibuku atau ke orang-orang tentang SMS yang kukirim, begitu aku membathin. Tapi, ah nggak mungkin dia berani cerita ke ibuku atau ke orang-orang. Sebab kalau dia cerita, kebiasaannya memuaskan diri dengan buah pisang kan jadi ketahuan. Begitu pikirku lagi. Yakin Bu Rum tidak mungkin menceritakan isi SMS itu ke orang lain, akhirnya kutekan panel tanda OK pada HP-ku dan terkirimlah SMS trsebut.

Hanya dalam hitungan menit, reaksi dari SMS yang kukirim langsung kudapat. HP ku berdering dan pada layar terlihat nama Bu Rum memanggil. Tetapi aku tidak berani mengangkat karena pasti ia mengenali suaraku hingga kudiamkan saja panggilannya. Setelah beberapa kali telefonnya tidak diangkat, akhirnya sebuah SMS masuk.
“Tolong jawab. Nomor siapa ini”. Demikian bunyi SMS yang dikirimnya dan memacu niatku untuk kembali mengisenginya.
“Pokoknya ibu sangat mengenal saya. Bener lho Bu, pisang saya jadi pengin banget dimasukkan ke itunya ibu seperti pisang yang ibu pegang tadi malam. Ibu pasti puas. Mau kan Bu?”. Ujarku dalam SMS yang kukirim berikutnya.
“Huussh… jangan ngawur. Saya bukan wanita begituan dan saya kan sudah tua. Tolong kejadian itu jangan diceritakan ke orang lain. Tolong banget”. Ungkapnya dalam SMS berikutnya.

Rupanya dia ketakutan kalau aku menceritakan kejadian yang sempat kupergoki itu hingga niat isengku makin menjadi.
“Beres Bu, Saya tidak akan cerita ke siapa-siapa. Tapi sungguh saya sangat terangsang saat melihat memek ibu dicolok buah pisang. Bahkan lebih merangsang dibanding memek wanita bule yang ada di film BF. Jadi soal saya kepengin begituan dengan ibu memang bener-bener lho.” Kataku lagi dalam SMS yang kukirim selanjutnya. Tetapi balasan SMS dari Bu Rum pendek saja. “Sudah ya. Saya sangat berterima kasih kejadian itu tidak diceritakan ke siapapun,” ujarnya dalam SMS yang kuterima. Setelah itu beberapa kali kukirim SMS dengan kata-kata yang lebih panas. Termasuk kesediaanku untuk menjilati memek dan itilnya bila ia mau melayaniku. Namun Karena tetap tidak dijawab maka malam itu SMS an dengan Bu Rum tidak berlanjut.

Bu Ruminah yang biasa disapa Bu Rum adalah tetanggaku. Rumahnya hanya terpaut tiga rumah dari rumahku. Suaminya Pak Kirno, adalah pensiunan TNI dan pernah menjadi Satpam sebuah bank serta menjabat Ketua RW sebelum terkena stroke dan mengalami kelumpuhan. Sementara Bu Rum di samping menjadi ketua kelompok pengajian ibu-ibu di lingkungan RW tempat tinggalku, ia yang pernah mengenyam pendidikan pesantren itu juga mengajari ibu-ibu mengaji termasuk ibuku yang menjadi teman dekat dan sekaligus muridnya. Aku yakin orang-orang tidak bakalan percaya kalau kuceritakan bahwa Bu Rum ternyata suka melampiaskan hasrat seksnya dengan menggunakan pisang. Betapa tidak, wanita berusia 53 tahun itu, penampilan kesehariannya sangat santun. Selalu berkerudung dan menutup rapat auratnya. Hingga orang tidak akan percaya tentang kebiasaannya yang nyeleneh dalam soal seks terlebih di usianya yang sudah tergolong tua.

Tetapi aku benar-benar melihat dengan mata dan kepalaku sendiri tentang apa yang dilakukan dia yaitu memuasi diri dengan buah pisang. Bahkan saat itu, terus terang aku sangat terangsang. Terlebih saat ia meremasi sendiri kedua teteknya yang gede dan melihat memeknya yang dipenuhi rambut tebal dicolok-colok dengan buah pisang. Karena selalu terbayang oleh bagian-bagian tubuhnya yang membuatku terangsang, akhirnya aku iseng mengirim SMS. Karena beberapa SMS ku yang terakhir tidak dibalasnya, aku nyaris nekad dengan mengancamnya bahwa bila ia tidak mau melayaniku akan kuceritakan soal masturbasi dengan pisang itu kepada orang-orang. Hanya setelah kupikir, tindakanku itu bisa membuat dia kalap atau melapor ke polisi hingga kuurungkan niatku tersebut. Hanya aku tetap bertekad untuk mengisenginya dengan berkirim SMS kepadanya di tiap kesempatan. Hampir tiap hari, terkadang pagi, siang maupun malam, beberapa SMS kukirim kepadanya. Intinya mengungkapkan keinginanku untuk menjadi patner seksnya karena setelah memergoki dia main dengan pisang aku menjadi sangat terangsang dan terpaksa sering mengocok sendiri kontolku sambil membayangkan menyetubuhinya. Tetapi ia tetap tidak mau membalasnya. Pernah beberapa kali ia mencoba menelepon tetapi aku tidak berani mengangkatnya.

Oh ya, dari perkawinannya dengan Pak Kirno, Bu Rum hanya mempunyai satu anak Mbak Lasmi. Ia sudah berkeluarga dan mempunyai beberapa anak. Mbak Lasmi tinggal di tempat lain di sebuah kecamatan terpencil karena suaminya menjadi pegawai kecamatan di sana. Jadi status Bu Rum adalah nenek dari beberapa cucu. Puncak dari keisenganku mengrim SMS kepada Bu Rum terjadi ketika pengajian ibu-ibu di kampungku yang dilaksanakan secara bergiliran jatuh ke giliran ibuku. Karena acaranya berbarengan dengan halal bi halal setelah lebaran, pengajian yang diadakan di rumahku terbilang besar. Hidangan yang biasanya cuma snack kali ini dilengkapi ketupat dan opor ayam. Juga ustazahnya yang biasanya pembicara lokal, kali ini didatangkan dari luar kota.

Sejak pagi rumahku ramai oleh ibu-ibu tetangga yang mempersiapkan acara tersebut termasuk Bu Rum. Adanya wanita itu di rumahku membuatku tidak berani mengirim SMS iseng padanya. Hanya secara sembunyi-sembunyi aku sering mencuri pandang menatapinya. Seperti kebiasaannya, saat itu Bu Rum memakai busana muslim dengan hiasan bordir yang apik. Yakni sebuah baju terusan warna krem yang longgar yang tidak menampakkan bentuk tubuhnya dipadu dengan celana panjang warna senada. Dengan kerudung yang tak pernah lepas menutup kepalanya, wanita bertubuh tinggi besar itu nampak anggun dan berwibawa.

Acara pengajian yang dimulai selepas ashar, baru berakhir menjelang maghrib. Sekira pukul 19.30 WIB, setelah acara beres-beres rumah selesai ibu memanggilku. “Win tolong ini diantar ke rumah Bu Rum ya.Tadi ia minta disisihkan lontong dan opornya karena katanya di rumah lagi tidak masak,” ujar ibuku.

Setelah beberapa kali berkirim SMS gelap kepadanya, sebenarnya agak grogi untuk berhadapan langsung dengan Bu Rum. Terlebih mengingat kata-kata jorok dan porno serta ajakan main seks dalam setiap SMS yang kukirim. Tetapi aku juga tidak punya alasan untuk menolak perintah ibu hingga dengan terpaksa kulaksanakannya. Dua buah rantang besar berisi lontong dan opor kubawa ke rumah Bu Rum. Setelah beberapa kali mengetuk pintu dan menunggu agak lama, kulihat seseorang mengintip dari balik korden dan akhirnya membukakan pintu.Ternyata yang mengintip dan membukakan pintu adalah Bu Rum sendiri. “Ohkamu Win, ibu kira siapa. Ayo masuk,” ujarnya mempersilahkanku.

Bu Rum yang kalau berada di luar rumah berpakaian muslimah yang rapat,ternyata tidak begitu adanya kalau sedang di dalam rumah. Baju yang dipakainya hanya daster berbahan tipis dan tanpa lengan. Hingga BH hitam dan celana dalam putih yang dipakainya tampak menerawang. “Saya disuruh mengantarkan ini untuk Bu Rum,” kataku setelah berada di ruang tamu rumahnya. Tetapi Bu Rum tidak langsung menerima bingkisan makanan yang kusodorkan. Ia kembali membuka pintu dan keluar rumah. Setelah sesaat melihat sekeliling, ia kembali masuk dan mengunci pintu dari dalam. Ia juga mengajakku ke dalam, ke ruang tengah rumahnya. “Taruh saja bawaannya di meja Win. Ada yang ingin ibu bicarakan sama kamu,” katanya pelan.

Deg! Serasa berhenti detak jantungku. Pasti ia sudah tahu kalau yang berkirim SMS selama ini adalah aku, pikirku membathin. Gelisah akudibuatnya. “Duduk sini Win. Tidak ada siapa-siapa kok. Pak Kirno tadi dijemput Lasmi dan suaminya karena ia ingin banyak menghirup udara gunung yang segar. Mungkin agar bisa pulih,” ujarnya lagi.

Agak sedikit plong mendengar bahwa Pak Kirno suaminya sedang tidak dirumah. Setidaknya kalau Bu Rum marah terkait soal SMS ku itu, suaminya tidak ikut mendengarnya. Hanya aku tetap tidak bisa membuang kegelisahan yang kurasakan. Seperti pesakitan yang menunggu vonis hakim, aku hanya duduk mematung di kursi sofa di ruang tengah rumah Bu Rum. Bu Rum duduk di kursi lain yang ada, dekat tempat aku duduk. Baru kusadari, daster yang dipakainya ternyata terlalu pendek. Pahanya yang mulus terlihat terlihat terbuka. Hanya aku tetap tidak dapat menikmati pemandangan yang mengundang itu karena suasana tegang yang terjadi.

“Tadi waktu di pengajian, ibu minta ijin ke ibumu agar kamu mau mengantar ibu ke rumah Lasmi tiga hari lagi untuk menjemput Pak Kirno.Rencananya mau pinjam mobil Pak RT dan kamu yang menyetir. Ibumu setuju dan memberi nomor HP milikmu. Tapi ibu jadi kaget, sebab ternyata nomornya sama dengan nomor yang suka dipakai SMS ke ibu beberapa hari ini. Jadi kamu Win yang suka SMS ke ibu,” ujarnya tenang dan disampaikan tanpa emosi. Namun meskipun begitu, sempat kecut juga nyaliku.
“Eee…ee.. ti…eh… iya Bu,” jawabku terbata.
“Oh syukurlah kalau begitu. Ibu takut banget apa yang kamu sempat lihat diceritakan ke orang-orang lain. Ibu pasti sangat malu. Terima kasih banyak ya Win kamu tidak cerita ke orang-orang,”.

Ah ternyata ia tidak marah soal itu. Aku jadi merasa plong. Bahkan dengan terbuka, Bu Rum akhirnya bercerita soal kenapa ia terpaksa menggunakan pisang untuk memuaskan dorongan seksnya. Diceritakannya, meski sudah tergolong berumur namun kebutuhan biologisnya belum padam benar. Padahal sudah lama Pak Kirno tidak bisa menjalankan kewajibannya sebagai suami. Bahkan jauh sebelum terkena stroke. Makanya setiap keinginan untuk itu datang ia selalu berusaha memuaskan sendiri termasuk menggunakan pisang.
“Ibu malu banget lho sama kamu Win. Apalagi kalau kamu sampai cerita ke orang-orang. Mau ditaruh dimana muka ibu?” Kata Bu Rum lagi.
“Tidak Bu, saya janji tidak akan cerita ke siapa pun soal itu,” ujarku meyakinkannya.

Mungkin saking senangnya rahasianya soal ngeseks dengan pisang tidak akan terbongkar ia langsung berpindah duduk menjejeriku di sofa yang kududuki. Digenggam dan diguncang-guncangkannya tanganku.
“Terima kasih win, ibu sangat berterima kasih,” kata Bu Rum.

Beban yang semula seolah menghimpit dadaku langsung sirna melihat sikap Bu Rum. Hanya kembali aku sulit menjawab ketika ia menanyakan perihal kata-kata dalam beberapa SMS yang kukirimkan.
“Kalau ibu boleh tahu, sebenarnya apa yang mendorongmu mengirim SMS itu kepada ibu?”
“Eee… eee… sa… sa.. saya.. ee,” kembali aku terbata.
“Tidak apa-apa Win, jawab saja yang jujur. Ibu cuma ingin tahu,”
“Saya mengirim SMS itu karena sangat terangsang setelah melihat ibu,” kataku akhirnya.
Bu Rum kulihat terpana. Mungkin ia tidak percaya dengan jawaban yang kuberikan. Namun sebuah senyuman terlihat mengembang di wajahnya hingga aku tidak takut lagi.
“Jadi kamu juga benar-benar ingin begituan dengan ibu?”
“Eee… maksud saya.. ee. Iya kalau ibu bersedia,” jawabku mantap.
Mendengar jawabanku Bu Rum langsung meraih dan mendekapku. Dalam kehangatan dekapannya, wajahku tepat berada di busungan buah dadanya yang terbungkus BH hitam. Wajahku membenam di busungan susunya yang memang berukuran besar. Diperlakukan seperti itu kontolku jadi langsung bangkit. Mengeras di balik celana dalam dan jins yang kupakai.

Sesaat setelah Bu Rum melepaskan pelukan pada tubuhku, kulihat gaya duduknya makin sembrono. Kedua kakinya terbuka lebar hingga pahanya yang membulat besar terlihat sampai ke pangkalnya. Bahkan kulihat sesuatu yang membukit dan terbungkus celana dalam warna hitam. Aku tak berkedip menatapinya. Untuk ukuran wanita seusia dirinya, kaki dan bagian paha Bu Rum masih terhitung mulus. Memang ada lipatan-lipatan lemak dan kerutan mendekati ke pangkal paha. Tetapi tidak mengurangi hasratku untuk menatapi bagian yang merangsang itu termasuk ke bagian membukit yang tertutup celana dalam warna krem. Jembut di memeknya itu pasti sangat lebat karena banyak yang tidak tertampung celana dalam yang menutupinya hingga terlihat banyak yang keluar dari celana dalam yang dipakainya.

Rupanya Bu Rum tahu mataku begitu terpaku menatapi organ kewanitaannya. Mungkin karena telah yakin aku benar-benar mau menjadi pelepas dahaganya, ia pelorotkan sendiri celana dalam itu dan melepasnya.
“Bu Rum sudah nenek-nenek lho Win. Tetapi kalau kamu pengin melihat memek ibu bolehlah. Sebenarnya ibu juga sudah lama tidak puas main sendiri dengan tangan dan pisang,” katanya.

Bahkan tanpa sungkan, setelah melepas sendiri celana dalamnya ia duduk mengangkang membuka lebar-lebar pahanya. Memamerkan memeknya yang berbulu sangat lebat. Ah tak kusangka akhirnya dapat melihat memek Bu Rum dalam jarak yang sangat dekat. Memek Bu Rum lebar dan membukit. Jembutnya sangat lebat dan hitam pekat. Kontras dengan pahanya yang kuning langsat sampai ke selangkangannya. Puas memandangi bagian paling merangsang di selangkangan wanita itu, keinginanku untuk menyentuhnya menjadi tak tertahan. Kujulurkan tanganku untuk menyentuhnya.

Kuusap-usap jembutnya yang keriting dan tumbuh panjang. Jembut Bu Rum benar-benar super lebat menutupi memeknya. Hingga meski telah mengangkang, masih tidak terlihat lubang memeknya karena tertutup rambut lebat itu. Kuusap-usap dan kusibak jembut yang tumbuh sampai ke atas mendekati pusar wanita itu dan di bagian bawah mendekati lubang duburnya. Menimbulkan bunyi kemerisik. Untuk bisa melihat lubang memeknya, aku memang harus menyibak rambut-rambut yang menutupinya dengan kedua tanganku. Bibir luar memek Bu Rum tampak tebal dan kasar karena sudah banyak kerutan dan warnanya coklat kehitaman. Di bagian dalam lubang memeknya yang berwarna hitam kemerahan, ada lipatan-lipatan daging agak berlendir dan sebuah tonjolan. Ini rupanya yang disebut itil, pikirku. Tidak seperti ukuran memeknya yang besar, tebal dan tembem, itil Bu Rum relatif kecil. Hanya berbentuk tonjolan daging kemerahan di ujung atas celah bibir luar kemaluannya yang sudah berkerut-kerut. Kutoel-toel itilnya itu dengan jari telunjukku yang sebelumnya kubasahi dengan ludah. Ia mendesah dan sedikit menggelinjang.

“Kamu sudah pernah begituan dengan perempuan Win? Ee.. maksud ibu ngentot dengan perempuan?”
“Belum Bu,” jawabku sambil tetap menggerayangi dan mengobok-obok vaginanya.
“Masa!? Kalau melihat memek wanita lain selain punya ibu?”
“Juga belum Bu. Saya hanya melihatnya di film BF yang pernah saya tonton. Memangnya kenapa Bu?” Jawabku lagi.
Sebenarnya aku berbohong.Sebab di rumah aku sering mengintip ibuku sendiri. Saat dia mandi atau berganti pakaian di kamarnya. Mendengar aku belum pernah berhubungan seks dengan perempuan dan belum pernah menyentuh vagina, entah kapan ia melakukannya, tanpa sepengetahuanku ternyata Bu Rum sudah melepas daster dan BH nya. Telanjang bulat tanpa sehelai benang menutupi tubuhnya dan memintaku untuk melepas semua pakaian yang kukenakan.
“Oooww.. punya kamu besar juga ya Win,” kata Bu Rum sambil membelai kontolku yang telah tegak mengacung setelah aku telanjang.

Bu Rum tidak hanya membelai dan mengagumi kontolku yang telah keras terpacak. Setelah menjilat-jilat lubang di bagian ujung kepala penisku, ia memasukkan batang kontolku ke mulutnya. Aku jadi merinding menahan kenikmatan yang tak pernah terbayangkan. Tubuhku tergetar hebat. Sesekali kurasakan mulutnya mengempot dan menghisap batang kotolku yang kuyakin semakin mengembang. Lalu dikeluarkan dan dikocok-kocoknyanya perlahan. Ah, teramat sangat nikmat. Sangat berbeda bila aku mengocok sendiri kontolku. Saking tak tahan, tanpa sadar aku memegang dan mengusap-usap rambut Bu Rum yang semestinya tidak pantas kulakukan mengingat usia dan sekaligus statusnya sebagai guru mengaji ibu-ibu di kampungku termasuk ibuku. Tetapi Bu Rum tak peduli. Ia terus asyik dengan kontolku. Dikulum,dihisap dan dikocok-kocoknya perlahan dengan gemas. Seperti wanita yang baru melihat kejantanan milik pasangannya. Mungkin karena selama ini ia hanya bisa melakukannya dengan pisang setelah kotol suaminya tidak berfungsi.

Sambil menikmati kocokan dan kuluman Bu Rum pada kontolku, kuremasi teteknya. Tetek Bu Rum gede dan sudah menggelayut bentuknya. Namun sangat lembut dan enak di remas. Bahkan puting-putingnya langsung mengeras setelah beberapa kali aku memerah dan memilin-milinnya. Tak kusangka wanita yang dalam keseharian selalu tampil dengan busana muslim yang rapat dan menjadi guru mengaji ibu-ibu di kampungku ini juga lihai dalam urusan kulum mengulum kontol. Aku dibuat kelojotan menahan nikmat setiap ia menghisap dan memainkan lidahnya di ujung kepala kontolku. Bahkan saat Bu Rum mulai mengalihkan permainannya dengan menjilati kantung pelirku dan menghisapi biji-biji pelir kontolku, aku tak mampu bertahan lebih lama. Pertahananku nyaris jebol. Karenanya aku berusaha menarik diri agar air maniku tidak muncrat ke mulut atau wajah Bu Rum.

Namun Bu Rum menahan dan menekan pinggangku. “Mau keluar Win ? Muntahkan saja di mulut ibu,” ujarnya sambil langsung kembali menghisap penisku. Akhirnya, pertahananku benar-benar ambrol meski telah sekuat tenaga untuk menahannya karena merasa tidak enak mengeluarkan mani di mulut Bu Rum. Sambil mendesis dan mengerang nikmat pejuhku muncrat sangat banyak di rongga mulut Bu Rum. Cairan kental warna putih itu kulihat berleleran keluar dari mulut wanita itu. Tetapi ia tidak mempedulikannya. Bahkan menelannya dan dengan lidahnya berusaha menjilat sisa-sisa maniku yang berleleran keluar. Terpacu oleh kenikmatan yang baru kurasakan dan banyaknya mani yang keluar membuat tubuhku lemas seperti dilolosi tulang-tulangku. Aku terduduk menyandar di si kursi sofa tempat Bu Rum terduduk.

“Gimana Win, enak?”
“Enak banget Bu,”
“Nanti gantian ya punya ibu dibikin enak sama kamu. Ibu ke kamar mandi dulu,” ujarnya berdiri dan melangkah ke kamar mandi.

Saat kembali dari kamar mandi, Bu Rum menyodorkan segelas besar teh manis hangat. Sodoran teh manisnya langsung kusambut dan kuteguk.Terasa hangat dan nikmat setelah tenaga hampir terkuras dan kini kembali segar. Saat itu baru kusadari Bu Rum masih bugil tanpa sehelai benang menutupi tubuhnya.Aku kembali terpaku pada tubuh bahenolnya yang masih lumayan mulus. Wanita berpinggul besar dan berdada montok namun sudah agak kendur itu,meskipun sudah menjadi nenek masih sangat menggoda. Jembutnya yang keriting lebat terlihat basah. Mungkin habis dibersihkan di kamar mandi untuk menghilangkan bekas air maniku.

“Mau lagi Win?” ujarnya mendekat dan berdiri tepat di tempat aku duduk. Kini memang giliranku untuk memuaskannya setelah kenikmatan yang diberikan padaku. Aku bingung harus memulai dari mana dan melakukan apa pada Bu Rum karena memang belum pernah pengalaman dengan perempuan. Hanya dari sejumlah film BF yang sering kutonton, wanita kelihatannya sangat suka kalau memeknya dijilat. Maka aku langsung turun dari kursi panjang dan berjongkok di depan Bu Rum. Memeknya yang besar membusung kini tepat di hadapan wajahku. Jembut keriting lebatnya terlihat basah. Dan Bu Rum, melihat aku hanya terbengong memandangi bukit kemaluannya, langsung mengangkat kaki kirinya dan di tumpukan pada kursi panjang. Karena pahanya yang terbuka kini aku bisa melihat lubang memeknya yang nampak sudah longgar. Lubang memeknya menyerupai lorong panjang. Bahkan kulihat itilnya yang mencuat di ujung atas belahan memeknya.

Kembali aku menyentuh dan mengusap memeknya. Bibir luar memeknya yang berwarna coklat kehitaman penuh kerutan dan terasa lebih tebal. Namun makin ke dalam lebih lembut dan basah serta warnanya agak memerah.Kudengar Bu Rum mendesah saat jariku menyelinap masuk menerobos lubang vaginanya. Rambut kepalaku diusap dan diremas-remasnya. Desahannya mengingatkanku pada suara wanita yang tengah disetubuhi di adegan film BF. Aku jadi terangsang. Kontolku kembali menggeliat dan bangkit. Sambil mendesah, Bu Rum tak hanya meremas dan menjambaki rambut kepalaku. Tetapi ia berusaha menarik dan mendekatkan wajahku kememeknya. Aku jadi tahu, nampaknya ia tidak ingin memeknya hanya dicolok-colok dengan jariku, Aku yang memang sudah kembali terangsang langsung mendekatkan mulutku dan mulai mengecupi lubang memek Bu Rum.

Ternyata selain bibir luar vaginanya yang mengeras dan berkerut-kerut, di luar kelentitnya yang menonjol besar, ada sebentuk daging yang menjulur keluar dari lubang memeknya. Bentuknya nggedebleh mirip jengger ayam jantan. Pengetahuanku tentang bagian paling intim milik wanita memang sangat terbatas dan melihatnya dari jarak sangat dekat baru kali ini mendapat kesempatan. Satu-satunya memek wanita dewasa yang pernah kulihat adalah milik ibuku. Aku memang sering mengintipnya saat ibu mandi. Atau saat berganti baju di kamarnya dan pernah beberapa kali melihatnya dalam jarak cukup dekat saat dia tidur. Tetapi sepengetahuanku tidak ada jengger ayam di lubang memek ibuku. Jadi terasa agak aneh atas apa yang kulihat di lubang memek Bu Rum. Tetapi aku tak peduli. Hingga selain menjilati bibir vaginanya, jengger ayamnya juga tak luput dari sentuhan mulut dan lidahku. Bahkan aku langsung mengulum, menghisap dan menarik -nariknya dengan mulutku.

“Ohhh… sshhh… aahhh… enak Win. Aaauuwww… ya.. ya.. aaahhh.. sshhh.. enak banget,”

Aku sangat senang karena ternyata Bu Rum menyukai dan keenakan oleh jilatan lidahku di lubang memeknya. Dari liang sanggamanya mulai keluar lendir yang terasa asin di lidahku. Tetapi itu pun tidak membuat surut langkah untuk terus mengobok-ngobok vaginanya dengan mulut dan lidahku. Aku terus mencerucupi dan menghisapnya hingga lendirnya banyak yang tertelan masuk ke kerongkonganku.Diperlakukan seperti itu Bu Rum seperti kesetanan. Tubuhnya tergetar hebat dan kulihat ia merintih, mendesah sambil meremasi sendiri kedua tetek besarnya.

“Kamu naik dan tiduran di sofa Win. Sshhh aahh jilatanmu di memek ibu enak banget,” katanya.

Seperti yang dimintanya, aku naik ke sofa dan tiduran telentang dengan kaki menjuntai. Setelah itu Bu Rum ikutan naik. Tadinya kukira ia akan menyetubuhiku dengan posisi wanita di atas seperti yang pernah kulihat dalam adegan film mesum yang menggambarkan hubungan seks antara wanita dewasa dan bocah ingusan. Tetapi tidak. Ia berdiri dan memposisikan kedua kakinya diantara tubuhku. Lalu bertumpu di dinding tembok yang ada di belakang kursi sofa dan sedikit menurunkan tubuhnya. Rupanya, ia masih ingin mendapatkan jilatan di memeknya dengan posisi yang membuat dirinya lebih nyaman dan bergerak leluasa. Sebab saat memeknya telah berada tepat di depan wajahku, ia langsung membekapkannya ke mulutku.

Tak kusangka, wanita yang sangat dihormati di kampungku karena selalu berbusana muslimah yang rapat dan menjadi guru mengaji ibu-ibu, di usianya yang sudah 53 tahun masih sangat menggebu. Pantesan ia suka menyogok-nyogok memeknya dengan pisang. Mungkin karena tidak tahan akibat tidak pernah disentuh oleh suaminya yang sudah tidak bisa melayaninya sama sekali.

Aku sempat gelagapan karena tidak mengira Bu Rum akan membekapkan memeknya ke wajahku. Tetapi setelah mengetahui apa yang diinginkannya, aku langsung menyambutnya meskipun tidak tahu harus bagaimana semestinya dilakukan. Seperti sebelumnya kembali kujulurkan lidah dan kembali kujilati lubang memeknya. Namun kali ini dengan lebih semangat. Daging jengger ayamnya yang keluar dan menggelambir kukulum. Lalu lidahku menjulur masuk sedalam-dalamnya di lubang vaginanya sampai hidung dan wajahku ikut belepotan oleh lendir yang keluar dari liang sanggamanya. Sambil terus mengobeli memeknya dengan lidah dan mulutku, pantat Bu Rum juga menjadi sasaran remasan tanganku. Meskipun sudah melorot, pantat Bu Rum yang besar terasa masih lumayan kenyal. Nampaknya ia menjadi keenakan. Bu Rum melenguh dan mendesah.
“Iya Win…aahhh… sshhhh…aaahhhh… ssshh.. enak banget. Terus colok memek ibu dengan lidahmu sayang. Ahhh.. ya.. ya… oooohhhhh…. ssshhhh,” desahnya tertahan saat aku makin dalam menjulurkan lidah.

Mendengar rintihan dan desahan Bu Rum, aku jadi makin bersemangat.Hanya karena tidak punya pengalaman, aku hanya menjilat dan mengisap bagian dalam memeknya sekena-kenanya. Rupanya karena terlalu menggebu, aku sempat menghisap itilnya dengan kuat. Bu Rum memekik. Tetapi tidak marah dan malah makin keenakan.
“Ia Win itu itil ibu.. enak banget…sshhh ..aahhh.. aahhh. Terus Win hisap itil ibu… aaoooohhh …oooohhhh,”

Seperti yang dimintanya, itil Bu Rum yang akhirnya paling sering menjadi sasaran jilatan dan hisapan mulutku. Bahkan sambil terus mencerucupi kelentitnya, dua jari tanganku kupakai untuk menyogok-nyogok bagian dalam memeknya. Saat itulah Bu Rum menjadi kelojotan dan beberapa saat kemudian ia memintaku berhenti.

“Udah Win ibu nggak tahan. Bisa KO kalau diteruskan. Sekarang ibu pengin dientot dengan kontolmu. kamu juga pengin kan ngentot dengan ibu kan?”
“Ii .. iya bu. Saya pengin banget. Ta.. ta.. tapi saya tidak tahu caranya,”
“Nggak apa-apa. Nanti ibu ajarin,” ujarnya seraya menggamit lenganku.

Ia membawaku ke kamarnya. Kamar dengan ranjang spring bed berukuran besar dan tampak rapi tertutup sprei motif garis-garis. Di kamar Bu Rum, ada meja rias berukuran besar dengan berbagai alat make up di atasnya serta sebuah almari pakaian model antik di samping gambar Bu Rum dan suaminya dalam pose berpasangan mengenakan pakaian adat Jawa. Foto itu sepertinya dibuat saat usianya masih di bawah 40 tahun. Bu Rum terlihat sangat cantik dan seksi. Suaminya, Pak Kirno juga terlihat kekar dan tampan. Adanya gambar Pak Kirno suaminya di kamar itu, sebenarnya aku sempat grogi. Tetapi melihat Bu Rum sudah telentang di ranjang dan dalam posisi mengangkang, sayang kalau harus melepaskan kesempatan yang sudah berada di depan mata. Aku sudah sering mengocok sendiri kontolku sambil membayangkan ngentot dengan Bu Rum. Aku juga ingin mengetahui dan merasakan seperti apa rasanya ngentot sebenarnya.

Dengan kontol tegak mengacung aku naik ke ranjang. Hanya aku tetap bingung bagaimana harus memulai. Di antara kedua pahanya yang membuka lebar, memek Bu Rum tampak menganga menunggu batang zakar pria yang mau menyogoknya. Sepasang buah dadanya yang besar, dalam posisi telentang terlihat jadi nggedebleh dan hanya puting-putingnya yang hitam kecoklatan terlihat menantang. Melihat aku cuma mematung, rupanya Bu Rum menjadi tak sabar. Ditariknya tanganku hingga menjadikan tubuhku ambruk dan menindih tubuh montoknya.Beberapa saat kemudian kurasakan Bu Rum meraba selangkanganku dan meraih kontolku. Batang penisku yang sudah mengacung dikocok-kocoknya perlahan hingga makin mengeras dan membesar.

Oleh wanita itu, kepala penisku digesek-gesekkannya di sekitar bibir kemaluannya. Setelah tepat berada di bagian lubangnya, ia berbisik.”Tekan Win, biar kontol kamu masuk ke memek ibu,” bisiknya lirih di telingaku. Slessseeppp.. blleeesss. Tanpa banyak hambatan batang kontolku yang lumayan panjang dan besar seluruhnya masuk membenam. Mungkin karena lubang memek Bu Rum yang sudah kelewat longgar dan licin akibat banyaknya lendir yang keluar. Bagian dalam memek Bu Rum hangat dan basah. Dan tanpa ada yang memerintah, seperti semacam naluri, aku membuat gerakan naik turun pinggangku hingga kontolku sekan memompa lubang memek wanita itu.

“Iya begitu Win, terus entot sayang. Ah.. aahhh….aahhh.. kamu merasa enak juga kan,” Aku mengangguk dan tersenyum. Kulihat Bu Rum mulai mendesah-desah.Mungkin ia mulai merasakan enaknya sogokan kontolku. Dan bagiku,kenikmatan yang kurasakan juga tiada tara. Jauh lebih nikmat dibanding mengocok sendiri. Gesekan-gesekan batang kontolku pada dinding memeknya yang basah menghantarkan pada kenikmatan yang sulit kuucapkan. Aku terus mengaduk-aduk memeknya dengan kontolku. Mata Bu Rum membeliak-beliak dan meremasi sendiri teteknya. Melihat itu aku langsung menyosorkan mulutku untuk mengulum dan menghisapi salah satu putingnya. Pentil susunya yang berwarna coklat kehitaman terasa mengeras di bibirku.
“Iya Win… terus hisap sayang… aahhh… aahhh,Kamu ternyata sudah pinter,” ujarnya terus mendesah.Makin lama kusogok dan kuaduk-aduk, lubang memek Bu Rum kurasakan makin basah. Rupanya semakin banyak lendir yang keluar. Bunyinya cepok…cepok… cepok… setiap kali batang kontolku masuk menyogok dan kutarik keluar.

Bosan ngentotin Bu Rum dengan posisi menindihnya, kuhentikan sogokanku pada memeknya. Pasti asyik dan tambah merangsang kalau bisa melihat memeknya yang tengah kusogok-sogok, pikirku membathin. Aku bangkit, turun dari ranjang. Dan tanpa meminta persetujuannya, kaki Bu Rum kutarik dan kuposisikan menjuntai di tepi ranjang. Tindakanku itu membuat Bu Rum agak kaget. Namun tidak marah dan bahkan sepertinya ia menunggu tindakan yang akan kulakukan selanjutnya. Namun setelah pahanya kembali kukangkangkan dan kontolku kembali kuarahkan ke lubang vaginanya, Bu Rum tersenyum. “Kamu pengin ngentot sambil ngelihatin memek ibu Win? Iya sayang, kamu boleh melakukan apa saja pada ibu,” katanya.

Ternyata menyetubuhi sambil berdiri dan melihat ketelanjangan lawan mainnya benar-benar lebih asyik. Lebih merangsang karena bisa melihat keluar masuknya kontol di lubang memek. Saat kontolku kutekan, bibir memeknya yang berkerut-kerut seperti ikut melesak masuk. Namun saat kutarik, seluruh bagian dalam memeknya seakan ikut keluar termasuk jengger ayamnya yang menggelambir. Pemandangan itu membuat aku kian terangsang dan kian bersemangat untuk memompanya. Teteknya juga ikut terguncang-guncang mengikuti hentakan yang kulakukan. Aku makin bernafsu dan makin cepat irama kocokan dan sodokan kontolku di liang sanggamanya. Bu Rum tak dapat menyembunyikan kenikmatan yang dirasakan. Ia merintih dan mendesah dengan mata membeliak-beliak menahan nikmat. Sesekali ia remasi sendiri susunya sambil mengerang-erang. Aku juga memperoleh nikmat yang sulit kulukiskan. Meski lubang memek Bu Rum sudah longgar tetapi tetap memberi kenikmatan tersendiri hingga pertahananku nyaris kembali jebol.

“sshhh … aahh… sshhh… aaakkhhh… memek ibu enak banget. Saya nggak kuat bu,” ujarku mendesahsambil terus memompanya.
“Tahan sebentar Win. Aaahhh.. sshhh… kontolmu juga enak banget,”Bu Rum bangkit memeluk serta menarik pinggangku hingga tubuhku ambruk menindihnya. Kedua kakinya yang panjang langsung membelit pinggangku dan menekannya dengan kuat. Selanjutnya Bu Rum membuat gerakan memutar pada pinggul dan pantatnya. Memutar dan seperti mengayak. Akibatnya batang kontolku yang berada di kedalaman lubang memeknya serasa diperah. Kenikmatan yang kurasakan kian memuncak. Terlebih ketika dinding- dinding vaginanya tak hanya memerah tetapi juga mengempot dan menghisap. Kenikmatan yang diberikan benar-benar makin tak tertahan.”
Ooohh… aahh… aahhh.. ssshhh… aakkhh enak banget. Saya …aaahhh nggak kuat Bu. Ohhh enakkkhhh bangeet,”
“I..iiya Win, ibu juga mau nyampe. Tahan ya sebentar ya..aaahhh…sshhh.. sshhhh…aahhh….ssshh ….aaaoookkkh,”

Goyangan pantat dan pinggul Bu Rum makin kencang. Dan puncaknya, ia memeluk erat tubuhku sambil mengangkat pinggangnya tinggi-tinggi. Saat itu, di antara rintihan dan erangannya yang makin menjadi kurasakan tubuhnya mengejang dan empotan memeknya pada kontolku kian memeras. Maka muncratlah spermaku di kehangatan lubang memeknya berbarengan dengan semburan hangat dari bagian paling dalam vagina guru mengaji ibuku.Karena kenikmatan yang aku dapatkan, cukup lama aku terkapar di ranjang Bu Rum.

Saat aku terbangun, Bu Rum sudah menyiapkan segelas teh panas dan mengajakku menyantap lontong dan opor ayam bikinan ibuku. Kami menyantapnya dengan nikmat. Bahkan dua bungkus rokok kegemaranku telah tersedia di meja makan. Kata Bu Rum, ia menyempatkan membelinya di warung Lik Karni saat aku tertidur.

Malam itu Bu Rum benar-benar melampiaskan hasratnya yang tertahan cukup lama. Sesudah makan aku diajaknya bergumul di karpet di ruang tengah di depan televisi lalu berlanjut di ranjang kamar tidurnya. Aku bak seorang murid baru yang cerdas dan cepat pintar menerima pelajaran. Ia mengaku sangat menikmati dan merasa puas oleh sogokan-sogokan kontolku di memeknya yang memiliki jengger ayam.

“Ibu kira udah nggak bakalan merasakan enaknya yang seperti ini lagi. Karena sudah lima tahun lebih sejak bapak kena stroke tidak pernah mendapatkannya. Makanya terpaksa pakai pisang dan kadang kontol karet kalau lagi kepengen,” katanya sambil meremas gemas kontolku setelah persetubuhan yang keempat kalinya malam itu.Ternyata wanita yang selalu tampil bak muslimah yang taat itu, juga memiliki beberapa koleksi film porno. Ia sempat menyetel sejumlah koleksinya untuk ditonton bersamaku saat istirahat setelah ngentot yang ketiga di depan televisi. Namun yang mengejutkan, karena “nonton bareng” film porno aku jadi tahu kalau ibuku juga penggemar film porno.Itu terlontar secara tak disengaja oleh Bu Rum. Kata Bu Rum yang paling banyak dikoleksi adalah yang menggambarkan adegan incest atau hubungan seks antar anggota keluarga.

Saat itu Bu Rum memutar dua film. Film pertama menggambarkan adegan seks antara pria muda berkulit hitam dengan wanita tua kulit putih. Sang wanita kulit putih dibuat merintih dan mengerang karena sogokan kontol pria pasangannya yang perkasa. Bahkan akhirnya si wanita merelakan anusnya dijebol kontol panjang sang negro muda. Film kedua yang merupakan semi film cerita mengisahkan wanita STW yang bekerja di perusahaan penebangan hutan. Suaminya selalu pergi cukup lama dan hanya beberapa hari tinggal di rumah karena pekerjaannya itu.Si ibu yang sering merasa kesepian saat suaminya pergi, sering mengobel-ngobel sendiri memek dan itilnya saat hasrat seksnya datang.Ulah si ibu sering dipergoki secara diam-diam oleh pria remaja yang merupakan anak sulungnya. Maka di satu kesempatan, saat tengah bermasturbasi dan sang anak tak tahan menahan nafsu ia mendekati sang ibu. Keduanya larut dalam permainan panas di dapur, ranjang dan bahkan di kamar mandi tanpa peduli bahwa sebenarnya mereka pasangan ibu dan anak.

Usai pemutaran film yang kedua, kukatakan pada Bu Rum bahwa dibanding film yang pertama, adegan seks ibu dan anak yang paling bagus. Tetapi komentarku itu membuat Bu Rum keceplosan. Tanpa sadar ia menyebut bahwa film porno itu dipinjam dari Bu Narsih (nama ibuku). Saat itu ia berusaha meralat. Ia mungkin baru bahwa yang diajaknya bicara adalah aku anak Bu Narsih. Tetapi akhirnya Bu Rum tersenyum dan berterusterang.

“Keinginan manusia akan seks kan manusiwai Win. Seperti ibu dan ibumu,meskipun sudah berumur tetapi kebutuhan akan itu masih belum padam,”kata Bu Rum.

Ibuku memang sudah 3,5 tahun menjada setelah ayah meninggal akibat menderita diabetes cukup lama. Untuk menikah lagi mungkin malu karena cucunya sudah tiga yang diperoleh dari Mbak Ratri, kakak perempuanku.Bahkan salah satu cucunya sudah duduk di bangku SLTP. Maka ia memilih memendam hasratnya dan lebih menyibukkan diri pada usaha jual beli perhiasan berlian yang menjadi usahanya selama ini.

Menurut Bu Rum, koleksi film-film porno yang dimiliki ibuku cukup banyak. Koleksi film seksnya yang berthema hubungan seks sedarah tergolong lengkap. Bahkan Bu Rum mengaku, ia mengenal penis palsu dari karet yang dikenal dengan sebutan dildo juga dari ibuku. “Pergaulan ibumu kan luas terutama dengan ibu-ibu dari kalangan menengah atas. Mungkin dari ibu-ibu yang menjadi sasaran bisnisnya itu ia jadi mengenal banyak hal,” ujar Bu Rum menambahkan.

Meskipun sangat kaget, tetapi aku tidak mencoba memperlihatkannya di hadapan Bu Rum. Sebab sebagai anaknya aku tidak pernah melihat ibu nonton film porno atau barang-barang berbau seks yang dimilikinya. Di kamar tidur ibu memang ada televisi berukuran besar dan perangkat pemutar DVD. Tetapi kebanyakan film-filmnya adalah film hindustan karena ibu penggemar berat bintang Shah Ruk Khan. Berarti ia memiliki tempat penyimpanan khusus, ujarku membathin.

Sekitar pukul 03.00 dini hari, dengan tubuh lunglai aku meninggalkan rumah Bu Rum dengan mengendap agar tidak dipergoki warga lainnya. Ibuku membukakan pintu sambil menggerutu. Katanya mengganggu orang tidur.Tetapi wajahnya kulihat tidak seperti orang bangun tidur. Bahkan televisi di kamarnya terdengar masih menyala. Seperti kebiasaanya saat tidur ia selalu mengenakan daster longgar.Tetapi saat itu dasternya kelewat tipis hingga terlihat membayang lekuk-liku tubuhnya yang aduhai. Ternyata ia juga tidak memakai kutang dan celana dalam sampai-sampai kulihat tonjolan putingnya pada sepasang buah dadanya yang hampir sama besar dengan punya Bu Rum. Ah bisa jadi ibu bukannya tidur. Tetapi lagi asyik mengocok-ngocok memeknya dengan kontol karetnya sambil nonton adegan seorang ibu yang tengah ngentot sama anak lelakinya. Hanya karena terlalu kecapaian, aku langsung masuk kamar dan tidur.

Ini semua hanyalah cerita karangan belaka, kebenaran cerita tidak bisa di pertanggung jawabkan, kami hanya mencopy cerita ini dari member yang menceritakan tentang pengalaman bercinta dengan ibu berjilbab. Nantikan postingan kami selanjutnya lebih seru!!!


111111111111111111

Ngentot Mamaku Sendiri
Posted in Sedarah

Inilah cerita seks sedarah antara ibu dan anak, bercinta dengan anak kandung ataupun bercinta dengan ibu kandung memang menjadi hal yang tak wajar, sangat tidak wajar, tapi cerita dewasa sedarah ini emang ada saja peminatnya, termasuk anda yang berkunjung kesini, selama menikmati, cerita seks sedarah, Bercinta dengan Mama sendiri

Hari ini suntuk banget dirumah sendirian mamaku lagi masak didapur iseng-iseng aku jalan kedapur, melihat mama yang lagi masak waktu itu mamaku sedang memakai pakian yang longgar mirip daster. aku berjalan kedapur, aku perhatikan mama yang lagi masak, ternyata mamaku bodinya bagus juga. dalam pikiran mulai timbul niat isengku untuk mengerjai mama.

aku pelan-pelan mendekati mamaku, tanpa sepengatahuan mamaku aku jongkok dibawah mamaku yang sedang berdiri di meja masak. aku intip bagian bawah mama ternyata mama tidak pakai celana dalam. pikiranku mulai kotor untuk ngentot mamaku, diam-diam aku keluarkan penisku yang sudah tegang… kemudian aku singkap baju mamaku dari bawah. dan ternyata mamaku diam saja. tidak menyadari kalo anaknya mau menyetubuhinya. tanganku mulai menggerayangi bagian tubuh mama, perut, tetek dan lehernya. ternyata mamaku diam aja.. akupun terus meremas-remas

tetek dan pantat bahenol mamaku.. mamaku mulai melenguh tak karuan. kemudian aku pegang kontolku dan mulai aku gesek-gesekan di pantat mama, mama melenguh tak karuan. kemudian dengan kedua kakiku aku berusaha melebarkan kaki mamaku, dengan penuh nafsuk aku mulai mengarahkan penisku ke vagina mama dari belakang. ternyata vagina mam sudah basah banget. akupun mulai memasukaan penus sidikit-demi sedikit ke lubang yang dulu tempat aku lahir,

aahhhh ennaaaaak terussss…….. masukaan lagi yang dalam pinta mamaku.
Bleesss……… ahhhhhn akhirnya kontolku masuk semua kevagina mamaku…
ahhhhhh nikmaaaaaaaaaaaatttt……..
pantatku mulai aku goyangkan maju mundur yang diselingi dengan pantat mamaku yang berputar-putar.. enakkkk sayang…. lebih keras lagi.. ohhhh….ohhhhh sayang aku dah mau keluar. kata mamaku.. aku terus mempercepat pompaan pantatku divagina mama… dan akhirnya kami berdua sama-sama teriakkk.
aaaaaaaaaaaahhhhhhh…….aku keluar mah…aku juga sayang..aaaaaahhkkk nikkmaaaat…

sambil berdiri berpelukan kami berciuman mesra layaknya sepasang kekasih, kontolku masih berada dalam vagina mamaku. rasanya masih tersisa sedotan-sedotan vagina mamaku. sudah ya mahh… aku capek nih.. akh kamu nakal.kata mamaku. akhirnya hubungan itu setiap kali kami lakukan, baik itu dikamar, dapur atau kamar mandi…

Nge-Seks Gratis Dengan Ibuku

Halo pembaca aku mau nyritain pengalaman pribadiku ni.Tapi sebelum aku menyeritakan kisahku ini aku akan menyeritakan tentang diriku aku dulu.Aku Andika aku anak pertama dari sebuah keluarga sederhana didaerah xx.Tinggi aku 170cm,berat aku sekitar 40kg tapi gak tahu juga sih karena aku tidak pernah tes berat badan,kulitku sawo matang. Penisku panjangnya 14cm,diameternya kira-kira 3.5cm.

Kisahku terjadi Awal bulan juli 2004 ketika aku liburan sekolah ato aku mau masuk ke SMA. Waktu itu adalah hari minggu sehingga aku hanya malas-malasan dirumah saja dan adekku baru main ke tempat temannya dan ayahku baru ke kebun. Maklumlah tempat tinggalku di daerah pedesaan jadi pekerjaan ortuku adalah seorang petani,tapi aku bangga dengan pekerjaan ortuku itu karena mereka gak pernah berbohong ato korupsi seperti para wakil-wakil rakyat.

Siang itu aku dirumah merasa panas dan ingin mencari sesuatu di ruang tamu yang bisa aku makan.Ketika aku sampai ruang tamu aku dapati ibuku sedang tiduran di depan TV dan hanya menggunakan daster yang transparan sehingga CD dan BH ibuku terlihat dengan jelas olehku dan seluk beluk tubuhnya terlihat sangat menggairahkan.Waktu itu aku berumur 15thn dan ibuku 31 thn,maklum ibuku menikah dengan ayahku pada saat usianya 15thn. Maklumlah di desaku umur segitu dulu dah pada nikah. Aku yang melihat kejadian itu tak mampu mengendalikan nafsuku,dengan segera aku dekati ibuku dan aku sibak dasternya keatas sehingga Cdnya terlihat jelas oleh mataku. Aku segera meraba CD ibuku aku tidak peduli lagi dengan apa yang akan terjadi nanti jika sampai ibuku bangun karena aku sudah kepalang nafsu.

Aku terus saja meraba CD ibuku hingga kudengar ibuku mendesah dalam tidurnya dan vaginanya sudah mulai basah. Aku sudah tidak tahan lagi berinisiatif menurunkan CD ibuku sehingga kini dihadapanku terlihat jelas vagina ibuku yang banyak ditumbuhi dengan rambut. Segera saja aku jilati vagina ibuku karena aku takut kalo ibuku akan segera bangun karena perbuatanku ini. Aku terus saja jilati vagina ibuku sehingga vaginanya semakin basah dan ibuku semakin mendesah. Aku yang sudah terbakar nafsu sudah tidak tahan dan aku lepaskan semua bajuku sehingga aku kini telanjang bulat dengan penis yang mengacung siap untuk aku masukan ke dalam vagina ibuku.

Perlahan aku arahakan penisku kelubang vagina ibuku yang masih menggunakan daster dan BH karena akau hanya melepas Cdnya aja. Aku mulai mengarahkan dan perlahan penisku mulai masuk kelubang vagina ibuku dengan mudah karena lubangnya sudah mulai basah sehingga mudah saja penisku masuk walaupun penisku ini juga besar. Tapi ini juga karena ibuku juga sudah melahirkan 2 orang anak sehingga lubangnya sudah agak lebar, tapi walaupun begitu punya ibuku itu masih nyedot dan memijat banget.

Aku mulai memompa keluar masuk penisku didalam lubang vaina ibuku sehingga terdengar gemercak-gemercik dan suara desahan ibuku yang membuat aku semakin bernafsu mempercepat gerakan penisku. Aku yang semakin bernafsu semakin mempercepat gerakan penisku dan tanpa akau sadari ibuku jadi bangun karena gerakanku yang cepat ini. Ibuku yang melihat perbuatanku ini sangat kaget dan berusaha melawan aku dan mencoba menghentikan gerakanku dan melepaskn penisku dari lubang vaginanya. Tapi itu sia-sia saja karena aku sudah terlanjur nafsu dan ibuku sebenarnya juga menikmati adegan ini karena terasa benar bahwa vaginanya basah banget,menyedot dan memijat.

Aku yang semakin bernafsu dan aku juga sudah tidak tahan lagi semakin mempercepat gerakanku dan ibuku masih berusaha menghentikan adegan ini dan tanpa disadari ibuku berteriak keras diseertai tubuhnya mengejang dan vaginanya keluar cairang yang begitu banyak aku kira dulu ibuku kencing tapi kini aku tahu bahwa ibuku telah orgasme dan aku pun sudah tidak tahan lagi aku semakin percepat gerakanku dan ibuku hanya pasrah dengan perbuatanku ini dan ia mulai mengendurkan perlawannya dan ia pasrah dengan wajah sayu dan lemas dan “ahhhhhhhhhhhhh” keluar juga spermaku dan semuanya aku semprotkan kelubang vagina ibuku. Aku tekan dalam-dalam penisku ke lubang vagina ibuku sehingga terasa mentok dan aku peluk ibuku sambil aku remas-remas payudaranya karena aku tadi belom sempat memainkan payudaranya dan aku juga mengajak ibuku jionan.

Pertama kali dia tidak mau dan berusaha menghindar tapi secepat kilat memasukan lidahku kedalam mulutnya dan memaenkannya dan beberapa menit kemudian ibuku namapaknya menikamatinya dan ikut mengimabangi gerakan lidahku. Setelah kami sama2 sudah bugar lagi,ibuku dengan cepat kilat melepaskan lidahnya dan angkat bicara.

“dika napa kamu lakuin ini ama ibu????”
“abis dika nafsu lihat ibu tidur kaya gitu” “tapi kan gak seharusnya kamu lakuin ini, aku ini ibu kandungmu!!!!!!!!!”
“tapi ibu juga menikmatinya kan ????????”

Ibuku hanya diam tidak mampu memnjawab pertanyaanku tadi karena dia mungkin malu kalo harus menjawab pertanyaan tadi karena aku dia benar-benar menikmati adegan tadi. “ibu gak mau kamu ngulangin ini lagi ama ibu karena kalo sampe ayahmu tahu bisa gawat” sontek ibuku mengagetkanku
“tapi kalo ibu gak bilang kan gak bakal tahu “ jawabku.
“ih dasar nak nakal!!!!!!!!!!”
“biarin abiznya ibu benar-benar menggairahkan sih!mau ya bu maen ma aku lagi kapan2???”

Ibuku tidak menjawab dan melepaskan pelukanku dan dengan sendirinya penisku yang tadi masih didalam vagina ibuku terlepas dan telah mengecil dan dari lubang vagina ibuku aku lihat keluar cairan vagina ibku bercampur dengan spermaku.
“Ok deh tapi dika hatrus janji sperma dika jangan dimasukin kedalm vagina ibu karena ibu tidak KB”jawabnya dengan pelan.
“apa ibu gak KB?????????”tanyaku dengan kaget,karena aku kira ibuku dah kb’
“ya makanya aku gak mau hamil karena anak ibu ndiri.kamu mau punya adek yang juga anak kamu??????”
“ya sebenarnya sih mau aja bu karena aku mau tahu gimana hasil karya ciptaku”jawabku sambil tersenyum.
“kamu tu bener-bener nakal ya”
“trus gmn ni bu tadikan sperma dika masukin kevagina ibu????????”
“nanti malam ibu mau minum jamu biar tidak hamil,cepat pake bajumu nanti gawat kalo ayahmu ato adekmu tahu”
“Tapi ayah dan adek pulangnya nanti sore,Kita maen lagi yuk bu?????????’
“ih dasar nafsu banget nih anak ibu ini,tapi janji gak boleh dimasukin didalam vagina ibu” “ok deh ma”

Aku mulai memasukan penisku lgi kedalm vagina ibuku karena penisku sudah tegang lagi dan vagina ibuku masih basah sehingga tidak perlu pemanasan lagi dan kin ibuku tidak memakai pakaian sehelaipun karena darster dan Bhnya telah dilepasnya. Aku mulai menytubuhi ibu dengan nafsu yang membara dan beda denagan awal tadi karna kini ibuku juga dengan sukarela melayaniku shingga kami benar-benar seperti sepasang suami.

Aku mencoba beberapa gaya dengan ibuku dan tak kusangga akau dan ibuku telah maen + 2jam dan selama tu ibuku telah orgasme selama4X sehingga ibuku benar-benar telah lemas dan kini ia hanya pasrah dengan perbuatanku dan menungguku mengakhirnya. Aku pun sudah tihan tahan lagi dan gerakanku makin cepat dan ibuku mengetahui aku kan orgasme juga dan berusaha mendorongku agar spermaku keluar didalm vaginanya.Tapi tenagaku lebih kuat sehingga ku keluarkan lagi spermaku didalam vagina ibuku dan ibuku kembali orgasme lagi.
AQ memeluk ibuku dan dia menamparku sambil berkata:”dika napa kamu masukin lagi didalam?”
“ma setelah aku pikir-pikir aku pengin punya anak dari mama”
“hah??????kamu gila aku ini ibumu trus kamu mau hamilin ibumu ndiri??????”
“tapikan ibu ce dan aku co jadi bisa dunk?????”
“aku gak mau nglahirin anak buat kamu!!!!!!!!!!!’
Ibuku terus melepaskan pelukanku dan pergi ke kamar mandi untuk mandi. Aku juga mandi setelah ibu mandinya selesai.

Malam itu ayah dan adeku tidak ada dirumah karena tadi sore mereka brangkat ke banyuwangi ketempat saudaraku yang ada nikahan. Aku tidak ikut dengan alasan mau jaga di rumah ayahku yang tidak percaya menyuruh ibuku menjagaku karena ayahku takut aku macam-macam dirumah. Dalam hatiku senang sekali karena ibuku gak ikut sehingga satu minggu ini aku bebas menyetubuhi ibuku karena ayahku dan adekku pergi selama satu minggu.

Malam itu ibu sudah beli jamu agar tidak hamil dan ketika mau diminum di kamarnya aku buru-buru masuk karna aku tahu ibu pasti mau minum jamu itu dan aku tidak ingin itu terjadi karena aku pengin punya anak dari ibuku. Aku tampar gelas yang isinya jamu itu dan semua jatuh dilantai.
“dika apa yang kamu lakuin??????”
“aku pengin ibu halim karna ku”
“itu gak boleh terjadi”
“pokoknya boleh!!!!!!!!”seruku sambil memeluk ibuku dan merangsangnya dan malam itu aku dan ibuku melakkukannya lagi sampai pagi.

Dan paginya setelah sarapan pun aku kembali menyetubuhi ibuku dengan penuh nafsu dan aku tidak memberi kesempatn kepada ibuku untuk minum jamu. Selama 1 minggu itu pula siang dan malam aku setubuhi ibuku dan aku lebih betah di rumah untuk menyetubuhi ibuku. 1minggu telah berlalu dan ayahku telah pulang dan aku resmi sekarang menjadi siswa SMA klas1, selama ayahku dirumah aku tetap menyetuhi ibuku ketika ayahku dikebun, sehingga pulang sekolah aku langsung pulang untuk menyetubuhi ibuku. Selama itu pula ibuku berkali-kali mencoba minum jamu sehingga aku extra ketat mengaawasi ibu kalo malam, karena kalo siang ibu gak suka minum jamu, karena abis minum jamu biasanya dipake dia tidur. Dan tak terasa hubunganku dengan ibuku telah satu bulan dan ibuku mengaku padaku sudah telat mens 2minggu dan dia bilang ini anakku bukan anak ayahku.Aku senang sekali dan sejak saat itu ibuku sudah tidak mencoba minum jamu lagi karna sudah terlanjur hamil.

Sejak saat itu aku rutin menyetubuhinya. Kira-kira pertengahan bulan april 2005 ibuku melahirkan anak dengan jenis kelamin cewek. Aku benar-benar senang begitu juga dengan ayahku karna dia kira itu anaknya padahal itu adalah cucunya alias anakku.

Sejak saat itu aku terus menyetubuhi ibuku mula-mula menolaknya tapi akhirnya dia mau juga karena dia juga mengakui lebih puas aku setubuhi daripada disetubuhi ayahku. Kini aku kelas 3 SMA dan aku masih setia menyetubuhi ibuku tetapi sejak melahirkan anakku ibuku melakukan Kb karena dia tidak ingin punya anak lagi dari aku karena dia bilang bahwa ayahku sudah impotent jadi dia takut kalo dia hamil bakal ketahuan oleh ayahku.Tapi gak apalah yang penting aku bisa ngeseks gratis dengan ibuku.

Demikian cerita seks dengan mamaku sendiri, ku nikmati setiap lekukan tubuh mamaku sendiri dengan sangat nikmat, ngesek dengan mamaku emang tiada duanya, ngentot mama enaknya luar biasa.. Sekian…Aku berharap kalian tidak emniru aku yang bejat… karena hubungan seks yang gak wajar…

Demikian cerita dewasa kali ini… Nantikan cerita dewasa selanjutnya…
1111111111111111111111

Kakak Iparku yang Jutek
Posted in Setengah Baya

* continued
* blogs
* online shop
* internet connection
* treadmills

Jutek bukan berarti gak bernafsu, Jutek juga manusia, punya nafsu pengen Ml hehe, ini mungkin yang pantas di gambarkan pada cerita dewasa kali ini, anda mungkin dapat pelajaran dari cerita ini.

Pas ane disuruh ngirim makanan ama kakak ane ke rmhnya yang tergolong dekat dengan tempat kost ku…alasan kost karena aku gak mau repotin kk ipar ku yang sring d tinggal berlayar

Kakak iparku yang satu ini bodi nya yang aduhai,
toket nya yang gede tapi sudah rada turun pdahal dia sudah berusia 40 tahun..dia seorang janda pelaut yang sering ditinggal suaminya berlayar.

karena rajin gym,badan nya masih terlihat agak kencang
di padu dengan muka nya yang jutek tpi bkin cowok2 meringiss..haha

pas nyampe rumah nya..ane ketok pintu depan..
sepi nggk ada yang bukain..
ya muter aja lewat pintu belakang,ternyata nggk di kunci,

jadi langsung aja masuk ke dapur naroh rantang..
tapi kok ada yang mandi di KaMar mandi dalem..
pas intip..
ternyata Kakak iPar gw lagi mandi..sumpah gan mulus abis..

ane nafsu banged liad muka nya yang innocent sambil gosok2 badanya yang masih aduhai dan sambil gosok2 memek nya

tapi ane takut ketahuan jadi balik nunggu di ruang tamu..
tiba-tiba Kakak iparku lari keluar bugil ke blakang ngambil anduk..
duh si otong mulai gerak naik..

Kaka ipar balik bugil dengan santai smbil handukan tanpa sadar..
dia ngadep ke ane..
saking kagetnya..
anduknya malah jatuh keinjek dan dianya kepleset jatuh..

karena lucu,ane hampir tertawa tapi langsung ane deketin dan tolongin berdiri..

gak disangka otong tambah tegang trus nyentuh ke tete nya..
langsung dia nyeplos begini,
“tuh anu kamu naik” kata dia sambil mmerah muka ny
kk sih,,tlanjang jadi aku ngaceng….”kata ku malu,,aneh ak brani ngmong bgini ma orang yang slalu jutek ma ak
hah,,kamu masih nafsu di ma body yang udah kendur kyk gini…?? tnya ny menggoda

mungkin karena kepepet ama otong ane di pusernya..
ane langsung kiss2 muka dia dan trun ke leher ny sambil berlanjut ke remes tete ny yang gede cuyyy…

rupa nya dia juga dah nafsu banged,
ARkhhh…truss di..arkhhhh…
desahny bner2 bkin bulu kuduk gw melayang..
gw lakuin ini di sofa berlangsung 20 mnit

akhirny doi ngajak gw ke kamar nya,,
kali ini tnpa basa basi lagi,gw di drong ke kasur ny yang empuk
gw diem aja krna gk bisa gerak

semua kntrol terrletak pda ny,,dia yang megang kendali tbuh gw
clana dlm gw di trik pke gi2 ny smbil doi ngelirik ke gw..
hahaha matany itu sangat menggoda gan.sumpah gw melayang banget

setelah gw bugil,dia langsung isep konti gw. tnpa komando lagi,,krena dia lbh berpengalaman dari pada gw..
yang bkin gw melayang lage,,konti gw ampe ilang msuk smua ke mulut ny..
ane bingung kok muat y,,biji plir gw aja mpe di sedot2 gan
kyk mainan aj…” dalam hati gw

dan akhirny gw pun gk tahan lagi,gw yakin juga gk akan ada cowok yang kuat nahan sepongan doi..akhirnya crott.crott.crot…
cim bro msuk mlut ny,,abiss smwa..
akhirny gw lemes keenakan..

doi cemberutt….
kk knp,kok cmberut?? tnya ku
kamu udah lmess,,ak kan lum klwar… rengek ny manja

akhirny ak bangun ke wc bntar bwat bersihin,,stelah itu ane minum aer putih..itung2 isi stamina dlo..hehehe

akhirnya gw langsung cium doi mesra,,doi pun balas dengan gila..
tapi ane ngajak dia biar maen pelan2 tnpa gila2 spt ini
rupa nya ane lagi2 gk bergerakk,,dia langsung tindih tbuh gw
gila neh kk ipar gw,,kyk setan gk pnah ml… pkir ku

diam kau di,,biar ak yang maenin tubuh kamu ini…racau ny yang mulai tidak jelas..
dengan gila dia genjot gw,,wot..wah2 wot ny berasa bgt krena goyangan doi berasa banget di tambah gw di paksa isep toket ny..

akhirny doi mulai kelelahan,,dsni lah gw beraksi..
gw mnta ds(doggie style)..dsni doi gw hajar sambil gw jambak rambut ny,,sambil sesekali gw pkul pntat ny yang aduhai
terusss ,,,,trusssss…pake ak sayang….ouhhhh fvck racau ny mulai kasar tp malah menggairahkan gw..
akhirny sekitar 10 mnit..
crottt…crottt…crottt…gw klwar untk ke2 kaliny…

huahhhhhhh…gw roboh,,smbil tdur sebelah dia…
dia cium gw dengan mesra..
tittttttttttt…………….. ….to be continued

sekian cerita dari ane,,ada smbungan ny bersama kk ipar ku ini..so harap sabar y..hahaha, foto-foto nya ntar nyusul dah gw takut juga kalo kakak ipar gue tau gue sebarin rahasia kita berdua, demikianpengalaman gue kakak iparku yang jutek.
1111111111111111111


Antara Aku, Mama Dan Tante
Posted in Sedarah

* bandung
* mattress
* sore throat
* tante
* orgasmes
* onani

Mungkin ini menjadi cerita aneh bagi anda, tapi tetap semua bisa menjadi pelajaran buat kita, cerita seks yang menceritakan hubungan intim terlarang antara anka dan ibu, ya inilah cerita seks ibu dan anak, di tambah bergabungnya tante sendiri dalam permainan seks nya.

Namaku Roy, 32 tahun. Saat ini aku tinggal di Bandung. Banyak yang bilang aku ganteng. Kisah yang akan aku tulis ini adalah kisah nyata dari pengalaman sex aku dengan mama dan tante aku.

Cerita ini dimulai ketika aku berusia 20 tahun. Saat itu tante Rina datang dan menginap selama beberapa hari di rumah karena suaminya sedang pergi keluar kota. Dia merasa sepi dan takut tinggal di rumahnya sendirian. Tante Rina berusia 32 tahun. Penampilannya biasa saja. Tinggi badan 160 cm. Ramping. Tapi aku suka bodynya. Buah dada 36B, dan pantatnya besar bulat. Aku suka lihat tante Rina kalau sudah memakai celana panjang ketat sehingga pantatnya sangat membentuk, merangsang. Tante Rina adalah adik kandung Papa aku.

Waktu itu hari aku tidak masuk kuliah. Aku diam di rumah bersama mama dan tante Rina. Pagi itu, jam 10, kulihat mama baru selesai mandi. Mama keluar dari kamar mandi memakai handuk menutupi dada dan setengah pahanya yang putih mulus. Mama berusia 38 tahun. Sangat cantik.

Saat itu entah secara tidak sengaja aku melihat mama membetulkan lilitan handuknya sebelum masuk kamar. Terlihat buah dada mama walau tidak terlalu besar tapi masih bagus bentuknya. Yang terutama jadi perhatian aku adalah memek mama yang dihiasi bulu hitam tidak terlalu lebat berbentuk segitiga rapi. Mungkin karena mama rajin merawatnya.

Mama sepertinya tidak sadar kalau aku sedang memperhatikannya. Mama langsung masuk kamar. Hati berdebar dan terbayang terus pemandangan tubuh mama tadi. Aku dekati pintu, lalu aku intip dari lubang kunci. Terlihat mama sedang membuka lilitan handuknya lalu mengeringkan rambutnya dengan handuk tersebut. Terlihat tubuh mama sangat menggairahkan. Terutama memek mama yang aku fokuskan. Secara otomatis tangan aku meraba kontol dari luar celana, lalu meremasnya pelan-pelan sambil menikmati keindahan tubuh merangsang mama. Karena sudah tak tahan lagi, aku segera ke kamar mandi dan onani sambil membayangkan menyetubuhi mama. Sampai akhirnya.. Crot! Crot! Crot! Aku orgasme.

Sore harinya, waktu aku sedang tiduran sambil membaca majalah, tiba-tiba terdengar suara mama memanggil aku.

“Roy..!” panggil mama.
“Ya, Ma…” sahut aku sambil bergegas ke kamar mama.
“Ada apa, Ma?” tanya aku.
“Pijitin badan mama, Roy. Pegal rasanya…” kata mama sambil tengkurap.
“Iya, Ma…” jawab aku.

Waktu itu mama memakai daster. Aku mulai memijit kaki mama dari betis. Terus sampai naik ke paha. Mama tetap diam merasakan pijitan aku. Karena daster mama agak mengganggu pijitan, maka aku bertanya pada mama, “Ma, dasternya naikin ya? mengganggu nih…” tanya aku.
“Emang kamu mau mijitan apa aja, Roy?” tanya mama.
“Seluruh badan mama,” jawab aku.
“Ya sudah, mama buka baju saja,” kata mama sambil bangkit, lalu melepas dasternya tanpa ragu.
“Ayo lanjutkan, Roy!” kata mama sambil kembali tengkurap. Darah aku berdesir melihat mama setengah telanjang di depan mata.
“Mama tidak malu buka baju depan Roy?” tanya aku.
“Malu kenapa? Kan anak kandung mama.. Biasa sajalah,” jawab mama sambil memejamkan mata.

Aku berdebar. Tanganku mulai memijit paha mama. Sebetulnya bukan meimijit, istilah yang tepat adalah mengusap agak keras. Aku nikmati usapan tangan aku di paha mama sambil mata terus memandangi pantat mama yang memakai celana dalam merah. Setelah selesai “memijit” paha, karena masih ragu, aku tidak memijit pantat mama, tapi langsung naik memijit pinggang mama.

“Kok dilewat sih, Roy?” protes mama sambil menggoyangkan pantatnya.
“Mm.. Roy takut mama marah…” jawab aku.
“Marah kenapa? Kamu kan emang mama pinta mijitin.. Ayo teruskan!” pinta mama.

Karena sudah mendapat angin, aku mulai meraba dan agak meremas pantat mama dari luar celana dalamnya. Nyaman rasanya memijit dan meremas pantat mama yang bulat dan padat. Kontol aku sudah mulai mengeras. Mama tetap terpejam menikmati pijitan aku. Karena birahi aku sudah naik, aku sengaja memasukkan tangan aku ke celana dalam mama dan terus meremasnya. Mama tetap diam. Aku makin berani.

Jari tengah aku mulai menyusuri belahan pantat mama sampai ke belahan memek mama. Jari aku diam disana. Aku takut mama marah. Tapi mama tetap diam sambil memejamkan mata. Aku mulai menggerakan jari tengah aku di belahan memek mama. Mama tetap diam. Terasa memek mama mulai basah. Dan aku tahu kalau mama agak menggoyang-goyangkan pantatnya, mungkin mama merasa enak menikmati jari aku di belahan memeknya. Itu perkiraan aku.

Karena sudah basah, aku nekad masukkan jari aku ke lubang memek mama. Mama tetap memejamkan mata, tapi pantatnya mulai bergoyang agak cepat.

“Roy, kamu ngapain?” tanya mama sambil membalikkan badannya. Aku kaget dan takut mama marah.
“Maaf, Ma…” kataku tertunduk tidak berani memandang mata mama.
“Roy tidak tahan menahan nafsu…” kataku lagi.
“Nafsu apa?” kata mama dengan nada lembut.
“Sini berbaring dekat mama,” kata mama sambil menggeserkan badannya. Aku diam tidak mengerti.
“Sini berbaring Roy,” ujar mama lagi.
“Tutup dulu pintu kamar,” kata mama.
“Ya, Ma…” kataku sambil berdiri dan segera menutup pintu. Kemudian aku berbaring di samping mama.

Mama menatapku sambil membelai rambut aku.

“Kenapa bernafsu dengan mama, Roy,” tanya mama lembut.
“Mama marahkah?” tanya aku.
“Mama tidak marah, Roy.. Jawablah jujur,” ujar mama.
“Melihat tubuh mama, Roy tidak tahu kenapa jadi pengen, Ma…” kataku. Mama tersenyum.
“Berarti anak mama sudah mulai dewasa,” kata mama.
“Kamu benar-benar mau sayang?” tanya mama.
“Maksud mama?” tanya aku.
“Dua jam lagi Papa kamu pulang…” hanya itu yang keluar dari mulut mama sambil tangannya meraba kontol aku dari luar celana.

Aku kaget sekaligus senang. Mama mencium bibir aku, dan akupun segera membalasnya. Kami berciuman mesra sambil tangan kami saling meraba dan meremas.

“Buka pakaian kamu, Roy,” kata mama. Aku menurut, dan segera melepas baju dan celana.

Mama juga melepas BH dan celana dalamnya. Mama duduk di tepi tempat tidur, sedangkan aku tetap berdiri.

“Kontol kamu besar, Roy…” kata mama sambil meraih kontol aku dan meremas serta mengocoknya. Enak rasanya.
“Kamu udah pernah maen dengan perempuan tidak, sayang?” tanya mama.
Sambil menikmati enaknya dikocok kontol aku menjawab, “Belum pernah, Ma.. Mmhh..”. Mama tersenyum, entah apa artinya.

Lalu mama menarik pantat aku hingga kontol aku hampir mengenai wajahnya. Lalu mama mulai menjilati kontol aku mulai dari batang sampai ke kepalanya. Rasanya sangat nikmat. Lebih nikmat lagi ketika mama memasukkan kontolku ke mulutnya. Hisapan dan permainan lidah mama sangat pandai. Tanganku dengan keras memegang dan meremas rambut mama dengan keras karena merasakan kenikmatan yang amat sangat. Tiba-tiba mama menghentikan hisapannya, tapi tangannya tetap mengocok kontolku perlahan.

“Enak sayang?” tanya mama sambil menengadah menatapku.
“Iya, Ma.. Enak sekali,” jawabku dengan suara tertahan.
“Sini sayang. Kontolmu udah besar dan tegang. Sekarang cepat masukkan…” ujar mama sambil menarik tanganku.

Mama lalu telentang di tempat tidur sambil membuka lebar pahanya. Tanpa ragu aku naiki tubuh mama. Aku arahkan kontolku ke lubang memeknya. Tangan mama membimbing kontolku ke lubang memeknya.

“Ayo, Roy.. Masukkan…” ujar mama sambil terus memandang wajahku.

Aku tekan kontolku. Lalu terasa kepala kontolku memasuki lubang yang basah, licin dan hangat. Lalu batang kontolku terasa memasuki sesuatu yang menjepit, yang entah bagaimana aku menjelaskan rasa nikmatnya.. Secara perlahan aku keluarmasukkan kontolku di memek mama. Aku cium bibir mama. Mamapun membalas ciuman aku sambil menggoyangkan pinggulnya mengimbangi goyangan aku.

“Enak, Roy?” tanya mama.
“Sangat enak, Ma…” jawabku sambil terus menyetubuhi mama. Setelah beberapa menit, aku hentikan gerakan kontol aku.
“Kenapa mama mau melakukan ini dengan Roy?” tanyaku. Sambil tersenyum, mata mama kelihatan berkaca-kaca.
“Karena mama sayang kamu, Roy…” jawab mama.
“Sangat sayang…” lanjutnya.
“Lagipula saat ini mama memang sedang ingin bersetubuh…” lanjutnya lagi.

Aku terdiam. Tak berapa lama aku kembali menggerakan kontol aku menyetubuhi mama.

“Roy juga sangat sayang mama…” ujarku.
“Ohh.. Roy.. Enakk.. Mmhh…” desah mama ketika aku menyetubuhinya makin keras.
“Mama mau keluar…” desah mama lagi.

Tak lama kurasakan tubuh mama mengejang lalu memeluk aku erat-erat. Goyangan pinggul mama makin keras. Lalu..

“Ohh.. Enak sayangg…” desah mama lagi ketika dia mencapai orgasme.

Aku terus menggenjot kontolku. Lama-lama kurasakan ada dorongan kuat yang akan keluar dari kontol aku. Rasanya sangat kuat. Aku makin keras menggenjot tubuh mama..

“Ma, Roy gak tahann…” ujarku sambil memeluk tubuh mama lalu menekan kontolku lebih dalam ke memek mama.
“Keluarin sayang…” ujar mama sambil meremas-remas pantatku.
“Keluarin di dalam aja sayang biar enak…” bisik mama mesra.

Akhirnya, crott.. Crott.. Crott.. Air maniku keluar di dalam memek mama.

“Mmhh…” desahku. Lalu tubuh kami tergolek lemas berdampingan.
“Terima kasih ya, Ma…” ujar aku sambil mencium bibir mama.
“Lekas berpakaian, Papa kamu sebentar lagi pulang!” kata mama.

Lalu kamipun segera berpakaian. Setengah jam kemudian Papa pulang. Mama dan aku bersikap seperti biasa dan terlihat normal.

Malam harinya, sekitar jam 11 malam, ketika mama dan Papa sudah tidur, aku dan tante Rina masih nonton TV. Tante Rina memakai kimono. Sesekali aku lihat paha mulusnya ketika kimononya tersingkap. Tapi tidak ada perasaan apa-apa. Karena sudah biasa melihat seperti itu.

Tiba-tiba tante Rina bertanya sesuatu yang mengejutkan aku,”ngapain kamu tadi sore lama-lama berduaan ama mama kamu di kamar?” tanya tante Rina.
“Hayo, ngapain..?” tanya tante Rina lagi sambil tersenyum.
“Tidak ada apa-apa. Aku mijitin mama, kok…” jawabku.
“Kok lama amat. Sampe lebih dari satu jam,” tanyanya lagi.
“Curigaan amat sih, tante?” kataku sambil tersenyum.
“Tante hanya merasa aneh saja waktu tante denger ada suara-suara yang gimanaa gitu…” ujar tante Rina sambil tersenyum.
“Kayak suara yang lagi enak…” ujar tante Rina lagi.
“Udah ah.. Kok ngomongnya ngaco ah…” ujarku sambil bangkit.
“Maaf dong, Roy. Tante becanda kok…” ujar tante Rina.
“Kamu mau kemana?” tanya tante Rina.
“Mau tidur,” jawabku pendek.
“Temenein tante dong, Roy,” pinta tante.

Aku kembali duduk dikursi di samping tante Rina.

“Ada apa sih tante?” tanyaku.
“Tidak ada apa-apa kok. Hanya butuh temen ngobrol saja,” jawab tante Rina.
“Kamu sudah punya pacar, Roy?” tanya tante Rina.
“Belum tante. Kenapa?” aku balik bertanya.
“Kamu tuh ganteng, tinggi. Tapi kenapa belum punya pacar?” tanya tante lagi.
“Banyak sih yang ngajak jalan, tapi aku tidak mau,” jawabku.
“Apa kamu pernah kissing dengan perempuan, Roy?” tanya tante Rina pelan sambil wajahnya didekatkan ke wajahku.

Bibir kami hampir bersentuhan. Aku tak menjawab.

“Ni tante lagi horny kayaknya…” pikir aku.

Tanpa banyak kata, aku cium bibir tante Rina. Tante Rinapun langsung membalas ciumanku dengan hebat. Permainan lidah dan sedotan bibir kami main mainkan.. Sementara tanganku segera masuk ke balik kimono tante Rina. Lalu masuk lagi ke dalam BH-nya. Lalu ku remas-remas buah dadanya dengan mesra sambil ujung jari aku memainkan puting susunya.

“Mmhh..”

Suara tante Rina mendesah tertahan karena kami masih tetap berciuman. Tangan tante Rinapun tidak diam. Tangannya meremas kontolku dari luar celana kolorku. Kontolku langsung tegang.

“Roy, pindah ke kamar tante, yuk?” pinta tante Rina.
“Iya tante…” jawabku. Lalu kami segera naik ke loteng ke kamar tante Rina.

Setiba di kamar, tante Rina dengan tak sabar segera melepas kimono dan BH serta CD-nya. Akupun segera melepas semua pakaian di tubuh aku.

“Ayo Roy, tante sudah gak tahan…” ujar tante Rina sambil senyum, lalu merebahkan badannya di kasur.

Aku segera menindih tubuh telanjang tante Rina. Aku cium bibirnya, pindah ke pipi, leher, lalu turun ke buah dadanya. Aku jilat dan hisap puting susu tante Rina sambil meremas buah dada yang satu lagi.

“Ohh.. Mmhh.. Royy.. Kamu pinter amat sih.. Mmhh…” desah tante Rina sambil tangannya memegang kepala aku.

Lalu lidahku turun lagi ke perut, lalu ketika mulai turun ke selangkangan, tante Rina segera melebarkan kakinya mengangkang. Memek tante Rina bersih tidak berbau. Bulunya hanya sedikit sehing nampak jelas belahan memeknya yang bagus. Aku segera jilati memek tante Rina terutama bagian kelentitnya.

“Ohh.. Sayang.. Enakkhh.. Mmhh.. Terus sayang…” desah tante Rina sambil badannya mengejang menahan nikmat.

Tak berapa lama tiba-tiba tante Rina mengepitkan kedua pahanya menjepit kepalaku. Tangannya menekan kepalaku ke memeknya.

“Oh, Roy.. Tante keluar.. Nikmat sekali.. Ohh…” desah tante Rina.

Aku bangkit, mengusap mulut aku yang basah oleh air memek tante Rina, lalu aku tindih badannya dan kucium bibirnya. Tante Rina langsung membalas ciumanku dengan mesra.

“Isep dong kontol Roy, tante…” pintaku.

Tante Rina mengangguk sambil tersenyum. Lalu aku kangkangi wajah tante Rina dan ku sodorkan kontolku ke mulutnya. Tante Rina langsung menghisap dan menjilati kontolku dan mengocok dengan tangannya sambil memejamkan matanya. Sangat enak rasanya. Cara menghisap dan menjilat kontolnya lebih pintar dari mama.

“Udah tante, Roy udah pengen setubuhi tante…” kataku.

Tante Rina melepaskan genggamannya, lalu aku arahkan kontol aku ke memeknya.

“Ayo, Roy.. Tante sudah tidak tahan…” bisik tante Rina.

Lalu, bless.. sleb.. sleb.. sleb.. Kontolku keluar masuk memek tante Rina.

“Roy kamu pinter menyenangkan perempuan. Kamu pandai memberikan kenikmatan…” kata tante ditengah-tengah persetubuhan kami.
“Ah, biasa saja, tante…” ujarku sambil tersenyum lalu ku kecup bibirnya.

Selang beberapa lama, tiba-tiba tante Rina mempercepat gerakannya. Kedua tangannya erat mendekap tubuhku.

“Roy, terus setubuhi tante.. Mmhh.. Ohh.. Tante mau keluar.. Ohh.. Ohh. Ohh…” desahnya.

Tak lama tubuhnya mengejang. Pahanya erat menjepit pinggulku. Sementara akau terus memompa kontolku di memeknya.

“Tente udah keluar, sayang…” bisik tante Rina.
“Kamu hebat.. Kuat…” ujar tante Rina.
“Terus setubuhi tante, Roy.. Puaskan diri kamu…” ujarnya lagi.

Tak lama akupun mulai merasakan kalo aku akan segera orgasme. Kupertcepat gerakanku.

“Roy mau keluar, Tante…” kataku.
“Jangan keluarkan di dalam, sayang…” pinta tante Rina.
“Cabut dulu…” ujar tante Rina.
“Sini tante isepin…” katanya lagi.

Aku cabut kontolku dari memeknya, lalu aku arahkan ke mulutnya. Tante Rina lalu menghisap kontolku sambil mengocoknya. Tak lama, crott.. crott.. crott.. crott.. Air maniku keluar di dalam mulut tante Rina banyak sekali. Aku tekan kontolku lebih dalam ke dalam mulut tante Rina. Tante Rina dengan tenang menelan air maniku sambil terus mengocok kontolku. Lalu dia menjilati kontolku untuk membersihkan sisa air mani di kontolku. Sangat nikmat rasanya besetubuh dengan tante Rina.

Aku segera berpakaian. Tante Rina juga segera mengenakan kimononya tanpa BH dan CD.

“Kamu hebat, Roy.. Kamu bisa memuaskan tante,” ujar tante Rina.
“Kalo tante butuh kamu lagi, kamu mau kan?” tanya tante sambil memeluk aku.
“Kapan saja tante mau, Roy pasti kasih,” kataku sambil mengecup bibirnya.
“Terima kasih, sayang,” ujar tante Rina.
“Roy kembali ke kamar ya, tante? Mau tidur,” kataku.
“Iya, sana tidur,” katanya sambil meremas kontolku mesra. Kukecup bibirnya sekali lagi, lalu aku segera keluar.

Besoknya, setelah Papa pergi ke kantor, mama duduk di sampingku waktu aku makan.

“Roy, semalam kamu ngapain di kamar tante Rina sampe subuh?” tanya mama mengejutkanku.

Aku terdiam tak bisa berkata apa-apa. Aku sangat takut dimarahi mama. Mama tersenyum. Sambil mencium pipiku, mama berkata,”Jangan sampai yang lain tahu ya, Roy. Mama akan jaga rahasia kalian. Kamu suka tante kamu itu ya?” tanya mama. Plong rasanya perasaanku mendengarnya.

“Iya, Ma.. Roy suka tante Rina,” jawabku.
“Baiklah, mama akan pura-pura tidak tahu tentang kalian…” ujar mama.
“Kalian hati-hatilah…” ujar mama lagi.
“Kenapa mama tidak marah,” tanya aku.
“Karena mama pikir kamu sudah dewasa. Bebas melakukan apapun asal mau tanggung jawab,” ujar mama.
“Terima kasih ya, Ma…” kataku.
“Roy sayang mama,” kataku lagi.
“Roy, tante dan Papa kamu sedang keluar.. Mau bantu mama gak?” tanya mama.
“Bantu apa, Ma?” aku balik tanya.
“Mama ingin…” ujar mama sambil mengusap kontolku.
“Roy akan lakukan apapun buat mama…” kataku. Mama tersenyum.
“Mama tunggu di kamar ya?” kata mama. Aku mengangguk..

Sejak saat itu hingga saat ini aku menikah dan punya 2 anak, aku tetap bersetubuh dengan tante Rina kalau ada kesempatan. Walau sudah agak berumur tapi kecantikan dan kemolekan tubuhnya masih tetap menarik. Baik itu di rumah tante Rina kalau tidak ada Om, di rumah aku sendiri, ataupun di hotel.

Sedangkan dengan mama, aku sudah mulai jarang menyetubuhinya atas permintaan mama sendiri dengan alasan tertentu tentunya. Dalam satu bulan hanya 2 kali. Itulah pengalaman kisah nyata aku. Aku tuliskan dengan sebenarnya.

Demikian Cerita Dewasa ini kami suguhkan kepada anda semoga menjadi bagian dari pelajaran agar kita bisa memperhatikan lingkungan sekitar, dan terhindar dari seks yang menyimpang.

Sekian
lllllllllllllllll

takan pernah ada judul

Sabtu, 26 Maret 2011

kebigungan dalam kenikmatan dunia dan godaan setan terkutuk

08.10.2007 | Author: admin | Posted in Seks Sedarah

Suatu kebahagiaan tersendiri bila ada tercipta rasa saling menyayangi di antara saudara. Tapi kebahagiaan seperti apa yang dirasakan Sandra ketika berusaha memberikan kebahagiaan untuk Shanty sebagai rasa sayang seorang adik kepada kakak kandungnya?

Kisah nyata ini dipaparkan oleh Lucky, suami Sandra, kepada saya untuk direka menjadi satu cerita. Lucky, 34 tahun, dan Sandra, 27 tahun, adalah pasangan suami istri harmonis yang dikaruniai satu orang putri 3 tahun yang lucu. Tinggal di Wilayah Jakarta Timur, Shanty, 30 tahun, saat itu sudah beberapa hari menginap di rumah mereka karena sedang menghindar dari suaminya. Shanty sedang mengurus perceraian dari suaminya karena sudah merasa tidak ada kecocokan lagi di antara mereka.

*****

Malam itu, 21 Juni 2006..

“Kami mau tidur dulu, Mbak..”, kata Sandra kepada Shanty yang masih asyik menonton acara di televisi.
“Tadi anakku tertidur di kamarmu..”, kata Sandra lagi.
“Iya.. Pergilah istirahat sana. Kasihan si Lucky besok harus kerja lagi..”, kata Shanty sambil tersenyum.
“Biar anakmu tidur denganku..”, sambung Shanty. Akhirnya Sandra dan Lucky segera masuk ke kamarnya.
“Kasihan Mbak Shanty ya, Mas?”, kata Sandra sambil memeluk Lucky.
“Betul.. Sudah berapa lama dia pisah ranjang dengan suaminya?”, tanya Lucky sambil memjamkan matanya.
“Kalau tidak salah sih.. Sudah hampir 4 bulan, Mas”, kata Sandra sambil menyusupkan tangannya ke sarung Lucky.
“Ha?! Mas nggak pakai celana dalam ya?”, tanya Sandra agak kaget tapi tangannya erat memegang kontol Lucky.
“Memang tidak pakai kok..”, kata Lucky santai sambil tersenyum menatap Sandra.
“Jadi selama kita tadi nonton TV bersama Mbak Shanty.. Yee nakal ya!”, kata Sandra sambil meremas kontol Lucky agak keras.
“Nggak apa-apa kok.. Nggak kelihatan ini kan?”, kata Lucky sambil memiringkan badannya menghadap Sandra.
“Lagian kalau dia lihat juga.. Anggap saja amal.”, kata Lucky sambil tersenyum nakal.
“Nakal ya!”, kata Sandra sambil melumat bibir Lucky sementara tangannya tak henti mengocok kontol Lucky hingga tegang.
“Mm.. Enak sayang..”, bisik Lucky ketika kontolnya makin cepat dikocok.
“Buka dulu bajunya, Mas..”, kata Sandra sambil menghentikan tangannya.

Lalu Sandra bangkit dari kasur dan melepas seluruh pakaiannya. Lucky juga ikut bangkit lalu segera melepas pakaiannya.

“Jangan dulu ke kasur.. Hisap dulu dong..”, kata Lucky sambil mengecup bibir Sandra lalu tangannya agak menekan dan membimbing kepala Sandra ke arah kontolnya. Sandra mengerti dan menuruti kemauan suaminya itu.
“Ohh..”, desah Lucky terdengar ketika mulut Sandra sudah mengulum penuh kontolnya.
“Mm.. Kamu memang pintar.. hh..”, kata Lucky sambil memejamkan matanya ketika tangan Sandra dengan pelan mengocok kontolnya.
“Mm..”, terdengar suara Sandra ketika mulutnya tak henti menghisap kontol Lucky sambil tangannya tak henti mengocoknya.
“Ohh.. Ennakk sayangg..”, kata Lucky sambil memajumundurkan pantatnya seiring hisapan mulut Sandra pada kontolnya.
“Gantian, Mas..”, kata Sandra setelah menghisap kontol Lucky beberapa lama.

Sandra lalu membaringkan tubuhnya di kasur kemudian membuka lebar pahanya. Tampak bulu bulu halus tumbuh agak lebat di sekitar memeknya.

“Oww.. Enak sekali Mass..”, desah Sandra dengan mata terpejam ketika lidah Lucky mulai menjilati belahan memeknya dari atas ke bawah bolak-balik. Pantat Sandra langsung bergoyang seiring rasa nikmat yang dirasakannya.
“Ohh.. Teruss.. Ohh.”, desah Sandra makin keras ketika jari Lucky keluar masuk lubang memeknya yang sangat basah sambil tetap lidahnya menjilati kelentitnya.

Tubuh Sandra melengkung dan menggeliat serta menggelinjang menahan nikmat yang luar biasa.. Sampai akhirnya, serr! Serr! Serr! Sandra mendesakkan kepala Lucky ke memeknya ketika terasa semburan air mani dalam memeknya disertai rasa nikmat dan nyaman yang amat sangat.

“Ohh!! Ohh!!”, suara Sandra serak keluar dari mulutnya..
“Nikmat sekali Mass..”, desah Sandra dengan tubuh lemas terkulai di atas kasur.
“Kini giliranku..”, kata Lucky tersenyum sambil bangkit lalu menaiki tubuh Sandra.

Mulut Lucky yang masih basah oleh cairan memek Sandra segera melumat bibir Sandra. Sandra segera membalas lumatan bibir Lucky sambil memegang kontol Lucky dan mengarahkan ke lubang memeknya. Bless.. Bless.. Kontol Lucky ditekan dan dengan segera sudah keluar masuk memek Sandra.

“Ohh..”, kembali desah Sandra terdengar seiring keluar masuk kontol Lucky ke memeknya.
“Ohh enak sekali rasanya sayang..”, bisik Lucky ke telinga Sandra sambil tak henti memompa kontolnya.
“Kita enak-enakan di sini, sementara Mbak Shanty kesepian..”, kata Sandra sambil mengecup bibir Lucky.
“Ya itu sudah nasibnya, sayang..”, kata Lucky sambil terus merengkuh tubuh Sandra dalam kenikmatan.
“Ohh enakk, sayangg..”, desah Sandra sambil menggeliat keenakan.
“Mas suka nggak kepada Mbak Shanty?”, tanya Sandra di sela persetubuhan itu.
“Ya tentu saja suka, namanya juga kakak sendiri..”, kata Lucky sambil terus memompa kontolnya keluar masuk.
“Maksudku, suka secara fisik.. Lelaki suka wanita..”, kata Sandra sambil menggoyangkan pantatnya.
“Kok kamu membicarakan orang lain sih?”, kata Lucky.
“Ngak apa-apa kan, Mas? Lagian itu membuatku makin bergairah..”, kata Sandra sambil mempercepat goyangannya.
“Benarkah?”, tanya Lucky.
“Iyaahh.. Kadang saya suka membayangkan Mas bersetubuh dengan wanita lain. Dan itu membuat saya bergairah.. Nggak marah kan, Mas?”, tanya Sandra.
“Fantasi seperti itu boleh saja, sayang..”, kata Lucky sambil mengecup kening Sandra.
“Ohh.. Betulkahh?”, Sandra mendesah.
“Kalau saya mau Mas membahagiakan Mbak Shanty, mau nggak?”, tanya Sandra mengagetkan Lucky.

Serta merta mereka menghentikan gerakan sambil memek dan kontol mereka tetap berpautan.

“Masksud kamu apa, sayang..?”, tanya Lucky. Sandra tidak menjawab pertanyaan Lucky, tapi hanya tersenyum lalu mengecup bibir Lucky.
“Mbak Shanty adalah orang yang paling saya sayang, dan saya ingin dia mendapatkan yang terbaik..”, kata Sandra.
“Saya ingin bisa memberikan yang terbaik buat dia..”, lanjut Sandra.
“Mas adalah yang terbaik buat saya..”, kata Sandra sambil tersenyum.
“Saya rela membagi hal terbaik yang saya punya dengan Mbak Shanty..”, kata Sandra lagi.
“Mas ngerti kan maksud saya?”, Sandra sambil kembali menggoyang pantatnya.
“Mas ngerti.. Tapi apakah kamu benar-benar..”, ucapan Lucky terputus karena Sandra keburu melumat bibirnya.

Kembali mereka bersetubuh melanjutkan yang terhenti tadi.

“Saya benar-benar ingin Mas membahagiakan Mbak Shanty.. Juga itu membuat saya makin bergairah..”, kata Sandra sambil menggoyang pantatnya lebih cepat.
“Baiklah.. Ohh.. Ohh..”, desah Lucky sambil mempercepat gerakannya.
“Aku mau keluarr sayangg..”, kata Lucky sambil mendesakkan kontolnya makin dalam ke memek Sandra.

Crott! Croott! Croott! Air mani Lucky menyembur banyak di dalam memek Sandra.

“Ohh.. Enak sekali sayang..”, kata Lucky sambil mengecup bibir Sandra.
“Mas mau kan memenuhi permintaan saya..?”, tanya Sandra manja.
“Iya.. Baiklah..”, kata Lucky sambil tersenyum.
“Terima kasih. Sering saya membayangkan Mas menyetubuhi Mbak Shanty..”, bisik Sandra. Dan mereka pun kembali saling berpagutan tanpa melepas kontol dan memek mereka yang masih bertautan.

*****

Suatu pagi..

“Mas, Mbak Shanty.. Saya akan ke pasar dengan si kecil.., ada mau titip tidak?”, kata Sandra kepada mereka berdua.
“Aku ikut, San..”, kata Shanty.
“Nggak usah, Mbak.., saya mau ke rumah ibu Heru dulu soalnya”, kata Sandra berdalih.
“Ya sudah kalau begitu..”, kata Shanty.

Akhirnya Sandra dan anaknya segera meninggalkan rumah. Tinggal Lucky dan Shanty berdua.

“Tidak ke kantor, Luck?”, tanya Shanty.
“Saya sudah ijin untuk datang agak siang, Mbak..”, jawab Lucky sambil mendekati dan duduk di samping Shanty.
“Ada satu hal yang ingin saya tanyakan, Mbak..”, kata Lucky.
“Apa itu?”, tanya Shanty sambil menatap mata Lucky.
“Bagaimana urusan Mbak dengan Mas Rudy? Saya kasihan kepada Mbak..”, kata Lucky.
“Nggak tahulah, Luck.. Kita lihat saja nanti..”, kata Shanty sambil menyenderkan tubuhnya di kursi.
“Mbak putus asa?”, tanya Lucky sambil tangannya mencoba memegang tangan Shanty.

Shanty hanya diam ketika Lucky menggenggam tangannya. Hanya air mata yang terlihat menetes di sudut matanya.

“Aku tidak ingin hidup lebih lama lagi..”, kata Sandra sambil terisak.
“Saya mengerti bagaimana perasaan Mbak..”, kata Lucky air mata Shanty makin deras membasahi pipinya..
“Boleh aku pinjam bahumu, Luck? Aku nggak tahan..”, kata Shanty.

Lucky mengangguk. Dan Shanty segera merebahkan kepalanya di bahu Lucky dan menangis terisak. Lucky mengusap-ngusap rambut dan punggung Shanty untuk menenangkannya.

“Sudahlah, Mbak.. Mbak masih punya kami..”, kata Lucky sambil melepas rangkulan Shanty dan menatap matanya.
“Kami sayang Mbak.. Saya sayang Mbak..”, kata Lucky.
“Benarkah?”, tanya Shanty sambil meyeka air matanya. Lucky tak menjawab hanya mengangguk sambil menatap mata Shanty.

Lama mereka saling bertatapan. Ada rasa tak menentu ketika Shanty menatap mata Lucky. Apalagi ketika Lucky sedikit demi sedikit mendekatkan wajahnya hingga hampir bersentuhan. Shanty tak bisa berkata apa-apa ketika terasa ada rasa hangat dan nyaman ketika bibir Lucky menyentuh bibirnya. Ketika Lucky mengecup bibirnya, Shanty hanya bisa terpejam merasakan rasa nyaman dan rasa berdesir di hatinya.

“Mmhh..”, hanya itu yang keluar dari mulut Shanty ketika Lucky mulai melumat bibirnya.
“Luck.. Jangan.. Mmhh..”, kata Shanty ingin menolak tapi gairahnya telah mulai naik. Lucky tak menjawab, tapi makin hangta melumat bibir Shanty.
“Mmhh..”, Shanty mendesah dan mulai terbawa aliran gairahnya yang bangkit perlahan.

Dibalasnya ciuman Lucky dengan panas dan liar. Sebagai wanita yang telah lama tidak merasakan kehangatan sentuhan laki-laki, perlakuan Lucky membuat Shanty bergairah tinggi dan mulai melupakan kesedihannya saat itu.

“Luck.. Aku.. Aku.. Ohh..”, suara Shanty terputus putus serak ketika tangan Lucky mulai menggerayangi bagian depan baju dasternya. Dua gumpalan empuk di dada Shanty diremas perlahan oleh Lucky sambil tetap berciuman.
“Mbak, kita pindah ke kamar..”, ajak Lucky sambil menarik tangan Shanty.
“Tapi.. Tapi.. Bagaimana dengan Sandra?”, tanya Shanty ragu.
“Saya bisa menyayangi Mbak seperti ini karena Sandra sayang kepada Mbak..”, kata Lucky sambil menarik Shanty ke kamar.
“Maksudnya apa, Luck..”, tanya Shanty.

Lucky tidak langsung menjawab, tapi langsung memeluk dan melumat bibir Shanty. Shantypun karena sudah terbawa gairahnya langsung membalas pagutan Lucky. Keduanya terus berciuman sambil melepas pakaian masing-masing. Lucky merebahkan tubuh telanjang Shanty ke atas kasur.

“Ohh.. Luckyy.. Mmhh..”, desah Shanty keras ketika lidah dan mulut Lucky menggigit dan menjilati buah dadanya, apalagi ketika satu tangan Lucky turun ke perut lalu turun lagi ke memeknya yang sudah sangat basah.
“Saya sayang Mbak..”, kata Lucky sambil menatap Shanty lalu kepalanya mulai turun ke perut lalu turun lagi ke memek.
“Oohh.. Ohh.. Oww.. Sshh..”, jerit lirih Shanty sambil mata terpejam ketika lidah Lucky liar menjilati belahan memek dan kelentitnya bergantian.

Serr! Serr! Serr! Shanty merasakan rasa nikmat yang sangat luar biasa ketika cairan cintanya menyembur disertai dengan geliatan dan gelinjang tubuh ketika rasa nikmat itu menjalar.

“Ohh, Lucky.. Aku sudah lama tidak merasakan hal seperti ini.. Makanya aku keluar cepat..”, kata Shanty sambil menatap Lucky yang sudah berada di atas tubuhnya.
“Saya akan membahagiakan Mbak.. Kapan saja Mbak mau..”, kata Lucky sambil tersenyum lalu mengecup bibir Shanty.
“Tapi.. Sandra..”, tanya Shanty.
“Sandra sangat sayang pada Mbak..”, kata Lucky sambil mengarahkan kontolnya ke lubang memek Shanty.

Shanty meraih kontol Lucky dan membimbing ke lubang memeknya. Tak lama Lucky sudah turun naik memompa kontolnya di lubang memek Shanty.

“Ohh.. Mhh..”, desah Lucky dengan mata terpejam sambil memeluk Shanty.
“Ohh.. Enak sekaliihh.. Ohh..”, desah Shanty sambil menggoyangkan pinggulnya cepat.

Setelah beberapa lama, serr! Serr! Serr! Kembali Shanty menyemburkan air maninya disertai jeritan kenikmatan dari mulutnya.

“Nikmat sekali.. Ohh..”, bisik Shanty dengan tubuh lunglai.
“Tengkurap, Mbak..”, pinta Lucky sambil mencabut kontolnya.

Shanty menuruti permintaan Lucky tersebut. Shanty membalikkan badannya tanpa menungging, lalu melebarkan kakinya agar kontol Lucky bisa mudah masuk lubang memeknya. Bless..! Lucky mengarahkan kontol ke lubang memek Shanty dari belakang lalu menekan dan akhirnya kontol Lucky leluasa keluar masuk. Mata Lucky terpejam merasakan kenikmatan memompa kontolnya di memek Shanty sambil memegangi bongkahan pantat Shanty yang bulat padat.

“Ohh.. Saya mau keluarrhh..”, kata Lucky serak.
“Jangan dikeluarkan di dalam, Luck.. Aku nggak KB..”, kata Shanty cepat.

Lucky makin mempercepat pompaan kontolnya lalu dengan segera mengeluarkan kontolnya kemudian digesek-gesekkan di belahan pantat Shanty, sampai.. Croott! Croott! Croott! Air mani Lucky menyembur banyak dan jauh hingga punggung Shanty.

“Ohh.. Enak sekali, Mbak..”, kata Lucky sambil berbaring di samping tubuh Shanty yang masih tengkurap berlumuran air mani Lucky di punggung dan pantatnya.
“Apakah ini akan menjadi masalah, Luck?”, tanya Shanty.
“Tidak akan, Mbak.. Percaya kepada kata-kata saya..”, kata Lucky sambil tersenyum lalu mengecup bibir Shanty.

*****

Menurut Lucky, sampai dengan saat ini hubungan dengan Shanty, yang sudah resmi bercerai dengan suaminya, tetap berjalan. Sandra selalu meminta Lucky bercerita tentang hubungan sex-nya dengan Shanty tiap kali mau bersetubuh. Hal ini membuat Sandra sangat bergairah. Shanty dicarikan kontrakan oleh Lucky sekitar Jakarta Timur agar lebih leluasa menumpahkan kasih sayangnya kepada Shanty.

Tamat

2
.10.2007 | Author: admin | Posted in Seks Sedarah

-”Kamu tahu nggak, Yon.. kalau kamu sebenarnya bukan anak tunggal”, kata ibuku ketika kami sedang makan siang bersama bapak baruku (ibuku baru sebulan lalu menikah lagi). Terkejut juga aku mendengarnya. Hampir tak percaya.
-”Kenapa baru sekarang ibu memberitahu saya?”, tanyaku. Waktu itu aku berusia 22 tahun.
-”Ya, karena ibu baru ingat saja. Kebetulan hari ini hari ulang tahunmu. Jadi, ibu akan bilang kalau di dalam sebuah keluarga, tidak boleh ada kakak beradik laki-laki dan perempuan yang memiliki tanggal dan bulan kelahiran yang sama. Harus dipisah. Kamu lahir 17 Juni, sedangkan adikmu juga 17 Juni. Cuma beda tahunnya. Bahkan saudara kembar laki-laki dan perempuanpun harus dipisah”
-”Lho, apa alasannya?”, aku heran.
-”Ya, itu cuma kepercayaan. Terserah, percaya atau tidak itu hak setiap orang. Kalau kamu dan adikmu tinggal serumah, akan berakibat yang tidak baik. Akan tertimpa sial terus..”, ibu menjelaskan.
-”Ha.. ha.. ha.. sudah era komputer begini ibu masih percaya begituan! Kapan bangsa Indonesia bisa maju kalau masih percaya ilmu gitu-gituan..”, mendadak aku tertawa.
-”Terserah..”, ibu pasrah.
-”Lho, memang sekarang di mana dia”, aku ingin tahu.
-”Lho, apa Tante Yohanna tidak cerita kalau yang studi di Kanada itu adik kandungmu?”, ibuku bertanya sambil makan buah semangka.
Dari cerita ibu, aku tahu adik kandungku bernama Ratna Kemalasari. Sewaktu aku ke rumah Tante Yohanna beberapa waktu yang lalu, Tante nggak pernah mengatakan hal ini. Entahlah, mungkin lupa, atau barangkali ada yang ditutup-tutupi.

Selesai makan, tiba-tiba telepon berdering. Segera kusambar. O, ternyata dari Tante Yohanna. Dia bilang, hari Minggu nanti Ratna akan pulang dari Kanada, sedangkan Dewi (anak kandung Tante) masih berada di Swiss.

Karena Tante berada di kota Yogya, dia minta tolong ke saya agar aku menjemput Ratna di Bandara Soekarno-Hatta. Wah, repot juga, aku belum pernah melihat rupanya Ratna. Gila.. gimana nih?

Akhirnya aku tanya Tante, apakah Ratna punya nomor fax di Kanada. Syukurlah, berdasarkan nomor fax itu aku minta Ratna kirim fotonya dan sekaligus minta informasi tentang nama pesawat, memakai baju warna apa, dan ciri-ciri khas lainnya.

Ketika kuamati foto adikku, wah.. lumayan. Tidak terlalu cantik, tapi juga tidak terlalu jelek. Ya.. mirip Nia Daniati-lah! Cantik adikku sedikit!

Akhirnya aku telepon ke Tante bahwa aku sudah dapat foto Ratna via fax dan akan menjemput Ratna di Bandara beberapa hari lagi.

Akhirnya aku berangkat ke Jakarta. Ibu tidak ikut sebab lebih suka tinggal di rumah, di Bandung. Sebelum ke Bandara aku ke rumah pemberian ibuku di Jl. Magonda Raya, Depok. Rumah yang mungil tapi punya halaman luas dan di depannya ada pohon jambu yang sedang berbuah lebat.

Esok harinya aku ke Bandara. Menit demi menit aku menunggu, akhirnya pesawat yang kutunggu akhirnya tiba.
Mataku tajam menatap semua penumpang satu persatu. Aku mencari seorang gadis dengan ciri-ciri: mengenakan baju warna cream, wajah mirip Nia Daniati, dan di tangan kirinya memegang tustel/kamera. Ketika pada antrian terakhir, gadis yang mempunyai ciri-ciri itu berhasil kutemukan.

-”Ratna..”, suaraku kuarahkan padanya. Dia menoleh..
-”Eh.., Mas Yono ya?”. Aku mengangguk.
Dia berlari kecil. Dijabatnya tanganku. Akupun mencium pipi kiri dan pipi kanannya. Biasa, nggak apa-apa khan? Dalam hati aku kagum, ternyata Ratna lebih cantik dibanding Nia Daniati. Umurnya waktu itu 20 tahun, sedang aku 22 tahun. Selisih dua tahun.
-”Aduuh, nggak nyangka ya, adikku cantik sekali..”, pujiku.
Ratna cuma tersenyum sambil menarik kopor kecil yang ada rodanya.

Akhinya aku dan Ratna menuju ke Depok dengan mengendarai mobil pemberian bapak baruku. Sebenarnya sih, aku ingin mengantarkan Ratna langsung ke ibuku di Bandung dan setelah itu ke Tante Yohanna di Yogya.
-”Gila apa! Masih capek begini..”, adikku menolak langsung ke Bandung.

Akhirnya Ratna beristirahat dulu di rumahku di Depok. Langsung mandi dan setelah itu makan siang di salah satu restoran di Jl. Magonda Raya. Banyak sekali cerita Ratna selama dia di Kanada, mulai dari soal studi, obyek-obyek wisata dan ngobrol apa saja.

Di rumah Depok tidak ada siapa-siapa. Pembantu tidak punya, apalagi waktu itu aku masih bujangan. Kalau butuh makan ya beli. Apalagi Ratna nggak bisa masak. Jaman sekarang memang begitu, banyak gadis cantik, tapi nggak bisa memasak.

Rumah di Depok itu memang kecil. Hanya ada dua kamar tidur. Karena Ratna penakut, akhirnya malam harinya tidur di kamar tidurku. Nggak apa-apa khan? Toh Ratna adikku.

Malam pertama ini nggak ada kejadian apa-apa. Barangkali Ratna masih capek, dia langsung tertidur dengan lelapnya. Aku cuma bisa melotot saja melihat kimononya tersingkap sehingga pahanya yang mulus kelihatan. Walaupun Ratna adik kandungku, diam-diam aku mengangumi keindahan tubuhnya. Nggak apa-apa, khan?

Sebenarnya hari itu aku akan ke Bandung dengan Ratna, tapi Ratna menolak karena masih ingin menikmati kota Jakarta. Adikku masih berada di kamarnya, duduk di depan meja rias sementara aku berdiri di pintu kamarnya.

-”Masuk, Mas.. Kayak rumah orang lain aja!”, katanya sambil terus memoles bibirnya dengan lipstik. Matanya terus memandang kaca di depannya sambil duduk di kursi kecil.
Akupun masuk berdiri di belakangnya.
-”Mas, kebetulan nih, saya mau minta tolong..”, pintanya.
-”Minta tolong apa lagi?”
-”Ini nih, tolong ditarik ke atas..”, sambil menunjuk restluiting belakang gaunnya.
-”Manja..”, Meskipun demikian permintaannya kupenuhi. Kutarik pelan-pelan restluitingnya, ke atas sedikit demi sedikit sehingga punggungnya yang putih mulus tertutup.

Entah setan mana, tiba-tiba aku punya niat buruk terhadap adikku. Dari belakang, kucium pipi kiri adikku. Diam saja. Kemudian yang kanan. Diam saja. Adikku masih tetap memoles bibirnya dengan lipstick warna merah jambu.

Beberapa detik kemudian kucium leher belakangnya.
-”Ah, geli Mas..”, Ratna menggelinjang.
Walaupun kami berdua saling menyadari sebagai kakak beradik kandung, namun barangkali karena sejak kecil tak pernah bertemu, maka pertemuan itu memang rasanya lain, seolah-olah kami bukan sesaudara.
-”Boleh nyicipin lipsticknya yang di bibir?”, godaku.
-”Coba, nih..”, goda adikku sambil menunjuk bibirya. Bikin aku penasaran. Akupun mencoba menciumnya, tapi adikku mengelak. Ternyata dia cuma main-main.
-”Mas, jangan genit ah..”, Ratna bangkit berdiri dan melepaskan pelukanku dan berlari-lari kecil ke kamar tamu.
-”Kamu yang genit..”, akupun mengikutinya. Kulihat adikku tertawa kecil.
-”Coba cium saya kalau bisa”, tantangnya. Membuat aku benar-benar penasaran. Secepat kilat tangan Ratna kupegang, kupeluk erat-erat, kemudian kuangkat tubuhnya dan kubaringkan di kursi tamu yang panjang itu.
-”Kalau bisa cium, nanti kukasih hadiah seratus juta rupiah..”, ujarnya sambil tertawa kecil. Memang, semula niat kami memang cuma bercanda saja. Namun melihat Ratna tubuhnya terlentang dalam kondisi yang pasrah, maka akupun berhasil menaklukkannya. Kutindih tubuhnya, kemudian kucium lagi pipi kiri-kananya. Setelah itu, dengan susah payah, akhirnya Ratna berhasil kucium.

Kalau semula Ratna banyak tingkahnya, begitu kucium, dia tiba-tiba menjadi diam. Akhirnya dengan leluasa aku mencium bibir Ratna bukan sebagai seorang kakak ke adiknya, tetapi seakan-akan terhadap kekasih. Lama kelamaan, Ratna pun mulai membalas ciumanku. Kami saling berpandangan penuh arti. Ada rasa aneh di antara kami berdua. Rasa yang indah.

Kulihat nafas Ratna agak cepat. Nafaskupun demikian. Puas mencium bibirnya, aku cium lehernya, lantas kubelai-belai rambutnya yang pendek itu dengan penuh rasa kasih sayang. Aku mulai terangsang.

Pelan, kuangkat tubuh adikku. Dia diam saja. Lantas kubawa ke kamar tidurnya yang berbau harum itu. Kuletakkan di tempat tidurnya. Kembali aku merebahkan tubuhku di sampingnya. Kucium lagi, Ratna membalasnya dengan penuh gairah. Nafsuku semakin menderu. Darahku semakin bergejolak.

Sambil mencium, tangan kananku mengelus-elus pahanya. Ratna menggeliat. Tanganku semakin binal, terus keatas, keatas, keatas.. agak gemetar sedikit tanganku. Pelan.. kutarik kebawah celana dalamnya. Nggak bisa, soalnya Ratna memakai celana dalam full body, yang bentuknya seperti pakaian renang.

Terpaksa, tangan kananku beralih ke belakang punggungnya. Kutarik restluitingnya ke bawah.. kebawah.. kebawah.. Sedikit demi sedikit gaunnya kutarik kebawah. Dengan susah payah akhirnya berhasil kulepas. Tahap berikutnya, membuka BH dan celana dalamnya.Tidak semudah yang Anda sangka, karena berkali-kali Ratna memasang lagi. Namun aku tak menyerah.

-”Nggak diapa-apain, kok..”, aku meyakinkan.
-”Nggak mau ah..”, ujarnya sambil memasang lagi BH-nya.
Kalau yang begini-beginian sih, aku sudah hafal betul. Ratna sebenarnya ingin.. tapi masih diliputi rasa malu, takut, canggung atau rasa-rasa lainnya. Kalau sudah begini, laki-laki harus pandai memberikan rangsangan dan meyakinkan.

Begitulah,.. sesudah bersusah payah, akhirnya Ratna berhasil kulucuti sehingga tidak ada sehelai benangpun yang menutupi tubuhnya. Demikian pula, aku sudah dalam kondisi bugil. Burungku tegak berdiri dengan kerasnya.

Kami berdua saling berpelukan dan masih cium sana cium sini. Buah dada adikku masih rata.Meskipun demian tak mengurangi nafsuku. Kugigit kecil payudaranya. Dia melenguh. Matanya memejam.

Kujilati perutnya, lantas kucium sekitar kemaluannya.Kuremas-remas bulu-bulu kemaluannya yang hitam halus itu. Kulihat Ratna mulai terangsang. Sebentar-sebentar dari mulutnya keluar ssh.. ssh.. sshh.. pertanda kalau dia mulai berkobar nafsunya.

Sekitar satu dua menit kemudian, aku mengambil posisi di atas tubuhnya. Sambil terus meremas-remas tubuh Ratna, ujung burungku mulai kumasukkan ke lubang kemaluan Ratna.

Kulihat Ratna meringis, seolah-olah menahan rasa sakit. Kucium pipinya dan kubisikkan bahwa apa yang akan terjadi tidak akan sakit.
-”Aku belum pernah, Mas”, bisiknya.
-”Tahan dikit.. sakitnya sedikit..”
Begitulah.. burungku mulai masuk.. 25%.. 50%.. 75%.. akhirnya 100%. Ratna memelukku kuat-kuat. Ternyata benar, Ratna ternyata masih perawan. Beberapa tetes darah merah membasahi sprei. Kulihat Ratna menangis. Namun aku tetap menggoyang-goyangkan burungku pelan-pelan.

Sekitar tujuh menit kemudian.. spermaku pun mulai menyemprot keras. Kupeluk tubuh adikku keras-keras. Crut.. crut.. crut.. crut.. Setelah itu aku merebahkan tubuhku di samping tubuh Ratna.
-”Maafkan aku, Ratna..”, kataku.
-”Nggak apa-apa, Mas..”, jawab Ratna polos.

Ratna mengaku, selama di Kanada tidak pernah pacaran, walaupun pergaulan di sana cukup bebas! Masalahnya, dia tidak suka dengan bule. Entah apa alasannya, Ratna tidak menjelaskan. Di Kanada, katanya, memang banyak yang naksir, tetapi nggak ada yang cocok. Bahkan dengan mahasiswa Indonesia yang berada di sana diapun tak suka.

Yang agak mengejutkan,.. Ratna sering melakukan hubungan seks..d engan rekan sejenisnya! Wow.. aku terasa tersambar petir!
-”Jadi, kamu lesbi..?”, aku ingin tahu.
-”Mungkin itu istilahnya. Tapi, itu saya lakukan semata-mata karena aku takut hamil jika kulakukan dengan pria. Jalan keluarnya, aku melakukannya dengan teman sejenis”
-”Bisa orgasme?”
-”Yaah.. begitulah! Kepulanganku ke Indonesia ini ingin menjadi gadis yang wajar-wajar saja..”
-”Maksudmu..?”, tanyaku sambil mengelus-elus pahanya.
-”Ya,.. aku nggak mau melakukannya dengan sesama jenis lagi. Aku ingin menjadi gadis yang normal, seperti wanita-wanita lainnya..”
-”Dengan saya tadi, kamu tidak orgasme, bukan?”, kupandang mata Ratna. Ratna menggeleng.
-”Belum,.. mungkin butuh waktu..”
Sesudah cerita kesana-kemari, akhirnya Ratna menuju ke kamar mandi dan kubantu mengantarkannya. Maklum, Ratna baru saja keperawanannya kurenggut. Masih ada rasa sakit di kemaluannya.

Malam harinya, seusai nonton TV, kami berdua segera menuju ke kamar tidur. Malam itu tak ada rasa canggung.
-”Mas.. jangan marah ya. Malam ini saya ingin merasakan orgasme dengan pria.. Nggak keberatan, khan?”
Aku tak menjawab, tapi langsung aku membuka baju, BH, rok dan celana dalam Ratna. Lantas kurebahkan di tempat tidur. Lagi-lagi kami berdua sudah dalam keadaan tanpa sehelai benangpun.

Kalau Ratna bicaranya blak-blakan, bisa kumaklumi karena dia pernah tinggal di luar negeri yang serba terbuka. Nggak seperti sebagian gadis Indonesia yang serba malu-malu (Iya khan? Aku belum pernah mendengar gadis Indonesia bilang begini: “Mas, tadi saya belum orgasme”. Kalau ditanya cuma senyum-senyum melulu. Iya, khan?).

Malam itupun aku berusaha memenuhi keinginan Ratna. Dengan posisi di atas, aku mulai lagi menggeluti Ratna. Rupa-rupanya Ratna suka permainan yang lembut. Akupun mengikuti irama ini. Pelan-pelan kumainkan burungku, kutarik.. kumasukkan.., kutarik.., kumasukkan.

Untuk selingannya kucium seluruh tubuh Ratna, perutnya, pahanya, punggungnya. Tubuhnya memang indah sekali. Putih, langsing.. cuma sayang payudaranya rata. Nggak apa-apa..

Kugigit pelan telinga kirinya. Dia menggelinjang. Kumasukkan lagi burungku. Kugoyang pantatku ke kiri, ke kanan, ke atas, ke bawah..
Keringat kami berdua mulai mengalir. Cukup lama kami bermain.
Beberapa saat kemudian:
-”Mas.. Mas.. Mas..”, katanya sambil menggelinjang ke kanan ke kiri. Aku tahu, Ratna hampir mencapai titik klimaks. Akupun mempercepat gerakan.. akhirnya.. kami berdua secara bersamaan bisa mengalami orgasme. Kami berdua saling berpelukan kuat sekali. Denyut-denyut kenikmatan kami rasakan. Spermaku muncrat dengan bebasnya ke kemaluan Ratna. Dalam posisi masih berpelukan, kuubah posisi, kutarik tubuh Ratna sehingga berada di atas tubuhku dan aku berada di bawahnya. Kuangkat lututku. Kugoyang-goyang pantatku ke atas ke bawah..

Sesudah itu, kami berdua berpelukan di bawah satu selimut.Capai bercumbu, kami berdua tertidur lelap sampai pagi hari.

-”Mas, Yuk mandi sama-sama..”, ajak Ratna. Kami berduapun mandi bersama-sama, saling menyiram, saling menyabun, sesekali sambil berciuman. Walaupun burungku dalam kondisi tegang, namun tidak ada acara khusus, meskipun Ratna memintanya.

-”Nanti sore saja Ratna. Harus ada jarak waktu..”, ujarku sambil mengeringkan tubuh Ratna dengan handuk berwarna kuning.

Sayang, ibuku dari Bandung sudah menelepon supaya hari itu juga aku mengantarkan Ratna ke Bandung karena ibuku sudah rindu sekali. Apa boleh buat, sesudah makan pagi, dengan kereta apa Parahiyangan kami menuju ke Bandung.

Ibuku menyambut kedatangan Ratna dengan penuh isak tangis karena gembira. Ratnapun demikian. Maklum, sudah belasan tahun tidak pernah bertemu. Aku cuma bisa diam membisu.

Esok harinya Ratna minta ijin untuk jalan-jalan denganku melihat-lihat kota Bandung yang sudah lama tidak pernah dilihatnya. Ibu mengiyakan tanpa rasa curiga sedikitpun.

Padahal, siang itu aku dan Ratna menyewa sebuah kamar di salah satu hotel yang cukup mewah. Di situlah, aku kembali menggeluti Ratna. Ternyata, siang itu Ratna bisa merasakan orgasme sampai dua kali. Katanya, betapa indahnya hubungan seks yang normal. Dulu, dia bisa orgasme dengan sesama teman wanitanya, namun orgasme dengan pria sejati ternyata jauh lebih nikmat!

Esok harinya dengan menumpang kereta api, aku mengantarkan Ratna ke ibu angkatnya, yaitu Tante Yohanna yang berada di kota Yogya. Dasar kami sedang gila, sampai di Yogya bukan langsung ke rumah Tante, tetapi cari kamar lagi di hotel dan kami berdua kembali bergumul. Kali ini kami berdua melakukannya di kamar mandi, sambil berdiri, sambil menyemprotkan air hangat dari shower. Sambil saling menyabun tubuh.

O, alangkah nikmatnya bersentuhan dengan tubuh dalam keadaan penuh air sabun. Rasanya benar-benar nikmat.

Esok harinya aku mengantarkan Ratna ke Tante Yohanna. Tidak ada rasa curiga sedikitpun di raut wajah Tante. Biasa-biasa saja.

Satu bulan kemudian, aku bagaikan tersambar petir ketika menerima fax dari Yogya, dari Ratna, yang mengatakan bahwa Ratna hamil. Inilah kebodohanku! Selama ini jika aku berhubungan seks, aku selalu menggunakan kondom. Tetapi dengan Ratna samasekali tidak pernah. Benar-benar aku bingung! Bodoh sekali aku!

Akhirnya aku interlokal ke Yogya, saya mohon Ratna ke Jakarta dengan alasan mau kerja di Jakarta. Begitulah, akhirnya Ratna ke Jakarta.

Tanpa buang-buang waktu, aku membawa Ratna ke salah satu klinik bersalin di Depok. Dengan imbalan Rp 5 juta, akhirnya kandungan Ratna bisa digugurkan. Agak mudah, karena usia kehamilannya baru satu bulan. Seminggu penuh, Ratna beristirahat total hingga kesehatannya kembali pulih.

Sebulan kemudian, Ratna dapat panggilan kerja di salah satu perusahaan konsultan yang berdomisili di Jl. Tebet Raya. Karena kantornya cukup jauh, Ratna mengontrak sebuah pavilyun mungil di kawasan Tebet. Setiap malam Minggu aku ke pavilyunnya dan mengulangi lagi kepuasan demi kepuasan. Ratna merasa berhutang budi kepadaku karena dianggapnya aku berhasil membebaskan Ratna dari dunia lesbianisme. Ratna merasa sebagai manusia normal..

Ya, kepuasan demi kepuasan kami reguk bersama. Batas antara kakak kandung dan adik kandung terasa tidak ada. Maklum, sejak kecil kami memang tak pernah bertemu..

Tamat
3
a
04.10.2007 | Author: admin | Posted in Seks Sedarah

Namaku Budyanto, saat ini usiaku 63 tahun. Boleh dibilang untuk urusan main perempuan aku pakarnya. Ini bisa kukatakan karena pada saat usiaku 13 tahun aku sampai menghamili 3 temanku sekaligus. Dan di usiaku ke 17 sampai dengan 5 orang teman yang aku hamili, satu di antaranya Winnie, seorang gadis peranakan Belanda dan Cina yang pada akhirnya aku terpaksa mengawininya karena hanya dia yang ambil risiko untuk melahirkan bayi atas kenakalanku dibanding gadis lain. Winnie sampai memberiku 3 orang anak, tetapi selama aku mendampinginya dalam hidupku, aku masih juga bermain dengan perempuan sampai usiaku 50 tahun, inipun disebabkan karena Winnie harus tinggal di Belanda karena sakit yang dideritanya hingga akhir hayatnya yaitu 7 tahun yang lalu, otomatis aku harus mendampinginya di Belanda sementara ketiga anakku tetap di Indonesia. Kira-kira satu tahun yang lalu petualanganku dengan perempuan terjadi lagi, tapi kali ini orangnya adalah yang ada hubungan darah denganku sendiri yaitu Dhea dan Marsha, keduanya merupakan cucuku sendiri. Satu tahun yang lalu, anakku yang kedua mengontakku di Belanda yang memberitahukan bahwa kakaknya yaitu anakku yang pertama dan istrinya mengalami kecelakaanyang akhirnya harus meninggalkan dunia ini. Aku pun langsung terbang ke Jakarta. Setiba di Jakarta aku lansung menuju ke rumah anakku, di sana aku menemukan anakku dan istrinya telah terbujur kaku dan kulihat Dhea dan adiknya Marsha sedang menagis meraung-raung di depan keduajenazah itu. Sewaktu kutinggal ke Belanda, Dhea dan Marsha masih kecil. Setelah peguburan jenazah kedua anakku, atas anjuran anakku yang kedua, aku diminta untuk tinggal di Jakarta saja dan tidak usah kembali ke Belanda, aku harus menjaga kedua cucuku, aku pun setuju. Sejak saat itu, aku pun tinggal di Indonesia. Satu minggu aku sudah tinggal di rumah almarhum anakku, dan kutahu Dhea usianya 15 tahun (kelas 3 SMP) sedangkan adiknya Marsha usianya 13 tahun (kelas 1 SMP) ini kutahu karena tugasku sekarang menjaga dan mengantarkan cucuku sekolah. Dhea sudah tumbuh menjadi anak gadis tetapi kelakuannya agak nakal, setiap pulang dari sekolah bukannya belajar malah main ke temannya sampai jam 09.00 malam baru kembali, di saat aku sudah tertidur. Suatu hari ketika Dhea pulang aku masih terbangun, Dhea langsung masuk kamar setelah mandi dan berdiam di dalam kamarnya yang membuat aku penasaran melihat sikap Dhea, sampai di depan kamarnya sebelum kuketuk aku coba mengintip dari lubang pintu dan aku terkaget-kaget melihat apa yang dilakukan Dhea di kamarnya. TV di kamar itu menyala dimana gambarnya film porno, sedangkan Dea sedang mengangkat roknya dan jarinya ditusukkan ke dalam lubang kemaluannya sendiri. Aku mengintipnya hampir 15 menit lamanya yang membuat aku tidak sadar bahwa batangkemaluanku mulai mengeras dan celanaku basah. Setelah itu kutinggalkan Dhea yang masih onani, sedang aku pun ke kamar untuk tidur, tapi dalam tidurku terbayang kemaluan Dhea. Paginya aku bangun terlambat karena mimpiku. Dhea dan Marsha sudah berangkat sekolah naik angkutan kota. Sore hari aku kembali setelah mengurus surat-surat kuburan anakku. Ketika aku masuk ke ruang keluarga, aku sempat terkejut melihat Dhea sedang menonton TV, pikirku tumben sore-sore Dhea ada di rumah dan aku makin terkejut ketika aku menghampiri Dhea, Dhea sedang melakukan onani sementara TV yang ia tonton adalah film porno yang tadi malam sudah dilihatnya. Dhea pun tidak tahu kalau aku sedang memperhatikannya dimana Dhea sedang asyik-asyiknya onani. “Dhea.. kamu lagi.. ngapain?” “Uh.. kakek.. ngagetin aja.. nih..” Dhea yang kaget langsung menutupinya dengan rok dan memindahkan channel TV. “Kamu kaget.. yach, kamu.. belajar begini sama siapa.. kamu ini bandel yach..” “Belajar dari film dan bukunya temen, tapi Dhea.. nggak bandel loh.. Kek..” “Sini Kakek.. juga mau nonton,” kataku sambil duduk di sebelahnya.”Kakek mau nonton juga.. Kakek nggak marah sama Dea khan?” katanya agak manja sambil melendot di bahuku. “Nggak.. ayo pindahin channel-nya!” Gambar TV pun langsung berubah menjadi film porno lagi. Tanpa bergeming, Dhea asyik menatap film panas itu sementara nafasku sudah berubah menjadi nafsu buas dan batang kemaluanku mulai mengeras berusaha keluar dari balik celanaku. “Dhe.. mau Kakek pangku.. nggak?” Tanpa menoleh ke arahku Dhea bergeser untuk dipangku. Dhea yang sudah meloloskan celana dalamnya merasa terganggu ketika kemaluannya yang beralaskan roknya tersentuh batang kemaluanku yang masih tertutup celana. “Ah.. Kakek.. ada yang mengganjal lubang kemaluan Dhea nih dari bawah.” “Supaya nggak ganjal, rok kamu lepasin aja, soalnya rok kamu yang bikin ganjal.” Tiba-tiba Dhea menungging dipangkuan melepaskan roknya, badannya menutupi pemandanganku ke arah TV tapi yang kulihat kini terpampang di depan mukaku pantat Dhea yang terbungkus kulit putih bersih dan di bawahnya tersembul bulu-bulu tipis yang masih halus menutupi liang kemaluannya yang mengeluarkan aroma bau harum melati. “Dhea.. biar aja posisi kamu begini yach!” “Ah.. Kakek, badan Dhea khan nutupin Kakek.. nanti Kakek nggak lihat filmnya.” “Ah.. nggak apa-apa, Kakek lebih suka melihat ini.” Pantatnya yang montok sudah kukenyot dan kugigit dengan mulut dan gigiku. Tanganku yang kiri memegangi tubuhnya supaya tetap berdiri sedangkan jari tengah tangan kananku kuusap lembut pada liang kemaluannya yang membuat Dhea menegangkan tubuhnya. “Ah.. Ah.. ssh.. sshh..” Pelan-pelam jari tengahku kutusukkan lebih ke dalam lagi di lubamg kemaluannya yang masih sangat rapat. “Aw.. aw.. aw.. sakit.. Kek..” jerit kecil Dhea. Setelah lima menit jariku bermain di kemaluannya dan sudah agak basah, sementara lubang kemaluannya sudah berubah dari putih menjadi agak merah. Kumulai memainkan lidah ke lubang kemaluannya. Saat lubang kemaluan itu tersentuh lidahku, aku agak kaget karena lubang kemaluan itu selain mengeluarkan aroma melati rasanya pun agak manis-manis legit, lain dari lubang kemaluan perempuan lain yang pernah kujilat, sehingga aku berlama-lama karena aku menikmatinya. “Argh.. argh.. lidah Kakek enak deh.. rasanya.. agh menyentuh memek Dhea.. Dhea jadi suka banget nih.” “Iya.. Dhea, Kakek juga suka sekali rasanya, memekmu manis banget rasanya.” Dengan rakusnya kujilati lubang kemaluan Dhea yang manis, terlebih-lebih ketika biji klitorisnya tersentuh lidahku karena rupanya biang manisnya dari biji klitorisnya. Dhea pun jadi belingsatan dan makin menceracau tidak karuan. “Argh.. sshh.. agh.. aghh.. tiddaak.. Kek.. uenak.. buanget.. Kek.. argh.. agh.. sshh..” Hampir 30 menit lamanya biji klitoris Dhea jadi bulan-bulanan lidahku dan limbunglah badan Dhea yang disertai cairan putih kental dan bersih seperti lendir, mengucur deras dari dalam lubang kemaluannya yang langsung membasahi lubang kemaluannya dan lidahku. Tapi karena lendir itu lebih manis lagi rasanya dari biji klitorisnya langsung kutelan habis tanpa tersisa dan membasahi mukaku. “Argghh.. aawww.. sshh.. tolong.. Kek.. eennaak.. baangeet.. deh..” Jatuhlah tubuh Dhea setelah menungging selama 30 menit meniban tubuhku. Setelah tubuhku tertiban kuangkat Dhea dan kududukkan di Sofa, sementara badannya doyong ke kiri, aku melepaskan semua pakaianku hingga bugil dimana batang kemaluanku sudah tegang dan mengeras dari tadi. Kemudian kedua kaki Dhea aku lebarkan sehingga lubang kemaluan itukembali terbuka lebar dengan sedikit membungkuk kutempelkan batang kemaluanku persis di liang kemaluannya. Karena lubang kemaluannya masih sempit, kumasukkan tiga buah jari ke lubang kemaluannya, supaya lubang kemaluan itu jadi lebar. Ketika jari itu kuputar-putar, Dhea yang memejamkan mata hanya bisa menahan rasa sakit, sesekali ia meringis. Setelah 5 menit lubang kemaluannya kuobok-obok dan terlihat agak lebar, kutempelkan batang kemaluanku tepat di lubang kemaluannya, lalu kuberikan hentakan. Tapi karena masih agak sempit maka hanya kepala kemaluanku saja yang bisa masuk. Dhea pun menjerit. “Awh.. sakit.. Kek.. sakit.. banget..” “Sabar.. sayang.. nanti juga enak.. deh..” Kuhentak lagi batang kemaluanku itu supaya masuk ke lubang kemaluan Dhea, dan baru yang ke-15 kalinya batangan kemaluanku bisa masuk walau hanya setengah ke lu
bang kemaluan Dhea. Dhea pun 15 kali menjeritnya. “Ampun.. Kek.. sakit.. banget.. ampun!” Karena sudah setengah batang kemaluanku masuk, dan mulai aku gerakan keluar-masuk dengan perlahan, rasa sakit yang dirasakan Dhea berubah menjadi kenikmatan. “Kek.. Kek.. gh.. gh.. enak.. Kek.. terus.. Kek.. terus.. Kek.. batang.. Kakek.. rasanya.. sampai.. perut Dhea.. terus.. Kek!” “Tuh.. khan.. benar.. kata Kakek.. nggak.. sakit lagi sekarang.. jadi enak.. kan?” Dhea hanya mengangguk, kaus yang digunakannya kulepaskan berikut BH merah mudanya, terlihatlah dengan jelas payudara Dhea yang baru tumbuh tapi sudah agak membesar dimana diselimuti kulit putih yang mulus dan di tengahnya dihiasi puting coklat yang juga baru tumbuh membuatku menahan ludah. Lalu dengan rakusnya mulutku langsung mencaplok payudara itu dan kukulum serta kugigit yang membuat Dhea makin belingsatan. Setelah satu jam, lubang kemaluan Dhea kuhujam dengan batang kemaluanku secara ganas, terbongkarlah pertahanan Dhea yang sangat banyak mengeluarkan cairan lendir dari dalam lubang kemaluannya membasahi batanganku yang masih terbenam di dalam lubang kemaluannya disertai darah segar yang otomatis keperawanan cucuku Dhea telah kurusak sendiri. Dhea pun menggeleparlalu ambruk di atas Sofa. “Agh.. agh.. agh.. argh.. argh.. sshh.. sshh.. argh.. gh.. gh.. Dhea.. keluar.. nih.. Kek.. aw.. aw..” Lima belas menit kemudian aku pun sampai pada puncak kenikmatan, dimana tepat sebelum keluar aku sempat menarik batang kemaluanku dari lubang kemaluan Dhea dan menyemburkan cairan kental hangat di atas perut Dhea dan aku pun langsung ambruk meniban tubuh Dhea. “Aw.. agh.. agh.. Dhea.. memekmu.. memang.. luar biasa, kontol Kakek.. sampai dipelintir di dalam memekmu..agh.. kamu.. me.. memeng.. hebat..” Setengah jam kemudian, dengan terkaget aku terbangun oleh elusan tangan lembut memegangi kontolku. “Kakek.. habis.. ngapain.. Kakak Dhea.. kok.. Kakak Dhea dan Kakek telanjang.. kayak habis.. mandi.. Marsha juga.. mau dong telanjang.. kayak.. Kakek dan.. Kakak Dhea.” “Hah.. Marsha jangan.. telanjang!” Tapi perkataanku kalah cepat dengan tindakannya Marsha yang langsung melepaskan semua pakaiannya hingga Marsha pun bugil. Aku terkejut melihat Marsha bugil dimana tubuh anak umur 11 tahun ini kelihatan sempurna, lubang kemaluan Marsha yang masih gundul belum tumbuh bulu-bulu halus tetapi payudaranya sudah mulai berkembang malah lebih montok dari payudara Dhea. Kulit tubuh Marsha pun lebih putih dan mengkilat dibanding kulit tubuh Dhea, sehingga membuat nafsu seks-ku kembali meningkat. “Kek.. Marsha kan tadi ngintip ketika perut Kakak Dhea dimasukin sama punya kakek.. Marsha juga mau dong.. kata mama dan papa, kalau Kakak Dhea dapat sesuatu pasti Marsha juga dapat.” “Oh.. mama dan papa bilang begitu yach, kamu memang mau perut kamu dimasukin punya Kakek.” “Iya.. Kek.. Marsha mau sekali.” Tanpa banyak basa-basi kusuruh Marsha terlentang di atas karpet. Dengan agak riang Marsha langsung terlentang, aku duduk di sampingnya kedua kakinya aku lebarkan sehingga lubang kemaluannya yang gundul terlihat jelas. Kusuruh Marsha menutup mata. “Marsha sekarang tutup matanya yach, jangan dibuka kalau Kakek belum suruh, nanti kalau sakit Marsha hanyaboleh bilang sakit.” Marsha pun menuruti permintaanku. Lubang kemaluannya kuusap dengan jari tengahku dengan lembut dan sesekali jariku kumasukkan ke lubang kemaluannya. Tangan kiriku dengan buasnya telah meremas payudaranya dan memelintir puting yang berwarna kemerahan. Marsha mulai menggelinjang. Dia tetap memejamkan matanya, sedang mulutnya mulai nyerocos. “Ah.. ah.. ah.. sshh.. ssh..” Kedua kakinya disepakkan ketika jari tengahku menyentuh klitorisnya. Lidahku mulai menjilati lubang kemaluannya karena masih gundul, dengan leluasa lidahku mengusapliang kemaluannya sampai lidahku menyentuh klitorisnya. Dikarenakan usianya lebih muda dari Dhea maka lubang kemaluan dan klitoris Marsha rasanya belum terlalu manis dan 10 menit kemudian keluarlah cairan kental putih yang rasanya masih hambar menetes dengan derasnya dari dalam lubang kemaluannya membasahi lidahku yang sebagian tidak kutelan karena rasanya yang masih hambar sehingga membasahi paha putihnya. “Ah.. ah.. ngeh.. ngeh.. Marsha.. basah nih Kek..” Kuambil bantal Sofa dan kuganjal di bawah pantat Marsha sehingga lubang kemaluan itu agak terangkat, lalu kutindih Marshadan kutempelkan batang kemaluanku pada lubang kemaluannya yang masih berlendir. Kuhentak batang kemaluanku ke dalam lubang kemaluan Marsha yang masih lebih rapat dari lubang kemaluan Dhea. Kuhentak berkali-kali kemaluanku sampai 25 kali baru bisa masuk kepala kemaluanku ke lubang kemaluan Marsha. 25 kali juga Marsha menjerit. “Aw.. aw.. sakit.. Kek.. sakit.. sekali..” “Katanya kamu mau perutmu aku masukin punya Kakek seperti lubang kemaluan Kakak Dhea.” “Iya Kek.. Marsha mau.. Marsha tahan aja deh sakitnya.” Kepala kemaluanku yang sudah masuk ke lubang kemaluan Marsha kehentak sekali lagi, kali ini masuk hampir 3/4-nya batang kemaluanku ke lubang kemaluan Marsha, ini karena lubang kemaluan Marsha masih licin sisa lendir yang tadi dikeluarkannya. “Hegh.. hegh.. hegh.. iya Kek sekarang Marsha nggak sakit lagi.. malah enak.. rasanya di perut Marsha ada yang dorong-dorong.. Hegh.. Hegh..” komentar Marsha ketika menahan hentakan batang kemaluanku di lubang kemaluannya. Setelah 30 menit lubang kemaluannya kuhujam dengan hentakan batang kemaluanku, meledaklah cairan kental dan tetesan darah dari lubang kemaluan Marsha keluar dengan derasnya yang membasahi kemaluanku dan pahanya. Marsha pun langsung pingsan. “Arrgh.. arrghh.. ssh.. Kek.. Marsha.. nggak kuat.. Kek.. Marsha.. mau pingsan.. nih.. nggak.. ku.. kuaatt..” Pingsannya Marsha tidak membuatku mengendorkan hentakan kemaluanku di lubang kemaluannya yang sudah licin, malah membuatku makin keras menghentaknya, yang membuatku sampai puncak yang kedua kalinya setelah yang pertama kali di lubang kemaluannya Dhea, tapi kali ini aku tidak sempat menarik batang kemaluanku dari dalam lubang kemaluan Marsha sehingga cairan kental hangat itu kubuang di dalam perut Marsha dan setelah itu baru kulepaskan batang kemaluanku dari lubang kemaluan Marsha yang masih mengeluarkan lendir. “Ah.. ah.. ser.. ser.. ser.. jrot.. jrot.. agh.. ag.. ssh.. argh..” Tubuhku pun langsung ambruk di tengah Marsha yang pingsan di atas karpet dan Dhea yang tertidur di sofa. Satu jam kemudian aku terbangun di saat batang kemaluanku berasa dijilat dan ketika aku melirik aku melihat Dhea dan Marsha sedang bergantian mengulum batang kemaluanku dan menjilati sisa cairan lendir tadi, kuusap kedua kepala cucuku itu yang lalu kusuruh keduanya mandi. “Dhea.. sudah.. sayang.. sana ajak adikmu.. bersih-bersih dan mandi setelah itu kita ke Mall, beli McDonal.. ayo sayang!” “Kek.. Dhea puas deh.. lain.. kali lagi yach Kek!” “Asyik beli McDonal.. tapi lain kali lagi yach.. Kek, perut Marsha jadi hangat.. deh.. enak..” “Iya.. sayang.. pasti lagi.. ayo sekarang Kakek yang mandiin.” Setelah itu kami pun mandi bertiga, sejak saat itu kedua cucuku selalu tiap malam minta coba lagi keganasan batang kemaluanku. Aku pun tersenyum bangga bahwa aku memang penakluk perempuan, walau perempuan yang aku taklukan adalah kedua cucuku yang sekarang tinggal bersamaku.

Tamat
4
lebih awal, karena memang minggu ini kami menjalani ujian semester 2 untuk kenaikan kelas 3 SMU. Sesampai dirumah nampak sebuah mobil sedan putih parkir didepan rumah. Siapa ya ? dalam hatiku bertanya.

Padahal mama hari ini jadwalnya tennis. Untuk menghilangkan penasaranku segera kumasuki rumah. Ternyata di ruang tamu ada mama yang sedang berbincang dengan tamunya. Mama masih menggunakan pakaian olah raganya, sedangkan tamu itu masih berpakaian kerja dan berdasi.
“Sudah pulang sekolahnya ya sayang” Tanya mama padaku.
“Oh iya, ini perkenalkan om Ari relasi bisnis papamu, kebetulan pulang tennis tadi ketemu, jadi mama diantar pulang sekalian”. Kami saling berjabat tangan untuk berkenalan. Mereka kutinggalkan masuk kekamarku untuk berganti baju seragam sekolah.

Aku adalah anak kedua dari dua bersaudara. Kakakku perempuan melanjutkan sekolah SMU-nya di kota “M” dan tingalnya indekost disana. Alasannya karena mutu sekolahnya lebih baik dari yang ada dikotaku ( padahal daripada tidak naik kelas dan jadi satu kelas denganku ). Jadi tinggal aku sendirian yg menemani mamaku, karena papa sering pergi ke luar kota untuk melakukan kegiatan bisnisnya.
“Indra, tolong kesini sebentar sayang.” tiba-tiba terdengar suara mama memanggilku. “Ya ma !” aku segera beranjak untuk menemui mama di ruang tamu.
“Om Ari mau minta tolong di belikan rokok ke warung sayang” pinta mama. Aku segera mengambil uang dan beranjak pergi ke warung untuk beli rokok. Sepulangnya dari warung tidak kutemui mama maupun om Ari di ruang tamu, padahal mobil om Ari masih parkir di depan rumah. Rokok kuletakkan di meja tamu lalu kutinggalkan kembali ke kamarku.

Melewati kamar mama nampak pintu sedikit terbuka. Dengan rasa penasaran kuintip melalui celah pintu yang terbuka tadi. Didalam kamar nampak pemandangan yang membuat jantungku berdegup kencang dan membuatku sering menelan ludah. Nampak mama yang telanjang bulat tidur di atas ranjang dengan om ari menindih dan mengulum payudara mama tanpa menggunakan celana lagi. Dengan gerakan teratur naik turun menyetubuhi mamaku. Sambil mengerang dan meggeleng ke kiri dan kekanan, nampak mamaku menikmati puncak dari birahinya. Tak lama kemudian nampak om Ari mengejang dan rubuh diatas pelukan mama. Mungkin sudah mengalami orgasme. Tanpa sengaja dengan wajah kelelahan mama melihat kearah pintu tempat aku mengintip dan mebiarkan aku berlalu untuk kembali ke kamarku.

Sesampainya di dalam kamar pikiranku berkecamuk membayangkan pemandangan yang baru kulihat tadi. Takterasa tanganku melakukan aktifitas di penisku hingga mengeluarkan cairan yang membuatku merasakan kenikmatan sampai aku tertidur dengan pulas.

Malam harinya aku belajar untuk persiapan ujian besok pagi. Tiba tiba pintu kamar terbuka.
“Sedang belajar ya sayang” nampak mama masuk kekamarku menggunakan daster tidur.
“Iya ma, untuk persiapan ujian besok pagi” mamaku duduk di ranjangku yang letaknya dibelakang meja belajarku.
“Kamu marah sama mama ya ?” tiba tiba mama memecahkan keheningan.
“Kenapa harus marah ma ?” tanyaku heran.
“Karena kamu sudah melihat apa yang mama lakukan dengan om ari siang tadi”.
“Enggak ma, memangnya om Ari telah menyakiti mama ?” aku balik bertanya.
“Enggak, malah om Ari telah memberikan apa yang selama ini tidak mama dapatkan dari papamu. Papamu kan sering keluar kota, bahkan mama dengar papamu punya istri muda lagi.”
“Kenapa mama diam saja ?” tayaku.
“Yang penting bagi mama segala keperluan kita terpenuhi, mama tidak akan mempermasalahkan itu.”
“Kamu mau membantu mama sayang ?” tiba tiba mama memelukku dari belakang. Dapat kurasakan payudaranya yang ukurannya sedang menempel di punggungku.
“Menolong apa ma ?” jawabku dengan suara bergetar dan sesekali menelan ludah.
“Memberikan apa yang selama ini tidak mama dapatkan dari papamu.”
“Tapi, aku kan anakmu?”
“Kamu kan laki-laki juga, jadi kalau kita sedang melakukannya jangan berpikir kalau kita ini adalah ibu dan anak.” sambil berkata begitu tiba tiba mamaku sudah memegang batang penisku yang sudah menegang dari tadi.
“Wow, ternyata punyamu besar juga ya” goda mamaku, aku jadi tersipu malu.

Tiba tiba mamaku mengeluarkan penisku dari celana pendek yang kupakai, kepalanya mendekati penisku dan memasukkannya ke dalam mulutnya. Sambil mengocok ngocok dan memainkan lidahnya di ujung penisku. Kurasakan kenikmatan yang belum pernah kurasakan, tiba tiba “crot…crot. .” keluar cairan kenikmatan yang langsung ditampung mulut mama.

“Yah, sudah keluar deh, padahal mama belum kebagian” kata mamaku sambil menelan cairan sperma yang ada dalam mulutnya. Aku jadi malu sendiri, maklum yang pertama kali kulakukan.
“Pindah ke ranjang yuk” ajak mamaku sambil berdiri menuju ranjangku. Aku ngikut aja bagai kerbau yang dicocok hidungnya. Mamaku tidur terlentang diatas ranjang masih menggunakan dasternya. Ketika kakinya diangkat agak ditekuk tampak mem*k mamaku yang dikelilingi bulu halus itu terbuka. Ternyata mamaku tidak memakai celana dalam dibalik dasternya. Membuat dadaku jadi berdebar debar melihat pemandangan yang indah itu.
“Ayo kesini!” kata mamaku sambil menarik turun celana kolor yang aku pakai. Dasar si kecilku nggak bisa melihat barang aneh, langsung terbangun lagi.
“Nah, itu sudah bangun lagi.” seru mamaku. Kudekati bagian pangkal paha mamaku, tercium olehku aroma yang keluar dari mem*k mamaku yang membuaku makin terangsang. Sambil perlahan kusibak belahan lobang kenikmatan yang didalamnya berwarna merah jambu itu. Kujilat cairan yang keluar dari dalamnya, nikmat rasanya.

“Teruskan indra, jilati bagian itu” lenguh mamaku yang merasakan kenikmatan. Kujilat dan terus kuhisap cairan yang keluar sampai tak bersisa. Setelah sekian lama bermain didaerah vagina mamaku, kuangkat kepalaku dari jepitan paha mamaku. Kulihat mamaku sudah tergolek tanpa selembar benangpun yang menutupi tubuhnya. Mungkin waktu asyik bermain dibawah tadi, mamaku mulepaskan daster yang dikenakannya. Kubuka kaos yang sedang kupakai, sehingga kami sama-sama dalam keadaan telanjang bulat. Kudekati tubuh mamaku sambil perlahan lahan kutindih sambil menghujani ciuman ke bibir mamaku. Kami berciuman sambil memainkan payudara mamaku, kuremas remas dan kupuntir puting payudara yang dulu menjadi sumber makananku pada waktu masih bayi. Tangan mamaku sudah memegang batang penisku dan dibimbingnya kearah lobang kenikmatannya yang sudah basah.
“Tekan sayang…” pinta mamaku. Dengan ragu-ragu kutekan penisku dan bless menancap masuk ke lobang vagina mamaku yang sudah licin.

Oh..nikmatnya, sambil kutarik keluar masuk kedalam lobang kenikmatan itu. Desahan napas mamaku semakin membuat aku terpacu untuk mempercepat irama pemompaan batang penisku kedalam lobang kenikmatan mamaku. Tak lama kemudian…
“Oh, aku sudah sampai sayang, kamu benar benar hebat”.

Terasa lobang kenikmatan mamaku bertambah basah oleh cairan yang keluar dari dalam dan menimbulkan bunyi yang khas seirama keluar masuknya batang penisku. Tiba-tiba mama mencabut batang penisku, padahal sedang keras-kerasnya.
“Sebentar ya sayang, biar ku lap dulu lobangya, sambil kita rubah posisi.”

Disuruhya aku telentang dengan batang penis yang tegak hampir menyentuh pusarku. Mamaku jongkok tepat diatas batang penisku. Sambil membimbing batang penisku memasuki lobang kenikmatan yang sudah mongering karena di lap dengan ujung kain daster, ditekannya pantat mamaku hingga bless, kembali si kecilku memasuki goa kenikmatan mamaku, meskipun agak seret tapi rasanya lebih enak, sambil perlahan lahan diangkatnya naik turun pantat mamaku, yang membuat aku jadi tambah merem melek. Lama kelamaan jadi tambah licin dan membuat semakin lancarnya batang penisku untuk keluar masuk. Semakin cepat irama naik turunya pantat mamaku, tiba tiba tanganya mencengkeram kuat dadaku dan…

“Aku sudah sampai lagi sayang” desah mamaku. Tubuhnya melemah dan menghentikan irama naik turun pantatnya. Tubuhnya mengelosor telentang disampingku, dan membiarkan batang penisku masih tegak berdiri. ” Aku sudah tidak sanggup lagi sayang, terseah mau kamu apain saja ” kata mamaku pelan. Aku hadapkan mamaku kekiri, sambil kuangkat kaki kanannya hingga nampak tonjolan lobang vaginanya mulai terbuka. Kumasukkan batang penisku lewat belakang sambil perlahan lahan ku pompa keluar masuk kedalamnya. Irama pemompaanku makin lama makin kupercepat sampai akhirnya tubuhku mengejang hendak mengeluarkan peluru cairan dari lobang penisku, dan crot…crot…crot muntahlah lahar dari lobang penisku. Bersamaan dengan itu mamaku mengerang lemah ” Oh sayang, aku keluar lagi “. Batang peniskupun melemah, dan keluar dengan sendirinya dari lobang petualangan. Kamipun tertidur pulas dalam keadan telanjang bulat sambil berpelukan ( kaya telletubis aja ).

Pagi harinya aku terbangun dengan keadaan segar, mamaku sudah tidak ada disampingku. Ku ambil handuk dan kulilitkan menutupi kemaluanku menuju ke kamar mandi. Di ruang makan aku berpapasan dengan mama yang sudah segar bugar habis mandi. Kudekati mamaku dan kucium pipinya dengan mesra, aroma sabun mandi tercium dari tubuh mamaku. ” Semalam kamu hebat sayang, untuk itu mama siapkan telor setengah matang dan susu hangat untuk memulihkan lagi staminamu ” bisik mamaku lembut. Sambil duduk dengan hanya dililit oleh handuk kuminum susu hangat dan kumakan dua butir telur setengah matang dengan kububuhi merica bubuk dan garam. Mamaku mendampingiku berdiri disampingku, karena tercium aroma segar sabun mandi membuat birahiku jadi naik. Perlahan lahan batang penisku berdiri menyibak lilitan handuk yang menutupinya. Mamaku terseyum melihat kejadian itu, sambil dipegangnya batang penisku berbisik ” Nanti siang aja sepulang kamu dari sekolah kita lakukan lagi “. Dengan kecewa aku beranjak menuju kamar mandi untuk bersiap siap ujian semester di hari terakhir. Tak sabar rasanya untuk segera menyelesaikan ujian hari ini, agar bisa berpetualang penuh kenikmatan
55
anggi baru kls 6 SD. walaupun baru berumur 11 th tapi keimutan wajahnya sdh sangat terkenal di kalangan kompleks sekolah SD, SMP & SMU ternama itu. wajahnya sekilas mirip nabila si artis remaja. hidung mancung, wajah cantik dgn bola mata yg besar, kulitnya putih mulus, dgn dada yg baru muncul. dan krn baru tumbuh, spt anak2 SD lainnya, anggi belum mengenal bra. dia hanya mengenakan kaos singlet tipis di balik seragam tipisnya. sehingga siapapun dapat melihat bayang2 2 titik merah muda di balik seragam tipisnya. mulai dari supir angkot, org2 di jalan, guru bahkan teman2 SD, SMP & SMU itu selalu meneguk liur tiap kali melihat anggi yg masih begitu polos dan lucu. namun krn kepolosannya, anggi tak pernah menyadari bahaya yg mengancam dari orang2 di sekitarnya. setiap sabtu pagi, kelasnya mendapat giliran renang. dan tak heran bila begitu banyak co2 yg datang tiap kali giliran kelas anggi yg renang. co2 itu tentu saja berupaya utk mendekati anggi utk sekedar mengelus & mencolek paha & dada putih mulus itu.

begitu juga dgn pelatih renang anggi. pelatih baru itu sdh lama ngiler melihat kecantikan dan kemolekan tubuh anggi. dia sampai semaput tiap kali mengajar anggi berenang. melihat tubuh mulus itu tengkurap atau telentang berenang di dekatnya. tak jarang juga dia secara sengaja mengelus dada anggi. hingga suatu sore, dia mendapat akal. ketika anak2 lain sdh beranjak pulang, dipanggilnya anggi. “Gi, kamu jangan pulang dulu. renang kamu payah hari ini.” jadilah anggi ditinggal sendirian di kolam renang. hari sudah mulai remang2 & kolam sdh sepi. pelatih kembali memanggil anggi masuk ke dlm kolam. anggi pun nyebur kembali. “ok skrg begini caranya.” pelatih membalikkan badan anggi membelakanginya. diluruskannya kedua tangan anggi ke depan. “diam ya. jangan bergerak. ini kuda2 namanya.” hardiknya. anggi menurut. dgn diamnya anggi, pelatih dgn mudah menggerayangi tubuh anggi kemana2. dipeluknya anggi dgn erat dari belakang. dibukanya kedua paha anggi. diselipkannya kemaluannya menempel ke selangkangan anggi. kedua tangannya lgs sibuk meremas2 buah dada anggi yg msh kecil. lalu tangan kanannya menyelusup masuk ke swim suit anggi yg berwarna putih. dikeluarkannya buah dada anggi dan diremas2 dgn ganas. anggi mulai merasa gelisah. dia meronta2. tapi pelatih tentu jauh lebih kuat. dibekuknya anggi dari belakang dgn tangan kirinya. tangan kanannya menyelusup lagi lewat celana swim suit anggi dan langsung ke vagina anggi. diselipkannya jari2nya masuk ke sana. anggi menjerit dan meronta2 tapi tak berdaya melepaskan diri. air berkecipak2 dgn dashyat. sementara tangan pelatih semakin kuat meremas dada dan kemaluan anggi. “jangan pak…………. sakit……….. ampun…………. tolong…………. tolong!!!!” anggi menjerit2 dan merintih kesakitan. pelatih makin kuat mengocok jari2nya memasuki liang vaginanya. tubuh anggi bagai terpanggang.

Tubuh yg mungil itu menggelepar2 dlm air yg dingin. sementara gerakan tangan pelatih makin kuat di kemaluannya. “sakit paaaaaak……….. akh! aaaaaaaakkkkh!……………… ampuuuuuuuuun…… aaaaaaaaaaaaahhhhhhhhhhhhhhhhhhh……………… …… ampuuuuuunnnnnnnn…………….” jeritan anggi bercampur dgn suara gelepar air di dlm kegelapan itu. setelah 20 menit bertarung dgn pelatih utk melepaskan diri, akhirnya anggi kehabisan seluruh tenaganya. tubuhnya lemas dan sakit semua. berkali2 pula dia sdh menelan air kolam renang dan tersedak2. belum lagi rasa sakit di dada dan kemaluannya krn diremas2 dgn ganas oleh pelatihnya. anggi lunglai dan pasrah sepasrah2nya……… dia tak tau apa yg akan terjadi atas dirinya. dia tau akan ada bahaya menantinya. tapi dia sdh benar2 kehabisan tenaga. akhirnya dibiarkannya pelatihnya memeluk tubuhnya dari belakang. melihat anggi telah lunglai sang pelatih tersenyum. dibaliknya tubuh anggi menghadap dirinya. buah dada anggi sdh keluar dari balik swim suit putihnya. putingnya sdh mancung dan berwarna merah muda. diangkatnya tubuh lunglai anggi. diciumi dan dilumat2nya payudara anggi dgn ganas. anggi melenguh dan menjerit kesakit. dia berusaha meronta2 lagi. tapi tenaganya sdh benar2 terkuras. yg bisa dilakukan hanya menggigit bibirnya kuat2 menahan sakit akibat gigitan sang pelatih di payudaranya. pelatih sdh benar2 on melihat anggi sdh tak berdaya. ditenggelamkannya kepala anggi ke dalam air dan dia menyusul masuk ke dalam air. di dlm air dipelorotkannya swim suit putih anggi. terlihat tubuh mulus dan putih anggi yg sdh hampir pingsan tak berdaya. segera diangkatnya kembali tubuh molek itu. anggi megap2 keluar dari air. dia sdh telanjang bulat dan berada dlm pelukan pelatihnya. “ampun pak…………… ampun……………. jangan pak………….” rintihnya lemas.

Pelatih tersenyum. “kamu cantik dan molek skl gi. sdh lama saya ingin merasakan tubuhmu. mulai skrg kamu hrs menuruti kemauanku. kalo tidak, kamu akan rasakan akibatnya. paham???” hardiknya. anggi mengangguk lemah. dia sdh benar2 lunglai tak berdaya. pelatih langsung memelorotkan celana renangnya. penisnya sdh gak tahan utk menikmati vagina anggi. dipeluknya anggi kuat2. diangkat tubuh anggi, lalu diambleskan tepat di penisnya yg sdh tegak perkasa. “AAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAHHHHHHHHHHHHHHHHHH PPPPPPPPPPPPPPPPPPPPPPPPPPPPPAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA KKKKKKKKKKKKKK!!!!!!!!!!!!!! AAAAAAAAAAAAAAMMMMMMMMMMMMPPPPPPPPPPPPPPUUUUUUUUUU UUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUNNNNNN…. ………!!” anggi menjerit dan berkelojotan mencoba menaiki tubuh pelatih. tapi pelatih semakin kuat mengambleskan tubuhnya ke penisnya. anggi gemetar kesakitan. pelatih tersenyum puas. sdh dia perawani gadis imut dan cantik ini. dgn kalap langsung disodok2nya tubuh anggi. diputarnya anggi hingga punggung anggi menempel ke dinding kolam. dan di sana diperkosanya anggi dgn brutal. amat sangat brutal. amat sangat sadis dan brutal. anggi menangis semalaman selama perkosaan itu berlangsung di dalam dinginnya air kolam renang……………………. Anggi yang sdh lemas lunglai tak berdaya hanya bisa pasrah membiarkan sang pelatih menikmati tubuhnya di dalam air. Seluruh rasa sakit yang dirasakannya mengalahkan rasa dinginnya air kolam renang malam itu. Anggi hanya bisa menangis dan merintih tak berdaya. Di dalam hatinya dia berharap semoga semua kejadian ini cepat usai dan hanya mimpi buruk belaka. Pelatih itu terus bergoyang dan memompa tubuh kecil anggi tanpa henti. Tubuh anggi terlontar kesana-kemari tak berdaya. Berkali-kali dia nyaris tenggelam dan meminum air kolam yang dingin. Berkali-kali pula pelatih mengangkat tubuh anggi, menempelkannya kembali ke dinding kolam dan memompanya kembali. Bibir anggi dipagut dan dikulum dengan ganas. buah dadanya yang baru tumbuh pun memar-memar dihujani gigitan dan cupangan pelatihnya. Anggi sdh tak berdaya untuk menolak. Dia pasrah hamper pingsan. Setelah hampir 1 jam memompa tubuh kecil itu, sang pelatih mulai menunjukkan tanda2 akan orgasme.

Pompaannya semakin kuat dan semakin ganas. lalu tiba2 dia menghentak dan mencengkeram tubuh kecil itu kuat2. “Aaaaaaaaaarrrrrrrrrrggggghhhhhhhhhhh!!” Dan anggi merasakan sesuatu yang menancap di bawah sana menyemprotkan sesuatu yang panas bagai lahar. Anggi memang masih sangat polos dan tidak mengetahui apakah “sesuatu” dan “sesuatu” di dalam kemaluannya itu. Yang ia tau hanya bahwa “sesuatu” itu sangat menyakitkan dirinya……………. Setelah puas berejakulasi di dalam vagina anggi yang masih sangat sempit dan memeluk tubuh kecil itu selama beberapa lama, pelatih mulai kembali ke alam kesadarannya. Ditatapnya mahluk kecil di hadapannya. Anggi menutup matanya dengan tak berdaya. Ia memang hamper pingsan dan kehabisan nafas. Diciuminya wajah anggi yang cantik itu. Bibir anggi gemetaran diciumi dengan lahap oleh pria yang usianya hampir 3x umurnya itu, tapi sekujur tubuhnya sudah kaku kram oleh air yang sangat dingin dan shock yg demikian berat. Pelatih melepaskan penisnya dari dalam tubuh anggi. Dipeluknya dan dibopongnya anggi keluar kolam renang. Anggi pasrah tak berdaya. Di tepi kolam diletakkannya tubuh kecil itu di lantai. Lalu pelatih menceburkan diri mengambil swim suit anggi dan celana renangnya yg sdh mengambang cukup jauh. Ketika naik kembali, ditatapnya tubuh anggi yang tak berdaya di tepi kolam. “Anak ini memang cantik luar biasa. Siapapun pasti langsung ngaceng dan ingin menikmati tubuhnya. Beruntung sekali aku.” Pikirnya dalam hati. Lalu digendongnya tubuh anggi masuk ke wash room pria. Dimandikannya anggi yang terus terkulai tak berdaya dengan busa sabun. Tubuh kecil itu begitu indah dan mengkilap diterpa cahaya lampu.

Cupangan2 merah di leher, dada dan perutnya begitu merah kehitam-hitaman. Pelatih tersenyum bak srigala yang bangga. Dan di bawah shower, juga di depan kaca dinding yang lebar, dinikmatinya kembali tubuh tak berdaya itu. Kenikmatan demi kenikmatan dalam setiap hentakannya. Juga setiap rintihan dan lenguhan anggi yang mengiringi ibarat suara2 surga yang begitu indah terdengar. Setelah puas mengisi kemaluan anggi berkali2 dengan spermanya, pelatih memandikan anggi lagi, mengenakan bajunya, dan mengantarkan anggi dengan mobilnya. “Ingat gi, jangan cerita ke siapa2 ya! Awas kamu! Kalo sampe bocor, lihat apa yang akan aku perbuat padamu! Paham??!” hardiknya. Anggi mengangguk lemah dengan air mata yang terus mengaliri pipinya yang putih. Bibirnya yang sudah pucat memutih gemetar ketakutan. “Iya pak…. Saya paham….” Bisiknya lemah. Anggi pun diturunkan di depan rumahnya. Setelah anggi tiba di rumah dia langsung demam tinggi. Tubuhnya menggigil dan panas dingin tak karuan. Kebetulan ortunya bekerja di luar kota dan di rumah Cuma ada 3 kakak laki2nya dan 1 pembantu rumah tangga. Anggi memang anak bungsu. Ketiga kakaknya, Januar sdh SMU kelas 3, Sony SMU kelas 1, dan Farid SMP kelas 2, Mereka ber 3 terkenal sebagai co2 paling ganteng di kompleks sekolah itu. Berbadan tinggi besar, cool dan terkenal paling sering gonta-ganti pacar. Ketiga kakaknya tentu saja kebingungan dengan sakitnya anggi. Tapi tiap ditanya anggi hanya bilang kalau terlalu letih berlatih renang malam itu sehingga sakit. Anggi juga tidak mau diajak ke dokter. Hanya mengunci diri terus di dalam kamar. Sehingga membuat kakak2nya bingung. Keesokan harinya pun anggi tidak mau sekolah. Dia menangis terus di dalam kamarnya. Soni yang memang masuk siang membujuk terus supaya anggi mau makan. Akhirnya soni masuk ke kamar anggi sambil membawa sarapan. “Gi, makan dong. Kenapa sih kamu?” diusap2nya rambut anggi yang panjang. “Jangan nangis terus dong. Cerita sama aku dong.” Dipeluknya anggi dengan sayang. “Anggi takut kak,” bisik anggi akhirnya. “Kenapa takut gi? Kamu kenapa memangnya?” “Anggi gat au kak, anggi kenapa.

Cuma rasanya sakit banget…” “Lhoh? Apanya yang sakit gi?” sony bingung. “Ini anggi kak……..” kata anggi sambil memegangi kemaluannya. “HahH?? Yang bener?? Kamu diapain?? Sama siapa?? Kamu di…diperkosa???” Anggi menangis lagi kian keras. “cup cup cup dek… diam jangan nangis lagi.” Sony memeluk anggi. “siapa yg ngelakuin?” Anggi hanya menggeleng2 kepala walau didesak berkali2. “coba sini kakak liat ya? Apa mau ke dokter aja?” anggi menggeleng2 kepala ketakutan. “ya udah sini kakak liat ya.” Sony langsung mengunci pintu takut ada yang tiba2 masuk. “coba dibuka celananya.” Anggi terus menggeleng2 ketakutan. “Gi,,,,,,,, bagaimana kakak bias Bantu kalo kamu kayak gini? Pelan2 ya. Jangan takut kan sama kakak sony. Ya?” sony terus membujuk. Akhirnya anggi pasrah. Dibiarkannya sony mencopot celana pendek satin putih baju tidurnya. Sementara atasan tank top satin putihnya tetap melekat menutupi dadanya. Seketika itu juga sony terbelalak. Mulutnya terperangah dan liurnya hamper meleleh. Baru kali ini dia melihat keindahan kemaluan adik bungsunya. Dan walaupun sony telah berkali2 pacaran dengan gadis2 di kompleks sekolahnya, sony belum pernah ML dgn 1 pun dari mrk. Paling hanya petting dgn tetap menggunakan cd. Benar2 baru kali ini ia melihat keindahan tubuh seorang gadis kecil. Sepasang kaki yang jenjang dan putih begitu mengkilap terbuka pasrah di depannya. Dan kemaluan anggi yg berwarna merah muda tanpa rambut sehelai pun,,,,,,,,,,, sangat sangat sangat menggiurkan birahi kelelakiannya. Pikiran sony yg semula kasian dan sedih mengetahui adik bungsunya telah diperkosa orang, skrg sontak menjadi dipenuhi hawa nafsu setan keparat. Setan2 berbisik bahkan berteriak2 dan bernyanyi2 di telinga dan otaknya, untuk segera menikmati kemaluan indah di depannya itu. “AYOOOOOOO SOOOOOOOONNNNNNYYYYY…… KAPAN LAGI KAMU PUNYA KESEMPATAN SPT INI??????? KAMU MASIH PERJAKA,,,,,,,,,,, SEMENTARA DIA SDH GAK PERAWAN LAGI!!!!!!!!!!! HAHAHAHAHAHHAHA KALAH 1-0 KAMU SAMA ANAK SD!!!!!!!!!!! GOBLOK KAMU!!!!!!!! TOLOL!!!!!!!!!!! UDAAAAAAAAAAAH SIKAAAAAAAT BLEH!!!!!!!! KAPAN LAGI?????????? BURUAN,,,,,,,,, KEBURU JANUAR DAN FARID DATANG!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!”

Sony menggeleng2kan kepalanya kuat2 mengusir setan2 yang berteriak dan bernyanyi menertawakan dirinya. Tidak! Tidak boleh! Anggi adikku! Jangan! Kasian dia! “Kakak kok bengong?” pertanyaan anggi membuat sony terlonjak ke belakang, nyaris jatuh dari ranjang. Sony terkesiap. “Oh nggak gi…… kakak bingung mau ngapain.” Jawabnya keselek. “Anggi juga nggak tau kak. Cuma rasanya sakit sekali………..” “Ya udah kakak Bantu supaya anggi ga merasa sakit lagi ya… tapi anggi merem aja ya. Jangan melek2 ya sampe rasa sakitnya ilang. Ya?” Anggi mengangguk dan memejamkan kedua matanya. Perlahan sony membuka kedua kaki anggi yang putih mengkilap. Anggi tampak begitu pasrah dan tenang. Sony malah yang panic kebingungan dan tegang. Penisnya sudah melonjak2 ingin keluar dan menikmati kemaluan merah muda itu. Tapi sony juga ketakutan bahwa itu adalah adiknya sendiri. Tangan sony gemetar menyentuh telapak kaki anggi. Perlahan dielusnya sepasang kaki jenjang putih itu. Semakin lama semakin naik ke atas mencapai dengkul anggi. “Enak gi?” Tanya sony serak. “Enak kak.” Anggi mengangguk sambil masih memejamkan matanya.

Sony jadi lebih berani mengelus2 dengkul anggi dan naik terus ke pangkal pahanya. Sekarang kedua tangannya sdh hamper sampai ke bibir vagina anggi. Keringat dingin mengaliri tubuh sony. “di sini sakitnya ya gi?” bisik sony makin serak. Jemarinya gemetaran menyentuh kemaluan anggi. Kemaluan yang begitu lembut dan merah muda tanpa sehelai rambutpun. “i………iya kak……” suara anggi pun menjadi serak dan tertahan. Perlahan sony mengusap2 kemaluan anggi. Disentuhnya kemaluan indah itu penuh kasih saying. Dia baru kali ini melihat kemaluan gadis kecil. Disibaknya bibir kemaluan anggi dan dielus2nya klitoris anggi dengan lembut. Dilihatnya anggi tetap memejamkan mata sambil menggigit bibirnya kuat2. elusan sony semakin nakal menjelajahi kemaluannya. Klitorisnya diputar2 dan dijentik2. anggi merasa gelid an mulai merasakan kenikmatan. Sony sudah mulai hilang akal. Setan2 semakin kuat berteriak dan bernyanyi di telinganya. Ditundukannya kepalanya dan langsung menyosot ke kemaluan anggi. Dijilati dengan ganas, dilumat2 sehabis2nya. Anggi gemetar merasakan kenikmatan itu. Dia ingin melarang kakaknya tapi kenikmatan itu sungguh tiada duanya. Anggi tak berani bergerak atau membuka matanya sesuai perintah kakaknya. Dibiarkannya bibir kakaknya merajalela di selangkangannya. Menciumi dan memakan kemaluannya sepuas2nya kakaknya. Anggi hanya pasrah dan menggigit bibirnya kuat2 menahan gejolak dalam dirinya. Keringat mengaliri tubuh mereka berdua. Dan deburan2 gejolak itu semakin kuat sampai tiba2 mengalir dashyat ke seluruh otot2 tubuh anggi.

Tubuh kecil itu terlonjak dan mengejang dengan kuat. “Kaaaaakkkkkk soooooooonnnnnnnnyyyyyyyyyyyyyyyyy…………………………… AAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAARRGGGGGGGGGHHHHHHHHHHHHHHHH HHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHH…………………………….!!” Sony terlompat ke belakang. Di hadapannya anggi melonjak2 menerima orgasmenya yang pertama kali dalam hidupnya. Sungguh indah……….. sungguh cantik sekali adiknya ini………. 5 menit kemudian anggi terkulai lemah setelah menerima orgasme itu. Cairan bening bercampur air liur sony mengalir keluar dari vaginanya. Sony tersenyum. Dilumat dan lahapnya cairan itu sampai habis. “kamu udah enakan skrg gi?” bisik sony saying. “udah kak……….. ahhh……….. enak banget…………..” Sony tersenyum kecut. Kamu udah enak, aku belum. Pikirnya. Tapi dia belum berani berbuat lebih jauh pada adiknya ini. Diciumnya pipi dan kening anggi. “skrg kamu makan ya. Besok kamu sekolah ya.” “iya kak……..” jawab anggi manis. Anggi tidak tau apa yg terjadi. Yang dia tau hanya rasa sakit kemarin di kemaluannya sudah terhapus oleh kenikmatan luar biasa dari kakaknya sony. Sejak kejadian itu sony makin sayang pada anggi. Tiap hari ditempelnya anggi. Dipeluk dan digendongnya anggi. Bahkan makanpun anggi dipaksa sony untuk disuapin sambil duduk di pangkuannya. Pokoknya tiada hari sony tanpa anggi bila berada di rumah. Makan dipangku, belajar pun dipangku, bahkan skrg sony suka beralasan ngantuk dan ketiduran di kamar anggi saat nonton tv. Mereka berdua bagai pinang tak terbelah 2. kapanpun dan dimanapun anggi berada, sony pasti menemaninya. Anggi yang punya trauma diperkosa pelatihnya tentu saja menjadi lebih senang krn selalu dikawal Sony kakaknya. Tapi di balik itu semua, sony mulai memendam rasa cinta yang mendalam pada anggi. Setiap ada co2 yang menelpon ke rumah mencari anggi, sony langsung terbakar cemburu dan marah2 gak karuan. Chale, capung, cyco, setan dan cavalera merupakan beberapa dari co2 yang pernah kena damprat sony. Sony selalu bilang anggi ga di rmh setiap co2 menelpon mencari anggi. Padahal anggi ada di belakang punggungnya krn dipegang kuat2 tangannya oleh sony supaya tidak bergerak. Intinya sony mulai terbakar api asmara yg begitu hebat pada adik bungsunya ini. Tiap malam anggi dikelonin dan dipeluk dengan sayang. Tiap malam itu pula sony bebas menikmati meraba2 seluruh tubuh gadis kecil berumur 10 thn itu dengan sebebas2nya. Sony belum berani bertindak lebih jauh. Dia hanya meraba, menciumi dan meremas2 saja di saat anggi sdh tidur pulas. Anggi pun, walau terbangun, Cuma bisa pasrah menikmati seluruh perbuatan sony. Anggi yg masih polos mengira itu semua adalah bentuk kasih sayang kakak pada adik. Anggi tak tau kalo itu semua adalah suatu pelecehan sexual.

Hari berganti bulan, dan rasanya kepala sony sdh hampir pecah untuk bisa menikmati tubuh anggi. Dan malam ini seperti biasa sony berlagak ketiduran stlh nonton tv di kamar anggi. Keduanya tidur berpelukan. Anggi mengenakan baju tidur baby doll satin warna pink, sedang sony mengenakan kaos basket dan celana pendek. Sony tak bisa tidur. Ditatapnya tubuh mungil dalam pelukannya. Rok baby doll anggi tersingkap sampai ke atas, sehingga sony dapat melihat cd merah muda yang dipakai adiknya. Seperti biasa tangan dan mulut sony langsung bergerilya. Dielus2 dan diremas2nya paha, dada dan kemaluan anggi. Nafasnya naik-turun oleh nafsu yang sudah sangat menyakitkan kepalanya. Anggi tetap tidur tenang dan membiarkan kakaknya meremas2 tubuhnya. Melihat anggi sdh terbiasa dengan remasan2nya, sony mulai bertindak lebih jauh. Diciuminya wajah dan bibir anggi. Tangannya meremas2 buah dada anggi yang masih sangat kecil. Disingkapnya baju baby doll anggi hingga ke dada dan langsung dilumat2nya buah dada itu dengan lahapnya. Anggi terbangun, “kakak ngapain?” “sssst…….. anggi sayang diem aja ya. Kakak sayang banget sama anggi. Sayang banget. Diem ya dek………” bisik sony lirih. Anggi menurut. Dia diam saja membiarkan kakaknya melumat2 buah dadanya. Rasanya geli2 dan perih krn sony menghisap2 dan menggigit2 pentilnya yang berwarna merah muda itu. “kak……….. sakit………………” bisik anggi sambil meremas bantal. “ssssssst………….. diam aja ya dek. Diem aja…………..” sony sdh gelap mata. Dilumat2nya dada adiknya dengan ganas. sementara penisnya sdh demikian tegang dan tak kuat menahan birahinya. Segera didudukinya tubuh mungil anggi. Ditariknya baju baby doll itu dari atas. Kini adiknya sdh setengah telanjang.

Tinggal cd merah muda yg masih menutupi vaginanya. Sony menduduki anggi. Dengan buas diciuminya sekujur tubuh adiknya. Diremas2nya buah dada mungil anggi dan digigit2 dicupang2 leher dan dada anggi. Sungguh cantik sekali adik bungsunya ini. Wajahnya yg mirip artis nabila, putih, tinggi, berhidung mancung, dengan rambut panjang terurai. Sony yg sdh gelap mata langsung memelorotkan cd anggi. Lalu membuka kaos basket dan cd nya sendiri. Penis yang sudah sangat tegang segera mencuat. Anggi terkesiap kaget. Baru kali ini dia melihat penis besar milik kakaknya. Anggi ketakutan. Trauma sewaktu diperkosa pelatihnya muncul lagi. “kak………..jangan kak………….” Bisiknya lemah. Sony membalas dgn ciuman di sekujur tubuhnya. “Gpp pelan2 kok gi. Diem aja ya……..” Sony mulai menciumi sekujur tubuh anggi dan ketika tiba di kemaluan anggi dilahapnya kemaluan itu habis2an. Anggi merintih2 kesakitan bercampur dgn nikmat yang tiada tara. Dunia mrk berdua seolah berputar dengan hebat. Sony sengaja memberikan kenikmatan yg luar biasa pada anggi dulu untuk mempermudah dia menaklukan adiknya ini nanti. Rintihan2 kesakitan anggi kini berubah menjadi jeritan2 dan lenguhan yang dipenuhi oleh nafsu anggi. Orgasme demi orgasme melanda tubuh mungil anggi yang telah bermandikan keringat. Tiba2……… DOK! DOK! DOK!! “anggi! Sony! Ngapain di dalam??” JANUAR!!! BRAAAKKKK!!!!!!!!!!! Pintu terkuak lebar karena tendangan maut januar. Di pintu kamar berdiri januar dan farid dengan raut muka yang campur aduk antara marah dan kaget. Sementara di atas ranjang sony dengan penis yang masih tegak berdiri dan mulut belepotan cairan vagina anggi kaget tak bisa merubah posisi. Begitu juga dengan anggi yang telentang di bawahnya dengan kaki yang mengangkang, kaget dan tak bisa merubah posisinya. Semenit kemudian ke 4 kakak-beradik itu baru sadar dari keterkejutan masing2.

Sony beringsut menepi, sehingga januar dan farid dengan mudah melihat vagina anggi yang kemerah2an karena sudah orgasme berkali2. “kamu ngapain son?” bentak januar memecah kekagetan. Sony tertunduk malu, tapi penisnya masih terus tegak berdiri krn sudah konak berat. “kamu ngapain gi?! Kamu ml sama sony?! Pantesan kamu berdua nempel terus kayak perangko!! Kemana2 dipangku! Kemana2 dipangku!! Ternyata ini kerjaan kamu berdua hah?!” januar tampak marah sekali. Tapi jelas terlihat matanya mulai memerah dan air liurnya menetes keluar memandangi keindahan tubuh anggi yang masih telentang di bawah sony. Anggi bangkit dan kelabakan mencari baju baby doll nya. Diambilnya serabutan untuk menutupi dada dan kemaluannya. “anggi…………… anggi………….” Anggi gemetar dan kebingunan. Sony diam seribu basa. Sementara farid sama seperti januar sudah terlihat kalap menikmati indahnya tubuh adiknya. Januar dan farid masuk. “kunci pintunya rid!” perintah januar. Bagai serdadu farid mengikuti perintahnya. Januar dan farid ikut naik ke ranjang anggi. Anggi yang ketakutan dan malu jadi terpojok dikelilingi ke 3 kakak lelakinya. Tanpa berkata2 januar langsung menerkam anggi. Ditindih dan diciuminya sekujur tubuh anggi yang mulus putih mengkilap. Tangannya menjelajah ke sekujur tubuh anggi. Meremas2 buah dada dan kemaluan anggi. Jemarinya langsung menyelip masuk dan mengocok lubang kemaluan anggi. Anggi kaget dan meronta2, tapi januar jelas lebih tangguh dan lebih perkasa darinya. “Diam kamu gi!! Atau aku laporin ke mamah papah nanti kamu berdua suka ngentot di kamar kamu!!” hardiknya. “jangan kak……….. jangan……….. ahh………….. aaaaahh………….” Anggi berusaha melepaskan diri. Tapi farid langsung memegangi kedua tangan anggi dan menariknya ke atas. Sementara sony yang baru sadar dari rasa kaget dan malunya segera tau apa yang sudah menghinggapi januar dan farid. Sony langsung on lagi. Dipeganginya kaki anggi yang menendang2 januar. Anggi kelabakan mendapat serangan bertubi2 dari ke 3 kakaknya. Gadis kecil berumur 11 tahun ini meronta2 dan menjerit2. tapi apalah dayanya melawan keganasan ke 3 kakaknya yang sudah dihinggapi oleh setan jalang semua. Anggi hanya bisa menjerit2 tak berdaya sementara sekujur tubuhnya dinikmati ke 3 kakaknya. Januar langsung memelorotkan kaos, jeans dan cd nya. Penisnya jauh lebih besar dari milik sony yang masih telanjang bulat. Tanpa babibu lagi diterkamnya tubuh mulus anggi. Dihujani dengan cupangan dan gigitan. Dibentangkannya kedua kaki putih jenjang anggi, dan dengan sekali tekan ditusuknya kemaluan anggi dengan penis besarnya. “kak januaaaaaaaaaar………………………… AAAAaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaarrrrrrrrrrgggggggggg ggggggghhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhh!!” jeritan anggi melengking keluar. Januar tak peduli, langsung dihajarnya kemaluan merah muda itu dengan ganas. ditekan sedalam2nya dan disodok ke kanan-kiri. Sony dan farid yang menonton pertunjukan live itu meneguk liur berkali. Mata mereka melotot menyaksikan keganasan januar pada anggi yg tak berdaya. Penis mrk menjadi sangat tegang demi mendengar lenguhan anggi tiap kali disodok oleh januar. Farid segera membuka bajunya. Biarpun dia cowok termuda tapi ukuran penisnya hampir sama besar dengan sony. Di dekat wajah anggi dia memasturbasi penisnya. Melihat itu sony tak mau kalah.

Langsung didudukinya wajah anggi dan dipaksanya anggi untuk mengemut penisnya. Anggi yg masih polos menggeleng2kan kepalanya. Tapi krn sodokan januar begitu keras hingga dia berteriak “Aaaaaaaaahhhhhhhhh…..” sony langsung menyelipkan penisnya ke mulut anggi. Kini tubuh putih belia itu secara bersamaan dinikmati oleh kakak pertama dan keduanya. Sementara farid menonton itu semua dengan takjub. Dia kasihan melihat anggi yang kepayahan diperkosa kakak2nya, tapi juga ngiler berat melihat semua itu. Pemandangan kakak beradik telanjang dan bergumul dengan dashyat memang sangat menggiurkan siapapun. Setelah hampir 20 menit menyodok lubang kemaluan anggi, januar akhirnya mengerang dengan dashyat. Ditanamnya dalam2 penisnya di kemaluan anggi. Lalu dia beringsut menjauh. Duduk menyandar tembok. Sony segera mengambil alih posisi. Segera ditusukannya penisnya yang sdh sangat ngiler itu ke dlm lubang anggi yang masih peret. Langsung digoyang dan ditusuknya bertubi2 tanpa ampun. Sementara farid langsung menaiki wajah anggi dan kembali memaksa anggi untuk meng-oral nya. Ketiganya bergerak tanpa ampun ditunggangi nafsu birahi. Yang terdengar hanya rintihan dan lenguhan anggi menahan rasa sakit. Akhirnya sony pun memuntahkan lahar spermanya di dalam kemaluan anggi. Rasa cinta dan nafsunya terpuaskan sudah. “Buruan! Gantian!” teriak farid. Dan ronde ke 3 pun dimulai. Farid yang ternyata rajin nonton bokep juga piawai memainkan tubuh anggi. Digoyangnya anggi dengan penuh semangat. Anggi merintih menahan sakit. Air mata bergulir di pipinya yang putih merona merah. Tubuhnya basah oleh keringatnya dan ke 3 kakaknya. Kaki jenjangnya berayun2 ke atas seirama tusukan farid di kemaluannya. Sementara januar dan sony asik menonton sambil menghisap rokok bersandar tembok. Keduanya sangat menikmati tontonan indah itu. Farid semakin cepat dan semakin bergairah memperkosa anggi. Biarpun ke 2 kakaknya telah mengisi lubang kemaluannya, tapi spt nya seluruh muntahan sperma mereka sdh terhisap masuk ke dalam rahim adiknya itu. Lubang kemaluan itu sangat kering, hangat dan peret. Sungguh2 luar biasa……… Setengah jam kemudian akhirnya farid pun memuntahkan sperma kuningnya di dalam kemaluan anggi. Nafasnya tersengal2 penuh kenikmatan dan langsung menjatuhkan tubuhnya memeluk tubuh anggi yang telah basah oleh keringat dan sperma mrk.

Diciuminya bibir, wajah dan dada anggi yang kini telah penuh dengan bekas cupangan merah hitam. Sungguh cantik dan indah nian tubuh adik bungsunya ini. Setelah berjuang melayani nafsu binatang ke 3 kakaknya selama hampir 2 jam ini, anggi pun runtuh lemas. Air mata bening membasahi ke dua pipinya. Penis farid masih berada di dalam kemaluannya. Rasanya sangat panas dan perih. “wah…..keluar darahnya tuh…..” januar kembali membuka pembicaraan sambil melihat lebih dekat pada penis farid yang masih menancap di vagina anggi. Sony ikut2an melihat. “oh iya……… ini ya yang namanya darah perawan?” tanya sony. Januar mengangguk. “berarti kamu belum pernah ml sama anggi, son?” tanya januar. Sony menggeleng, “belum. Baru mau malem ini. Ternyata kakak duluan.” Januar ngakak. “Siapa yg nggak ngiler ngeliat body dan kecantikan anggi? Dari dulu gw kali coli juga mbayangin ml sama anggi! Hahahhaha.” Keduanya tertawa. Farid bangkit dan menarik penisnya yg masih tegang dari lubang vagina anggi. “Gile, burung lu masih tegang rid?” tanya januar. “hebat lu kecil2 cabe rawit.” “iya, gw bisa coli 5-10 kali semalem. Soalnya sulit tidur nih burung.” Kata farid bangga. Farid lalu bergeser mendekati wajah anggi yang masih terpejam. “Gi…… isep lagi dong gi. Enak banget bibir kamu.” “Nggak maaaauummmmmmmmmmmmmmm…………. Mmmmmmmmmmmmmhhhhhhhhhh!!!!!!!!!!!!!!” farid langsung menancapkan penis tegangnya di mulut anggi yang memerah. Dimiringkannya kepala dan tubuh anggi, sehingga farid bisa bersender di tembok bersama ke 2 kakaknya dengan bibir anggi yang terus mengemut penisnya yang berbau sperma, cairan vagina dan darah keperawanannya. “goood……….. good………. Gooooooood………….. coba begini dari dulu. gw kan ga perlu jajan di luaran. Hahahahhaha, “ farid dan januar ngakak. Sony hanya tersenyum simpul. Meski rasa cemburunya memuncak melihat farid dengan asik memaju-mundurkan kepala anggi di selangkangannya. Meski ia merasa nggak rela keduluan januar utk menikmati tubuh anggi. Meski panasnya asmara dia & anggi, kini berubah jadi pesta sex mereka ber 4, tapi sony tak berdaya. Januar kakaknya dan farid adiknya. Seperti dia tau, SEMUA CO pasti konak & ngiler melihat kecantikan dan keindahan tubuh anggi, adiknya. Malam itu mrk tidur ber 4 telanjang bulat. Semua memeluk tubuh anggi yang putih mengkilat. Kamar anggi dipenuhi bau keringat, nafsu dan sperma. Dan malam itu siapapun yang terbangun, secara bergantian akan kembali melampiaskan nafsu bejat mereka pada kemaluan anggi yang terus mengeluarkan darah. Sprei putih itu jadi acak2an dan dipenuhi bercak2 darah dan sperma di sana-sininya. Sejak malam itu, jadilah anggi pemuas nafsu ke 3 kakaknya. Kapanpun dan dimanapun mereka mau, pagi siang sore malam, di kamar, di ruang makan, di dapur, di taman, bahkan di manapun mereka meminta, anggi dengan pasrah akan melayani mrk.

Anggi sungguh takut dan muak dengan nafsu binatang mrk. Tapi anggi tak berdaya krn mrk mengancam akan menceritakan hal ini ke mamah papah mrk. Lebih gilanya lagi adalah bahwa ke 3 kakak lelakinya SEMUA adalah CO2 HIPERSEX yang selalu dan selalu konak melihat kecantikannya. Setiap hari minimal anggi melayani mrk 1 per 1 (minimal sehari 3x ml) dan kadang mrk menikmati tubuh anggi bersama2. Sambil nonton bokep, anggi dipanggil. Lalu ditelanjangi. Ditidurkan di meja jepang depan tv. Lalu diperkosa beramai2. Kadang sambil mereka makan dan memegang piring, mrk meminta anggi untuk meng-oral mereka sampai mrk memuntahkan sperma. Kadang saat anggi belajarpun, januar memaksa anggi untuk membaca di atas pangkuannya. Lalu januar akan mencopot cd nya dan anggi dan memasukkan penis besarnya ke lubang vagina anggi. Januar lalu menaik-turunkan tubuh adiknya yg tengah belajar itu di pangkuannya sampai dia orgasme. Pokoknya anggi menjadi pusat pelayanan kenikmatan ke 3 kakaknya. Tubuh indah itu menjadi sasaran pelampiasan nafsu binatang mrk kapanpun dan dimana pun mrk mau. anggi sungguh sedih dan meratapi nasibnya sebagai pemuas nafsu ke 3 kakaknya. Tapi ancaman kakak2nya membuatnya takut mengadu pada mamahnya. Anggi hanya bisa pasrah menjalani seluruh siksaan seksual kakak2nya. “gi……. Sini sayang……..” panggil sony. “anggi lagi capek kak…………….” Jawab anggi lirih. “sebentar aja. Sini sayang….” Anggi pun mendekat. Anggi mengenakan tank top putih dan celana pendek putih. “sini cantik……” sony yg tengah menonton tv langsung merengkuh tubuh jenjang itu. Diciuminya anggi sambil meremas2 buah dadanya. “aku kangen banget sama kamu cantik……” disingkapnya tank top anggi dan langsung dikemutnya buah dada anggi dengan penuh nafsu. Anggi Cuma pasrah saja. Tangan sony lalu mencopot celana pendek dan cd anggi. Lalu tank topnya. Kini anggi sdh telanjang bulat di dalam pangkuannya. Sony yang memang mencintai anggi sebagai kekasih menghujani anggi dengan segenap nafsu birahinya. Dicopotnya kaos dan celananya dan diambleskannya penisnya ke kemaluan anggi yang duduk di pangkuannya. Anggi melenguh dashyat. “ayo goyang gi……… puasin nafsuku gi……….. tubuhmu milikku gi……….. aaaah……… aaaahhhh…..” sony menaik-turunkan tubuh anggi.

Anggi pun mengimbangi dengan bergoyang naik turun. Bibir sony menyedot dan mencupang2 buah dadanya yg mungil. Sementara anggi menciumi wajah sony dan memeluknya dengan hangat. Keduanya terus bergoyang seiring nafsu setan mrk. Mendengar desahan2 pergumulan adik2nya januar muncul. Tak seperti dulu, kini sony tak menghentikan kegiatannya. Terus dinikmatinya tubuh anggi dengan nafsu binatangnya. Anggi pun sdh terbiasa di 3 some dan membiarkan januar bergabung. Tapi sony dengan penuh kecemburuan langsung melotot. Sambil terus menaik-turunkan pinggang dan melumat2 dada kecil anggi, sony melotot ke januar. “Sana lu. Gw mau berduaan doang sama anggi. Ngikut terus lu!” hardiknya pada januar. Januar Cuma nyengir. “Iyee…iye… duh segitu cemburunya luh. Heh anggi adek kita sendiri. Inget tuh. Adek sendiri ya dinikmati bersama dong!” Sony melengos dan meneruskan aktivitasnya. Dia memang benar2 mencintai anggi. Dan si kecil anggi juga mulai merasakan kalo sony begitu cemburu tiap kali harus berbagi dengan januar dan farid. Tiada hari anggi yang bisa lepas dari sony. Sampai mandi pun harus sony yang memandikan dan seperti biasa, tiap mandi itu sony selalu menikmati sex yang hebat bersama anggi. Anggi yang mulai pintar bermain sex terus menggoyang penis sony di dalam kemaluannya. Sony terus menyusu di dada mungilnya dan membuat banyak cupang di leher dan dadanya. Sementara januar duduk di sofa menonton 2 adiknya yang tengah ngentot. “Aaaaaah…….. nggi………. Aku udah mau keluar gi………….” Desah sony. Anggi makin mempercepat goyangannya sehingga kemaluan mereka mengeluarkan bunyi slep slep slep… “aaaaaaaaaaahhhhhhhhhhhhhhhhhh anggggggggiiiiiiiiii!!!!!!!!!!!!!!!!!!” sony berteriak histeris. Direnggutnya tubuh indah anggi. Didekapnya kuat2. ditekannya anggi sedalam2nya ke penisnya yang menyemprotkan lahar panas spermanya. Anggi melenguh keras menikmati muntahan sperma kakaknya itu. Walaupun sudah puas menikmati tubuh anggi, sony tetap memeluknya kuat2 dan tak mau melepaskannya. Dipangkunya anggi penuh kasih sayang. Tubuh keduanya berkilat oleh keringat dan dari vagina anggi meleleh sperma kental milik sony. Sony terus memeluk dan menciuminya. Januar meneguk ludahnya berkali2. dia jelas2 sangat terangsang menonton pertunjukan live barusan. Penisnya sudah tegak berdiri dan dia sangat ingin segera menikmati tubuh adiknya. Tapi dia tau sony sangat cemburuan. Dan kalo lagi angot, sony resekh. Dia harus tau cara yang tepat agar sony lebih flexible membiarkan anggi dientotin januar kapan saja januar mau. Januar berpikir. Akhirnya januar mengambil 3 kaleng coca cola dari kulkas. Didekatinya ke 2 adiknya. “Minum nih.” Lalu januar duduk tepat di samping sony. “Gi….. puasin gw juga dong. Lu barusan belum puas kan?” rayunya. Anggi nggak paham arti “puas”, dia Cuma tau sering mendadak gelap mata dan melihat dunia berputar cepat tiap kali melayani kakak-kakaknya. Anggi Cuma tersenyum. Dia tau sony super cemburuan. Sering januar dan farid harus menunggu sony pergi dulu untuk minta ml sama dia. Sony menatap anggi. “sayang emang belum puas barusan?” tanyanya. Karena ngga paham, anggi tersenyum aja. Sony cemberut. “Ya udah deh, puasin anggi deh jan.” gerutu sony. “oceeee…..” januar tersenyum.

Tubuh anggi langsung direnggut dari pangkuan sony. “sini sayang……” dibopongnya anggi ke meja makan. Ditelentangkannya tubuh anggi di atas meja makan persegi 4 itu. Sony mengekor dari belakang. “sekarang kamu makan malamku anak cantik…….. kamu cantiiiiiiiiiiiiiik sekali……..” januar membuka semua bajunya. penisnya belum terlalu tegang. “kamu makan malamku, aku makan malam kamu ya sayang.” Januar langsung naik juga ke meja makan. Bergaya 69 dgn tubuh mulus putih anggi di bawahnya. Langsung dilumat2nya kemaluan anggi yang masih dipenuhi sperma sony. Anggi pun melumat2 penis januar yang langsung tegang begitu menyentuh bibir anggi. Sony menonton di kursi meja makan. Tubuh januar dan anggi tepat melintang di hadapannya. Sungguh menggairahkan sony. Karena dioral begitu hebat oleh januar, anggi pun berkali2 orgasme. Januar pun sudah sangat konak tapi bertahan supaya anggi terus mendapatkan orgasmenya. Setelah 5x anggi meraung2 dan kejang2 oleh orgasme yang hebat, akhirnya januar memuntahkan lahar sperma kuningnya di dalam mulut anggi. “Telen gi………. Telen sayang…….. telen semuanya……………” tekan januar. Mulut anggi dipenuhi sperma januar hingga meleleh ke pipi dan jatuh ke meja makan. Keduanya terhempas dalam kenikmatan. Tiba2 farid muncul habis main basket di sekolahnya. Badannya basah oleh keringat yang menempel di kaos dan celana pendeknya. “waaaaaa…. Pesta neh. Ikutan dong.” Soraknya. “tapi aku lagi males bergoyang gi. Oral aku aja ya. Sini.” Farid duduk di kursi meja makan menghadap meja. Ditariknya tubuh anggi dari bawah tubuh januar. Lalu didudukkan di lantai di bawah meja makan. “Oral gw gi.” Mintanya. Anggi menurut. Dipelorotkannya celana basket farid. Penis kakaknya sudah berdiri tegak dibalik cd nya. Anggi menciumi dan memelorotkan cd itu dan mulai mengoralnya. Sony yang duduk di samping farid mengelus2 rambut dan dada anggi. Sony sebenernya cemburu tiap farid dan januar make anggi. Tapi dia juga sadar, dirinya pun make tubuh anggi untuk sex walaupun kini dia bener2 mencintai adik kandungnya itu. Suara mulut anggi yang dipenuhi sperma januar, air liurnya dan penis farid berbunyi sangat menggairahkan di bawah meja. Sementara farid, januar dan sony terus ngobrol di meja makan. Cuma berkali2 farid tampak gelagapan menjawab krn tubuhnya dijalari kenikmatan yang tiada taranya. Kadang2 farid juga melenguh2 tak karuan membuat januar dan sony ngakak. Keringat kembali mengucur deras. Penis Farid memang tahan lama. Hampir 1 jam dan farid masih bisa bertahan sambil ngobrol dengan ke 2 kakaknya. Baru setelah semakin lama, kedua tangannya turun dan menggoyang2 kepala anggi maju mundur dan meremas2 toket anggi. Tampaknya farid sudah terangsang berat. Dan “Aaaaaaaaaaahhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhh hh…………………mmmmmmmmmmhhhhhhhhhhhhhh………………. Aaaaaaaaaahhhhhhhhhhh…………. Giiiiiiiiiiiiiiii………………. Enak banget mulut lu giiiiiiiiiiiii………………mmmhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhh.” Ceracau farid keras. Ditekannya kepala anggi sedalam2nya ke penisnya yang muntah2. 5 menit kemudian setelah farid lepas dari orgasmenya, ditariknya tangan anggi ke atas. Mulut anggi belepotan sperma januar dan farid. Meleleh jatuh ke pipi, leher, dada dan perutnya yang putih mengkilat.

Anggi memang boneka sex yang sangat cantik, putih, indah dan sempurna untuk siapapun yang memakainya. Sungguh indah. Sangat cantik….. Sony langsung menggapai tubuh semampai anggi. Dipeluk dan dipangkunya adik kecilnya itu. Belepotan sperma januar dan farid di bibir, pipi, leher, dada dan perut anggi diseka dengan jarinya lalu dimasukkan ke mulut anggi seperti bila anggi mengoral penis keluar masuk. Terus sampai habis semua sisa2 sperma. Di dalam pangkuan sony anggi memang tampai sangat cantik. Dia tidak lagi seperti anak 11 tahun, tapi sdh mirip gadis kecil berkulit putih mengkilat, buah dada yang baru tumbuh dengan pentil merah muda, bibir merah muda, leher jenjang, sepasang bola mata besar dan hidung mancung. Sungguh mirip artis nabila, Cuma lebih muda anggi. Pantas bila ke 3 kakaknya tergila2 pada anggi. SEMUA CO pun pasti konak melihat kecantikan dan kemolekannya. Hari berganti bulan, tak terasa sudah 1 tahun lebih anggi menjalani kehidupan pelecehan sexual dari ke 3 kakaknya. Tiap malam mereka tidur ber 4 di kamar anggi. Bergantian mereka menunggangi tubuh putih mulus anggi atau bibir anggi. Tiap hari pula anggi harus selalu rela melayani nafsu sexual ke 3 kakaknya. Kadang sambil menonton tv atau makan malam atau terima telpon pun, kakak2nya menyusu di toketnya yang mungil, mencupangi toketnya, atau mengocok kemaluan anggi dengan jari2 mereka yang panjang. Sering juga anggi harus tidur dengan bibir januar menyusu ke toket kanannya, farid di toket kirinya dan sony di vaginanya yang mengangkang, sampai pagi…… Karena selalu digenjot sex berkali2 tiap hari anggi jadi sering telat datang ke sekolah. Pelajaran di kelas pun sering keteteran krn anggi jarang bikin PR. Kini anggi sudah kelas 1 SMP dan menjadi bunga yang sedang merekah. Siapapun pasti ngiler tiap kali anggi melintas di depan mereka. Co2 seperti si semut, chale, capung, cyco, setan13, cavalera, audin, bladibla, renspie, dan lovemeagain, adalah beberapa nama dari sederetan co2 yang selalu berusaha mendekati anggi. Dari mrk yang sekelas ataupun yg berbeda kelas, semua selalu konak melihat kecantikan dan kesegaran tubuh anggi. Cuma krn sony selalu menguntit dan menempelin anggi di saat datang, istirahat dan pulang sekolah maka co2 itu begitu kesulitan utk mendekati anggi. Mrk yg 1 kelas dgn anggi Cuma punya kesempatan mendekati anggi di dalam kelas. Dimana pun anggi duduk, mrk pasti duduk berebutan di sekitarnya. Cavalera yg paling sering duduk di sblh anggi. Dan spt co2 yang lain, siapapun yg berhasil duduk di samping anggi pasti melakukan sexual harashment pada anggi. Mereka pura2 nggak sengaja menyenggol toket anggi yang mungil dan Cuma tertutup kaos singlet tipis. Sering mrk menjatuhkan sesuatu ke bwh meja dan mengintip cd anggi waktu mengambilnya. Sering mrk duduk berdempetan dengan anggi dan menggerayangi paha dan dada anggi. Anggi tentu saja tidak suka. Tapi tiap kali dia pindah duduk pun pasti co yang duduk di sebelahnya akan melakukan hal yg sama. Sedangkan ce2 semua judes dan iri pada kecantikannya. Sehingga bila anggi mau duduk di samping ce, malah ce2 itu yg segera pindah ke meja lain. Hari ini giliran renspie yg duduk di samping anggi. Dan spt yg lainnya selama jam pelajaran itu renspie menjadi sangat konak dan gelisah ingin menggerayangi tubuh anggi. Biarpun dalam balutan baju seragam SMP, tapi kecantikan dan keindahan tubuh anggi memang tak tersembunyikan. Rok pendeknya sejengkal di atas lutut dengan kaos kaki putih yang menutupi kakinya yang jenjang. Renspie pelan2 menurunkan kaca berukuran 5×10cm di lantai tepat di bwh rok anggi. Dari situ dia bisa melihat cd anggi yg berwarna putih. Renspie melihat ada bercak2 basah di cd itu (krn tadi waktu mandi pagi seperti biasa anggi dimandiin dan dientotin sony, januar dan farid dulu di rumah. Sehingga kini sperma ke 3 kakaknya luber keluar vaginanya). Renspie langsung meng sms bladibla, lovemegaain, dan co2 lain ttg warna cd dan bercak2 basah di cd itu. Temen2nya langsung merespon : “weeeeee…… jangan2 abis dientotin tuh ce jadi cd nya penuh sperma!” semua co langsung gelisah. “Terus gimana dong?” tanya renspie via sms. “udah… hajar aja bleh!” balas teman2nya. Renspie agak2 worried. Maklum guru yg mengajar killer. KILLER?? NAH! Itu dia jawabannya. Anggi pasti juga takut kalo bikin gara2 di kelas ini!! Renspie mulai beraksi. Kebetulan anggi duduk menempel tembok di deretan ke 2 dari belakang. Di sekitarnya semua co2 capung, semut, setan, cavalera, bladibla, lovemeagain, cyco, audin dan chale. Berarti posisi AMAN TERKENDALI!!

Renspie menulis secarik kertas : LU DIEM ATAU KITA PERKOSA RAME2 NTAR?! Anggi kaget membaca tulisan itu. Dia ingin bergerak tapi seringai co2 di sekitarnya sangat menyeramkannya. Apa yg akan mrk lakukan di dlm kelas si killer ini?? Apa yg akan mrk lakukan?? Melihat anggi ketakutan, renspie merasa aman. Tangan kanannya langsung meraba2 dan mengelus paha anggi. Anggi bergeser mepet ke tembok. Renspie memepet tubuh anggi. Skrg tangan kanannya langsung menyerang cd anggi. BASAH!! Cd anggi memang basah. Renspie menarik jari2nya dan menciumnya. BAU SPERMA!!!!!!!!!! Renspie langsung menyeringai kaget dan meng sms temen2nya. “gile juragan…… bau SPERMA bro!” balasan sms langsung membabi-buta. “Hajar!!” “Sikat abuess!” “Tancep! Tancep!!” Anggi ketakutan menempel di tembok. Dia bingung bagaimana melepaskan diri dari situasi ini. Jelas renspie tau bhw itu bau sperma. Co2 pasti akan makin ganas mengganggunya. Tapi dia juga takut pada si killer. Berkali2 anggi dihukum krn telat dan tak membuat PR. Anggi tak berani berkutik. Jari2 renspie kembali beraksi. Dengan berani dia mengelus2 dan menjalari ke 2 paha anggi. Lalu menyelipkan jemarinya ke dlm cd anggi. Anggi diam tak bergerak dan panik. Bahkan bernafaspun anggi tak berani takut si killer menoleh ke arahnya. Ditahannya nafasnya dan dibiarkannya dgn terpaksa jari2 nakal renspie bermain2 dlm cd nya. Jari2 itu kian ganas. meremas2 kemaluan anggi dan masuk masuk dan masuk kian dalam ke lubang vagina anggi. Anggi memejamkan matanya ketakutan. Renspie kian buas. Jarinya mengocok lubang kenikmatan anggi dengan sadis. Klitoris anggi dipermainkan dan ditarik2. anggi menggigit bibir dan menutup matanya kuat2. Jam demi jam berlalu. Anggi kepayahan menahan orgasmenya yg berulang2 melandanya. Dia hanya mendengus perlahan, memegang erat buku2nya dan menjejak2an kakinya tiap kali orgasmenya melanda. Tanpa peduli anggi yg berkali2 orgasme, jari2 renspi terus mempermainkan vagina anggi yang tak berbulu. Dikocoknya terus dgn ganas. dia sungguh ingin ngentotin anggi. Sayang ada si killer di kelas. Tapi berkat killer juga anggi akhirnya takluk padanya. Jam 5 sore!! Berarti telah 5 jam anggi diperkosa oleh jari2 renspie. Cd nya sdh basah oleh cairan orgasmenya. Baju seragam dan rambutnya pun telah basah oleh keringatnya. Wajahnya pucat ketakutan tapi juga memancarkan kenikmatan tiada tara. Bell berdering panjang. “Ya anak2 sudah jam 5, kalian pulang dengan baik. Kecuali ANGGI! Kamu dari tadi nggak konsen ke pelajaran Bapak ya?!! Kamu tinggal di kelas! Saya mau bicara dengan kamu!!” Anggi terhenyak kaget. Ternyata si killer memperhatikan dirinya. Apakah killer tau apa yg terjadi? Apa killer tau apa yg dikerjakan renspie padanya sejak jam 12 tadi?? tubuh indah anggi gemetar ketakutan. Anggi sungguh2 sangat ketakutan…………………. Akhirnya kelas kosong krn semua murid sudah pulang. Sekolah pun sudah sepi dan gelap krn memang jam pelajaran telah usai. Sony sempat memunculkan kepalanya di jendela kelas anggi. Tapi demi melihat anggi yg sedang duduk di hadapan pak hahaha si killer di SMP, sony langsung memilih untuk pulang duluan. Dia tak tau bahaya yang tengah menanti adik tercintanya. Kelas itu kosong. Hanya pak hahaha dan anggi. Pak hahaha tidak menyalakan lampu, sehingga siapapun yang tidak secara sengaja melongok ke dalam kelas tidak akan tau bahwa di kelas 1 SMP itu masih ada seorang guru dan murid yg tengah dalam bahaya pelecehan sexual.

Anggi duduk menundukkan kepalanya dalam2. rambut dan kemejanya basah oleh keringat karena orgasme berkali2 yang disebabkan oleh jari2 renzpie. Krn basah oleh keringat itu pulalah maka kaos singlet tipis nya pun basah dan melekat pada dua buah dadanya yg baru tumbuh. Pak hahaha dapat melihat sepasang putting merah muda di balik singlet anggi. Birahinya mulai muncul. Ditatapnya wajah anggi yg sangat cantik. Wajahnya memang mirip dengan artis remaja nabila. Hidung mancung, bibir mungil merah muda, sepasang mata bundar dengan leher yg jenjang. Ketika pak hahaha menatap leher itu dia melihat sebuah tanda bekas cupangan yang samar2 terlihat di bawah leher anggi. Segera dia bangkit dari kursi gurunya. Disibakannya rambut panjang anggi. Benar!! Itu BEKAS CUPANGAN!! Kaget juga pak hahaha demi mengetahui bahwa anak kelas 1 SMP ini sudah punya bekas cupangan di lehernya! Direnggutnya seluruh rambut anggi dengan tangan kirinya. WAAH!! Ternyata ada 3 BEKAS CUPANGAN di leher jenjang itu!!! Mata pak hahaha langsung melotot. “Apa ini gi????!!! Ini bekas cupangan siapa??” bentaknya. Anggi kaget dan tambah menunduk. Badannya gemetaran. Tapi pak hahaha langsung menjambak rambutnya dan menariknya hingga wajah cantiknya terdongak. “jawab!!” “maaf……ma…..ma….maaf pak……….” Jerit anggi ketakutan. “siapa yang mencupang2 lehermu ini hah?!!” bentak pak hahaha lagi. Anggi menggeleng2kan kepala ketakutan dan kesakitan krn jambakan itu. “jawab!!!!” “saya……..ssaa……sssaa….ssaaya nggak tau pak………………..” air mata mulai menggenang di sudut2 mata indah anggi. Anggi memang tidak tau siapa yg membuat 3 cupangan itu krn memang tiap pagi siang sore malam dia sibuk memuaskan nafsu ke 3 kakaknya. Entah itu cupangan buatan sony, januar atau farid, anggi nggak tau. “kamu ternyata setan kecil ya gi! Kecil2 sudah tau cupang2an kamu!!” lalu serentetan caci maki dan hinaan berhamburan dari mulut pak hahaha. Semua hinaan yang membuat gadis cantik itu menangis sejadi2nya. “sekarang buka baju kamu!!!!!! Pasti di toket kamu ada banyak bekas cupangan juga ya???!! BUKAAA!!!!!” bentak pak hahaha. Anggi menggeleng2kan kepala ketakutan. Dia sangat takut dan malu dan hina dengan perbuatan pak hahaha. Ditutupnya dadanya dengan ke 2 tangannya. “jangan paak……. Ampun…….. ampuunnnnn pak………..” anggi mulai menangis. “saya bilang buka ya BUKAAAAAA!!” tangan pak hahaha langsung menyergap kemeja sekolah anggi, membuka ke 2 tangan anggi, dan menarik2 kemeja anggi. Kancing2 baju anggi langsung dibuka paksa. Anggi meronta2 dan berteriak2 minta tolong. Tapi kompleks sekolah itu sudah sunyi. Jam sudah menunjukkan pukul 6 sore, hingga tak 1 pun orang yg tertinggal kecuali satpam di depan gerbang sekitar 1 kilo dari kelas anggi. Anggi terus meronta2 dan berteriak2 minta tolong. “aaammmmmmmmpuuuunnnn…………………… pak ampuuuuuuuunnn…………. Jangan! Jaaaangaaaaan…………………!” anggi meronta2, tapi kancing2 kemejanya sudah terkuak.

Pak hahaha langsung menarik singlet anggi ke atas dan matanya melotot melihat 2 putting susu anggi yg berwarna merah muda dipenuhi lebih bekas2 cupangan dimana2 bahkan sampai ke perutnya!! “kamu bener2 gadis jalang!!” ditelentangkannya anggi ke atas meja dan disibakannya kemeja dan singlet anggi. Tubuh putih mengkilat itu kini terbuka lebih luas. Begitu indah dan begitu menggairahkan. Nafsu dan nafas pak hahaha langsung tersengal2 dipenuhi birahi binatangnya. Penisnya berkelojotan di dlm cd nya. Belum puas juga, disingkapnya rok biru anggi hingga ke perut. Ternyata pangkal paha anggi juga dipenuhi bekas2 cupangan merah hitam!!!!!!!!! Terperanjat dan takjub pak hahaha. Ternyata gadis kecil ini benar2 seorang pelacur!! Dan cd putih yg begitu basah oleh cairan sperma dan cairan vaginanya krn 5 jam diperkosa oleh jari2 renzpie begitu menantang nafsu kebejatan pak hahaha. Ditariknya dengan kasar cd yg basah itu. Segera terpampang keindahan kemaluan anggi yg masih polos tanpa rambut. Warna merah muda yg merekah krn hampir seharian dijejali dan dikocok2 jari2 renzpie yg membuatnya orgasme berkali2. luar biasa!!!! “Rupanya dari tadi kamu dicoliin sama renzpie ya?! Pantesan kamu berdua gelisah terus seharian!! Enak ya dicoliin renzpie ya?? Mau lebih enak lagi gak??” pak hahaha langsung menarik ke 2 kaki anggi yang mengangkang di atas meja di depannya dan melumat2 vagina merah muda itu dengan mulutnya. Mulut pak hahaha yang lebar, tebal dengan kumis dan berewok tebal jelas membuat anggi mendapat sensasi baru yang tak terhingga. Anggi malu tapi juga takut untuk menolak nafsu binatang gurunya ini. Sambil menangis dan menjerit2 anggi berusaha terus melepaskan diri dari oral-an mulut pak hahaha yang sangat ganas. Tapi kenikmatan2 itu juga menyerang tubuh dan vaginanya. Bibir dan lidah pak hahaha masuk begitu dalam ke lubang vaginanya sehingga membuat anggi orgasme dan orgasme terus hingga tubuh indahnya terlonjak2 di atas meja kelasnya itu. Pak hahaha tertawa bagai setan alas melihat murid cantiknya ini tak berdaya didera orgasme berulang2.

kini gilirannya untuk mendapat orgasme2 itu. Dibukanya retsletingnya. dia takut masih ada orang di kompleks sekolah itu hingga tak berani mencopot celananya. Penisnya langsung diarahkan ke vagina anggi yg memerah. SLEEBBBB!! Masuk semua dan membuat anggi terlonjak dan berteriak keras. “AAAAAAAAAAGGGGGGGGRRRRRRRRRHHHHHHHHH!!!!!!!! !!! SAAAAKIIIIIIIIIIIIIITTTTTTTT PAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKK KKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKK!!!!!!!!!!!! !!!!!!!!!!!!!!” Pak hahaha menyeringai liurnya menetes. Tanpa ampun langsung diperkosanya vagina anggi dengan brutal. Ditusuk2 dan ditusuk2 sedalam2nya dan sepuas2nya. Tubuh putih mengkilat anggi terlontar ke sana-sini membuat suara2 yang gaduh dari meja yang ditidurinya. BRUKK! BRRRUKK!! KREET!! KREETT!! 1 jam lebih pak hahaha menikmati tubuh rupawan murid kecilnya itu. Anggi melenguh dan merintih2 kesakitan krn penis pak hahaha yg menyesaki vaginanya yg kecil. Keduanya terus berlomba dengan kecepatan nafsu dan setan yang berteriak2 bersorak sorai. Hingga akhirnya pak hahaha tak tahan dan langsung menancapkan semprong besarnya sedalam2nya ke lubang kemaluan anggi. CRROOOOOTTT!!!!! CCCRRRRRRRRROOOOOOTTTTTTTTTT!!!!!!!! CCCCCCRRRRRRRRRRROOOOOOOOOTTTTTT!!!!!! CCCCCCCCRRRRRRRRRROOOOOOOOOTTTTTTTTTTTTT!!!!!!!!!! !!! Dihajarnya murid cantiknya itu dengan semprotan2 spermanya yang meledak2. Anggi menjerit2 dan merintih2 merasakan semprotan sperma kuning yg bergumpal2 memenuhi kemaluan dan rahimnya. Pak hahaha langsung menjatuhkan dirinya di tubuh anggi yg baju sekolahnya masih berantakan. Keringat mengucur deras dari ke 2 nya. air mata menitik dari sudut2 bola mata anggi yg indah. Inilah pria ke 5 yang berhasil memperkosanya dan memuntahkan gumpalan2 sperma kuning ke dalam vagina sempitnya. Apa semua lelaki Cuma ingin menikmati tubuhku? Rintihnya dalam hati……….. Terseok2 anggi merapikan singlet, kemeja dan rok sekolahnya. Ketika dia akan mengambil cd nya. pak hahaha langsung merebut cd putih basah itu. “Cd mu untuk saya coli di rumah!! Saya kan selalu ngebayangin ngentotin kamu kalo lagi ngone di rumah. Hahahhhah!” dia ngakak. “Inget gi, jangan bilang siapapun!! Dan kamu harus datang LES di rumah saya seminggu 2x!! Senin dan kamis kamu datang les di rumah saya!! Paham??” Anggi mengangguk lemah……… “Iya pak………” “dan tiap kamu datang……… JANGAN PAKE CELANA DALAM!! Saya mau langsung ngentotin kamu berjam2 sampai saya puas!! PAHAM????!!” “Iya pak…………………..” Air mata anggi menitik jatuh………. Setengah berlari dengan baju dan rambut yg acak2an anggi segera keluar dari kompleks sekolah itu.

Dia tak tau ada beberapa pasang mata yang selama prosesi sex terjadi di kelas tadi, telah mengintai dan menonton pertunjukan sex itu. Beberapa pasang mata itu begitu ganas dan liar. “tunggu giliran kami nggi…………..” bisik mereka tertiup angin malam………………… Tergesa2 anggi keluar dari kompleks sekolahnya. Jam sudah menunjukkan pukul 8 malam. Baju seragam dan rambutnya yang acak2an jelas membuat siapapun memandang penuh nafsu syahwat padanya. Keringat dan bau sperma menghambur keluar dari ujung kaki hingga ujung rambutnya. Kedua bola matanya memerah oleh air mata. Tak ia sangka sama sekali kalo si killer alias pak hahaha berhasil memperkosanya di dalam kelas tadi. Betapa malangnya aku. Semaleman dientotin sony, januar dan farid. Mandi pagi dientotin mereka beramai2 juga. Di sekolah dicoliin renzpie 5 jam lamanya. Pulang sekolah kembali diperkosa si killer. Oh…. Nasibku……….. air mata anggi menitik membasahi pipinya…… Gadis kecil 11 tahun itu kini berjalan di sepanjang jalan raya. Andai ada sony pasti kakaknya itu akan melindunginya. Tapi entah kenapa sony tak menjemputnya. Mungkin krn sony juga takut pada si killer. Mana di dompet anggi ga ada uang lebih untuk naik taxi. Mana rumahnya masih jauh. Mana sperma dan cairan vaginanya terus meleleh dari vaginanya menuruni ke dua kakinya yg putih jenjang. Bingung sekali anggi. Akhirnya anggi memutuskan untuk pulang naik angkot dan disambung dengan naik kereta api. Dia nggak tau apakah masih ada kereta api jam segini. Tapi anggi bener2 nggak membawa duit lagi di dompetnya. Di dalam angkot ada 5 pria berkemeja rapi (spt pegawai kantoran) yg telah duduk duluan. Begitu anggi naik, mata ke 5 pria itu tak lepas dari dirinya. Mrk mengagumi kecantikan dan kemolekan anggi. Tapi juga curiga melihat rambut dan baju anggi yang acak2an dan bau sperma dan cairan vagina yg merebak kemana2. “ni cewek pasti abis dientotin abis2an nih sampe pucet begini.” Pikir co2 itu. Di pojok anggi diam menunduk tak berani menatap. Apalagi rok mininya yg semakin naik krn bangku angkot yg pendek sementara kakinya sangat jenjang. Dan OH!! Cd yg diambil pak hahaha!! Jelas membuat anggi sangat gelisah.

Angkot semakin penuh hingga mau tak mau anggi harus meluruskan duduknya. 6 Co2 yg duduk di depannya tampak melotot memandangi vagina anggi yg coba ditutupinya. Namun krn rok yg sangat mini membuat mrk tau bahwa gadis cantik itu memang tidak mengenakan cd!!!! Waaaaaaaaaaaaahhhhhhhhhhhhhhh……………. Liur langsung menetes di sudut2 bibir mrk. Sementara 3 co di samping anggi bisa melihat kegerahan 6 co di depan mrk yg dgn penuh nafsu memelototi isi rok anggi. Pasti ada yg “tak beres” dengan isi rok itu. “kenapa lu?” tanya seorang co di deretan anggi pd teman kantor yg duduk tepat di depan anggi. Co itu menyeringai dan meneguk liurnya. “ni ce nggak pake cd coy!!!” jawab co itu lantang. Karuan sontak seisi angkot yg full berisi co termasuk supir & keneknya memelototi anggi. Anggi tersudut malu dan merapatkan ke 2 kakinya. “Hahahaha yg bener lu?? Gile juga kalo anak SMP ke sekolah ga pake cd?? Emang di sekolah ada pelajaran ngentot ya dek??” gurau mereka. “pecun kalee?? Biasa dipake gurunya biar dapet nilai bagus ya??!” ledek yg lain. “tampangnya sih cantik banget mirip nabila. Pasti asoy banget tuh ngentotin ni cewek!!” “yoi! Liat aja tuh kancing baju dan rambutnya berantakan. Pasti abis dipake rame2 ya??” “gw mau deh bayar lu. Bayaran lu berapa sih??” “halaaaaaaaah gak usah bayar lah. Servis kita rame2 aja kalo mau selamet!!!” Anggi sungguh ketakutan. Dia langsung mengetok2 jendela angkot. “bang! Bang! Kiri bang!!” teriaknya. “eeeeeeeee…… mau kemana neng?? Kan belum muasin kita???” Co2 itu langsung menghalangi anggi yg mau turun. Dipeganginya tangan dan kaki nabila dan didudukan lagi ke pojok. Beberapa tangan langsung masuk menerjang rok mini dan kemeja anggi. “gile cing!! Bener2 ini bekas sperma & meki nya?!!” “ayoooooo garap rame2!!!!!!!!!!!’ Supir angkot dan kenek yg rupanya juga ikutan nepsong langsung membelokkan angkot itu ke sebuah jalan sempit yg gelap gulita tanpa lampu. Jalanannya masih terbuat dari batu2 tanpa aspal. Anggi menjerit2 di dalam angkot. Tapi ke 11 pria itu mengurung anggi di pojok bangku. Anggi berteriak2 minta tolong. “ampuuuuuuuunnnnn………….. ampuuuuuuuunnn paaaaakkkkk! Jangannnnnnnnn!!!! Aaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaahhhhhh!!!! Jangan paaaaaaaaaaakkkk!!!!! Tolooooooonggggg! Tolooooooooooonnnnnnnnnnngggggggggggggg!!!!!’ Tapi tiada 1 orangpun yang mendengar jeritannya. Sementara pria2 di dalam angkot makin ganas memeluk, meremas, menciumi, menggerayangi dan mengocok2 vagina anggi. Anggi ditelentangkan di dalam angkot. Sehingga 9 pria itu bebas menikmati dan menelanjangi tubuh belia itu. Sekitar 3 km dari jalan raya, angkot berhenti di dalam sebuah rumah tua yg kosong. “Ayo kita pesta ngentot dulu neh!!” teriak si supir. Riuh rendah tawa para penumpang dan segera diseretnya tubuh anggi beramai2. Rumah itu memang terkunci. berhalaman luas dengan pagar yg rusak.

Sehingga siapapun yg lewat pasti bisa melihat prosesi sex itu. Mrk menyeret anggi sampai di halaman. Di bawah pohon tubuh anggi dijatuhkan. Serentak mrk langsung menelanjangi anggi dan baju mrk masing2. “duh…..duh mulusnya nih bocah. Mirip banget kyk artis nabila!” seru mrk. “bodynya coy…….. gile bener. Putih banget.” “iya tapi liat tuh isinya cupangan semua!! Dari leher sampe selangkangan!! Pecun banget nih cewek!!” “udah! Entotin aja rame2 skrg. Lumayan gratisan gak usah bayar psk di jalan!!” Suara2 setan itu bergemuruh di sekitar tubuh anggi yg tergolek. Anggi meronta2. tapi 11 pasang tangan pria buas itu menjelajahi dan melumat2 tubuhnya. Beberapa tangan mengoral bibirnya. Beberapa tangan meremas2 toket mungilnya dan memilin2nya. beberapa tangan lagi mengocok2 vagina dan anusnya dalam2. anggi menangis dan menjerit2 kesakitan. “duuh…… duuuuh….. bapak kagak kuat lagi nih. Maklum ye bapak paling tua neh. Udah 64. bapak duluan dah yang merawanin ya?!” si supir angkot tua meminta persetujuan 10 pria lainnya. “iya deh iya! Bapak duluan. Keburu loyo tuh titit!!” yg lain tertawa. Bapak itu langsung mengangkangi anggi. Ditindihnya tubuh mungil anggi. Kedua kaki dan tangan anggi menendang2 dan mencakar2 ketakutan. Tapi ke 10 pria lain langsung menjengkangkan kedua kaki dan tangannya sehingga anggi tak berdaya menahan supir tua itu untuk menusukkan rudalnya. BLEEESSSS!!!! “Aaaaaaaaaaaaaahhhhhhhhhhhhhhhhhhhh!! Gileeeeeeeee peret banget nih bocah?? Beda ama si nenek di rumah!! Liat banget!!” supir tua itu menceracau tak karuan. Digenjotnya anggi dgn cepat. Anggi merasa jijik yg tak terkirakan. Kali ini dia harus melayani seorang kakek bau busuk yg sudah berumur 64 thn?? Dia sungguh sangat jijik dan marah. Tapi kedua tangan dan kakinya dipegang oleh 10 pria kuat2 sehingga ia tak berdaya selain menjerit2 minta tolong. 15 menit kemudian kakek tua itupun orgasme. Orgasmenya menceracau penuh kejorokan. “gilaa memek lu!! Gilaaaa memek luuuu!!” dan digempurnya kemaluan anggi dengan lahar pejunya yg sangat bau busuk……. Anggi merintih dan menjerit kesakitan…………………………….. Begitu kakek tua itu mengangkat tubuh keriputnya dari tubuh anggi, anggi berusaha bangkit untuk melepaskan diri. Dia dapat melihat vaginanya yg masih polos tanpa rambut sudah basah belepotan sperma si kakek. Sementara di atas tubuhnya berdiri berkeliling 10 pria yang melotot hendak melahap tubuh jenjang putihnya. Aku harus lepas dari mereka!! Aku harus bisa melarikan diri!! Jerit anggi dalam hati.

Tapi belum sempat dia bangkit 10 pasang tangan itu sudah langsung memegangi tangan dan kakinya kembali dan menjerembabkannya ke tanah lagi. Anggi meraung2 ketakutan. Menjerit2 minta tolong dan berharap akan ada orang2 yg melintas dan mendengar jeritannya. Namun tempat itu memang sungguh sunyi. Tiada seorangpun yang lewat. Seorang pria ceking yang rupanya kenek si supir sudah berada di atas tubuh muda itu. Liur menetes dari mulut hitamnya. Tampangnya tirus dan sangat dekil. Dalam keadaan telanjang itu anggi bisa melihat tulang belulang kenek angkot itu. Diterkamnya anggi. Dilumat dan diciumi habis2an. Bibir anggi yang menggeleng2 didongakkan dan diciumi berulang kali. Tangannya meremas2 toket2 anggi yang mungil. Sementara tangan yg 1 meremas2 kemaluan anggi yg dipenuhi sperma si supir tua. “waaaaaahhh gurih banget nih dagingnya.” Serunya sambil menggigit dan mencupang toket anggi. Tanpa banyak babibu lagi dihajarnya anggi dengan ulekannya yg panas. Berkelojotan anggi saat terong panas itu mendelesep begitu dalam ke kemaluannya. Baru kali ini anggi merasakan penis yang terasa begitu panas membara. Anggi menangis dan menjerit2 memohon ampun laki2 itu. Tapi tak seorangpun yg mau melepaskan kijang buruan yang begitu cantik. SRAKK…….. SRUKK…… SRAKK…….. SRUKK………!!! Aaaaaaaaahhhhhhhh……….. sakit paaaak……………… uuuuuuuuuuuuuurrrgggghhhh…………… amppuuu………uuuunnnnnnnn…… paaak………………….. aaaahhhhhhhhhhhhh………….. HAHAHAHHAHAHAHHAA!! Semua suara bergemuruh jadi 1 memecah pekatnya malam. Setelah pria ke 3 yang seorang pria setengah baya berperut buncit dan botak, anggi sudah kehilangan seluruh tenaganya.

Dia nyaris pingsan dihajar penis, bibir, tangan dan sperma yang menggarap seluruh tubuh indahnya. Karena 3 yang pertama bermain sendiri2 dan kelamaan ngantri, membuat yang ke 4 dst nya langsung main berbarengan. Penis2 mrk yg sdh sedemikian ngaceng tak bisa menunggu lebih lama lagi utk menggarap tubuh boneka sexy yg cantik itu. Mereka menunggangi bibir dan vagina anggi secara beramai2. semua ingin naik berebutan. Semua bernafsu mengisi bibir dan lubang vagina anggi dengan sperma mrk sampai penuh dan berlumuran kemana2. Anggi yg sudah tak berdaya hanya bisa pasrah membiarkan 11 pria itu mengangkangi kemaluan dan bibirnya. Jangankan untuk meronta, untuk menggerakkan tangannya pun anggi sudah tak kuasa. Dia pasrah sepasrah2nya membiarkan pria2 bejat itu menciumi, mengigiti, meremas2 dan memperkosa dirinya berulang kali. Tiada jeda istirahat untuk anggi. Ketika ke 11 pria itu menyelesaikan ronde pertama, langsung dilanjutkan oleh si kakek tua itu lagi. Berbagai gaya yang mrk pakai. Membolak-balik tubuh indah boneka sex itu berkali2. bahkan ngentotin anggi secara bersama2 sampai akhirnya anggi pingsan kecapean oleh hajaran mrk yg membabi buta. Dan walaupun tau anggi sudah pingsan pria2 yg belum mendapat ronde ke 2 terus memakainya dgn nikmat sambil tertawa2. Rambut, wajah, tubuh, mulut, dan vagina anggi sudah dipenuhi oleh sperma 11 pria selama 2 ronde berturut2. bau pesing dan bau sperma merebak kemana2 terbawa angin tengah malam yang menerpa ke 12 org itu. Tubuh boneka sex cantik itu telentang spt huruf X di tengah para lelaki hidung belang yg kini asik menikmati rokok dan mengobrol sambil ngakak melihat hasil kerja mereka. 2-3 orang kembali melanjutkan ronde ke 3 pada tubuh boneka indah itu. “terus, mau kita apain nih cewek?” cetus seseorang pria bernama blue_iced yg kini sudah mengenakan kembali pakaian kerjanya. “udaaah…… tinggal aja di sini. Paling besok pagi ada yg nemuin.” Jawab char. “walah jangan. Kasian nih cewek. Kalo bisa gw aja yg bawa pulang. Lumayan buat gw entotin tiap hari,” tukas johansyah. Yang lain tertawa. “enak aje lu! Gw juga mau kalo boleh!!” seru yang lain. “ude gini aja. Kita tunggu dia sadar, trs kita anterin dia ke tujuannya. Ya kita ancem2 dikit lah biar dia ga lapor ke siapa2.” Usul si supir kisut. “iya dah. Kasian juga nih romannya. Mana cantik banget. Jangan sampe kita beresiko terlalu besar.” “yoeee coy, apalagi kan emang kita nemunya dia udah kagak pake celana dalem. Berarti emang bisyar dong!” blue_iced mengomentari. “setubuuuuuhh!!” jawab yang lain. Ke 11 pria itu duduk mengelilingi tubuh telanjang anggi yang begitu mengkilat diterpa sinar rembulan. Waktu telah menunjukkan pukul 2 pagi. Berarti telah 6 jam mereka berpesta pora dengan tubuh boneka cantik ini. Tubuh anggi telah dipenuhi oleh sperma2 mrk mulai dari rambut, mulut, wajah, leher, dada, perut, kemaluan sampai kaki2, tetapi kecantikannya memang tak tertutupi. “mmmmm…….. sorry nih, gw masih pingin ngentotin dia… ronde ke 3!!” char membuka pembicaraan. “Manggaa juragaan……” sahut yg lain. Dan char pun kembali ngentotin tubuh pingsan anggi di depan 10 pria lainnya. Disusul kemudian oleh pria2 lain yang langsung konak demi melihat tubuh cantik boneka sex mereka. Jam 4 lewat setelah ke 11 pria mendapatkan giliran ngentot di ronde ke 3, anggi perlahan2 mulai siuman. Dibukanya kedua bola matanya yg indah gemerlap. Sekujur tubuhnya terasa sakit. Bibirnya, lehernya, toketnya, dan vaginanya. Tubuhnya memar2 dipenuhi bekas cupangan kakak2nya, pak hahaha dan ke 11 pria hidung belang itu. Anggi mulai menangis terisak2. dunia serasa kiamat bagi anggi. “cup……….cup………cup…… anak manis……… jangan nangis lagi dong. Kita2 mau bilang terima kasih udah boleh ngentotin artis secantik nabila ini……eh mirip nabila ini…… belum pernah ngentot senikmat ini seumur hidup kakek……..” hibur si kakek. “iya memek kamu luar biasa liat. Ga ada yg ngalahin deh!! Sumpah!” cerocos johansyah. Yg lain ngakak. “jadi skrg kita mau berbaik hati ke kamu. Kamu mau pulang kemana? Kita anterin.” Ucap char. Anggi menggeleng. Dia takut bila gerombolan pria hidung belang ini tau dimana rumahnya, mrk akan menyatroninya kapan2. “saya…… minta…….. diantar…… ke…… stasiun………. Kereta……… aja……… pak……………….” Bisiknya nyaris tak terdengar. “ooooooooo gampang……….” “wah barengan dong luh sama gw?!” cetus blue_iced. “iya, gw juga mau naek kereta nih.” Char dan johansyah menimpali. “ya udah kek kalo gitu turunin kita di stasiun aja. Ntar kita kawal si eneng ini.” “sip……… sip sip sip sip sipppp………………. Tapi inget ya neng, jangan bilang sapa! Ngarti kagak luh??” Anggi mengangguk lemah. Tubuh indah anggi yg lunglai langsung dipakaikan seragam sekolahnya lagi. Lalu dibopong kembali ke dlm angkot. Krn lemah anggi pasrah saja. Wajahnya pucat dan gemetaran. Di dalam angkot anggi didudukan di tengah2 lajur utk 6 penumpang.

Pria2 di dlm angkot masih nyempet2in untuk menghiasi leher dan toket anggi dengan cupangan2 mrk. Bahkan ada yg berganti2 berjongkok untuk menyedot dan melumat2 mekinya. Anggi yg masih setengah sadar Cuma bisa pasrah saja membiarkan kemeja dan rok seragam SMP nya kembali diobrak-abrik pria2 bejat itu. “lumayan…..buat kenang2an si enon.” Kata mrk setelah berhasil membuat cupangan2 di leher, toket dan memek anggi. Semua ngakak sepanjang perjalanan menuju stasiun kereta. Anggi terdiam cukup lama sebelum dia bisa meneruskan ceritanya kepadaku. Sepasang mata kejoranya menatap rembulan di luar jendela sana seolah sedang berbicara secara telepati dengan rembulan di atas sana. Aku menunggu cukup lama sebelum anggi meneruskan ceritanya. Ceritanya memang sangat berat dan berdampak psikologis yg berat bagi anggi. Ruang kantorku yang dingin terasa begitu sunyi senyap tanpa sedikitpun pemecah suara. Anggi yang kini telah menjelma menjadi gadis cantik yang amat sangat sempurna sehingga siapapun bahkan wanita2 pun akan ngiler melihat keindahan Tuhan yang diberikan atas diri anggi. Aku duduk diam tak ingin mengganggu client ku ini dari lamunan panjang perjalanan alam fikirannya. Memang tak mudah bagi siapapun untuk berbagi cerita2 pahit yang terlalu pahit bahkan untuk difikirkan sekalipun…….. Perjalanan fikiran anggi mencapai suatu titik yang menyakitkan, kurasa. Tubuhnya tiba2 meregang tersendak dari lamunannya. Dia menoleh cepat ke arahku dengan tatapan yang ketakutan dan kaget. Seolah dia lupa bahwa dia tengah berada di kantor psikiater tempatku bekerja. Dia seolah sangat kaget melihat keberadaanku yang tetap duduk manis di kursiku sambil membuat catatan2 kecil dari seluruh jalan hidupnya yang sangat kelam sejak ia masih kanak2……. “Mas masih mau terus mendengarkan ceritaku? Atau sudah sangat muak dengan cerita2ku ini?” bisiknya lirih. Wajah cantiknya tampak pucat dan sorot mata kejoranya kosong. Aku tersenyum. Berusaha membuatnya senyaman mungkin. “anything that makes you comfortable dear. Kalau mbak anggi mau terus cerita sekarang aku siap menjadi pendengar yang baik. Kalau mbak anggi sudah capek, silakan kita stop sampai sini dan kita lanjutkan 2 hari lagi. Yang enak menurut mbak anggi aja.” Anggi kembali membuang tatapan kosong paras wajahnya ke arah rembulan di balik jendela. Mereka seolah berbicara dari hati ke hati lewat telepati yang hanya mereka yang tau apa yang mereka bicarakan. Aku terus menunggu dengan sabar. Jam telah menunjukkan pukul 8 malam lewat. Sementara anggi bagai boneka cantik yang tanpa cela dan noda sedikitpun tampak terus terpekur menatap keindahan rembulan di atas sana. Wajahnya yang mirip artis nabila, dengan rambut panjang terurai sepunggung. Bibir mungil berwarna merah muda tanpa bantuan lipstick. Pipi bersemu merah dan hidung mancungnya. Kemeja sutra abu2 dan rok senada dengan belahan di paha kanan-kirinya membuat sepasang kaki jenjangnya terpampang dengan lebar menantang kelelakianku. Sepasang sepatu tali2 berwarna silver membuat penampilan sepasang kaki indah itu kian sempurna. Sangat sempurna. Aku mencatat semua itu di dalam buku catatan pasienku bernama “Anggi”.

Semua data2nya lengkap ada di dalam catatanku. Sedikit demi sedikit sejak beberapa hari dia berkunjung menemuiku telah terkuak. Tapi itu semua memang baru “taraf awal”. Baru sehelai demi sehelai yang dia berikan dengan sangat sulit. Dan aku sangat memaklumi kondisi psikologis boneka cantik ini. Masa lalu yang telah dilalui gadis cantik ini amat sangat pahit dan menyakitkan. Sejak kecl dia sudah menjadi obyek pelecehan sexual kakak2nya, dia dicintai setengah mati oleh kakaknya, bahkan ditiduri pula oleh guru2 dan pria2 bejat. Entah apa lagi yang akan dia critakan padaku nanti. Aku belum tau. Aku hanya bergumam dalam hati menyatakan rasa kasihan ku pada boneka cantik ini. Keindahan dan kesempurnaan wajah dan tubuhnya ternyata menjadi pemikat dan MADU bagi semua pria, tapi menjadi RACUN bagi diri anggi sendiri. Hanya kepahitan demi kepahitan yang dia terima sejak ia kecil. Aku terus terkesima memandangi kemolekan boneka sex ini. Boneka yang mengaku telah merasakan begitu banyak penis dan sperma di sekujur tubuhnya. Boneka yang mengaku telah ditiduri dan menjadi pemuas syahwat begitu banyak laki2 sejak dia kanak2. sungguh malang nasib boneka cantik ini, pikirku. Tiba2 dia berbisik lirih yang membuatku bagai tersambar halilintar, “Mas masih mau mendengarkan aku cerita tentang perjalanan sexualku………….. atau Mas mau meniduri aku sekarang……………………?” sepasang mata kejora itu menatapku dengan sangat aneh. Aku bingung dan sangat kaget………….. amat sangat bingung apa yang harus aku pilih? ada yang mau membantuku? 5 menit berlalu dengan keterkesiapanku. Kedua mataku membelalak dan nafasku terhenti. Gadis cantik berumur 22 tahun yang kini duduk setengah telentang di sofa bed panjang warna merah dari kulit itu menantangku untuk menidurinya??? Increadible!! Luar biasa!! Aku meneguk2 liurku dan berusaha memperbaiki sikap cara dudukku krn penisku mendadak mencelat kemana2 di dlm underwearku. Jas dokter putih dan kemejaku terasa sesak menyekap tubuhku. Mungkin tubuhku juga melar tiba2. “ehem…ehem!!” aku berdehem2 berusaha keras memulihkan kesadaranku dari alam bawah sadarku yang langsung membayangkan betapa nikmatnya mencumbu dan mencabuli boneka molek ini berulang kali sampai kami puas dan puas dan puasssssssss!! “Mas dokter……..? kok bengong?” bisikan anggi terasa terbawa angin menerpa telingaku. Kembali aku menggeleng2kan kepalaku dengan cepat, berusaha secepat mungkin kembali ke alam sadarku. “eh……..ehm………..eh……” Anggi tertawa lirih. Wajahnya menjadi cantik sekali dan bersemu merah. Matanya berbinar menantang mataku. Kelihatan dia sangat senang menggodaku. Sementara mataku kini menjelajahi buah dadanya yg mungil di balik blouse abu2 sutra yg kancingnya sengaja dibuka 2 olehnya. Namun tak kulihat ada bra di balik blouse abu2 itu. Sepertinya dia memang tidak menggunakan bra sama sekali. Mata anggi mengikuti arah mataku dengan nakal. “mas…… sejak begitu banyak laki2 yg meniduriku pagi siang sore malam, dan sesuai dengan peraturan yg ditetapkan padaku, aku jadi tidak pernah memakai bra atau cd.kecuali kalau sedang menstruasi……… jadi dimanapun dan kapanpun siapapun bebas menikmati tubuhku………. Mmmmm……… kalau mas mau…… mas juga boleh ngentotin aku sepuas2 mas sekarang……………….” Tubuhku terasa terdorong ke belakang karena kaget.

Anak kecil ini (dibanding umurku yg sudah 45tahun) telak2 menggodaku untuk menidurinya………….???? I cant believe this!! Aku menggeleng2kan kepala menolak permintaannya sambil tersenyum malu. Terus-terang gairahku sdh sangat meledak2 di kepala, dada, dan penisku. Tapi sebagai seorang psikiater aku tak boleh masuk dalam permainan pasienku. Aku yang harus mengatur dia, bukan dia yang mengaturku. “mbak anggi……………. Lebih baik kita lanjutkan sesinya 2 hari lagi ya? Sekarang sudah terlalu malem dan mbak sepertinya sudah terlalu capek bercerita kan?” akhirnya mampu juga aku mengeluarkan kata2 yang lumayan baik dari kerongkonganku yang kering. Anggi tersenyum menggoda. “Mas dokter nggak pingin isep2 toketku………..?” jemarinya membuka 1 kancing lagi, kancing ke 3 terbuka sudah. Lalu dia mengesampingkan blouse abu2nya yang tipis sehingga buah dada kanannya langsung terpampang mencuat bagai bukit kecil yang ranum berwarna pink muda. Tampak 2 bekas cupangan di sana. Aku berusaha menggeleng sekuat2nya sambil tetap tersenyum sopan pada client cantikku ini. “atau mas mau langsung ngentotin aku di vaginaku ini……………?” kini anggi menarik rok pendek sutra abu2nya dengan belahan di kanan-kiri pahanya yang sangat tinggi sehingga bertambah naik ke arah perutnya perlahan2. sungguh menggairahkan aku sebagai pria normal. Tetapi tak ayal mataku terbeliak dan mencolot melihat sepasang paha putih yang dimiliki gadis belia ini. Secenti demi secenti rok sutra itu naik ke atas dan semakin memudahkan mataku untuk menggerototi paha putih mengkilap itu. Air liurku mengucur deras dan harus kuteguk berulang2. Kini di pangkal paha itu kulihat sebuah surga dunia yang demikian indah. Vagina yang begitu mungil berwarna merah muda polos tanpa sehelai rambut pun. Mungkin ia rajin mem-wax kemaluannya demi pria2 yang ngantri menidurinya pagi siang sore malam…. Pikirku. Anggi kini duduk setengah telentang di atas sofa merahku. Payudara kanannya mencuat keluar, pahanya terpampang jatuh di kedua sisi sofa, sedangkan kemaluan merah mudanya tampak segar tersedia untuk dientot kapanpun dimanapun dan oleh siapapun termasuk aku!! Aku sungguh sangat khilaf. Tapi otakku masih bisa bekerja……sedikit. Aku tersenyum sayang pada boneka cantikku ini. Aku diam tak bergeming dari kursiku. Bukan krn tak mau segera ngentotin boneka ini berulang2, tapi krn penisku sdh keleleran kemana2 dan harus kujepit kuat2 dengan kedua pahaku spy tak kabur sendirian nyerobot memasuki lubang surga anggi yg sangat menantang itu. “Anggi…………… kita lanjutkan 2 hari lagi yah…………….?” Terdengar nada penyesalan dari kalimatku krn jelas2 aku akan merugi untuk tidak mengambil kesempatan yang disodorkan gadis cantik yang sudah mengangkang dan siap dientot ini. “Apa yg kurang dari anggi mas?” bisiknya spt tak percaya aku tak mengambil kesempatan untuk segera ngentotin dia seperti pria2 bejat lainnya. “kamu amat sangat super luar biasa sempurna anggi……….. tapi mas sudah berkeluarga sayang……… kasian nanti anak istri mas di rumah kalau mas berbuat dosa dengan menikmati tubuh anggi sekarang…….” Bisikku gemetaran. Mataku tak lepas2 dari payudara kanannya dan kemaluan merah mudanya. Betapa aku sangat ingin segera menancapkan penisku di vagina merah muda itu dan melumat2 bukit kecilnya sampai dia menjerit2 kenikmatan……. Uuuuuurrrrrrrrrgggggggggggggggggghhhhhhhhhhhhhh!!! Kami terdiam sesaat. Entah berapa lama aku tak sadar. Yang pasti aku mengikuti gerakan jari jemarinya yang membelai2 lembut putting susu dan vagina merah mudanya dengan kedua tangannya. Tampaknya dia ingin melakukan onani di depanku!! SHIT!! SHIT!! SHIITTTTT!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!! Aku gerah dan kepanasan melihat adegannya. “anggi……………………. Please……………………?” bisikku memohon dia agar menghentikan seluruh aktifitas onaninya di depanku. Penisku sudah meronta2 dan meraung2 ingin masuk ke vaginanya. “apa mas sayang………………..” bisiknya sambil terus mengonani buah dada dan vaginanya. Tangan kirinya meremas2 buah dada kanannya, sementara tangan kanannya mengocok2 vaginanya. Harum aroma kewanitaannya langsung merebak keluar diiringi desahan2 nafasnya yang begitu lirih. “Aaah…………… nikmat sekali mas……….. aah……………………………” bisiknya lirih sambil menggoyang2kan kemaluan dan kedua pahanya yang terjuntai ke lantai. Aku terpaku. Terpesona menonton keindahan yang ajaib itu. Liur mengucur deras dan bagai binatang malang yg dirantai aku kelojotan sendiri di kursiku. Sangat ingin segera menerkam dan memakan tubuh molek itu. Amat sangat ingin segera mengunyah putting susu dan kemaluannya sampai dia menjerit2!!! Aku harus berpegangan kuat2 pada pegangan kursi agar tubuhku tak berlari dan menyergap tubuh putih mengkilat dengan pakaian yg sudah awut2an itu. Kegiatan anggi onani di depanku semakin menggila dan membuat semakin panas dan kalap. Penisku menjerit2 dan meraung2 minta keluar dari underwearku. Kelabakan juga aku dibuatnya. 10 menit dan tiba2 tubuh anggi meregang dengan dashyat. Kedua kaki putih mengkilat dengan sepatu tali-temali silvernya meregang ke atas dan menendang2 tak karuan. Tangan kirinya mencengkeram putting susu nya dengan kukunya yg panjang dan terawat. Sementara jari2 tangan kanannya tampak nyaman tertancap di dlm lubang vaginanya yang terhentak2 tak beraturan arah. “AAAAAAHHHH………..AOOOOOOOOHHHHHHHHHMMMM……….AAAAAAAA AAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA AAAAAAHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHH HHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHH HHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHH!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!! !!!!!!!!!!!!!!!!!!!” Penisku mencolot dan meraung2 ngomelin aku atas ketololanku. Sekujur tubuhku berkeringat dingin. Mataku melotot ganas. liurku menetes bak anjing rabies.

Kedua tanganku mencengkeram pegangan kursiku kuat2. kedua kakiku kutanam kuat2 di lantai agar tak meloncat menerjang tubuh sempurna itu. 3 menit berlalu dan bagai bayi cantik anggi pun pulas memejamkan matanya setelah mencapai puncak orgasmenya yg dashyat. Dia tidur telentang. Membiarkan buah dada kanannya dan kemaluannya tetap terpampang keluar. Jari2 tangan kanan yg basah oleh cairan vaginanya dimasukkan ke bibir mungilnya dan diisap2 dengan nikmat sambil dia terus memejamkan sepasang mata indahnya. Dia sungguh boneka sex yang sangat menggiurkan. Benar2 boneka sex yang membuat gerah seluruh kaum pria!! Aku sendiri sibuk meredam hawa nafsuku dan penisku yang ngomel2 gak karuan. Celana panjangku basah oleh cairan sperma yang meleleh tak terbendung. Bau pesing spermaku merebak kemana2 dan segera kututup bercak basah itu dengan jas dokterku. Melihat anggi yang begitu pulas tertidur dengan pakaian acak2an, aku tak kuasa lagi. Segera aku kabur ke toilet dan beronani sendiri di dalamnya. Seluruh kegiatan dan kecantikan fisiknya begitu jelas terpampang di pelupuk mata dan otakku. Penisku biarpun meraung2 ngomelin ketololanku, tapi tetep hot beronani sambil membayangkan nikmatnya bila dia tadi berhasil memasukkan diri ke dlm lubang surga anggi. Pasti akan kusodok dan tusuk2 abis2an memek merah muda itu sampai pemiliknya menjerit2 kesakitan dan kenikmatan! Omel penisku. Penis bawel itu akhirnya muntah2 dan muncrat2 berkali2 di closet dengan bantuan tanganku. “Pokoknya Boss, besok2 lu harus entotin abis2an tuh memek!! Gw complaint beraaaaaattt!!!!!!!!!” penisku tetep ngomel2 saat kumasukkan kembali dia ke cd ku. Setelah beberapa lama menenangkan diri di closet aku kembali ke kamar praktekku. Anggi tampak terbangun mendengar derit pintu. Dia tersenyum tipis. “Abis coli ya mas?” bisiknya. Aku tersipu2 malu tak menjawab. “Lain kali kalo mau coli aku aja yg coliin, pasti lebih nikmat rasanya. Atau mau aku oral sekarang?” tanyanya dgn bola mata polosnya. MAAAAAAAAUUUUUUUUUUUUUUU!!!!!!!!!! ……….. MMMMMMMMMMMMMMMMAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAU UUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUU………. MAAUUU…….. MAU…….. MAUUU……… MAAAAUUUU………….. BOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOSSSSSSSSSS SSSSSSSSSSSSSSSSSSSSSSSS!!!!!!!!!! Penisku kembali meraung2 dan menendang2 di dlm cdku. Kupegangi penisku kuat2 spy nggak brojol. “Jangan anggi…….. mas tidak mau merusak pernikahan mas…..” jawabku. TOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOLLLLLLLLLLLLLOOOOOOOOOOOOO OOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOLLLLLLLLLLLL………. LUUUUUU………………. BOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOSSSSSSSSSSSSSSSSSSSSSSSSS SSSSSSSSS!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!! !!!!!!!!!………. KILL MEEEEE!!!!!!!!!………. KIIIIIIIIILLLLL………………….. MEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEE!!!!!!!!!!!!! Penisku menjerit2 dan meronta2 penuh kemarahan. Anggi tersenyum. “ya sudah kalau mas nggak mau makan tubuhku skrg gpp. Tapi suatu ketika mas pasti akan kelaparan dan tergila2 ngentotin aku. Berani taruhan?” godanya sambil mengancingkan 1 kancing blousenya lagi. Aku menggeleng. Jelas2 aku akan kalah. Sebagai dokter aku tak boleh kalah! “Aku pulang dulu ya mas.” Anggi berdiri sambil membenahi rok sutra abu2nya. ia berjalan ke arah tempat dudukku dan mencondongkan wajahnya ke wajahku hingga jarak wajah kami hanya 5 centi. Hanya 5 centi!! Tangan kanannya mengambil tangan kiriku dan membawanya ke arah buah dadanya. Dia meremas2kan tangan kiriku yang spontan langsung meremas2 kedua buah dadanya dengan giat. Lalu tangan kirinya mengambil tangan kananku dan menyelipkannya ke dalam rok abu2nya yang langsung tersingkap oleh tangan kami. Diarahkannya tangan kananku ke memeknya yg begitu lembut. Dipaksanya aku meraba dan menyentuh memeknya.

Dan seperti tangan kiriku, otomatis tangan kananku langsung menerkam, meremas2 dan mengocok2 vaginanya dengan penuh nafsu. Otak normalku sudah lumpuh total. Anggi melepaskan kedua tangannya dari tanganku. Dia berdiri pasrah 5 centi dari tempatku duduk. Dibiarkannya kedua tanganku merajalela menjelajah dan melumat2 tubuhnya dengan penuh nafsu. Tangan kiriku melumat2 buah dadanya, sementara tangan kananku mengobok2 vaginanya. 2 jariku keselipkan di lubang mekinya dan langsung kesodok2 sekuat2 dan sesuka2ku. Anggi memegangi pundak dan kepalaku penuh kenikmatan. Dia melenguh2 dan tubuhnya bergetar mengikuti gerakan2 coliku yang kalap di memek dan buah dadanya. Rambut panjangnya mengibas kesana-kemari dengan menebarkan aroma harum rambutnya. Aku semakin kalap, kuobok2 lubang vaginanya dengan jari2ku. Semakin lama semakin kuat, dalam dan kencang kocokanku di memeknya. Anggi semakin bergairah dan langsung menarik kepala dan tubuhku ke dadanya. Bibirku langsung mengusel2 buah dadanya. Dengan cepat dibuka kancing2 bajunya. sehingga bibirku langsung nyosot menyedot mengulum dan menggigit2 puting2 susunya dengan rakus. Tubuh anggi terguncang2 gemetaran penuh kenikmatan. Kocokan dan lumatanku pada memek dan putting susunya kian menggila. “aaaaaahhhhhhhhhhhhhhhhhhh……………mmmmmmmmmmhhhhhhhhh hhhhhh………aaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa aaaaahhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhssssssssssssssssss sssssssssssssssssssssssss………….. maaaaas………………………………………” Tubuh anggi terhentak2 membuat tari2an orgasme bertubi2 yang diterimanya. Cairan vagina mengucur dari dlm kemaluannya dan membasahi jari2 tangan kananku. Kutarik jari2ku dan kuisap2 dalam bibirku lalu kujejalkan ke bibirnya dan dilumat2 dengan penuh nafsu oleh anggi. Rasanya manis dan asin dengan aroma yang harum. Lezat sekali. Anggi tersenyum puas. Didekatkannya kepalaku ke vaginanya dan diangkatnya rok abu2nya sampai ke pinggang. Aku menurut dan langsung kubenamkan kepalaku ke memeknya. Kulumat2 vagina basah itu. Kusedot habis dan kujilati semua cairan vaginanya. Sementara anggi memegangi kepalaku dan menekannya terus ke dalam selangkangannya. Membuatku terus melumat2 kemaluannya yg memerah. “enak sekali mas…………..” bisiknya lirih sambil tersenyum. Aku juga tersenyum. “kamu memang boneka sex yang luar biasa cantik dan indah untuk dinikmati seluruh kaum pria. Tak heran begitu banyak yg bernafsu ngentotin kamu sayang.” Bisikku. Dia tersenyum manja. “sejak umur 11 thn aku sudah terbiasa menjadi pelayan sex laki2 mas. Semua laki2 terus dan terus melakukan pelecehan sexual padaku. Apa aku benar2 spt boneka sex mas?” tanyanya. “Ya, kamu memang boneka sex yg luar biasa. Seluruh kriteria imajinasi sex pria PASTI akan terpuaskan olehmu……….” Akuku. “dan aku sudah menjadi boneka sex sejak aku umur 11 thn mas……………” pandangan anggi tiba2 kembali menerawang. “aku ingin hidup tenang dan nyaman bersama seorang pria yg sungguh2 mencintaiku tanpa melihat tubuhku semata mas.” “bagaimana dengan sony?” tanyaku walau aku tau bhw jawabannya adl impossible krn mrk kakak-beradik. “mana mungkin mas? Kak sony kan kakak kandungku. Biarpun sampai kini dia, januar dan farid terus ngentotin aku tiap hari, tapi mrk adalah kakak2 kandungku. Mana mungkin aku berpacaran dan menikahi dia suatu saat nanti?” tanya anggi menerawang. Aku mengangguk membenarkan. Kedua tanganku membenahi bajunya yg awut2an. “Kamu sudah sangat lelah anggi. Lebih baik kamu pulang skrg. Sudah jam 9 lewat. Besok kan kamu bekerja?” kataku. Anggi mengangguk lemah. “iya, 2 hari lagi aku datang lagi ya mas. Dan mas boleh ngentotin aku sepuas2 mas.” Dia kembali menggoda. Aku tersenyum dan menggeleng. “nggak boleh anggi, kita kan pasien dan dokter.

Tidak boleh. Yang tadi aku lakukan padamu pun sesuatu yang tidak be……….” Belum selesai aku bicara, bibir mungil anggi sudah menyumpal bibirku dan melumat2 bibirku dengan ganas. lidahnya memaksa masuk dan memagut bibirku. Lama kami berciuman dengan panas. Ketika dia melepaskan bibirnya, tampangku pasti sangat aneh dan bloon. “aku bukan pasien mas. Aku boneka sex yg siap melayani mas kapanpun dan dimanapun mas mau. Setuju?” SEEEEEEEEEETTTTTTTTTUUUUUUUUUJJJJJJJJJJJUUUUUUUUUU UUUUUUUUUUUUUUUUUUUUU!!!! SETUJUUUU!! SETUJUUU!! SETUJUUU SETUJUU SETUJUUUUU!!! Penisku berteriak dari dalam cd dgn gaya pejuang 45. “oh….. anggi………” bisikku lirih saat tubuh boneka sex itu berlenggok keluar dari kamar praktekku. Harum Paris Hilton yg manis dan sexy ikut meninggalkan ku sendiri dalam kesunyian yg tiba2 menyergap. Betapa tololnya aku………………………. Sumpahku dalam hati. EMANG BOS TOLOL!!!!! BARU TAUK LUUU???!!!!!!!!!! Maki penisku dari balik cd. aku melirik jam dinding di kamar praktekku. Sudah jam 7 lewat tapi belum ada tanda2 anggi akan datang seperti janjinya 2 hari yll. Biasanya dia selalu datang setengah jam lebih awal, atau kalaupun terlambat krn harus melayani nafsu binatang seseorang dia tetap akan datang walau mepet. Tapi ini sudah lewat 1 jam lebih. Aku jadi membayangkan apa yang tengah dia lakukan sekarang. Melayani pria2 hidung belang di bawah paksaan dan ancaman mereka sudah menjadi makanan tetap anggi setiap hari. Tak heran badannya begitu langsing mungkin krn sehari bisa 3-4 kali olah raga sex dimana2 dan dengan siapa2. aku bener2 merasa hot menghayalkan apa yg tengah dilakukan anggi saat ini. Ditunggangi beberapa pria secara bergantian dari jam ke jam. Dan pria2 memperlakukan tubuhnya bak boneka sex cantik yg patuh dan pasrah memuaskan segala fantasy sexual mereka. Penisku menegang. Aah…….. andaikan ada anggi di sini, tentu sudah kunikmati tubuh indahnya penuh kasih sayang. Tubuh boneka itu memang begitu pasrah dan manis untuk diperlakukan sesuka hati setiap pria yg memakainya. Tak sadar kuselipkan tanganku ke bawah meja dan mulai membuka retsleting celana panjangku. Kuelus2 si bangor dan mulai kukocok2 sambil membayangkan tengah menindih tubuh anggi yg jenjang dengan kedua kaki mengangkang ke atas. Hhhhhmmmmmmmmmmmmm,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,, ,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,, nikmatnya,,,,,,,,,,,,, BREKK! Tiba2 pintu kamar praktekku terbuka dan anggi yg cantik tampak lusuh berkeringat dan tergesa2 masuk. Anggi menggunakan kemeja tanktop warna merah darah yg begitu tipis sehingga siapapun dapat melihat punggungnya yang polos dan 2 payudara di dadanya jelas terpampang. Dia mengenakan rok mini warna putih dan sepatu kantor putih. Keringat tampak bercucuran dari dahi dan tubuhnya. Rambutnya pun tampak acak2an. Anggi langsung menjatuhkan tubuhnya di sofa merahku. Dia menadahkan kepala menatap keluar jendela. Tampak wajahnya agak murung. Dia menoleh ke arahku dan berkata, “hai…..mas…….. lagi coli ya?” UPS!! Rupanya tanganku masih asik mengocok penisku yang tegap. “eh! Uh!! Eh!! Eh!! Hehehehe………” aku tersipu2 malu. Buru2 kumasukkan batang penisku yg masih tegang itu. “mas mau aku coliin?” tanya anggi. Aku menggeleng2kan kepala. “Nggak sayang……. Eh ehm… nggak anggi. Wah jadi malu nih mas ketauan anggi.” “ya udah nanti kalo mas pingin bilang ya. Anggi juga masih capek abis ngelayanin bos anggi tadi di kantor. Urgh! Laki2 brengsek! Kenapa sih semua laki2 selalu minta ngesex sama anggi mas? Anggi nggak ngerti deh………..!” bibir merahnya manyun. Air matanya membayangi pelupuk matanya. “Cuma mas yg nggak pingin ngentotin anggi!! Anggi suka itu!!” jeritnya tiba2. Aku tertegun kaget. Deep inside, I REALLY REALLY REALLY CRAZY MADLY WANT TO FUCK HER ALL THE WAY!!!!!!!!!!!!!!!!!! GOD DAMN IT!!!!! Aku meneguk ludahku berulang2. Aku berdiri dan mengambil segelas air dari dlm kulkasku lalu memberikan gelas itu padanya. “minum anggi…….. kamu pasti lelah sekali……..” Anggi terisak2………….. “Boss anggi ngentotin anggi di depan handycam mas……….. anggi maluuuuuuuuu sekali………kata boss itu sekedar kenang2an krn dia udah nggak bisa berdiri kalo Cuma liat bininya yg gembrot…..” DARRR!!!!!!!! Tubuhku limbung dan nyaris jatuh sesegera mungkin berusaha utk menjaga keseimbangan. Aku sungguh2 kasihan pada nasib gadis cantik ini. Tubuhnya yg begitu sempurna adalah neraka untuk dirinya sendiri!! “anggi mau ceritain sekarang? Atau anggi mau cerita yg dulu2 dulu?” kataku takut menyakiti hatinya. Anggi menyeka air matanya. “anggi mau ml sama mas!!!” rajuknya.

Aku menggeleng sambil tersenyum. “Nggak sayang, mas udah punya anak istri. Kasian istri mas nanti kalo mas merusak kepercayaannya.” “Tapi kemaren mas coliin anggi pake mulut!! Anggi mau dioral lagi sekarang sampe mas puas!!!!!!!!” Aku tetap menggeleng. “Jangan sayang…… nanti kepercayaan anggi ke mas rusak. Kita jadi ga bisa kerjasama menyelesaikan masalah2 anggi. Sayang kan?” Anggi tampak tak suka dengan jawaban2ku yg terus berkilah dari tuntutannya. Dia berdiri di atas sofa. Dibukanya tanktop merah darahnya dan dilempar ke mukaku. Lalu dibukanya rok mini putihnya dan lagi2 dilempar ke mukaku. Kini boneka sex itu berdiri telanjang bulat membelakangi jendela2 kaca2 yang jelas bisa membuat siapapun di apartmen/kantor sebelah dengan mudah melihat tubuh telanjangnya. “anggi…….. turun sayang……” rayuku krn takut orang2 di apartment/kantor sebelah akan melihat perbuatannya. Anggi menggeleng2kan kepala sambil melakukan tarian2 erotisnya. Keindahan tubuhnya terpancar jelas tertimpa sinar lampu dan rembulan di luar sana. Buah dadanya yg indah dan membekas beberapa cupangan, perutnya yang indah, kemaluannya yg terawat dan sepasang kaki jenjangnya. Rambutnya yg tergerai panjang bergoyang kesana-kemari mengikuti gerak tubuhnya yg terus berlenggak-lenggok. “ayo mas……… entotin aku…………. Nikmatin tubuhku mas……….. apapun yg mas minta akan aku layani………” anggi terus merayuku. Entah kenapa aku jadi nggak terlalu intend melihatnya bergaya seperti itu. Aku memang tak suka tipe ce agresif. Dan mungkin, krn aku termasuk co yg sebenarnya agresif, aku jadi enggan. Tidak menarik. “anggi turun!” sekarang aku bernada sedikit membentak. Anggi terkejut. Tubuhnya limbung dan nyaris jatuh ke belakang. Tapi kubiarkan saja. “Pak dokter nggak sayang anggi!! Pak dokter nggak sayang anggi!!!!!!” tangisnya. Aku takut dia menjadi kalap, maka kupeluk dia dan kudekap erat2 tangisannya. Anggi memelukku lebih erat. “Anggi listen to me……… I care about you so I wont fuck you. Ok? Anggi jangan salah paham ya. Bukan mas nggak pingin ngentotin anggi. Mas tergila2 pada kecantikan tubuh anggi. Anggi sangat sempurna!! Anggi bagai malaikat sex yg siap kapanpun mas mau!! Tapi mas care sama anggi!! Mas bukan co2 yg selama ini suka ngentotin anggi dan membuat anggi jadi obyek pelecehan sexual semua orang. Im not that kind of person. Paham anggi?” kudekap dia erat2. anggi terisak2 dalam pelukanku. “sekarang anggi minum dulu. setelah tenang, anggi boleh meneruskan cerita yg kemarin. Ok?” tanyaku. Anggi mengangguk. Aku bisa melihat bayang2 kekecewaan di sepasang mata kejoranya krn tdk mendapatkan apa yang dia inginkan. Tapi aku adalah dokter psikiaternya dan aku telah beristri. Tak baik bagiku untuk memulai bermain api dengan gadis belia ini. Anggi meminum air dingin yg aku berikan. Tampak lehernya yg jenjang membuat gerakan2 indah tatkala ia mendongak meminum seluruh isi gelasnya. “mas habis aku masih ada pasien lain?” tanyanya sambil merebahkan kepalanya di dadaku yg bidang. “nggak. Cuma tinggal anggi.” Jawabku. Jadwal kerja dan “kerja” anggi yg sangat padat memang membuat dia selalu aku taruh di list terakhirku. “kalo begitu aku mau bobok dulu dalam pelukan mas. Setelah itu baru aku lanjutin cerita yg kemarin. Please?” rajuknya. Krn memang posisiku yg duduk dan mendekap kepalanya, akhirnya aku diam tak menjawab. Kubiarkan gadis kecil itu menyandarkan kepalanya di dadaku. Tubuh telanjangnya terpampang indah dgn pasrah. Dapat kulihat pula sedikit bercak2 sperma di pangkal pahanya. Entah sperma siapa saja yang telah mengisi tangki kemaluannya hari ini. Yang pasti ke 3 kakaknya, lalu bos nya, lainnya? Entah lah. aku yang sudah bertekad untuk tidak menyentuh tubuh boneka cantik ini membiarkan anggi terlelap dengan rasa nyaman di pelukanku. Namun krn berat akhirnya aku bersandar juga pada kepala sofa dan lama2 kelamaan krn kram kami membetulkan posisi tubuh kami. Aku telentang di bawah, sementara anggi telungkup memeluk tubuhku dari atas. Saking tak ada kegiatan, lama2 aku ngantuk dan ikut2an tidur juga di dalam pelukannya. Tubuh mungilnya yg telanjang bulat memeluk tubuhku erat2. sesekali anggi menciumi dadaku dan meremas2 burungku dari luar celana panjangku. Aku pura2 diam ketiduran. Tapi rupanya tidurku membuat anggi makin nakal. Jemari2nya mulai bergerak membuka ikat pinggang dan retsleting celana panjangku. Lalu jari2 itu menyelinap memasuki cd ku dan bertemu dengan penisku yang sudah konak berat sejak pertama kali ia menyentuhnya. Anggi tersenyum geli. Tebakannya bahwa aku akan tergila2 padanya memang benar adanya. Dan dia begitu bernafsu untuk segera menundukkanku spt pria2 lain yg tergila2 ngentotin dia setiap hari. Perlahan jemari halusnya mulai meremas2 burungku dan mengocoknya perlahan2. aku tetap pura2 tertidur pulas di bawah tindihannya. Namun rasa geli dan nikmat memang telah membangunkan si unyilku yg memang sudah kebelet pingin ngentotin dia sejak pertama kali bertemu. Mengetahui burung gagakku sudah terpancang berdiri, anggi menjadi lebih berani. Diciuminya wajah dan bibirku. Tanpa sungkan2 dia langsung menaiki tubuhku. Menyelempangkan kakinya ke bawah sofa dan mengambleskan kemaluannya tepat di burung gagak hitamku yg langsung berkoar2 kegirangan krn mendapat makanan empuk! Otakku kembali lumpuh total.

Aku tetap pura2 tertidur walau nafasku sudah sangat memburu. Kubiarkan anggi menggenjot penisku yg panas membara. Setelah kejadian dgn bosnya sore ini, aku ingin membuat anggi bahagia dan merasakan dicintai oleh seorang pria dgn memenuhi keinginannya untuk dientotin. Maka kubiarkan dia bermain2 dan menikmati hangatnya tubuhku. Tubuh boneka sex itu bergoyang dan menghentak2 dengan liar di atas penisku yg menonjol menonjok lubang kemaluannya dgn kuat. Keindahan tubuh anggi memang sangat sempurna. Cahaya bulan menerpa tubuh telanjangnya. Membuat goyangan2 buah dadanya begitu indah dilihat. Pinggang rampingnya berputar2 dan naik turun seolah ia tengah mengentotin sadel kuda liarnya. Sementara kakinya mengangkangi tubuhku. Rambut panjangnya terkibas2 kepanasan. Akhirnya aku sudah tak kuat berpura2 tidur lagi. Jelas2 anggi tau aku Cuma pura2 tidur. Kubuka kedua mataku. Tanganku langsung menyerobot meremas2 dan melumat2 buah dadanya yg mungil berwarna merah muda. Anggi tersenyum kecil. Dia begitu menikmati ngentotin aku psikiaternya. Kurenggut tubuh bonekanya kutarik ke atas. Kulumat2 kedua toketnya dengan bibirku. Krn anggi memang masih gadis kecil tubuhnya pun langsung copot dari penisku ketika aku menariknya ke atas. Kulumat2 teteknya dengan ganas. tangan kananku langsung menerjang masuk dan mengocok lubang vaginanya yg basah. Sementara tangan kiriku menusuk2 lubang anusnya sehingga anggi tambah kalap dan menjerit2 keenakan. “fuck me!!!!! Fuck me!!!!! Fuck me!!!!!!!!!” jerit anggi kalap. Aku memperkuat kocokan jari2ku di 2 lubang kenikmatannya. Aku sangat menyukai menyusu pada dua teteknya dan masih ingin menyedot2nya. “you want me to fuck you? Heh? You want me to fuck you??” aku juga mulai kalap. Kuangkat tubuh bonekaku itu dan kubanting ke atas sofa. Aku berdiri dan langsung merenggut rambutnya ke arah penisku. “Oral me!!” bentakku. Anggi langsung membuka bibirnya dan menyepong penisku. Kumaju-mundurkan kepalanya dengan cepat. Aaaaah…. Rasanya luar biasa nikmaaaaaaaaaaaaaaaaaaatttttttt!!!!!!!!!!! Penisku bersorak2 kelojotan menendang2 di dalam kuluman bibir hangatnya. Kumaju-mundurkan pinggangku lebih kuat hingga penisku dapat masuk ke tenggorokannya. Anggi tampak gelagapan menerima serangan penisku yg bertubi2 di tenggorokannya. “if you wanna fuck, this is what you get!! Understand little whore??!” aku menceracau tak karu2an. Seperti setan yang sedang ingin membalas dendam pada korbannya kuentotin mulut anggi dengan kalap. Air liur anggi menetes2 bak anjing rabies dan nafasnya tersengal2. “skrg saya mau kamu telen semua sperma saya!!! AAAAAAAAAAAAARRRRRRRRRRRRRGGGGHHHHHHHHHHHHHHHSSSSS SSSSSSSSSSSSSSSSSSSSSSSSSSSSSSSSSSSSSSSSSSSSSSSSSS !!!!!!!!!!!!!!!!!!!! ANGGIIIII…….. YOU……… RE……… FUCKING………. BITCCHHHHHHHHH!!!!!!!!!!!!!” BLERP!!!! BLEERRRPP!! BERLLERRPP!!! Anggi ngos2an menelan seluruh sperma yg aku muntahkan di mulutnya. Bibir mungilnya dipenuhi cairan kuning spermaku. Kutekan kepalanya dalam2 ke penisku hingga dia tersengal2 kesulitan bernafas. 5 menit kami terdiam. Mulut anggi masih dipenuhi oleh sperma dan penisku. Sementara aku masih menekan kepalanya ke penisku. Akhirnya kesadaran kembali menderaku. Kutarik penisku dari dlm mulutnya. Cairan spermaku ikut luber jatuh membasahi buah dadanya yg indah. Anggi segera mengelap semua cairan spermaku dan menjilatinya sampai habis. Lalu bagai binatang peliharaan yang penurut, dia masih terus diam memandangiku. “apa lagi maumu skrg? Kamu sudah ngentotin aku. Aku sudah ngentotin kamu. Apalagi maumu anggi??” aku mendadak marah krn kesal & kecewa pada setan laknat yg mengalahkanku barusan. “mas……… maafin anggi mas…………..” bisiknya lirih. “nggak ada yg perlu dimaafin gi. Aku juga kesurupan tadi. Memek kamu luar biasa nikmat dan sempit!! Shit!! Tetek kamu enak banget digigitin!! SHIT SHIT SHIT!! Dan mulut kamu…… mulut kamu peng-oral terbaik!!!!!!!!!!” aku ngomel2 dan menyumpah2 tak karuan. “mas boleh entotin aku kapanpun dan dimanapun mas mau……..” “tapi kamu client saya gi!! Ini salah!! Ini tidak boleh terjadi!! Im old man. You are little tiny girl!! SHIT SHIT SHIT!!” Anggi menubruk kedua kakiku dengan tubuhnya yg telanjang. “tapi anggi mencintai mas……………. Anggi mencintai mas………..” ia mulai terisak2. “Cuma mas yg bisa bertahan begitu lama untuk nggak ngentotin anggi……….. anggi merasa aman dan nyaman bersama mas………….” Anggi terus menangis. “apapun yg mas minta akan anggi penuhi mas……………….. mas tinggal bilang anggi harus apa supaya tetep bisa ketemu mas…………..” “OK! Kalau begitu sesi kita lanjutkan gi. Tapi ingat……… NO SEX! Ok?? Kalau anggi nggak bisa, ya sesi psikiater ini kita closed. Anggi ……… sayangku……. Aku sudah tua. Aku sudah beristri………. Apa yg membuat kamu begitu tergila2 padaku??” “krn mas 1-1 nya co yg nggak pingin ngentotin anggi…………..” isaknya. Aku terbahak ngakak begitu keras & putus asa. “GOD DAMN IT ANGGI!!! SIANG MALEM YG ADA DI MATAKU CUMA KAMUU!! KAMU!! KAMU!! DAN KAMU!! Sadar gak sih kamu??? Tapi saya punya istri anggi!! Saya punya istri!! Dan saya tidak bisa berselingkuh seperti ini!!!!!!!!!!!!!” Anggi terus terisak2 di bawah kakiku. Dia jelas2 telah memasrahkan tubuh dan jiwanya padaku, namun itu pula yg membuat aku ketakutan. Krn anggi begitu sempurna. Everything about her is JUST A PERFECTION!! Itu yg membuat aku ketakutan karena ada istri dan anakku di rumah. “kalau mas nggak mau ketemu aku lagi…………. Aku akan bunuh diri!!” jerit anggi putus asa. Aku kaget. Langsung kutampar dan kupeluk gadis kecil itu kuat2. aku sungguh menyayangi boneka sex ku ini. Dia yg begitu cantik, begitu indah, begitu pasrah dalam ketidakberdayaannya. “Jangan pernah bilang kamu akan bunuh diri anggi……….. jangan pernah membuat aku sangat marah………………. Understand?” bisikku di telinganya. Anggi mengangguk2 lemah. Dia memang boneka sex yg penurut. Aku memeluknya kuat2. Aku tak tau apa yg akan terjadi………………………. Apakah lebih baik kuakhiri saja semua sex game ku bersama anggi yg rupawan ini……………… Atau lebih baik kupuaskan dahagaku dan dia setiap 2 hari sekali di kamar praktekku ini……… Bagaimana nanti bila istriku tau tingkah polahku bersama anggi…………… Apa yg harus kukatakan pada anggi??????? Apa yg harus kukatakan pada istriku????????? Aku sungguh2 sakit kepala akibat gadis kecil ini……………. Dalam diam kami……………… penis hitamku telah kembali tegak dan tak mau menunggu lama untuk segera masuk ke dalam lubang sarang kesayangannya. Kuarahkan penisku dan kubenamkan pinggang ramping itu ke bawah dan terus ke bawah hingga penisku terbenam seluruhnya di lubang kenikmatannya. Tubuh mungil itu pasrah sepasrah2nya. kunaik turunkan tubuh boneka sex ku itu. Lamat2 kudengar anggi mulai melenguh2 oleh nafsunya yg merebak. Kembali kuentotin dia berulang2……… dan kuentotin dia berulang2 lagi………………………………………………………….. Ternyata benar perkataannya selama ini, semua pria yg telah merasakan ngentotin dia akan tergila2 dan ketagihan utk terus menerus ngentotin dia………………………. Malam itu menjadi malam terindah bagi aku dan anggi…………………………………. Malam ini anggi datang kembali ke kantor kerjaku dengan sangat cantik dan manis. Kemampuannya untuk menundukkanku meluberkan semua nafsu syahwatku pada tubuh indahnya, tampak membuat dia benar2 merasa bahagia. Binar2 cinta terlihat jelas di sepasang mata kejoranya. Rambutnya yg dihighlight tampak serasi dengan wajahnya yg putih menawan. Bibirnya bergincu merah segar. Perona pipinya pun menyala. Serasi dengan gaun malam berwarna silver yg mempertontonkan seluruh punggung dan pahanya. Sementara sepasang kaki putih itu dihiasi sepatu tali-tali warna silver yang membuat kaki-kaki jenjang itu semakin menggiurkan.

Uuuuurrrrrrgggggghhhhhh!!! Aku selalu mengutuk setiap kedatangan malaikat sex ini krn selalu berhasil membuat liur dan spermaku membanjir dan meluap2 bak lumpur lapindo. Menerjang2 bibir dan penisku minta keluar. Sungguh2 membuat kontolku brengsek dan gak bisa diatur tiap melihatnya. Anggi melangkah mendekatiku dengan penuh senyum cintanya. Tanpa sungkan2 dia langsung duduk dipangkuanku bak anak kecil pada papanya. Namun anak kecil yg 1 ini dgn berani langsung menyosot dan memagut bibirku. Kami berciuman penuh nafsu setan. Tanganku memeluknya erat dan langsung menggerayangi vagina dan tetek di balik bahan silver itu. Anggi sangat menyukainya. Tak ada sorot duka atau terpaksa tiap kali aku meremas2 sekujur tubuhnya. Boneka sex ini malah bersiap untuk segera melucuti gaun malamnya di atas pangkuanku. “sssssstttt………….. jangan sayang……….” Bisikku sambil trs mencupangi lehernya. “kenapa mas? Ga mau ml lg ya sama anggi?” tanyanya. “mau banget!! Tapi kita udah molor trs dari sesi kita. Gimana kalo malem ini kita bicara dan hanya bicara?” Anggi cemberut. “mas ga mau ml lg ya sama anggi???” Kubimbing tangannya ke burungku. “tuh liat sendiri, baru liat anggi masuk dari pintu aja mas udah konak!! Mas pengen banget ngentotin anggi. Tapi nanti abis anggi cerita. Ok?” Anggi tersenyum. “Iya deh……….” “ok, skrg anggi cerita ya? Mau di sofa?” “nggak. Maunya dipangku mas aja ceritanya.” Rajuknya. “ok. Cerita deh skrg.” Kataku sambil tetap memainkan toket dan mengocok lubang vaginanya yg sdh basah dan berbau sperma entah sperma siapa. Anggi tersenyum kegelian. Dia membiarkan tanganku asik ngerjain tubuhnya sememntara dia mulai mengingat2 serpihan kisah2 lamanya. “sampe mana waktu itu mas?” tanyanya. “sampe kamu diperkosa 11 orang di angkot.” Bisikku sambil melumat2 toketnya yang sdh aku keluarkan dari balik gaun silvernya. Uuuurgggggggghhhh bau tubuhnya sangat sexy…… aku sendiri mulai gak konsen. Anggi memelukku, meremas2 rambutku menikmati lumatan bibirku pada toketnya. Walau dengan nafas ngos2an krn birahinya mulai meninggi, dia memejamkan matanya sambil bercerita dengan ucapan dan nafas yg tersengal2. * * “mmmmmmmmmmmhhhhhhhhhmmmmmm……………….. diantar 3 pria aku dinaikan ke kereta api yg berangkat subuh itu mas…….. suasanya di stasiun subuh itu sangat gelap dan dingin…. Dan basah oleh air hujan…… tapi kondisi itu yg membuat orang2 tak begitu peduli dan memperhatikan betapa lusuh, acak2an dan betapa tubuhku sangat dipenuhi bercak2 dan berbau sperma. Org2 sibuk dengan urusan masing2 hingga tak tau bahwa ada anak kecil yg berada di bawah ancaman 3 pria dewasa yg habis memperkosanya………..” Ketiga pria itu terus menemani anggi. Bahkan kami naik kereta yg sama. Mrk berdiri di samping dan belakang anggi. Krn kereta penuh sesak, kami ber 4 berdiri berhimpit2an dengan penumpang2 lain di dekat wc. Ternyata kereta masih menunggu sekitar 30 menit. Entah krn apa. Di saat menunggu itulah beberapa penumpang di sekitar mrk mulai merasakan bau sperma yg sangat kuat datang dari tubuh anggi. Mulai dari melirik2, sampai saling berbisik bhw gadis kecil ini sangat berbau sperma. “mas adeknya atau sapa nih?” akhirnya seorang pria tinggi besar bernama harvest_moon berani bertanya pada char, blue_iced dan johansyah. “temen gw. Kenapa?” jawab char. “gilee… bau sperma banget badannya. Abis lu sabunin pake sperma apah?” tanya nasikun. “Baunya nyengat banget! Ga nahan!” Ke 3 co itu tertawa. “iya abis dikeramas, disabunin, diminumin dan diisiin sperma sekujur badannya.” “wadoooh…….. udah kayak oli aje tuh!” sahut jushpushplay. Asderg, tomblos dan arotco yg kebetulan duduk berhimpitan di depan mrk langsung ngakak. “Wah abis dipake rame2 ya?? Pantesan bau banget!!” “Yoee… abis dipake pesta!!” sahut blue_iced. “Wooooooooooo kita juga mau neh ngerasain!!” sorak asderg. Anggi menjadi sangat panik dan ketakutan. Tapi di dlm kereta sialan yg untuk berdiri saja harus doyong kesana-kemari, anggi bener2 ga bisa bergerak kemana2. kedua tangannya dipegangin blue iced dan johansyah dengan kuat. “ayo dong neng…………. Enakin abang neeh………” seru tomblos. Tangan2 mrk serta merta menyeruak masuk ke dalam rok dan kemeja sekolah anggi. Anggi berusaha untuk maju atau mundur menghindar, tapi dari arah belakang tangan2 nakal lain juga menyerbu masuk menggerayangi tubuhnya. Sementara pegangan blue iced dan johansyah kian kencang memegangi tangannya dan char menjaganya dari belakang. “jangan……………………………… jangan…………………….. ampun……….. jangan mas………………………….” Anggi terus berusaha berontak tapi sia2. tubuhnya terpancang di antara tangan2 nakal yg buas menggerayangi tubuhnya. Semakin dia berusaha berontak, semakin co2 itu kuat menghimpit tubuhnya. “Udah…….. lu diem aja. Jangan berisik. Ntar tambah banyak yg gerayangin elu lho!” kata mrk membuat usaha anggi mengendor. Anggi ga kebayang kalo sampe 1 gerbong ramai2 nggerayangin dia. Bisa mampus dia! Sementara ibu2 tua di ujung lain gerbong hanya geleng2 kepala ketakutan dan ga berani ambil resiko membantu gadis kecil krn melihat begitu banyak co2 bertubuh tinggi besar yg mengelilinginya. Akhirnya anggi menggigigt bibir kuat2 dan berusaha menahan rasa sakit, geli, nikmat, malu dan tak berharga yg menghujani dirinya dari tangan2 nakal yg meremas2 toket dan mengocok2 lubang kemaluannya di dalam kegelapan subuh itu. Tangan2 itu meremas2 toket dan mengocok lubang kemaluan dan anus anggi dengan nakal. Anggi dibuat melenguh2 antara sakit dan kenikmatan. Kedua tangan anggi dipegangi kuat2. kedua kaki jenjangnya mengangkang krn serbuan begitu banyak tangan di dalam rok sekolahnya. Kancing2 kemejanya sdh terbuka semua. Dari depan dan belakang tangan2 berebutan menyerbu dan meremas2 pentil toketnya yg dipenuhi cupangan dan bekas2 sperma. 30 menit itu anggi melenguh2 memasrahkan dirinya untuk digerayangi dlm himpitan orang2 di gerbong kereta api yg gelap gulita. Kemaluannya yg sdh dipenuhi sperma kini berbunyi2 krn kocokan jari2 co2 yg nakal. Buah dadanya sdh terpampang tanpa penutup. Tangan2 nakal meremas2 dan memelintir2 putting susunya yg merah muda mencuat. Perutnya yg putih ramping dan polos terpampang. Sementara rok seragamnya sdh tersingkap sampai ke pinggang membuat co2 nakal itu dengan mudah melihat tangan2 mrk yg sedang mengocok kemaluan dan anus anggi yg meronta2. “karcis! Karcis! Karcis!” Teriakan itu yg membuat tangan2 nakal itu menghentikan kegiatannya pada tubuh anggi yg sdh pasrah tak berdaya. Segera anggi membenahi seragam sekolahnya yg sdh acak2an dengan lemah. * * * “apakah mrk memperkosamu di kereta sayang?” bisikku lembut. Jariku sendiri sdh basah oleh cairan vagina anggi yg tampak sudah sangat horny krn kisah masa lalunya dan kocokan dan remasan tanganku. “nggak sayang………… Di kereta aku cuman digerayangin……… Nggak diperkosa…..” bisik anggi sambil menggoyang jari2ku di dalam mekinya. Gerakan tanganku kian kuat. “bagus kl begitu. Mau dilanjutin nggak ceritamu?” bisikku sambil mencupangi lehernya yg jenjang. Nafsuku juga sdh keluar batas demi membayangkan tangan2 nakal yg rebutan mengocok dan meremas2 tubuh boneka sex ku ini. “mmmmmhhhhhhhh…………. Enak banget mas………………” lenguh anggi. Jelas dia ga akan kuat menahan nafsu syahwatnya utk meneruskan ceritanya. “entotin aku mas…….. aku pingin muasin mas………………..” desahnya. Segera kubopong ke atas meja kerjaku tubuh boneka sex ku itu. Kukangkangkan kedua kakinya lebar2 dan tanpa ragu2 langsung kutusuk lubang vaginanya yg sdh basah dengan gagak hitamku. Anggi melenguh2 penuh kenikmatan. Kedua tangannya memegangi tepi meja agar tak terjungkal jatuh dikarenakan entotinku yg terlalu kuat dan bernafsu di memeknya. “ooooh………. Massss……….. hmmmmm…………… aaaaaaaaaaaaaahhhhhhhhh……….. mmmmmmmmassssssssssss…………… fuck mmmmmme…….. puasin dirimu mas………………… aaaaaahh………. Nikmatin tubuhku massssss……………………..” Desahan dan lenguhan kami yg kalap terus memenuhi seluruh sudut ruang kerjaku hingga berjam2 kemudian. Tubuh boneka yg putih mengkilap itu terus kujejali dengan penisku yg tak pernah puas menikmati tubuhnya. Terus dan terus kuentotin anggi sepuas hatiku……………….. Anggi kecil terseok2 menapaki tepi jalan menuju rumahnya. Hari masih sangat pagi cenderung gelap. Masih jam 4.30 pagi. Setelah turun dari kereta akhirnya dia bisa bebas dari co2 brengsek yg memperkosa di angkot dan menggerayanginya di dlm gerbong kereta. Rambut dan tubuhnya sdh sangat acak2an. Bau sperma sangat kuat. Dan ceceran sperma yg lengket di sana-sini tampak mengotori kulitnya yang seputih susu. Gadis kecil itu berjalan lunglai. Dia sudah gak punya ongkos lagi. Sehingga mau tak mau dia harus berjalan kaki lumayan jauh dari stasiun ke rumahnya. Akhirnya tiba juga. Gerbang msh digembok. Anggi menekan bel 2-3 kali. Dilihatnya kamar sony menyala. 2 menit kemudian sony yg masih sangat mengantuk terburu2 sdh membuka pintu gerbang untuknya. “ANGGI!!!!!!” sony berteriak panik melihat kondisi adik tercintanya yg bersandar di pintu gerbang. “kamu kenapa sayang/????” teriaknya. Segera dipeluk dan dipapahnya tubuh lemah anggi ke dlm kamar. Bau dan ceceran sperma di sekujur tubuh anggi membuat sony segera paham apa yg baru saja menimpa adiknya. PERKOSAAN BERAMAI2!! “kamu mandi dulu ya sayang? Badan kamu kotor dan bau sperma banget.” Kata sony sedih. Dinyalakannya air hangat di bath up. Ditelanjanginya tubuh anggi yg lunglai kelelahan setelah seluruh kejadian perkosaan kemarin sore dgn gurunya, lalu di angkot, dan pelecehan sexual di gerbong kereta. What a nightmare for her……………….. Lalu perlahan dibopongnya tubuh anggi masuk ke dalam bath up yg telah berisi air hangat. Anggi hanya memejamkan matanya dgn pasrah. Sdh terbiasa dgn kasih sayang kakak kandungnya sony ini.

Anggi merasa tenang dan nyaman telah berada di rmh dan berada dlm kasih sayang sony lagi. Anggi ingin melepaskan semua penat dan rasa sakit dan marah yg menyesaki dada. Perlahan sony menggosok2 tubuh dan wajah anggi dgn sponge busa. Dikeramasinya rambut panjang anggi bersih. Seluruh lekuk2 tubuhnya disabuni. Dgn perlahan dan teliti diperhatikannya tubuh adiknya itu. Begitu banyak bekas cupangan mulai dari leher, dada, toket, perut, kemaluan, sampai paha putih itu dipenuhi banyak bekas gigitan pria2 yg telah memperkosanya. Bahkan di beberapa tempat tampak bekas2 cakaran dan memar2 krn pelampiasan nafsu pria2 bejat itu. Sony merasa marah, kecewa dan sedih. Dia sungguh tak rela anggi yg dicintainya ini merasakan perkosaan yg begitu brutal. Digosok2 dan diusap2nya tubuh putih dgn penuh cinta kasih. Air mata sony dan anggi menetes di pelupuk mata mereka. Sony merengkuh kepala anggi dan menciumi dan menangisinya. “anggi sayang……… anggi sayang………. Maafin kakak yg kmrn ga jagain kamu ya sayang…. Kakak semaleman nyari anggi kemana2….” Ratap sony sedih. Anggi hanya terkulai lemas. Dia hanya diam sambil memejamkan mata. Pikirannya melayang kembali pada kejadian2 yg dilaluinya kemarin. Mulai dari gurunya, lalu pria2 di angkot, sampai orang2 bengal di dlm kereta. Sedih sekali hati gadis kecil ini. Kenapa setiap pria yg ditemuinya selalu selalu selalu dan selalu menginginkan dan memaksa utk dpt menikmati tubuhnya? Apa salahku? Apa dosaku? Inikah kutukan bagi gadis2 yg berwajah cantik dan bertubuh indah? Setiap pria lalu ingin merasakan kehangatan tubuhku? Anggi terisak2. bayangan2 perkosaan yg melandanya kemarin berseliweran di dalam otaknya. Bagaimana pria2 bejat itu dgn ganas menyantap dirinya sehabis2nya. menelanjanginya, memperkosanya, lalu mentertawakannya. Sedih sekali hati anggi…… Sony buru2 memeluk tubuh anggi kuat2. dia merasakan sekali kegalauan dan rasa sakit di tubuh dan hati adik tercintanya ini. Sony ingin membuat anggi tenang dan nyaman dlm dekapannya. Dihujaninya wajah anggi dgn kecupan2 sayangnya agar anggi terhibur. “sony janji, mulai besok, jam berapapun anggi pulang sekolah, sony akan nungguin anggi. Ok?” kecup sony hangat di bibir anggi. Anggi membalas kecupan hangat kakaknya itu. Keduanya berpagutan lama dan hangat. Dan seolah tanpa perlu isyarat, sony langsung membuka kaos dan celana pendeknya. Penisnya tampak sdh agak tegang. Seharian kemarin dia sangat merindukan tubuh hangat adiknya ini. 1 per 1 pakaiannya dia lucuti. Setelah telanjang bulat, sony lalu masuk ke dlm bath up di mana anggi dgn pasrah menantinya. Sony langsung menciumi bibir, wajah dan leher anggi. Tangannya meremas2 toket dan kemaluan anggi dgn penuh kasih sayang. Anggi membalas ciuman sony dgn pelukan hangat dan pagutan kedua kakinya di punggung sony. Keduanya bergumul di dlm air yg penuh busa sabun yg hangat. Dan tanpa banyak basa-basi sony langsung ngentotin anggi dgn penuh cinta. Anggi memasrahkan diri sepenuhnya pada kemauan kakak kandungnya itu. Anggi memang menyayangi ke 3 kakaknya yg selalu ngentotin dia tiap hari. Anggi terdidik utk melayani apapun kemauan mrk. Tapi dari mrk ber 3, anggi tau, sony lah yg mencintainya lebih dari siapapun. Anggi sll merasakan cinta, cemburu, dan kasih sayang layaknya dari seorang pacar dan bukan sebagai kakak kandung. Sehingga kebiasaan mrk utk ML tiap hari pun menjadi ritme yg indah utk diikuti dan anggi sll melayani apapun permintaan mrk, walau kadang anggi spt boneka percobaan utk eksperimen sex fantasy kakak2 nya. Pergumulan itu kian panas. Sony menindih tubuh anggi dan menusuk2kan penisnya dgn rasa cinta. Anggi pasrah menggoyang tubuhnya sambil memeluk kakaknya dgn kedua tangan dan kakinya. 2 anak manusia itu betul2 dilanda nafsu syahwat yg luar biasa. Lenguhan2 mrk bersahut2an memenuhi ruang kamar mandi itu. Gerakan2 mrk yg ganas membuat gelombang air dan busa sabun yg hebat di dlm bath up hingga air dan busa sabun menyembur kesana-kemari mengotori lantai dan tembok. Keduanya tak peduli. Bagai kesetanan mrk menggenjot nafsu mrk sekuat2nya hingga mencapai puncak kenikmatan mrk. “aaaaaaaahssssssss……….. aaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaahhhhhh…………… kakaaaaaaaaakkkkkkkkkkkkk……………………!!!!!!!” anggi menjambak rambut sony kuat2. “ooooohhhhhhhhhhhmmmmmmmmmmmmm…………. Nggggiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiii……………………..!!!!!!!!! !!!!!!! ssssssssssssshhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhh hhhhhhhhhhh……………. Aaaaaaaaaaaaaaaaaahhhhhhhhhh,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,!! !!!!!!!!!” sony pun terhentak dashyat mencapai puncak kenikmatannya. Keduanya lalu diam dan terengah2 menikmati rasa panas yg menjalar di alat kelamin masing2. semburan2 dan getaran2 panas yg meletup2 tak terbendung. Kenikmatan yg tiada taranya. Stlh kembali ke alam kesadarannya, sony lalu kembali memandikan anggi dan dirinya di bawah shower air hangat. Mrk mandi sambil tertawa2. setelah usai, sony kembali menggendong anggi ke dlm kamar. Tanpa berpakaian lagi mrk langsung tidur sambil berpelukan. Keduanya spt anak bayi cantik dan tampan yg saling menyayangi. Mrk terus tidur pulas walaupun januar dan farid menggedor2 minta giliran “ngisi tangki” mekinya anggi. Tapi hari ini sony sebagai penguasa tunggal, tidak ingin membagi anggi pada ke 2 saudaranya yg lain. Hari ini anggi hanya milikku seorang, bisik sony dlm hati. Lalu dirapatkannya pelukannya di tubuh anggi yg putih namun penuh dgn bekas cupangan. Namun kemolekan tubuh boneka pemuas sex itu memang dashyat. Tak heran tiap 3 jam sekali, sony perlahan merubah posisi tubuhnya dan anggi lalu ngentotin anggi tanpa membangunkan adiknya itu. Anggi yg pasti memang terbangun, tapi krn sdh terlalu lelah hanya bisa pasrah membiarkan kakak kandungnya memberikan kenikmatan demi kenikmatan ke tubuh dan lubang kemaluannya. Namun tetap aja, tiap puncak kenikmatan itu direngkuhnya, anggi melenguh2 dan menggelepar2 tak terkontrol. Lalu anggi akan pulas tertidur lagi dlm dekapan sony. DOKK!! DDOOOKK!! DDOOKK!! “SOOOOOON…….. SOOONYYYYYYYYY………. GW PENGEN BANGET NEEEH SOONN!! BUKA DONG PINTUNYA!! GILE LU! ANGGI LU KEKEPIN SEHARIAN!! BAGI2 GW DONG!! GEBLEK!! GW UDAH KONAK SEHARIAN NIH!!! SOOON!! ANJRIT!! DUUUUUUHHHHHHHHH!! BRENGSEK NIH!! BURUNG GW NENDANG2 MULU!!!!! BUKAA WOOIII PINTUNYAAA!!!!!!!!!” “LU DENGERIN AJA NIH DESAHANNYA SI ANGGI!!! GW LAGI NGENTOTIN DIA SKRG!! DENGERIN AJA LU KAN UDAH PUAS & BISA NGEBAYANGIN!! COLI AJA DI DEPAN PINTU!! GW & ANGGI LAGI GA MAU DIGANGGU SM LU BE 2!!” balas sony ga takut. Teriakan dan raungan januar dan farid yg terus seliweran nunggu giliran, tak digubris sony & anggi. Keduanya bener2 ga mau diganggu hari ini. Hanya mrk berdua. Tak ada yg lain. sementara desahan dan jeritan2 sexy anggi terdengar begitu hot dan pasrah di dlm kamar. derit2 ranjang yg gedombrangan bagai ada 2 kuda liar yg tengah bergumul di atasnya. belum lagi teriakan sony tiap kali dia ejakulasi dan menyemburkan spermanya di dlm lubang kemaluan anggi. semua membuat kepala dan telinga januar & farid pusing tujuh turunan. penis mrk berdenyut2 dan berteriak2 minta segera ditusukkin ke meki anggi yg hangat. membayangkan anggi yg pasrah dientotin sony aja udah membuat penis2 mrk demo & protes keras pada tuan2 mrk yg ga bisa sgr memuaskan mrk utk ngentotin anggi. SHIT!!! SHIT!!! SHIIIIIIIIIITTTTTTTTT!!!!!!!! januar & farid menendang2 pintu dgn kalap. tapi sony & anggi tetap tak membuka pintu kamar. akhirnya januar & farid coli di depan pintu sambil mendengarkan desahan & jeritan2 nafas anggi & sony yg tengah berpacu di atas ranjang. “NGGII!!!!!! YG KENCENG SUARA LU!!! GW LAGI COLI DI DEPAN PINTU NIH!! SETAN LU!! GW MAU ML AJA GA BOLEH!!! KENCENGIN SUARA LU!!! GW LAGI NGEBAYANGIN NGENTOTIN MEMEK LU NIH!!!!!!!!” teriak januar & farid kalap. aaah……….. ke 4 anak manusia yg msh sangat belia itu sdh dipenuhi oleh hawa nafsu syahwat & setan di kepala mrk. sony & anggi menjerit2 dan meraung2 sambil ngentot dgn ganas. sementara januar & farid cukup berpuas hati dgn ngocok kontol mrk sendiri sambil nguping & ngebayangin ngentotin anggi sesuka2 mrk……………. “FUCK!! FUCKKK!! FUUUUUUUUUUCKKKKKK!!!!! AAAAAAAAHHHHHHHHHH.SSSSSSSSS…………………. ……..!!!!!!!!!!!!!!!!!!!! FUCK YOU ANGGIIIIII!!!!!!!!!!! NGENTOT LUUUUUUU NGGGGGIIIIIIIIIIIIIII!!!!!!!!! NGENTOT BANGET LUUUUUUUUUUUHHHHHHHH…….AAANNNNNNNNGGGGGGIIIIII II BAAAANNNNNNGGGGGGSSSSSSSSSAAAAAAAAAAATTTTT……!! !!!!!!!!!!!” januar & farid memaki2 anggi sambil memuntahkan lahar sperma mrk di depan pintu anggi. setelah puas coli, keduanya berlalu meninggalkan pintu kamar yg terus terkunci itu…………… Anggi terbangun dari tidur panjangnya yg melelahkan. Kedua bola mata kejoranya berkerjap2 diterpa silaunya lampu kamar. Dia ga tau udah jam berapa skrg.

Mungkin sore atau malam atau malah pagi hari? Berapa lama dia tertidurpun anggi nggak tau. Yang dia tau kmrn atau 2 hari sebelumnya dia telah mengalami begitu banyak pelecehan sexual sehingga membuat sekujur tubuhnya terasa begitu letih dan tak bertulang. Sony kakaknya masih terlelap telanjang bulat sambil memeluknya erat. Wajah sony menempel di wajahnya. Sony memang sangat tampan. Seluruh kakaknya memang tampan. Tapi sony yg paling tampan. Wajah arab nya mirip fahri albar. Tinggi jangkung, putih, bola mata yg tajam dan sexy, alis mata dan brewok tebal yg tiap 2 hari harus dicukur. Rambutnya pun agak mirip fahri albar, hanya lebih cepak mirip abri. Sangat tampan. Anggi mengecup hidung sony dgn lembut. Semalaman atau seharian kemarin sony mengunci mrk ber 2 di kamar hingga januar dan farid gak bisa masuk join the party. Sony hanya mau berduaan bersama anggi adiknya. Begitu juga anggi. Setelah malapetaka yg bertubi2 rasanya anggi tak ingin berjumpa dgn siapapun. Dia hanya ingin berada di dlm kamar sendirian atau berdua dgn sony. Tak ada yg lain. Perlahan anggi merengkutkan pelukannya pada sony. Spt anak kelinci yg ketakutan, dia masuk ke dlm pelukan sony yg penuh kehangatan. Sony pun bergerak memeluknya lebih erat. Dikecupnya kening anggi dgn sayang. “aku cinta kamu anggi…..” bisik sony lirih. “aku juga cinta kamu kak……..” jawab anggi manis. Pelukan mrk kian erat. Tak terpisahkan. Anggi lalu kembali memejamkan matanya dgn damai di dlm pelukan kakaknya yg juga telanjang bulat. Bulu2 dada sony menggelitik dadanya. Memberikan banyak rasa cinta yg anggi butuhkan saat itu. Keduanya tampak bagai sepasang bayi manusia yg cantik dan tampan tanpa cela. * * Hari demi hari berlalu. Stlh mengetahui kejadian di angkot & kereta, sony makin memperketat penjagaan pada anggi. Kecuali gangguan dari januar dan farid yg sdh jadi menu standard setiap hari, sony bener2 super ketat pada anggi. Sony selalu mengantar dan menjemput anggi pulang sekolah dan akan mencari bila anggi tak kunjung keluar kelas. Makan siang pun mrk bareng krn 1 kompleks sekolah. Pokoknya mata elang sony tak pernah lepas dari anggi. Hal ini jelas2 mempersulit co2 manapun utk mendekati anggi. Jangankan utk bercanda berlama2, utk sekedar mengobrol ttg pelajaran pun co2 merasa bagai dikuliti mentah2 dari kejauhan oleh sony, hingga akhirnya mrk memilih utk pergi secepatnya dari anggi. Tetapi Anggi memang gak berani menceritakan ttg perkosaan yg dilakukan oleh pak hahaha atas dirinya, krn dia sungguh takut pada pak hahaha. Juga ttg pelecehan sexual oleh temen2 co di kelasnya. Anggi ga berani kasih tau sony krn takut sony akan mengamuk & membuat suatu tindakan yg akan berbuntut panjang. Anggi menutup rahasia itu rapat2. anggi gak tau kl itu adalah suatu kesalahan yg menyulitkan dirinya sendiri……… Cuma perlakuan di dlm kelas dari temen2 co nya dan pak hahaha yg harus dihadapi sendrian oleh anggi. Begitu jam masuk kelas, adalah saat2 yg tidak menyenangkan utk anggi. Duduk di antara co2 sekelas yg jahil2 atau menghadapi pelecehan sexual dari pak hahaha. Semua sungguh sangat membuat anggi stress, namun tak berdaya. Anggi hanya bisa pasrah menahan kejahilan2 yg dilakukan oleh temen2 dan gurunya itu. Kadang selama pelajaran berlangsung co yg duduk di sebelahnya asik mengelus2 pahanya, atau meremas2 dadanya, atau mempermainkan memeknya sampai anggi menggelinjang kegelian atau berkeringat dingin dan menggigit bibir menahan orgasmenya. Hal ini sungguh sangat menyiksa anggi. Pak hahaha berjalan ke deretan meja belakang dan meletakan secarik kertas kecil di meja anggi. “GI, SORE INI KE RUMAH SAYA. LES. KALAU KAMU NGGA DATANG, KAMU NGGAK AKAN LULUS.” Anggi tertegun. Diteguknya liurnya dgn ketakutan. Pak hahaha menagih janji! Apa yg harus aku lakukan? Lalu bagaimana bila dia bener2 nggak lulus? Duuh……… lemas sekujur tubuh anggi. Dia tau apa yg akan diperbuat gurunya itu. Bel tanda usai sekolah berdentang. Perlahan anggi keluar dari kelasnya. Sony sdh menunggu di luar. “kak sony pulang duluan aja. Aku harus les dulu di rmh pak hahaha.” “les apaan? Sampe jam berapa?” “les tambahan. Ga usah lah kak. Nanti aku pulang sendiri.” Demi melihat anggi yg pucat, sony tak berani mendesak lebih jauh. “Ok aku pulang duluan ya. Kamu ati2 di jalan.” Katanya sambil berlalu. Anggi mengangguk lemah. “anggi!!” panggil pak hahaha. “ayo naik mobil saya.” Gadis kecil berseragam SMP itu melangkah lemas ke arah pak hahaha yg telah menantinya di mobil. Anggi duduk dan langsung menundukkan kepalanya tak berdaya. Begitu mobil keluar dari pelataran sekolah, tangan pak hahaha langsung menyerobot masuk ke dlm rok seragam biru anggi. Dielus2nya paha anggi dan diremas2nya memek anggi. Anggi berusaha menghindar dan menahan gerakan tangan pak hahaha di kemaluannya. “jangan pak……………” mohon anggi lirih. “pak………. Jangan pak……….” Mohonnya putus asa. Tapi pak hahaha tak peduli. Diubek2nya vagina anggi dan jari2nya langsung masuk sedalam2nya dan mengocok kemaluan gadis itu. Dionaninya memek anggi sepanjang perjalanan. Gerakannya brutal dan kasar sehingga membuat anggi nyaris menangis kesakitan. Begitu mobil diparkir, bergegas dia turun dan menarik anggi masuk ke dlm rumahnya. pintu rumah langsung dikunci, dan dia langsung membopong tubuh anggi ke dalam kamarnya. Dilemparnya tubuh boneka sex itu ke atas ranjang reotnya. Mmmmhhh…… liurnya sdh menetes2 tak karuan. Nafsunya sdh hampir jebol menahan penisnya utk segera tertancap sedalam2nya di lubang gadis itu. Pasti nikmaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaattt sekali rasanya….. “pak…………. Jangan………….. pak…………………….” Anggi berusaha terus menghindar terkaman pak hahaha. Namun tak berdaya krn tubuh super besar itu sdh menerjang dan jatuh tepat di atas tubuhnya yg telentang. Sekejap tubuh anggi hilang di bawah tindihan pak hahaha. Hanya tampak ujung2 sepatu dan tangannya yg meronta2 tak ebrdaya. “udah lah gi…… lu juga udah gak perawan waktu gw entotin kmrn. Apa lagi yg lu pertahanin??? Daripada lu sakit badan lu biru2. mending lu pasrah aja layanin gw baek2 biar lu lulus ujian. Gimana??” goda pak hahaha sambil melucuti pakaian anggi. Anggi terus meronta2. “jangan pak…………. Jangan…………. Jangan paaaaak……..UUURGHH!” Pak hahaha sdh dipenuhi birahi syahwatnya. Ditelanjanginya anggi. Diciumi dan dilumat2nya sekujur tubuh boneka sex itu. Jeritan dan rintihan gadis kecil itu malah membuat birahinya kian memuncak dgn dashyat. Dipeganginya kedua tangan anggi ke atas kepala anggi, sehingga gadis itu tak bisa lagi mencakarnya. Lalu dgn mudah diciuminya bibir dan toket anggi yg menantang. Dilumat2 dan digigit dgn penuh nafsu. Sementara tangan kanannya masuk dan mengocok2 lubang kemaluan anggi dgn kasar. Lubang itu sdh basah. Dipaksanya anggi utk mengisap2 jari2 pak hahaha yg penuh cairan kewanitaannya. Lalu pak hahaha duduk di atas perut anggi.

Dibukanya kemeja, kaos singlet, lalu celana pjg dan cd nya. burungnya sdh tegak berdiri minta jatah. Segera ditindihnya lagi tubuh boneka sex itu. Dan tanpa babibubebo langsung ditusuknya dgn penisnya sedalam2nya. “aaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaauuuuuuuuussssssssssh hhhhhhhhhhhhhhhhh………..pppppppppppppppppppppaaaaaaa aaaaaaakkkkkkkkk……………………….!!” anggi menjerit kuat2 krn kesakitan. Tapi pak hahaha malah menekan memeknya kian dalam. Membuat anggi kian menjerit. Lalu pak hahaha mulai mengocok memeknya dgn penis besar itu. Diperkosanya dgn ganas dan kalap gadis kecil itu. Jerit dan rintih anggi bagai tak terperikan. Diangkatnya ke 2 kaki anggi ke atas hingga penis besar itu kian dalam menekan. Rasanya pak hahaha tak akan pernah puas ngentotin boneka ini abis2an. Diputarnya tubuh anggi. Dibalikkan. Dibanting. Dipiting. Seluruh gaya yg dia mau dia lakukan pada tubuh boneka itu sesuka hatinya. Anggi hanya bisa menangis dan meratap tak berdaya selama 3 kali dientotin gurunya. Setelah puas 3x bereksperimen pada tubuh boneka cantik itu, baru pak hahaha membiarkan anggi mandi dan mengenakan pakaian seragamnya lagi. Tertatih2 gadis kecil itu pulang dgn diantar taxi. “inget ya nggi. Seminggu 2x kamu ikut les di rumah saya. HARUS!! Paham?” gertak pak hahaha sambil melumat2 bibir anggi. Anggi mengangguk lemah. Tubuhnya begitu letih dan lunglai. Yg dia inginkan hanya pulang ke rmh dan bersama dgn sony. Sepanjang perjalanan ke rumah air mata anggi menetes di pelupuk matanya………….. Betapa malangnya nasibku…………………………………………………………….. === = ANGGI DI RUANG KERJAKU = Ketukan di pintu ruang kerjaku membuatku bergegas berjalan untuk membukakannya. Tapi baru aku berdiri, wajah cantik anggi sdh muncul dari balik pintuku. Wajahnya tampak murung. Sepasang mata kejoranya tampak sayu dan lesu……. “masuk sayang……” kataku membuka percakapan. Anggi langsung lari dan menubrukku dalam pelukan hingga aku terdorong ke meja kerjaku. Anggi memelukku erat2. dia langsung menangis…….. “mas……… anggi sedih banget……….” Isaknya dlm pelukanku. Aku terhenyak. “cup……cup…..cup…….. ada apa gi? Kok tiba2 nangis? Ada yg nyakitin kamu?” tanyaku lirih. Air mata anggi yg berhamburan jatuh membasahi kemeja kerjaku. Isakannya kian keras. “anggi putus mas sama pacar anggi…………. Padahal anggi sayang banget sama dia….” Aku tersenyum. Kukira another rape story. Tauknya Cuma putus dari pacarnya aja. Pelukanku ku perketat. Kutekan kuat2 tubuh rampingnya ke tubuh kekarku hingga toket dan mekinya bener2 terasa di dada dan burungku, dasar otakku yg ngeres terus aja nyari kesempatan. “cup sayang…. Jangan sedih dong….. ceritain ke aku ya………..” kataku sambil menciumi wajah dan bibirnya. Anggi membalas ciumanku dgn malas. Mungkin dia keki juga wong lagi bete begini malah diciumin. Kukulum bibirnya yg merah muda dan lembut, dan kupaksa masuk lidahku menyapu seluruh isi bibirnya dan memagut lidahnya. Anggi tampak malas skl membalas pagutanku, tapi tak berdaya. Dia pasrah membiarkanku melumat2 bibirnya dgn ganas. Akhirnya anggi menarik bibirnya dgn susah payah. Bibirnya kemerahan, dan air mata masih membekas di kedua pipinya yg merona merah. Cantik skl. Kukecupi dia. Nafsuku, nafsu siapapun yg melihat boneka sex ini memang akan lupa daratan tiap kl berada begitu dekat dengannya. Tak peduli anggi sedang bersedih hati, rasanya aku amat sangat bernafsu utk segera ngentotin dia. Tapi aku harus menahan nafsuku sebentar sampai anggi mengeluarkan keluh kesahnya. Urrrrrrggggggggggghhhhhh!! “sini…….sini yuk cerita……….” Kataku sambil duduk di meja kerjaku. Anggi kupeluk dlm dekapanku. Tubuhnya yg berdiri jenjang menempel penuh di tubuhku yg duduk di meja. “cerita sayang…… ceritain deh… aku siap ndengerin.” Bujukku. Anggi menatapku. Bulu mata yg menghiasi mata kejoranya tampak masih basah oleh air matanya. Beberapa kali dia berkerjap2 dgn indah. Kuusap pipinya yg basah. “cup dong…. Jangan nangis terus sayang…….. skrg cerita deh biar plong.” bisikku. “anggi putus mas sm pacar anggi………….” Bisiknya lirih. Mata kejoranya menerawang jauh. “anggi sedih banget………..” Aku mengusap2 punggungnya agar dia merasa nyaman. “terusin ceritanya sayang… pacar yg mana? Kirain mas, mas pacar anggi 1-1 nya……..” kataku agak keki juga. “anggi punya pacar mas. kemarin dia mutusin anggi……” anggi kembali terisak. “katanya dia…….. dia udah punya pacar baru………” Anggi lagi2 menangis sedih. Kembali kupeluk tubuh jenjang bonekaku itu erat2. kubiarkan dia menangis dlm pelukanku. Tubuhnya kupagut erat dgn kedua tangan dan kakiku. Tak ingin kulepaskan. Aku sungguh2 menyayangi gadis kecil ini. “ceritain semuanya ke aku sayang….” Bisikku sambil mengelus2 rambutnya yg panjang tergerai. “aku baru2 ini suka sm co mas. Namanya starkiller. Dia baik banget. Keliatannya dia sayang beneran sm aku. Tapi ternyata dia punya ce lain!!!!!!!!!!!!!!! Aku kesel banget mas!! Jahat banget dia sama aku mas!!!!!! Dia udah ngecewain aku!!!!!!!! Bohongin aku!!!!!!!! Bener2 bangsat banget!!!!! Anggi benci sama dia!!!!!!” mungkin saking kesalnya anggi sampai memukul2 dadaku dgn keras. Segera kudekap erat2 tubuhnya. “cup sayang……….. cup cup cup……………. Anggi tau kan, mas sayang banget sm anggi? Biarpun mas tau anggi ML sm siapa aja, kencan sm siapa aja, dimana aja, kapan aja, tapi anggi tau kan kalo mas bener2 sayang sm anggi?” kataku membujuk. Dlm tangisnya anggi mengangguk-angguk. “Cuma mas yang bener2 sayang sm anggi…” katanya sambil mempererat pelukan kami. “mas……… anggi sedih banget……………… anggi ga ngira si starkiller kayak begitu….. dia berkhianat mas! Padahal aku udah sayang banget sama dia!! Ternyata buaya darat dia!! Pantesan belakangan dia jadi dingin sama aku!! Ga pernah bilang I love you!! Ga perhatian!! Ternyata dia nge 2 in aku mas!!!!” tangis anggi. Kubiarkan anggi menangis di dadaku. “dulu dia bilang sayang…… sayang…sayang…… setelah bisa nikmatin tubuhku, dia nyari ce laen!!!!!! Emang bener2 bangsat tuh co!! aku benci banget sm dia mas!!” “cup……..cup cup……cup…… sayang…… co kyk starkiller itu ga pantes buat ce secantik kamu. Trust me. Kamu udah berapa lama sih kenal dia?” “baru 2 bulan mas…..” “halah! Heheheh kirain udah bertahun2. jangan sedih gitu dong sayang. Hidup ini indah lho. Buat apa kamu nangisin co brengsek macem starkiller? Lupain aja.” “aku ga bisa lupain dia mas……… aku sayang banget sama dia……..” “kenapa kamu ga bisa lupa? Apa yg bikin kamu ga bisa lupa sm dia? Cara dia ML in kamu? Cara dia ciumin kamu? Hmmm? Atau apa?” kataku sambil menciumi leher jenjangnya. Sebenernya nafsuku udah di ubun2. tapi aku ga boleh memaksa. Apalagi dia sedang bersedih hati. “dia dulu perhatian dan romantis banget sama aku mas…… makan aja aku kadang disuapin……… tiap habis ML dia ciumin aku…….. ternyata…….. begini aja akhirnya……” “cup……..cup……..cup………cup sayang…….. mungkin emang bukan jodoh kamu. Lagian buat apa kamu sedih utk co brengsek macem dia?? Udah lupain aja. Ga akan ada untungnya buat kamu sakit ati mikirin dia. Dia aja lagi seneng2 sm ce laen di ranjangnya mungkin. Iya kan?” Anggi diam membisu. Menyembunyikan wajahnya di dadaku. Kuciumi rambutnya yang mewangi. Uuuuurrrrrghhhhhh,,,,,,,,,, betapa inginnya aku ngentotin dia saat ini. Burungku udah teriak2 di bawah sana. “apa yg harus aku lakuin mas? Biar aku bisa lupain dia………” isaknya lirih. “anggi mau ngelupain dia?” Anggi mengangguk lesu. “ok……… time will heal nggi. Pelan2….. tapi anggi harus berusaha utk ngelupain dia ya? Mau kan?” bisikku. Anggi kembali mengangguk. “ok…….. skrg anggi pejamin mata anggi aja. Ga usah melakukan apa2…… anggi pasrah aja…… yg perlu anggi ingat bahwa aku yg lagi muasin anggi skrg. Apapun yg anggi minta akan aku lakuin…… anggi nikmatin tubuhku…….. aku nikmatin tubuh anggi…. Anggi boleh nangis kalo inget starkiller saat aku ngentotin anggi nanti…… tapi anggi harus sadar bahwa ini aku yg ngentotin anggi & bukan starkiller……… paham?” bisikku di telinganya. Anggi mengangguk lemah. Dia pejamkan mata kejoranya. Pasrah sepasrah2nya. ku kecup bibir indahnya. Perlahan kuletakkan tubuhnya di atas meja kerjaku. Anggi menggunakan terusan bercorak bunga2 hijau. atasannya berbentuk tank top yg tidak ketat dengan belahan dada yg sangat rendah sehingga memperlihatkan keindahan belahan dadanya. Sepatunya berwarna hijau muda senada dgn bunga2 di bajunya dengan hak 7 cm. sangat sexy. Anggi memejamkan matanya dgn pasrah di atas mejaku. Perlahan kubungkukkan badanku menciumi wajah dan bibirnya yg indah memerah. Anggi pasrah dan diam saja dgn ciuman2ku. Kumasukkan lidahku dalam2 dan kupagut bibirnya penuh kasih sayang. Perlahan tangan2ku mulai bergerilya menurunkan atasan tanktop. Buah dadanya yg memang tak pernah kenal bra langsung menyembul keluar. Menantang bibirku untuk segera mengulum dan menyedot kedua putting susu itu kuat2. Perlahan kuturunkan lengan tank topnya ke bawah hingga buah dada itu kini bebas dari penghalang. Terus turun ke bawah hingga memperlihatkan perutnya yg putih mengkilap dan pusernya yg indah. Terus dan terus turun ke bawah hingga akhirnya jatuh juga di lantai. Dengan penuh kasih sayang kuciumi wajah, bibir, leher, buah dada dan perutnya, terus dan terus turun hingga sampai pada gundukan semak belukarnya yg indah. Kubuka kedua kakinya hingga mengangkang dgn lebar di hadapanku. Perlahan kuciumi paha2 mulus itu. Kujilati dgn penuh nafsu sambil aku menelanjangi pakaianku sendiri. Anggi masih terus pasrah. Air mata tampak mengalir di pipinya. Berarti dia sedang teringat pada starkiller, pikirku. Jilatan2ku tiba pada gundukan belukarnya. Kukangkangkan lebar2 kedua pahanya dan kujilati, kuciumi, dan kulumat2 vagina indah itu. Anggi mulai menggelinjang dan melenguh menahan birahinya. Terus kulumat2 vagina boneka sex ku itu hingga anggi mulai menjerit dan menghentak2 diterjang orgasme2nya. aku tak peduli semakin banyak dia orgasme, berarti semakin aku menolongnya melupakan starkiller. Kuhajar terus memeknya dgn jilatan dan lumatanku. Walau penisku sudah tegak tegang berdiri minta segera dimasukkan ke dlm lubang memek itu, tapi kutahan demi memberikan kepuasan sebanyak2nya pada anggi. Anggi bagai boneka sex cantik yg bernyawa mulai menjerit2 tak karuan. Dipeganginya kepalaku dan ditekan sedalam2nya ke lubang vaginanya. Kedua kakinya yg jenjang memiting punggungku dan tak membiarkan aku pergi dari memeknya. Jilatan dan lumatanku kian ganas dan kasar merajai memek merah muda itu. Berkali2 aku meneguk cairan orgasme yg berulang kali dia semprotkan di mulutku. Tubuh anggi bergetar hebat. Keringat membasahi sekujur tubuh dan rambutnya. Aku tetap tak mau menghentikan lumatan bibirku di kemaluannya. Terus kulumat2 sampai anggi menjerit2 minta ampun krn kesakitan dan keenakan. Kedua kakinya menendang2 tak karuan tiap kali orgasme menerjang tubuhnya. Baru tau kamu rasanya enak dioral sama aku, pikirku sambil tersenyum puas. Sdh 5x anggi kubuat kehabisan nafas oleh orgasme2nya. kini giliranku nggi…. Bisikku. Segera kusiapkan rudalku utk meluncur menancap di lubang yg memerah itu. Tanpa basa basi langsung kutusuk lubang itu sedalam2nya. anggi menjerit menerima tusukanku. Aku tak peduli. Langsung kugenjot mekinya kuat2. anggi kembali merintih dan menjerit keenakan seirama dgn aku yg mulai mendaki puncak nafsuku. Kami berdua berpacu berlomba2 memuaskan diri masing2. tubuh anggi terlontar kesana-kemari menahan terjangan penisku. Kulumat2 bibir dan toketnya sepuasku. Terus kugenjot sampai tiba2 penisku tegang dan kram. Dan sperma pun jebol dari dlm penisku muncrat bagai lahar panas yg langsung masuk ke dalam rahimnya. Kupeluk dia di atas meja kerjaku. Anggi pun memelukku dgn hangat. Tubuh dan memeknya terus berdenyut2 tanda kenikmatan yg tiada akhirnya. Setelah ML itu anggi mulai terlihat lebih tenang saat bercerita ttg starkiller ex pacarnya. Sambil telanjang bulat kami meneruskan obrolan sesi kami. “anggi…… sayang….. kalo kamu mau melupakan pacarmu, cepet2 kamu nyari aku ya. Biar aku puasin kamu sampai kamu lupa. Ok?” kataku sambil memeluknya hangat. Anggi mengecup dan memainkan bulu2 dadaku. “Iya mas……… mas juga begitu ya. Kapan pun mas mau, anggi siap untuk mas pake.” Kami berciuman dgn hangat. Entah apa ini namanya…….. tapi beginilah keadaannya…….. Have a nice weekend anggi…………………………… dont be sad of loosing your bastard boyfriend ya………….. ;-) Hujan di luar kelas sana sungguh sangat lebat. Kilat dan petir sambung-menyambung membelah langit hitam dengan ganasnya. Angin kencang berputar dan menggoyang2 pepohonan di sekitar kompleks sekolah itu. Kelas2 yg telah kosong di sore menjelang maghrib itu serasa diselinapi oleh ribuan hantu dan genderuwo hitam yg bergeliat2 hilir mudik di balik jendela2 kusam dan hal jalanan. Anggi duduk ketakutan di pojok ruangan kelasnya. Dia tengah mengerjakan tugas dari pak espulso82 Krn terlambat datang. Tadi pagi januar tampaknya sedang terserang libido tingginya. 2x anggi harus memuaskan nafsu kakaknya itu dlm waktu lama, hingga dia terlambat masuk sekolah. Januar yg kini sdh semester 2 memang sedang tinggi2nya libidonya. Bukan kali ini saja dia minta jatah double dari anggi. Sering kali. Kadang sampai berantem krn rebutan dgn sony. Cuma mungkin krn tau kondisi januar yg lagi hot-hotnya, akhirnya sony merelakan juga anggi utk dipake januar dlm porsi lebih banyak. Sepertinya januar gak pernah puas. Selesai ngentotin anggi sejam kemudian udah konak lagi. Bahkan saking capeknya (krn berkali2 ngentot) januar & anggi jadi sering ketiduran dlm posisi penis januar masih di dalam lubang vagina anggi yg hangat. Kalo sdh begitu sony Cuma bisa tidur dgn keki di samping kedua saudaranya itu. Dan tadi pagi lagi2 januar minta jatah double. Di kamar mandi saat sony & anggi lagi mandi januar minta join. Dan ketika anggi sdh bersiap2 mau berangkat sekolah, lagi2 januar maksa anggi ngelayanin dia dulu di garasi mobil. Januar tiba2 memeluk anggi dari belakang sambil meremas2 toket dan memek anggi yg tak pernah diperbolehkan menggunakan bra & cd (kecuali lagi mens). Lalu januar membalikkan tubuh anggi agak membungkuk menghadap tembok garasi. Dengan sekali angkat, rok SMP anggi sdh tersingkap sampai pinggang, dan januar langsung mendelesepkan penisnya sedalam2nya ke meki anggi. Anggi hanya melenguh perlahan. Sony yg sdh menunggu di mobil Cuma bisa bete nonton januar ngentotin anggi lagi di depan moncong mobilnya. “buruan woyy!!” teriak sony keki. “diem lu.” Jawab januar seenaknya. Dikocoknya penisnya sedalam2nya ke dlm tubuh anggi yg lembut dan hangat. Anggi melenguh2 menikmati setiap sodokan kakak tertuanya. Tangan kanan januar menggelitik memek anggi yg hangat, sementara tangan kirinya membuka kancing2 kemeja seragam anggi hingga toket mungil anggi bergelayut ke bawah. Diremas2nya tetek anggi dgn penuh kenikmatan. Goyangan tubuh januar dan anggi begitu indah di depan mata sony. Tangan anggi yg memegangi tembok sungguh2 menahan tusukan2 penis januar di dlm memeknya. Sementara jari2 januar terus menggelitik klitorisnya hingga membuat anggi terlontar dlm kepuasan sexualnya. “aahhssss……… uuuhh…. Uuuh…..ssssssuuuhhh…… aaaaahhhh…..mmmmhhh…. aaahhhssss… kkkaaaakkk… anggii…… maauuu….. keeluaarr…..” desah bibir mungil yg sdh dicekoki film bokep sejak setahun lebih itu. Tubuhnya bergoyang2 dgn cepat meningkahi tusukan2 januar di dlm mekinya. Januar makin kencang menusuknya. Bertubi2 tanpa lelah ditusuknya memek kecil itu dgn ketimun hitamnya. Keduanya memejamkan mata penuh kenikmatan. Keduanya melenguh dan berrebutan bernafas mengejar puncak kenikmatannya. “AAAAAAUUUUUUHhhhhhhhhhhhhhhhsssssssssssssssss………… ………….. fuck you anggi……………………………………..” akhirnya januar merejamkan seluruh ketimunnya dalam2. dipeluknya tubuh jenjang anggi penuh kenikmatan. Anggi pun menggeletar merasakan luberan sperma kakaknya di dlm lubang memeknya. Rasanya sungguh sangat nikmat dan panas……………. 2 menit kemudian januar baru melepaskan penisnya dari dlm memek anggi. Dibaliknya tubuh anggi menghadap dirinya dan diciuminya bibir mungil anggi penuh sayang.

Perlahan diturunkannya pundak anggi ke bawah hingga anggi tepat berjongkok di depan penisnya yg sebentar2 masih mengejang dan berlumuran sperma dan cairan vagina anggi. “isep nggi……….” Bisik januar sambil menekan kepala anggi ke penisnya. Anggi langsung mengambil penis kakaknya dan mengulum penis itu dgn sayang. Dijilatnya habis sekujur batang penis dan biji berambut tebal yg dipenuhi sperma dan cairan vaginanya itu. Januar memaju mundurkan kepala anggi sambil menikmati setiap isapan dan jilatan anggi. Setelah bersih diangkatnya pundak anggi kembali. Dirapikannya kemeja dan rok anggi yg berantakan. Lalu diciumnya kening anggi. “makasih ya sayang………. Berangkat ke sekolah gih. I love you……” kecupnya. Anggi tersenyum dan melangkah masuk ke mobil di mana sony menonton pelayanan sex nya untuk januar. Sony tersenyum kecut. Anggi duduk di sebelahnya. Mobil dimundurkan keluar dari garasi dan segera melaju ke sekolah krn mrk sdh terlambat………. * * “anggi!! Jawab pertanyaan bapak!!” bentakan itu membuat anggi terlompat dari lamunannya. Di depannya tampak pak espulso82 duduk di meja di depannya. Di tangan gurunya itu tampak sebilah penggaris kayu sepanjang 30cm. “eh…….. mmm….. apa pak? Maaf……” anggi menjawab ketakutan krn dia bener2 lagi ngelamun dan ga denger apa pertanyaan gurunya. Kelas gelap yg sdh kosong, dengan hujan lebat di luar sana membuat anggi bertambah ketakutan. “goblok kamu! Cantik2 bloon kamu!! Saya tadi nanya, knp kamu terlambat pagi ini? Hah?” “eh…… mmmmmm……… saya……… eehmmm………” anggi ketakutan. Haruskah dia bilang bhw pagi ini dia digilir januar sampe 2x? “jawab!!” bentak pak espulso lagi. Makin marah. “ehm….. anu pak……… saya…….. saya……….” Anggi ketakutan. “saya saya saya apaa??!!! Jawab yg jujur!! Saya tau kalo anak murid saya berbohong!!” “saya…….. saya sakit perut pak…….. jadi buang2 air terus………” jawab anggi sekenanya. “bohong!!!!!!!!!!! Kamu kecil2 tukang bohong ya?! Saya bilang JAWAB YANG JUJUR!!” “saya……… saya……….. saya jujur pak…………..” jawab anggi ketakutan. “pembohong!!! Sini kamu!!” Pak espulso tiba2 langsung mengangkat tubuh jenjang anggi, mendorongnya hingga tengkurap di atas meja dan menyingkap rok seragam anggi. Anggi menjerit2 minta ampun dgn ketakutan dan berusaha menutup rok itu. Seketika pak espulso terkesiap demi melihat memek dan anus anggi yg putih mulus tanpa tertutup sehelai cd pun!!! Matanya membeliak bagai melihat harta karun di tengah padang pasir. Gila!! Anak ini gak pake celana dalem????????? Betapa mulus memek, anus dan pahanya!!!!!!!!! BUUUUSYYYYYYYYYYEEEEEETTTTTTTTT!! Pak espulso bener2 terperangah takjub. Ini bener2 rejeki nomplok!! 2 bulan ditinggal kabur bininya, skrg ada “makanan cepat saji” yang begitu menggairahkan birahi sebagai pria yg telah 2 bulan ga dapet makanan. “kamu…………… kamu………………. Kamu ga pake celana dalem gi???????” terbata2 juga pak espulso saking kagetnya. Baru kali ini dia melihat pantat, anus, memek dan paha yg demikian mulus putih mengkilat. Air liurnya langsung membanjir. Penisnya langsung berontak minta sajen. Anggi menggeleng2kan kepalanya ketakutan. Dia sangat malu mengetahui gurunya itu menatap penuh nafsu ke alat kelaminnya yg terpampang memikat. “wah………….. luar biasa………….. mulus banget pantatmu gi…………..” tangan pak espulso langsung menjarah pantat, anus, memek dan paha anggi dgn gemas.

Dielus2 dan diremas2nya seluruh alat kelamin murid tercantiknya itu. “pak…………. Jangan…………… paaakkkkkkkk……… uuuurgggggggggghhhhh………!!!!!! Jaaanggggggaaannnnnn pakkkk!!!!!!!! Uuuuuuuurggggggggghhhhhhhhhh paaaaakkkkkkkkkkkkkk!!!!!” anggi meronta2 berusaha melepaskan diri dari tangan2 pak espulso. Pak espulso kian ganas. tangan kirinya menekan punggung anggi menempel meja, sementara tangan kanannya masuk dan mengobok2 lubang vagina dan anus anggi. Anggi menjerit2 ketakutan. “diam kamu nggi!!! Diam!!! Kalo kamu ga diam, saya kasih hukuman yg lebih berat kamu!!” bentak pak espulso. Anggi mulai menangis ketakutan. Dia terus berontak berusaha melepaskan diri. “oooooooo……….. bandel ya???? Rasakan ini!!!” TARRR!!!!! TARRR!!! TAAAARRR!!! Tiba2 saja pak espulso menyabet2 pantat montok anggi dgn penggaris kayunya. Anggi melejit2 dan menjerit2 kesakitan. “ampuun pak………….. amppuunnn paakk……….. ammmpuuunnn………” tangis anggi membahana seiring dgn sabetan2 di pantatnya. “kalo gitu DIAM!!!” bentak pak espulso. “DIAMM!! Kalo ga diam saya sabetin lagi kamu!!! Mau???” bentaknya. Anggi menggeleng2kan kepala dan berusaha menggigit bibirnya sekuat tenaganya. Air matanya bercucuran jatuh membasahi meja kayu di bawahnya. “DIAM!!!!!!!! BISA GAK DIAM??????” bentak pak espulso lagi. Anggi mengangguk2 sesenggukan. Anggi berusaha sekuat hatinya untuk tidak mengeluarkan suara. “nah begitu…… baru anak cantik…..” tangan pak espulso mulai mengelus2 pantat anggi yg putih mulus bak pantat bayi. Kulitnya sangat lembut dan kenyal. Perlahan2 diciuminya kedua pantat anggi. Bibir dan lidah pak espulso menjelajahi kedua pantat anggi. Perlahan bibir dan lidahnya menciumi belahan pantat anggi, menjilati anusnya, lalu turun terus ke lubang vagina anggi. Anggi mengerang2 takut bercampur nikmat. Kedua kaki jenjangnya menegang menahan rasa geli dan kenikmatan dari bibir dan lidah pak espulso di anus dan vaginanya. Tak lama cairan kewanitaannya sdh luber keluar dan menebarkan wangi harum vaginanya. Pak espulso kian lahap melumat2 vagina dan klitorisnya. Anggi makin mengejang2 tak berdaya dilanda orgasmenya. “wah kamu kecil2 udah bisa orgasme bagus begini ya? Pasti kamu sering dipake orang ya? Skrg giliran saya yang orgasme ya.

Tapi saya maunya orgasme di dlm lubang memekmu.” Pak espulso langsung membuka retsleting celana panjangnya dan menurunkan cd nya. penisnya sdh merongkol keluar dari persembunyiannya. Tampak tak sabar untuk segera dicelupkan ke lubang memek anggi. ZZZZLLLEEEBBBB!!!!!!!! “ooooooooohhhhhhhhh………. Enak banget……………” desah pak espulso saat penis besarnya masuk mendelep sedalam2nya ke lubang kemaluan anggi. Anggi melenguh lirih. Rasa panas dari penis pak espulso terasa di sekujur tubuhnya. Gadis kecil itu melenguh2 begitu pak espulso memaju-mundurkan penis besarnya dgn ganas. “aaahhhhh enak………aaaaaaaaahhhhh………. Uuuuuhhhhh……… enaaakkk banget giiii memek kamuuuu…….. aaahhhhh…….. oooooohhhhhhhh……….” Pak espulso terus menceracau bak orang gila yg tengah dilanda kenikmatan tiada taranya. Pantatnya digoyang maju mundur ke dlm vagina anggi yg hangat. Semakin lama semakin cepat dan tak beraturan saking tegangnya. Sementara anggi merintih dan melenguh tiap kali memeknya disodok2 oleh penis besar pak espulso. Kedua tangan gadis kecil itu memegangi pinggir meja kuat2 utk menahan tubuhnya tiap kali ditonjok pak espulso dgn penisnya. Suara deritan meja kayu, lenguhan anggi dan ceracauan pak espulso membahana memenuhi seisi ruangan kelas yg gelap gulita. Petir, hujan dan badai di luar sana tambah gemuruh membuat nafsu setan pak espulso kian kalap memperkosa anggi. Setelah 20 menit berlomba mencapai puncak kenikmatan, akhirnya pak espulso meletuskan birahinya dan semprotan2 spermanya di dlm lubang memek anggi. Anggi pasrah menerima semburan sperma panas yg langsung membuat dirinya sendiri dilanda orgasme berkepanjangan. Anggi menjerit2 penuh kenikmatan. Akhirnya keduanya menggeletak di atas meja kelas itu dgn tak berdaya. Tubuh pak espulso yg besar menindih tubuh anggi yg tengkurap di atas meja. Keringat mengucur deras dari tubuh keduanya. Nafas mereka masih terputus2 diselingi kejangan2 di penis dan memek masing2. Setelah tuntas acara sex itu, pak espulso buru2 merapihkan celana panjangnya. Keringat menempel di sekujur kemejanya juga wajahnya. Dia tersenyum penuh rasa senang. Segera dipeluk dan diciuminya tubuh anggi. Wajah marah yg tadi ada kini sdh berganti dgn wajah busuk penuh kepuasan. “kamu udah mau pulang belum gi? Tapi masih ujan badai di luar. Nanti aja ya pulangnya?” tanyanya. Anggi diam saja di dalam pelukan gurunya itu. Wajah nabila nya tampak sangat cantik dipenuhi keringat di sekujur tubuhnya. “kamu pinter banget nge-sex nya nggi. Siapa yg ngajarin kamu?” tanya pak espulso lagi. Anggi hanya menggeleng. Dia sendiri bingung siapa yg mengajarinya soal sex. Yang pasti dia kini sdh tau bahwa SEMUA CO……SEMUA CO…. selalu dan selalu ingin bercumbu dan bercinta dgn nya….. Sore itu di dalam ruangan kelas yang gelap gulita, pak espulso kembali menelanjangi seragam sekolah muridnya yang paling cantik ini. Lalu ditelentangkannya tubuh boneka sex itu di atas meja. Wajah nabila yg sangat cantik, putih, dgn bola mata bundar kejora, dan bibir mungilnya yg indah, hanya bisa pasrah membiarkan pak espulso kembali mengerjai tubuhnya. Mau tubuh bonekanya dibengkangkan, ditengkurapkan, diangkat, apapun yang dimaui pak espulso, anggi telah memasrahkan dirinya untuk dinikmati sepuas2nya. Dipejamkannya mata kejora itu dan dia pasrah menjadi boneka sex gurunya itu. Dan kembali pak espulso menyodok2 memeknya dgn penis besar itu. Mengaduk2 memeknya dgn ulekannya yg besar. Anggi dan pak espulso melenguh dan menceracau menikmati nafsu syahwat mrk. Baru setelah hujan badai berhenti dan pak espulso betul2 sdh kecapean, anggi baru dibebaskan untuk pulang ke rumahnya. “ingat ya nggi, jangan sampe telat lagi. Nanti hukumannya bisa lebih parah lho.” Kata pak espulso sambil melepaskan anggi dari pelukannya. di dlm keremangan malam, gadis kecil cantik itupun menghilang…… Anggi berjalan ringan memasuki halaman sekolahnya. Rok SMP nya yg pendek hanya sejengkal di bawah pinggulnya bergoyang2 ringan mengikuti irama langkah sepasang kakinya yang sangat jenjang. Rambutnya yg panjang tergerai menutupi punggungnya menebarkan harum wangi yg lembut. Wajahnya yang putih cantik dengan sepasang mata kejoranya sangat memukau siapapun yang melihatnya. Hidungnya yg mancung dan bibirnya yang mungil sdh berwarna merah menyala walaupun tanpa perona apapun. Tas bertali panjang menyelempang di dadanya tepat di tengah ke dua bukit kembarnya. Sedangkan di tangan kanannya menenteng tas yang berisi baju dan sepatu olah raganya. Jam pelajaran berlalu sampai akhirnya tiba jam pelajaran olah raga sekitar jam 11.00 siang. Seluruh murid co spt biasa langsung ganti baju di kelas, sedangkan yg ce2 berganti baju di locker ruang ganti yg berada di dekat hall sekolah. Anggi berjalan bersama teman2 ce nya menuju locker ruang ganti. Gadis2 belia itu tampak cantik2 dan segar2 dlm keremajaannya. Wajah2 yg berseri2 penuh tawa dan canda. Namun di antara puluhan gadis2 remaja itu yg tercantik dan paling jangkung di antara semuanya adl anggi. Gadis2 belia itu masuk ke dlm ruang ganti dan mulai menuju locker masing2. di ruangan itu memang ada 10 toilet, 10 shower dan puluhan locker yg berderet2 untuk penyimpanan baju dan perlengkapan olah raga mereka. Di karenakan adanya beberapa toilet, hingga ada juga beberapa ce2 dari kelas2 lain yg hilir mudik di sana. Sedangkan shower biasanya baru diantri stlh mrk lelah sehabis berolah raga. Spt biasa anggi masuk ke dlm toilet dan mulai membuka pakaian seragamnya untuk diganti dengan kaos dan celana pendeknya. Anggi memang tak sebebas ce2 lain krn dia sdh terbiasa tidak menggunakan cd dan bra. Kalau ce2 lain bisa dgn seenaknya buka baju dan hanya ber cd dan bra di dpn teman2nya, anggi tak bisa krn tentu org2 akan shocked kalo tau dia tak pernah pake cd dan bra. Di dlm toilet berukuran 2×3m itu anggi membuka seluruh baju seragamnya. Setelah polos bugil, barulah dia memakai kaos dan celana pendek olah raga yg tadi digantungnya. Stlh rapi berganti pakaian, anggi pun keluar toilet dan memasukkan baju seragamnya ke dlm locker. Tubuh anggi yg tinggi jangkung tampak makin indah dibalut kaos olah raga dan celana pendek putihnya.

Rambutnya yg panjang tergerai digelung seenaknya ke atas dan diberi jepitan rambut. Beberapa anak rambut yg jatuh membuat leher putih jenjangnya semakin menggiurkan untuk dicupang. Anggi memang rupawan. Tingginya yg sdh mencapai 160cm tampak begitu beda dgn teman2 ce yg lain. Hingga tak heran bila banyak ce yg iri pada kecantikannya. Beberapa ce langsung mencibir nyinyir ketika anggi melangkah melewati gerombolan mrk. Kecantikan anggi yg luar biasa memang sdh sangat populer di seantero sekolahnya. Anggi berjalan menuju ke lapangan basket. Hari ini memang olah raga dilakukan di luar ruangan. Sekolah ini memang mempunyai 2 lap basket. 1 indoor 1 outdoor. Mungkin krn yg indoor sdg dipake kelas lain. Olah raga dimulai dgn pemanasan, lari berkeliling lapangan basket 10x, lalu pertandingan basket. Krn anggi termasuk ce yg jangkung, maka anggi selalu masuk tim inti kelasnya. Anggi memang sangat lincah dan gesit bermain basket. Loncatan2nya sangat tinggi, operan bolanya selalu tepat, dan dia bisa men-shoot bola dari jarak yg cukup jauh. Seluruh penonton baik dari temen2 sekelas maupun dari kelas2 lain terpukau melihat permainan anggi yg gemilang. Setiap anggi yg memainkan bola dan men-shoot bola para penonton akan berteriak2 “cantiiiiiiiikkkkkkkk………………!! Wowowowow!! Caaaaaaaannnnnnnnntttttttttteeeeeeeeeeeeeeeeeeeeee eeekkkkkkkkkkkkkkkk………………!!” entah maksudnya permainannya atau angginya yg cantik. Tapi penonton memang selalu padat dan gegap gempita tiap kali anggi yg main basket. Keringat mengucur deras dari tubuh anggi yg langsing. Anggi memang sangat suka segala macam olah raga. Hingga tak ada 1 pun lemak yg menempel di tubuh indahnya. Anggi terus berlari kesana kemari, melompat setinggi2nya dan men-shoot bola sebanyak2nya. anggi senang krn banyak penonton yg memberinya semangat. Keringat trs bercucuran membasahi sekujur tubuhnya yg indah. Membuat kaos putih dan celana pendek putihnya menempel pel pada tubuhnya yg indah. Kian lama kian basah kuyup tubuhnya membuat lekuk2 tubuhnya kian nyata terpampang tak tersembunyi. Para penonton mulai sikut2an dan berbisik2 demi melihat 2 pentil susu di balik kaos putih anggi. “ssst………. Liatin si anggi…….. toketnya mancung banget tuh……” bisik lonte lanang. “yoi…….. gile pingin gw sedot tuh toketnya……” jawab jph audin. “duh…… sampe ngaceng nih gw……..” kata cheekie wu sambil meremas celananya. “gilee…. Toketnya jek…….. kagak pake beha diye.” Bisik goto terpesona. “anggi……anggi…… bagus banget body lu……..” arioario ngeces. “iya…… pengen banget gw ngentotin dia……..” ekor kucing nelen ludah. “gimana ya rasanya?” arry65 bertanya. “woooooooo…. Yg pasti uuuuuuuuuueeeeeenak banget rek!” kata superdong. “enakan mana sama ngentotin ce lu?” tukas sairo. “ya pasti enakan ngentotin anggi lah! Hahahha.” Teriak superdong. “enakannya pake gaya apa ya??” dotawarrior ikutan nimbrung. “halah!! Lu once-once.

Gaya kucing pun udah pasti nggeleper lu kalo anggi yg jadi lawanlu di ranjang!” jawab mustang gemes. “waaaaaaaah………….. jangan2 lu udah keluar duluan sebelum lu sempet masukkin ke mekinya!! Ahhahahaha.” Tukas dodol sambil ngakak. “eeeeeeeeeeeeeee enak ajah luh!! Gw berani taruhan gw bisa hajar dia 10x sehari semalem tuh!!” mustang bersungut2. “hahahha!! Hayyah!! Muke lu kedeketan sama congor lu!!” teriak adi. “weeeeeeee kagak percokat luh?! Berani tarohan??” mustang sewot. “OK!!! Kapan lu bisa nidurin anggi, kasih tau kita!” sahut checker. “yeeeeeeeeeeeee ngasih tau doang mah ogenk banget!! Mending gw sedot sendiri sampe KO dia!” R9WS gak mau kalah. “huahahahhaha gaya lu jokat!! Kayak lu gak tau aja si anggi ditongkrongin sony kakaknya terus luch?” sahut jph audin lagi. “iya yah. Yang gw denger2 neeh. Katanya tuh anggi suka dipake kakak2nya tuh!! Gosipnyah sih begitoh!!” bisik equinox. “mosok luch?? Gobolox luh!!” potong superdong. “ya udee kalo kage percaye. Yg pasti ini udah issue publik. Terutama si sony noh yg lagi nongkrong di pojok sana noh. Liatin aja noh. Matanya, lidahnya udah ngelewer kayak jaing. Pasti ntuannya juga udah ngelewer dari tadi.” Bonchil zoe ikutan ngoceh. “gilee………. Kakak beradek noh!” superdong nyahut lagi. “yeeeeeeeeeeeeeeeeee elu yg gobolox!! Jaman skrg nee udee kagek ade kakak-adean kayak dolo! Ade cakep kayak nabila begitooh, ya dimakan juga!! Gobolox aja kalo kakaknya kagak ngewein anggi duluan!!” muphenx keluar suaranya. “woooddooo…………. Beruntung banget yak jadi kakaknya si anggi. Bisa berapa rit tuh semalem??” blackgoat jadi ngiler. “yaaa serit dua rit dapet lah. Namanya adek kan kudu nurut kakak. Kakak minta makan sediain makan. Kakak minta minum kasih minum. Kakak minta toket kasih toket. Kakak minta memek kasih memek!! HAHAHHAHA……” jph audin sok pinter. “gw mau nooh daptar jadi kakaknya se anggi. Woowwoooo……….. enak banget yak bisa muncratin mekinya anggi tiap malem. Wwwiiiiiiiiihhhhhhhh ampe ngilu bijih gw!!” R9WS tambah ngilu. “yoee.. apalagi kalo bisa minta anggi ngisepin timun kita tiap malem. Weeeleeehhh…. Wiiiiiiiiiiiiiiihhh………….” Munari ikut2an komentar. “apalagi kalo bisa doggy style sm anggi.

Auuuu….auuuu…..” bangsat berlagak lagi berdoggy style dgn anggi. Temen2nya tertawa. “gw gak pengen macem2 dah. Cuman pengen 69 sm anggi! Njilatin mekinya dia waktu dia ngisepin penis gw!” badsector gak mau kalah. “Muke lu kedeketan kuping nooh!! Pokoknya gw duluan yg ngentotin anggi!!” mustang ngoceh lagi. “Yeeee dia singit!! Heh muke kuda gak usah kebanyakan bacot luh!!” de chelski ikutan nimbrung. “setubuuhh!!! Siapa yg bisa duluan masukin penisnya ke meki anggi, dia pemenangnya!!!” smokerfrog menantang. “wowowowowww santeee codet. Lu serius apa beneran neeh??” potong superdong. “eh! Eh! Kalo yg namanya ngelus2 paha en mekinya anggi gw pernah lho!!” dwyane wade tiba2 bersuara. “anjriiiiiiiiiittt…………. Sumpe loch??” selaput sampe terloncat. “sumpe pocong!!” dwyane wade menyilang 2 jarinya. “begimane rasanye??” mupenk menggoyang2 pundak dwyane. ”bener2 lembut banget!! Alus!! Gak ada bulunya!!” dwyane bersiul penuh semangat. Membuat yg lain kian iri. “hahahah……….. bokis banget luh!!” audin menohok. “ya udah kalo kagek percaya.” Dwyane membalikkan badan. “iya dia kan sering duduk di sebelahnya si anggi di kelas! Jadi emang suka diesek2 sm dia!!” mencret aje menukas. “pantesan lu suka pada berebutan duduk di samping anggi!! Bangsat lu semua!!” banshee menyergah. “bukan bangsat, Cuma nyari kesempatan!! Soalnye kalo di luar kelas kan dah gak mungkin.” Simple nimbrung. “yoee. Sony tuh nongkrongin anggi mulu!! Dah kayak orang pacaran!!” kecoa_ereksi ngoceh juga. “babi semua lu!! Ajak2 gw dong!!” roiwu memohon. “hayyaah!! Hare gene,,,, Enak mah gak buat dibagi2 jer!! Usaha ndiri!!” tukas longley_one terbahak. “gw bayar deh!! Gw mau duduk sm dia!!” si ahoktan menepuk dompetnya. “wwwuuuuuuuuuuuuuuuuuuuu tak sudi!!!” justpushplay berkoar. “gw juga pernah ngeraba2 mekinya di kelas!!” “brengsek luuh!!!” pedang panjang nyolot. “Huahahaha!! Yg penting siapa cepat dia dapat!!” eryepe ngakak. “bangsat luh!!” badsector geram. “udee…..udee… bokis doang palingan tuh bacot2 laknat.” Kata banshee. “lu aja kalee yg kagak tauk berita terkini lu!! Kata orang2 emang si anggi bispak tuh.” Tukas great_ww. “hayyah lagulu sengak jek!! Sok tempe luhh!” potong budhies. “weeeeeeeee lu yg “budi” kagak denger gosip luh!!” fairuzs nimbrung. “iyeee gw juga denger2 begitu dari adek ce gw yg sekelas sm anggi. Katanya yg duduk di sekeliling anggi pasti co2!! Dan mrk suka ngobok2 roknya anggi di kelas!!” poseng2002 curhat juga. “wuuduuhh….. kalo bisa diobok2 di kelas, gimana di luar kelas yakk?? Bisa dientotin kalee…?!” tanya sahsyat hot. “waaa bener jugah luuh!! Tumben otaklu jalan??” skylitez join. “hohoho…….. berarti udah kagak perawan dong tuh si anggi??” pangeran mabok nimbrung. “oncee…oncee… kalo udah dipake ya udah gak perawan!! Tolol lu.” Whomeye nyolot. “udee …. Balik lagi ke laptop!! Jadi kapan nih kita jebak si anggi?” ekor kucing menantang. “ngapain dijebak??” xmale bertanya polos. “ya biar jelas dong semua gosip itu bener apa nggak!!” vjo menjawab. “kalo ternyata gosip itu bener gimana???” sahsyat menatap temen2nya. “ya…….. kita pake rame2!!! Hahahhaha.” Kurt_c berseru sambil mengepalkan kedua tangannya. “nah kalo nggak? Kalo ternyata itu semua gosip & doi masih perawan ting2?” ndy_zie dgn polos bertanya. “ya…………………… tetep kita pake rame2 sampe dia kagak perawan!! Hahahahha!!” bangsal13 ngakak kenceng banget. “okeh!! Deal!! Jadi kapan neh?? Pestanya??” kurt_c menantang. “SECEPATNYA!! Gw dah gak sabar pingin nelanjangin dan ngentotin si anggi!!” teriak ngegame. “ok!! Siapa yg jadi EO neh??” blair_witch6666 gak sabaran. “mencret mencret…… kagak pake EO-Eoan!! Siapa cepat!! Langsung kabarin yg laennya!!” indobdsm udah ngaceng berat. “gw ikutan dooong………” blue_iced dan nasikun kompakan. “gw juga!! Gw juga!!” sputnixblaze dan ariax angkat tangan. “di rumah gw aja!! Bonyok gw lagi di luar negeri neh!!” yoseful angkat bicara. “oya bener noh.

Si rmh yoseful ajah! Kosong plong! Aman!” kiting_jr nimbrung. “nggak!! Nggak!! Di rmh gw aja!! Kalo nggak di hotel aja!!” syncretica kasih ide. “weee ngapain ke hotel segala!! Kagak aman!” phoenix17 gak setuju. “Iya di rmh siapa gituh. Ntar kita telpon2an jer.” Xca nimbrung. “oce oce kopi ganti.” Kurt-c menyeringai serigala. “jangan lupa call meh!” smokerfrog ngancem. “tenang bro!! semua pasti dipanggil & dikasih tauk!” tukas superdong. “awas luh pesta kagak ngajakin guah!!” slakoth ikutan ngancem. “hayyaahh!! Pokoknya semua kudu ngajak semuah!!” potong cooling 2006. “iyah!! Awas luh!! Gw hajar luh!!” smokerfrog bener2 kebelet pengen ngentotin anggi. “terserah lu mau pada ngapain si anggi!! Yg penting gw mau anggi jadi cewek gw!!! Hahahah” raysonic ngakak. “wooooooooooo lu langkahin dulu mayat gw!” xca melotot. “heh!! Heh!! Lu bedua diem deh!! Atau gw hajar lu 2-2nya??” smokerfrog udah gerem banget dia ngebayangin tubuh anggi akan terhidang untuk mrk semua. Putih polos tanpa selembar benang di atas sebuah nampan kaleng berukuran raksasa………. Grrrrrrrrrr……… “asik…………..asik………. gw juga udah lama banget pengen ngentotin anggi jerr. Duh sampe linu nih burung gw. Ke belakang dulu ah. Mo coli.” Zeuzkeren langsung ngeloyor ke toilet. “hahahha geblek lu semua!! Ati2 rusak ntar barangnya si anggi dikobok2 berame2!!” ricokpd ngoceh. “brengsek! Bawel banget bacot luh! Pokoknya gw pengen ngeliat tu body telanjang bulet di depan gw en ngangkang di depan gw!!” cupcake berkhayal juga. “pokoknya gw duluan yg ngentotin anggi!!” kurt_c ngacung. “sapa luh?? Gw yg duluan!!” kalipton mendorong kurt_c. “pokoknya SIAPA CEPAT DIA DAPAT!! Begitu ada kesempatan, langsung kita sergap anggi!! Deal?” superdong memotong. “heh brutus!! Inget noh bini lu dah 2!!” cupcake mendorong kepala superdong. “biarin dah!! Kalo gw dapet anggi, bini gw boleh buat si blair_witch666.” Superdong ngakak. “ogah gw sm bini lu!! Dah pada dol semua!!” tolak blair_witch. “hahahah!! Kayak ce lu gak lu sodok aja tiap hari??!” potong slakoth. “hahahhahah!! Abis pacaran mo ngapain lagi kalo bukan buat nyodok??” jawab cooling2006. Semua ngakak dengan ramai. Penis2 mrk udah ngaceng demi melihat anggi yg ibarat barbie doll begitu sexy, begitu cantik, begitu memukau mata dan peler mrk. Anggi yg masih asyik bermain basket memang sangat sempurna sebagai gadis belia. Kaos & celana pendek putihnya jelas2 mempertontonkan lekuk2 kewanitaannya yg tengah tumbuh. 2 putting susu yg mungil bergoyang2 saat dia berlari dan melompat. Sepasang kakinya yg putih jenjang tampak begitu mengkilat oleh keringat yg membasahinya. Begitu juga wajahnya dibasahi oleh keringat yg membuat anak2 rambutnya menempel sexy di dahi dan lehernya yg jenjang. Dari kejauhan sony menatap sayang pada adiknya yg 1 itu. Anggi memang amat sangat cantik dan mempesona. Sony pun tau apa yg tengah dibicarakan mulut2 co2 di berbagai pojok lapangan basket itu. Apalagi kalo bukan keindahan putting susu anggi yg jelas2 menonjol dan tak tertutup oleh bra. Mata2 liar dan nepsong itu jelas2 menelanjangi tubuh adik tercintanya itu. “tenang gi……… kamu aman bersamaku.” Bisik sony. Namun sony kini telah kelas 3 SMU sedang anggi sdh kelas 3 SMP. Berarti sebentar lagi sony akan lulus dan keluar dari kompleks sekolah ini. Tinggal farid dan anggi. Apa farid akan bisa menjaga anggi dari co2 yg bernapsu menggodanya?? Sony tak merasa farid terlalu peduli dgn anggi. Farid memang doyan ngentotin anggi tiap malem. Tapi itu kan belum berarti bhw farid care utk menjaga keselamatan anggi. Sony mendesah gundah…….. Atau….. lebih baik meminta anggi untuk pindah sekolah? Meminta ortu mrk utk memindahkan anggi ke sekolah lain. Tapi…… belum tentu di sekolah lain pun anggi akan aman dari co2 yg hendak menikmati tubuhnya. Mmmmmmmm….. berarti masih mending di sini krn ada farid yg bisa dipaksa utk menjaga anggi. * * * Bel berdentang. Pertandingan basket kelas anggi selesai dengan kemenangan di team anggi. Semua penonton bersorak2 ramai. Anggi berpelukan bersama teman2 di team nya. lalu mrk beramai2 masuk ke ruang ganti untuk mandi dan berganti pakaian sekolah lagi. “hey nggi!! Sini kita mandi rame2 di shower!!” panggil kartika dan beberapa ce 1 team basketnya. Krn sekolah ini termasuk sekolah elite di negeri antah berantah ini hingga mrk telah mengikuti pola western yg dgn cuek mandi telanjang bulat di shower secara beramai2. Anggi menggelengkan kepalanya dgn malu. “nggak ah. Gw mandi di toilet aja.” “yeee blagu amat lu gi! Sok cakep lu!” teriak siska dari team lawan. “nggak. Bukan belagu. Gw malu.” Jawab anggi. “aaaaahh…….. sok malu luh!! Pokoknya mandi di sini rame2!! Kagak kompak banget sih lu jadi orang!!” teriak nia yg jutek. “nggak ah.” Jawab anggi sambil berjalan ke arah toilet. “eit…..eit…..eit…….. kagak bisa!! Lu kudu mandi bareng2 kita!!” tiba2 beberapa ce menghalangi langkah anggi masuk ke toilet. Anggi kaget dan kebingungan. “sok muna banget sih lu?? Sama2 ce aja lu malu!!” teriak yani. “emang sok kecakepan lu!!” nadia menukas. “pokoknya lu harus mandi rame2 bareng kita di shower!! Ga ada mandi di toilet lagi!!” sarah menarik tangan anggi. Bbrp ce lain ikut2an mendorong anggi ke shower. Anggi menjerit2 ketakutan. Tapi ce2 itu terus menarik dan mendorong tubuh gadis itu ke shower. Begitu tiba di bawah shower, nia langsung menyalakan shower sehingga tubuh anggi langsung basah kuyup di bawahnya. Semua ce2 bersorak-sorai dan tertawa. Mereka beramai2 memegangi tangan dan tubuh anggi hingga sekujur tubuh anggi berikut kaos, celana pendek dan sepatu olah raganya basah kuyup. Anggi meronta2 dan menjerit2 namun tak berdaya melawan teman2nya. “udah2!! Kita buka aja kaosnya sekalian!! Emang putri malu bener nih anak!” teriak yeni.

Tangan2 itu pun lalu mulai menarik kaos anggi ke atas dan celana pendek anggi ke bawah. “GILEEEEEEEEEE!!!!!!!!! KAGAK PAKE CCELANA DALEM DIA!!” jerit vina. “IYA!!!!!! KAGAK PAKE BEHA JUGA!!!” teriak mariska. “wah berarti bener gosip2 selama ini kalo dia kagak pernah pake cd & bra ya??!!” tukas siska. “pantesan co2 kita pada melotot mulu kalo liat dia!!” maki sarah. “dasar pecun luh!!” firda ikut memaki. Gadis2 belia itu kian ganas menelanjangi tubuh anggi. Kaos, celana, kaos kaki dan sepatu olah raga anggi langsung ditarik dan dilempar jauh2. tinggallah anggi dgn tubuh polos tanpa selembar penutup pun. Anggi meringkuk dan menangis di bawah shower yg terus mengguyur tubuhnya dengan deras. Air matanya berlinangan. Sungguh dia tak mengira teman2nya yg merubungi tubuhnya akan sejahat ini. “udah!! Berdiri luh! Jangan cengeng!” bentak riska. “iya! Udah mandi buruan!!” tukas ida. Anggi menggeleng2kan kepalanya. “heh! Berani nolak luh?? Gw hajar juga luh! Sok kecakepan lu dasar!!” maki sofia. “nggak….nggak…..bukan begitu………” isak anggi. “kalo lu gak mau berdiri & mandi, ntar kita mandiin lu rame!! Gimana??” bentak yani. “iya!! Kita acak2 aja badannya!!” teriak bbrp ce dgn sewot. “buruan berdiri!!” bentak ana. “cepet!!!!!!!!” maki bbrp ce laen. Dgn ketakutan anggi beringsut berdiri dari duduknya. Perlahan2 dgn masih menempel pada dinding yg basah gadis belia ini berdiri. Sorak sorai bergemuruh. Akhirnya tubuh jenjang indah itu pun terpampang jelas. Anggi menutupi toket dan memeknya dgn tangan. Mulut para gadis itu ternganga demi melihat kemolekan tubuh anggi yang putih mengkilat basah oleh semprotan air shower. Rambutnya lepek basah menempel di kening, leher, punggung dan toketnya yg masih ditutupi tangan kanannya. Perut yg langsing dgn puser yg kecil. Kemaluan yg ditutupi tangan kirinya. Lalu sepasang kaki yg langsing dan jenjang. Para gadis belia itu meneguk ludah mrk sendiri demi melihat kemolekan tubuh anggi. “buka tuh tangan lu!! Buruan mandi!! Kalo nggak kita sikatin rame2 badan lu!!” bentak sofia mengagetkan. “iya!! Buka aja kenapa se?? sok cakep lu!! Pecun aja lu!!” siska dan ida langsung menarik kedua tangan anggi lepas dari toket dan mekinya. Mulut2 itu kian ternganga demi melihat keindahan toket dan memek anggi yg kini jelas2 terpampang di hadapan mrk. Toket anggi begitu mungil dan mencuat ke atas. Begitu menantang siapapun untuk menyedot dan melumat2 kedua putting susu itu kuat2. sedangkan memek anggi begitu indah dlm guyuran air shower. Berwarna pink tanpa sehelai rambut pun. “woooooooooooooooooooooowwww………………………………………” decak kagum menyeruak perlahan. “udah sana mandi buruan!! Keburu jam makan siang abis!!” “iya! Jangan ke GR an lu!! Sok cakep lu!!” “pokoknya mulai skrg lu harus mandi bugil bareng kita2!!” “iya!! Kagak ada tuh lu mandi ngumpet sendiri di toilet!!” ”paham ga lu??” “i……iya……iya………….” Ce2 itu masih terus menelanjangi tubuh anggi dgn tatapan iri mrk. Sementara anggi langsung membalikkan badan menghadap shower dan buru2 mandi cepat2. Air shower yg dingin mengucur membasahi tubuh anggi dan gadis2 belia lain yg langsung mandi bugil juga di shower2 yg lain. Mrk saling melempar sponze, sabun dan shampo sambil tertawa2. anggi yg semula ketakutan sedikit2 mulai bisa tertawa melihat kelakuan teman2nya. anggi pun mengambil sabun dan mulai menggosok tubuhnya dgn sponze hingga dipenuhi busa yg lembut dan tebal. Kecantikannya kembali terpancar dari senyum geli melihat teman2nya bernyanyi2 dan berjoget2 di bawah shower sambil telanjang bulat. Mrk mandi bergantian dan segera memakai baju seragam mrk lagi. “eh gi, lu beneran ya kagak pernah pake cd en bra??” tanya acha. Anggi mengangguk malu2. “gile lu. Apa kagak pedih tuh pentil lu ga pake bra?” tanya ayu. Anggi menggeleng. “udah biasa.” Bisiknya. Akhirnya gadis2 belia itu pun beramai2 masuk kembali ke dlm kelas mrk. Mrk saling bersikut2 dan cekikikan krn hari ini mrk berhasil ngerjain anggi utk mempertontonkan tubuh indahnya yg mengagumkan. Bbrp dari mrk juga senang krn anggi kini berani mandi bugil bersama mrk. Bbrp lainnya berdecak kagum dan menelan liur demi mengingat kemolekan toket dan meki anggi. Yang pasti, anggi merasa sedikit terhibur krn ternyata yg diinginkan ce2 itu hanyalah dia mau join mandi bersama di bwh shower.

Anggi merasa sedikit agak diterima oleh teman2nya. * * * Begitu anggi masuk kelas, sebuah bangku kosong dgn secarik kertas bertulis “ANGGI” di pojok kelas sdh disediakan untuknya. Perlahan dgn sedikit bete anggi melangkah dan duduk di bangku itu. Di sebelahnya kurt_c sdh nangkring dgn seringai serigalanya. Anggi melengos kesal dan jijik. Belum sampai 5 menit pelajaran dimulai anggi sdh merasakan jari jemari kurt-c berkeliaran di dengkul dan pahanya. URGH menyebalkan sekali!! Anggi kesal tp tak bisa berkutik. Ditahannya tangan kurt-c dgn tangannya agar tak semakin liar naik ke atas. Tapi tangan anggi lgs digenggam kurt-c dgn hangat. Jari jemari mrk saling berkaitan. Lalu dgn kekuatannya kurt-c mendorong tangannya dan tangan anggi masuk ke dlm rok seragam anggi. Anggi bergerak memberontak dan berusaha keras melepaskan tangannya dari genggaman erat tangan kurt-c. tapi kurt-c tak mau melepaskan tangan anggi. Hingga akhirnya dgn sebuah sentakan keras anggi berhasil menarik lepas tangannya. Namun hal itu menyebabkan tangannya kepentok meja dgn sangat keras. BRAKKK!!! “ANGGI!!! Ngapain kamu di belakang itu??!” teriak pak daniel2milan dari depan sana. Anggi & kurt-c terlonjak kaget. Seisi kelas menatap ke arah mrk. Sementara anggi msh meringis menahan sakit di tangannya. “mmmm……… maaf pak daniel………” kata anggi. “ngapain kamu?! Diam! Saya gak suka ada yg berisik di jam pelajaran saya!! Ngerti??” teriak pak daniel lagi. “i……iya pak……….maaf……….” jawab anggi. “baik, kita lanjutkan sampe mana tadi?” dan pak daniel pun melanjutkan menulis materi pelajaran di papan tulis. Kurt-c menyeringai nakal. “makanya diam aja kamu nggi. Jangan berisik……..” desisnya di telinga anggi. Anggi bergerak ke sudut kursi menjauh dari kurt-c. tapi kurt-c langsung bergeser memepet ke tubuhnya. Tangan kanannya langsung masuk dan menggerayangi paha anggi. Anggi berusaha menepis tangan kurt-c yg nakal. Tapi kurt-c lebih kuat. Tangannya langsung menerobos menuju meki anggi. “gileee……… ternyata bener kata temen2. anggi kagak pake cd!!” desis kurt-c dlm hati. Jari2nya langsung menggerayangi seluruh permukaan memek anggi. Diselipkannya tangannya ke belahan paha anggi. Dan didorongnya masuk jari2nya ke memek anggi. Anggi mendengus2 kepayahan dan berusaha menahan tangan kurt-c dgn tangannya dari luar roknya. Tapi kurt-c lebih kuat darinya. Setelah berkali2 menekan2 jari2nya masuk, akhirnya kurt-c berhasil mencapai memek anggi dan menjebloskan jari2nya ke lubang anggi. Anggi meneguk ludahnya dan menahan nafas kuat2. keringat dingin mulai mengucur kembali dari tubuhnya. Sementara jari2 kurt-c dgn ganas keluar masuk di lubang kenikmatannya. Memberikan sensasi2 yg kuat dan dashyat. Sesekali tubuh anggi menggeletar diterjang oleh orgasmenya. Digigitnya bibirnya kuat2 agar tidak berteriak saat orgasme menghajar sekujur tubuhnya. Kurt-c tersenyum menang. Dikocoknya terus memek anggi dgn jari2nya. “lu bener2 pecun belia nggi. Gw pingin banget ngentotin lu.” Bisiknya di telinga anggi. sesekali kurt-c menarik keluar jari2nya yg telah basah oleh cairan orgasme anggi dan memasukkan jari2nya itu ke mulutnya dan menyedot2nya dgn ganas sambil melirik nakal ke arah temen2nya. “manis banget jek……” bisiknya sambil nyengir. lalu dimasukkannya kembali tangannya ke dlm rok anggi dan ditusukkan masuk ke dlm lubang vagina anggi. anggi yg sdh kepayahan oleh orgasme2nya hanya bisa pasrah. kedua kaki jenjangnya yg semula rapat tertutup, kini ngangkang dgn pasrah oleh jejalan tangan kurt-c yg mengobok2 mekinya. dinikmatinya colian kurt-c di memeknya. anggi memang sdh terbiasa menjadi boneka sex para co yg ingin menikmati tubuhnya. tubuhnya sdh begitu lentur dan sensitive oleh tindakan2 sexual para co. anggi terus menikmati colian kurt-c dgn penuh kenikmatan. berkali2 kurt-c mengeluarkan tangan dari roknya dan menjilatinya, lalu dimasukkan dan mengobok2 lagi isi rok anggi yg terkangkang dgn pasrah. “kamu demen dicoliin ya nggi?” desis kurt-c di telinga anggi. anggi melenguh pelan. “terserah mau kamu apain memekku sepuasmu kurt-c…….. uuuhsssss….. aku udah gak kuatsss…….” desis anggi perlahan. dan orgasme kembali menendang memeknya dgn kuat. Sementara bbrp co2 di sekitar mrk saling menendang dan menonton tingkah laku kurt-c dan anggi. Mrk cekikikan melihat betapa tubuh anggi begitu mudah dilanda orgasme demi orgasme sepanjang pelajaran itu. Sungguh indah. Ingin sekali mrk segera menelanjangi anggi dan ngentotin anggi saat itu juga. Andai saja……………… andai saja………… desis mrk sambil meremas2 penis mrk yg ngaceng tak karuan………….. Anggi tiba2 terlonjak dari sofa merah panjang yg ditidurinya. Keringat dingin mengucur dari dahi dan tengkuknya. Wajahnya sedikit pucat dan ketakutan membayang di sepasang mata kejoranya. Aku yg sebelumnya duduk di kursi di dekat sofa merah itu langsung bergerak memeluknya. Anggi langsung mendekapku erat2. “aku takut mas………..” bisiknya lirih. “cup……..cup……cup…… tenang sayang. Nggak ada yg perlu ditakutin. Kan ada mas di sini.” Bisikku. “tapi bayang2 itu semua selalu mengejar anggi.” “tenang sayang……. Untuk itu anggi harus ceritain semuanya sayang…… supaya anggi jadi lega dan gak ketakutan lagi………” dekapku erat. “mas………?” “hmm……….?” “apa aku perempuan gak bener mas? Apa aku perempuan tolol mas?” Aku menggeleng. “nggak sayang. Kamu perempuan yg sangat cantik dan lemah. Tapi kelemahanmu ini yg dipakai sama co2 utk menindas kamu.” “anggi gak mau spt ini terus2an mas. Anggi pingin bebas.” Bisiknya. Kuusap2 kepalanya. “ya ya sayang……. Pasti. Mas akan bantu kamu ya……..” Anggi tersenyum dan memelukku kian erat. Terasa olehku tubuhnya gemetar atau tepatnya bergidik ketakutan. Kupeluk dia kian erat. Aku sungguh sangat sayang pada gadisku ini. “anggi mau cerita lagi…… atau kita sudahi dulu sesi ini?” * * * Malam itu anggi tengah mengerjakan PR di meja belajarnya. Anggi hanya mengenakan kaos tanktop warna pink muda dan celana pendek warna senada. Rambutnya digelung ke atas. TV di kamarnya tengah menyajikan channel luar negeri yg menyajikan film 17th ke atas. Entah apa anggi tak terlalu tau krn tengah asik belajar. Tiba2 pintu kamar diketuk orang. Beberapa detik kemudian farid muncul dari balik pintu. “hai little gal, lagi apa?” sapa farid sambil langsung memeluk dan mencium anggi dari belakang. Anggi mengelak krn merasa terganggu. “aah……… kakak apaan sih? Udah ah. Anggi lagi banyak pr nih.” Elaknya. “hayyah…….. dikit ajah.” Farid tetap memeluk dan menciumi leher anggi yg jenjang dari belakang. “kak……….. anggi lagi banyak pr neh!” kata anggi kesal. “iya ntar lagi ngerjainnya. Skrg ML dulu.” tukas farid. Tangannya langsung bergerilya di toket dan memek anggi. “nggak ah. Pr ku bener2 lagi banyak kak.” Jawab anggi ketus. “eeeeeeh…….. berani nolak ya kamu skrg?” farid langsung memutar kursi roda anggi hingga anggi duduk menghadap dirinya. Ditekannya kepala anggi ke celana pendeknya. Anggi dpt merasakan penis kakaknya sdh berdiri tegap di balik celana pendek itu. Tapi malam ini anggi bener2 banyak PR dan kurang mood utk melayani nafsu farid. Anggi langsung mendorong pinggang farid menjauh. “kak! Anggi capek deh disuruh ML trs tiap hari! Anggi lagi banyak PR!” jeritnya marah. Farid yg tak pernah ditolak jadi marah. “heh, lu berani nolak kemauan kakak lu ya?” bentaknya. “anggi capek disuruh ML trs. Anggi capek!” “udah jangan kebanyakan bacot lu. Sini!!” bentak farid. Bukannya menghampiri, anggi malah berniat lari keluar kamar. Farid langsung memburunya. Belum sampai anggi di depan pintu, farid sdh berhasil meringkusnya dari belakang hingga anggi jatuh tersungkur di depan pintu. Farid menindih punggungnya. “lu bandel sih lu! ML aja ribet banget!” bentak farid kesal. Anggi meringis kesakitan di bawah tindihan kakaknya. “anggi ga mau ML sm kak farid! Kak farid jahat! Kak farid gak sayang sm anggi!” jerit anggi sambil berteriak2 memanggil nama sony. Tapi tak ada jawaban sony dari luar pintu. Farid yg kesal jadi kalap. Diseretnya tubuh anggi ke kasur. Diangkat dan dibantingnya anggi ke atas kasur. Anggi menjerit kesakitan. Belum puas juga farid langsung duduk menindih perut anggi.

Diambilnya tali pramuka yg ada di kamar anggi. Diikatnya kedua tangan anggi jadi 1 ke atas dan diikatkan ke kepala ranjang anggi. Anggi meronta2 sambil berteriak2 memanggil sony. Setelah tangan anggi terikat di atas kepalanya, farid lalu mengangkat tanktop anggi ke atas sehingga dada anggi langsung mencuat menantang. Lalu celana pendek pink anggi pun dipelorotin. Kini tubuh jenjang anggi telah siap terhidang di atas ranjang utk dinikmatinya. Tanpa ragu2 farid langsung menelanjangi dirinya sendiri. Dia duduk di antara kedua paha anggi dan tanpa basa-basi langsung dioralnya memek anggi dgn ganas. anggi menjerit2 kesakitan dan menolak. tapi lama-kelamaan jeritan itu berubah menjadi rintihan penuh kenikmatan. Tubuh anggi langsung terlontar2 seiring dgn orgasme2nya yg panas. Farid terus menyiksanya dgn oral yg ganas itu. “ampun……kak…….ampun……udah kak….udah cukup……….. aaaahhhhhhhhhhssssssssss………….. aaaaauuuuuuuuwwwwwsssssssssss………………………………..” anggi menjerit dan mendesah kepayahan. Pinggul dan kakinya berulang kali menghentak2 diterjang orgasmenya. Tapi ikatan tangannya membuat gadis belia tak berdaya menghentikan keganasan kakaknya. Semburan demi semburan cairan vaginanya muncrat dan disedot dgn ganas oleh farid. “kak fariddddd………….! Udah gak kuatttttttttt!!!!!! Masukin skrg!!!!! Ahhhhhhhhhhhsssssssssssssss!!!!!!!! Aaammmpuun……….!!” jerit anggi histeris saat diterjang orgasme yg kesekian. Sekujur tubuhnya bersimbah keringat. Ke 2 pentilnya sdh mencuat dan memeknya sdh terasa ngilu dan sakit. Farid tertawa di antara pahanya. Biar tau rasa adiknya ini. Akhirnya dia memohon2 minta dientotin skrg, seringainya. Tapi krn si otong juga udah kebelet banget pengen nyelem skrg, akhirnya farid bersiaga. Ditindihnya tubuh indah anggi dan langsung ditusuknya memek anggi dgn otongnya. Keduanya mendesis dan berdesah penuh kenikmatan. Farid mulai memacu adiknya di bawah penisnya. Diaduk2 dan ditusuk2nya anggi dgn cepat. Anggi mengimbangi dgn penuh gelora. Keduanya berpacu dan menjerit2 penuh kenikmatan. Tiba2 pintu terbuka……… Farid & anggi yg sdh biasa berbagi dgn sony & januar tak begitu peduli. Paling sony atau januar mau ikutan ML. farid trs memacu tubuh anggi yg indah. Sementara anggi pun trs melayani tusukan farid dgn manis. Boneka sex macam anggi memang sdh jadi sangat terbiasa digilir. Hingga tak begitu peduli dgn kedatangan sony atau januar. Hingga akhirnya farid pun memuncratkan lahar sperma di dlm vaginanya. Keduanya melenguh2 dan berpelukan dgn sgt erat. Moment2 itu memang sgt indah dirasakan saat 2 tubuh pria & wanita mencapai orgasme dan menyatu. Keduanya tak berubah sampai beberapa menit kemudian… “farid?! Anggi?! Kalian berdua ini…….. lagi ngapain?????” SUARA PAPAH! Anggi dan farid terlonjak dari kasur. Mata keduanya terbelalak ketakutan. Tangan farid langsung mencari2 pakaiannya. Sedangkan anggi yg terikat tak bisa berbuat apa2 selain memandang ketakutan pada papahnya. Sementara papah mrk yg ganteng di usia tuanya juga hanya mampu terbelalak bingung dgn apa yg dilihat di hadapannya. Bagaimana ke 2 anaknya dlm kondisi telanjang bulat stlh bertempur penuh nafsu syahwat. Farid yg kebingungan kini sdh berhasil memakai cd nya. sementara anggi gadis bungsunya msh terikat dgn memek yg mengalirkan cairan kuning sperma farid!! Luar biasa!! Sungguh pemandangan yg luar biasa!! Ke 3 masih dlm kondisi shocked & bingung harus berbuat apa. “kamu apa2an farid?? Kamu………?? Kamu ngentotin anggi???” bentak papah. Farid tak berkutik & tak berani menjawab. Hanya tertuntuk ketakutan. “kamu juga gi?? Kamu ………?? Kamu……….??” Papah kehilangan kata2nya.

Anggi tak bergerak ketakutan. Dia berusaha menarik2 tali yg mengikat tangannya, tapi tak berhasil. Tubuhnya bugil telentang di atas ranjang. “farid sini!!” bentak papah. Farid beringsut mendekati ayahnya. PLAK!! PLAAKK!! 2 buah tinju langsung menghajar wajah farid. Farid terhuyung ke belakang dan jatuh di atas tubuh anggi. Keduanya makin ketakutan. Mata papah sangat merah penuh kemarahan. “kamu juga anak perempuan keparat kamu!! Kamu gak sadar itu kakakmu sendiri hah??” papah kini melangkah mendekati ranjang.

Anggi bergidik ketakutan. Tapi tiba2 papah berhenti dan berbalik ke arah pintu. Anggi & farid berdoa semoga papah mrk segera keluar dari kamar itu. Tapi doa mereka meleset. Bukannya keluar, papah malah langsung mengunci kamar anggi dari dalam. Baru kmdn dia berbalik mendekati anggi yg terikat tak berdaya di atas ranjang. “kamu gadis binal anggi!! Bener2 bikin malu kamu!!” maki papah. Anggi ketakutan dan terisak. Dia berusaha melepaskan diri dari ikatan tangannya tapi ikatan farid itu benar2 kuat. Papah skrg berdiri tegak di pinggir ranjang sambil bertolak pinggang. “udah berapa kali kalian melakukan perbuatan ini hah?” bentak papah. Anggi dan farid terdiam. “Jawab!!” bentaknya lagi. Anggi dan farid tetap diam tak berkutik. Tinju papah langsung menghajar wajah farid lagi. Farid kembali jatuh di atas tubuh anggi. “jawab farid!!!!!!!!” bentak papah. “ se…….. sering……… sering pah.” Jawab farid ketakutan. “apaaaaa??????????!!!!!!!!!!!!! Gila kamu!!” sebuah tinju kembali menghajar farid. Anggi menjerit2 ketakutan. “sudah pah…….. ampun…….. ampun pah…….. jangan dipukul kak farid………” tangisnya ketakutan. “ooo………. Kamu belain farid ya?? Ternyata kamu demen ya dientotin farid ya??” bentak papah. Anggi terhenyak dan beringsut ketakutan. “nggak……… nggak pah………” jawabnya. “berapa kali farid udah ML sm kamu???” bentak papah. “ampun……pah…….” Tangis anggi. “jawab papah anggi!!!!!!!!!’ bentak papah. Anggi malah menangis kian gencar. Papah sdh gak sabaran. Dilepaskannya ikat pinggang buffalonya. “kalo kalian berdua gak mau ngaku,,, papah pake cara keras!!” TAR!! TARR!! TARR!! TARR!! “aaaaaaaauuuuwwwww!!!!!! Papah ampuun!!” jeritan2 anggi & farid membahana di seluruh ruangan. Tapi itu tak membuat papah menghentikan cambukannya. TARRR!! TARR!! Ikat pinggang kulit asli itu langsung mencambuk tubuh farid dan anggi bergantian. Anggi dan farid menjerit2 kesakitan dan ketakutan. Tapi farid lebih beruntung krn dia bisa berkelit, sementara anggi terikat tak berdaya di bawah cambukan papahnya. tubuh jenjang putih itu telentang tak berdaya berkelit dari cambuk sang papah. toket, perut, memek dan pahanya habis jadi sasaran sanga ayah. Papah yg kalap tak peduli dgn tangisan kedua anaknya. Dia sdh gelap mata. Dihajarnya trs kedua anaknya dgn keras. Teriakan, jeritan dan tangisan anggi & farid tak menggugah hatinya. Sumpah serapah berloncatan dari bibir tuanya. Setan sdh menguasai otaknya. Baru ketika tangannya sdh demikian letih mencambuk farid & anggi, lelaki 40an itu berhenti krn letih. Dia terduduk di tepi ranjang. Pandangan matanya yg semula merah penuh kemarahan tampak sangat letih & sedih. Keringat dingin mengucur deras krn cambukan2nya yg memang penuh kemarahan. Dia melihat tubuh farid & anggi yg sdh dipenuhi memar2 bekas cambukan. Terutama tubuh mulus anggi yg terikat tak berdaya utk menghindari cambukan2 ayahnya. Farid berjongkok di pojok kamar dgn punggung penuh bekas sabetan. Sementara kondisi anggi lebih parah krn tetap terikat dan tergeletak tak berdaya dgn dada, perut, memek dan paha yg merah2 bekas sabetan ayahnya. Kedua anaknya sesenggukan memohon ampun. “ampun……pah…… ampun pah…… nggak akan mengulang lagi………..” isak mrk. Papah mendengus kesal. Kemarahannya memang sdh tersalurkan dgn mencambuk farid & anggi dgn ikat pinggangnya. Namun stlh kemarahannya itu mereda, kini setan berbisik lain di telinganya. “ssst….. tuh liat body anak bungsu lu!! Mulus banget!! Terikat lagi!! Gak akan mungkin dia nolak lu!! Sama kakaknya aja dia mau dientotin, apalagi sama bapaknya!! Bilang aja ini hukuman buat dia!! Dia akan pasrah ngelayanin lu!!” bisikan2 setan bergemuruh di telinga & otaknya. Pandangan papah yg semula merah padam krn marah, kini berubah menjadi tatap jalang pria hidung belang yg melihat boneka cantik terikat tak berdaya di atas ranjang. Nafsu binatangnya mulai muncul dan menggerayangi otaknya. Ditatapnya sekujur tubuh anggi yg penuh merah2 bekas sabetan ikat pinggangnya. Tubuh anggi sangat indah. Anggi sdh tumbuh menjadi gadis belia yg sangat cantik. Toketnya mencuat menantang minta disedot. Sementara memeknya polos tanpa rambut. Wajahnya sendu dan pucat ketakutan. Papah mulai meneguk air liurnya. Papah langsung membuka risleting celana panjangnya. Dia tak peduli pada tatapan farid & anggi yg makin ketakutan. Lalu dicopotnya cd nya. burung elangnya sdh tegak berdiri minta makan. Anggi ternganga ketakutan. Dia berusaha keras melepaskan ikatan tangannya. Farid kasian juga melihat anggi tak bisa melepaskan ikatannya. Tapi farid juga gak berani menolong anggi. Farid hanya bisa terduduk melihat apa yg akan dilakukan ayahnya pada adik bungsunya ini. “pah………!! Papah jangan papah!!” jerit anggi histeris. “papah…… ampuuunn!! Papah jangaaannn!! Aaaaaaaahhh!!! Papaaaaaaaahhh!!! Ammmpppuuunnnn!!” Anggi menjerit2 sementara ayahnya menindih dan menciuminya. Tangan ayahnya meremas2 toket dan memek anggi. Kedua kaki anggi dikangkangkan dan BLESSS!! Farid dapat melihat burung elang itu masuk dan menancap di memek anggi yg kemerahan. Anggi menjerit sekuat2nya. papah melumat2 bibir anggi dgn ganas. lalu bibir itu turun dan menyedot 2 pentil anggi bergantian. Anggi tampak kelabakan menghadapi perbuatan bejat papahnya. Tapi ikatan itu benar2 kuat. Yg bisa dia lakukan hanya menendang2 dan menjejak2an kakinya kuat2. “pah…….. ammpuun……….. ammppuunnn pah……….” Tangis anggi. “ammmpuun…… ammmpuun paaahh…. aaaaaaaaaaahhhhhssss!!!!!!” Papah trs menggenjot memek anggi dgn ganas. farid yg berjongkok di sudut kamar dapat melihat penis hitam besar itu tampak kesulitan memasuki memek anggi yg sempit dan memerah. Tapi papah tak peduli. Digenjotnya trs tubuh anggi penuh kenikmatan. Farid dpt melihat penis hitam besar itu keluar masuk di dlm memek anggi yg sempit. tubuh anggi diciumi, digigit dan dilumat selumat2nya dgn ganas oleh sang ayah. tubuh jenjang anggi tak berdaya melawan nafsu binatang papahnya. Dia hanya bisa menangis dan terisak2 di bawah genjotan papahnya. Akhirnya papah ejakulasi di dlm memek anggi yg panas. Lahar panas itu disemburkan berkali2 sedalam2nya ke rahum anggi. Papah meraung keras saat dia orgasme. Anggi hanya merintih dan mengejang tak berdaya. Keduanya lalu terdiam beberapa saat. Beberapa menit kemudian papah kemudian bangkit dari tubuh anggi. Tubuhnya mengucurkan keringat yg menebarkan aroma sexualitasnya. Wajah tuanya memancarkan aroma kemesuman dan kepuasan tiada tandingannya. “ternyata memek kamu panas banget gi. Papah jadi cepet keluar…. “ bisik papah sambil tersenyum. Anggi melengos.

Air mata mengalir di pipinya. Papah menciumi bibir anggi dengan paksa. Lalu kedua putting susu anggi yg mencuat. Baru dilepaskannya penisnya dari dlm memek anggi. Penis hitam besar itu berkilat dipenuhi bekas sperma dan cairan vagina anggi. Begitu juga di memek anggi tampak cairan sperma yg bergumpal keluar. “kalian berdua pake baju!! Jangan bilang sama mamah!! Awas!! Jangan sampe bocor rahasia ini!! Paham??” bentak papah. Anggi dan farid mengangguk ketakutan. Papah langsung memakai baju & keluar dari kamar. Farid juga segera berpakaian dan melepaskan ikatan tangan anggi. Kasian juga dia pada adik bungsunya yg kini tubuhnya dipenuhi merah2 bekas cambukan. Dengan masih terisak2 anggi segera berpakaian. Farid pun pergi. Kini tinggal anggi menangis sendirian di kamarnya. Tidak januar, tidak sony, tidak farid, tidak papahnya juga. Kakak dan papahnya sendiri skrg tega mencabulinya. Memaksanya utk berhubungan sex demi kepuasan mrk. Anggi sungguh sedih. Pada siapa aku akan minta pertolongan? Anggi terus menangis hingga malam usai……………… Anggi berjalan perlahan menuju ruang BP. Tekadnya sudah bulat untuk segera mengakhiri seluruh pelecehan sexual yg terjadi di kelas oleh teman2nya. sedangkan pelecehan sexual dari pak hahaha dan guru lainnya tidak berani ia ungkapkan krn nilai kelulusannya berada di tangan mrk. Sedih memang. Tapi apa boleh buat. Minimal anggi berdoa semoga setelah lulus SMP dia bisa terbebas dari seluruh pelecehan sexual yg sdh menderanya bertahun2. Pintu ruang BP itu tertutup. Anggi sejenak ragu. Dia sempat berbalik mengurungkan niatnya. Tapi 2 langkah kakinya kembali berbalik. Sekitar 5 menit dia berdiri termangu di depan pintu. Akhirnya diketuknya pintu ruang BP itu. Tok. Tok. Tok. “masuk.” Terdengar suara lembut namun tegas dari dalam sana. Anggi perlahan dan ragu2 membuka pintu ruangan itu. Sebuah ruangan yg agak gelap dan penuh sesak dgn dokumen2. namun ada sebuah ranjang orang sakit utk siswa yg sakit di sekolah. Ada sebuah meja & kursi tempat guru BP duduk. Anggi masuk masih dengan keragu2annya. Dia sejenak ingin mengundurkan niatnya, tapi terlanjur masuk di ruangan itu. “ada apa gi? Silakan masuk.” Sapaan itu membuat anggi mengurungkan niatnya. Seorang guru BP yg cantik & tegas menatap anggi dari belakang meja kerjanya. Anggi berusaha tersenyum dengan ragu2 ia melangkah masuk. “silakan duduk gi. Ada apa?” tanya bu kartika Anggi duduk di hadapan bu kartika. Dia sungguh2 ragu utk bercerita. Belum tentu bu kartika bisa dipercaya. Siapa tau malah cerita ini akan bocor kemana2 & membuatnya kian tersudut. “oh…… ehm….. nggak bu……… maaf. Tadi saya……sakit perut…….. boleh minta obat sakit perut?” kata anggi terbata2. Bu kartika tersenyum. “ah kamu. Sakit perut aja segitu takutnya masuk ke sini.” Dia lalu mengambil obat di laci mejanya. “ini obatnya. Cepet sembuh ya. Kalo ada apa2…….. saya siap membantu.” Kata2 bu kartika simple namun penuh makna. Terkesan bhw dia tau apa yg terjadi pada diri anggi. Ketakutan dan malu anggi buru2 mengambil obat dari tangan bu kartika & langsung bergegas keluar ruangan. “terima kasih banyak bu.” Bisiknya. “ya, sekali lagi inget ya gi. Kalo ada apa2 silakan share dengan saya.” Kata bu kartika. Anggi tersenyum dan berlalu meninggalkan misteri buat bu kartika. * * * Beberapa kali anggi melakukan hal tersebut. Bolak-balik ke ruang BP esok dan 1-2 hari kemudian. Keraguan dan ketakutan juga rasa malu yang sangat dalam selalu mengganggunya. Juga takut apabila co2 di kelasnya akan jadi marah atas laporannya dan kemudian melakukan tindakan yang lebih brutal lagi. Rasa was2 itulah yg kerap mengurungkan niatnya. Hingga suatu hari akhirnya bu kartika yg menahannya stlh anggi meminta obat sakit perut kembali di ruang BP. Pdhl semua obat itu hanya dibuangnya kemudian. “anggi… ada apa sih kamu kok belakangan sering banget sakit perut?” tanya bu kartika. “oh…..ehm….. nggak bu. Cuma sakit perut biasa.” “kamu udah periksa ke dokter?” “belum bu.” Anggi menggeleng. “anggi duduklah. Cerita ke ibu. Sebenernya kamu ada masalah apa? Spt nya blkgn kamu sering bolak-balik ke sini. Apa ada yg kamu sembunyikan?” Anggi perlahan duduk di depan meja bu kartika. Keringat dingin mengucur. Dia sungguh malu. “ngga ada apa2 kok bu. Cuma……sakit perut…..” “kamu jangan boong sm ibu gi. Ga baek boong trs.” “ehm……” “coba cerita sm ibu…. Sebenernya ada apa sih?” “ibu……….. ibu ga akan cerita ke siapa2 kan?” Bu kartika mengangguk sambil tersenyum. “sumpah dulu bu.” “swear.” Kata bu kartika spt anak remaja. Anyway dia emang masih muda. Baru lulus SPG, paling umurnya baru 22 thn saat itu. “coba kamu ambil aqua gelas di pojok sana. Minum dulu. baru cerita.” Anggi melangkah mengambil gelas aqua dan meminumnya. “skrg lebih tenang kan? Skrg anggi cerita ya sama ibu?” Anggi duduk kembali. Biar bagaimana pun rasa was2 dan takutnya begitu besar. “saya………………………..” katanya setengah berdesis lalu terdiam lama. “kamu kenapa gi?” “saya……………….” Kembali kalimat anggi menggantung. Hilang entah kemana. “anggi?” Anggi menghela nafas panjang. Akhirnya meluncur juga dari bibir mungilnya apa yg sering ia alami di dalam kelas oleh teman2nya. namun kelakuan pak hahaha tidak diceritakannya. Bu kartika sampe shock mendengar seluruh cerita anggi. Wajahnya pucat dan kaget. Berkali2 dia menyebut istighfar. Dia sungguh kasian pada gadis kecil ini.

Masih muda, sangat cantik, sangat indah dipandang, namun diperlakukan tak senonoh oleh teman2nya. sangat mengenaskan. “anggi ……..” kata bu kartika dengan sedih setelah anggi menyelesaikan ceritanya. “ibu akan memanggil teman2mu yg pernah melakukan pelecehan sexual ke anggi.” “bu bu… jangan bu.” Cegah anggi takut. “lho kenapa? Kelakuan mrk sangat bejat gi.” “bu saya mohon. Jangan bu. Kasihani saya.” “tapi?” “bu… mrk akan lebih jahat kl sampe tau saya mengadu ke ibu. Saya mohon bu….” Bu kartika terdiam. Sungguh berat. Tapi anggi benar. Teman2nya bisa melakukan hal yg lebih brutal bila tau mrk dilaporkan dan diskorsing. “baiklah… ibu ga bisa memaksamu. Tapi coba ibu cari akal bagaimana menyelamatkanmu.” “janji ya bu?” “ibu janji.” * * * Siang itu juga bu kartika masuk ke kelas anggi. Anggi yg duduk menempel tembok di baris ke 2 dari belakang dan dikelilingi co2 tampak pucat pasi menanti apa yg akan dilakukan bu kartika. “siang anak2.” “siang buuuu..” “hari ini ada anak kelas 3B yg akan masuk ke kelas 3A. dia dipindah krn 1 dan lain hal. Kalian pasti sdh kenal lama dengan dia. Jadi tidak ada yg perlu diperkenalkan lagi. Aaa ayo masuk.” Seorang co murid 3B masuk dgn langkah tegap. Dia aaa yg tidak lain adalah ketua OSIS SMP anggi. Wajahnya tampan. Bersih. Tinggi. Tegap. Dengan potongan rambut cepak. Dia juga terkenal sangat populer krn selain pintar, juga selalu giat mengikuti banyak kegiatan2 olah raga dan lainnya. Co tinggi besar itu menebarkan senyum pada seisi kelas. “aaa kamu duduk di sebelah anggi. Xca kamu pindah ke meja sasha.” Perintah bu kartika. Xca yg tengah senang mendapat kesempatan duduk di samping anggi tentu saja melotot keki. “ya bu… kok saya yg disuruh pindah?” protesnya. “kenapa? Kamu menolak?” “yaaa ibu… kan saya enak di sini.” “baik, kalo begitu kamu pindah ke tempat sasha atau keluar kelas?” Xca terkejut. Dengan muka masam dibereskannya buku2nya ke dlm tas dan pindah duduk di samping sasha. “terima kasih xca. Aaa kamu duduuk di samping anggi.” Perintah bu kartika. Aaa menurut. Berjalan dgn diiringi suit2 para gadis yg menggoda. “anak2, mulai skrg tempat duduk kalian adalah TETAP!! Ibu tidak memperkenankan kalian untuk pindah2 duduk seenaknya!! Dgn siapapun teman duduk kalian, kalian akan terus bersama dia sampai lulus SMP nanti! Kalo ada yg melanggar, laporkan ke ibu! Paham semuanya??” “paham buuuuuu……” Para cowok langsung manyun dan keki berat dgn keputusan bu kartika. Impian dan cita2 mrk utk duduk dan meraba2 tubuh indah anggi punah sudah. Mrk jelas2 sangat keki pd bu kartika & aaa yg pindah ke kelas mereka. Sebenernya ada apa di balik semua ini, pikir mrk keki. Sementara anggi tersenyum dpt duduk di samping aaa yg very good looking and smart guy. Dia juga tau kl aaa adl co populer di SMP nya. banyak ce yg tergila2 padanya. Namun di luar itu semua aaa tetap co alim yg rajin ibadah dan termasuk tipe co baek2. senang sekali anggi. Kini ia merasa nyaman dan aman. * * Hari2 anggi berlalu dgn lebih nyaman.

Kecuali harus melayani pak hahaha, anggi mulai terbebas dari segala pelecehan sexual di dlm kelas. Aaa sangat pintar, sopan dan menyenangkan. Hari2 anggi mulai penuh tawa canda layaknya teman2 sepantarannya. Anggi kerap belajar berdua dgn aaa. Kadang makan siang pun mrk bersama. Sony yg juga tau sepak terjang aaa sebagai ketua osis tampaknya tak terlalu merisaukan kedekatan anggi dgn aaa. Minimal sony yakin bhw aaa tak akan mengganggu kehidupan anggi spt co2 lainnya. So beberapa bulan ke depan everything seems to be so brighter untuk anggi. Tawanya yg renyah. Bola mata kejoranya yg indah berbinar. Tingkah lakunya pun tak lagi spt gadis penakut spt dulu. anggi sungguh tampak segar berseri. Dia sungguh2 berbinar2. * * * “gi! Telpon!” teriak januar dari bawah. Anggi yg tengah nonton tv sambil tidur2an di kamarnya bergegas bangkit. Siapa juga nih yg nelpon dia? Selama ini bisa dibilang anggi gak gaul dan gak punya temen di sekolahnya. Anggi menuruni tangga dgn celana pendek dan kaos tipisnya. Rambutnya dikuncir ke atas. “halo?” sebuah sapaan terdengar di ujung sana. “siapa nih?’ tanya anggi. “ini gw gi aaa.” Hah?! Anggi shock juga mendengar nama aaa disebut di ujung sana. Ada perlu apa aaa menelpon ke rmh nya? dari mana dia tau nomerku? “oh. Hei. Dari mana dapet nomer telponku?” “addaa ajah. Lagi apa gi?” “iseng aja. Nonton tv.” “mmmmm…… besok sibuk ga?” “nggak. Knp?” “kita lari pagi yuk ke senayan. Kl lu mau.” “lari pagi? Jam brp?” “jam 6 gw jemput di rmh lu?” “emang lu tau rumah gw?” “tau dong.” “dari siapa?” “adddaa ajah. Heheh.” Anggi ketawa juga. “well…… ok.” “ok sip sampe besok pagi yah. See ya gi.” “ok bye.” Klik. Telpon ditutup. Anggi terhenyak juga memikirkan aaa yg populer itu menelponnya. Ada angin apa co itu tiba2 menelponnya? Kok tumben? Ngajak lari pagi lagi? Anggi sungguh senang dan GR. Tapi buru2 ditepisnya pikiran2 itu. Ah GR lu gi. Mana mungkin aaa yg tampan, alim dan pinter itu mencoba mendekatiku? Tapi sungguh ada binar bahagia di sana. * * Keesokan harinya anggi telah bangun dari jam 5 pagi. Lalu mandi dan berpakaian wangi.

Dipakainya tanktop pink dan celana pendek merahnya. Dia tampak cantik dan mungil. Warna kulitnya yg putih bersih tampak kontras dgn warna pink dan merah di tubuhnya. Rambutnya dikuncir kuda dgn pita warna pink. Sepatu pink nya juga ia kenakan. “weee… tuan puteri mau kemana pagi2?” tanya sony yg tidur di kamar anggi. “mau lari pagi kak.” “heh? Lari pagi? Tumben? Sama siapa?” “sama aaa.” “wowowooww hold on gal. kok bisa2nya? gimana ceritanya?” “aku juga ga tau kak. Kmrn dia nelpon ngajak lari pagi.” “that’s it?” “that’s it.” “lu pacaran sama aaa?” “nggak.” Anggi menggeleng. “swear?” “swear!” “well….. ok…….. tapi ML dulu dong. Pagi2 gw konak neh. Jilatin dong say.” Pinta sony. “kak…… kan udah jam 5 lebih.” Anggi manyun. “sekali aja sayang. Ya? Gw pengen banget neh.” “kan tadi malem udah.” “kan kurang sayang….. ayo dong…. Udah konak neh minta diemut sm kamu. ML nya ga lama deh.” “ah kakak……..” anggi sdh berdiri di pintu. “ayo dong gi….. anggi ga mau kan kalo aaa tau kamu suka dipake sm kita ber 3? Hayoo?” Dengan muka cemberut anggi berbalik lagi menuju ranjang. Sony sdh telentang dgn kaos hitam dan celana pendek biru. Anggi langsung merangkak di antara kedua kaki sony. Sony segera mengangkangkan kakinya lebar2. “jilat dan emut yg enak gi……” kata sony senang. Anggi memelorotkan celana pendek sony sampai terlepas dari kaki kakaknya. Kepalanya langsung mengarah pada selangkangan sony. Penis sony yg sdh agak tegak perlahan dipegangnya dan lidah gadis kecil itu langsung menjilat2i kepala dan batang penis sony. Lalu disepongnya penis kakaknya dgn penuh kenikmatan. Kepalanya naik turun seirama penis sony yg keluar masuk dari bibirnya yg sexy. Sony menonton anggi mengoral penisnya dgn senang. Anggi memang sdh sangat jago nyepong penisnya. Rasanya sungguh nikmat dan hangat. Dipegangnya kepala anggi dan menaik-turunkannya. Jemari anggi meremas2 biji sony yg sdh penuh membuat sony mendengus2 keenakan. “uuh… gi………. Enak banget gi……….masukkin sayang……… masukin terus ke mulutmu……….. duuuuuuuuuh…………..” sony menceracau keenakan. Anggi terus mengoralnya dgn hangat. “gi……..masukin ke memek lu gi……..” “mmmmm oral aja ya kak…….. aku kan udah mandi bersih.” “mmmmmm……hhhhhh……… iya deh…….. oral terus sampe muncrat…….. ooooohhhhhssssssssss enak banget gi…….. gila lu……….enak banget oralan lu….” Desah sony melambung ke udara. Kepala anggi makin cepat dinaik-turunkan sedalam2nya ke penisnya. Suara kecepak-kecepuk dari air liur dan penis di dlm mulut anggi terderngar keras dan membuat sony kian kalap mencapai puncaknya. Disodok2nya penisnya dgn kasar ke kerongkongan anggi. Dia bagai sedang memperkosa memek anggi dgn keras sehingga lupa bhw itu adl mulut dan membuat anggi kesulitan bernafas dan tersedak2. sony terus menggoyang2 pantatnya menggenjot penisnya sedalam2nya ke mulut anggi. “fuck you anggi……………… rasain nih kontol gw…….. uuuhsssssssssss…….. aaaah……… gila lu gi…………. Anjrit……….. makan nih kontol gwwwww………” sony terus menceracau kalap. Akhirnya kontol sony berdenyut2 dgn kuat. Penis itu sdh tak kuat menahan sedotan anggi yg begitu kuat dan panas. Seluruh sperma sdh berdesak2an untuk jebol keluar dr kulupnya. Sony memejamkan mata dan merasakan tubuh dan penisnya kram dan menegang kuat. “Aaaaaaaaaaaaaaahhhhhhhhhssssssssss…………….!!!!!!!!! ! Gila lu gi!!!!!!!! Gilaaaaaa!!!!!!” sony menjerit keras saat bendungan spermanya jebol. Disodok2nya mulut anggi kuat2. ditekannya kepala anggi sedalam2nya. penisnya menjulur langsung ke dlm kerongkongan anggi. Dan sperma pun jebol menyembur masuk langsung ke tenggorokan anggi yg tersedak2 kesulitan bernafas. Sementara kedua kaki sony menjepit erat tubuh anggi yg kepayahan menelan seluruh semburan lahar sperma panas dari penis kakaknya. “uuuuuuuuurhhhhhhssssss………. Mampus lu gi………!!!!” sony terus menjerit penuh rasa nikmat. Semprotan spermanya tertumpah ruah memenuhi bibir, mulut, dan tenggorokan adiknya yg berusaha menelan semuanya. Akhirnya sony tergeletak lemas setelah sumber spermanya kosong. Sementara anggi perlahan turun dari ranjang dgn mulut belepotan sperma kakaknya. Anggi berusaha tak ingin mengganggu sony yg masih memejamkan mata penuh kepuasan. Anggi takut sony akan minta nambah lagi. Jadi lebih baik dia keluar diam2. Tapi begitu dia membuka pintu farid kebetulan sedang berjalan menuju kamarnya yg terletak di sebelah kamar anggi. Tentu saja farid langsung melihat anggi yg keluar dgn mulut belepotan sperma. “eit……eit…… anak cantik mau kemana?” goda farid. Anggi kaget sambil buru2 melap ceceran sperma di bibirnya. “mau lari pagi kak.” “sama siapa?” “sama aaa.” “aaa yg ketua OSIS itu?” Anggi mengangguk. “kok tumben?” Anggi tak mau menjawab dan berusaha berlalu secepatnya. Tapi tangan farid berhasil menangkap tangan kiri anggi dan langsung menyeret gadis kecil itu ke kamarnya. “lu abis ngoral sony ya? Gw juga dong.” “kak farid…….. anggi buru2……” “emang aaa udah jemput?” Anggi menggeleng lemah. “ya udah ML dulu sama gw.” Kata farid sambil mendorong masuk anggi ke dlm kamarnya. “kak…… please…… aaa udah mau dateng………. Please……” mohon anggi. Farid menggeleng sambil tersenyum. “iya gw buru2 deh. Tenang aja.” Dipelorotkannya celana pendek merah anggi. Dibungkukkannya tubuh anggi memegang tepi ranjangnya dlm keadaan msh berdiri. Dibentangkannya kedua kaki anggi. Dan farid langsung memelorotkan celana pendeknya sendiri. Penisnya sdh ngacung pengen ngentot. Anggi membungkuk dgn pasrah. “aaaaaauhhhhhhssssss……………. Kaakkkk……………” jerit anggi saat farid memasukkan penisnya dari belakang. Krn farid gak pake foreplay sehingga meki anggi msh sangat kering dan sakit untuk dientotin. Farid menyeringai bak serigala lapar. Dgn cara berdiri dientotinnya anggi yg membungkuk memegang ranjang. Diremes2nya meki anggi spy adiknya itu bisa cepet basah. Sementara tangan kanannya meremas2 toket anggi yg bergoyang2 tiap kali memeknya ditusuk farid. Anggi melenguh2 sakit dan ngilu. Biarpun farid memainkan klitorisnya, namun krn pikirannya was2 aaa segera datang membuat anggi ga bisa enjoy dgn sex dari kakaknya itu. Anggi cm mau sex ini segera berakhir sebelum aaa dateng, maka ditahannya seluruh rasa sakit dan ngilu di vaginanya. Hanya lenguhan dan rintihan2 sendu saja yg kerap terdesah dari bibir mungiilnya yg belepotan sperma sony. TING TONG! TING TONG! “uuhss….uuuhss…aaahhss…. duuuh….. kaaakk… ada aaa….. uuuhhsss….” Rintih anggi begitu mendengar suara bel di pintu gerbang. “mmmmhhhs.s……uuugggsss……bbbeelooomm gii…. Benntarrr laggiiii…… ahahhhhsss…. Gilee memeklu kering bangettt…….” Jawab farid sambil terus menusuk2 memek anggi dgn brutal. Anggi tersengal2 ditusuk dgn brutal spt itu. Farid emang paling lama dlm hal ML. dia bisa ngentotin dan nyodok anggi 1 jam lama. Stamina farid memang paling kuat. Biasanya anggi bisa orgasme 5-6x dlm 1x dientotin farid. Tapi kini kondisinya berbeda. Ada aaa di bawah sana. Dan farid belum mau menyudahi ML nya dgn anggi. Dia terus berusaha merangsang anggi dgn meremas2 klitoris dan toket anggi. Anggi semakin kesakitan dan menjerit2 linu. Tok! Tok! Tok! Duh siapa lagi sih?? “gi ada temen lu tuh di bawah.” Teriak januar. Tak lama januar lgs masuk dari balik pintu kamar farid. Dia tersenyum senang melihat farid yg tengah ngentotin anggi dari belakang. Dia segera mendekat utk join. “wah mau kemana lu pagi2 anak cantik?” Anggi dan farid yg tengah terengah2 tak mampu menjawab. Januar langsung memelorotkan celana pendeknya. Tiduran telentang di ranjang farid menghadapkan penisnya kearah anggi. “sekalian gi. Oralin gw.” Perintahnya sambil menarik kepala anggi ke penisnya. “kak………. Please…….. ada aaa di bawah………..” mohon anggi sambil terus mendesah kesakitan krn farid trs menusuknya ganas. “udah, biarin aja. Gw bilang lu lagi mandi. Sante aja. Dia lagi nunggu di mobilnya. Yg penting lu oralin gw dulu sekarang.” Anggi menggeleng. Melayani farid aja sdh sangat melelahkan spt ini, apalagi ditambah harus mengoral januar? Sementara aaa menunggu di mobil. Duuh… Tapi januar tak peduli. Dipaksanya kepala anggi menempel di penisnya. Disodorkannya penisnya dan langsung ditancapkan ke dlm mulut anggi. Bibir anggi terbuka. Membuat januar kian mudah memasukkan penisnya. Kini penis besar hitam itu sdh masuk ke dlm mulut anggi. Januar lalu menaik-turunkan kepala anggi. Memaksa anggi mau tak mau menyedot dan menyepong penis besar kakaknya. Biarlah, biar kak farid dan kak januar bisa segera tuntas, pikir anggi. Dioralnya januar penuh kenikmatan. Januar meremas2 toketnya berebutan dgn farid. Anggi yg berdiri menungging di antara kedua kakaknya Cuma bisa pasrah melayani kemauan sex kakak2nya ini. Farid kian ganas menyodoknya membabi buta. Sementara januar kian cepat menyodok2kan penis ke mulut anggi. Suara mereka bertiga memenuhi seluruh ruang kamar farid. Goyangan farid, januar dan anggi kian cepat. Berkejaran menuju puncak nafus masing2. kata2 jorok dan kotor berloncatan. Lenguhan, rintihan dan teriakan membaur sementara tubuh anggi tercancang disodok dari depan dan belakang. Tiba2 anggi melenguh dan menjerit dengan kuat. Sodokan dan oralan yg dilakukan ke 2 kakaknya telah melambungkan tubuh jelitanya ke langit ke 7. kepalanya terdongak kuat. Punggungnya melengkung ke belakang. Keringat bercucuran dari sekujur tubuh dan wajahnya. Anggi menjerit sekuat tenaga merasakan aliran listrik di sekujur tubuh indahnya. Memeknya berdenyut dan kram menjepit penis farid kuat2. Lalu tubuh molek anggi terjatuh kembali ke pelukan januar. Januar langsung mengarahkan bibir anggi yg baru saja diterjang orgasme ke penisnya. Dgn mudah bibir itu terbuka dan langsung ditancapkannya kembali penisnya. Setengah sadar anggi hanya bisa pasrah ketika januar semakin kuat menyodok2 kerongkongan dan farid menusuk2 memeknya. Anggi sdh lemah tak berdaya. Januar dan farid yg asik menikmati tubuh adik mrk tampak makin buas dan cepat. Penis mrk sdh kejang2 kebelet pingin muncrat. Dan saat melihat tubuh jelita anggi terpelanting diterjang orgasme mrk sdh tak kuat menahan orgasme mrk sendiri. Penis farid dan januar pun jebol. Menyemburkan lahar sperma panas di dlm memek dan mulut anggi yg pasrah tak berdaya. Kedua kakak beradik itu meregang2 saat sperma muncrat kemana2. dipegangi dan dipaksanya bibir dan memek anggi untuk menerima semprotan sperma mrk sebanyak2nya. Bagai lumpuh ketiganya berjatuhan di atas ranjang. 5 menit kemudian barulah mrk siuman dari pingsan orgasme mrk yg dashyat…. Tertatih2 anggi mengenakan celana pendeknya dan berjalan ke wc untuk membersihkan mulut dan memeknya dari lahar sperma ke 3 kakaknya. Baru 10 menit kemudian dgn wajah agak pucat krn kecapean ML dgn ketiga kakaknya, anggi tertatih buru2 ke luar menuju aaa yg menunggunya di mobil. aaa yg sedang menunggu di dlm mobil jelas melihat keanehan dan kekusutan anggi. “abis mandi kok malah kusut banget kayak abis di……………….” pikirnya dlm hati. * * * Sejak lari pagi itu apalo jadi lebih sering main ke rmh anggi. Pulang sekolah pun kadang mengantar anggi pulang. Lalu mrk belajar bersama. Ketiga kakak anggi melihat sinyal2 itu dengan biasa2 saja. Mrk tidak memusuhi, tidak juga terlalu ramah pada apalo. Sekedarnya saja. Makan bareng. Ngobrol bareng. Nonton tv bareng. Farid sony dan januar so far ok ok saja. Mrk bisa ngobrol ber 4 dengan santai. Farid sony dan januar memang tak pernah membuka kedok kemaksiatan mrk di depan apalo. Hanya kadang apalo menjadi jengah sendiri melihat betapa lengketnya anggi pada ke 3 kakaknya. Duduk di pangkuan mrk sambil nonton tv. Dipeluk2 dgn mesra. Dicium2 pipi. Bahkan dielus2 pahanya saat nonton tv, atau salah seorang dari mrk nonton sambil tidur di pangkuang anggi, semua sdh jadi sesuatu yg terlalu sering dilihat apalo selama dia bergaul dan PDKT ke anggi. Hati kecil apalo tentu saja terusik, gerah, tp juga bingung. Selama 3 bulan PDKT ini dia tak pernah bertemu dgn ortu anggi. Hanya ke 3 kakaknya dan seorang pembantu umur 16thn. Apakah krn tak ada ortu hingga anggi yg paling bungsu menjadi tumpahan kasih sayang ke 3 kakaknya? Wow how lucky she’s, pikir apalo. Apalo terus berusaha mengendapkan rasa anehnya dalam2 bhw apa yg dilihat & dilakukan oleh ke 4 kakak beradik itu adl hal yg “biasa”. Mungkin aku aja yg berasal dari keluarga kuper & kolot sehingga tak tau perkembangan jaman, pikir apalo lagi. Namun semakin lama apalo PDKT ke anggi dia makin sering melihat keanehan itu. Kadang anggi dipaksa mandi oleh kakaknya. Lalu setelah anggi masuk ke kamar mandi, kakaknya masuk ke kamar di sebelah kamar mandi itu. Lamaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa sekali baru keluar. Hingga akhirnya apalo tau bahwa kamar mandi itu mempunyai 2 connecting door ke 2 kamar di sebelahnya. Apakah yg terjadi sebenarnya? Apakah mrk melakukan………..?? apalo sungguh gundah. Setelah merasa cukup waktu PDKT ke anggi dan melihat respon kakak2 anggi yg so far so good, apalo akhirnya memutuskan utk nembak anggi utk jadi pacarnya. Malam itu apalo sdh janjian dgn anggi utk nonton sebuah film dewasa yg kata temen2 banyak adegan esek2nya. ini kali pertama apalo berani mengajak anggi nonton dan makan malam berdua saja. Anggi sangat cantik malam itu. Dgn gaun putih berbunga2 kecil. Rambutnya yg panjang digeraikan menutupi punggungnya. Sepasang selop kecil warna putih dipakainya. Sungguh anggi mirip bidadari jelita yg sangat cantik. Sedangkan apalo menggunakan kemeja putih dgn celana jeans. Dia pun tampak sangat tampan dan mempesona. Apalo membawa sekotak coklat saat menjemput anggi. “ini buat kamu gi…” bisik apalo. Anggi tersenyum manis. “kamu baik sekali apalo.” “kamu cantik banget malem ini gi. Wangi lagi.” Bisik apalo. Anggi makin manis tersenyum. “bisa aja kamu.” Jadilah mrk nonton bioskop ber 2. apalo memesan kursi paling atas, paling pojok. Tempat itu yg kata org2 paling uenak buat pacaran. Anggi duduk paling pojok. Begitu film dimulai, apalo mulai ancang2. dalam hatinya berdegup penuh rasa was2 krn akan menyatakan cintanya pada anggi. Bagaimana kalo anggi menolaknya? Biar bagaimana pun anggi adl ce paling favorit di sekolahnya. Cantik, pintar, pendiam, namun ramah. Siapa co yg ga suka sama anggi? Jangankan sesama temen SMP, kakak2 SMU pun tergila2 pada anggi. “gi……” bisik apalo. “ya? Knp apalo?” “gw mau ngomong sesuatu sm lu.” “tentang apaan?” “mmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmm……………………” Anggi menunggu. “mmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmm…………… ….” “kok mmmmmm mmmmmmmm terus?” “bingung. Hehehe.” “mau ngomong apa sih?” “gi………….. gw……….. suka sama lu…………….” Anggi kaget. Apalo lebih kaget. Keduanya terperanjat. Tp akhirnya apalo bisa mengendalikan diri. “kamu mau ga jadi pacarku?” “mmmmmmmm……………………………………….” “ga mau ya?” “mmmmmmmmmmmmmhhhhh……………” “kok ganti kamu yg emmmmmm eemmmmmm eeeemmmmmmmmmm?” Keduanya tertawa. “mau dong gi……………. Please? Gw suka banget sama lu……….” Anggi tertunduk membisu.

Dia bingung. Dia suka pada apalo, tapi bagaimana bila apalo tau dirinya yg sebenernya? Bhw dia harus melayani nafsu sex ke 3 kakaknya dan pak hahaha secara rutin. Apa apalo akan bisa menerimanya? “gi…. Kok diem? Marah ya sm aku?” bisik apalo was2. “ngga apalo.” “trs knp dong? Jgn diem gitu dong……… please?” takut2 apalo menyentuh dagu anggi, diangkatnya wajah sendu anggi yg tertunduk. Mata anggi tampak berkaca2. “anggi kok nangis?” bisik apalo. “gak pa2…… aku Cuma……” air mata anggi menitik jatuh. Apalo buru2 mengusap air mata anggi. “kok……… kok anggi nangis sih? Marah ya sm aku?” Anggi menggeleng. “nggak……” buru2 dihapusnya air matanya. Apalo sungguh was2 dan bingung. Dia baru saja nembak anggi dgn cintanya. Tp knapa anggi malah nangis? Duh pusing……… “gi…….. maafin aku ya………. Aku ga bermaksud nyakitin kamu………….” Apalo menatap mata anggi lekat2. “aku gak papa kok apalo. Cuma sedih aja……….” “ya udah cup…..cup……cup…….. maafin aku gi………” Perlahan apalo memeluk anggi dari belakang. Anggi menyandarkan kepalanya ke lengan apalo. Keduanya berpelukan spt itu sampai film usai. Diam tak bergerak dan tanpa suara. Setelah film usai apalo menggandeng tangan anggi keluar dari bioskop. Kondisi anggi yg muram membuat apalo takut utk berbuat lebih. Anggi pun menolak saat ditawari makan malam. Akhirnya keduanya masuk ke dlm mobil yg segera meluncur menembus pekatnya malam. Sejak itu hubungan keduanya kian dekat. Namun anggi tak pernah menjawab ya atau tidak tentang status hubungan mrk. Apalo pun tak berani bertanya lebih jauh. Namun melihat sikap anggi yg mulai mau digandeng olehnya, apalo merasa yakin bahwa anggi tak menolak cintanya. Bunga2 bermekaran dgn indah. Warna warni memenuhi pucuk2 dahan dan ranting. Kupu2 berterbangan kian kemari. Apalo dan anggi semakin dekat dan makin terlihat sangat bahagia. Kedekatan mrk jelas membuat iri dan jealous co2 manapun di kompleks sekolah itu. Banyak yg dengki dan berniat berbuat jahat pada mrk. Banyak yg berniat memisahkan mrk. Banyak yg ingin mrk saling membenci. Banyak yg menggoda dgn frontal. Banyak yg mengirimkan surat2 cinta utk keduanya. Banyak yg menghujani dgn hadiah2. apapun dilakukan utk menghasut agar sejoli ini segera berpisah.

This entry was posted on Monday, March 9th, 2009 at 7:21 am and is filed under Daun Muda, Penyiksaan, Perkosaan, Sedarah. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed. You can leave a response, or trackback from your own site.
Like
Be the first to like this post.
Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Name *

Email *55
Nikmatnya vagina tante Mirsha
Namaku Rei, saat kejadian ini usiaku baru 17 tahun. Kisah ini berawal 2tahun lalu, karena kepindahan orangtuaku ke Bandung . Aku yang masih SMU juga harus ikut pindah ke Bandung . Sebagai warga baru seperti biasanya kami sekeluarga memperkenalkan diri dulu kepada tetangga-tetangga didaerah rumahku yang baru.
Ada satu tetangga yang membuat aku sangat tertarik, selain ramah dan baik aku juga terangsang dengan wajahnya yang cantik meskipun dari segi body tante mirsha ini kurang menarik. Tante Mirsha berkulit putih, berwajah cantik dengan rambut sebahu dan berumur 35 tahun. Tante mirsha baru mempunyai anak satu, dan masih TK.

Setelah perkenalan itu ibu dan ayahku terbilang dekat dengan om dan tante mirsha ( mirsha adalah nama suaminya ). Karena kedua orangtuaku bekerja aku, sering sekali aku dikirimkan makanan-makanan dari tante mirsha, dan kupikir ini kesempatan.
Suatu hari, didaerahku hujan lebat. Tiba-tiba tante mirsha datang dengan keadaan basah kuyup, memberitahukan bahwa rumahnya bocor dan aku disuruhnya melihat dan membetulkan genteng rumahnya. Aku yang sedang dalam gairah tinggi melihat ini adalah kesempatan besar. Aku masuk ke dalam rumah tante mirsha, dan baru saja masuk aku langsung memeluk tante mirsha. Tante Mirsha berontak tapi aku dengan kuat terus memeluknya dari belakang, kudorong tante mirsha ke sofa dan kulucuti pakaiannya satu persatu. " Rei, kamu mau apa jangan macam-macam rei!"bentak tante mirsha, tapi aku yang sudah nafsu terus saja melucuti pakaian tante yang basah. Dengan cepat aku melucuti pakaian tante, dan terpampang jelas tubuhnya yang indah. Kuhisap langsung memeknya yang merah dan minta disuntik dengan segera." Rei, mmmmhhhhh, geli rei. Jangan diteruskan rei, mmmmmhhhh" keluhnya dan aku masih tetap saja kujilati memek tante mirsha. 5 menit aku jilati memek tante mirsha, setelah itu kupaksa tante mirsha melayani kontolku dengan mulutnya sampai tante mirsha muntah-muntah karena sepertinya memang baru sekali ini saja. Dan 5 menit berikutnya aku paksa kembali tante mirsha melayani kontolku dengan memeknya.

" Ah, tante memeknya keset banget sih. Kan susah masukinnya !", Kontolku baru masuk seperempat.
" Rei jangan rei, mmmmmmhhhhhhhhhhhhh ."
" Pokoknya tante harus melayani saya sampai sore "
" Jangan Rei, aduhhhh sakit rei" kontolku sudah tenggelam di kenikmatan yang tiada tara.
kupercepat tempo sodokanku, dan tante mirsha menggeliat dengan keringatnya yang menetes.
" Ayo tante, mmhhhhhh"
"Mmmmmmmmmhhhhhhhhh hhhhh, reeeeeeiiii, reeeeeeeeeeeei" dihempaskannya tubuhku, kontolku mengayun saja setelah lepas dari memek tante mirsha. Tante mirsha bangun dan berdiri dalam keadaan bugil.

"Rei kamu harus tanggung jawab, tante gak terima kalo kamu yang main diatas"
Dipegangnya kontolku, dimasukkannya lagi ke dalam memeknya. Tante mirsha merem melek menahan kenikmatan kontolku yang lumayan besar.
" Rei kontol kamu ueeenak banget sih, tante genjot yah! "
" Iya tante, yang cepet ya tante "
Tante mirsha terus menggenjot kontolku, dan sekarang aku yang merem melek.
" uhhh. rei sayang tante mau keluar "
" keluarin aja tante "
" gantian dong sayang, tante capek nih "
" tante nunging yah, biar sama-sama enak". Tante Mirsha menurut yang aku bilang.
Kucari lubang anus tante Mirsha, karena aku belum sama sekali merasa mau keluar. Kucoba tusukkan kontolku ke anusnya dengan pelan,
" rei jangan disitu sayang, tante belum pernah sayang"
" tenang aja tante dijamin enak deh!"
" rei sakit rei, ahhhhhhhhhhhhhhhhhh hh. sakit rei udah rei" jerit tante mirsha setelah kontolku sudah masuk setengah anus tante mirsha.
" enakkan tan, kontolku"
" heeh enak banget, tapi jangan cepet2 yah rei "
lima menitsudah kusodok lubang anus tante mirsha, tiba-tiba terdengar suara mobil jemputan anak tante mirsa sudah kembali dari sekolahnya. Aku yang belum keluar mempercepat sodokanku sedang tante mirsha sudah 2 kali.
"sayang udahan dulu yah!,dona udah pulang tuh!". tante mirsha melepaskan kontolku yang masih tegang.
"tan, saya belum keluarnih"
"masak sih rei,kuat amat sih,. Ya udah tunggu tante dikamar nanti tante nyusul."
" gak mau ah" kutarik lagi tante mirsa dan sekarang memeknya yang kujadikan sasaran keberanganku.
" ahhhhhhhhhhhh. terus sayang.terus. jangan dilepasin dulu ya".
tiba-tiba donna anak tante mirsa membuka pintu.
"mama, eh mama lagi ngapain sama om rei".donna yang ketawa melihatku dengan mamanya dalam keadaan ngentot.
"dona kekamar dulu ya, ganti baju dulu ya.mama lagi main dulu sama om rei"
"iya sana dona masuk dulu, ntar om rei beliin coklat deh"
donna yang belum tahu apa-apa langsung lari kekamar dengan senangnya karena aku janji belikan cokelat.
"terusin lagi dong rei, tanggung nih"
kuteruskan lagi permainanku, sekitar sepuluh menit kemudian aku merasakan ada yang mau keluar dari kontolku.
"tante, rei mau keluar nih. mo bareng gak?"
"mmmmmmmmhhhhhhhhhh hhhhhh, ...


...terusin aja sayang kontol kamu enak banget sih, "ante juga mau keluar nih. mmmmmmmmmmhhhhhhhhh hhh"
"tante mirsha mmmmmmmmhhhhhhhhhhh hhh enak banget tante"
tak lama kemudian dikontolku terasa ada rasa hangat yang luar biasa.
"tante juga keluar rei, kontol kamu enak banget ya!"
"memek tante juga luar biasa"
aku memeluk tante mirsha dengan erat sambil tiduran disebelahnya tanpa melepas kontolku didalam memek tante mirsha.
"rei kamu udah merawanin 2lubang tante.kontol kamu tuh yang baru pertama kali ngerasain pantat sama mulu tante.ternyata kamu hebat banget deh"
"tante, kapan-kapan boleh minta lagi ya!"
"diatur ajalah,yang penting waktunya enak"
"makasih ya tante"
aku dan tante mirsha berciuman sebelum pulang. dan keesokan paginya kami melakukan lagi, dan terus melakukan setelah dona dan om mirsha berangkat.kadang kalo ortuku mudik atau menengok kakakku yang kuliah dijakarta, tante mirsha datang kerumahku walaupun om mirsha ada dirumah. dengan alasan mengantar makanan, kami sempat melakukan walau kilat saja, tapi aku puas.

ini terus kulakukan sampai pada saat tante mirsha hamil, dan menurutnya itu adalah benihku. aku sempat melihat anak pertamaku, sebelum aku harus kuliah di jakarta menyusul kakakku disana. tapi kalo aku pulang ke Bandung, aku masih melakukannya dengan tante mirsa. mungkin aku jatuh cinta pada memek tante mirsa, dan sepertinya aku mengidap odipus complex. Karena di jakarta pun aku juga sering melakukannuya dengan tante-tante sebaya tante mirsha walaupun tak seenak memek tante mirsha tak apalah untuk selingan aja kok.
tapi tetap saja kontolku buat memek tante mirsha. love u tante mirsha
0

kkk
"Mah... celana mama mengganggu nih. Aku buka saja ya mah?", tanyaku minta izin
sambil memandang ke arah nya.
Mama enggak segera menjawab, tapi kuperhatikan mama mengangguk sedikit.

Tanpa berlama-lama walaupun aku masih ragu, segera kutarik turun cdnya dan
ketika bagian bawah pantat mama sulit kutarik, mama malah membantunya dengan
mengangkat badannya sedikit sehingga cdnya dengan mudah kupelas dari kedua
kakinya. Lalu sekalian saja kulepas beberapa kancing baju tidur nya yang tersisa
dengan salah satu tanganku dan dengan cepat, kupelas juga kaos dan celana yang
melekat di tubuhku.

Dan cerita dewasa pun berlanjut dibawah ini, setelah lanjut baca

"Mah, kemana saja sih kok sudah sebulan ini baru datang?", tanyaku sengit ketika
Mama ku datang mengunjungiku di Bandung.
"Mama sudah dapat pacar baru ya? sampe enggak sempet datang? Pokoknya aku
enggak mau kalo Mama dapat Papa baru".
Mama ku terlihat kaget ketika aku marah, padahal beliau baru saja datang dari
Jakarta hari jumat sore itu. Tetapi ketika kepalaku di elus-elusnya dan mama
mengatakan minta maaf karena terlalu sibuk dengan pekerjaannya dan sekaligus
juga mengatakan kalau mama tetap sayang denganku, perasaan marahku pun jadi
luluh.
"Masak sih Mas (namaku sebenarnya Pur tetapi mama selalu memangggilku Mas
sejak aku masih kecil), kamu enggak percaya sama mama? Mama terlalu sayang
padamu, jadi kamu jangan curiga kalau mama pacaran lagi", katanya terisak sambil
menciumi pipiku dan akhirnya kami berpelukan.
Setelah makan malam, lalu kami berdua ngobrol di ruang tamu sambil melihat
acara TV.
"Mas, rambutmu itu sudah mulai banyak lagi yang putih... sini mama cabutin", kata
mama yang biasanya selalu mencabuti ubanku bila datang ke Bandung. Segera saja
aku bergegas ke kamar untuk mengambil cabutan rambut lalu duduk menghadap
kearah TV di lantai sambil sandaran di sofa yang diduduki mama.
Terus terang, aku paling senang kalau mama sudah mulai mencabuti ubanku,
soalnya bisa sampai ngantuk.
"Banyak betul sih Mas ubanmu ini?", komentar mama sambil mulai mencabuti
ubanku.
"Habis sih... Mama sudah lama enggak kesini... cuman ngurusin kerjaan melulu."
"Ya sudah, sekarang deh mama cabutin ubanmu sampai habis."
Kami lalu diam tanpa berkata kata.
"Mas""ngomong2 kamu sudah punya pacar apa belum?", tanya mama tiba2, sambil
masih tetap mencabuti ubanku di kepala bagian belakang.
"Belum kok Ma"..masih dalam penjajakan", sahutku.
"Tuh... kan. Kamu ngelarang mama cari pacar, tapi kamu sendiri malah mau
pacaran.", sahut mama dengan nada agak kesal.
"Pokoknya, mama enggak mau lho kalau kamu mulai pacaran, apalagi masih
sekolah bisa2 pelajaranmu jadi ketinggalan dan berarti kamu juga sudah enggak
sayang lagi sama mama", tambahnya.
"Enggak kok Ma, aku masih sayang kok sama mama."
"Sudah selesai Mas yang belakang, sekarang yang bagian depan", perintahnya.
Lalu kuputar dudukku menghadap ke arah Mama dan tetap duduk dilantai diantara
kedua paha mamaku serta Mamapun langsung saja meneruskan mencabuti
uban-ubanku.
"Mas, kamu kan sekarang sudah tambah dewasa, apa enggak pingin punya pacar
atau pingin meluk atau dipeluk seorang perempuan?", kata mama tiba2.
"Atau kamu sudah jadi laki-laki yang enggak normal barangkali ya, Sayang?", lanjut
Mama.
"Ah, mama ini kok nanyanya yang enggak2 sih?", sambil kucubit paha mama yang
mulus dan putih bersih.
"Habisnya selama ini kan kamu enggak pernah cerita soal temen wanita kamu, Mas.", sahut mama.
"Aku ini masih laki-laki tulen Mah. Kalau mama enggak percaya, boleh deh
dibuktiin atau di test ke dokter.", tambahku sambil kuelus-elus paha mama. Kata
Mama, aku enggak boleh pacaran dulu, tambahku.
"Naaah... gitu dong Mas. Pacarannya nanti-nanti saja deh Mas, kalau kamu sudah
lulus".
"Tapi, kamu kan sudah dewasa, apa enggak kepingin meluk dan mencium lawan
jenis kamu", tanyanya lagi.
"Kadang-kadang sih kepingin juga sih Ma, apalagi banyak teman-temanku yang
sudah punya pasangan masing-masing. Tapi ngapain sih Ma, kok nanya2 gituan?"
"Ya... enggak apa apa sih, mama cuman pingin tahu saja.", sahut mama sambil
tetap mencari ubanku.
Karena aku duduk menghadap mama dan jaraknya sangat dekat, tanpa kusadari
mataku tertuju kebagian dada mama dan karena Mama ku hanya memakai baju
tidur putih yang tipis sekali, maka tetek dan puting susunya secara transparan
terlihat dengan jelas.
"Mah... ngapain sih Mama pake baju tidur ini?"
"Lho... memangnya kenapa mas dengan baju tidur mama ini? emangnya kamu
enggak suka ya Mas?", tanya mamaku, tanpa menghentikan kerjanya mencabuti
ubanku.
"Emangnya Mama enggak malu?"... tuh kelihatan?", sambil kututul puting tetek
mama yang terlihat menonjol keluar dari balik baju tidurnya dengan ujung jariku.
"Huuuusss, teriak mama kaget. Mama kirain kenapa? wong enggak ada orang lain
saja kecuali kamu dan bibi dirumah ini. Lagipula mama kan enggak keluar rumah.
Memangnya kamu enggak suka ya Mas?", sahut mama menghentikan kerjanya dan
memandang mataku.
"Wah"... ya suka bangeet dong Mah. Apalagi kalau boleh megang...", senyumku.
"Huussss...", sambil menjundul dahiku.
"Wong kamu ini masih kecil saja", tambahnya.
"Mah. Aku ini sudah mahasiswa lho.. bukan anak TK lagi, masak sih aku masih
kecil? kalo ngeliat sedikit kan enggak apa apa kan mah... boleh kan Mah?",
rengekku.
Mama tidak segera menjawab dan tetap saja meneruskan mencabuti ubanku seolah
olah enggak ada apa-apa.
Setelah kutunggu sebentar dan mama tidak menjawab atau melarangku, akhirnya
kuberanikan untuk menjulurkan tanganku kearah kancing baju tidurnya didekat
dadanya.
"Sebentar aja lho Mas ngelihatnya", ujarnya tanpa menghalangi tanganku yang
sudah melepas 3 buah kancing bajunya.
"Aduh Mah...putih betul sih tetek mama." komentarku sambil membuka baju
tidurnya sehingga tetek mamaku tersembul keluar. Aku enggak tahu ukurannya,
tetapi yang pasti tidak terlalu besar sehingga kelihatan tegang menantang serta
berwarna merah gelap di sekitar puting nya.
"Sudah ah Mas, tutup lagi sekarang", katanya sambil tetap mencabuti ubanku.
"Lho... Kok malah bengong, tutup dong Mas?", katanya lagi ketika kata-kata mama
enggak aku ikutin dan tetap memandang kedua tetek mama yang kupandang begitu
indah.
"Bentar dong Mah... aku belum puas nih Mah, melihat tetek mama yang begitu
indah ini. Boleh ya Mah pegang dikit?"
"Tuh kan... Mas ini sudah ngelunjak. Katanya tadi cuman mau ngelihat sebentar,
eeeh sekarang pingin pegang.", sahut mama sambil tetap melanjutkan mencabut
ubanku.
"Sebentar aja lho...", sahutnya tiba2 ketika melihatku hanya bengong aja
mengagumi tetek mama.
Setelah Mama mengizinkan dan dengan penuh keraguan serta tanpa berani melihat
wajah Mama, segera saja kuremas pelan kedua tetek mama dengan kedua telapak
tanganku.
"Aahh... sungguh terasa halus dan kenyal tetek mama", gumanku dalam hati. Lalu
kedua tetek mama kuelus2 dan kuremas2 dengan kedua tanganku.
Karena asyiknya meremasi tetek mama, baru aku sadar kalau tangan mama sudah
tidak lagi mencabuti ubanku lagi di kepalaku dan setelah kulirik, ternyata mama
telah bersandar di sofa dengan mata tertutup rapat, mungkin sedang menikmati
nikmatnya remasan tangan ku di tetek nya.

Melihat mamaku hanya diam saja dan memejamkan matanya, lalu timbul
keberanianku dan segera saja kumajukan wajahku mendekati tetek kirinya dan
mulai kujilat puting teteknya dengan ujung lidahku.
Setelah beberapa kali teteknya kuremas dan tetek satunya kujilati, kudengar
desahan mama sangat pelan "ssshhh... ssssshhhh... aaaahh.. Maaaass...
suuuudaaaahh..."
Desahan ini walaupun hampir tidak terdengar membuat ku semakin berani dan
jilatan di puting teteknya dan kuselingi dengan hisapan halus serta remasan di tetek
mama sebelah kanan pun kuselingi dengan elusan elusan lembut.
Tiba2 saja terdengar bunyi "kling" di lantai dan itu mungkin cabutan ubanku yang
sudah terlepas dari tangan mama, karena bersamaan dengan itu, terasa kedua
tangan mama sudah meremas remas rambutku dan kepalaku di tekannya kearah
badannya sehingga kepalaku sudah menempel rapat di tetek mama dan nafasku pun
sedikit tersengal. Desahan dari mulut mamaku pun semakin keras.
"Ssssshhh... ooooohh... aaaaahhh... Maaaaaassss..."
Desahan yang keluar dari mulut mamaku ini menjadikan ku semakin bersemangat
dan kugeser kepalaku yang sedang dipegangi mama kearah tetek yang satunya dan
tangan kananku kuremaskan lembut di tetek kiri mama dan tak henti2 nya desahan
mama terdengar semakin kuat dengan nafas cepat.
"Maaasss... aaaaahhh", desah mama dengan keras dan tubuhnya meliuk liuk, seraya
mendekap kepalaku sangat kuat sehingga wajahku tenggelam kedalam teteknya.
"Aaaahhhh", teriaknya dan diakhiri dengan nafasnya yang cepat dan tersengal-
sengal.
"Maaas, mama lemes sekali", kata mama dengan suara yang hampir tidak terdengar
dengan nafasnya yang masih tersengal-sengal. "Maass, tolong bawa mama ke
kamar", tambahnya dengan nafasnya yang masih cepat.
"Ayoooo Maas. Cepat bawa mama ke kamar", katanya lagi dan tanpa berfikir
panjang akhirnya kubopong mama dan kuangkat ke tempat tidurnya dan dengan
hati2 kutidurkan terlentang di tempat tidurnya dan mata Mama masih tetap merem
tapi nafasnya yang cepat sudah sedikit mereda.
Aku enggak tahu harus berbuat apa, jadi aku hanya tiduran saja disamping mama
sambil ku elus elus dahi yang berkeringat dan rambutnya serta pandanganku tidak
pernah lepas dari wajah mama karena takut terjadi apa2, tapi sering juga mataku
tertuju ke tetek mama yang menyembul keluar dari baju tidurnya yang terbuka.
Nafas mama makin lama semakin teratur.
Tak lama kemudian mata mama mulai terbuka pelan-pelan dan ketika melihatku ada
disampingnya, mama tersenyum manis sambil tangannya dieluskan ke wajahku.
"Kenapa Mah. Aku sampai takut", kataku sambil kuciumi tangan yang sedang
memegang wajahku.
"Mama lemes sekali sayang... kaki mama gemetaran, tolong kamu pijitin mama",
perintahnya dengan suara yang hampir tidak terdengar.
Tanpa membantah, segera saja aku berpindah ke dekat kaki mama dan ketika kedua
kakinya di geser kearah berlawanan, lalu kutempatkan dudukku diantara kedua
paha mama yang sudah terbuka lebar. Kulihat mama sudah menutup matanya
kembali.
Penisku yang tadi sudah tidur karena rasa takut, kembali mulai bangun ketika baju
tidur mama yang tersingkap dan cd nya terlihat jelas. Benar-benar merupakan
pemandangan yang sangat indah, pahanya yang putih mulus serta padat berisi itu
membuat jantungku serasa mau copot.
Karena enggak pernah tahu bagaimana caranya memijat, akhirnya kedua tanganku
kuletakkan di kedua paha mama dan kupijit-pijit dari bawah ke atas. Aku enggak
tahu, apakah pijitanku itu enak apa tidak, tetapi kelihatannya mama tetap
memejamkan matanya tanpa ada protes. Demikian juga ketika kedua tanganku
kusodokan di cdnya beberapa kali, mama pun tetap diam saja.
Memang godaan syahwat bisa mengalahkan segalanya. Penisku pun sudah begitu
tegang sehingga kugunakan salah satu tanganku untuk membetulkan arahnya
keatas agar tidak terasa sakit.
"Mah... celana mama mengganggu nih. Aku buka saja ya mah?", tanyaku minta izin
sambil memandang ke arah nya.
Mama enggak segera menjawab, tapi kuperhatikan mama mengangguk sedikit.


Tanpa berlama-lama walaupun aku masih ragu, segera kutarik turun cdnya dan
ketika bagian bawah pantat mama sulit kutarik, mama malah membantunya dengan
mengangkat badannya sedikit sehingga cdnya dengan mudah kupelas dari kedua
kakinya. Lalu sekalian saja kulepas beberapa kancing baju tidur nya yang tersisa
dengan salah satu tanganku dan dengan cepat, kupelas juga kaos dan celana yang
melekat di tubuhku.
Sambil kembali kupijati paha mama, mataku enggak lepas memandang memek
mama yang baru pertama kali ini kulihat. Bulu jembutnya terlihat hanya beberapa
lembar sehingga bentuk memeknya terlihat dengan jelas dan dari celah bibirnya
kulihat sudah berair. Detak jantungku menjadi kian kencang terpacu melihat
bagian-bagian indah milik mamaku.
Karena enggak tahan cuma memelototi lubang kenikmatan mama, lalu
kuselonjorkan badanku kebelakang sehingga wajahku pun sudah berada tepat
diatas memek mama tapi tanganku pun masih memijati pahanya walaupun itu
hanya berupa elusan elusan barangkali.
Awalnya sih aku hanya mencoba membaui memek mama dengan hidungku. Ah, ada
bau yang meruap asing di hidungku, segar dan membuatku tambah terangsang.
Eeeh... kuperhatikan mama tetap tenang saja, walaupun nafasnya sudah lebih cepat
dari biasanya.

Ketika lidahku mulai kumainkan dengan menjilat di seputar belahan bibir
memeknya yang sudah terlihat basah dari tadi dan terasa asin tapi enak, pinggul
mama tergelinjang keras sehingga hidungku basah terkena cairan mama.
"Aduuuuh Mas!", teriak mama tiba2 dengan suara serak dan tersendat sendat
diantara nafasnya yang sudah memburu. tetapi mama kembali diam dan aku artikan
mama setuju saja dengan apa yang aku lakukan dan walaupun kedua tangannya
memegangi kepalaku.
Tanpa minta izin, segera saja jari-jariku kugunakan untuk membuka bibir vagina
dan memainkan bibir vagina serta daging kecil yang sudah menyembul dari
sela-sela bibir vaginanya.
"Aduh... aaaaaah... aaahhh... Maaaaas", kudengar desahan mama agak keras.
Dapat kurasakan cairan lendirnya yang sudah semakin membasahi vagina mama
yang indah itu. Betapa nikmat rasanya, apalagi dengan desahan mama yang
semakin lama semakin keras, membuatku semakin bersemangat dan mulai kujilati,
kuendus dan kumasukkan hidungku kedalam vaginanya serta kumainkan lidahku di
lobang memek mama.
Mungkin karena keenakan, desahan mama sudah menjadi erangan yang keras dan
rambut kepalaku pun sudah diremas remas mama seraya di tekan tekannya
kepalaku dan pantatnya pun digoyangnya naik turun sehingga seluruh wajahku
terasa basah semua terkena cairan yang keluar dari memek mama. Aku terus saja
memainkan lidahku tetapi tidak berapa lama kemudian bisa kurasakan goyangan
tubuh mama semakin cepat dan nafasnya pun sudah terdengar cepat dan keras
sekali. Tubuh mama mengejang dan akhirnya dia mendesah keras,
"Maaaas... addduuuuh... aaaaaah... ssssh. teee..ruuuuusss..maaas", sambil
kepalaku ditekannya dalam dalam kearah memeknya. Lalu mama terkapar melepas
tangan nya dari kepalaku dengan nafas ngos2an yang cepat dan aku yakin sekali
kalau mama sudah mencapai orgasmenya lagi.
Tanpa disuruh aku segera naik dan tiduran miring menghadapnya disamping mama
yang terlentang dengan nafasnya yang masih cepat.
"Aduuuh"maaas, kamu nakal sekali ya? kamu bikin mama jadi keenakan sampe
lemes sekali", katanya setelah nafasnya agak normal sambil memencet hidungku.
"Mah... booo leeeh enggak aaaa kuuuu?", tanyaku tapi enggak berani meneruskan
kalimatnya, sambil ku usap2 dahi mama yang masih berkerigat. Mudah2an saja
mama mengerti maksudku itu, soalnya penisku sudah tegang sekali.
"jangan ya sayang...", jawab mama seraya mengecup pipiku dan jawaban itu tentu
saja membuatku menjadi sedikit kecewa.
Mungkin mama melihat perubahan wajahku dan karena merasa kasihan, lalu
katanya "...Mas, boleh deh, tapi hanya digesek gesekin saja ya di luar?". Mendengar
jawaban itu membuat hatiku agak lega. Yah... dari pada enggak boleh sama sekali,
padahal rasa kepinginku sudah sampe diujung.
"Sini sayang naiklah", lanjut nya sambil meraih tubuhku untuk naik di atas tubuh
mama dan dari rasa sentuhan dikakiku, terasa mama juga sudah membuka ke dua
pahanya, tapi tidak terlalu lebar.
Tanpa berkata kata, lalu kunaiki tubuh mama dengan penisku yang sudah siap
tempur dengan kepalanya yang mengkilap tegang. Tangan mama sudah memegangi penisku dan mengarahkan batang kemaluanku ke memeknya. Lalu, penisku yang
sedang dipegangnya di gesek2an keatas dan kebawah secara perlahan-lahan di
memeknya yang memang sudah licin dan kupergunakan kesempatan ini untuk
menjilati leher mama.
Aku pun harus bersabar sedikit dan menunggu agar nafsu mama naik kembali
karena sentuhan penisku dimemeknya dan jilatan2 ku di lehernya. Sesekali
kuperhatikan wajah mama dan kulihat mama sedang memejamkan kedua matanya
yang mungkin sedang menikmati gesekan2 penisku di memeknya.
Suatu ketika, mama menghentikan gerakan tangannya dan melepaskan pegangan
tangannya di penisku.
Kedua tangan mama lalu memegangi kepalaku dan melepaskanku dari dadanya
yang sedang kujilati serta memandangku dengan mata sayu.
"Gimana... sayang, enak enggak?", tanyanya.
"Ya enak dong maaaah... tapiii...", jawabku di telinganya tanpa berani meneruskan.
"Tapi... kenapa Maaas?", tanya mama pura2 enggak mengerti kata-kataku tadi.
"Boo.. leh ya maaaah dimasukin?", jawabku agak gugup didekat telinganya lagi.
Belum sampai kata-kata yang aku ucapkan itu selesai, terasa ibu telah berusaha
merenggangkan ke dua kakinya pelan2 lebih lebar lagi dan kulihat ibu tidak
berusaha menjawab, tapi malah terus menutup matanya.
Dengan tanpa melihat, karena aku sibuk menjilati telinga dan leher mama dan
kedua tangan mama hanya dipelukannya di punggungku, kutekan pantatku sedikit
dan mama lalu menggeser pantatnya sedikit saat penisku sudah menempel di
memeknya, sepertinya mama yang memang sudah lebih berpengalaman, sedang
berusaha menempatkan lobang memeknya agar penisku mudah memasukinya.
Ketika mama sudah tidak menggerakkan tubuhnya lagi, pelan2 kutekan penisku ke
memek mama, tetapi sepertinya kepala penisku terganjal dan tidak mudah masuk
atau mungkin salah tempat, walau aku tahu memek ibu sudah basah sekali dari
tadi.
Tetapi ketika kuperhatikan wajah mama yang lagi merem itu, sepertinya mama agak
menyeringai, mungkin sedang menahan rasa sakit sewaktu penisku kutekan ke
memeknya...
"Peel.. laaan.. pelaaan sayyy...aang, saaa...kiiitt, mama sudah lama enggak pernah
lagi", kudengar bisik mama didekat telingaku. Karena kasihan mendengar suara
mama yang kesakitan, segera saja kuangkat pelan2 penisku tetapi tangan mama
yang dari tadi ada di punggungku sepertinya berusaha menahannya.
"Nggggak aaapppaa aapa Maaas", terdengar bisik mama lagi. Aku nggak menjawab
apa2, tetapi kemudian terasa tangan mama sepertinya menekan pantatku, mungkin
menyuruhku untuk mencoba memasukan penisku, lalu kutusukkan lagi saja penisku
pelan2 ke memek mama dan "..ssssrreeeeeeeet", terasa kepala penisku seperti
menguak sesuatu yang tadinya tertutup rapat dan langsung saja kuhentikan tusukan
penisku ke memek mama, karena terlihat mama menyeringai menahan sakit dan
terdengar lagi mama merintih.
"Aduuuuhh... maaaaas...", sambil kedua tangannya menahan punggungku sedikit
dan kembali tekanan pantatku kebawah segera kuhentikan. Aku jadi kasihan melihat
wajah mama selalu menyeringai seperti kesakitan.
Tetapi beberapa saat kemudian,
"Teken lagi mas, tapi pelan pelan ya...", sambil kedua tangan mama menekan
pantatku pelan-pelan, langsung saja aku mengikuti tekanan tangan dipantatku
menekan pelan2 dan tiba2 "..sssrrrrreeett... bleesss...", terasa kepala penisku
masuk ke memek mama.
"...Maaaaasss!..", teriak mama pelan bersamaan dengan masuknya kepala penisku.
"Sudah maaass..suuuuukk... saaa... yaang...", lanjutnya sambil melepas nafas
panjang tapi tangan mama malah menahan tekanan pantatku.
Aku diamkan sebentar pergerakan penisku sambil menunggu reaksi mama, tetapi
dalam keadaan diam seperti ini, aku merasa penisku sedang terhisap kuat di dalam
memek mama dan tanpa kusadari terucap dari mulutku,
"..Maaah... maaah... terr... uuusss... Maaah e...naaaaak.'
Saking enaknya, aku sudah nggak memperhatikan tangan atau wajah mama lagi,
lalu kegerakkan pantatku naik turun pelan2 dan mamapun mengimbanginya dengan
mengerakkan pantatnya seperti berputar-putar.
"Maaasss.. terus... maaas.. enaaakk... aduuuhhh... enak Mas...", kudengar
kata-kata mama terbata-bata dan kubungkam bibir mama dengan mulutku sambil lidahku kuputar didalam mulutnya, serta kedua tanganku kucengkeram kuat diwajah
mama..
Sedang kan kedua tangan mama masih tetap di posisi pantatku dan menekan
pantatku apabila pantatku lagi naik. Goyangan dan gerakan aku dan mama semakin
cepat dan kudengar bunyi
"Crreeettt... creeettt.. creeetttt."
Secara teratur sesuai dengan gerakan naik-turunnya pantatku serta bunyi suara
mama, "Hhhmmm... aaahhhh... aaahhh...", yang nggak keluar karena bibirnya
tertutup bibirku.
Tiba2 saja mama menghentikan gerakan tubuhnya dan mengatakan, "berhenti
sebenar sayang".
"Kenapa Ma?"
"Maasss, tolong cabut punyamu dulu, mama mau mengelap punya mama supaya
agak kering sedikit, biar kita sama sama enak nantinya", katanya.
Bener juga kata Mama, kataku dalam hati, tadi memek Mama terasa sangat basah
sekali. Lalu pelan2 kontolku kucabut keluar dari Memek Mama dan kuambil handuk
kecil yang ada di tempat tidur sambil kukatakan, "Maaam, biar aku saja deh yang
ngelap..boleeeh kan Maaam?"
"Terserah kamu deh Maasss", jawab Mama pendek sambil membuka kedua kakinya
lebar2 dan aku merangkak mendekati memek Mama dan setelah dekat dengan
memek Mama, lalu kukatakan, "Aku bersihkan sekarang ya maaaaa?", dan kudengar
Mama hanya menjawab pendek.
"Boleh sayaaang". Lalu kupegang dan kubuka bibir memek Mama dan kutundukkan
kepalaku ke memeknya lalu kujilat-jilat itil dan belahan memek mama dan pantat
Mama tergelinjang keras mungkin karena kaget sambil berseru, "Maaas... kamu...
nakal yaaaaa!".
Tanpa menjawab, aku teruskan isapan dan jilatan di semua bagian memek Mama
dan membuat Mama menggerak-gerakkan terus pantatnya dan kedua tangannya
kembali menekan kepalaku. Beberapa saat kemudian, terasa kepalaku seperti ditarik
Mama sambil berkata, "Maas... sudaaaah sayaaaaang. Mama nggak tahaaan. Kalau
kamu gituin terus. Sini... yaaaang".
Lalu kuikuti tarikan tangan Mama dan aku langsung naik diatas badan Mama dan
setelah itu kudengar mama seperti berbisik di telingaku, "Mas, masukin lagi...
punyamu... sayaaang... Mama sudah ngak tahan... ya aang", dan tanpa
membuang-buang waktu, kuangkat kedua kaki Mami dan kutaruh diatas pundakku
sambil ingin mempraktekkan seperti apa yang kulihat di blue film yang sering
kulihat dan sambil kupegang batang kontolku, kuarahkan ke memek Mama yang
bibirnya terbuka lebar lalu kutusukkan pelan2, sedangkan mama dengan menutup
matanya seperti pasrah saja dengan apa yang kuperbuat.
Karena memek Mama masih tetap basah dan apalagi baru kujilat dan kuisap-isap,
membuat memek mama semakin basah sehingga sodokan kontolku dapat dengan
mudah memasuki lobang memek Mama.
Mama mulai meggerakkan pantatnya naik turun mengikuti gerakan kontolku yang
keluar masuk memeknya.
"Mas, terus teken yang kuat", desah mama dan tanpa perintah kedua kalinya,
akupun menggenjot memeknya lebih kuat sehingga terdengar bunyi "crroooooot...
croooott", mungkin akibat memek mamaku yang sudah basah sekali.
"Ayyooo maaasss", serunya lagi dengan nafasnya yang sudah tersengal sengal.
"Maas... turunkan kaki mama", mintanya dan sambil kontolku masih kusodok
sodokkan kedalam memek mama, satu persatu kakinya kuturunkan dari bahuku dan
akupun sudah menempel tubuh mama serta mama mulai menciumi seluruh wajahku
sampai basah semua...
Nggak lama kemudian gerakan pantat mama yang berputar itu semakin cepat dan
kedua tangannya mencengkeram kuat2 di pantatku dan... tiba-tiba mama melepas
ciumanku serta berkata tersendat-sendat agak keras ".. Maaaaassss... mama..
haam.. piirr.. maaaas... aa... yyoooo ..maass.. cepppaaaat..'
Moment ini nggak kusia-siakan, karena aku sudah nggak kuat menahan desakan
pejuku yang akan keluar. "Ayyooo maaaah... Aduuuh... maaah...", sambil kutekan
kontolku kuat2 kedalam memek mama dan kurasakan cengkeraman kuat kedua
tangan mama di pantatku makin keras dan agak sakit seakan ada kukunya yang
menusuk pantatku.

Kuperhatikan mama dengan nafas yang masih ter-engah2 terdiam lemas seperti
tanpa tenaga dan kedua tangannya walau terkulai tapi masih dalam posisi
memelukku, sedangkan posisiku yang masih diatas tubuh mama dengan kontolku
masih menancap semuanya didalam memeknya.
Karena mama hanya diam saja tapi nafasnya mulai agar teratur, aku berpikir mama
mau istirahat atau langsung tidur, lalu kuangkat pantatku pelan2 untuk mencabut
kontolku yang masih ada di dalam memek mama, eeehh... nggak tahunya mama
dengan kedua tangannya yang masih tetap di punggungku dan memiringkan
badannya sehingga aku tergeletak disampingnya lalu dengan matanya masih
terpejam dia berguman pelan, "Maaas... biarkan.. Mas. Biarkan punyamu itu
didalam sebentar. Rasanya enak... ada yang mengganjel didalam...", sambil
mencium bibirku mesra sekali dan kami terus ketiduran sambil berpelukan.
Entah berapa lama aku sudah tertidur dan akhirnya aku terbangun karena aku
merasakan ada sesuatu yang menghisap-hisap kontolku. Ketika kulihat jam diding,
kulihat sudah jam 5 pagi dan kulihat pula mamaku sudah berada di bagian bawah
lagi asyik mengulum dan mengocok ngocok kontolku. Aku pura2 masih tidur sambil
menikmati kuluman mulut mama di kontolku. Mama mengulum kontolku dan
memainkan dengan lidahnya, aku terasa geli.
Sambil mengulum, terasa kelembutan jari jemari mama mengusap dan membelai
batang kontolku. Diusap dan diurutnya keatas dan kebawah. Terasa mau tercabut
batang kontolku diperlakukan seperti itu. Aku hanya mendesis geli sambil
mendongakkan kepala menahan nikmat yang luar biasa.
Setelah itu, giliran pangkal paha kananku diselusurinya. Lidah mama
mengusap-usap pangkal pahaku, terus menyusur ke paha dan terus naik lagi ke
buah zakar, ke batang kontolku, ke kepala kontolku, enuaaaknyaa.
Tetapi lama lama tidak tahan juga sehingga mau tak mau pantanku pun mulai
kugerakkan naik turun dan yang membuat mama nengok kearahku dan melepas
kuluman di kontolku tapi tetap masih memeganginya.
"Sudah bangun saayaaang.", katanya dengan suara lembut.
"Terus maaah, enaaaaakk", kataku dan kembali mamaku mengulum kontolku
sehingga terlihat kontolku keluar masuk mulut mama. Setelah beberapa lama
kontolku dikulum dan mengurut batang kontolku, tiba-tiba saja mama melepas
kontolku. Kini, lidah mama sudah naik menyusuri perutku, menjilat-jilat pusarku,
terus naik lagi ke dada kanan, melumuri puting susu kananku dengan air liur yang
hangat, lalu ke leher, dan akhirnya ke mulutku.
Lidah mama ketika memasuki mulutku, kugigit sedikit dengan gemas... Tiba-tiba,
aduuhhhh... aku merasa batang kemaluanku memasuki jepitan daging hangat,
kenyal dan berlendir.... memek mama. Rupanya saat mulutku asyik menikmati
lidahnya, mama menyodokkan vaginanya ke kontolku yang memang sudah tegang
sekali. Tanpa mengeluarkan lidahnya dari mulutku, mama mulai menekan pantatnya
ke bawah. "Blesssss...", kontolku menerobos masuk kedalam memek mama. Hangat
rasanya.
Mama terus melakukan gerakan memompa.
Aduhhhhh batang kontolku merasakan elusan dan remasan dinding vagina mama...
Akupun menggelepar sehingga lidah mama keluar dari mulutku. Tapi lidah mama
terus mengejar mulutku sehingga bisa kembali masuk ke dalam mulutku.
Sementara pantatnya tetap memompa dan terdengar bunyia "crooot... croott..."
"Aduhhhh... enaaaknya", seruku tanpa sadar.
"Enaaak sayaaaaang?", tanya mama.
"Terruuss maaaaah, enak sekali..."
Tiba-tiba saja mama melepaskan mulutnya dari mulutku. Lalu tangan mama
diletakkan dan bertumpu di dadaku, serta mulai naik turun memompa dan
memutar-mutar pantatnya.
"Serrrr... serrr..."
Batang kontolku pun serasa ikut terputar seirama dengan putaran pantat mama.
"Addduuuuuuhhhh, maaaaah, aku nggak tahaannn nih..." ,desisku.
Mama kelihatannya tidak ambil pusing dengan rintihanku, dia tetap memutar,
memompa, memutar, memompa pantatnya, tapi nafasnya pun sudah begitu cepat.
Tetek mama yang ada dihadapanku pun juga ikut tergoyang-goyang seirama
dengan gerakkan tubuhnya dan kuremas remas keduanya dengan tanganku.
Sekitar beberapa menit aku terombang-ambing dalam kenikmatan yang luar biasa, sampai akhirnya ketika ibu mulai mengubah posisi dengan membalik tubuhku
sehingga aku sekarang sudah berada diatas tubuh mama dan nafas mama
kuperhatikan sudah begitu cepat.
"Maaaas... ceeepaaaat, teken yang kuat maaass", perintahnya sambil memeluk
punggungku erat-erat serta menggerakkan pinggulnya naik turun dengan cepat
sehingga membuat kontolku terasa sedikit ngilu.
"Cepaaaat Maaas", serunya lagi dengan nada suara yang cukup keras seraya
tangannya mendekap punggungku kuat-kuat. Mungkin mama sudah mendekati
orgasmenya barangkali, padahal akupun sudah hampir tidak kuat menahan air
maniku agar tidak keluar.
"Ini maaaah. Ini tahan yaaa maaah...", sahutku seraya kugenjot memek mama
kuat2 beberapa kali.
"Ter..rrruss..saaayang terruuuus", katanya lagi dengan gerakan pinggulnya semakin
liar saja.
"Maaah...maaaaaaah. Aku gak tahan lagiiiiiii", teriakku kuat-kuat kutekan kontolku
lebih kuat lagi kedalam memek mama dan "crreeeeet...", air maniku akhirnya jebol
dan menyemprot kuat kedalam memek mama dan mungkin setelah menerima
semprotan air maniku akhirnya mama pun berteriak, "Maaaaassss, mama
juuuugaaaaaaaa", teriaknya sambil merangkulkan kedua kakinya kuat2
dipunggungku dan cengkeraman tangannya pun membuat punggungku terasa sakit.
Akupun akhirnya menjatuhkan tubuh ku disamping mama dan sama2 terengah
engah kecapaian.
Setelah nafas kami mulai teratur, sambil memelukku mama berkata serasa berbisik
dekat telingaku.
"Enaaak.. maaaaaasss?"
"Enak sekali maaaah.".
"Mas, jangan sampai ada yang tahu soal ini yaaaa? Kamu kan bisa jaga rahasia kita
ya", kata mama.
"Iya maaah".
"Dan satu lagi...", kata mama sambil memandangku tajam.
"Apa itu Maaah?"
"Yang ini punya mama. Jangan kamu kasihkan ke orang lain ya?", katanya seraya
mencengkeram kontolku yang lagi tidur kecapean dan mengelus elusnya.
"Janji ya.. saaaayang?", tambahnya lagi.
"Asal ini semua juga buat saya ya Maaah.", sahutku sambil kuremas memek mama
dan kueluskan jariku dibelahan memek mama yang masih terasa basah oleh air
maniku.
Akhirnya kami tertawa berbarengan dan tiba2 saja ada ketukan di pintu kamar,
"Buuuu... sudah siang!". Rupanya ketukan dari pembantu karena saat itu sudah jam
9.00 pagi.
Setelah itu, mama selalu tidak pernah absen mengunjungiku di Bandung atau kalau
mama berhalangan, maka akulah yang datang ke Jakarta.

lll
Kontol Besar Papa ternyata mampu membangkitkan gairahku. Cerita Dewasa super mesum ini tak sepantasnya kuceritakan dan terjadi. Namun apa daya, penis super besar itu mengganggu tidurku, dan vaginaku serasa ingin dijamah oleh kontol papaku sendiri.


Dimaju mundurkan kontolnya di dalam mulut Fenty. Setelah beberapa lama, tubuh Papanya bergetar lalu... Crott! Crott! Crott! Air mani Papanya muncrat di dalam mulut Fenty. Fenty dengan tenang menelannya habis. Fenty lalu berdiri sambil tersenyum.

"Fenty pengen, Pa.." pinta Fenty berbisik.
"Tidak bisa sekarang sayang," kata Papanya sambil membetulkan celananya.
"Kapan, Pa?" kata Fenty sambil memeluk dan mengecup bibir Papanya.
"Kamu pulang kuliah jam berapa?" tanya Papanya.




Selepas SMA, Fenti, waktu itu 20 tahun, melanjutkan studinya ke Akademi Sekretaris ternama di Bandung. Dengan wajah sangat cantik, tubuh tinggi semampai, dan kemampuan akademis yang cukup baik, pantaslah kalau Fenti memasuki akademi tersebut. Pacar Fenti sejak SMA, Ganjar, tetap setia dan semakin serius dalam menjalin hubungan dengan Fenti.

"Mau kemana lagi, Fen?" tanya Ganjar sambil melirik ke Fenti.
"Pulang, ah.. Aku capek sehabis ujian tadi," jawab Fenti sambil bersandar pada jok mobil, matanya terpejam.

Ganjar sekilas melirik pada paha Fenti yang putih mulus. Rok mini yang dipakai Fenti naik tersingkap dengan posisi duduk Fenti tersebut.

"Fen, kita ke motel dulu, ya..?" ajak Ganjar.
"Yee, kamu horny ya?" kata Fenti melirik Ganjar sambil tersenyum.
"Habisnya aku tidak tahan melihat kamu..." kata Ganjar sambil tersenyum pula.
"Ya sudah, mau dimana?" tanya Fenti sambil tangannya mengelus paha Ganjar yang sedang mengemudi.

Ganjar tak menjawab. Hanya senyuman saja yang tampak di wajahnya sementara mobil diarahkannya menuju sebuah motel..

"Buka dong semua pakaian kamu," kata Ganjar sementara dia sendiri melucuti semua pakaiannya.
"Ih dasar otak horny!" kata Fenty tersenyum sambil melepas seragam kuliahnya.
"Aku cinta kamu.." kata Ganjar sambil memeluk tubuh telanjang Fenti dari belakang.

Satu tangan meremas buah dada Fenty, sementara satu tangan mengelus dan mengusap memeknya.

"Mmhh..." desah Fenty sambil terpejam. Tangan Fenty menggenggam kontol Ganjar yang sudah tegak dan sesekali mengenai belahan pantatnya.
"Mmhh.. Enak sayang..." bisik Ganjar ketika Fenty mengocok kontolnya.

Fenty tersenyum dan langsung membalikkan badannya menghadap Ganjar lalu mengecup bibirnya. Ganjar membalas kecupan bibir Fenty dengan hangat.

"Hisap, dong..." bisik Ganjar di telingan Fenty.

Fenty tersenyum sambil merendahkan badannya dan langsung berjongkok. Wajahnya tepat di depan kontol Ganjar yang sudah berdiri tegak. Lidah Fenty mulai menjilati kepala kontol Ganjar sementara tangannya tetap mengocok batangnya.

"Ohh.. Enak sayang..." bisik Ganjar sambil memompa kontolnya pelan ketika Fenty mulai mengulum batang kontolnya.

Jilatan, hisapan serta kocokan tangan Fenty pada kontolnya membuat Ganjar mengejang menahan nikmat.

"Gantian dong..." kata Fenty sambil bangkit setelah beberapa waktu.

Fenty bersandar ke dinding sambil berdiri. Ganjar jongkok lalu diciumnya bulu kemaluan Fenty. Fenty memejamkan matanya dan melebarkan kakinya ketika lidah ganjar mulai menelusuri belahan memeknya.

"Oww.. Enak banget, sayang," kata Fenty sambil memegang kepala Ganjar dan mendesakan ke memeknya.

Pinggulnya bergerak naik turun ketika lidah Ganjar bermain di lubang memek dan kelentitnya bergantian.

"Ohh.. Sshh..." desis Fenty merasakan kenikmatan yang tak terhingga.

Fenty terpejam dan mendongak sambil mendesakkan kepala Ganjar lebih keras ke memeknya ketika ada sesuatu yang sangat nikmat tiada tara yang mau keluar..

"Ohh.. Ohh.. Ohh..." Fenty menjerit pelan tertahan ketika mencapai puncak orgasmenya.

Terasa ada yang menyembur hangat enak di dalam memeknya.

"Mmhh.. Enak sekali sayang," kata Fenty sambil agak membungkuk lalu mencium bibir Ganjar yang masih basah oleh cairan memeknya.

Ganjar sepertinya sudah tidak tahan lagi. Setelah membalas ciuman Fenty sesaat, segera ditariknya tubuh Fenty ke atas ranjang. Fenty telentang sambil membuka kakinya lebar. Dengan tak sabar Ganjar segera menaiki tubuhnya lalu mengarahkan kontolnya ke memek Fenty. Tangan Fenty segera menggenggam dan membimbing kontol Ganjar ke lubang memeknya. Dengan sekali desakan, kontol Ganjar sudah masuk ke memek Fenty. Kontol Ganjar keluar masuk memek Fenty disertai bunyi khas..

"Mmhh..." Fenty mendesah sambil terpejam sementara pinggulnya bergoyang mengimbangi gerakan Ganjar.
"Enak sekali, sayangghh..." desah Ganjar.

Setelah beberapa waktu dan beberapa posisi bersetubuh mereka lakukan, Ganjar hampir mencapai puncak kenikmatannya. Kontol Ganjar semakin cepat keluar masuk memek Fenty. Ketika puncaknya, Ganjar segera mencabut kontolnya lalu turun dan berdiri di pinggir ranjang. Fenty yang sudah terbiasa, langsung mengerti. Kontol Ganjar yang masih basah oleh cairan memeknya segera dikulum han dihisap kuat sambil dikocok pelan. Ganjar terpejam sambil memegang kepala Fenty dan mendesakkan kontolnya agak dalam ke mulut Fenty. Tak lama, crott! Crott! Crott! Air mani Ganjar tumpah di dalam mulut Fenty yang terus menghisap kontolnya.

"Wohh.. Enak sekali, sayang," ujar Ganjar dengan nafas berat.

Fenty tersenyum sambil menjilati batang dan kepala kontol Ganjar dari sisa air maninya yang masih menempel. Lalu mereka berciuman..

"Cepat pulang ah..." kata Fenty setelah mereka selesai berpakaian dan merapikan diri.
"Ya sayang..." kata Ganjar sambil menggandeng Fenty keluar kamar.

Sesampai di rumah, Ganjar segera pulang setelah berpamitan kepada Papa dan mama Fenty.

"Lama amat sih, Fen?" tanya mamanya.
"Iya, mam.. Tadi kami nyimpang dulu ke tempat makan," kata Fenty ringan sambil segera ke kamarnya untuk ganti pakaian.

Malam harinya, ketika mereka sedang nonton TV, Papa dan Mama Fenty segera bangkit dari tempat duduk karena sudah waktunya jam tidur.

"Kamu jangan terlalu malam begadang, nanti sakit kepala," kata mamanya kepada Fenty.
"Iya, Mam.. Tanggung nih film sedang seru-serunya," kata Fenty sambil matanya terus melihat TV.

Lalu mereka segera masuk kamar. Setelah beberapa menit, telinga Fenty menangkap suara ranjang berderit berulang-ulang. Sebetulnya Fenty sudah mengerti apa yang sedang terjadi di kamar orang tuanya. Fenty bersikap cuek saja awalnya. Tapi rasa penasaran dihatinya membuat Fenty ingin mengintip mereka. Segera fenty bangkit lalu mengendap mengintip dari lubang kunci. Walaupun tidak terlalu jelas tapi Fenty dapat melihat Papa Mamanya sedang bersetubuh.

Darah Fenty berdesir karenanya. Ketika mata Fenty melihat buah zakar dan kontol papanya yang keluar masuk memek Mamanya, darahnya makin berdesir. Matanya lebih jelas lagi melihat kontol papanya ketika mereka telah selesai bersetubuh, papanya bangkit dan mengelap kontolnya yang basah. Tampak jelas di mata Fenty betapa kontol papanya lebih besar dari kontol Ganjar. Fenty segera berdiri, mematikan TV lalu segera bergegas masuk kamarnya. Di atas ranjang, Fenty tidak bisa memejamkan matanya. Terbayang terus persetubuhan Papa Mamanya tadi, terlebih ketika terbayang kontol Papanya yang besar.. Perasaan Fenty jadi gelisah.

Sejak saat itu Fenty secara sadar arau tidak selalu memperhatikan gerak gerik Papanya. Apalagi bila Papanya hanya memakai kolor saja. Mata Fenty selalu mencuri pandang ke paha dan selangkangan Papanya. Papa Fenty waktu itu berumur 43 tahun. Badannya bersih dan tegap.

Suatu malam..

"Pijitin pundak Papa, Fen.. Pegal amat," kata Papa Fenty waktu mereka nonton TV.
"Kalau begitu Papa duduk di bawah biar Fenty gampang mijitnya," kata Fenty.

Papanya segera turun dari kursi lalu duduk di lantai. Fenty segera memijit pundak Papanya sambil nonton TV.

"Mama ngantuk ah.. Mau tidur duluan, Pa..." kata Mamanya sambil bangkit dan menuju kamarnya.
"Fenty sayang Papa," bisik Fenty sambil merangkulkan tangannya ke leher Papanya.
"Nah, biasanya suka ada maunya kalau kamu sudah begini," kata Papanya sambil tersenyum dan menoleh ke Fenty.
"Mm.. Fenty tidak minta apa-apa kok, Pa..." bisik Fenty lagi manja.
"Fenty hanya mau bilang kalau Fenty sayang Papa," kata Fenty sambil mencium pipi Papanya.

Papanya diam sambil tersenyum sambil tanganya memegang tangan Fenty yang sedang memeluk dirinya dari belakang.

"Tumben kamu manja begini," kata Papanya sambil menoleh dan menatap Fenty lama.

Fenty tersenyum lalu mencium pipi Papanya lagi berkali-kali. Darah Fenty mulai berdesir.

"Ada apa sih, Fen?" kata Papanya lagi sambil tersenyum.

Ucapan Papanya tidak bisa terus ketika bibir mungil Fenty mengecup bibirnya.

"Fenty sangat sayang Papa," bisik Fenty lirih sambil bibirnya melumat hangat bibir Papanya.

Papa Fenty pada awalnya kaget atas tindakan putrinya ini, tapi lama kelamaan sentuhan hangat bibir Fenty bisa menghangatkan perasaan dan gairahnya. Dibalasnya ciuman Fenty dengan hangat pula.

"Mm..." suara Fenty terdengar pelan.

Papa Fenty bangkit lalu duduk berhadapan dengan Fenty. Kembali dilumat bibir Fenty dengan agak panas. Fentypun membalasnya dengan agak panas pula. Tangan Fenty bergerak ke arah selangkangan Papanya. Sambil tetap berciuman diremasnya pelan kontol Papanya. Terasa kontol Papanya mulai bergerak tegak dan tegang..

"Fenty sayang Papa," kembali Fenty berbisik.
"Papa juga sama..." kata Papanya dengan nafas memburu.
"Jangan disini, Pa.. Nanti Mama tahu," kata Fenty sambil bangkit dan menarik tangan Papanya ke kamar belakang.

Papanya menurut mengikuti Fenty. Fenty langsung memeluk dan melumat bibir Papanya dengan liar, Papanyapun membalasnya semakin panas. Tangan Fenty mulai berani disusupkan dan masuk ke celana kolor Papanya, lalu tanpa ragu menggenggam dan meremasnya pelan.

"Mmhh..." suara Papanya tertahan karena masih berciuman.

Fenty kemudian melepaskan pelukannya lalu merendahkan tubuhnya hingga jongkok. Diperosotkan celana kolor Papanya sampai lutut hingga kontol besarnya yang tegak tampak di depan wajahnya. Fenty mengocok pelan kontol Papanya lalu segera mengulumnya. Papanya terpejam sambil memegang kepala Fenty.

"Ohh..." desah Papanya.

Dimaju mundurkan kontolnya di dalam mulut Fenty. Setelah beberapa lama, tubuh Papanya bergetar lalu... Crott! Crott! Crott! Air mani Papanya muncrat di dalam mulut Fenty. Fenty dengan tenang menelannya habis. Fenty lalu berdiri sambil tersenyum.

"Fenty pengen, Pa.." pinta Fenty berbisik.
"Tidak bisa sekarang sayang," kata Papanya sambil membetulkan celananya.
"Kapan, Pa?" kata Fenty sambil memeluk dan mengecup bibir Papanya.
"Kamu pulang kuliah jam berapa?" tanya Papanya.
"Jam 11, Pa..."
"Kalau begitu Papa jemput kamu di kampus jam 12 untuk makan siang, lalu kita cari tempat..." kata Papanya sambil tersenyum.
"Iya, Pa..." kata Fenty sambil tersenyum pula.
"Kasih tahu pacar kamu untuk tidak jemput, ya?" kata Papanya. Fenty mengangguk.
"Sekarang tidurlah," kata Papanya sambil mencium bibir Fenty mesra.

Besok harinya sesuai dengan rencana, Fenty dijemput di kampus.

"Mau makan siang dimana?" tanya Papanya.
"Tidak usah makan siang, Pa..." kata Fenty manja.
"Langsung saja..." kata Fenty tersenyum.

Papa Fentypun tersenyum. Mobil langsung di arahkan ke hotel. Di dalam kamar, mereka langsung berciuman. Fenty menatap mata Papanya lalu melepas kancing kemeja Papanya satu demi satu.

"Biar Papa buka sendiri biar cepat. Waktu kita sedikit sayang. Papa harus segera ke kantor lagi," kata Papanya sambil tersenyum lalau melepas semua pakaiannya.

Fenty juga sama. Tubuh Fenty telentang di atas ranjang. Papanya segera duduk di pinggir ranjang. Tangannya mulai mengelus dan meremas buah dada Fenty. Fenty terpejam menikmati belaian Papanya itu. Sementara tangannya dengan segera meraih kontol Papanya yang sudah tegang besar. Diremas dan dikocoknya pelan. Tangan Papanya mulai turun ke memek Fenty. Diusap dan di gosoknya memek Fenty dengan mesra. Lalu salah satu jarinya mulai memainkan kelentit dan lubang memeknya bergantian. Fenty terpejam sambil menggigit bibir sementara tangannya tak henti mengocok kontol Papanya.

"Cepat masukkan, Pa..." pinta Fenty.

Papanya tersenyum lalu bangkit dan segera menaiki tubuh anaknya. Disentuhkan kontolnya ke memek ke belahan memek Fenty. Fenty menatap mata Papanya sambil tangannya segera meraih kontol dan mengarahkan ke lubang memeknya. Dengan sedikit desakan, kontol Papanya perlahan masuk ke memek Fenty. Fenty terpejam merasakan rasa nikmat dari orang yang sangat disayanginya. Tak terasa air matanya mengalir di pipi.

"Ada apa sayang?" tanya Papanya sambil terus memompa kontolnya.
"Fenty sangat bahagia bisa bersama Papa saat ini," kata Fenty sambil memeluk erat Papanya.
"Fenty sangat sayang Papa," bisik Fenty.
"Papa juga sangat sayang kamu," kata Papanya.

Fenty tersenyum sambil menggoyangkan pinggulnya mengimbangi gerakan pinggul Papanya. Kenikamatan dan sensasi yang sangat luar biasa dirasakan oleh Fenty saat itu. Siang itu Fenty dan Papanya dengan liar bersetubuh bermandi peluh dan desahan serta jeritan kenikmatan. Sampai akhirnya terasa kontol Papanya berdenyut tanda akan mencapai orgasme. Dicabutnya kontol dari memek Fenty lalu digesek-gesekan ke belahan memeknya. Tapi Fenty dengan segera bangkit dan langsung menghisap serta mengocok kontol Papanya sampai akhirnya.. Crott! Crott! Air mani Papanya menyembur banyak di dalam mulut Fenty. Fenty menelannya dengan tenang lalu tersenyum. Papanya lalu mencium bibir Fenty.

"Kamu hebat sayang..." bisik Papanya.
"Lebih hebat dari Mama kamu," kata Papanya lagi.
"Fenty sayang Papa..." bisik Fenty sambil tersenyum.

Mereka berpelukan..

Sesuai dengan penuturan Fenty, sejak saat itu hampir tiap hari Fenty dan Papanya bersetubuh pada jam istirahat siang. Sesekali mereka bersetubuh di hotel bila ada waktu. Juga dengan Ganjarpun, Fenty tetap melayaninya setiap ada kesempatan.

Sekarang Fenty sudah menikah dengan Ganjar, dikaruniai anak 2. Masih tinggal di Bandung. Ketika masih mempunyai anak 1, Fenty masih berhubungan badan dengan Papanya. Tapi setelah punya anak 2 sekarang ini, aktifitas itu berhenti karena usia Papanya yang sudah uzur. Fenty sangat menyayangi Papanya.
Diposkan oleh pecinta cewek bugil indonesia di 11:25
Label: cerita dewasa, Cerita dewasa 17 tahun, cerita mesum, cerita panas, cerita seks, cerita sex, Seks Sedarah

lll
Nama saya Doni, saya siswa kelas 3 SMP di bilangan Menteng, saya mau menceritakan pengalaman seks saya dengan tante saya. Saya memiliki tante yang bernama Nina (bukan nama sebenarnya). Ia adalah WNI keturunan, begitu pula saya. Tante Nina telah mempunyai dua anak (9 dan 11 tahun). Walaupun ia telah mempunyai anak, tubuhnya masih seperti mahasiswi. Kulitnya putih mulus, beratnya sekitar 50 kg, tampangnya seperti Vivian Chow.

Hari Minggu kemarin, saya pergi ke rumah kakek saya. Sebagai informasi, Tante Nina masih tinggal bersama dengan kakek dan nenek saya di Jakarta Timur. Saya dititipkan di rumah kakek saya soalnya orang tua saya ingin menghadiri pesta perkawinan bersama kakek dan nenek saya. Kebetulan Tante Nina sedang ada di rumah. Suaminya (adiknya Papa saya) sedang pergi ke Bandung.

Singkat cerita, saya pergi ke kamar mandi Tante Nina (soalnya yang paling dekat dengan tempat saya duduk). Begitu saya mau pipis, saya melihat vibrator di pinggir bath tub. Nampaknya vibrator tersebut habis digunakan. Soalnya masih tercium jelas bau vagina dari vibrator tersebut. Setelah keluar dari kamar mandi, saya dipanggil tante saya ke kamarnya. Sesampainya saya di kamarnya, ia meminta saya untuk mengambilkan tasnya di tempat yang tinggi. Saat itu Tante Nina sedang memakai T-shirt tanpa lengan berwarna putih. Dengan begitu, saya dapat melihat sedikit payudaranya. Dengan keadaan seperti itu, saya langsung terangsang. Saya tidak dapat menahan nafsu saya lagi, saya segera menutup pintu dan menguncinya. Saya menghampiri tante saya dan menjatuhkannya ke ranjang. Saya segera menyergap tante saya yang terkulai di tempat tidur. Tante Nina terus menerus berteriak, tapi nampaknya tidak ada yang mendengar, soalnya rumahnya kakek saya termasuk besar (1500 m2). Saya segera mengikat tangan Tante Nina ke kepala ranjang. Saya mulai menciumi wajahnya yang halus, lalu lehernya dan terus turun sampai ke dadanya. Saya segera melucuti T-shirtnya (walaupun sedikit susah, karena kakinya menendang-nendang). Akhirnya semua bajunya berhasil saya lucuti. Sehingga tidak ada seutas benang pun yang masih menempel di badannya. Lalu saya segera masukkan jari saya ke vaginanya. Sekitar 5 menit kemudian, Tante Nina mulai tenang dan mulai menikmati permainan jari saya di vaginanya.

Ia mendesah “Sshh.. sshh.. Ssshh.. Sshh. Masukin penis kamu dong Don, tante sudah kagak tahan.” Mendengar perkataan tante saya, saya segera membuka celana saya dan memasukkan penis saya ke liang vaginanya “Blless”. Amblas sudah penis saya ke dalam vaginanya. Lubang vaginanya masih tergolong sempit bagi wanita yang sudah tidak perawan lagi. Saya mulai memaju mundurkan penis saya. “Ennaak.. Don.. terus masukin, teriak tante saya. Setelah 10 menit kemudian tubuh tante saya mengejang dan “Aahh.. aahh.. aahh.” Nampaknya tante saya sudah orgasme. “Tunggu sebentar lagi tante, saya sedikit lagi juga mau keluar”, sahut saya. Saya percepat laju penis saya sambil meremas-remas payudaranya yang kenyal. Akhirnya “Aahh.. aakhh”, sperma saya muncrat di dalam vagina Tante Nina. Lalu saya segera tarik penis saya dan meminta tante saya untuk membersihkannya. Ia pun segera menjilatinya sampai bersih. Kami terkulai lemas di atas ranjang. Lalu saya melepaskan ikatan Tante Nina. Tante Nina hanya tersenyum dan berkata “Lain kali kalau mau ngeseks sama tante bilang saja, nggak usah malu-malu.” “Jadi, tante nggak marah sama Doni?” sambung saya. “Enggak tante kagak marah, cuman tadi rada kaget and nerveous, soalnya tante sudah lama kagak ngerasain ngeseks yang kayak begini nikmat. Habis om kamu itu cepet keluar, jadi tante terpaksa harus mastrubasi sendiri supaya puas.”

Akhirnya saya berdua dengan tante saya mandi bersama untuk membersihkan diri dan sempet main sekali lagi di kamar mandi. Lumayan khan pengalaman saya, sudah pernah mencoba vagina tante sendiri. Cerita di atas benar-benar terjadi. Nanti saya akan ceritakan lagi pengalaman seks saya dengan Tante Nina dan adiknya Tante Nina di apartmen kakek saya di Singapora.

TAMAT

Kejadian ini berawal dipertengahan bulan Mei yang lalu, kurang lebih setelah peristiwa yang tidak aku sangka-sangka. Cobalah baca “Tahun Baru yang Indah”. Dan sekarang terjadi lagi yang aku sangat tidak diduga sama sekali.

*****

Pada bulan Mei tersebut aku pergi ke Jakarta untuk mencari pekerjaan, tapi memang kata orang bahwa mencari pekerjaan itu tidak semudah yang kita duga, apalagi di kota metropolis. Pada suatu malam minggu aku tersesat pulang dan tiba-tiba saja ada mobil sedan mewah menghampiriku. Terus dia berkata,
“Hey.. kok.. melamun?” katanya.
Aku sangat kaget sekali ternyata yang menyapaku itu adalah seorang wanita cantik dan aku sempat terdiam beberapa detik.
“Eee.. Ditanya kko masih diam sih?” wanita itu bertanya lagi. Lalu aku jawab,
“Ii.. nii.. Tante aku tersesat pulang nih?”
“Ooohh.. Mendingan kamu ikut Tante saja yah?”
“Kemana Tante?” tanyaku.
“Gimana kalau ke rumah Tante aja yah?” karena aku dalam keadaan bingung sekali dan tanpa berpikir apa-apa aku langsung mengiyakannya.

Singkat cerita aku sudah berada di rumahnya, di perumahan yang super elit. Kemudian aku diperkenalkan sama anak-anaknya yang memang pada cantik dan sexynya seperti Mamanya. Oh yah, setelah aku dan mereka ngobrol panjang lebar ternyata Tante yang nolong aku itu namanya adalah Tante Mey Lin yang dipanggil akrab Tante Mey, anak pertamanya Mbak Hanny, dia masih kuliah di Universitas terkenal di Jakarta, anak yang kedua namanya Sherly kelas 1 SMU dan yang ketiga namanya Poppy kelas 1 SMP, mereka berdua di sekolahkan di sekolah yang terkenal dan favorit di Jakarta.

Walaupun aku baru pertama kenal, tapi aku sama bidadari-bidadari yang pada cantik ini rasanya sudah seperti seseorang yang telah lama berpisah. Lalu kami berlima menonton acara TV yang pas pada waktu itu ada adegan panasnya, dan aku curi pandang sama Tante Mey, rasanya Tante ini enggak tenang dan merasa gelisah sepertinya dia sudah terangsang akan adegan itu, ditambah ada aku disampingnya, namun Tante rupanya malu sama anak-anaknya. Tiba-tiba Tante berkata,
“Hanny, Sherly, Poppy cepat tidur sudah malam?” yang memang pada waktu itu menunjukkan jam 10.30.
“Memangnya kenapa Mami, filmnya kan belum selesai”, kata Mbak Hanny.
Memang dia kelihatannya sudah matang betul dan apa yang akan dilakukan Maminya terhadap aku? Lalu mereka bertiga masuk ke kamarnya masing tapi Sherly dan Poppy tidur satu kamar. Dan kejadian kurang lebih tiga bulan yang lalu terulang lagi dan sungguh diluar dugaan aku.

“Nah dewa sekarang tinggal kita berdua”, katanya.
“Mrmangnya ada apa tuh Tante?” kataku heran.
“Dewa sayang, Tante enggak bisa berbuat bebas terhadap kamu karena Tante malu sama anak-anak,” begitu timbalnya.
“Dewa mendingan kita ke kamar Tante aja yah, please.. temanin Tante malam ini sayang, Tante sudah lama sekali enggak dijamah sama laki-laki”, sambil memeluk aku dan memohon,
“Yah sayang? Mau kan?” katanya lagi
“Ii.. Yaa, mau.. Tante?” jawabku gugup. Karena Tante sudah mau menolongku.

Tiba di kamar Tante rupanya enggak bisa nahan lagi nafsunya dia langsung mencium seluruh tubuhku, lalu kami berdua tanpa terasa sudah seperti sepasang kekasih yang sudah lama pisah. Hingga kami berdua sudah setengah bugil, aku tinggal CD saja dan tante Mey tinggal BH dan CDnya. Tante sempat menari-nari di depanku untuk membangkitkan gairahku supaya semakin nafsu. “Wahh..!! Gile benar nih Tante, kok kayak masih umur 23 tahun saja yah?” gumamku dalam hati. Itu tuh.. Kayak Mbak Hanny anaknya yang pertama. Sungguh indah tubuhnya, payudara yang besar, kencang dan sekel sekali, pinggulnya yang sexy dengan pantat yang runcing ke atas, enak kalau dientot dari belakang? Terus yang paling menggiurkan lagi vaginanya masih bagus dan bersih. Itu gerutuku dalam hati sambil melihat Tante menari-nari.

Tante langsung menindihku lalu mencium bibirku dengan ganasnya lalu aku juga membalasnya, Tante menggesek-gesekkan vaginanya ke penisku yang mulai tegang, juga kedua payudaranya ke dadaku. “Ooohh.. terus.. Tante, gesek.. dan.. Goyang.. yang kerass.. aahh.. oohh..” desahku.
“Dewa sayang itu penismu sudah bangun yah, rasanya ada yang menganjal di vaginaku cinta,” kata Tante Mey.
Lalu kami berdua tanpa ba.. bi.. bu.. langsung melakukan 69, dengan jelas terlihat vagina Tante Mey yang merah merekah dan sudah sangat basah sekali, mungkin sudah terangsang banget karena tadi habis menggesek-gesekkan vaginanya ke penisku. Lalu aku menjilat, mencium dan menghisapnya habis-habisan, kupermainan kritorisnya. Tante mengerang.

“Ooohh.. Eennaakk.. Dewaa.. sayang.. terus.. makan vagina Tante yahh..?”
Begitu juga dengan aku, penis rasanya sudah enggak tahan banget ingin masuk ke lobang vagina kenikmatannya.
“Ooohh.. yahh.. eenaakk terus.. Tante.. yang cepet kocokkannya..?”
Cclluup.. Ccluupp.. Suara penisku didalam mulutnya.
“Dewa, vagina Tante sudah enggak tahan lagi sudah cepet lepasin, cepet masukin saja penis kamu cinta?” Tante Mey meringis memohon.

Kemudian aku mengambil posisi diatas dengan membuka pahanya lebar lalu aku angkat ke atas dan aku mulai memasukan penisku ke dalam vaginanya. Bblless.. Bleess.. Bblleess..
“Awww.. Yeeahh.. Ssaakiitt.. De.. Waa?”
“Kenapa Tante?”
“Pelan-pelan sayang, vaginaku kan sudah lama enggak dientot?”
“Ooohh..?” jawabku.
“Tahan sebentar yah cinta, biar vagina Tante terbiasa lagi dimasukin penis,” katanya.
Selang beberapa menit,
“Nah Dewa, sekarang kamu boleh masukin dan entot vagina Tante sampai puas yah?”
“Ssiipp.. Siap..!! Tante Mey?”

Memang benar vagina Tante rupanya sudah lama enggak dimasukin penis lagi, terbukti aku sampai 3 kali hentakan. Bleess.. Bless.. Bblleess.. Akhir aku masukin semuanya penisku ke vaginanya. Tiga kali juga tente Mey menjerit.
“Dewa genjot dan kocok vaginaku sayang?” lalu aku mulai memasuk keluarkan penisku dari lambat sampai keras dan cepat sekali. Tante Mey mengerang dan mendesah.
“Ooohh.. ahh.. enak.. sekalii.. penis kamu Dewaa.., akhirnya vagina Tante ngerasain lagi penis.. terus.. Entot vagina Taann.. tee.. Dewaa.. Sayaanngg..?” ceracaunya.

“Uuuhh.. Oohh.. Aaahh.. Yeess.. Ennaakk.. vagina Tante seret sekalii.. Kaya vaginanya perawan?” timbalku.
Tiba-tiba, “Dewaa.. Aku mau keluar nih? penis kamu hebatt..?”
“Tunggu Tante sayang, aku juga mau keluar nih..?”
Akhirnya Tante Mey orgasme duluan. Crott.. Ccroott.. Crroott.. Banyak sekali cairan yang ada dalam vaginanya, rasanya penisku hangat sekali.
“Tante aku mau keluar nih..?” kataku, “Dimana nih keluarinnya..?”
“Didalam vagina Tante saja Dewaa.. Please.. ingin air mani kamu yang hangat..?”
Ccrett.. Ccroott.. Ccrroott..
“Aaarrgghh.. Aarrgghh.. Oohh.. Mmhh.. Nikmat vagina Tantee..?” erangku.

Lalu aku dan tente tidur pulas, karena kecapaian akibat pertempuran yang sengit tadi. Sekitar jam 12 malam rasanya penisku ada yang mengulum dan mengocoknya. Ternyata Mbak Hanny,
“Ada apa Mbak?” tanyaku.
Wah gila dia, sambil mengocok penisku didalam mulutnya, tangan kirinya menusuk-nusuk vaginanya sendiri. Dia berkata,
“Dewa aku ingin dong dientot kaya mami tadi, yah.. please..”
Dia mempertegas, “Dewa tolong Mbak yah sayang, vagina Mbak juga sudah kangen enggak ngentot lagi, Mbak baru putus sama pacar habis enggak muasin vagina Mbak,” sambil membimbing tangan kananku untuk mengelus-elus vaginanya.
“Iyah deh Mbak, aku akan berusaha dengan berbagai cara untuk dapat membuat vagina Mbak jadi ketagihan sama penis aku,” jawabku vulgar.
“Kita entotannya dilantai karpet aja yah?” kata Mbak Hanny. Tapi masih di kamar tersebut, “Aku takut mengganggu Mami yang habis kamu entotin vaginanya, entar Mami bangun lagi kalau ngentotnya diranjang,” dia mempertegas.

Mbak Hanny langsung telanjang bulat. Kami pun bercumbu, saling menjilat, mencium, menghisap seperti biasa, dengan gairah yang sangat menggelora sekali. Dan sekarang aku mulai memasukkan penisku ke lubang vaginanya, karena dia sudah gatel banget lihat tadi aku ngentotin Maminya. Maka aku langsung aja, masukkan penisku. Bleess.. Bless.. Bleess..
“Aw.. Oohh.. Aahh.. Yyeess..?” erangnya.
“Sakit Mbak?” tanyaku.
“Enggak cinta, terusin saja enak banget kok?”
Aku langsung mengkocoknya, plak.. plakk.. plokk.. plookk..? suara paha kami berdua beradu..?
“Vagina Mbak enaakk.. Sekali sih..?” sambil aku menggoyangkan pinggulku, terus dia juga mengimbangi goyanganku dengan arah yang berlawanan sehigga benar-benar tenggelam seluruh penisku ke dalam vagina surga kenikmatannya.
“Oohh.. ennak.. Dee.. waa.. terus.. entot.. mee.. meekk.. Mmbaakk.. sayyaanngg..?”

Akhirnya akupun ngentot lagi sama vaginanya Mbak Hanny, tapi Maminya enggak sedikitpun bangun mungkin capek main sama aku, habis aku bikin tubuhnya dan vaginanya melayang-layang. Lagi asyik-asyiknya ngentotin vaginanya Kak Hanny, tiba-tiba terdengar suara.
“Iiihh.. Kakak lagi ngapain?” mendengar suara tersebut, aku terkejut. Rupanya Shelly dan Poppy sedang asyik dan santainya melihat aku ngentot sama kakaknya.

Aku langsung aja berhenti dan seketika itu juga Mbak Hanny berkata,
“Dewa kenapa, kok berhenti sayang, terus dong entot vagina Mbak, sampai enak dan nikmat sekalii..?”
“Ii.. ittuu.. ada..?”
“Ada apa?” katanya lagi penasaran. Pas dia menggerakkan wajahnya kekanan, terlihatlah adik-adiknya yang sama-sama sudah bugil tanpa sehelai benang pun. Lalu Mbak Hanny bicara,
“Eehh.. adik-adikku ini bandel sekali yah..!!”
Setelah dia tahu bahwa aku berhenti karena ada adik-adiknya yang sama sudah telanjang bulat. “Heyy.. kenapa kalian ikut-ikutan telanjang?” kata Mbak Hanny.
“Kak aku ingin ngerasain dientot yah?” tanya Shelly sama kakaknya.
“Iyah nih Kakak kok pelit sih.. aku juga sama Kak Shelly ingin juga ngerasain penisnya Mas Dewa,” timbal poppy.
“Iyah kan Kak?” tanya poppy pada Shelly.
“Iyah nih.. Gimana sih..?” timbal Shelly.
“Please dong Kak? Rengek kedua anak tersebut?” terus mungkin sudah terlanjur mereka berdua melihat kakaknya ngentot dan sudah pada bugil semuanya, maka Kak Hanny membolehkannya.
“Iyah deh kamu berdua sudah telanjur bugil dan lihat kakak lagi dientot vaginanya sama penis Dewa?”
“Sini jangan ribut..” kata Kakaknya lagi, “Tunggu kakak keluar, yah.. entar kamu juga bakal kebagian adikku manis” Tanya kakaknya.
“Dewa cepetan kocokannya yang lebih keras lagi.. Kasihan vagina kedua adikku ini sudah pada basah.. tuhh..”

Akhirnya aku dan Mbak Hanny pun mempercepat ngentotnya kayak dikejar-kejar hantu. Dan akhirnya orgasme secara bersamaan.
“Aaarrgh.. Oohh.. Mmhh.. Aarrgghh.. Enak.. Sekalii.. cintaa? Aku sudah keluar Dewa..?” erangan Mbak Hanny.
“Aku juga sama Mbakk.. Rasanya penisku hangat sekali”

Setelah berhenti beberapa menit, lalu kedua anak abg ini mulai membangkitkan lagi gairahku, Shelly kakaknya lagi asyik mengocok penisku dalam mulut dan bibirnya yang sexy sedangkan Poppy mencium bibirku habis-habisan sampai kedua lidah kami saling bertautan dan aku pun tak tinggal diam, aku mulai meremas-remas toketnya yang sedang seger-segernya seperti buah yang baru matang.

Akhirnya kembali lagi aku ngentotin vagina adiknya yang masih perawan. Yang pertama kuentot vaginanya sherly yang kelas 1 SMU. Aku sangat kesulitan memasukan penisku karena vaginanya masih sempit dan perawan lagi.
“Benar nih, vagina kamu mau aku masukin?” tanyaku dengan penuh kelembutan, perhatian dan kasih sayang.
“Mau sekali Kak..?” jawabnya.
“Aku dari tadi sudah kepengen banget, ingin ngerasain gimana sih kalau vagina aku dimasukin penis Mas dewa? Kelihatannya Kak Hanny enak dan nikmat banget, waktu Kakak lagi ngentotin dia?” jawab polosnya.

Lalu aku suruh dia diatas aku dibawah dan akhirnya dia memasukan juga. Bles.. Bless.. Bbleess..
“Aw.. Aahh.. Ohh.. Kak.. sudah.. Masuk belumm..?” sambil dia mengedangah ke atas, bibir bawahnya digigit lalu kedua payudaranya dia remas-remas sendiri sambil dia menekan pantatnya kebawah.
“Tekan lagi cinta masih kepalanya yang masuk?”
Akhirnya dengan dibantu aku memegang pantatnya kebawah, akhirnya masuklah semuanya.
“Aahh.. oohh.. yeeahh.. masuk semuanya yah kak?” katanya.
“Iyah Shelly sayang, gimana enak kan?” tanyaku sambil aku mencoba menggenjotnya.
“Enak.. sekali.. Kak Dewa..”
“Ini belum seberapa Selly. Ntar kamu akan lebih nikmat lagi?” lalu aku kocok vaginanya dan akhirnya dia orgasme duluan. Creett.. Creett.. Ccroott..
“Aakk.. saayyaanngg.. aa.. kuu.. mau.. keluar nihh..” eranganya.
Sambil memelukku erat-erat dan pantatnya ditahan ke belakang karena dia ada diatas, lalu aku pun sama menghentakkan pantatku ke depan, arah yang berlawanan supaya dia benar-benar menikmatinya, penisku tertekan lebih dalam lagi ke lubang vaginanya. Dia langsung lemes sementara aku belum orgasme dan kulihat Poppy sedang dioral vaginanya sama kakaknya, Mbak Hanny.
“Sudah dong kak..?” kataku pada Mbak Hanny.
“Kasihan tuhh.. vagina Poppy sudah ingin banget ngerasain di tusuk sama penisku ini?” kataku lagi

“Iyah Kak Hanny, sudah dong kak?” kata Poppy.
“Aku sudah enggak tahan sekali dari tadi lihat Kak Shelly dientot sama penisnya Dewa, sepertinya nikmat dan enak sekali?” katanya memohon agar Kak Hanny melepaskan oralnya di dalam vaginanya.
Akhirnya kami berempat mulai perang lagi, aku mau masukin penisku ke vaginanya Poppy sambil nungging (doggy style) kemudian Poppy menjilat vaginanya Mbak Hanny dan Mbak Hanny menjilat vaginanya Shelly yang sudah seger lagi.
“Wah.. seretnya bukan main nih vaginanya Poppy, dia masih kelas 1 SMP jadi lebih sempit dibanding kakak-kakaknya dan cengkramannya pun sangat kuat sekali.”
“Bleess.. Bless.. Bleess..”

“Awww.. Awww.. Ooohh.. Ooohh..” Poppy menjerit lagi setiap aku mau memasukkan lagi penisku.
“Sakit yah?” tanyaku sambil aku meremas-remas payudaranya.
“Ii.. Iyah.. kak.., Tapi kok enak banget sih? terusin aja Kak Dewa.. Vagina poppy rasanya ada yang mengganjal dan rasanya hangat dan berdenyut-denyut,” katanya.
Sambil merem melek karena aku mulai menggenjot vaginanya.
“Oohh.. terruuss.. aakk.. saayyaang.. p.. vaginanya Poppy yah..” ceracaunya.
Dan rasanya dia mulai juga menggoyangkan pinggulnya.
“Tenang cinta.. aku.. akan.. berusaha.. muasin vaginanya dik.. Poppy.. Yah..”

Dan akhirnya aku ngentot vagina keempatnya. Lalu aku dengar dia berkata,
“Aku mau keluar nih?”
“Sabar taahann.. duu.. Luu.. Yah..”
Namun baru sekali ini vaginanya dientot dia tak bisa nahan dan..
Crott.. Croott..
“Aarhhgg, eemmhh.. oohh.. yeeaass..nikmat banget aakh..?” eranganya.
“Makasih.. Yah kak..?” sambil dia tersenyum.
“Aku.. pipisnya kok.. enggak biasanya, tapi enak banget sih.”
“Aku mau keluar nih, dimana sayang?” tanyaku.
“Aakkh.. didalam vaginaku aja yah.. Aku ingin ngerasain.. Gimana di siram air mani penis..”
Ccrroott.. Crroott.. Crott..
Akhirnya aku tumpahkan ke dalam lobang vaginanya dan sebagian lagi kuberikan sama Kak Hanny dan Shelly.

Gile.. Benerr.. sekali ngentot dapat empat vagina, yaitu vaginanya anak SMP, anak SMU, mahasiswi dan Tante-Tante. Tamat


Comment
OH mama, oh adikku
Filed under: Cerita Sex Sedarah by premium — 68 Comments
January 28, 2009

Membaca cerita-cerita di rumahseks.blogspot.com ini mengingatkan diriku pada 19 tahun yang lalu saat pertama kalinya aku merasakan nikmatnya seks. Saat itu usiaku 11 tahun dan masih duduk di kelas 6 SD. Dan orang-orang pertama yang menjadi pemuas nafsuku adalah Mama dan adikku sendiri.

Sudah sejak berumur 7 atau 8 tahun aku mempunyai keingintahuan dan hasrat yang kuat akan seks. Secara sembunyi-sembunyi aku sering membaca majalah dewasa milik orang tuaku. Biasanya hal itu kulakukan saat sebelum berangkat sekolah dan orang tuaku tidak di rumah. Saat membaca majalah tersebut aku juga beronani untuk memuaskan hasratku.

Pada saat usiaku 10 tahun, hasratku akan pemuasan seks semakin besar, maklum saat itu adalah masa puber. Frekuensiku melakukan onani juga semakin sering, dalam sehari bisa sampai 4 kali. Dan setiap hari minimal 1 kali pasti aku lakukan.

Pada suatu sore ketika aku duduk di kelas 6 SD, saat itu tidak ada seorang pun di rumah. Papa sedang bertugas keluar kota, sedangkan Mama dan adikku sedang mengikuti suatu kegiatan sejak pagi. Aku gunakan kesempatan tersebut untuk menonton blue film milik orang tuaku. Sejak pagi sudah 3 film aku putar dan sudah 4 kali aku melakukan onani. Namun hasratku masih juga begitu besar.

Ada adegan yang sangat aku sukai dan aku sering berkhayal bahwa aku menjadi pemeran pria dalam film itu. Adegan itu adalah saat seorang pria sedang berbaring sementara wanita pertama duduk di atas penis sang pria sambil menggoyangkan pinggulnya dan wanita kedua duduk tepat di atas mukanya sementara sang pria dengan lahapnya menjilati vagina wanita kedua tersebut.

Aku segera menurunkan celanaku bersiap melakukan onani sambil menyaksikan adegan favoritku. Di tengah-tengah kegiatanku dan film sedang hot-hotnya, tiba-tiba terdengar suara pintu pagar dibuka. Saat itu menunjukkan pukul 20.00, ternyata Mama dan adikku sudah pulang. Segera aku kenakan celanaku kembali dan mengeluarkan video dari playernya kemudian meletakkannya kembali di tempatnya. Lalu baru aku membukakan pintu untuk mereka.

“Eh Wan, tolong bantu masukkan barang-barang dong”, Mama memintaku membantunya membawa barang-barang.
“Iya Ma. Shin, di sana ngapain aja? Koq sepertinya capek banget sih?”, aku menyapa adikku Shinta.
“Wah, banyak. Pagi setelah aerobik terus jalan lintas alam. Sampai di atas udah siang. Terus sorenya baru turun. Pokoknya capek deh.”, Shinta menjelaskannya dengan bersemangat.

Setelah itu mereka mandi dan makan malam. Sementara aku duduk di ruang keluarga sambil menonton acara TV. Setelah mereka selesai makan malam, adikku langsung menuju ke kamarnya di atas. Mama ikut bergabung denganku menonton TV.

“Wan, ada acara bagus apa aja?”, Mama bertanya padaku.
“Cuma ini yang mendingan, yang lainnya jelek”, aku memberi tahu bahwa hanya acara yang sedang kutonton yang cukup bagus.

Saat itu acaranya adalah film action. Setelah itu ada pembicaraan kecil antara aku dan Mama. Karena lelah, Mama menonton sambil tiduran di atas karpet. Tidak lama sesudah itu Mama rupanya terlelap. Aku tetap menonton. Pada suatu saat, dalam film tersebut ada jalan cerita dimana teman wanita sang jagoan tertangkap dan diperkosa oleh boss penjahat. Spontan saja penisku mengembang. Aku tetap meneruskan menonton.

Ketika film sedang seru-serunya, tanpa sengaja aku menatap Mama yang sedang tertidur dengan posisi telentang dan kaki yang terbentang. Baju tidurnya (daster) tersingkap, sehingga sedikit celana dalamnya terlihat. Tubuhku langsung bergetar karena nafsuku yang tiba-tiba meledak. Tidak pernah terpikir olehku melakukan persetubuhan dengan Mamaku sendiri. Tapi pemandangan ini sungguh menggiurkan. Pada usia 29 tahun, Mama masih terlihat sangat menarik. Dengan kulit kuning, tinggi badan 161 cm, berat badan 60 kg, buah dada 36B ditambah bentuk pinggulnya yang aduhai, ternyata selama ini aku tidak menyadari bahwa sebenarnya Mama sangat menggairahkan.

Selama ini aku benar-benar tidak pernah punya pikiran aneh terhadap Mama. Sekarang sepertinya baru aku tersadar. Nafsu mendorongku untuk menjamah Mama, namun sejenak aku ragu. Bagaimana kalau sampai Mama terbangun. Namun dorongan nafsu memaksaku. Akhirnya aku memberanikan diri setelah sebelumnya aku mengecilkan volume TV agar tidak membangunkan Mama. Aku bergerak mendekati Mama dan mengambil posisi dari arah kaki kanannya. Untuk memastikan agar Mama tidak sampai terbangun, kugerak-gerakkan tangan Mama dan ternyata memang tidak ada reaksi.

Rupanya karena lelah seharian, ia jadi tertidur dengan sangat lelap. Dasternya yang tersingkap, kucoba singkap lebih tinggi lagi sampai perut dan tidak ada kesulitan. Tapi itu belum cukup, aku singkap dasternya lebih tinggi lagi dengan terlebih dahulu aku pindahkan posisi kedua tangannya ke atas. Sekarang kedua buah dadanya dapat terlihat dengan jelas, karena ternyata Mama tidak mengenakan bra. Langsung aku sentuh buah dada kanannya dengan telapak tangan terbuka dan dengan perlahan aku remas. Setelah puas meremasnya, aku hisap bagian putingnya lalu seluruh bagian buah dadanya.

Tiba-tiba Mama mendesah. Aku kaget dan merasa takut kalau-kalau sampai Mama terbangun. Tetapi setelah kutunggu beberapa saat tidak ada reaksi lain darinya. Untuk memastikannya lagi aku meremas buah dada Mama lebih keras dan tetap tidak ada reaksi. Walau masih penasaran dengan bagian dadanya, namun aku takut jika tidak punya cukup waktu. Sekarang sasaran aku arahkan ke vaginanya. Mama mengenakan CD tipis berwarna kuning sehingga masih terlihat bulu kemaluannya.

Aku raba dan aku ciumi vagina Mama, tapi aku tidak puas karena masih terhalang CD-nya. Jadi kuputuskan untuk menurunkan CD-nya sampai seluruh vaginanya terlihat. Namun hal itu tidak dapat kulakukan karena posisi kakinya yang terbentang menyulitkanku untuk menurunkannya. Jadi terpaksa aku rapatkan kakinya sehingga aku bisa menurunkan CD-nya sampai lutut. Tapi akibatnya aku jadi tidak bisa mengeksplorasi vagina Mama dengan leluasa karena kakinya kini merapat. Apakah aku harus melepas semuanya? Tentu akan lebih leluasa, tapi jika Mama sampai terbangun akan berbahaya karena aku tidak akan bisa dengan cepat memakaikannya kembali.

Berhubung nafsuku sudah memburu, maka aku putuskan untuk melepaskannya semua. Lalu aku rentangkan kakinya. Sekarang vagina Mama dapat terlihat dengan jelas. Tidak tahan lagi, langsung aku cium dan jilati vaginanya. Lebih jauh lagi, dengan kedua tangan kubuka bibir-bibir vaginanya dan aku jilati bagian dalamnya. Aku benar-benar semakin bernafsu, ingin rasanya aku telan vagina Mama. Tidak lama setelah aku jilati, vaginanya menjadi basah. Setelah puas mencium dan menjilati bagian vaginanya, penisku sudah tidak tahan untuk dimasukkan ke dalam vagina Mama. Aku kemudian berdiri untuk melepas celanaku. Lalu aku duduk lagi di antara kedua kaki Mama dan aku bentangkan kakinya lebih lebar.

Dengan mengambil posisi duduk dan kedua kakiku dibentangkan untuk menahan kedua kaki Mama, aku arahkan penisku ke lubang vaginanya. Tangan kananku membantu membuka lubang vagina Mama sementara aku dorong penisku perlahan. Aku rasakan penisku memasuki daerah yang basah, hangat dan menjepit. Tubuhku gemetar hebat karena nafsu yang mendesak. Setelah beberapa saat akhirnya seluruh penisku sudah berhasil masuk ke dalam vagina Mama dengan tidak terlalu sulit, mungkin karena Mama sudah melahirkan dua orang anak.

Mulailah kugoyangkan pinggulku maju mundur secara perlahan. Kurasakan kenikmatan dan sensasi yang luar biasa. Aku memutuskan untuk memuaskan nafsuku, apa pun yang terjadi. Semakin lama gerakanku semakin cepat. Dengan semakin bernafsu, aku peluk tubuh Mama dan mengulum dadanya, sementara penisku terus bergerak cepat menggosok vagina Mama. Aku sudah tidak peduli lagi apakah Mama akan terbangun atau tidak, biar pun terbangun aku akan terus menggoyangnya sampai aku puas.

Sungguh nikmat. Bahkan lebih nikmat daripada fantasiku selama ini. Setelah aku berjuang keras selama 6 menit, akhirnya aku sudah tidak tahan lagi hingga aku benamkan penisku dalam-dalam ke vagina Mama. Aku rasakan spermaku mengalir bersamaan dengan sensasi yang luar biasa. Seakan melayang sampai-sampai terasa sakit kepala. Aku biarkan penisku beberapa saat di dalam tubuh Mamaku.

Setelah cukup rileks, aku cabut penisku. Aku puas. Aku tidak menyesal. Aku kenakan kembali celanaku. Sebelum aku kenakan kembali CD-Mama, aku puaskan diri dengan meremas-remas vagina Mama. Setelah itu aku rapikan kembali daster Mama. Aku matikan TV dan naik menuju kamarku di atas. Aku langsung rebahan di atas kasurku. Walau aku merasa lelah tapi aku tidak bisa tidur membayangkan pengalaman ternikmat yang baru saja aku rasakan. Pengalaman seorang anak SD yang baru saja melakukan hubungan seks dengan Mamanya sendiri.

Membayangkan hal tersebut saja membuat nafsuku bangkit kembali. Aku berpikir untuk kembali melakukannya dengan Mama. Aku berjalan keluar kamar menuju ruang keluarga. Namun di depan kamar Shinta adikku, entah apa yang mengubah pikiranku. Aku berpikir, kalau Mama saja tidur sedemikian lelapnya maka tentu Shinta juga demikian. Apalagi selama ini Shinta kalau sudah tidur sulit sekali untuk dibangunkan.

Perlahan aku buka kamarnya dan aku lihat Shinta tertidur dengan menggunakan selimut. Aku masuk ke kamarnya dan aku tutup lagi pintunya. Seperti yang sudah aku lakukan dengan Mama, aku juga sudah bertekad akan menyetubuhi Shinta adikku sendiri. Walaupun ia bangun aku juga tidak akan peduli.

Lalu aku singkap selimutnya dan aku lepaskan dasternya serta tidak CD-nya. Sekarang Shinta sudah benar-benar bugil. Karena Shinta belum memiliki buah dada, sasaranku langsung ke vaginanya. Vaginanya sungguh mulus karena belum ditumbuhi rambut. Aku rentangkan kakinya lalu aku cium dan jilati vaginanya. Sekali-kali aku gigit perlahan. Lalu aku buka lebar-lebar bibir vaginanya dengan jariku dan kujilati bagian dalamnya.

Setelah puas menciumi vaginanya, aku bersiap untuk menghunjamkan penisku ke dalam vagina Shinta yang masih mulus. Aku rentangkan kakinya dan aku tempatkan melingkar di pinggangku. Aku ingin mengambil posisi yang memungkinkanku dapat menyetubuhi Shinta dengan leluasa.

Lalu kuarahkan penisku ke lubang vaginanya sementara kedua tanganku membantu membuka bibir vaginanya. Aku dorong perlahan namun ternyata tidak semudah aku melakukannya dengan Mama. Vagina Shinta begitu sempit, karena ia masih kecil (saat itu ia baru berusia 9 tahun) dan tentu saja masih perawan. Tapi itu bukan halangan bagiku. Aku terus mendorong penisku dan bagian kepala penisku akhirnya berhasil masuk. Namun untuk lebih jauh sangat sulit.

Nafsuku sudah memuncak tapi masih belum bisa masuk juga hingga membuatku kesal. Karena aku sudah bertekad, maka aku paksakan untuk mendorongnya hingga aku berhasil. Namun tiba-tiba saja Shinta merintih. Aku diam sejenak dan ternyata Shinta tidak bereaksi lebih jauh. Walaupun aku tidak peduli apakah Shinta akan tahu atau tidak, tetap saja akan lebih baik kalau Shinta tidak mengetahuinya.

Kemudian aku mulai menggoyang pinggulku, tetapi gerakanku tidak bisa selancar saat melakukannya dengan Mama, karena vagina Mama basah dan tidak terlalu sempit, sedangkan milik Shinta kering dan sempit. Aku terus menggesekan penisku di dalam tubuh Shinta semakin lama semakin cepat sambil memeluk tubuhnya. Ada perbedaan kenikmatan tersendiri antara vagina Mama dan Shinta. Karena vagina Shinta lebih sempit maka hanya dalam waktu 3 menit aku sudah mencapai orgasme.

Kubiarkan spermaku mengalir di dalam vagina Shinta. Aku tidak perlu khawatir karena aku tahu Shinta belum bisa hamil. Aku tekan penisku dalam-dalam dan aku peluk Shinta dengan erat. Setelah puas aku kenakan lagi pakaian Shinta baru aku kenakan pakaianku sendiri. Aku berjingkat kembali ke kamarku dan tertidur sampai keesokan paginya.

Pada pagi harinya aku agak khawatir jika ketahuan. Tapi sampai aku berangkat sekolah tidak ada yang mencurigakan dari sikap Mama maupun Shinta. Sejak saat itu aku selalu terbayang kenikmatan yang aku alami pada malam itu. Aku ingin mengulanginya. Dengan Mama kemungkinannya bisa dilakukan jika Papa tidak di rumah. Jadi akan lebih besar kesempatannya jika melakukannya dengan Shinta saja. Walaupun pada saat melakukannya, aku tidak peduli jika diketahui tetapi tetap akan lebih aman jika mereka tidak mengetahuinya. Maka hampir setiap malam, aku selalu bergerilya ke kamar Shinta. Namun aku hanya berhasil sampai tahap melucuti pakaiannya. Setiap kali penisku mulai masuk, Shinta selalu terbangun.

Empat bulan sejak pengalaman pertama, aku belum pernah lagi melakukan sex. Pada bulan kelima, aku masuk SMP dan pada pelajaran biologi aku mengenal suatu bahan kimia praktikum yang digunakan untuk membius. Saat itu aku langsung berpikir bahwa aku bisa menggunakannya bersetubuh dengan Shinta lagi.

Setelah pelajaran biologi, aku mengambil sebotol obat bius untuk dibawa ke rumah. Pada malam hari setelah semuanya tertidur, aku masuk ke kamar Shinta. Sebuah sapu tangan yang telah dilumuri obat bius aku tempatkan di hidung Shinta. Setelah beberapa saat, aku angkat sapu tangan tersebut dan mulai melucuti pakaian Shinta. Dan setelah aku melucuti seluruh pakaianku, aku naik ke ranjang Shinta dan duduk di antara kedua kakinya.

Aku mengambil posisi favoritku dengan menempatkan kedua kakinya melingkari pinggangku. Aku masukkan penisku ke vaginanya dengan perlahan sampai keseluruhan penisku masuk. Goyangan pinggulku mulai menggoyang tubuh Shinta. Aku memeluk tubuhnya dengan erat dan penisku bergerak keluar masuk dengan cepat. Karena aku yakin Shinta tidak akan terbangun maka aku bisa mengubah posisi sesukaku. Seperti sebelumnya, saat pada puncaknya aku biarkan spermaku tertumpah di dalam vaginanya.

Sejak saat itu hampir setiap hari aku menyetubuhi adikku, Shinta. Sesekali jika Papa sedang di luar kota, aku juga menyetubuhi Mama. Alangkah beruntungnya aku. Dengan ilmu pengetahuan, suatu hambatan ternyata dapat diselesaikan dengan mudah.
Tags: adik, anak, mama, sedarah
Comment
Ibu dan anak – 2
Filed under: Cerita Sex Sedarah by premium — 14 Comments
January 28, 2009

Kami terbangun ketika jam dinding di kamar Cindy menunjukkan waktu pukul setengah delapan dan di luar sudah gelap, Cindy melepaskan diri dari tubuhku, memakai dasternya dan keluar kamar untuk menghidupkan lampu. Aku ke kamar mandi dan mandi sekali lagi untuk membersihkan tubuhku dengan siraman air hangat dari shower, setelah selesai aku kembali memakai t-shirt-ku dan celana pendek, lalu kembali ke ruang tengah melihat TV yang sekarang sedang menayangkan acara hiburan.

Cindy masuk ke kamarnya dan kurasa ia juga mandi untuk menyegarkan tubuhnya, karena ketika keluar ia sudah memakai baju kaos ketat dan celana pendek, lalu duduk di sampingku sambil merebahkan kepalanya di dadaku.

“Sekarang Oom percaya ‘kan sama apa yang Cindy bilang..?” Cindy membuka pembicaraan.
“Iya, tapi menurut Oom itu tidak baik, karena kamu ‘kan masih di bawah umur..!” aku menjawab.
“Ah.., Oom ini bagaimana sih, sekarang ‘kan umur tidak menjadi soal lagi! Yang penting ‘kan dia bisa melakukan seks dengan baik. Oom kuno ahh..!” Cindy menukas sambil mencubit pahaku dengan manja.

“Iya lah.. Oom enggak bisa bilang apa-apa lagi, yang penting Mama jangan sampai tahu, ya..!” aku menjawab sambil memeluk tubuhnya yang langsing.
“Ahh.., biar aja Mama tahu, ‘kan memang ini yang diinginkan Mama..!” Cindy menukas lagi.
“Kamu yakin Mama enggak marah kalau tahu kita sudah pernah main seks..?” tanyaku lagi.
“Pasti deh Oom, lihat aja nanti kalau Mama pulang, Cindy akan cerita dan pasti Mama enggak akan marah..!” ia berkata yakin sambil merebahkan tubuhnya di pangkuanku.
“Ya terserah kamu deh Cindy, Oom cuma nurut saja!” aku mengiyakan sambil menarik nafas.

Kami masih terus menonton TV ketika terdengar suara mobil memasuki pekarangan, dan tak lama kemudian suara pintu depan dibuka dan Mamanya melangkah masuk ke ruang tengah.
“Wah.. wah.. rupanya kalian berdua belum tidur ya. Apa kabar, Kak..?” Vivi menyapaku.
“Kabar baik, bagaimana arisannya tadi..?” aku balik menyapanya.
“Lumayan lah, Vivi bertemu teman-teman dan ngobrol panjang lebar. Cindy, kok kamu begitu.., tiduran di pangkuan Oom, apa enggak malu anak gadis masih kolokan..?” ia menegur Cindy.
“Ah, enggak apa-apa kok Ma, malahan Cindy dan Oom barusan selesai dari kamar Cindy..!”

“Lho.., ngapain kamu di kamar sama Oom..?” Vivi bertanya lagi.
“Itu lho Ma.., yang dulu Mama pernah bilang.., ternyata Oom hebat sekali Ma.., Cindy belum pernah merasakan kayak begitu, malahan tadi sampai dua kali Ma..!” Cindy menjelaskan.
“Jadi kalian berdua tadi.., waduh Cindy.., Mama rugi dong kalau begitu! Kalau tahu tentu Mama tidak pergi arisan tadi, lebih baik disini aja pesta bertiga..!” Vivi menjawab sambil tersenyum ke arahku lalu masuk ke kamarnya.

Tak berapa lama kemudian pintu kamar Vivi terbuka separuh dan terlihat Vivi di balik pintu dengan daster putihnya melambaikan tangan mengajak kami masuk.
Cindy berdiri dan menarik tanganku sambil mengatakan, “Benar ‘kan Oom, Mama enggak marah.., malahan sekarang ngajak lagi tuh..! Ayo.., kita ke kamar Mama..!” Cindy mengajak.
Aku tak dapat menolak lagi dan menurut saja ketika Cindy menarik tanganku memasuki kamar Vivi yang luas dengan tempat tidur ukuran super king size yang dapat menampung empat orang.

Vivi langsung mengunci pintu kamarnya dan mengecilkan lampu, sehingga suasana menjadi sedikit temaram, lalu Vivi mulai melepaskan dasternya, ternyata ia tidak memakai apa-apa lagi di baliknya. Tubuhnya yang putih montok sangat menggiurkan, buah dadanya yang besar dan padat terlihat sangat menantang dengan putingnya yang merah jambu. Aku tak dapat berbuat apa-apa lagi ketika Cindy melepaskan seluruh pakaianku dan kemudian melepaskan baju kaos dan celana pendeknya, kini kami bertiga sudah telanjang bulat.

Vivi segera menarik tanganku ke arah tempat tidur, lalu ia menelentangkan tubuhku di tempat tidur dan sambil menelungkup di atasku, Vivi mulai menghisap mulutku dengan penuh nafsu. Aku membalas ciumannya dengan bernafsu pula, sementara itu terasa olehku tangan mungil Cindy yang lembut halus menggenggam penisku yang sudah menegang keras dan mulai mengocoknya dengan gerakan lembut yang begitu merangsang.

Nafsuku memuncak dengan cepat. Aku dan Vivi saling menghisap, dan Vivi demikian liarnya sehingga aku agak kewalahan menghadapinya. Hisapannya pada mulutku kuat sekali, sementara tangannya mengelus seluruh tubuhku dari dada, perut, pinggul, dan pahaku. Aku merasa kewalahan menghadapi dua wanita yang begitu liar dan ganas ini.
Tiba-tiba Vivi melepaskan kuluman mulutnya dan berkata, “Ayo Kak.. isap ini yang kuat..!” sambil tangannya mengangsurkan buah dadanya yang kanan ke arah mulutku.
Aku segera saja melakukan apa yang dimintanya.

Aku menghisap buah dadanya dengan kuat sambil memainkan lidahku pada putingnya yang merah jambu, membuat Vivi merintih lirih dalam kenikmatan yang dirasakannya.
“Adduuhh Kaak.. adduuhh.. isap yang kuat Kaak.. lebih kuat Kaak.. aadduuhh.. terus isap Kaak.. aadduuhh.. aaduh..!”
Tubuh Vivi menggeliat-geliat menahan kenikmatan itu. Keharuman aroma tubuhnya membuatku semakin menggila, ditambah dengan remasan dan kocokan tangan Cindy pada penisku yang tegang luar biasa, membuatku semakin tak dapat menguasai diriku. Kedua tangan Vivi berada di samping kepalaku sambil merenggut rambutku dengan kuat.

Nafasnya terdengar memburu disertai erangan nikmat dan rintihan lirihnya, “Aadduuhh Kaak.. isap teruuss Kaak.. aadduuhh.. teruus.. lebih kuaat.. aaduuh..!”
Lalu Vivi melepaskan buah dadanya yang kanan dari mulutku dan meletakkan buah dadanya yang kiri di atas mulutku sambil berkata, “Sekarang yang ini Kak.., ayo isap yang kuat seperti tadi.., ayo Kaak.. ayo cepat isap.. aadduuh..!”
Aku menghisapnya dengan kuat dan mengulum putingnya serta memainkan lidahku disitu. Tanganku mengelus vaginanya yang basah dan berdenyut, ini membuat Vivi semakin bernafsu dan menggila demikian liarnya. Renggutan tangannya pada rambutku terasa begitu kuat disertai nafasnya yang terengah-engah dan rintihan nikmatnya.

“Ayoo Kaak.. aadduuhh.. ayoo isap yang kuaat.. aadduuhh.. teruuss.. aadduuhh..!”
Nafas Vivi mendengus-dengus menandakan nafsunya yang sudah sangat memuncak. Tubuhnya sudah berada di atas tubuhku dengan kedua pahanya yang mulus lembut terbuka lebar. Tanganku terus mengelus vaginanya yang sudah sangat basah dengan jariku, membuat Vivi semakin liar dan ganas. Pinggulnya mulai bergerak naik turun dan memutar mengikuti irama gerakan jariku di vaginanya yang berdenyut basah. Aku memasukkan jariku dan menggerakkannya keluar masuk.

Vivi semakin liar dan ganas. Pinggulnya bergerak naik turun tak beraturan sekarang. Ia menekankan buah dadanya ke mulutku dan menggerakkannya memutar-mutar. Rintihannya semakin lirih dan sayu.
“Ayoo Kaak.. masukin sekarang Kaak.. Vivi enggak tahan lagi.. ayoo masukiin.. aadduuhh.. aadduuh..!”
Terasa tangan Cindy sambil mengocok membawa penisku yang sangat tegang ke arah vagina Vivi yang berdenyut-denyut. Dan ketika terasa ujung penisku menyentuh vaginanya, Vivi menurunkan badannya sedikit, sehingga kepala penisku masuk ke dalam vaginanya yang terasa meremas penisku dengan denyutan amat lembut.

Vivi merintih lirih dalam kenikmatannya, “Ayoo Kaak.. masukin teruuss.. ayoo.. aadduuhh.. ayoo..!”
Aku tak dapat menahannya lagi dan menekan ke atas, sehingga seluruh penisku kini masuk ke dalam vaginanya yang berdenyut lembut meremas penisku dengan kuat. Aku mulai memompa Vivi dengan gerakan panjang dan lambat yang membuat Vivi semakin gila.
“Aaduhh Kaak.. yang cepat Kaak.. aduhh.. lebih cepat lagi.. lagii.. aaduh.. ayoo. aaduuh..!”
Aku memompa lebih cepat di tengah remasan vagina Vivi yang terasa begitu lembut. Aku memompa semakin cepat dan cepat sambil terus menghisap buah dadanya dengan kuat. Penisku terasa membesar dan membesar di dalam remasan vaginanya yang lembut luar biasa.

Aku tak dapat menahan diriku lagi, dan Vivi juga menjadi semakin liar dan begitu ganas dalam gejolak nafsunya.
“Aaduhh Kaak.. ayoo Kaak.. lebih cepat Kaak.. lagii.. lagii.. aaduuhh.. aduh..!”
Kami bergumul dengan asyik penuh nafsu dalam kenikmatan yang tiada taranya, dengus nafas kami menderu-deru dalam berpacu menuju puncak kenikmatan yang menanti kami dalam klimaks yang terasa semakin dekat dan dekat. Tak ada lagi yang dapat menghentikan kami sekarang. Pinggul Vivi berputar dalam gerakan naik turun yang cepat mengikuti gerakan penisku yang memompa semakin cepat dan kuat. Rasanya penisku mulai membesar dan terus membesar disertai rasa nikmat luar biasa dalam remasan vagina Vivi yang basah dan lembut.

Kedua tangan Vivi masih terus mencengkeram rambutku. Hisapanku pada buah dadanya semakin kuat, sehingga hampir seluruh daging buah dadanya masuk ke mulutku. Sementara itu kedua tangan lembut Cindy terus meremas-remas kedua pangkal pahaku. Aku terus memompa Vivi dengan seluruh tenaga yang ada padaku dalam remasan vaginanya yang lembut luar biasa. Penisku terasa semakin membesar dan memanjang. Vivi merintih nikmat tak dapat menahan nafsunya lagi.
“Aaduuhh Kaak.. aduh.. teruuss Kaak.. lebih cepat lagi Kaak.. aku enggak bisa tahan lagii.. aduhh.. sudah mau keluar Kaak.. mau keluaarr.. aduhh..!” erangan dan rintihan Vivi menandakan ia sudah sangat dekat dengan klimaksnya.

Aku sendiri juga merasa sudah hampir tiba pada klimaksku. Aku menghisap buah dadanya kuat sekali. Kami sudah sangat dekat pada klimaks kami dan rasanya sudah tak tertahankan lagi. Sudah dekat sekali. Rintihan Vivi semakin kuat.
“Aaduuh Kaak.. aku mau keluar Kaak.. aduhh.. mau keluaar.. aduhh.. aku keluarr Kaak.. keluarr.. aduuhh Kaak.. keluar Kak.. keluarr.. aduuhh..!”
Vivi tak dapat menahannya lagi. Tubuhnya menyentak kuat sekali kemudian mulai menggelepar-gelepar dalam kenikmatan orgasmenya yang luar biasa ketika ia meledak dalam puncak klimaksnya disertai remasan vaginanya yang kuat dan lembut pada penisku.

Aku juga sudah tak dapat lagi menahannya ketika kurasakan penisku membengkak besar sekali dalam remasan vagina Vivi dan kenikmatan itu mulai menjalar dari pangkal penisku menuju ke ujungnya. Aku memompa Vivi cepat sekali, dan kini terasa kenikmatan itu sampai di ujung penisku dan tanpa dapat kutahan lagi penisku meledak dahsyat dalam gumpalan-gumpalan orgasme yang nikmat luar biasa diantara remasan vagina Vivi yang begitu lembut. Tubuhku menyentak-nyentak tak dapat menahan kenikmatan itu. Kami berpelukan erat sekali dalam klimaks yang luar biasa nikmatnya.

“Aaduhh Kaak.. aku keluaarr Kaak.. aduhh.. keluar.. keluar.. aduuh.. adduuhh.. keluaarr.. aduh..!”
Vivi setengah berteriak menahan kenikmatan saat ia mencapai puncak orgasmenya dalam klimaks yang begitu dahsyat dengan kedua kakinya yang merangkul ketat pada kedua pahaku. Kami masih terus bergumul dalam ledakan klimaks yang sungguh luar biasa dengan tubuh menggelepar-gelepar menahan kenikmatan itu sampai akhirnya kedua tubuh kami terkulai lemah berkeringat dan nafas mendengus kelelahan.

Dalam kelelahan yang amat sangat, akhirnya kami tertidur lelap sekali dan baru terbangun ketika jam dinding di kamar Vivi berdentang sepuluh kali. Malam itu kami menyantap makan malam yang terasa begitu nikmat dengan lahap. Dan setelah selesai membersihkan piring di dapur, kami bertiga kembali ke kamar Vivi untuk sebuah pergumulan seks yang lebih dahsyat lagi.
Tags: anak, mama, sedarah
Comment
Kisah cinta ibu dan anak – 1
Filed under: Cerita Sex Sedarah by premium — 105 Comments
January 28, 2009

“Ma.. Mama” teriakku sambil melambaikan tangan.

Sebelum aku lupa aku bernama Yoyo(nama samaran) umur 16, aku tinggal bersama kedua orang tuaku. Mama berumur 27 dan Papa berumur 45. Kenapa umur kedua orang tuaku berbeda jauh, karena Mama saat umur 12 tahun hamil karena diperkosa oleh tetangganya waktu di desa Mama dan yang menolong penderitaan Mama adalah Papa yang berumur 30 tahun tapi belum menikah. Kata paman Mama sudah manis dan cantik (macan) waktu kecil.

Sekarang Mama tidak mungkin hamil lagi karena Mama mengalami pendarahan rahim yang sangat parah ketika melahirkan aku, itu dikarenakan umur Mama yang masih sangat muda saat melahirkan aku. Aku sangat menyayangi dan mencintai Mama disamping itu ada juga perasaanku ingin menikmati tubuh Mama. Mama sangat cantik, dadanya besar, dan kalau setiap melihat Mama pasti adikku selalu bangun. Apalagi setiap aku melakukan onani dalam anganku aku melakukan hubungan intim dengan Mama.

“Sayang kamu berhasil, dan kamu juga mendapat ranking 1″ teriak Mama sambil melambaikan tangan kepadaku.

Pukul 19.00, kami sekeluarga makan bersama.

“Selamat ya Yo, kamu ingin melanjuntukan ke SMU mana?” tanya Papa.
“Enggak tahu Pa” jawabku.
“Kok enggak tahu sih, ntar kamu tidak sekolah loh” kata Mama.
“Ya sudah ntar Papa cariin tapi kamu harus pertahankan prestasimu yaa” kata Papa.

Pukul 20.00, aku dan Mama nonton TV bareng. Papa pergi ke Bandung setelah makan tadi karena katanya ada urusan kerja dan Papa akan di Bandung selama 4 hari, dan aku disuruh menjaga Mama. Mama tidak berapa lama pergi ke kamar tidur.

“Mama tidur dulu ya sayang” kata Mama.

Aku menonton TV acara misteri, aku yang orangnya takut akan hal-hal gaib pergi ke kamar Mama supaya ditemanin nonton. Aku mendorong kamar Mama yang ternyata tidak terkunci. Aku sangat takjub melihat Mama yang sedang tidur karena Mama tidur hanya memakai BH dan CD. Aku sesak napas tak tahu harus bagaimana karena ini benar-benar kejadian yang tak diduga.

Aku mendekati Mama, Mama kalau tidur susah untuk dibangunkan jadi mungkin ini kesempatanku untuk merasakan tubuh Mama pikirku dalam hati. Dengan perasaan takut kubuka BH Mama. Begitu terbuka, aku sadar bahwa dada Mama sangat indah. Dada Mama tidak kalah indah dengan dada cewek jepang yang aku tonton di blue film. Kuremas-remas kedua dada Mama dengan ritme kadang keras kadang lembut, kuremas berulang-ulang.

“Akh.. Akh..” desah Mama walau pelan tapi aku mendengar.

Aku seperti mendapat lampu merah menghisap tetenya kanan kiri secara bergantian sedangkan tangan kiriku kuselipkan ke dalam CD Mama untuk memainkan vagina Mama.

“Sshh.. Shh” desah Mama tangan kiriku yang kuselipkan ke CD untuk memainkan vagina Mama terkena lendir Mama yang sudah keluar. Dada Mama yang kuhisap kedua puting Mama mengeras. Setelah puas menghisap dan menjilat puting Mama aku membuka CD Mama yang sudah sedikit basah sama lendir Mama sendiri. Kujilat, kuhisap dengan keras vagina Mama dan kumasukkan lidahku ke dalam vagina Mama.

“Ohk.. Ssh” desah Mama dan lendir Mama lagi-lagi keluar.

Aku ganti dengan mengocok vagina Mama dengan jari tangan kanan sementara tangan kiri mengelu-elus klitoris Mama yang membesar.

“Akhh.. Sshh.. Okhh” desis Mama agak keras tapi tetap dalam keadaan tidur. Aku tidak peduli Mama bangun atau tidak kukocok tangan kananku yang mengocok vagina Mama dengan cepat.

“Plok.. Plokk” bunyi kocokan vagina Mama lalu.
“Akhh.. Akhh. Yaa.. terus.. sampai” gunggam Mama yang disertai tubuh Mama mengejang dan mengeluarkan lendir banyak.

Aku tahu pada saat itu Mama pasti orgasme langsung saja kujilat vagina Mama yang masih berlendir.

“Wah benar-benar vagina Mama wangi dan lendirnya enak” kataku kubisikkan ke kuping Mama yang aku sendiri tidak tahu Mama masih tidur atau sudah bangun.

Mama masih mengatur napas karena habis orgasme, tapi aku nekat dengan mencium mulut Mama dan memasukkan lidah ku ke dalam mulut Mama. Ternyata Mama membalas kulumanku dan memainkan lidah Mama dengan lidah aku, lama sekali kami saling menghisap dan mengulum. Tapi tanganku tidak diam. Tanganku meremas buah dada Mama, memilin puting Mama yang menyebabakan Mama mendesis.

“Okhh.. Akhh”.

Tubuh Mama tiba-tiba mengejang lagi tang menandakan Mama orgasme untuk ke-2 kalinya.

“Akhh.. Okkhh.. Datang.. Nikmat” gunggam Mama lagi tetapi tidak menampakkan Mama akan bangun.

Lagi-lagi cairan Mama keluar. Aku tidak berani membuat Mama melakukan oral kepadaku karena takut Mama tahu aku berbuat mesum padanya. Makanya aku langsung memasukkan kontolku ke vagina Mama yang sudah basah. Walaupun vagina Mama basah tapi kontolku ynag besar tidak dapat masuk. Aku akui kontolku besar dan panjang tapi setelah kucoba-coba akhirnya dapat masuk.

“Okhh… Shh..” desah Mama waktu kontolku masuk ke vagina Mama.

Vagina Mama sempit, aku sangat sulit menggerakkan kontolku. Vagina Mama terasa nikmat yang membuat aku melayang syraf-syaraf dan otot-otot vagina Mama memijit kontolku. Mama pun seperti cacing kepanasan menggoyangkan pantatnya tidak beraturan yang membuat kontolku akhirnya masuk seluruhnya ke vagina Mama.

“Akkhh.. Okhh” desah Mama sambil mengejang dan itu membuat aku kaget karena Mama orgasme ke-3 kalinya. Dan cairan Mama yang keluar agak memudah kan aku melakukan gerakan kontolku di vagina Mama. Mama merenggangkan kedua pahanya untuk memudahkan aku menggerakkan kontolku. Mula-mula kukocok pelan-pelan, lalu selanjutnya berirama kadang pelan kadang cepat yang semakin membuat Mama mengugam.

“Akhh.. Teruus nikmat.. Yaa” aku semakin bersemangat, mulai menganti posisi Mama sekarang Mama telungkup dan pantatnya kubuat menungging, dengan gaya doggie style ini aku merasa nikmat dan Mama pantatnya mengikuti irama goyangan kontolku, otot vagina Mama mengedut dan aku yakin Mama orgasme, ternyata Mama orgasme untuk ke-4 kalinya.

Aku juga mengedut dan muncratlah spermaku di vagina Mama, bahkan aku yakin spermaku menymprot rahim Mama karena kontolku di vagina Mama selalu kena rahimnya.

“Akhh.. Akhh” desah Mama.

Aku tak puas lalu kupangku Mama dan wajah kami berhadapan lalu kumasukkan kontolku ke vagina Mama. Plleess.. bunyinya.

“Akkhh..” desah Mama.

Kukocok dengan berirama, aku dan Mama orgasme berbarengan sambil kami mengulum. Kudiamkan sebentar kontolku dalam vagina Mama. Kukeluarkan, plop bunyinya. Kucium kening Mama dan kuusap rambutnya. Kulihat Mama sangat lelah dengan keringat yang bercucuran, ku bisikkan ke telinga Mama.

“Lain kali lagi ya Ma, Mama sangat enak vaginanya” lalu aku matikan TV dan pergi ke kamar sebelum tidur kulihat jam ternyata jam 3 dini hari aku selesai main sex dengan Mama.

Kesokannya..

Pukul 17.00, aku berenang dengan santainya, aku tidak canggung kalau bertemu Mama begitu juga dengan Mama seperti tidak tahu kejadian semalam.

“Yo Mama ikut berenang donk” kata Mama yang begitu aku berbalik melihat Mama sudah memakai bikini untuk berenang, dan aku yakin bahwa Mama tidak memakai apa-apa selain bikini itu. Mama lalu masuk ke kolam dan menuju ke aku.

“Ajarin Mama berenang donk Yo” kata Mama agak manja. Aku yang mendapat kesempatan langsung berpikir bagaimana caranya untuk menyetubuhi Mama lagi.

“Begini ya Ma, Yoyo akan ngajari Mama tapi Mama harus nuruti kata Yoyo. Gimana Ma, mau enggak?” tanyaku.
“Boleh” kata Mama sambil tersenyum.
“Pertama kita pemanasan dulu Ma” kataku.

Lalu aku membelai dada Mama yang montok. Aku melihat Mama diam saja sambil napas Mama terlihat sesak, aku mulai membuka bikini atas Mama.

“Jangan Yo ada Bi Inah dan Bi Pur” kata Mama.
“Enggak pa.. pa.. Ma enggak ketahuan kok” balasku.

Mama diam saja, segera aku menjilat dada kanan Mama dan memilin puting kiri Mama dengan tangan.

“Akhh… akhh, kamu mulai bandel ya.. Yo” kata Mama sambil mendesah.

Kucium mulut Mama dan Mama membalas dengan memasukkan lidahnya dan menghisap kidahku serta meludahi aku. Kami bermain lidah sangat lama.

“Yo masukin donk, Mama enggak tahan nih akhh..” kata Mama.

Aku lalu menaikkan tubuh Mama ke pinggir kolam lalu membuka bikini yang melindungi vaginanya. Begitu terbuka kulihat lendir Mama sudah keluar segera saja kuhisap, kujilat dan kumasukkan lidahku dalam vagina Mama.

“Akkh.. Okhh enak Yo vagina Mama sangat enak” kata Mama.
“Ma aku kan membuat Mama lebih baik tapi Mama tidak boleh main sex dengan siapapun termasuk Papa” kataku sambil mengocok-ngocok vagina.
“Iya Yo, Mama kan budak sex mu, cepat Yo masukkin kontolmu ke vagina Mama akkhh.. Sshh” jawab Mama.

Aku naik ke pinggir kolam lalu mendudukan Mama di atas pangkuanku dengan wajah kami bertemu “bleess” bunyi kontolku ke vagina Mama.

“Wah, Mama sudah bisa ya nampung kontol Yoyo” candaku.
“Kan kemarin sudah latihan ama kamu” kata Mama.

Lalu aku sadar bahwa Mama kemarin suka melakukan sex denganku. Dengan semangat kupompa dengan cepat.

“Akkhh.. Yess.. Enak sayang.. terus” teriak Mama.

Senyumku melebar dan aku pun mencium mulut Mamaku yang dari tadi mendesis dengan disertai pompaanku yang cepat.

“Sayang.. Saayangg Mama datangg” teriak Mamaku. Lalu kurasakan mani Mama menyiram kontolku yang masih memompa Mama. Tubuh Mama menegang dan memelukku dengan kuat, tapi tiba tiba Bi Inah kulihat datang.
“Kenapa sayang kamu mau main di kolam sama Mama?” tanya Mama.
“Iya Ma habis Bi Inah datang”jawabku.

Aku senderan di dinding kolam sedangkan Mama berhadapan denganku. Mama lalu masuk ke air dan tanpa kusadari Mama melakukan oral kepadaku. Mama hisap, jilat pokoknya Mama melakukan yang hebat dan membuat aku mendesah.

“Akhh”.
“Kenapa Den?” tanya Bi Inah. Aku kaget.
“Enggak pa.. pa.. Bi” jawabku.

Lalu Bi Inah ke dalam dan aku orgasme tapi Mama meminum spermaku sekaligus minum air kolam. Kutarik Mama.

“Enggak pa.. pa.. Ma?” Tanyaku.

Waktu mama mau menjawab, kucium mulut Mama dan kumasukkan kontolku ke dalam vagina Mama dengan gaya aku seperti mengendong Mama. Lama kami melakukannya dan Mama memeluk erat-erat, tubuhnya mengejang dan orgasme Mama untuk ke-2 kalinya. Aku yang masih bangun menyuruh Mama naik lagi ke luar kolam dan Mama ku suruh menungging. Kali ini aku masukin kontolku ke lubang pantat Mama.

“Ma, kita anal sex yuk?” tanyaku.
“Jangan Yo, Mama belum pernah” jawab Mama.

Tanpa memperdulikan jawaban Mama kumasukkan dengan paksa ke pantat Mama walau pun lama akhirnya masuk juga.

“Penuh Yo.. Sakit” teriak Mama.

Aku tak peduli tetap kukocok tak berapa lama Mama menggoyang pantatnya untuk mengimbangi kocokanku.

“Enak Yo.. Shh.. Yang keras Yo” teriak Mamaku.

Kupercepat lajuku, kontolku mengedut dan tubuh Mama mengejang lalu kami sama-sama orgasme.

“Akhh Mama datang sayang” teriak Mama.
“Akhh vagina Mama enak juga” kataku.

Setelah kami selesai sex. Kami mandi berdua lagi dan melakukan sex lagi. Terus-terusan kami melakukannya dimana ada kesempatan, entah saat mandi, malam ketika Papa keluar kota, di mobil, dan kami juga menyewa hotel jika kondisi tidak aman tapi kami ingin melakukan sex. Pokoknya kami melakukannya setiap hari baik itu dimana tempatnya.

Aku memasuki kelas 2 SMU..

Papa ingin merayakan pernikahan Mama dengan Papa dengan liburan dari kantor untuk 3 orang selama 2 hari, aku pun ikut dalam liburan tersebut. Memang Mama masih menepati janjinya untuk bermain sex hanya dengan aku, tapi aku merasa Mama akan mau melakukan hubungan badan karena ini hari pernikahan mereka. Makanya aku pun berhasrat untuk minta ikut. Mama tahu alasan sebenarnya aku ikut makanya Mama mengiyakan permintaanku. Liburan ini benar-benar liburan buat kami tapi tidak untuk Papa makanya liburan akan ulang tahun pernikahan mereka menjadi hubungan sex antara Ibu dan anak.

Pukul 14.00, kami tiba di^^^. Hotelnya bagus. Papa memesan 2 kamar. Aku melihat Papa mencium Mama tapi Mama menolak karena Mama melihat mataku yang menatap Mama dengan tajam.

“Kamu kok selama ini menolak apapun permintaanku, bahkan untuk kucium aja kamu nolak” tanya Papa.
“Malu kan dilihat orang” hindar Mama.

Telepon Papa berbunyi dan Papa ngomong sebentar lalu menghentikan pembicaraannya. Kamar aku dan ke-2 orang tuaku bersebelahan, aku mau masuk lalu kudengar.

“Ma, Papa pergi dulu ya maaf, nih ntar Papa baliknya jam 21.00″ kata Papa ke Mama.

Aku masuk kamarku, kutunggu selama 4 menit dan keluar kamar sambil melihat Papa ada atau tidak. Kulihat tak ada Papa maka aku pun membuka kamar Mama yang ternyata tidak terkunci. Aku masuk dan merantai pintu kamar, kulihat Mama sudah telanjang bulat tanpa apa-apa mendekat kepadaku. Diciumnya bibirku, akhirnya kami saling mengulum. Mama menundukkan wajah ke celana jeansku, dan membuka celanaku dan CDku. Dengan cepat aku juga membuka bajuku. Sekarang kami sama-sama telanjang bulat.

Mama mengulum kontolku, menjilat, mengocok.

“Akhh” desahku.
“Kontolmu lebih dahsyat 100x dari pada kontol papamu” kata Mama.

Dengan kehebatan Mama dalam oral aku orgasme. Cpreett.. Cepreet.. suara dalam mulut Mama dan Mama pun menelan spermaku tanpa ada yang tersisa.

“Enak sekali spermamu sayang” kata Mama genit.

Aku membawa Mama ke ranjang lalu aku melakukan oral ke Mama. Kuhisap jilat klirotis Mama, sedangkan tangan kanan mengocok pantat Mama, lalu tangan kiri bermain aktif dengan buah dada Mama, kuremas-remas dengan ganas.

“Akhh.. Teruuss Yo” desah Mama.

Kumainkan posisi ini dengan lama, Mama pun mengejang.

“Akkhh.. Memekku.. Aku.. Datang sayaanngg” teriak Mama sekeras mungkin.

Kurasakan dimulutku lendir Mama keluar dari vaginanya, sedangkan tangan kananku merasa keluar lendir juga dari lubang pantat Mama. Kujilat dan kutelan lendir Mama baik yang di vagina dan lubang pantat Mama. Kucium Mama lalu kutanya.

“Siap Mamaku sayang” Jawab Mama.
“Terserah kamu dan kontolmu say, pantat, buah dada, vagina Mama semuanya hanya milikmu”.

Dengan semangat Mama membuka pahanya lebar-lebar, tapi Mama salah karena kumasukkan kontolku ke lubang pantat Mama.

“Ukhh.. Sshh” desah Mama.

Dengan Mama yang berlendir dan selama ini kami berhubungan sex, mengakibatkan Mama tidak kesusahan menerima kontolku. Tak berapa lama Mama mengaitkan kedua kakinya ke pinggangku dan tubuh Mama menegang.

“Oohh.. Yeeaahh” teriak Mama.

Kurasakan daging di lubang pantat Mama mengurut kontolku dan menyiram dengan lendir Mama. Aku tak peduli Mama orgasme, tetap kupompa lambat, cepat, lambat dengan berirama. Lalu aku menelungkupkan Mama dan membuat Mama menunging, kumasukkan kontolku tetap pada lubang pantat Mama. Mama mengoyangkan pantatnya sesuai gerakanku. Sepertinya gairah Mama naik lagi, karena Mama mendesis.

“Oohhk.. Uhkk.. Yeaa” sambil tetap mengimbangi gerakanku. Kontolku semakin besar dan gerakan Mama juga semakin liar,
“Ma, Yoyo datang” kataku.
“Tahan Yo datangnya sama Mama ya sayangg.. Okhh” balas Mama.

Tak berapa lama aku dan Mama orgasme berbarengan. Di pantat Mama Bercampur benih kasih cinta spermaku dengan mani Mama.

Kulihat jam ternyata sudah jam 18.00, “Ma pindah yuk ke kamar Yoyo” ajakku, “Ntar Papa jadinya enggak bisa main sama Mama” kataku lagi.
“Ayuk lagipula Mama inikan milikmu sayang” kata Mama sambil mengulum mulutku.

Kontan gairahku naik lagi tapi sempat kutahan, dan meminta Mama pindah. Kami pun pindah ke kamarku, lalu kami main lagi.
Tags: sedarah
Comment
Anakku Sayang
Filed under: Cerita Sex Sedarah by premium — 59 Comments
January 28, 2009

Marlina, 35 tahun, adalah seorang ibu rumah tangga dengan 2 orang anak. Penampilan Marlina sangat menarik. Sebagai wanita yang tinggal di kota besar, Bandung, cara berpakaiannya selalu sexy. Tidak sexy murahan tapi berkelas dan menarik. Dengan tubuh tinggi semampai, dada 36, dan kulit yang putih, walau sudah menikah dan punya anak yang sudah cukup dewasa, tapi masih banyak lelaki yang selalu menggodanya.

Anaknya yang paling besar, Jimmy, 16 tahun, seorang anak yang yang baik dan penurut pada orang tuanya. Anak kedua, Yenny, 14 tahun, seorang anak yang sudah mulai beranjak dewasa. Sedangkan suami Marlina, Herman, adalah seorang suami yang cukup baik dan perhatian pada keluarga. Bekerja sebagai seorang PNS di suatu instansi pemerintah.

Kehidupan sexual Marlina sebetulnya tidak ada masalah sama sekali dengan suaminya. Walau banyak lelaki yang menggoda, tak sedikitpun ada niat dia untuk mengkhianati Herman.

Tapi ada sesuatu yang berubah dalam diri Marlina ketika suatu hari dia secara tidak sengaja melihat anak lelakinya, Jimmy, sedang berpakaian setelah mandi. Dari balik pintu yang tidak tertutup rapat, Marlina dengan jelas melihat Jimmy telanjang. Matanya tertuju pada kontol Jimmy yang dihiasi dengan bulu-bulu yang tidak terlalu lebat.

Sejak saat itu Marlina pikirannya selalu teringat pada tubuh telanjang anak lelakinya itu. Bahkan seringkali Marlina memperhatikan Jimmy bila sedang makan, sedang duduk, atau sedang apapun bila ada kesempatan.

“Ada apa si Mam, kok liatin Jimmy terus?” tanya Jimmy ketika Marlina memperhatikannya di ruang tamu.

“Tidak ada apa-apa, Jim.. Hanya saja Mama jadi senang karena melihat kamu makin besar dan dewasa,” ujar Marlina sambil tersenyum.

“Kamu sudah punya pacar, Jim?” tanya Marlina.

“Pacar resmi sih belum ada, tapi kalau sekedar teman jalan sih ada beberapa. Memangnya kenapa, Mam?” tanya Jimmy.

“Ah, tidak. Mama hanya pengen tahu saja,” ujar Marlina.

“Kamu pernah kissing?” tanya Marlina.

“Ah, Mama.. Pertanyaannya bikin malu Jimmy ah…” ujar Jimmy sambil tersenyum.

“Yee.. Tidak apa-apa kok, Jim.. Jujur saja pada Mama. Mama juga pernah muda kok. Mama mengerti akan maunya anak muda kok…” ujar Marlina sambil menjewer pelan telinga Jimmy. Jimmy tertawa.

“Ya, Jimmy pernah ciuman dengan mereka,” ujar jimmy.

“ML?” tanya Marlina lagi.

“ML apa sih artinya, Mam?” tanya Jimmy tidak mengerti.

“Making LOve.. Bersetubuh…” ujar Marlina sambil mempraktekkan ibu jarinya diselipkan diantara telunjuk dan jari tengah.

“Wah kalau itu JImmy belum pernah, Mam.. Tidak berani. Takut hamil…” ujar Jimmy. Marlina tersenyum mendengarnya.

“Kenapa Mama tersenyum?” tanya Jimmy.

“Karena kamu masih sangat polos, sayang…” kata Marlina sambil mencubit pipi Jimmy, lalu bangkit untuk menyiapkan segala sesuatunya karena Herman akan segera pulang.

Malam harinya, Marlina, Jimmy, dan Yenny asyik menonton TV, sedangkan Herman sedang mengerjakan sesuatu di meja kerjanya.

“Ciuman rasanya gimana sih?” tanya Yenny ketika menyaksikan adegan ciuman di televisi.

“Ah, kamu.. Masih kecil! Tidak perlu tahu,” ujar Jimmy sambil mengucek-ngucek rambut Yenny.

“Tidak boleh begitu, Jim.. Adikmu harus tahu tentang apapun yang dia tidak mengerti. Biar tidak salah langkah nantinya…” ujar Marlina sambil menatap Jimmy.

“Begini, Yen…” ujar Marlina.

“Ciuman itu tidak ada rasa apa-apa.. Tidak manis, pahit atau asin. Hanya saja, kalau kamu sudah besar nanti dan sudah merasakannya, yang terasa hanya perasaan nyaman dan makin sayang kepada pacar atau suami kamu…” ujar Marlina lagi.

“Ah, nggak ngerti…” ujar yenny.

“Mendingan Yenny tidur saja, ah.. Sudah ngantuk…” ujar Yenny.

“Ya sudah, tidurlah sayang,” ujar Marlina. Yenny kemudian bangkit dan segera menuju kamar tidurnya.

Ketika menyaksikan adegan ranjang di televisi, Marlina bertanya kepada Jimmy, “Apakah kamu sudah itu dengan pacarmu?”.

“Jimmy belum punya pacar, Mam.. Mereka hanya sekedar teman saja,” jawab Jimmy.

“Tapi kok kamu bisa ciuman dengan mereka?” tanya Marlina lagi sambil tersenyum.

“Ya namanya juga saling suka…” jawab Jimmy sambil tersenyum juga.

“Sudah sejauh mana kamu melakukan sesuatu dengan mereka?” tanya Marlina.

“Tidak apa-apa kok, Jim.. Bicara terbuka saja dengan Mama,” ujarnya Marlina lagi. Jimmy menatap mata ibunya sambil tersenyum.

“Ya begitulah…” kata Jimmy.

“Ya begitulah apa?” tanya Marlina lagi.

“Ya begiutlah.. Ciuman, saling pegang, saling raba…” ujar Jimmy malu malu. Marlina tersenyum.

“Hanya itu?” tanya Marlina lagi.

Jimmy melirik ke arah ayahnya yang sedang sibuk mengerjakan sesuatu di meja kerjanya.

“Mama jangan bilang ke Papa ya?” ujar Jimmy.

Marlina tersenyum sambil mengangguk. Jimmy lalu beringsut mendekati Marlina.

“Jimmy pernah oral dengan beberapa teman wanita…” ujarnya sambil berbisik.

Marlina tersenyum sambil mencubit pipi Jimmy.

“Nakal juga ya kamu!” ujar Marlina sambil tersenyum.

“Rasanya bagaimana?” tanya Marlina sambil berbisik.

“Sangat enak, Mam…” ujar Jimmy.

“Tapi Jimmy dengar, katanya kalau punya Jimmy dimasukkan ke punya wanita rasanya lebih enak.. Benar tidak, Mam?” tanya Jimmy.

Marlina kembali tersenyum tapi tidak menjawab..

“Kamu mau tahu rasanya, Jim?” tanya Marlina sambil tetap tersenyum. Jimmy mengangguk.

“Sini ikut Mama…” ajak Marlina sambil bangkit lalu pergi ke ruang belakang. Jimmy mengikuti dari belakang.

Sesampai di ruang belakang, Marlina menarik tangan Jimmy agar mendekat.

“Ada apa sih, Mam?” tanya Jimmy.

“Karena kamu sudah dewasa, Mama anggap kamu sudah seharusnya tahu tentang hal tersebut,” ujar Marlina dengan nafas agak memburu menahan gejolak yang selama ini terpendam terhadap anaknya tersebut.

“Ciumlah Mama sayang…” kata Marlina sambil mengecup bibir Jimmy.

Jimmy diam karena tidak tahu harus berbuat apa. Marlina terus melumat bibir anaknya itu sambil tanggannya masuk ke dalam celana Hawaii Jimmy. Lalu dengan lembut diremas dan dikocoknya kontol anaknya. Karena tidak tahan merasakan rasa enak, Jimmy dengan segera membalas ciuman Marlina dengan hangat.

Sambil terus mengocok dan meremas kontol Jimmy, Marlina berkata, “Kamu ingin merasakan rasanya bersetubuh kan, sayang?”.

“Iya, Mam…” ujar Jimmy dengan nafas memburu.

“Mama juga sama, Jim.. Mama ingin merasakan hal itu dengan kamu,” ujar Marlina.

“Kapan, Ma?” tanya Jimmy sambil menggerakkan pinggulnya maju mundur karena enak dikocok kontol oleh Marlina.

“Jangan sekarang ya, sayang…” ujar Marlina sambil melepaskan genggaman tangannya pada kontol Jimmy.

“Yang penting kamu harus tahu bahwa Mama sangat sayang kamu…” kata Marlina sambil mengecup bibir Jimmy.

“Jimmy juga sangat sayang Mama,” ujar Jimmy.

“Sekarang Mama harus tidur karena sudah malam. Nanti Papamu curiga…” ujar Marlina sambil meninggalkan Jimmy.

Jimmy menarik nafas panjang menahan suatu rasa yang tak bisa diucapkan.. Tak lama Jimmy masuk ke kamar mandi.. Onani. Besok paginya, Herman sudah siap-siap pergi kerja sekalian mengantar Yenni ke sekolah karena masuk pagi. Sementara Jimmy masuk sekolah siang. Dia masih tidur di kamarnya.

Setelah Herman dan Yenni pergi, dengan segera Marlina mengetuk dan masuk ke kamar Jimmy. Jimmy masih tidur dengan hanya memakai celana Hawaii saja. Marlina tersenyum sambil duduk di sisi ranjang anaknya tersebut. Tangannya mengusap dada Jimmy. Dimainkannya puting susu Jimmy. Jimmy terbangun karena merasakan ada sesuatu yang membuat darahnya berdesir nikmat. Ketika matanya dibuka, terlihat mamanya sedang menatap dirinya sambil tersenyum.

“Bangun dong, sayang.. Sudah siang,” ujar Marlina sambil tangannya berpindah masuk ke dalam celana Hawaii Jimmy.

Diusap, dibelai, diremas, lalu dikocoknya kontol Jimmy sampai tegang dan tegak. Jimmy terus menatap mata MArlina sambil merasakan rasa nikmat pada kontolnya.

“Mau sekarang?” tanya Marlina sambil tetap tersenyum.

“Saya mau kencing dulu, Mam…” kata Jimmy sambil bangkit lalu bergegas ke kamar mandi. Setelah selesai, segera dia kembali ke kamarnya.

“Lama amat sih?” tanya Marlina.

“Jimmy kan sikat gigi dulu, Mam…” ujar Jimmy sambil duduk di pinggir ranjang berdampingan dengan Marlina.

“Kenapa Mama mau melakukan ini dengan Jimmy?” tanya Jimmy. Marlina tersenyum sambil mencium pipi anaknya itu.

“Karena Mama sangat sayang kamu. Juga Mama ingin mendapat kebahagiaan dari orang yang paling Mama sayangi.. Kamu,” ujar Marlina sambil kemudian melumat bibir Jimmy.

Jimmy membalasnya dengan hangat pula. Kemudian Marlina bangkit lalu melepas semua pakaian yang menempel di tubuhnya. Jimmy terus menatap tubuh ibunya dengan kagum dan nafsu.

“Buka celana kamu dong, sayang,” ujar Marlina.

“Iya, Mam…” ujar Jimmy sambil bangkit lalu melepas celana Hawaiinya.

“Sini, Jim…” ujar Marlina sambil berjongkok.

Tak lama mulut Marlina sudah mengulum kontol Jimmy. Jilatan dan hisapannya membuat Jimmy bergetar tubuhnya menahan nikmat yang amat sangat.

“Mmhh.. Enakk, Mamm…” desah Jimmy sambil agak menggerakkan pinggulnya maju mundur.

Marlina melepas kulumannya, sambil tersenyum menatap wajah Jimmy yang tengadah merasakan nikmat, tangannya terus mengocok kontol Jimmy.

“Gantian, Jim…” ujar Marlina.

“Iya, Mam…” ujar Jimmy.

Marlina lalu naik ke ranjang anaknya. Lalu segera dibukanya paha lebar-lebar.. Jimmy langsung mendekatkan wajahnya ke memek Marlina. Lalu segera dijilatinya seluruh permukaan memek Marlina. Marlina terpejam menahan nikmat. Apalagi ketika jilatan lidah Jimmy bermain di kelentitnya.. Mata Marlina terpejam, tubuhnya bergetar sambil menggoyangkan pinggulnya.

“Ohh.. Enakk.. Teruss, Jimm…” desah Marlina.

Setelah sekian menit Marlina dijilati memeknya, tiba-tiba tubuhnya bergetar makin keras, ditekannya kepala Jimmy ke memeknya, lalu segera dijepit dengan pahanya.. Tak lama…

“Ohh.. Mhh.. Ohh…” desah Marlina panjang. Marlina orgasme.

“Ohh, enak sekali sayang.. Naik sini!” ujar Marlina.

Jimmy naik ke tubuh Marlina. Dengan segera Marlina melumat bibir Jimmy walau masih belepotan dengan cairan dari memek Marlina sendiri.

“Masukkin sayang…” bisik Marlina sambil menggenggam kontol Jimmy dan diarahkan ke memeknya.

Setelah itu, Jimmy langsung memompa kontolnya di memek Marlina. Mata Jimmy terpejam sambil terus mengeluarmasukkan kontolnya.

“Bagaimana rasanya, Jim?” tanya Marlina sambil menggoyangkan pinggulnya mengimbangi gerakan Jimmy.

“Nikmat sekali, Mam…” ujar Jimmy.

Marlina tersenyum sambil terus menatap mata anaknya. Tak lama, tiba-tiba tubuh Jimmy mengejang, gerakannya makin cepat..

“Jimmy mau keluar, Mam,” bisik Jimmy.

“Mmhh.. Keluarkan sayang, puaskan dirimu…” bisik Marlina sambil memegang pantat Jimmy lalu menekankan ke memeknya keras-keras.

Tak lama.. Crott! Crott! Crott! Air mani Jimmy muncrat banyak di dalam memek Marlina. Jimmy mendesakkan kontolnya dalam-dalam ke memek Marlina..

“Bagaimana rasanya sayang?” tanya Marlina.

“Sangat nikmat, Mam.. Lebih nikmat daripada oral…” ujar Jimmy sambil mengecup bibir Marlina.

“Jimmy sangat sayang Mama,” ujar Jimmy.

“Mama juga sangat sayang kamu,” ujar Marlina.

Lalu mereka berpelukan telanjang.
Tags: anak, mama, sedarah


lll
uatu kebahagiaan tersendiri bila ada tercipta rasa saling menyayangi di antara saudara. Tapi kebahagiaan seperti apa yang dirasakan Sandra ketika berusaha memberikan kebahagiaan untuk Shanty sebagai rasa sayang seorang adik kepada kakak kandungnya?

Kisah nyata ini dipaparkan oleh Lucky, suami Sandra, kepada saya untuk direka menjadi satu cerita. Lucky, 34 tahun, dan Sandra, 27 tahun, adalah pasangan suami istri harmonis yang dikaruniai satu orang putri 3 tahun yang lucu. Tinggal di Wilayah Jakarta Timur, Shanty, 30 tahun, saat itu sudah beberapa hari menginap di rumah mereka karena sedang menghindar dari suaminya. Shanty sedang mengurus perceraian dari suaminya karena sudah merasa tidak ada kecocokan lagi di antara mereka.

*****

Malam itu, 21 Juni 2006..

“Kami mau tidur dulu, Mbak..”, kata Sandra kepada Shanty yang masih asyik menonton acara di televisi.
“Tadi anakku tertidur di kamarmu..”, kata Sandra lagi.
“Iya.. Pergilah istirahat sana. Kasihan si Lucky besok harus kerja lagi..”, kata Shanty sambil tersenyum.
“Biar anakmu tidur denganku..”, sambung Shanty. Akhirnya Sandra dan Lucky segera masuk ke kamarnya.
“Kasihan Mbak Shanty ya, Mas?”, kata Sandra sambil memeluk Lucky.
“Betul.. Sudah berapa lama dia pisah ranjang dengan suaminya?”, tanya Lucky sambil memjamkan matanya.
“Kalau tidak salah sih.. Sudah hampir 4 bulan, Mas”, kata Sandra sambil menyusupkan tangannya ke sarung Lucky.
“Ha?! Mas nggak pakai celana dalam ya?”, tanya Sandra agak kaget tapi tangannya erat memegang kontol Lucky.
“Memang tidak pakai kok..”, kata Lucky santai sambil tersenyum menatap Sandra.
“Jadi selama kita tadi nonton TV bersama Mbak Shanty.. Yee nakal ya!”, kata Sandra sambil meremas kontol Lucky agak keras.
“Nggak apa-apa kok.. Nggak kelihatan ini kan?”, kata Lucky sambil memiringkan badannya menghadap Sandra.
“Lagian kalau dia lihat juga.. Anggap saja amal.”, kata Lucky sambil tersenyum nakal.
“Nakal ya!”, kata Sandra sambil melumat bibir Lucky sementara tangannya tak henti mengocok kontol Lucky hingga tegang.
“Mm.. Enak sayang..”, bisik Lucky ketika kontolnya makin cepat dikocok.
“Buka dulu bajunya, Mas..”, kata Sandra sambil menghentikan tangannya.

Lalu Sandra bangkit dari kasur dan melepas seluruh pakaiannya. Lucky juga ikut bangkit lalu segera melepas pakaiannya.

“Jangan dulu ke kasur.. Hisap dulu dong..”, kata Lucky sambil mengecup bibir Sandra lalu tangannya agak menekan dan membimbing kepala Sandra ke arah kontolnya. Sandra mengerti dan menuruti kemauan suaminya itu.
“Ohh..”, desah Lucky terdengar ketika mulut Sandra sudah mengulum penuh kontolnya.
“Mm.. Kamu memang pintar.. hh..”, kata Lucky sambil memejamkan matanya ketika tangan Sandra dengan pelan mengocok kontolnya.
“Mm..”, terdengar suara Sandra ketika mulutnya tak henti menghisap kontol Lucky sambil tangannya tak henti mengocoknya.
“Ohh.. Ennakk sayangg..”, kata Lucky sambil memajumundurkan pantatnya seiring hisapan mulut Sandra pada kontolnya.
“Gantian, Mas..”, kata Sandra setelah menghisap kontol Lucky beberapa lama.

Sandra lalu membaringkan tubuhnya di kasur kemudian membuka lebar pahanya. Tampak bulu bulu halus tumbuh agak lebat di sekitar memeknya.

“Oww.. Enak sekali Mass..”, desah Sandra dengan mata terpejam ketika lidah Lucky mulai menjilati belahan memeknya dari atas ke bawah bolak-balik. Pantat Sandra langsung bergoyang seiring rasa nikmat yang dirasakannya.
“Ohh.. Teruss.. Ohh.”, desah Sandra makin keras ketika jari Lucky keluar masuk lubang memeknya yang sangat basah sambil tetap lidahnya menjilati kelentitnya.

Tubuh Sandra melengkung dan menggeliat serta menggelinjang menahan nikmat yang luar biasa.. Sampai akhirnya, serr! Serr! Serr! Sandra mendesakkan kepala Lucky ke memeknya ketika terasa semburan air mani dalam memeknya disertai rasa nikmat dan nyaman yang amat sangat.

“Ohh!! Ohh!!”, suara Sandra serak keluar dari mulutnya..
“Nikmat sekali Mass..”, desah Sandra dengan tubuh lemas terkulai di atas kasur.
“Kini giliranku..”, kata Lucky tersenyum sambil bangkit lalu menaiki tubuh Sandra.

Mulut Lucky yang masih basah oleh cairan memek Sandra segera melumat bibir Sandra. Sandra segera membalas lumatan bibir Lucky sambil memegang kontol Lucky dan mengarahkan ke lubang memeknya. Bless.. Bless.. Kontol Lucky ditekan dan dengan segera sudah keluar masuk memek Sandra.

“Ohh..”, kembali desah Sandra terdengar seiring keluar masuk kontol Lucky ke memeknya.
“Ohh enak sekali rasanya sayang..”, bisik Lucky ke telinga Sandra sambil tak henti memompa kontolnya.
“Kita enak-enakan di sini, sementara Mbak Shanty kesepian..”, kata Sandra sambil mengecup bibir Lucky.
“Ya itu sudah nasibnya, sayang..”, kata Lucky sambil terus merengkuh tubuh Sandra dalam kenikmatan.
“Ohh enakk, sayangg..”, desah Sandra sambil menggeliat keenakan.
“Mas suka nggak kepada Mbak Shanty?”, tanya Sandra di sela persetubuhan itu.
“Ya tentu saja suka, namanya juga kakak sendiri..”, kata Lucky sambil terus memompa kontolnya keluar masuk.
“Maksudku, suka secara fisik.. Lelaki suka wanita..”, kata Sandra sambil menggoyangkan pantatnya.
“Kok kamu membicarakan orang lain sih?”, kata Lucky.
“Ngak apa-apa kan, Mas? Lagian itu membuatku makin bergairah..”, kata Sandra sambil mempercepat goyangannya.
“Benarkah?”, tanya Lucky.
“Iyaahh.. Kadang saya suka membayangkan Mas bersetubuh dengan wanita lain. Dan itu membuat saya bergairah.. Nggak marah kan, Mas?”, tanya Sandra.
“Fantasi seperti itu boleh saja, sayang..”, kata Lucky sambil mengecup kening Sandra.
“Ohh.. Betulkahh?”, Sandra mendesah.
“Kalau saya mau Mas membahagiakan Mbak Shanty, mau nggak?”, tanya Sandra mengagetkan Lucky.

Serta merta mereka menghentikan gerakan sambil memek dan kontol mereka tetap berpautan.

“Masksud kamu apa, sayang..?”, tanya Lucky. Sandra tidak menjawab pertanyaan Lucky, tapi hanya tersenyum lalu mengecup bibir Lucky.
“Mbak Shanty adalah orang yang paling saya sayang, dan saya ingin dia mendapatkan yang terbaik..”, kata Sandra.
“Saya ingin bisa memberikan yang terbaik buat dia..”, lanjut Sandra.
“Mas adalah yang terbaik buat saya..”, kata Sandra sambil tersenyum.
“Saya rela membagi hal terbaik yang saya punya dengan Mbak Shanty..”, kata Sandra lagi.
“Mas ngerti kan maksud saya?”, Sandra sambil kembali menggoyang pantatnya.
“Mas ngerti.. Tapi apakah kamu benar-benar..”, ucapan Lucky terputus karena Sandra keburu melumat bibirnya.

Kembali mereka bersetubuh melanjutkan yang terhenti tadi.

“Saya benar-benar ingin Mas membahagiakan Mbak Shanty.. Juga itu membuat saya makin bergairah..”, kata Sandra sambil menggoyang pantatnya lebih cepat.
“Baiklah.. Ohh.. Ohh..”, desah Lucky sambil mempercepat gerakannya.
“Aku mau keluarr sayangg..”, kata Lucky sambil mendesakkan kontolnya makin dalam ke memek Sandra.

Crott! Croott! Croott! Air mani Lucky menyembur banyak di dalam memek Sandra.

“Ohh.. Enak sekali sayang..”, kata Lucky sambil mengecup bibir Sandra.
“Mas mau kan memenuhi permintaan saya..?”, tanya Sandra manja.
“Iya.. Baiklah..”, kata Lucky sambil tersenyum.
“Terima kasih. Sering saya membayangkan Mas menyetubuhi Mbak Shanty..”, bisik Sandra. Dan mereka pun kembali saling berpagutan tanpa melepas kontol dan memek mereka yang masih bertautan.

*****

Suatu pagi..

“Mas, Mbak Shanty.. Saya akan ke pasar dengan si kecil.., ada mau titip tidak?”, kata Sandra kepada mereka berdua.
“Aku ikut, San..”, kata Shanty.
“Nggak usah, Mbak.., saya mau ke rumah ibu Heru dulu soalnya”, kata Sandra berdalih.
“Ya sudah kalau begitu..”, kata Shanty.

Akhirnya Sandra dan anaknya segera meninggalkan rumah. Tinggal Lucky dan Shanty berdua.

“Tidak ke kantor, Luck?”, tanya Shanty.
“Saya sudah ijin untuk datang agak siang, Mbak..”, jawab Lucky sambil mendekati dan duduk di samping Shanty.
“Ada satu hal yang ingin saya tanyakan, Mbak..”, kata Lucky.
“Apa itu?”, tanya Shanty sambil menatap mata Lucky.
“Bagaimana urusan Mbak dengan Mas Rudy? Saya kasihan kepada Mbak..”, kata Lucky.
“Nggak tahulah, Luck.. Kita lihat saja nanti..”, kata Shanty sambil menyenderkan tubuhnya di kursi.
“Mbak putus asa?”, tanya Lucky sambil tangannya mencoba memegang tangan Shanty.

Shanty hanya diam ketika Lucky menggenggam tangannya. Hanya air mata yang terlihat menetes di sudut matanya.

“Aku tidak ingin hidup lebih lama lagi..”, kata Sandra sambil terisak.
“Saya mengerti bagaimana perasaan Mbak..”, kata Lucky air mata Shanty makin deras membasahi pipinya..
“Boleh aku pinjam bahumu, Luck? Aku nggak tahan..”, kata Shanty.

Lucky mengangguk. Dan Shanty segera merebahkan kepalanya di bahu Lucky dan menangis terisak. Lucky mengusap-ngusap rambut dan punggung Shanty untuk menenangkannya.

“Sudahlah, Mbak.. Mbak masih punya kami..”, kata Lucky sambil melepas rangkulan Shanty dan menatap matanya.
“Kami sayang Mbak.. Saya sayang Mbak..”, kata Lucky.
“Benarkah?”, tanya Shanty sambil meyeka air matanya. Lucky tak menjawab hanya mengangguk sambil menatap mata Shanty.

Lama mereka saling bertatapan. Ada rasa tak menentu ketika Shanty menatap mata Lucky. Apalagi ketika Lucky sedikit demi sedikit mendekatkan wajahnya hingga hampir bersentuhan. Shanty tak bisa berkata apa-apa ketika terasa ada rasa hangat dan nyaman ketika bibir Lucky menyentuh bibirnya. Ketika Lucky mengecup bibirnya, Shanty hanya bisa terpejam merasakan rasa nyaman dan rasa berdesir di hatinya.

“Mmhh..”, hanya itu yang keluar dari mulut Shanty ketika Lucky mulai melumat bibirnya.
“Luck.. Jangan.. Mmhh..”, kata Shanty ingin menolak tapi gairahnya telah mulai naik. Lucky tak menjawab, tapi makin hangta melumat bibir Shanty.
“Mmhh..”, Shanty mendesah dan mulai terbawa aliran gairahnya yang bangkit perlahan.

Dibalasnya ciuman Lucky dengan panas dan liar. Sebagai wanita yang telah lama tidak merasakan kehangatan sentuhan laki-laki, perlakuan Lucky membuat Shanty bergairah tinggi dan mulai melupakan kesedihannya saat itu.

“Luck.. Aku.. Aku.. Ohh..”, suara Shanty terputus putus serak ketika tangan Lucky mulai menggerayangi bagian depan baju dasternya. Dua gumpalan empuk di dada Shanty diremas perlahan oleh Lucky sambil tetap berciuman.
“Mbak, kita pindah ke kamar..”, ajak Lucky sambil menarik tangan Shanty.
“Tapi.. Tapi.. Bagaimana dengan Sandra?”, tanya Shanty ragu.
“Saya bisa menyayangi Mbak seperti ini karena Sandra sayang kepada Mbak..”, kata Lucky sambil menarik Shanty ke kamar.
“Maksudnya apa, Luck..”, tanya Shanty.

Lucky tidak langsung menjawab, tapi langsung memeluk dan melumat bibir Shanty. Shantypun karena sudah terbawa gairahnya langsung membalas pagutan Lucky. Keduanya terus berciuman sambil melepas pakaian masing-masing. Lucky merebahkan tubuh telanjang Shanty ke atas kasur.

“Ohh.. Luckyy.. Mmhh..”, desah Shanty keras ketika lidah dan mulut Lucky menggigit dan menjilati buah dadanya, apalagi ketika satu tangan Lucky turun ke perut lalu turun lagi ke memeknya yang sudah sangat basah.
“Saya sayang Mbak..”, kata Lucky sambil menatap Shanty lalu kepalanya mulai turun ke perut lalu turun lagi ke memek.
“Oohh.. Ohh.. Oww.. Sshh..”, jerit lirih Shanty sambil mata terpejam ketika lidah Lucky liar menjilati belahan memek dan kelentitnya bergantian.

Serr! Serr! Serr! Shanty merasakan rasa nikmat yang sangat luar biasa ketika cairan cintanya menyembur disertai dengan geliatan dan gelinjang tubuh ketika rasa nikmat itu menjalar.

“Ohh, Lucky.. Aku sudah lama tidak merasakan hal seperti ini.. Makanya aku keluar cepat..”, kata Shanty sambil menatap Lucky yang sudah berada di atas tubuhnya.
“Saya akan membahagiakan Mbak.. Kapan saja Mbak mau..”, kata Lucky sambil tersenyum lalu mengecup bibir Shanty.
“Tapi.. Sandra..”, tanya Shanty.
“Sandra sangat sayang pada Mbak..”, kata Lucky sambil mengarahkan kontolnya ke lubang memek Shanty.

Shanty meraih kontol Lucky dan membimbing ke lubang memeknya. Tak lama Lucky sudah turun naik memompa kontolnya di lubang memek Shanty.

“Ohh.. Mhh..”, desah Lucky dengan mata terpejam sambil memeluk Shanty.
“Ohh.. Enak sekaliihh.. Ohh..”, desah Shanty sambil menggoyangkan pinggulnya cepat.

Setelah beberapa lama, serr! Serr! Serr! Kembali Shanty menyemburkan air maninya disertai jeritan kenikmatan dari mulutnya.

“Nikmat sekali.. Ohh..”, bisik Shanty dengan tubuh lunglai.
“Tengkurap, Mbak..”, pinta Lucky sambil mencabut kontolnya.

Shanty menuruti permintaan Lucky tersebut. Shanty membalikkan badannya tanpa menungging, lalu melebarkan kakinya agar kontol Lucky bisa mudah masuk lubang memeknya. Bless..! Lucky mengarahkan kontol ke lubang memek Shanty dari belakang lalu menekan dan akhirnya kontol Lucky leluasa keluar masuk. Mata Lucky terpejam merasakan kenikmatan memompa kontolnya di memek Shanty sambil memegangi bongkahan pantat Shanty yang bulat padat.

“Ohh.. Saya mau keluarrhh..”, kata Lucky serak.
“Jangan dikeluarkan di dalam, Luck.. Aku nggak KB..”, kata Shanty cepat.

Lucky makin mempercepat pompaan kontolnya lalu dengan segera mengeluarkan kontolnya kemudian digesek-gesekkan di belahan pantat Shanty, sampai.. Croott! Croott! Croott! Air mani Lucky menyembur banyak dan jauh hingga punggung Shanty.

“Ohh.. Enak sekali, Mbak..”, kata Lucky sambil berbaring di samping tubuh Shanty yang masih tengkurap berlumuran air mani Lucky di punggung dan pantatnya.
“Apakah ini akan menjadi masalah, Luck?”, tanya Shanty.
“Tidak akan, Mbak.. Percaya kepada kata-kata saya..”, kata Lucky sambil tersenyum lalu mengecup bibir Shanty.

*****

Menurut Lucky, sampai dengan saat ini hubungan dengan Shanty, yang sudah resmi bercerai dengan suaminya, tetap berjalan. Sandra selalu meminta Lucky bercerita tentang hubungan sex-nya dengan Shanty tiap kali mau bersetubuh. Hal ini membuat Sandra sangat bergairah. Shanty dicarikan kontrakan oleh Lucky sekitar Jakarta Timur agar lebih leluasa menumpahkan kasih sayangnya kepada Shanty.

Tamat\\

ku kost di daerah Senayan, kamarku bersebelahan dengan kamar seorang gadis manis yang masih kecil, tubuhnya mungil, putih bersih dan senyumnya benar-benar mempesona. Dalam kamar kostku terdapat beberapa lubang angin sebagai ventilasi. Mulanya lubang itu kututup dengan kertas putih.., tapi setelah gadis manis itu kost di sebelah kamarku, maka kertas putih itu aku lepas, sehingga aku dapat bebas dan jelas melihat apa yang terjadi pada kamar di sebelahku itu.

Suatu malam aku mendengar suara pintu di sebelah kamarku dibuka, lalu aku seperti biasanya naik ke atas meja untuk mengintip. Ternyata gadis itu baru pulang dari sekolahnya.., tapi kok sampai larut malam begini tanyaku dalam hati. Gadis manis itu yang belakangan namanya kuketahui yaitu Melda, menaruh tasnya lalu mencopot sepatunya kemudian mengambil segelas air putih dan meminumnya.., akhirnya dia duduk di kursi sambil mengangkat kakinya menghadap pada lubang angin tempat aku mengintip. Melda sama sekali tidak bisa melihat ke arahku karena lampu kamarku telah kumatikan sehingga malah aku yang dapat leluasa melihat ke dalam kamarnya.

Pada posisi kakinya yang diangkat di atas kursi, terlihat jelas celana dalamnya yang putih dengan gundukan kecil di tengahnya.., lalu saja tiba-tiba penisku yang berada dalam celanaku otomatis mulai ereksi. Mataku mulai melotot melihat keindahan yang tiada duanya, apalagi ketika Melda lalu bangkit dari kursi dan mulai melepaskan baju dan rok sekolahnya sehingga kini tinggal BH dan celana dalamnya. Sebentar dia bercermin memperhatikan tubuhnya yang ramping putih dan tangannya mulai meluncur pada payudaranya yang ternyata masih kecil juga. Diusapnya payudaranya dengan lembut. Dipuntirnya pelan puting susunya sambil memejamkan mata, rupanya dia mulai merasakan nikmat, lalu tangan satunya meluncur ke bawah, ke celana dalamnya digosoknya dengan pelan, tangannya mulai masuk ke celananya dan bermain lama. Aku bergetar lemas melihatnya, sedangkan penisku sudah sangat tegang sekali. Lalu kulihat Melda mulai melepaskan celana dalamnya dan.., Woww, belum ada bulunya sama sekali, sebuah vagina yang menggunduk seperti gunung kecil yang tak berbulu. Ohh, begitu indah, begitu mempesona. Lalu kulihat Melda naik ke tempat tidur, menelungkup dan menggoyangkan pantatnya ibarat sedang bersetubuh.

Melda menggoyang pantatnya ke kiri, ke kanan.., naik dan turun.., rupanya sedang mencari kenikmatan yang ingin sekali dia rasakan, tapi sampai lama Melda bergoyang rupanya kenikmatan itu belum dicapainya, Lalu dia bangkit dan menuju kursi dan ditempelkannya vaginanya pada ujung kursi sambil digoyang dan ditekan maju mundur. Kasihan Melda.., rupanya dia sedang terangsang berat.., suara nafasnya yang ditahan menggambarkan dia sedang berusaha meraih dan mencari kenikmatan surga, Namun belum juga selesai, Melda kemudian mengambil spidol.., dibasahi dengan ludahnya lalu pelan-pelan spidol itu dimasukan ke lubang vaginanya, begitu spidol itu masuk sekitar satu atau dua centi matanya mulai merem melek dan erangan nafasnya makin memburu, “Ahh.., ahh”, Lalu dicopotnya spidol itu dari vaginanya, sekarang jari tengahnya mulai juga dicolokkan ke dalam vaginanya.., pertama.., jari itu masuk sebatas kukunya kemudian dia dorong lagi jarinya untuk masuk lebih dalam yaitu setengahnya, dia melenguh, “Oohh.., ohh.., ahh”, tapi heran aku jadinya, jari tengahnya dicabut lagi dari vaginanya, kurang nikmat rupanya.., lalu dia melihat sekeliling mencari sesuatu.., aku yang menyaksikan semua itu betul-betul sudah tidak tahan lagi.

Penisku sudah sangat mengeras dan tegang luar biasa, lalu kubuka celana dalamku dan sekarang penisku bebas bangun lebih gagah, lebih besar lagi ereksinya melihat vagina si Melda yang sedang terangsang itu. Lalu aku mengintip lagi dan sekarang Melda rupanya sedang menempelkan vaginanya yang bahenol itu pada ujung meja belajarnya. Kini gerakannya maju mundur sambil menekannya dengan kuat, lama dia berbuat seperti itu.., dan tiba-tiba dia melenguh, “Ahh.., ahh.., ahh”, rupanya dia telah mencapai kenikmatan yang dicari-carinya.

Setelah selesai, dia lalu berbaring di tempat tidurnya dengan nafas yang tersengal-sengal. Kini posisinya tepat berada di depan pandanganku. Kulihat vaginanya yang berubah warna menjadi agak kemerah-merahan karena digesek terus dengan ujung kursi dan meja. Terlihat jelas vaginanya yang menggembung kecil ibarat kue apem yang ingin rasanya kutelan, kulumat habis.., dan tanpa terasa tanganku mulai menekan biji penisku dan kukocok penisku yang sedang dalamn posisi “ON”. Kuambil sedikit krim pembersih muka dan kuoleskan pada kepala penisku, lalu kukocok terus, kukocok naik turun dan, “Akhh”, aku mengeluh pendek ketika air maniku muncrat ke tembok sambil mataku tetap menatap pada vagina Melda yang masih telentang di tempat tidurnya. Nikmat sekali rasanya onani sambil menyaksikan Melda yang masih berbaring telanjang bulat. Kuintip lagi pada lubang angin, dan rupanya dia ketiduran, mungkin capai dan lelah.

Esok harinya aku bangun kesiangan, lalu aku mandi dan buru-buru berangkat ke kantor. Di kantor seperti biasa banyak kerjaan menumpuk dan rasanya sampai jam sembilan malam aku baru selesai. Meja kubereskan, komputer kumatikan dan aku pulang naik taksi dan sekitar jam sepuluh aku sampai ke tempat kostku. Setelah makan malam tadi di jalanan, aku masih membuka kulkas dan meminum bir dingin yang tinggal dua botol. Aku duduk dan menyalakan TV, ku-stel volumenya cukup pelan. Aku memang orang yang tidak suka berisik, dalam bicarapun aku senang suara yang pelan, kalau ada wanita di kantorku yang bersuara keras, aku langsung menghindar, aku tidak suka. Acara TV rupanya tidak ada yang bagus, lalu kuingat kamar sebelahku, Melda.., yang tadi malam telah kusaksikan segalanya yang membuat aku sangat ingin memilikinya

Aku naik ke tempat biasa dan mulai lagi mengintip ke kamar sebelah. Melda yang cantik itu kulihat tengah tidur di kasurnya, kulihat nafasnya yang teratur naik turun menandakan bahwa dia sedang betul-betul tidur pulas.

Tiba-tiba nafsu jahilku timbul, dan segera kuganti celana panjangku dengan celana pendek dan dalam celana pendek itu aku tidak memakai celana dalam lagi, aku sudah nekat, kamar kostku kutinggalkan dan aku pura-pura duduk di luar kamar sambil merokok sebatang ji sam su. Setelah kulihat situasinya aman dan tidak ada lagi orang, ternyata pintunya tidak di kunci, mungkin dia lupa atau juga memang sudah ngantuk sekali, jadi dia tidak memikirkan lagi tentang kunci pintu.

Dengan berjingkat, aku masuk ke kamarnya dan pintu langsung kukunci pelan dari dalam, kuhampiri tempat tidurnya, lalu aku duduk di tempat tidurnya memandangi wajahnya yang mungil dan, “Alaamaak”, Melda memakai daster yang tipis, daster yang tembus pandang sehingga celana dalamnya yang sekarang berwarna merah muda sangat jelas terbayang di hadapanku. “Ohh.., glekk”, aku menelan ludah sendiri dan repotnya, penisku langsung tegang sempurna sehingga keluar dari celana pendekku. Kulihat wajahnya, matanya, alisnya yang tebal, dan hidungnya yang mancung agak sedikit menekuk tanda bahwa gadis ini mempunyai nafsu besar dalam seks, itu memang rahasia lelaki bagi yang tahu. Ingin rasanya aku langsung menubruk dan mejebloskan penisku ke dalam vaginanya, tapi aku tidak mau ceroboh seperti itu.

Setelah aku yakin bahwa Melda benar-benar sudah pulas, pelan-pelan kubuka tali dasternya, dan terbukalah, lalu aku sampirkan ke samping. Kini kulihat pahanya yang putih kecil dan padat itu. Sungguh suatu pemandangan yang sangat menakjubkan, apalagi celana dalamnya yang mini membuat gundukan kecil ibarat gunung merapi yang masih ditutupi oleh awan membuat penisku mengejat-ngejat dan mengangguk-ngangguk. Pelan-pelan tanganku kutempelkan pada vaginanya yang masih tertutup itu, aku diam sebentar takut kalau kalau Melda bangun, aku bisa kena malu, tapi rupanya Melda benar-benar tertidur pulas, lalu aku mulai menyibak celana dalamnya dan melihat vaginanya yang mungil, lucu, menggembung, ibarat kue apem yang ujungnya ditempeli sebuah kacang.

“Huaa”, aku merinding dan gemetar, kumainkan jariku pada pinggiran vaginanya, kuputar terus, kugesek pelan, sekali-sekali kumasukkan jariku pada lubang kecil yang betul-betul indah, bulunyapun masih tipis dan lembut. Penisku rasanya makin ereksi berat, aku mendesah lembut. Ahh, indahnya kau Melda, betapa kuingin memilikimu, aku menyayangimu, cintaku langsung hanya untukmu. Oh, aku terperanjat sebentar ketika Melda bergerak, rupanya dia menggerakkan tangannya sebentar tanpa sadar, karena aku mendengar nafasnya yang teratur berarti dia sedang tidur pulas.

Lalu dengan nekatnya kuturunkan celana dalamnya perlahan tanpa bunyi, pelan, pelan, dan lepaslah celana dalam dari tempatnya, kemudian kulepas dari kakinya sehingga kini melda benar-benar telanjang bulat.

Luar biasa, indah sekali bentuknya, dari kaki sampai wajahnya kutatap tak berkedip. Payudaranya yang masih berupa puting itu sangat indah sekali. Akh, sangat luar biasa, pelan-pelan kutempelkan wajahku pada vaginanya yang merekah bak bunga mawar, kuhirup aroma wanginya yang khas. Oh, aku benar-benar tidak tahan, lalu lidahku kumainkan di sekitar vaginanya. Aku memang terkenal sebagai si pandai lidah, karena setiap wanita yang sudah pernah kena lidahku atau jilatanku pasti akan ketagihan, aku memang jago memainkan lidah, maka aku praktekan pada vagina si Melda ini. Lereng gunung vaginanya kusapu dengan lidahku, kuayun lidahku pada pinggiran lalu sekali-kali sengaja kusenggol clitorisnya yang indah itu.

Kemudian gua kecil itu kucolok lembut dengan lidahku yang sengaja kuulur panjang, aku usap terus, aku colok terus, kujelajahi gua indahnya sehingga lama-kelamaan gua itu mulai basah, lembab dan berair. Oh, nikmatnya air itu, aroma yang khas membuatku terkejet-kejet, penisku sudah tidak sabar lagi, tapi aku masih takut kalau kalau Melda terbangun bisa runyam nanti, tapi desakan kuat pada penisku sudah sangat besar sekali. Nafasku benar-benar tidak karuan, tapi kulihat Melda masih tetap saja pulas tidurnya.-Akupun lebih bersemangat lagi, sekarang semua kemampuan lidahku kupraktekan saat ini juga, luar biasa memang, vagina yang mungil, vagina yang indah, vagina yang sudah basah. Rasanya seperti sudah siap menanti tibanya senjataku yang sudah berontak untuk menerobos gua indah misterius yang ditumbuhi rumput tipis milik Melda, namun kutahan sebentar, karena lidahku dan jilatanku masih asyik bermain di sana, masih memberikan kenikmatan yang sangat luar biasa bagi Melda.

Sayang Melda tertidur pulas, andaikata Melda dapat merasakan dalam keadaan sadar pasti sangat luar biasa kenikmatan yang sedang dirasakannya itu, tapi walaupun Melda saat ini sedang tertidur pulas secara psycho seks yang berjalan secara alami dan biologis,..nikmat yang amat sangat itu pasti terbawa dalam mimpinya, itu pasti dan pasti, walaupun yang dirasakannya sekarang ini hanya sekitar 25%, Buktinya dengan nafasnya yang mulai tersengal dan tidak teratur serta vaginanya yang sudah basah, itu menandakan faktor psycho tsb sudah bekerja dengan baik. Sehingga nikmat yang luar biasa itu masih dapat dirasakan seperempatnya dari keseluruhannya kalau di saat sadar.

Akhirnya Karena kupikir sudah cukup rasanya lidahku bermain di vaginanya, maka pelan-pelan penisku yang memang sudah minta terus sejak tadi kuoles-oleskan dulu sesaat pada ujung vaginanya, lalu pada clitorisnya yang mulai memerah karena nafsu, rasa basah dan hangat pada vaginanya membuat penisku bergerak sendiri otomatis seperti mencari-cari lubang gua dari titik nikmat yang ada di vaginanya. Dan ketika penisku dirasa sudah cukup bermain di daerah istimewanya, maka dengan hati-hati namun pasti penisku kumasukan perlahan-lahan ke dalam vaginanya.., pelan, pelan dan, “sleepp.., slesepp”, kepala penisku yang gundul sudah tidak kelihatan karena batas di kepala penisku sudah masuk ke dalam vagina Melda yang hangat nikmat itu.

Lalu kuperhatikan sebentar wajahnya, Masih!, dia, Melda masih pulas saja, hanya sesaat saja kadang nafasnya agak sedikit tersendat, “Ehhss.., ehh.., ss”, seperti orang ngigau. Lalu kucabut lagi penisku sedikit dan kumasukkan lagi agak lebih dalam kira-kira hampir setengahnya, “Akhh.., ahh, betapa nikmatnya, betapa enaknya vaginamu Melda, betapa seretnya lubangmu sayang”. Oh, gerakanku terhenti sebentar, kutatap lagi wajahnya yang betul-betul cantik yang mencerminkan sumber seks yang luar biasa dari wajah mata dan hidungnya yang agak menekuk sedikit,.. ohh Melda, betapa sempurnanya tubuhmu, betapa enaknya vaginamu, betapa nikmatnya lubangmu. Oh, apapun yang terjadi aku akan bertanggung jawab untuk semuanya ini. Aku sangat menyayangimu.

Lalu kembali kutekan agak dalam lagi penisku supaya bisa masuk lebih jauh lagi ke dalam vaginanya, “Bleess.., blessess”, “Akhh.., akhh”, sungguh luar biasa, sungguh nikmat sekali vaginanya, belum pernah selama ini ada wanita yang mempunyai vagina seenak dan segurih milik Melda ini.

Ketika kumasukan penisku lebih dalam lagi, kulihat Melda agak tersentak sedikit, mungkin dalam mimpinya dia merasakan kaget dan nikmat juga yang luar biasa dan nikmat yang amat sangat ketika senjataku betul-betul masuk, lagi-lagi dia mengerang, erangan nikmat, erangan sorga yang aku yakin sekali bahwa melda pasti merasakannya walaupun dirasa dalam tidurnya.

Akupun demikian, ketika penisku sudah masuk semua ke dalam vaginanya, kutekan lagi sampai terbenam habis, lalu kuangkat lagi dan kubenamkan lagi sambil kugoyangkan perlahan ke kanan kiri dan ke atas dan bawah, gemetar badanku merasakan nikmat yang sesungguhnya yang diberikan oleh vagina Melda ini, aneh sangat luar biasa, vaginanya sangat menggigit lembut, menghisap pelan serta lembut dan meremas senjataku dengan lembut dan kasih sayang. Benar-benar vagina yang luar biasa. Oh Melda, tak akan kutinggalkan kamu.

Lalu dengan lebih semangat lagi aku mendayung dengan kecepatan yang taktis sambil membuat goyangan dan gerakan yang memang sudah kuciptakan sebagai resep untuk memuaskan melda ini. Akhirnya senjataku kubenamkan habis ke dasar vaginanya yang lembut, habis kutekan penisku dalam-dalam. Aakh, sumur Melda memang bukan main, walaupun lubang vaginanya itu kecil tetapi aneh dapat menampung senjata meriam milikku yang kurasa cukup besar dan panjang, belum lagi dengan urat-urat yang tumbuh di sekitar batang penisku ini, vagina yang luar biasa.

Lama-kelamaan, ketika penisku benar-benar kuhunjamkan habis dalam-dalam pada vaginanya, aku mulai merasakan seperti rasa nikmat yang luar biasa, yang akan muncrat dari lubang perkencinganku. “Ohh.., ohh”, kupercepat gerakanku naik turun, dan akhirnya muncratlah air maniku di dalam vaginanya yang sempit itu. Aku langsung lemas, dan segera kucabut penisku itu, takut Melda terbangun.

Dan setelah selesai, aku segera merapikan lagi. Celana dalamnya kupakaikan lagi, begitu juga dengan dasternya juga aku kenakan lagi padanya. Sebelum kutinggalkan, aku kecup dulu keningnya sebagai tanda sayang dariku, sayang yang betul-betul timbul dari diriku, dan akhirnya pelan-pelan kamarnya kutinggalkan dan pintunya kututup lagi. Aku masuk lagi ke kamarku, berbaring di tempat tidurku, sambil menerawang, aku menghayati permainan tadi. Oh, sungguh suatu kenikmatan yang tiada taranya. Dan Akupun tertidur dengan pulas.

Keesokan harinya seperti biasa aku bangun pagi, mandi dan siap berangkat ke kantor, namun ketika hendak menutup pintu kamar, tiba-tiba Melda keluar dan tersenyum padaku.
“Mau berangkat Pak?”, tanyanya, aku dengan gugup akhirnya mengiyakan ucapannya, lalu kujawab dengan pertanyaan lagi.
“Kok Melda nggak sekolah?”.
“Nanti Pak, Melda giliran masuk siang”, akupun tersenyum dan Meldapun lalu bergegas ke depan rumah, rupanya mau mencari tukang bubur ayam, perutnya lapar barangkali. Taxi kucegat dan aku langsung berangkat ke kantor.

Tamat

Category: sex keluarga

Memerkosa Adik ibuku sendiri
Filed under: Cerita Seru, Cerita Sex Sedarah, incest, kakak adik, sedarah, sex keluarga by premium — 36 Comments
July 2, 2008

Hey,namaku adit ini bener-bener pengalaman yang tak akan terlupakan bagiku ceritanya aja baru 6 bulan yang lalu , aku tinggal bersama orang tuaku dan adik ibuku yang perempuan namanya mbak Rena(28thn) dan suaminya(30thn),ceritanya waktu itu orang tuaku pergi ke Jakarta dengan naik mobil yang mengemudikan adalah suami mbak Rena , mereka berencana pergi ke Jakarta selama 1 minggu, karena sodara ayahku mau menikahkan anaknya.

Aku di rumah cuman bersama mbak Rena yang tidak ikut karena klo pergi jauh dia sering mabuk, Mbak Rena bisa di bilang “ Perfect “ mukanya cantik,tingginya 160cm dan BB 45kg dan BHnya berukuran 38B karena klo aku main di jemuran aku sering melihatnya BH waktu di Jemur( kan 1 rumah jadina tau dunk!^^) nah waktu itu mbak Rena sedang belanja ke Supermarket di depan Perumahan,karena bosen di kamar aku liat VCD yang ku pinjam dari temen,filmnya sangat menarikkkk karena aku tak tahan kontolku yang udah berdiri Maximal sih menurutku panjangnya 19 cm diameternya 3,5 cm kukocok-kocok sendiri pake tangan 30 menit kugosok dan kukocok-kocok spermaku keluar juga tapi Senjataku ini ngak lembek-lembek juga masih tetep berdiri , dan kulihat VCD itu adeganya semakin HOT.

Mbak Rena pulang dari supermarket lsg masuk kamar , waktu aku lewat di depan kamarnya , pintunya agak terbuka sedikit karena waktu itu aku sedang sangat sangat Bergairah kulihat mbak Rena hanya menggunakan rok mini dan blus warna Pink , kulihat mbak rena sedang mendengarkan i-pod dan aku sedang sangat bergairah tak kupikirkan lagi mbak Rena itu siapa , yang penting aku bisa menyalurkan hasratku aku masuk diam-diam ke kamar mbak Rena dan kukunci dari dalam kuncinya aku taruh di di bawah meja rias mbak Rena , dan Mbak Rena belum sadar bahwa aku sudah di dalam kamarnya,aku pun mulai mendekat dan menjilat pantatnya , mbak Rena kaget dan turun dari ranjang “apa yang kamu lakukan , dit?” “mbak aku cuman pengin diajarin ML” “Sadar dit kamu tuh ponakanku” di dalam hati hati ku bicara “ so WHAT?”.

Ku robek blusnya dan wow! Payudara yang ranum putih dan berisi di dalam BH berwarna merah menantang , dia menjerit tapi ku inyahkan saja kutarik tanganya ke belakang kuikat dengan celana tidurnya , kujatuhkan dia di sofa dan dia jatuh menungging ku angkat rok mininya ke atas dan mulai ku elus2 selangkanganya dan dia mendesah “shhhhh jaaaannnggaaannn diiittt shhhhhhhh……sssshhh……aaahhhh…” wow CDnya lama-lama mulai basah,kulepas rok mininya dan CD , dan kuangkat dia ke ranjang ku baringkan dia lalu kutarik ke pinggir ranjang aku sudah telanjang bulat waktu itu , ku angkat ke2 kakinya ke atas tak piker apa2 ku masukan kontolku ke vaginanya , rasanya pertama sempit tapi lama-lama vaginanya dapat menerima kontolku ….. slop ….slop….sloppp…..slop…slop……kumasukan kukeluarkan berkali kali mungkin hingga mbak Rena berkata “ dittt…….ahhhhh….dit….enak dit……teruss………..ahhhh.” wah mbak rena dah mulai menyukai permainanku, aku tambah bersemangat hingga akhirnya mbak Rena orgasme duluan 15 menit kemudian mbak Rena Orgasme yang ke 2 tapi kok aku belom sampe yach 5 menit kemudian aku merasa kontolku ingin mengeluarkan sesuatu dan crot..crot…crot…crot.4x kontolku menyemburkan spermanya di liang tmbak Rena.

Aku masih lemas berusaha melepas ikatan dan kuciumi bibir mbak rena yang merah merona kucumbu dia dengan permainan lidah dan dia bereaksi membalas ciumanku dengan ganas karena aku masih agak punya tenaga ku tungguingkan mbak rena dan kulancarkan serangan dengan gaya doggy style permainanya cuman bertahan 30 menit.kami tertidur selama 3 jam ketika aku bangun mbak Rena sedang make-up di depan meja rias dan dia Tanya di mana kuncinya dia mau pergi ke arisan dulu dan kuberikan kuncinya mbak Rena akhirnya pergi,aku mandi dan kembali ke kamarku kulihat ada obat perangsang tiba2 keluar ide jahilku ,jam 7 malam mbak Rena kembali Rumah kubuatkan dia teh hangat dengan campuran obat perangsang , aku kembali kamar bersiap siap pasti mbak Rena akan ke kamarku,memank bener mbak Rena dating ke kamarku 5 menit kemudian aku sudah telanjang dan dia membuka seluruh pakaiannya kutarik dia ke ranjang dan kucumbu dia dengan ganas.akhirnya selama 6 bulan ini aku dan mbak Rena sering melakukanya minimal sih 4x seminggu……cuman itu doank yang bisa aku ceritain bye…
Tags: adik ibuku
Comment
novi adik iparku
Filed under: Cerita Seru, Cerita Sex Sedarah, Daun Muda, incest, kakak adik, sedarah, sex keluarga by premium — 8 Comments
July 2, 2008

Aku masih ingat pada waktu itu tanggal 2 Maret 1998, aku mengantarkan adik iparku mengikuti test di sebuah perusahaan di Surabaya . Pada saat adik iparku sebut saja Novi memasuki ruangan test di perusahaan tersebut, aku dengan setia menunggu di ruang lobi perusahaan tersebut. Satu setengah jam sudah aku menunggu selesainya Novi mengerjakan test tersebut hingga jam menunjukkan pukul 11 siang, Novi mulai keluar dari ruangan dan menuju lobi. Aku tanya apakah Novi bisa menjawab semua pertanyaan, dia menjawab, “Bisa Mas…”

“Kalau begitu mari kita pulang” pintaku. “E… sebelum pulang kita makan dulu, kamu kan lapar Novi.” Kemudian Novi menggangguk. Setelah beberapa saat Novi merasa badannya agak lemas, dia bilang, “Mas mungkin aku masuk angin nich, habis aku kecapekan belajar sih tadi malam.” Aku bingung harus berbuat apa, lantas aku tanya biasanya diapakan atau minum obat apa, lantas dia bilang, “Biasanya dikerokin Mas…” “Wah… gimana yach…” kataku. “Oke kalau begitu sekarang kita cari losmen yach untuk ngerokin kamu…” Novi hanya mengangguk saja.

Lantas aku dan Novi mencari losmen sambil membeli minyak kayu putih untuk kerokan. Kebetulan ada losmen sederhana, itulah yang kupilih. Setelah pesan kamar, aku dan Novi masuk ke kamar 11 di ruang atas. “Terus gimana cara Mas untuk ngerokin kamu Nov”, tanyaku. Tanpa malu-malu dia lantas tiduran di kasur, sebab si Novi sudah menganggapku seperti kakak kandungnya. Aku pun segera menghampirinya. “Sini dong, Mas kerokin…” Dan astaga si Novi buka bajunya, yang kelihatan BH-nya saja, jelas kelihatan putih dan payudaranya padat berisi. Lantas si Novi tengkurap dan aku mulai untuk menggosokkan minyak kayu puih ke punggungnya dan mulai mengeroki punggungnya.

Hanya beberapa kerokan saja… Novi bilang, “Entar Mas… BH-ku aku lepas sekalian yach… entar mengganggu Mas ngerokin aku.” Dan aku terbelalak.. . betapa besar payudaranya dan putingnya masih memerah, sebab dia kan masih perawan. Tanpa malu-malu aku lanjutkan untuk mengeroki punggungnya. Setelah selesai semua aku bilang, “Sudah Nov… sudah selesai.” Tanpa kusadari Novi membalikkan badannya dengan telentang. “Sekarang bagian dadaku Mas tolong dikerik sekalian.” Aku senang bukan main. Jelas buah dadanya yang ranum padat itu tersentuh tanganku. Aku berkali-kali berkata, “Maaf dik yach… aku nggak sengaja kok…” “Nggak apa-apa Mas… teruskan saja.”

Hampir selesai kerokan dadanya, aku sudah kehilangan akal sehatku. Aku pegang payudaranya, aku elus-elus. Si Novi hanya diam dan memejamkan matanya… lantas aku ciumi buah dadanya dan kumainkan pentilnya. Novi mendesis, “Mas… Mas… ahh…, ah ah ahh…” Terus aku kulum putingnya, tanganku pun nggak mau ketinggalan bergerilnya di vaginanya. Pertama dia mengibaskan tanganku dia bilang, “Jangan Mas… jangan Mas…” Tapi aku nggak peduli… terus saja aku masukkan tanganku ke CD-nya, ternyata vaginanya sudah basah sekali. Lantas tanpa diperintah oleh Novi aku buka rok dan CD-nya, dia hanya memejamkan matanya dan berkata pelan, “Yach Mas…” Kini Novi sudah telanjang bulat tak pakai apa-apa lagi, wah… putih mulus, bulunya masih jarang maklum dia baru umur 20 tahun tamat SMA. Lantas aku mulai menciumi vaginanya yang basah dan menjilati vaginanya sampai aku mainkan kelentitnya, dia mengerang keenakan, “Mas… ahh… uaa… uaa… Mas…”

Dan mendesis-desis kegirangan, tangan Novi sudah gatal ingin pegang penisku saja. Lantas aku berdiri, kubuka baju dan celanaku kemudian langsung saja Novi memegang penisku dan mengocok penisku. Aku suruh dia untuk mengulum, dia nggak mau, “Nggak Mas jijik… tuh, nggak ah… Novi nggak mau.” Lantas kupegang dan kuarahkan penisku ke mulutnya. “Jilatin saja coba…” pintaku. Lantas Novi menjilati penisku, lama-kelamaan dia mau untuk mengulum penisku, tapi pas pertama dia kulum penisku, dia mau muntah “Huk.. huk… aku mau muntah Mas, habis penisnya besar dan panjang… nggak muat tuh mulutku.” katanya. “Isep lagi saja Nov…” Lantas dia mulai mengulum lagi dan aku menggerayangi vaginanya yang basah. Lantas aku rentangkan badan Novi.

Rasanya penisku sudah nggak tahan ingin merenggut keperawanan Novi. “Novi… Mas masukkan yah.. penis Mas ke vaginamu”, kataku. Novi bilang, “Jangan Mas… aku kan masih perawan.” katanya. Aku turuti saja kemauannya, aku tidurin dia dan kugesek-gesekkan penisku ke vaginanya. Dia merasakan ada benda tumpul menempel di vaginanya, “Mas… Mas… jangan…” Aku nggak peduli, terus kugesekkan penisku ke vaginanya, lama-kelamaan aku mencoba untuk memasukkan penisku ke vaginanya. Slep… Novi menjerit, “Ahk… Mas… jangan…”

Aku tetap saja meneruskan makin kusodok dan slep… bles… Novi menggeliat-geliat dan meringis menahan sakitnya, “Mas… Mas… sakit tuh… Mas… jangan…” Lalu Novi menangis, “Mas… jangan dong…” Aku sudah nggak mempedulikan lagi, sudah telanjur masuk penisku itu.

Lantas aku mulai menggerakkan penisku maju mundur. “Ah… Mas… ah.. Mas…” Rupanya Novi sudah merasakan nikmat dan meringis-ringis kesenangan. “Mas…” Aku terus dengan cepatnya menggenjot penisku maju mundur. “Mas.. Mas…” Dan aku merasakan vagina Novi mengeluarkan cairan. Rupanya dia sudah klimaks, tapi aku belum. Aku mempercepat genjotanku. “Terus Mas… terus Mas… lebih cepat lagi…” pinta Novi. Tak lama aku merasakan penisku hampir mengeluarkan mani, aku cabut penisku (takut hamil sih) dan aku suruh untuk Novi mengisapnya. Novi mengulum lagi dan terus mengulum ke atas ke bawah. “Hem… hem… nikmat… Mas…” Aku bilang, “Terus Nov… aku mau keluar nich…” Novi mempercepat kulumnya dan… cret… cret… maniku muncrat ke mulut Novi . Novi segera mencabut penisku dari mulutnya dan maniku menyemprot ke pipi dan rambutnya. “Ah… ah… Novi… maafkan Mas… yach… aku khilaf Nov… maaf… yach!” “Nggak apa-apa Mas… semuanya sudah telanjur kok Mas…” Lantas Novi bersandar di pangkuanku. Kuciumi lagi Novi dengan penuh kesayangan hingga akhirnya aku dan Novi pulang dan setelah itu aku pun masih menanam cinta diam-diam dengan Novi kalau istriku pas tidak ada di rumah.
Tags: adik iparku
Comment
Rahasia aku dengan Mamiku
Filed under: Cerita Seru, Cerita Sex Sedarah, Daun Muda, incest, sedarah, sex keluarga by premium — 37 Comments
July 2, 2008

“Jach.., bangun..! Udah makan belon..? Udah jam berapa ini..? Jach.. Jach.. Jach..!” kedengaran suara mami mulai mendekati kamar saya dan langsung masuk ke kamar saya yang biasanyatidak pernah terkunci. “Jach..!” mami duduk di tepian tempat tidur dan langsung mengelus kepala saya, “Yo.. ayo.. bangun Nak Sayang, udah jam 9, kamu mandi gih baru makan..!” “Ah.. malas Mam, mau tiduran dulu. Entar aja satu jam lagi ya..!” “Udah Mami tungguin.., entar kamu bohong lantas tidur satu harian.” Kemudian saya sedikit menggeser posisi tidur saya supaya mami bisa ikut tiduran. Sambil tiduran mami mencari-cari majalah yang mau dibacanya. Saya kelupaan kalau disitu ada Novel yang ceritanya agak hot, dapat dibilang hanya sekitar seks saja ceritanya. Ya.., terlanjur sudah keambil oleh mami. Saya biarkan saja dia membacanya, dan entah kenapa ada perasaan yang lain setelah mami masuk ke dalam kamar saya, seakan-akan gairah seks saya mulai menjalar menyelimuti tubuh. Bagaimana ini, repot jadinya, karena kebiasaan saya tidur hanya menggunakan piyama untuk tidur dan memakai selimut. AC di ruangan kamar saya mengigilkan badan, dan inilah penyakit saya, kalau situasi dalam keadaan dingin nafsu langsung naik dan meledak-ledak. Posisi tidur saya waktu itu persis di samping mami dan bersenggolan dengan pahanya. Saya perhatikan mami makin serius membaca novel dan maklum tidak pernah membaca buku yang begituan. Dengan sedikit menggoda saya bertanya, “Bapa kemana Mam..?” “Kamu macam tak tau aja, kan udah berangkat ke Kisaran, biasa ngantar Ikan. Paling-paling besok udah pulang.” “Awas Mam, nanti tidak ada pelampiasannya, Papa kan tidak ada di rumah.” “Enggak, Mama cuman pengen tau aja apa isinya, kok orang-orang pada senang membacanya.” jelasnya. Sedikit posisi saya agak memeluk mami, maklum hal ini sering saya lakukan karena saya anak Mami dan dimanja, jadi hal ini tidak janggal lagi bagi saya dan mami. Terus entah kenapa, penis saya tepat menempel di samping kemaluannya, dimana mami saya posisinya agak miring menghadap saya. Dengan cuek saya ikutan membaca novel yang dibacanya. Posisi mami membaca telentang, dan agak miring menghadap saya. Dengan sedikit menggoyang-goyangkan paha, terjadilah pergesekan antara paha saya dengan paha mami, dan hal ini tidak pernah kami lakukan. Sesuatu yang janggal saya rasakan, dimana kalau saya bermanja-manja selalu dalam keadaan memakai celana pendek, tapi dalam keadaan saya sekarang hanya menggunakan piyama tanpa memakai apa-apa, dan perasaan ini tidak pernah saya rasakan sebelumnya. Mungkin ada setan yang melanda diri saya, batang kemaluan saya pun mulai membesar, dan mungkin mami merasakan itu, tapi dia tidak menghiraukannya, masih taraf wajar pikirnya. Sekilas saya melihat ke paha mami, dasternya tersikap, dan tetap mami tidak menghiraukannya. Dia masih menganggap saya anak kecil yang seperti dulu. Tidak sadarkah dia bahwa saya sudah 16 tahun, dan saya sedang mengalami masa pubertas pertama. Sekarang keadaan semakin tidak karuan, dan timbul dalam pikiran saya untuk melanjutkan lebih jauh lagi dengan sedikit menggeser dasternya memakai paha saya. Dan alangkah terkejutnya saya bahwa mami tidak mengenakan celana dalam. Terlihat gundul di bagian bukit kemaluannya. Ternyata mami sangat rajin mencukur bulu kemaluannya, maklum dia sangat pembersih. Dengan pura-pura tidak tahu, saya menggeser lagi piyama yang saya pakai. Tersingkap dan terbebaslah penis saya. Dengan sedikit berpura-pura lagi, saya mengambil bantal yang ada di seberang mami, dan secara otomatis batang kemaluan saya menempel persis di samping vaginanya. Setelah saya mengambil bantal saya tidak kembali lagi dengan posisi pertama, dan pura-pura bertanya. “Serius kali Ma bacanya..!” “Iya.., ini ceritanya lagi seru dan menarik.” katanya seakan tidak ada larangan darinya ketika saya sudah mulai jauh bertindak. Dengan sedikit gerakan, saya menggesek-gesekkan penis saya. Meskipun batang kemaluan saya sudah langsung menempel persis di pinggir vaginanya, mami tidak merasakannya atau berpura-pura. Itulah yang berkecamuk dalam pikiran saya. “Ah, bodoh amat..!” pikir saya waktu itu. Dengan telaten saya terus menggesekkan, dan ternyata mami tahu kalau saya agak susah atau memang mami mau memiringkan badannya. Dengan posisi tadi mungkin mami pegal, kemudian mami meletakkan novel di bantal, dan otomatis dia semakin miring posisinya. Mami tidak berkata apa-apa sewaktu dia memiring sedikit lagi yang bertepatan dengan penis saya yang sudah tegang dari tadi seperti sebuah batang kayu.

Sepertinya mami maunya tidak disengaja, atau mami juga menikmatinya. Sekarang tepatlah sudah batang kemaluan saya di belahan vaginanya dengan posisi saya masih memeluk bantal yang membatasi saya dengan buah dadanya. Saya sangsi kalau mami tidak mengetahui apa yang telah terjadi, tetapi tidak ada tanda-tanda mami melarang perbuatan saya. Sedikit demi sedikit saya menggesek-gesek terus batang kemaluan saya, dan terkuaklah bibir vaginanya. Terasa agak berlendir dan licin vaginanya, dan saya yakin mami pasti menikmati, tapi anehnya mami masih tetap serius membaca novel. Tidak saya hiraukan mami lagi sedang apa. Kemudian dengan sabar saya menggesek-gesekkannya lagi, dan terasa kepala penis saya mulai menerobos bibir vaginanya. Itu semua saya lakukan tanpa berbicara, dan seperti terjadi begitu saja, mungkin mami malu melakukan secara blak-blakan. Dengan sedikit usaha saya memajukan pantat dan semakin nikmat rasanya, tapi kok agak susah ya masuknya, dimana ukuran kemaluan saya 18 cm panjangnya dengan diameter 3 cm. Tapi dengan dibantu cairan yang mulai keluar dari vagina mami menolong batang kemaluan saya masuk ke dalam dengan sedikit agak menggeser bantal yang saya peluk. Setelah agak tersentak pantat saya, “Bless..!” masuk semua batang kemaluan saya dan mendiamkan sebentar untuk melihat reaksi mami. Eh ternyata mami masih tetap membaca novel yang ada di tangannya. Dengan sedikit menarik pantat, anda dapat bayangkan posisi saya dengan gaya miring semakin membuat kami erat terhubung. Tetapi saya belum berani memeluk mami, terpaksa bantal lah yang menjadi pegangan saya. Terasa batang kemaluan saya dipijat-pijat, nikmatnya tidak dapat digambarkan dengan kata-kata. Semakin lama penis saya semakin mudah saya maju-mundurkan. Badan mami tertahan dengan papan tempat tidur, jadi kami tetap dengan posisi semula. Terasa sudah lama saya menggesek-gesek dan memaju- mundurkan batang kemaluan saya di dalam vagina yang dulunya adalah tempat saya lahir. Sudah 10 menit saya melakukannya, semakin licin vaginanya. Tercium bau vagina yang menggairahkan, dan mulai terasa ngilu di kepala penis saya, seperti mau meledak. Setelah sekali goyangan terakhir dan memasukkan dalam-dalam, badanku terasa seperti kesetrum listrik yang bertegangan tinggi. “Coot.. crott.. croott..!” Saya peluk bantal kuat-kuat dan tetap membenamkan batang kemaluan saya di dalam vaginanya, dan saya melihat wajah mami agak berkerut menahan nikmatnya. Terasa batang kemaluan saya seakan-akan dipijat dengan kuat, dan terasa ada yang menyiram dari dalam vaginanya. Anehnya batang kemaluan saya tidak langsung lemas, tetapi tetap tegang. Dengan sedikit waktu untuk istirahat, saya mendiamkan batang kemaluan saya di dalam vagina mami selama 5 menit. Setelah rasa ngilunya hilang, baru penis saya mengecil dan saya cabut dari vaginanya. Saya melihat ke arah vaginanya, terlihat keluar sedikit air mani saya dan meleleh di bibir vaginanya. Akhirnya mami bangkit dari tempat tidur dan keluar dari kamar sambil berkata, “Jach udah tidur-tidurannya, udah jam 10 ini.., tadi janjimu kamu mau bangun jam 10, cepatan mandi dan Mama mau mandi juga, mau nyiapin makanmu..!” “Bret..!” pintu kamar tertutup setelah itu. Saya juga bangkit dari tempat tidur dan langsung mandi. Selasai mandi saya memakai celana pendek dan langsung menuju meja makan. Saya mendapati mami sudah duduk menunggu saya untuk makan. Sewaktu makan seakan-akan tidak terjadi apa-apa diantara kami. Setelah kejadian pagi itu terjadi, tidak ada perubahan antara hubungan saya dengan mami. Seperti biasanya, ayah saya telah kembali malam hari, tepatnya pukul 11 malam dan langsung tidur. Memang hal ini sudah merupakan kebiasaannya, tidak pernah punya waktu untuk keluarga, padahal situasi seperti inilah yang saya inginkan, dimana dapat berbincang- bincang dengan ayah atau semua keluarga. Memang dalam berbisnis ayah saya terbilang oran nomor satu di lingkungan saya. Pagi itu cuacanya sedikit agak cerah dan matahari masuk ke dalam kamar saya karena kamar saya posisinya paling depan, sedangkan kamar mami berada di tengah rumah, dan memiliki kamar membelakangi terbitnya matahari. Terasa silau dengan sinar matahari membuat saya terbangun. Saya pun keluar dari kamar masih dengan menggunakan piyama biasa, tidak mengenakan apa-apa di baliknya. Terus saya lihat seisi rumah, ternyata masih sepi. Saya lihat jam sudah menunjukkan jam 8 siang. Kebetulan bulan ini adalah hari lmamir panjang untuk naik kelas, pada waktu itu saya mau naik ke kelas 3 SMU. Maksud hati sih masih mau tidur, tapi di kamar saya silau dengan sinar matahari. Gimana ya, mami belum kelihatan, berarti belum bangun.

Terus saya berusaha melangkah ke dapur, ternyata juga belum saya jumpai, berarti benar mami masih tidur di dalam kamarnya. Saya mengarah ke kamar utama, ke kamar ayah dan mami yang lumayan besar. Saya langsung saja mencoba membuka pintu dengan menekan gagang pintu, eh pintunya tidak terkunci. Pelan-pelan saya buka pintu. Benar, terlihat mami masih tertidur pulas, dan saya langsung masuk. Saya menutup pintu kamar, takut nanti kelihatan pembantu, kan bisa berabe. Kemudian saya mendekati tempat tidur mami, sekilas saya melihat sekeliling kamar tertata rapi, mami memang terkenal suka bersih-bersih. Dengan sedikit lembut saya menghempaskan pantat saya ke tepian tempat tidur, dan sebentar saya perhatikan mami yang sedang tidur nyenyak. Dengan sedikit agak manja saya mencoba membangunkannya. “Mami.. Mami.., bangun dong..! Udah jam 8 pagi nih..!” “Ah.., entar aja Jach.., Mami lagi ngantuk nih..!” Mendengar jawabannya, saya jadi ikut tiduran di tempat tidurnya. Dengan sedikit iseng saya mulai kenekatan saya. Pelan-pelan tetapi pasti, saya sikapkan daster mami dengan tangan. Oh.. oh.., dia tidak memakai CD lagi, terlihat bersih vagina mami. Batang kemaluan saya berdiri tegak dan langsung menyembul dari dalam piyama. Lima menit saya memandangi kemaluan mami sambil mengelus-elus penis yang sudah mulai tinggi tegangannya. Kemudian saya mulai memeluk mami dengan posisi mami miring membelakangi saya. Sewaktu saya memeluk tubuhnya, dengan sedikit tenaga saya menarik tubuh mami, dan ternyata mami tidak melawan dan mengikuti kemauan saya. Sekarang mami menghadap saya sama seperti kemarin, hanya kemarin mami dalam keadaan terbangun, membaca novel dan saya tidak memeluk tubuhnya, tetapi sekarang saya memeluk tubuhnya. Posisi dasternya agak tersikap lebih ke atas. Saya mencoba mencari pengaitnya tapi tidak ketemu juga, ya sudah tidak usah terbuka semuanya, nanti takut mami marah pikir saya. Dengan posisi memeluk tubuhnya yang susu kenyalnya mengenai dadaku, saya tidak berani membuka dasternya, apalagi takut kedinginan gara-gara AC di kamar mami. Sekarang nafsu saya sudah tidak tertahankan lagi, langsung saya arahkan batang kemaluan saya ke bibir vaginanya, dan ternyata liangnya masih kering dan sedikit agak susah masuknya. Terpaksa saya hanya menggesek-gesek saja bibir kemaluannya. Terlihat oleh saya vaginanya mulai mengembang dan mengeluarkan cairan, langsung saja saya memasukkan penis saya. Sewaktu saya mendorong, terpleset. Setelah dengan susah payah menggesek-gesek, terlihat bibir vaginanya mulai mengeluarkan cairan sebagai pelumas. Mulai terasa seakan-akan batang kemaluan saya mau ditelan habis oleh vaginanya, dimana bibir vagina mami mulai kembang kempis. “Ah.. ahk..!” geli sekali rasanya. Ingin rasanya saya memasukkan cepat-cepat, tapi takut terpeleset lagi nanti. Memang agak kesulitan saya memasukkan penis saya. Disaat saya mulai berusaha memasukkan lebih dalam lagi, mami juga rupanya menikmati. Dengan pura-pura tidur dia sedikit merenggangkan pahanya dan memudahkan penis saya masuk lebih dalam lagi. Dengan sekali dorong, “Bless..!” masuk seluruhnya ke dalam liang senggamanya. Saya diamkan agak lama dengan maksud mau melihat bagaimana reaksi mami. Saya sengaja tidak mau menggoyangkan pantat saya, dan ternyata terasa tanggung bagi mami. Kemudian dengan sedikit gerakan, mami memaju-mundurkan pantatnya. Melihat reaksinya, saya juga langsung memulai bergoyang dengan sedikit kelembutan. Secara tidak langsung saya memeluk mami, dan mami masih tetap menjaga sikap dengan tidak mau blak-blakan melakukannya. Tidak perduli saya dorong badannya dengan posisi saya menindihnya, sedang batang kemaluan saya mulai terasa mengalami tegangan tinggi. Dengan posisi saya di atas mami yang dengan sikap merenggangkan kakinya lebar-lebar semakin cepat saya memompa, dan sekali-kali mami mengikuti irama dengan mengangkat pantatnya. Ada sekitar 20 menit saya melakukannya dan mulai terasa geli di ujung penis saya, dan “Cret.. cret.. cret..!” saya tumpahkan semuanya ke dalam kandungan mami dimana saya juga pernah dikandungnya. Saya diamkan selama kurang lebih 5 menit. Karena takut mami merasa berat dengan badan saya, saya tetap memeluknya dengan posisi miring sekarang, dan batang keamluan saya masih tetap menancap di dalam vaginanya. Setelap 10 menit terasa penis saya masih tegang. Kembali dengan sikap yang sama kulakukan lagi sampai 3 kali hari itu. Setelah selesai saya tertidur, dan sewaktu saya bangun mami tidak ada lagi. Ketika saya cari-cari, dia sedang masak di dapur dan menegur saya. “Udah mandi belon Jach..? Mandi gih..!” katany seakan-akan tidak ada yang terjadi. Memang mami sangat menikmatinya, begitulah kami melakukan hampir setiap hari dengan tetap mami menjaga sikap tidak mau melakukan secara terbuka
Tags: mamiku
Comment
Menaklukkan kakak ipar
Filed under: Cerita Seru, Cerita Sex Sedarah, Daun Muda, incest, sedarah, sex keluarga by premium — 10 Comments
July 2, 2008

Aku memang ketagihan bermain cinta dengan wanita setengah baya alias STW. Ada lagi pengalaman nyata yang kualami. Pengalamanku menaklukkan kakak iparku yang pendiam dan agak religius. Entah setan mana yang merasuki diriku karena aku menjerumuskan orang baik-baik kedalam neraka nafsu.
Kejadiannya begini, suatu hari rumahku kedatangan tamu dari Padang. Uni Tati kakak tertua istriku. Dia datang ke Jakarta karena tugas kantor ikut seminar di kantor pusat sebuah bank pemerintah. Uni adalah kepala cabang di Padang, Uni menginap dirumah kami. Dari pada menginap di hotel, mendingan juga uang hotel disimpan buat beli oleh-oleh. Selama seminggu dia tinggal dirumahku. Dari istriku kutau kalau Uni Tati berusia 40 tahun. Suaminya sudah meningal 2 tahun lalu karena kecelakaan. Orangnya cantik, putih, tinggi semampai. Lebih tepatnya kubilang anggun karena orangnya cenderung diam dan sangat religius. Selama di Jakarta, setiap ada kesempatan aku dan istriku mengajak Uni jalan-jalan, maklum ini kunjungan pertamanya ke Jakarta, biasanya ke mal karena waktunya sempit. Kami sudah berencana pas hari Sabtu akan jalan-jalan ke Taman Safari
Tiba hari Sabtu, istriku ternyata punya tugas mendadak dari kantor yaitu harus mengawasi pameran di Mangga Dua. Gagal deh rencana jalan-jalan ke Taman Safari. Istriku mengusulkan agar aku tetap mengantar Uni jalan-jalan misalkan ke Ancol saja dan pulangnya bisa jemput istriku di Mangga Dua. Sebetulnya aku agak males kalo nggak ada istriku. Aku merasa risih harus jalan berdua Uni karena orangnya pendiam. Akupun menduga Uni pasti nggak mau. Tapi tanpa dinyata ternyata Uni menyetujui usul istriku.
Pagi-pagi banget istriku sudah berangkat naik KRL dari stasiun Pondok Ranji. Rumahku yang didaerah Bintaro cukup jauh dari Mangga Dua dan Ancol. Sementara menunggu Uni yang lagi jalan-jalan pagi aku sendirian dirumah menyeruput kopi dan merokok. Kami berencana jalan jam 10 pagi. Sehabis ngopi dan merokok, aku kembali tidur-tiduran di kamarku menunggu jam. Pikiranku melayang membayangkan kakak istriku ini. Uni Tati sangat menarik perhatianku secara sexual. Jeleknya aku, mulia keluar. Aku tertantang menaklukkan wanita baik-baik, aku tertantang menaklukkan Uni. Mumpung ada kesempatan. Dasar setan selalu mencari kesempatan menggoda.

Kuatur jebakan untuk memancing Uni. Aku buru-buru mandi membasuh badan dan keramas. Dengan berlilit handuk aku menunggu kepulangan Uni dari olahraga paginya. Sekitar 10 menit aku menunggu dibalik horden dan kulihat Uni memasuki pagar depan dengan pintu besi yang agak berderit. Sengaja pintu rumah aku tutup tapi dibiarkan tak terkunci. Aku berlalu menuju kamarku dan segera memasang jebakan untuk mengejutkan Uni. Aku masuk kamarku dan segera bertelanjang bulat. Pintu kamar kubuka lebar-lebar, jendela kamar juga kubuka biar isi kamar mendapat penerangan jelas.

Kudengar pintu depan berbunyi seperti ditutup. Akupun mulai beraksi. Dengan bertelanjang bulat aku menunggu Uni melewati kamarku dengan harapan dia melihat tubuh dan juniorku yang sedari tadi berdiri tegak membayangkan petualangan ini. Handuk kututupkan ke kepala seolah-olah sedang mengeringkan rambut yang basah sehabis keramas. Aku berpura-pura tidak melihat dan tidak menyadari kehadiran Uni. Dari bakik handuk yang kusibak sedikit, kulihat sepasang sepatu kets melintas kamarku. Aku yakin Uni pasti melihat tubuhku yang polos dengan junior yang tegak berdiri.
Nafsuku semakin menggeliat ketika kuamati dari balik handuk sepasang sepatu yang tadinya hampir melewati kamarku kini seperti terpaku berhenti didepan kamar tanpa beranjak. Aku semakin aktif menggosok-gosok rambutku dan berpura-pura tak tau kalo ada orang. Beberapa detik aku berbuat begitu dan aku merencanakan sensasi berikut. Dengan tiba-tiba kuturunkan handuk dan menengok ke arah pintu kamar. Aku pura-pura kaget menyadari ada orang. “E..eee…maaf Uni, aku kira nggak ada orang,” kataku seraya mendekati pintu seolah-olah ingin menutup pintu. Aku tidak berusaha menutup kemaluanku yang menantang. Malah kubiarkan Uni terdiam memandangi tubuhku yang polos mendekat kearahnya.

Dengan tenagnya seolah aku berpakaian lengkap kudekati Uni dan sekali lagi memohon maaf.

“Maaf ya Uni, aku terbiasa seperti ini. Aku nggak sadar kalau ada tamu dirumha ini,” kataku sambil berdiri didepan pintu mau menutup daun pintu.
Tiba-tiba seperti tersadar Uni bergegas meninggalkanku sambil berkata “i…i…iya , tidak apa-apa…..”. Dia langsung masuk ke kamar belakang yang diperuntukkan kepadanya selama tingal dirumahku. Aku kemudian memakai celana pendek tanpa CD dan mengenakan kaos oblong lantas smengetok pintu kamar Uni. “Ada apa Andy,” ujar Uni setelah membuka pintu. Kulihat dia tidak berani menatapku. Mungkin malu. Membaca situasi seperti itu, aku tidak menyiakan kesempatan. “Uni, maafkan Andy ya…aku lupa kalau ada tamu dirumah ini,” kataku merangkai obrolan biar nyambung.
“Nggap apa-apa, cuma Uni malu hati, sungguh Uni malu melihat kamu telanjang tadi,” balasnya tanpa mau menatap aku. “Kenapa musti malu? Kan nggak sengaja, apa lagi Uni kan sudah pernah menikah jadi sudah biasa melihat yang tegak-tegak seperti itu,” kataku memancing reaksinya.

“Sejujurnya Uni tadi kaget setengah mati melihat kamu begitu. Yang Uni malu, tanpa sadar Uni terpaku didepan kamarmu. Jujur aja Uni sudah lama tidak melihat seperti itu jadi Uni seperti terpana,” katanya sambil berlari ketempat tidurnya dan mulai sesenggukan. Aku jadi ngak tega. Kudekati Uni dan kuberanikan memegang pundaknua seraya menenangkannya.
“Sudalah nggak usah malu, kan cuma kita berdua yang tau.” Melihat reaksinya yang diam saja, aku mulai berani duduk disampingnya dan merangkul pundaknya. Kuusap-usap rambutnya agak lama tanpa berkata apa-apa. Ketika kurasa sudah agak tenang kusarankan untuk mandi aja. Kutuntun tangannya dan sekonyong-konyong setan mendorongku untuk memeluk saat Uni sudah berdiri didepanku. Lama kupeluk erat, Uni diam saja. Mukanya diselusupkan didadaku. Payudaranya yang masih kencang serasa menempel didadaku. Sangat terasa debar jantungnya. Perlahan tangaku kuselusupkan ke balik kaos bagian belakang berbarengan dengan ciumanku yang mendarat dibibirnya.
“Jangan Ndy…dosa,” katanya sambil melepaskan diri dari pelukanku. Namun pelukanku tidak mau melepaskan tubuh sintal yang sedang didekapnya. Daam usaha kedua Uni sudah menyerah. Bibirnya dibiarkan kulumat walau masih tanpa perlawanan. Ucoba lagi menyelusupkan tangan dibalik kaosnya, kali ini bagian depan. Tangan kanan yang menggerayang langsung pada sasaran…putting susu sebelah kiri. Uni menggeliat.
Pilinan jariku di payudaranya membuat nafsunya naik. Aku tau dari desiran nafasnya yang mulai memburu. Aku heran juga dengan wanita ini, tetap diam tanpa perlawanan. Mungkin ini style wanita baik-baik. Bagusnya, semua apa yang kulakukan tidak ada penolakan. Seperti dicocok hidungnya Uni menurut saja dengan apa yang kulakukan terhadapnya.
Perlahan kubuka kaosnya, kubukan celana panjang trainings pack-nya, kubuka Bh nya, kubuka CD-nya , Uni diam saja. Kubopong tubuhnya ketempat tidur. Kubuka kaosku, kubuka celana pendekku……..Uni masih diam.
Lidahku mulai bermain disekujur tubuhnya. Dari ujung kepala, turun ke telinga, ke bibir, ke leher…perlahan kusapu dadanya, payudaranya kulumat dengan gigitan kecil…turun lagi kebawah, pusarnya kukorek dengan lidahku….turun lagi ke sekumpulan rambut dan kedua pahanya hujilat-jilat terus sampai keujung jempol kaki. Aku tidak merasa jijik karena tubuh Uni yang putih bersih sangat membangkitkan gairah.
Kukangkangkan kakinya, uni masih diam saja. Tapi kuamati matanya terpejam menikmati sentuhan tiap jengkal ditubuhnya. Baru ketika kudaratkan sapuan lidahku di bibuir vagina dan klitorisnya Uni tiba-tiba berteriak ,” Ahhhhhhhh……..”
“Kenapa Uni….Sakit?,” tanyaku. Uni hanya menggeleng. Dan aktifitas jilat menjilat vagina itu kulanjutkan. Uni menggelinjang dahsyat dan tiba-tiba dia meraung..”Andyyyyyyy… ayo Andy….jangan siksa aku dengan nikmat…ayo Andy tuntaskan….Uni udah nggak tahan,” katanya.

Aku tidak mau berlama-lama. Tanpa banyak variasi lagi langsung kunaiki kedua pahanya dan kutusukkan juniorku kelobah surganya yang sudah basah kuyup. Dengan sekali sentak semua batangku yang panjang melesak kedalam. Agak seret kurasakan, mungkin karena sudah dua tahun nganggur dari aktifitas. Kugenjot pantatku dengan irama tetap, keluar dan masuk. Uni semakin menggelinjang.
Aku pikir nggak usah lama-lama bersensasi, tuntaskan saja. Lain waktu baru lama. Melihat reaksinya pertanda mau orgasme , gerakan pantatku semakin cepat dan kencang. Uni meronta-ronta , menarik segala apa yang bisa ditariknya, bantal, sepre. Tubuhku tak luput dari tarikannya. Semua itu dilakukan dengan lebih banyak diam. Dan tiba-tiba tubuhnya mengejang, “Ahhhhhhhhhhhhhhhh…….,” lolongan panjangnya menandakan dia mencapai puncak. Aku mempercepat kocokanku diatas tubuhnya. Tiba-tiba aku didikejutkan dengan hentakan tubuhnya dibarengi tanganya yang mendorong tubuhku. “Jangan keluarin didalam ….aku lagi subur,” suaranya tresengal-sengal ditengah gelombang kenikmatan yang belum mereda.
Kekagetanku hilang setelah tau reaksinya. “Baik Uni cantik, Andy keluarin diluar ya,” balasku sambil kembali memasukkan Junior ku yang sempat terlepas dari vaginanya karena dorongan yang cukup keras. Kembali kupompa pinggulku. Aku rasa kali ini Uni agak rileks. Tapi tetap dengan diam tanpa banyak reaksi Uni menerima enjotanku. Hanya wajahnya yang kadang-kadang meringis keenakan.
Dan sampailah saatnya, ketika punyaku terasa mulai berkedut-kedut, cepat-cepat kucabut dari vagina Uni dan kugencet batang juniorku sambil menyemprotkan sperma. Kuhitung ada lima kali juniorku meludah. Sekujur tubuh Uni yang mulus ketumpahan spermaku. Bahkan wajahnyapun belepotan cairan putih kental. Dan aku terkulai lemas penuh kenikmatan. Kulihat Uni bagkit mengambil tisu dan meneyka badan serta mukanya.
“Andy…kamu sudah memberikan apa yang belum pernah Uni rasakan,” kata wanita cantik itu sambil rebahan disampingku.
Dengan persetujuan Uni, kami menelpon istriku mengabarkan kalau batal ke Ancol karena Uni nggak enak badan. Padahal kami melanjutkan skenario cinta yang menyesatkan. Kami masih tiga kali lagi melakukan persetubuhan. Dalam dua sessi berikut sangat kelihatan perkembangan yang terjadi sama Uni. Kalo permainan pertama dia banyak diam, permainan kedua mulai melawan, permainan ketiga menjadi dominan, permainan keempat menjadi buas….buas…sangat buas. Aku sempat memakai kondom biar bisa dengan leluasa menumpahkan sperma saat punyaku ada didalam vaginanya.
“Aku sadar ini dosa, tapi aku juga menikmati apa yang belum pernah aku rasakan selama bersuami. Suamiku itu adalah pilihan orang tua dan selisih 20 tahun dengan Uni. Sampai Uda meninggal, Uni tidak pernah merasakan kenikmatan sexual seperti ini. Sebetulnya Uni masih kepengen nikah lagi tapi tidak pernah ketemu orang yang tepat. Mungkin posisi Uni sebagai kepala bagian membuat banyak pria menjauh.” Cerita Uni sebelum kami sama-sama tertidur pulas
Tags: incest, kakak ipar, sex sekeluarga
Comment
EKSEBISHI BERSAMA IPAR TERSAYANG
Filed under: Cerita Seru, Cerita Sex Sedarah, Daun Muda, incest, sedarah, sex keluarga by premium — 6 Comments
July 2, 2008

Salah satu pengalaman Daku yang terbilang spesifik adalah bersama adik iparku yang Jablai semampai, sensual dan
sedikit agresif…. serta cukup vulgar bila berpakaian di rumah.

Awalnya seeh Daku ekstra Muna dan rada Jaim dengan Adik Iparku yang kerap Caper ke Daku.
Kelembutannya yang utama bukanlah dati tutur kata dan busananya tetapi justeru dari kulitnya yang bersih, putih
Harum Mewangi….. yah pegimana ngak wangi kalo setiap hari mandi pake sabun, keramas dengan sampo … lanjut
pake parfum…

Sejak menikah, selama beberapa tahun Daku tinggal di Mertua Indah dengan seorang Adik ipar wanita
yang masih lajang serta seorang Kakak Ipar Wanita yang bercerai dan beberapa keponakan cewe menjelang ABG.
Ditengah kerumunan wanita-wanita itulah Daku berada.

Karena kebiasaanku yag pulang kantor pada malam hari, maka biasanya Daku pulang kerumah pada situasi
yag sudah cukup sepi…… jadi karena kondisi maka Daku pun kerap bercinta dengan isteri pada tengah malam.
kadang kita bercinta didalam kamar tidur, kadang bercinta di ruang utama rumah karena memang sudah sepi.

Suatu kali sehabis Daku puas bergumul cumbu dengan isteriku saling meremas-remas dan menjilati penuh nafsu
seluruh bagian tubuh yang sensitif….. tanpa sengaja Daku tiba-tiba nelihat pintu kamar tidur adik iparku ternyata
terkuak sedikit. Entah sudah berapa lama pintu itu terbuka.. walau sedikit … Daku sempat berfikir apakah adik iparku
tadi sebetulnya bangun dan melihat Diriku bercumbu nafsu dengan kakaknya …. atau terlintas dalam benak-Ku
apakah memang baru kali ini pintu itu terkuak sedikit… jangan-jangan…… ah… sudahlah Daku tak peduli…

Hubungan-Ku dengan Vivi, adik ipar-Ku itu memang cukup AIYSS (Aik Ipar Yang Saling Sayang) cenderung
lebih manja ketimbang isteri-Ku sendiri… dia sugnguh gaul, pintar menyanyi dan banyak kawan, pacar pun punya
malah cenderung punya lebih banyak kawan lelaki daripada wanitanya … tapi entah mengapa dia tetap saja
sering caper ke diri-Ku… yaah Daku sih happy azza… mungkin Daku betul-betul Zantan kali yaa.. ha..ha..ha…ha..
bisa aja … yaah namanya juga karangan … hi…hi…hi….

Lanjut ah, ini bener kok pengalaman nyata …
ngapain bo’ong ama orang lain entar Daku kalo pembohong kan kagak bakalan punya kawan banyak .. tul ngak ?

Beberapa hari kemudian… Ce’illah … seperti biasa Daku mengajak isteri bercinta di ruang tamu pada malam hari
saat seisi rumah sudah tidur. Tapi kali ini sebelum bercumbu, terlebih dahulu Ku perhatikan pintu kamar tidur
adik ipar-Ku … Ooohh…. ternyata tertutup rapat… berrati aman….. karena letak kamar tidur adik iparku berhadapan
dengan sofa ruang tamu maka walaupun terkuat hanya sedikit tentunya Vivi, sang adik iparku dapat mengintip
dengan leluasa permainan cumbu nafsu diriku dengan isteri tersayang…..

Karena kita berdua sudah yakin semuanya yang ada di rumah telah tertidur pulas di kamarnya masing-masing
maka Daku berbegas mengatur posisi …. untuk memulai percumbuan dengan isteriku… dimana Daku lebih suka
duduk dibawah sofa sementara isteriku duduk di atas sofa. Permainan langsung di seputar wilayah Paha dan Vagina
adalah kegemaran utama-Ku. Menciumi-menjilat-jilat sambil mengigit-gigit lembut sepasang paha sekel istaeri-Ku
adalah menu pembukaan cumbu nafsu diri-Ku yang paling sering Ku lakukan….. disaat menggelinjang antara
geli-geli-nikmat… menahan sentuhan bibir dan lidah-Ku di sepasang pahanya, biasanya isteri-Ku tidak sabar untuk
menanti hisapan Ku pada Vagina-nya.. tapi disitulah letak permainannya… Daku sering menahan diri untuk
berlama-lama di sekitar paha hingga mendekati Vagina… sesekali saja menjilati kelentit dan liang vagina Isteri-Ku
sekedar mengecek apakah Isteri-Ku sudah mulai mencapai orgasme melalui cairan genitalnya atau belum…

Bila ternyata vagina isteri-Ku sudah mulai basah… tanda-tanda orgasme .. maka Daku mulai lebih sering
menjilat-jilati dan menghisap kelentit dan daging vagina isteriku secara perlahan-lahan… dengan cara seperti ini
Daku bisa berlama-lama menyenangkan Isteriku megngigil menahan nikmat.. terlebih saat cairan vaginanya
yang mulai mengalir deras keluar Ku reguk hingga tak bersisi… eehhhmmm… memainkan lidah di ujung kelentit
dan di didnding Vagina bisa membuat tubuh isteriku bergetar kuat …. semakin dia bergerak menjauh dari kepalaku..
semakin kukejar dan kutempel permukaan vagina isteriku…. aahhh……. Aaauuww … di saat Isterku mulai bangkit
berdiri karena tak tahan menerima hisapan Diriku pada Vaginanya… semakin Ku kencangkan cengkeraman lingkaran
tangan-Ku pada sepasang pantat Isteri-ku… sementara kepalaku kutempelkan erat-erat kehadapan vaginanya…..

Paa… Papa… udah… aaauuhhh… ooohhh.. Paa… ngak tahan ….. Jerit lirih terlontar dari isteri-Ku…. kalau sudah
seperti ini…. apa boleh buat… dari pada membangun kan orang se isi rumah… yah kulepaslah dekapan Ku di Vaginanya…

Setelah Daku puas bercumbu nafsu dengan isteriku selama satu jam lebih … akhirnya aku beristirahat menonton teve …
sementara isteri-Ku cepat berlalu masuk ke kamar…….. Namun, belum lama aku menonton teve ….
kulihat pintu kamar Vivi, adik ipar-Ku itu yang tadinya tertutup rapat ternyata sudah terkuak kembali, sedikit
hanya terbuka beberapa cm. Ku perhatikan, kali ini kamar tidurnya gelap ….. tidak biasanya …..

Setelah menunggu beberapa saat, karena penasaran Daku menghampiri kamar tidur Vivi…. oouu memang terbuka,
lalu dengan hati-hati, perlahan-lahan Ku buka pintu kamar tidur Vivi… ku intip dengan seksama …uugghh….
samar-samar dalam keremangan kamar Kulihat Vivi tertidur dengan tertelungkup…. tapiii… Ammbbooiii…
Vivi tidur tidak mengenakan bad cover… sementara daster mininya terserak menyembulkan sepasang paha dan
pantat yang padat…. saking penasaran ingin melihat apakah Vivi tertidur dengan sepasang pantat yang terbuka
menantang … maka kuhampiri kasur dimana Vivi tertidur… Aaahh… baru dua-tiga langkah memasuki kamarnya …
kaki kanan ku menyentuh sepotong kain… segera kuambil kain itu … ouwwah..aahh… ternyata celana dalam mungil
milik Vivi berwarna gelap yang berserak dilantai… saat kuambil dan kupegang… mmmhhhh…. CD Vivi basah…..
tanpa sadar kucium CD Vivi …. uugghhhh… wangi khas cairan Vagina….

Kini Daku semakin curiga…. jangan-jangan Vivi memang mengintip percumbuan Daku dengan Isteri-Ku dari balik
pintu kamarnya yang gelap….. ah.. aku pun betul-betul penasaran … segera kudekati Vivi dikasurnya… dia masih
tertidur menelungkup dengan wajah menghadap pintu…. kearah diriku … tapi setelah kuperhatikan dengan teliti
sepasang pantatnya yang terbuka penuh memang tidak mengenakan celana dalam… alias polos…..

Antara penasaran sekaligus terangsang kemontokan paha dan pantat Vivi…. dengan spoantan kunyalakan lampu
meja belajarnya…. emmhh… benar-benar mulus, kenyal, putih nian sepasang pada dan pantat Vivi… ooohhh…
Daku berdecak kagum… sambil menelusuri lekuk liku daging Paha dan Pantat Vivi…… sambil terus memegangi
dan sesekali menciumi CD Vivi yang basah dengan cairan Vaginanya…..

Tiba-tiba saja terlintas dibenak-Ku untuk mengecek apakah Vivi betul-betul sudah tertidur pulas dari tadi … ataukah
dia berpura-pura tidur karena tadi dia sebenarnya mengintip KU bercumbu….. maka CD dan sarung yang kukenakan
sengaja Ku lepaskan …. dalam jarak dekat didepan wajah Vivi ….
hanya dengan mengenakan kaus singlet ditubuh sementara perutku ke bawah sudah polos Daku pun ber-Eksibisi….
Sembari menelusuri pemandangan Indah sepasang Paha dan Pantat Vivi yang putih montok, Daku pun ber-Onani
dalam jarak teramat dekat dihadapan wajah Vivi…. mmmhhh….. aaaahhhh… sengaja Daku bergumam lirih….
menikmati Keindahan dan kenikmatan ber-Onani di Depan Vivi sambil tidak lepas memperhatikan lekuk-lekuk
daging Paha dan Vagina Vivi…. oooohhhh… saaat Penis-Ku mulai menegang-kencang- dengan ujung yang …
Mengkilau….. kulirik wajah Vivi… kuperhatikan Mata Vivi… ooohhhh…. ternyata bulu matanya yang lentik ..
bergerak-gerak dan bergetar-getar lembut tanda dirinya tidak tidur dan sedang aktif melilhat Daku ber-Onani di
hadapannya dengan Penis yang semakin panjang, besar, menonjolkan uliran urat yang kencang dengan daging
ujung Penis yang berwarna pink mengkilat…..

Karena sudah terlanjur ….. juga karena sudah terlalu nikmat melakukan Onani jarak dekat di wajah Vivi….
Daku pun semakin semangat memainkan tangan kanan-Ku mengocok-ngocok lembut batang Penis-Ku ….
Mengetahui bahwa Adisk Iparku Tersayang juga terkesima mengintip Penis-Ku dari balik bulu matanya yang lentik..
Daku benar-benar bergairah melakukan Onani….. Aahhhh…. oouuuwww…. Vivi… desah-Ku lembut.. tanpa sadar…
Syeer…syeer…. kutahan… dan kukendalikan aliran sperma-Ku yang keluar dari ujung penis-Ku….
Dengan menengadahkan telapak kanan kualirkan tetesan air mani-Ku ketangan… lalu cairan tersebut
ku oleskan ke batang Penisku sehingga seluruh Penisku hingga daging Ujungnya semakin mengkilat licin…..

Dengan olesan cairan sperma-Ku yang kental dan licin maka tangan kanan-Ku semakin lincah leluasa ber-Onani….
mmmhhh….. Daku pun semakin hot ber-Onani mengeluar masukkan ujung-batang Penisku dalam genggaman tangan..
sembari menggoyang-goyangkan pantatku layaknya bersenggama…. ooouuuuuu….
kukperhatikan bulu mata Vivi semakin terbuka agak lebar… jelas sudah kalau Vivi sedang menikmati keindahan
Batang Penis-Ku dan Goyangan-Goyangan Erotis-senggama-Ku …. oohh… ouw… kulihat gerak bibir senyum manis
terpancar dari wajah Vivi karena dirinya tampak senang sekali memandangi buah zakar dan Ujung-Batang Penis-Ku….
yang terus besar, tegang dan mengkilat….

Baru kusadari kemudian, tangan kiri Vivi ternyata bergerak-gerak perlahan dari balik tubuhnya yang mengarah pada
Vaginanya… ooouuu.. Vivi juga sedang bermasturbasi rupanya…. mengetahui hal itu.. Daku semakin bernafsu
melakukan Onanai dengan Hot ku percepat gerakan Onani Penis-Ku keluar masuk Genggaman tangan … den ….

Creett…. crreett… creettt… syyeerr….. Air Mani-Ku keluar Deras dari Ujung Penis-Ku lalu kutumpajkan ketelapak
tangan kiri-Ku…. tanpa bisa dicegah… Tubuh Vivi pun ikut yang tidur tertelungkup mengigal-bergetar cukup kuat
saat dirinya melihat dengan jelas pancaran Sperma-Ku yang mengalir muncrat ke telapak tangan …. aaahhhh Vivii…

Dengan seluruh Sperma yang ada kubasuh lagi batang Penis-Ku yang tetap tegang…. …crrek…creekk.. crreekk…
suara onani terdengar dari gesekan tangankananku yang penuh air mani …. sementara itu kuperhatikan
Vivi sudah lebih aktif menggerak-gerakkan tangan kirinya ke tengah-tengah pangkal pahanya…
seluruh badan Vivi kini sudah terlihat bergerak-gerak sebagai tanda dirinya sangat terangsang…. ooouuu…Nikmatnya..

Setelah puas ber-Onani sampai sperma-Ku habis-kering… secara demonstratif Daku mencium celana dalam Vivi
yang basah yang dari tadi kupegang terus….. dalam posisi tidurnya yang pura-pura itu … kulihat Vivi tersenyum
lebih lebar dari sebelumnya tanda dirinya pun ikut senang menikmati eksibisi sensual yang membahagiakan….

EKSIBISIi VIVI ….

Tanpa kuduga …. baru sekitar 15 menit Daku beritirahat tidur-tiduran sambil memejamkan mata di sofa ruang tamu….
dari kamar tidurnya Vivi keluar dengan mengenakan handuk saja yang dililitkan ditubuhkan…. kulirik dari balik
mataku yang pura-pura terpejam…. Vivi menghampiri diriku di Sofa… daannnn… aaiiihhhh…. aku terkejut…..
saat Vivi membuka handuknya lalu dihampar di meja dan dia duduk di tepi meja tepat dihadapan wajahku …..

Di ruang tamu yang terang benderang … tentunya Daku dapat melihat jelas
seluruh Tubuh Vivi yang Aduhai Indahnya..
sepasang daging Payudara Vivi tampak kenyal montok
dengan puting susunya yang mencuat kencang kemerahan …..
Pinggangnya yang ramping …… serta kulit pahanya yang putih, halus sintal….

Setelah duduk begitu dekat didepan wajahku… tanpa ragu sedikit pun Vivi duduk mengangkang ….
kedua pahanya dibuka lebar-lebar dengan ujung kaki jarinya yang menjinjit … Vivi mulai memperlihatkan
Keindahan pangkal paha, daging Vagina dan kelentinya yangn mengkal merekah berwarna merah muda …
dengan posisi duduk mengangkang dekat wajahku… Vivi dengan atraktif membuka bibir Vaginaya… Oooohhh…
Kekagumanku semakin bertambah terhadp bagian Genital Vivi…. yang mempertontonkan kelembutan,
kelenturan, grunjulan daging bagian dalam Vagina Vivi….

syyeerrr… sekujur tubuhku mulai memanas…. tegang…..

Seolah sudah tahu kalau diri-Ku sedang menonton peragaan Vagina Vivi,,,, Dia pun lantas dengan lembut
mempermainkan bibir-bibir Vaginanya yang kadang di kuak lebar .. lalu digesek-gesekkan dengan kedua
tangannya …. aahhhh… ooohhh Vivi …. aku berdesah dalam hati…. menahan rangsangan yang luas biasa…
Dengan gerakan-gerakan yang sangat mesra dan erotis Vivi mengelus-elus dengan cepat ujung kelentitnya…
diselang-seling dengan gerakan-gerakan tangannya dilipatan pangkal pahanya … lalu … dia pun mengingal-ngigal
sambil menguak-kan Vaginanya lebar-lebar …. mmhhh……
ingin sekali rasanya Daku mengelus-elus Vagina Vivi yang merekah Indah itu…… aauuuhh…

Seolah tahu akan niatku itu, Vivi tanpa Ku duga meraih tangan kanan-Ku lalu …
telapak tangan kanan ku di elus-eluskannya secara lembut ke Daging Vaginanya …. sssyyyeeerrr….
Penis ku menegang tinggi ….. sehingga Vivi melihat dengan jelas dari sembulan sarung-Ku…
Dengan tersenyum manis Vivi lantas berdiri semakin dekat dengan wajah ku …
Dalam posisi berdiri mengangkan tangan kanan-Ku diselipkan … di jepit di antara kedua pahanya – tepat
di tempelkan di daging Vaginanya ….

Dengan posisi itu, Daku yang pura-pura tiduran di sofa… tetapi tangan kanan Ku di kepit Pangkal Paha Vivi…
yang berdiri di depanku …. tanpa bisa ku tebak .. Vivi melakukan surprise ….
seperti naik kuda-kudaan … Pangkal Paha Vivi … Vagina Vivi degesek-gesekkan di sepanjang
pergelangan tangan hingga ke lengan Ku mendekati pangkal lengan ….

Aaauuuwww… tubuh ku tanpa bisa dicegah ikut bergetar ….. Penis Ku pun kian Menegang
Sementara Vivi semakin Asyik masyuk menikmati gesekan-gesekan lembut pangkal Paga-Vaginanya ke
sepanjang lengan kananku…… Ssyyyeerrrr… Ssyyyeeerrr….. Ssyyyeerrr…. tiba-tiba dari vagina Vivi
keluar cairan agak kental yang hangat …….. Ooooooo…… Crreettt..Creeettt..Crreeettt.. dari ujung Penis Ku
keluar cairan sperma …..

Melihat Ujung penisku yang mengeluarkan Sperma dan membasahi sarung …. Vivi pun mengecup-ngecup
menyerup cairan yang membasahi sarung-Ku …. tindakan Vivi ini seolah hendak melakukan revanche
atas Diriku yang menciumi Celana Dalamnya yang basa…..

Oooo… usngguh-sungguh kejutan yang kudapat dari Vivi … Adik Iparku Tersayangng…

Setelah selesai mengecup-ngecup dan menyerup-nyerup sarungku yang basah oleh Sprema …
Vivi dengan lembut membersihkan sisa-sisa cairan Vaginanya yang masih membasahi legnanku….

Lagi-lagi Vivi membuat kejutan dengan… tiba-tiba dia menggesek-gesekkan Payudara dan Puting Susunya
kenyal dan kencang ke Bibir Ku…. Oooouuuwwww…. Viviii…..

Aaahh Gilanya Vivi mencium Bibir Ku bukan dengan Bibirnya tetapi dengan Vaginanya yang di oles-oles kan
ke Mulut Ku…. mmmhhhh…ooohhh Viviiii….
Harum Mewangin Nian Vagina Mu Viii…..

demikian Al kisah Awalku ber Eksibisi dan Ber-Eksibisionis dengan Vivi Adik Ipat-Ku tersayang….
Tags: adik ipar


ll

Pengorbanan seorang ibu
"Nggak, Mbak Surti. Baru juga selesai keliling. Duduk dulu Mbak, aku mandi sebentar" sahut Jamal, salesman keliling yang setiap mampir ke kota ini selalu memanggilku untuk memijatnya. Ini kali yang keempat aku dipanggilnya. Jamal masuk ke kamar mandi sementara aku duduk di kursi melepas penat. Kuseka sekitar leher yang berkeringat, kurapikan baju dan rok. Tak lama kemudian Jamal keluar berbalut handuk. Tinggi tubuhnya sekitar 170 cm lumayan kekar dan berotot.


"Saya permisi cuci tangan ya, Mas," pintaku sambil menuju ke kamar mandi.

"Silahkan, Mbak."

Selesai cuci tangan kudapati Jamal sudah tengkurap di ranjang tanpa melepas handuknya. Aku mendekat ke bagian kakinya.

"Tumben pakai handuk, Mas?" Tanyaku. Biasanya Jamal pakai celana pendek atau CD.

"Anu Mbak, celanaku kotor semua. Tiga hari keliling belum sempat nyuci Eee, biar lebih gampang mijatnya, naik ke ranjang aja, Mbak" kata Jamal.
Ranjangnya memang agak besar sehingga susah dapat memijat dengan enak kalau tidak naik. Aku naik ke ranjang dan berlutut di kiri Jamal. Mulai memijat telapak kaki, terus naik ke arah betis hingga paha. Ikatan handuk Jamal yang agak kencang menutupi paha agak menyulitkan memijat bagian itu.

"Maaf Mas, handuknya tolong dilonggarkan"
Jamal mengangkat perutnya dan membuka simpul handuknya sehingga handuk itu sekarang jadi longgar bahkan disisihkannya ke samping kiri-kanan hingga seperti selimut yang menutup pantat. Aku dapat merasakan di balik handuk itu tidak ada apa-apa lagi yang dikenakan Jamal. Jantungku, janda 40 tahunan ini, jadi berdegup agak keras. Tapi aku coba tidak berpikir buruk karena pernah tiga kali memijat Jamal dan pria itu selalu sopan. Agak hati-hati kupijat bagian paha dan pantatnya. Beberapa kali handuk itu tergeser sampai kadang-kadang tak mampu lagi menutupi. Beberapa kali pula kubetulkan letaknya namun sempat pula terlihat pantat Jamal, bahkan ceruk hitam di antara pangkal pahanya. Dadaku jadi berdesir. Bagian pantat ke bawah selesai, lalu kupijit bagian pinggang ke atas. Ia menggeser lututnya.

"Kelihatannya cape sekali, Mas?" sapaku mencairkan suasana diam.

"Iya Mbak. Sudah cape keliling, ordernya tambah sedikit aja. Dagangan sekarang lagi sepi Mbak," jawab Jamal.
"Dagangan batik, Mbak sendiri gimana?"

"Sama saja, Mas. Sepi banget. Kalau nggak sepi nggak bakalan saya jadi tukang pijit"

"Tapi pijitan Mbak enak lho"

"Ala Mas ini menghina. Saya kan cuma belajar dari teman-teman"

"Bener lo Mbak, kalau nggak masak aku jadi langganan Mbak Kalau malam sampai jam berapa, Mbak?"

"Saya nggak terima pijit malam Mas. Pokoknya sebelum maghrib sudah harus sampai rumah. Saya nggak mau anak-anak saya tahu pekerjaan sampingan ibunya. Mereka hanya tahu saya jualan batik di pasar"

"Ooo kenapa mesti malu, Mbak?"

"Saya sih nggak malu, tapi kasihan kan kalau anak-anak saya ketahuan teman-temannya punya ibu tukang pijit? Sudah, sekarang balik Mas"

Jamal memutar tubuhnya, tentu saja handuknya ikut terlibat pantatnya sehingga nampaklah bagian depannya yang polos. Beberapa saat sempat kulihat zakar Jamal yang mulai tegang. Buru-buru kubantu Jamal menutupinya, namun tetap saja tonjolan itu membentuk pemandangan yang bikin dadaku berdesir. Bagaimana pun aku tetap wanita yang beberapa tahun silam pernah melihat hal demikian pada diri suamiku yang telah tiada. Dadaku berdegup semakin cepat, tubuhku agak gemetar. Buru-buru kukonsentrasikan pijatan pada kaki Jamal.

"Maaf, Mbak, adikku nggak mau tidur. Kalau lagi dipijat wanita memang selalu gitu sih Mbak"

"Ah, nggak apa, Mas. Biasa laki-laki" Aku coba bergurau.
Pemandangan demikian buat tukang pijit perempuan memang bukan hal aneh lagi. Malah kadang beberapa pria yang sudah tak bisa menahan nafsu memegang tanganku dan menempelkan pada batangannya. Tapi dengan halus aku berusaha mengelak. Satu dua kali kuremas benda di balik celana dalam itu tapi setelah itu kulepaskan lagi.

"Waktu mijit apa pernah dijahilin laki-laki Mbak?"

"Kadang-kadang ada sih Mas laki-laki yang nakal"

"Nakal gimana, Mbak?"

"Yah, maunya tidak sekedar dipijit tapi juga mijit hihihi"

"Lalu Mbak juga mau hehehe..?"

"Ah, enggaklah Mas, nggak baik. Takut"

"Apa ada yang pernah maksa Mbak?"

"Iya sih, kasar sekali orang itu. Aku dipeluk-peluknya Ya aku marah dong"

"Apa dia sampai meng anu Mbak?"

"Nggak sampailah, Mas Saya buru-buru keluar kamar"

Pijitanku sampai ke paha Jamal. Mau tak mau bagian handuk yang menonjol itu selalu terpampang di depan mataku. Malah kadang tonjolan itu seperti sengaja digerak-gerakkan Jamal. Lebih-lebih sewaktu tanganku bergerak di sekitar paha dalamnya dan mengenai rambut-rambut lebat di situ.

"Ufhh maaf, ya Mbak terus terang aku jadi terangsang lo setiap dipijit Mbak, Adikku jadi bangun terus" Jamal berterus terang tapi dengan nada bergurau.
Hal ini membuatku tersenyum. Aku percaya pria ini tidak bakal berbuat macam-macam, toh sudah tiga kali kupijat tanpa kejadian luar biasa.

"Nggak apa, Mas. Asal bisa menahan diri saja. Eh, maaf" tanpa sengaja tanganku menyenggol telur dan sebagian penis Jamal sehingga pria itu mendesis sambil mengangkat pantat dan menegakkan adiknya sehingga handuknya tergelincir ke arah perut. Batang keras kaku itu segera saja membuat mataku agak terbelalak karena ukuran panjang dan besarnya yang agak luar biasa. Mungkin sekitar 20 cm dengan diameter 3 cm. Cepat kututup dengan handuk namun bayangan benda itu di benakku tak kunjung hilang.

"Kalau aku nggak bisa nahan diri gimana, Mbak?"

"Jangan bikin saya takut ah, Mas" Aku menekan dada Jamal dan mulai memijat ke arah pundak. Mata kami bertatapan dan Jamal tersenyum. Aku buru-buru menunduk.

"Sebenarnya Mbak nggak cocok jadi tukang pijit lo"

"Kan sudah saya bilang ini terpaksa Mas, karena dagang batik tambah sepi"

"Eh, Mbak, aku tanya serius nih, tapi maaf ya sebelumnya"

"Tanya apa Mas?"

"Kalau Mbak lagi mijit laki-laki yang sedang terangsang kayak aku gini, apa Mbak nggak ikut terangsang?"

"Ah eh oh Mas ini kok tanya itu sih"

"Aku serius pingin tahu lho Mbak Soalnya Mbak kan juga wanita yang masih butuh seks kan? Apalagi Mbak sudah menjanda beberapa tahun"

"Sudah ah Mas, jangan tanya soal itu"

"Jujur sajalah Mbak Aku nggak yakin Mbak sudah mati rasa sama seks. Iya kan?" Aku diam saja, cuma pipiku terasa panas. Pijatanku di bagian dada jadi melemah dan tanganku bergeser turun ke perut Jamal.

"Iya kan, Mbak?" Mendadak Jamal semakin berani dengan memegang kedua tanganku yang sedang memijit perutnya. Kuangkat kepala dan coba menentang tatapan Jamal sambil berusaha menarik tangannya. Tapi pegangan Jamal begitu kuat, jadi aku pilih diam.

"Akh aku malu Mas.."

"Malu kenapa Mbak?"

"Masak soal gituan dibicarakan sama Mas?"

"Nggak apa kan Mbak. Kita kan sudah sama-sama dewasa." Jamal tetap memegangi tangan. Aku diam saja dengan wajah menunduk. Pada dasarnya aku memang pemalu.

"Mbak lihat sini dong"

"Kenapa, Mas?"

"Terus terang nih ya, aku pingin memeluk Mbak, boleh nggak?"

Aku terjengak mendengar permintaan Jamal. Tak mampu bersuara. Perlahan Jamal bangun dan duduk mendekatiku, dipegangnya punggungku.
Katanya, "Sudah sejak pertama ketemu dulu aku ingin sekali memeluk. Boleh kan, Mbak?"
Tanpa menunggu jawaban, Jamal semakin kuat memeluk punggungku dan menarik ke arah dirinya. Aku yang dalam posisi bersedeku jadi kurang kuat bertahan sehingga mau tak mau tubuhku tertarik ke tubuh Jamal. Hanya tanganku saja yang coba menahan supaya tubuh tidak terhempas ke tubuh Jamal.

"Jangan, Mas" Tapi aku tak berdaya menahan ambruk tubuhku ketika Jamal kembali menjatuhkan tubuhnya ke ranjang sambil tetap memeluk. Tubuhku menimpa tubuhnya yang segera menguncikan pelukan ke tubuh sintalku tambah ketat. Wajah kami demikian dekat.

"Aku hanya ingin pelukan begini kok Mbak," Jamal berbisik dan ia memang tidak melakukan apa-apa lagi selain memeluk tubuhku di atasnya. Aku jadi bingung, mau berontak atau tidak?
"Ah, biarkan saja dulu, toh dia tidak melakukan apapun selain memeluk" pikirku sambil berusaha lebih santai. Toh aku pernah mengalami perlakukan lebih kasar dari ini. Aku pernah ditindih pria yang kupijat dan diremas-remas tetekku. Beberapa lagi malah memaksaku mengonani sampai pria itu terjelepak lemas setelah ejakulasi. Perlakuan Jamal yang sekarang ini hanya memelukku termasuk lembut. Entah kenapa dengan pria ini aku tak banyak memberontak. Apa karena aku diperlakukan dengan halus? Atau karena aku menyukai Jamal? Atau? Ah, tiba-tiba aku merasakan bibirku dingin karena menyentuh sesuatu. Kubuka mata dan ternyata Jamal tengah mencium bibirku.

Ufh aku segera menggelengkan kepala menghindari bibir Jamal. Namun bibir pria itu dengan gigih mengejar, bahkan tangan kanannya ikut membantu menahan kepalaku hingga tak bisa menggeleng lagi. Aku pilih mengatupkan mulut dan mata rapat-rapat ketika bibir Jamal menggerayangi. Lidah pria itu berupaya menerobos masuk, tapi kutahan dengan katupan gigi.

"Buka bibirnya dong, Mbak" bisik Jamal. Aku menggeleng sambil berusaha mendorong tubuhnya ke atas. Namun Jamal menahan tubuhku dengan kuat malah sekarang kakinya ikut melibat pahaku dan tubuhnya bangun mendorong tubuh kenyalku sampai terbalik. Sekarang gantian aku telentang sementara tubuh polos Jamal di atasku. Bibir Jamal terus memburu bibirku. Dengan posisi di bawah ruang gerakku semakin sempit. Kecapaian membuat perlawananku kendor.

"Jangan, Mas" bisikku lemah.

"Nggak apa-apa, Mbak, aku cuma ingin ciuman" Desis Jamal sambil bibirnya terus memaksa bibirku membuka, sementara lidahnya pun menembus katup gigiku. Rasa takut, malu, marah dan bingung melandaku. Aku takut Jamal memaksa, memperkosaku. Aku juga malu karena sebagai janda tidak seharusnya diperlakukan begini. Aku ingin marah namun tak berdaya dibanding tenaga Jamal. Aku jadi bingung mau bertindak apa. Dadaku yang membusung pun jadi sesak ditindih tubuh kekar Jamal. Dengan nafas agak memburu, aku akhirnya tak mampu lagi mempertahakan katupan gigi. Kubiarkan lidah Jamal menerobos menjilati langit-langit mulutku. Bibir kami berpagutan semakin ketat. Air liur dan ludah pun membanjir dan mau tak mau ada yang tertelan. Jamal benar-benar menggila dengan ciumannya. Sepuluh menit lebih ia mencium, menjilat, menyedot lidahku tanpa lepas. Akibatnya, aku jadi ikut terbawa iramanya. Aku yang janda ini lama-kelamaan ikut mengimbangi tingkah Jamal. Ya, aku yang melihat Jamal tidak melakukan hal lain kecuali mencium, akhirnya membalas ciuman hot Jamal.
"Ah, biarlah, toh Jamal hanya pingin berciuman. Tidak lebih" pikirku sambil lidahku memasuki rongga mulut Jamal, dan mendadak disedot dengan kuat oleh Jamal seperti hendak ditelan.aku jadi gelagapan.

Agak lama barulah Jamal melepaskan lidahku, lalu beralih menciumi sekujur wajahku. Dari mata, hidung, pipi, dahi, telinga, sekitar leher, dagu sampai akhirnya balik lagi ke bibir manisku. Selama setengah jam lebih aku hanya manda saja diciumi pria yang menurutku tidak berniat buruk ini. Ya, dibanding pria-pria lain yang pernah memaksaku, Jamal tergolong lembut. Dan entah kenapa, ada rasa suka dengannya. Apa karena kegantengannya, apa karena usianya yang masih muda, atau karena aku memang butuh sentuhan lelaki setelah beberapa tahun ini tak lagi kurasakan?Bahkan, aku hanya mendesah "Jangan, mas" ketika merasakan jemari Jamal mulai meremasi payudaraku yang masih menantang ini. Namun aku tak berusaha memberontak. Toh Jamal hanya meremas dari luar, pikirku. Sementara bibir pria itu terus melumati bibirku. Tangan itu terus bergerilya, satu persatu kancing bajuku dilepasnya.

"Jangan, mas" Desisku lagi tanpa menolak dengan serius.
Toh, aku masih pakai BH, pikirku. Ugh, BH itupun diremas tangan Jamal berkali-kali. Kadang membuatku sakit, namun juga memberi rasa lain yang nikmat. Mataku malah terpejam erat ketika jemari Jamal bergerilya di bawah BH dan menggapai putingku.
"Egh jangan, mas" Aduuh nikmatnya. Toh, dia hanya memainkan payudaraku, tak apa-apa, pikirku semakin menikmati. Aku justru hampir tak merasa ketika baju dan behaku sudah dilempar Jamal entah kemana.

Yang terasa kemudian adalah payudaraku kiri-kanan bergantian diremas dan dihisap Jamal. Digigit-gigit, dikemot, disedot, "dimakan", dimainkan putingnya oleh lidah yang lihai dan tubuhku semakin tergial-gial ketika perut pun ditelusuri lidah berbisa Jamal.
"Aduh, aku tak tahan. Tak apa, toh Jamal hanya menjilati perutku" pikirku lagi menerima perlakuan nikmat itu.
Malah tanganku kini ikut meremasi kepala Jamal yang terus turun dan turun mencapai pusarku. Menjilati pusarku yang berlubang kecil, kemudian meluncur turun lagi, membuat geli sekaligus nikmat.

"Jangan, mas" lagi-lagi aku hanya mampu mendesiskan kata itu ketika terasa rok panjangku perlahan tertarik ke bawah.
Karet elastis di bagian perut tak mampu menahan tarikan itu, apalagi aku berpikir,
"Biar saja, toh aku masih pakai celana dalam"
Sekarang tinggal segitiga pengaman melekati tubuh polosku. Terasa pahaku dikangkangkan dan sesuatu terasa mengelus-elus daerah vitalku. Sesaat kemudian aku kembali merasa tubuhku ditindih Jamal yang menekan-nekankan penisnya ke CD-ku. Mulut kami berpagutan lagi. Tangan Jamal meremas-remas payudara lagi.
"Aduh aku tak tahan lagi" Kubalas perlakuannya yang liar dan aku tak mampu lagi mendesis, "Jangan, mas" ketika dengan cepat tangan Jamal menyabet CD hitamku dan melorotkannya ke bawah terus melepasnya dari kakiku.

Lalu sejurus kemudian kurasakan sesuatu yang panjang besar memasuki gua garbaku. Mula-mula perlahan dan agak sulit, menyakitkan. Namun lama-lama semakin dalam, lalu semakin cepat dan cepat keluar masuk, naik turun. Disertai lonjakan-lonjakan tubuh kekar di atasku yang memaksa pahaku terkangkang selebar-lebarnya. Rasa sakit pun berubah jadi nikmat.

Aku lupa segalanya, tak ingat siapa pria yang sedang menyetubuhiku. Jamal, salesman keliling, yang katanya berasal dari Bandung kubiarkan menyebadani, menggauli, menyenggamai, menembus, mengocok dan menggumuli tubuhku. Aku terlena dan yang ada hanya rasa nikmat yang harus kunikmati sepuasnya. Mumpung ada kesempatan, mumpung ada yang memberi, mumpung aku butuh, mumpung aku haus, mumpung ada yang memuasiku. Tubuhku masih butuh seks, libidoku masih tinggi, bibirku masih butuh diciumi, payudaraku butuh disedot-sedot, vulvaku butuh penis yang tegar panjang perkasa. Aku masih punya nafsu seks yang harus dipenuhi. Aku tak mau hidup gersang.

Dan, aku pun masih bisa orgasme ketika hunjaman zakar Jamal yang bertubi-tubi mencapai klimaks. Genjotan pantatnya begitu kuat membuat penis itu terbenam dalam-dalam di vulvaku yang sempit. Nikmat bertemu nikmat dan jreet jreet jreet kurasakan sperma Jamal menyemprot, sementara hampir bersamaan aku cepat-cepat menggamit paha Jamal sambil mengejan menumpahkan mani. Tubuh kami terkejang-kejang kelojotan sambil mengejan menggelegakkan sperma dan mani bertubi-tubi. Kedua kelamin kami yang bertemu saling berdenyut-denyut, meninggalkan kesan mendalam sehingga kami lama tidak melepaskannya. Kubiarkan burung Jamal itu tetap mendekam di sarangku meski lendir membasahi di mana-mana.

"Maaf ya, mbak, aku lupa diri," bisik Jamal.
Aku diam memejam, nafasku tersengal-sengal menahan beban tubuh polos di atasku. Sementara penis Jamal masih terbenam, aku hanya bisa kangkangkan paha dan merasakan denyut-denyutnya yang masih tersisa.

"Mengapa ini terjadi?"
Aku membatin tak habis mengerti bagaimana persetubuhan ini berlangsung begitu saja, padahal selama jadi pemijat aku selalu menghindarinya. Ya, selama ini ada cap bahwa setiap wanita pemijat pasti bisa diajak main seks. Aku berusaha keras menepis sebutan itu, namun akhirnya bobol juga hari ini. Justru dengan Jamal, pria yang sudah jadi langganan.
"Kalau sudah begini, apa bedanya aku dengan pelacur?"

Aku masih terbengong-bengong dengan pemikiranku, ketika kembali terasa tubuh Jamal menekan-nekanku. Zakar pria itu pun kembali membesar panjang mengaduk-aduk vulvaku. Ya, ternyata Jamal dengan cepat bangkit birahiya lagi dan bangunlah "adik"nya yang perkasa itu, kembali menikam-nikamku yang perlahan-lahan kembali terbawa arus kenikmatan. Malah ikut mengerang ketika nikmat bersebadan itu menyeruak di vaginaku. Tak ingat lagi, apakah aku pelacur atau bukan. Yang penting saat ini aku butuh nikmat! Persenggamaan pun terulang lagi, kali ini malah lebih lama. Hampir satu jam Jamal menusuk-nusukku, menghunjamiku dengan super torpedonya. Kadang pantatku diangkatnya atau aku yang mengangkatnya secara refleks karena terbawa nikmat tiada tara setelah beberapa tahun aku tak merasakannya. Sepertinya aku ingin memuntahkan seluruh kerinduan persetubuhan.

Aku kembali menggapit paha Jamal, ini kali yang ketiga aku orgasme. Tubuhku mengejang terlonjak-lonjak. Jamal sendiri memang tahan lama dan baru beberapa menit kemudian melenguh mengeluarkan energi terakhirnya menyemprotkan sperma. Sampai kurasakan hangat cairan itu memasuki perut. Kami benar-benar habis-habisan. Untuk berdiri pun harus menunggu beberapa menit setelah deru nafas mereda.

Jam enam kurang sedikit kutinggalkan hotel Melati. Jalanku seperti melayang, tak peduli dua lembar ratusan ribu yang baru saja masuk ke dompet, pemberian Jamal. Aku tak bisa menolak, tapi "Semoga Jamal tidak menganggapku pelacur murahan" pikirku.
"Kami melakukannya suka sama suka"
Kupanggil becak untuk mengantar ke rumah.

Itulah yang menjadi awal kisahku selanjutnya yang lebih mengejutkan karena aku kemudian terperosok ke jurang perzinahan yang lebih dalam dengan orang-orang yang semestinya kupeluk dengan kasih sayang. Namun, sebaliknya, justru merekalah yang akhirnya memelukku dengan nafsu.

*****

"Sampai malam begini, Laris bu?" sambut Bari, bungsuku yang kelas 3 SMU, ketika aku tiba di rumah.
"Lumayan" jawabku.
"Ini Ibu bawakan gorengan" kuberikan sebungkus makanan lalu terus berjalan ke kamar.
Banu, kakak Bari, mengangkat bungkusan batikku dan menaruhnya di atas lemari. Ia sudah empat bulan ini dipehaka dari pabrik sepatu di Tangerang bersama Basuki kakaknya. Jadilah tiga pemuda tanggung anakku sekarang jadi pengangguran dan kembali bergantung padaku di rumah. Ya, semuanya terjadi gara-gara krisis di negeri ini. Banyak perusahaan gulung tikar, pehaka terjadi dimana-mana. Cari pekerjaan pengganti juga sulit bukan main. Mau usaha sendiri, tak ada modal. Hanya kadang mereka jadi makelar jual-beli motor tapi inipun hasilnya cuma cukup buat jajan.

Seusai mandi dan makan, aku ingin cepat-cepat tidur. Tubuh cape sekali setelah tadi bertempur habis-habisan dengan Jamal di Hotel Melati.
"Ibu tidur dulu ya" kataku pada ketiga anakku yang sedang asyik main kartu.
Aku masuk ke kamar belakang. Rumah itu memang hanya memiliki dua kamar. Sejak dua anakku dipehaka maka satu kamar depan untuk Banu dan Basuki dan satunya di belakang untukku dan Bari. Kumatikan lampu lalu kubaringkan diri melepas penat.

Bayangan pergumulanku dengan Jamal ternyata tak kunjung hilang dari benak. Setengahnya ada rasa penyesalan, namun sebagian lain justru rasa nikmat itu terus bergelenyar di dadaku, di peruku, di kulitku, di vulvaku. Tak lama kemudian aku pun terlelap, ada seulas senyum di bibirku. Akankah di mimpi aku berjumpa Jamal lagi?

Ya, ternyata harapanku jadi kenyataan. Jamal muncul lagi di mimpiku. Kami bercumbu bagai sepasang kekasih yang lama tak bertemu. Tubuh telanjangku dibaringkannya di ranjang, kemudian dia merangkak di atasku. Menjilati sekujur tubuh dari perut naik terus hingga bibirku dan akhirnya agh, terasa sesuatu menusuk bawah perutku dengan keras dan tubuhku ditekannya dengan keras. Tubuhnya terasa semakin berat, berat, berat dan argghh!
Aku terbangun, dan.. mendapati sesosok tubuh sedang menindihku. Kurasakan selangkanganku telah ngangkang dan sesuatu memasukinya. Kubuka mata memperhatikan dan dalam sinar lampu yang masuk dari ventilasi terlihat Bari sedang menyetubuhiku! Gila!!

"Bar! Bari! Ini aku, ibumu, Bar!" protesku pada bungsuku yang masih 18 tahun sambil mendorong tubuhnya sampai terjengkang ke luar ranjang. Sekilas terasa penisnya yang tegang keluar dari vaginaku. Aku segera duduk di ranjang dan kututup tubuh telanjangku dengan selimut sambil memperhatikan Bari yang nampak ketakutan.

"Kenapa kau lakukan ini, Bar?" tanyaku emosi.

"Ttt ta tadi Ibu sendiri yang mulai"

"Apa? Ibu yang mulai?!" aku tambah sewot tapi tidak berani teriak keras-keras takut dua anakku yang lain terbangun.

"Bukankah Ibu tadi sudah tidur?"

"I..iya Bu tapi Ibu seperti mengigau lalu memelukku" bisik Bari.
Aku yang mendengar penjelasannya jadi mendelong. Sekilas aku ingat mimpiku bersama Jamal.

"Ibu terus memelukku dan ak aku jadi terangsang, bu.." Bari terus terang sambil menunduk. Sementara aku masih bertanya-tanya benarkah itu?

"Ceritakan apa yang sudah kulakukan padamu, Bar?" Sambil kutarik tangannya ke atas ranjang. Bari menurut sambil menutupi penisnya dengan sarungnya. Kududukkan ia di sebelahku.

"Waktu aku tidur, kudengar Ibu mengigau seperti orang gelisah dan tubuh Ibu bergerak-gerak. Lalu mendadak Ibu memelukku dan" Bari diam, aku pingin tahu kelanjutannya.

"Lalu?"

"Ibu menciumi aku"

"Apa benar?"

"Sumpah, bu." Jawabnya, membuatku jadi salah tingkah.

"Sebenarnya aku sudah berusaha membangunkan Ibu tapi gagal. Malah aku jadi terangsang Apalagi daster Ibu juga tak karuan lagi letaknya sampai paha Ibu terbuka"

"Aku tambah terangsang waktu tersenggol payudara Ibu berkali-kali dan terangsang untuk meremasnya Aku tambah berani ketika Ibu hanya mendesis waktu kuremas, sampai akhirnya pelan-pelan, maaf, Ibu kutelanjangi. Maaf Bu, nafsuku, sudah sampai ke kepala sampai aku menyetubuhi Ibu" cerita Bari sambil menunduk.

Aku terdiam, tak percaya apa yang kulakukan di dalam mimpi ternyata jadi kenyataan. Sialnya, aku telah bersetubuh dengan darah dagingku sendiri. Akhirnya akupun menerima penjelasan Bari.
"Baiklah, Bari. Ini jadi rahasia kita berdua saja. Sekarang tidurlah kembali," pesanku.
Bari segera melingkar di bawah sarungnya.

Akupun kembali berbaring sambil berselimut. Kami berdiam diri saling memunggungi. Begitu mengejutkan peristiwa tadi sampai aku tak ingat untuk memakai dasterku lagi yang entah dilempar kemana. Begitu pula Bari hanya bertelanjang di dalam sarungnya. Namun rasa capai mempercepat tidurku. Dan, mungkin, inilah salahku karena menganggap sepele peristiwa ini. Aku menganggap ini peristiwa kecil dan sudah berakhir, namun tidak demikian dengan Bari. Pemuda tanggung ini ternyata tetap memendam hasrat. Kuceritakan yang berikut ini berdasarkan pengakuannya setelah segala sesuatunya terjadi.

Malam masih panjang. Aku telah tidur kembali. Sementara itu, Bari justru tetap nyalang matanya. Tak ada lagi kantuk di benaknya. Yang ada justru ingatan bagaimana tadi dia baru saja menyetubuhi ibunya. Sayang, belum tuntas. Namun, kesempatan itu kayaknya masih terbuka, karena tubuh yang barusan digelutinya itu masih tergolek di sisinya. Telanjang dan hanya berselimut lurik. Andai saja selimut itu bisa dilepas, pasti bisa tuntas hasratku, pikir Bari.

Setelah terdengar dengkur halus ibunya, Bari mulai berani membalikkan tubuhnya sampai telentang. Diliriknya tubuh di samping kirinya dan tubuh Bari bergetar ketika melihat sebagian punggung atas ibunya tidak tertutup selimut. Sementara kain sarungnya sendiri yang hanya menutupi sekitar perut dan paha tak mampu menyembunyikan gejolak syahwat yang membuat zakarnya tegang berdiri. Dengan tak sabar dilemparnya sarung ke bawah ranjang hingga dirinya bugil, lalu perlahan berguling lagi sampai ia kini menghadap punggung ibunya. Didekatinya tubuh bungkuk udang ibunya dari belakang sampai bau wanita itu tercium kian merangsangnyaIngatannya saat bagaimana dia meremas tetek ibunya tadi membuatnya berani menarik ke bawah selimut yang menutupi punggung mulus itu. Perlahan punggung itu sekarang terbuka sampai ke pinggang dan otomatis pasti bagian depannya pun terbuka polos pula. Teringat bagaimana tadi ia memeluk ibunya, perlahan Bari melingkarkan tangan memeluk ibunya dan merapatkan zakar ke pantatnya. Kulit dadanya bertemu kulit punggung ibunya, tangan kanannya memeluk perut ibunya dan perlahan jemarinya merambat ke atas. Menggapai dua gunung kembar yang membusung itu.

Sementara itu kaki Bari tak tinggal diam membantu menarik selimut ibunya ke bawah. Terus ke bawah sampai paha-paha mulus gempal itu tak tertutup lagi. Maka bugillah kedua ibu dan anak itu. Tidur berdekapan. Satu terlelap, satunya bernafsu.

Tak sabar, Bari mulai mengelus dan meremas pelan payudara montok mulus itu. Tangannya agak gemetar ketika menyentuh puting dengan ibu jari dan telunjuknya. Ditempelkan zakar ke pantat ibunya yang cukup besar. Dibiarkannya posisi itu bertahan hampir 30 menit. Dan ketika ibunya tetap lelap tertidur, Bari semakin berani. Sambil pura-pura menggeliat, perlahan ditariknya bahu dan paha ibunya sampai tubuh wanita itu telentang. Kemudian dengan penuh nafsu buah dada yang menggunduk itu dijilatinya. Dikuaknya selangkangan si ibu lalu perlahan mengarahkan zakar ke gua nikmat itu. Tak mau gegabah dan terlalu kasar seperti tadi, kini Bari melakukannya dengan halus.

"Bleess" ditancapkan zakar dalam-dalam ke vagina ibunya lalu pantatnya diam. Tidak menekan terlalu keras. Malah lidahnya mulai menyusuri tetek dan dada ibunya sampai mencapai bibir dan menciuminya sambil tangannya meremasi susu montok itu. Aneh benar, Surti, ibunya, tetap tertidur, seolah tak merasakan apa-apa. Mungkin ia terlalu penat karena cape bergelut dengan Jamal tadi siang dan tidur yang terpotong barusan.

"Eeehhghh.." Surti mendesis lirih ketika lidah Bari memasuki mulutnya, namun matanya tetap terpejam. Hanya tubuhnya saja bergeser kecil dan Bari memberinya ruang dengan sedikit mengangkat badannya sehingga tidak terlalu memberati Surti. Setelah ibunya tenang, kembali Bari menumpangkan badan di atas tubuh bugil Surti. Perlahan ia mulai memompakan zakarnya.
"Shleeb.. shlebb.. jleeb.. jleebb.." berhenti lalu sambil menekankan zakarnya di kemutnya puting Surti.

"Egghh eggh..," desis Surti sambil menggerakkan tubuhnya sedikit namun tetap tidur.
Anehnya lagi, Bari merasa zakarnya seperti ada yang menghisap-hisap. Nikmaat dan membuatnya cepat mencapai puncak. Buru-buru Bari memompa lagi cepat-cepat, dan kini ia tak peduli kalau ibunya bakal bangun karena gerakan kasarnya.

"Heeh.. heeh.. heeh.." nafas Bari memburu ketika ia menggerakkan pantatnya dengan gencar naik turun keluar masuk menusuk-nusuk lahan Surti sambil memeluki ketat tubuh ibunya itu dan mencium ketat bibirnya yang menggairahkan. Otomatis diperlakukan demikian Surti terbangun, namun terlambat Dalam keadaan belum sadar benar, mendadak Surti merasakan tubuh di atasnya mengejang-ngejang belasan kali dan terasa semprotan-semprotan sperma di rahimnya. Barulah tubuh itu terjelepak layu menindihnya.

Surti segera mendorong tubuh itu dan ia segera sadar bahwa Bari telah berhasil menuntaskan nafsu di atas tubuhnya.

"Ooh Bari.. Bari kenapa kamu tega menodai ibu?" ratap Surti sambil menangis dan memukuli tubuh Bari yang hanya diam membisu memunggunginya. Beruntung suasana kamar gelap sehingga mereka tidak dapat melihat kondisi masing-masing. Bayangkan betapa malu bila mereka saling bertatapan mata.

"Ma.. maafkan saya, bu. Sss..saya benar-benar khilaf tidak bisa menahan nafsu" jawab Bari lirih. Pelan ia berbalik dan menyelimuti tubuh telanjang Surti. Kemudian turun dari ranjang, memakai sarungnya dan melangkah keluar kamar. Dicarinya air dingin di dapur.

Surti sendiri dalam isak tangisnya kembali merebahkan diri. Tak tahu harus berbuat apa pada anak bungsunya itu. Mau dimarahi? Toh ini sudah terlanjur terjadi. Mau diusir dari rumah? Ia tak tega. Ia menyesali dirinya telah tertidur begitu pulas sampai tak merasa sedang disetubuhi anak kandungnya sendiri. Kenapa ia tadi begitu ceroboh dan menganggap sepele kejadian perkosaan yang pertama? Sampai tak memperhitungkan bahwa Bari ternyata nafsunya tetap berkobar-kobar. Pemuda seumur Bari memang sedang panas-panasnya. Nafsunya cepat naik. Apakah sebaiknya mereka tidak tidur seranjang? Bari biar tidur dengan kakaknya saja. Tapi ranjang kamar depan terlalu sempit untuk bertiga. Apakah ia perlu tukar tempat dengan Banu?

Namun setelah memikirkan bahwa Banu pun mungkin juga akan terangsang nafsunya bila tidur bersamanya (ini nampak dari bahasa tubuh Banu dan Basuki, si sulung, yang selama dirantau menurut dugaan Surti pasti pernah berhubungan dengan wanita) maka Surti memutuskan tetap tidur sekamar dengan Bari. Biarlah kejadian ini hanya kami berdua yang tahu, pikirnya. Setengahnya ia juga menyalahkan diri karena telah merangsang Bari secara tak sengaja ketika tadi mimpi bersetubuh dengan Jamal.

Sambil merenung-renung kejadian yang menimpa dirinya dan Bari, Surti mulai bisa memaklumi tindakan Bari. Ternyata anak bungsuku sudah dewasa dan mampu melakukan kewajibannya sebagai lelaki, bathinnya. Perlahan mata Surti kembali terkantuk-kantuk. Masih sekitar jam 2 dini hari. Sementara itu Bari yang usai minum air dingin duduk melamun di dapur, mengenang apa yang baru saja dilakukan atas tubuh ibunya. Barusan ia juga telah mencuci zakarnya dengan air dingin sampai benda lunak itu mengkerut lagi. Rasa kantuk yang menyerang membuatnya beranjak kembali ke kamar tidur.
"Biarlah kalau ibu mau marah lagi," pikirnya pasrah.

Perlahan Bari membuka pintu, masuk lalu menutupnya lagi. Ternyata Surti telah tidur kembali. Kali ini ia malah telentang dan lagi-lagi hanya berselimut lurik. Bari mengambil sedikit tempat di pinggir untuk merebahkan tubuhnya. Sekilas diliriknya wajah ibunya dalam gelap, hanya nampak siluet wajah seorang wanita yang belum tua benar. Namun tetap menarik.

Bari coba memejamkan mata dan tidur. Tanpa sadar ternyata ia juga tidur hanya berbalut sarung yang melingkari bagian perut ke bawah.Cukup lama pemuda tanggung ini berusaha tidur sewaktu tanpa diduga Surti mengerang dan menggeliat ke arah dirinya. Bari gelagapan ketika tangan Surti justru memeluknya.

Dan tubuh Bari kembali berdesir karena dada montok ibunya menekan dadanya meski masih terhalang selimut. Ini merupakan rangsangan hebat buat Bari, namun ia tak mau gegabah seperti tadi. Ia tak mau kejadian tadi terulang. Maka ia harus mampu menahan nafsunya. Kami boleh pelukan tapi zakarku tak boleh tegang, bathinnya. Dengan prinsip itu akhirnya Bari memberanikan diri balas memeluk ibunya. Malah lebih dari itu, lagi-lagi Bari melempar sarungnya yang mengganggu gerakan paha dan kakinya sampai bugil. Perlahan ia masuk ke dalam selimut ibunya dan balas memeluk tubuh bugil montok semok itu. Ibu dan anak itu pun tidur berpelukan. Kali ini Bari hanya menempelkan zakarnya di paha Surti dan bertahan sekuat tenaga supaya tidak ereksi. Beruntung matanya terasa sangat berat sehingga tak lama kemudian ia pun tertidur berpelukan dengan ibunya.

Udara panas dini hari itu membuat tubuh mereka berkeringat. Sekitar pukul empat pagi, seperti kebiasaannya, Surti terbangun. Lagi-lagi ia hampir terkejut mendapati dirinya telanjang berpelukan dengan Bari yang bugil. Selimutnya tak cukup lebar menutupi tubuh mereka berdua hingga yang tertutup praktis hanya sekitar pinggul saja, sedangkan bagian lain benar-benar terbuka. Surti ingin mendorong tubuh Bari, namun ia segera menyadari bahwa Bari saat itu sedang tidur nyenyak. Ia jadi tak tega sehingga dibiarkannya posisi tubuhnya yang telentang sementara Bari menindih sambil memelukkan tangan dan satu kakinya berada di sela-sela paha Surti. Surti agak tenang karena tidak merasakan zakar Bari ereksi.

Yang menggelisahkan justru tangan Bari yang menelangkupi buah dada kirinya serta ketelanjangan mereka. Bagaimanapun ia masih normal dan gesekan kulit dengan kulit demikian malah menimbulkan rangsangan yang perlahan menggelitikinya syahwatnya. Surti semakin tak tahan dan berusaha menggeser tangan serta menjauhkan tubuh Bari perlahan agar ia tak bangun.

"Eee," terdengar suara erangan Bari yang merasa tidurnya terganggu.
Ia malah tak mau melepaskan pelukannya, justru sedikit meremas buah dada Surti, membuat Surti mendesis.

"Bari, lepaskan Ibu mau bangun" bisik Surti ke telinga Bari sambil mendorong lebih kuat.

"Eee.. sebentar, Bu" desis Bari sambil mempererat pelukannya, menaikkan tubuhnya dan mengulum puting Surti.

"Sudahlah, Bari jangan diulang kejadian semalam" Surti menjangkau kepala Bari sambil menggigit bibir menahan gejolak syahwat yang berputar di pusarnya.

"Ibu tidak marah?" desis Bari lagi dengan mata masih setengah terpejam.

"Tidak, Bar sekarang sudahlah, nanti kamu terangsang lagi" Perlahan Bari menggeser tubuhnya menjauhi ibunya. Ia melanjutkan tidurnya, sementara Surti segera bangun, mencari dasternya yang tercecer di lantai dan mengenakannya sebelum beranjak keluar kamar. Sekilas diliriknya tubuh bugil Bari.
"Ia ternyata sudah dewasa" bathinnya.

Dan, sejak itulah saat-saat tidur bersama seranjang dengan Bari mulai memasuki babak baru. Surti tak mampu menolak manakala Bari dengan manja memeluknya, menindihnya, bahkan dengan nakal meremasi teteknya atau malah memaksa Surti membuka dasternya dan menetek seperti anak kecil. Bagi Surti sendiri pelukan, tindihan, kuluman dan hisapan-hisapan Bari di sekujur tubuh dan buah dadanya sungguh merupakan rangsangan yang sulit dihindari. Ia tak mampu menolak itu semua, bahkan seolah memberi izin Bari melakukannya setiap malam. Ya, setiap malam kini ia harus menerima perlakukan seksual Bari yang tak kenal lelah. Pemuda tanggung yang tengah panas-panasnya ini seperti mendapat mainan baru yang menggairahkan.

Kini Bari tak segan lagi bertelanjang di depan ibunya, bahkan seringkali ia ikut menelanjangi Surti hingga hanya tersisa CD. Bari tak segan lagi menyuruh Surti memegang zakarnya dan mengocoknya. Sementara tangannya sibuk memerah tetek Surti bahkan tak jarang coba mengelus-elus lubang nikmat Surti meski dari luar CD. Merasa sudah kepalang basah, Surti pun menikmati permainan seksual itu meski ia masih menjaga agar gua garbanya tak lagi ditembus zakar Bari. Ia menjepit zakar Bari dengan pahanya dan membiarkan sperma perjaka itu muncrat di luar atau di perutnya. Bahkan akhirnya Bari memaksa Surti mengulum zakar tegang itu dan menerima muntahan lahar panas. Mula-mula dimuntahkannya tapi lama-lama justru dinikmati dan ditelannya. Ibu dan anak ini akhirnya saling belajar memuasi dan dipuasi.

Tak tahan, Surti mulai mengajari Bari memuasi dirinya pakai tangan dan akhirnya pakai lidah. Bari yang semula jijik, lama-lama terbiasa juga menjilati lubang sempit bergelambir milik Surti. Biji kelentit dan daerah G-spot merupakan kenikmatan tersendiri bagi Surti. Sampai ia kadang orgasme. Mereka berdua kemudian malah setiap malam tidur telanjang berpelukan, dan akhirnya Surti juga mengizinkan Bari menancapkan zakar ke vaginanya. Bari sudah cukup bisa menahan diri untuk tidak mengeluarkan sperma di dalam vagina Surti setelah diberitahu kemungkinan kehamilan bila spermanya masuk ke rahim. Ya, selama beberapa minggu, tanpa sepengetahuan siapapun, mereka bagai dua pengantin baru yang asyik dilanda nafsu. Berpacu mengumbar birahi, tak peduli merupakan hubungan incest. Bari yang masih muda begitu semangat dengan kegiatan seksual mereka sementara Surti yang sudah lama tidak merasakan belaian laki-laki ingin kerinduannya dipuasi. Nafsunya belum padam. Berbagai gaya mereka lakukan, dari yang konvensional sampai gaya anjing kimpoi, 69, sambil duduk berhadapan atau Surti di pangkuan Bari dan seterusnya. Pokoknya nikmat dan uenaak tenaanSampai di suatu pagi sekitar jam 6 pagi Surti merasa tubuhnya sedang digerayangi Bari, padahal ia merasa masih sangat mengantuk setelah semalaman bertempur seru sampai dini hari. Dibiarkannya Bari merenggangkan pahanya dan untuk kesekian kalinya menelusupkan zakar tegangnya lalu mulai mengocoknya. Keras, cepat dan semakin cepat seperti terburu-buru Bari mengayun pantatnya. Ia ingin menyalurkan nafsunya yang muncul di pagi hari, sementara jam tujuh ia juga harus masuk sekolah. Genjotan Bari yang sedemikian keras lambat laun juga merangsang Surti menggapai nikmat di pagi itu. Sayangnya selagi Surti baru mencapai tahap pemanasan, mendadak tubuh Bari sudah terkejang-kejang lalu buru-buru ia mencabut penisnya dari lubang nikmat ibunya serta merta menyemprotkan sperma dengan deras ke perut ibunya. Disusul mengoser-oserkan zakar tegang itu ke seluruh dada hingga berakhir di jepitan tetek Surti.

Vagina Surti masih berdenyut-denyut ingin dipuasi ketika Bari sudah meloncat keluar kamar untuk bersiap ke sekolah. Tinggallah Surti sendiri kecewa sambil mengelus-elus vagina dan meremasi teteknya sendiri. Nafsunya belum tuntas! Bari egois, hanya mau memuasi dirinya saja, tak peduli ibunya kelojotan menahan nafsu. Baru sekitar jam tujuh pagi Surti bangkit mengelap noda-noda di badan dengan CD-nya lalu mengenakan dasternya dan merapikan ranjang yang hampir tiap hari harus ganti sprei karena penuh bercak sperma dan mani mereka. Dibawanya sprei dan pakaian kotor ke tempat cucian, direndamnya dan ditaburi deterjen bubuk.

Terdengar ada yang sedang mandi, pasti Banu pikir Surti. Banu, kakak Bari, termasuk rajin cari tambahan penghasilan. Meski kadang pulang dengan tangan hampa tapi ia selalu rajin bangun pagi, mandi lalu pergi entah kemana. Cari obyekan, katanya setiap ditanya.

Pintu kamar mandi terbuka, Banu muncul.

"Mau kemana Nu?" tanya Surti.

"Cari motor, Bu. Kemarin ada teman cari motor bekas yang murah-murahan. Moga-moga motor Pak Panut belum dijual."

"Rumah Pak Panut agak masuk ke desa kan?"

"Iya, Bu, saya tahu. Paling nanti sampai sore baru pulang"

Sementara Surti menjemur pakaian, terdengar Banu pamit mau pergi.

"Saya pergi ya, Bu!" serunya.

"Ati-ati ya Eh, Basuki dimana?"

"Biasa, belum bangun, Bu" jawab Banu sambil keluar rumah. Pintu rumah ditutupnya. Selesai menjemur pakaian, Surti lalu mandi, dicucinya sekalian daster yang dipakainya. Seusai mandi ia hanya berbalut handuk menutupi payudara hingga pahanya, menjemur pakaiannya. Melangkah masuk ke rumah, dilihatnya Basuki duduk bersarung dan telanjang dada di kursi makan, melamun. Pandangannya kosong. Surti kasihan juga melihat sulungnya yang 25 tahun itu tak juga kunjung bekerja lagi.

"Sudahlah Bas, jangan melamun terus" bujuk Surti sambil mengambilkan segelas teh.
Diangsurkannya teh itu kepada Basuki, kemudian dijangkaunya kepala Basuki dan dielus-elusnya seperti kebiasaannya waktu kecil dulu. Basuki memejamkan mata dan mendadak tubuhnya seperti menggigil.

"Kamu kenapa Bas?" tanya Surti heran melihat putranya.
Dan lebih terkejut lagi ketika tiba-tiba Basuki bangkit dan berbalik memeluki dirinya seperti orang kesetanan.

"Bu.. tolong aku.. Bu" desisnya membuat Surti tambah panik.

"Bas, Bas! Kamu kenapa?" Surti bingung dan berusaha melepaskan diri.
Tapi tenaga dan tubuhnya yang hanya setinggi pundak Basuki tak mampu menahan ketika perlahan namun pasti Basuki mendorongnya ke kamar. Bahkan pergulatan mereka serta gesekan dengan kulit dada Basuki membuat handuknya terlepas dan sarung Basuki melorot. Surti geragapan ketika tubuh bugilnya diangkat Basuki ke atas ranjang dan digeluti.

"Bas! Bas! Gila kamu.. ini aku ibumu!" Surti terus berontak sambil mendorong dan memukuli. Namun Basuki terus menggelutinya.

"Bu tolong Bu, aku pingin sekali aku butuh." dan sadarlah Surti bahwa saat itu Basuki sedang dilanda birahi. Ia pasti pernah merasakan tubuh wanita dan sekarang, setelah lama puasa, butuh penyaluran.
"Apakah aku harus memenuhi hasratnya?" pikir Surti cepat.

"Bas Bas jangan Ibu kau jadikan pelampiasan Ugh" Surti tak menyelesaikan kata-katanya karena putingnya dihisap keras sementara tangan Basuki menggosok-gosok dan memasukkan jemari ke vaginanya dengan ganas. Mengaduk-aduknya. Surti tergerinjal, nafsunya yang tadi belum dituntaskan Bari kembali bangkit.
"Ah, kenapa lagi-lagi aku dinodai anakku?" jerit hati Surti.
Tenaganya melemah.

"Bas egh jangan Bas," lemah suara Surti ketika melihat zakar Basuki tegang panjang memerah dengan urat-urat kehitaman di sekelilingnya.

"Aku tidak tahan lagi, Bu" Basuki menempatkan pantatnya di antara paha Surti, mengarahkan pedang tumpulnya ke lubang nikmat ibunya lalu.
"Sleepp sleep bless bless" Surti sampai terangkat pantatnya ketika zakar panjang nan tegar milik Basuki mencapai rahimnya dan menyentuh-nyentuh pusat kenikmatannya. Kemudian dengan cepat menusuk-nusuk dan memompanya bertubi-tubi.

"Shh shh sudah Bas.. cukup stop Ibu nggak tahan" bibir Surti bergumam menolak tapi entah kenapa tangannya justru merangkul erat leher Basuki dan membuka pahanya semakin lebar. Basuki tak peduli, terus bergoyang dan bergerak naik turun.

"Hshh hshh cukup Bas jangan kamu keluarkan spermamu di dalam Ibu bisa hamil" Surti semakin terhanyut oleh gerakan Basuki yang jauh lebih lihai dibanding Bari.
Tanpa sadar ia mulai mengimbangi dengan putaran pantatnya Basuki sendiri seperti tak mendengar suara Surti dan benar saja beberapa menit kemudian, dengan zakar tetap menancap, tubuhnya mulai terkejang-kejang berkejat-kejat lalu
"croott croott.." bersamaan dengan tekanan pantat ke vagina ibunya sekeras-kerasnya muncratlah sperma membanjiri rahim Surti. Gilanya Surti justru menggapitkan pahanya erat-erat ke pantat Basuki serta memeluk punggungnya erat-erat dan maninya pun mengalir deras. Basuki ejakulasi. Surti orgasme. Bareng.

Sejurus kemudian dua tubuh layu yang berpelukan erat itu saling melepaskan diri. Terjelepak kelelahan, terbaring telentang. Dada mereka naik turun ngos-ngosan. Masing-masing dengan pikiran melayang-layang. Basuki dengan kesadaran sudah menyetubuhi Ibu kandungnya dengan nafsu sebagaimana ia dulu sering salurkan ke wanita bayaran. Sementara Surti sadar bahwa lagi-lagi ia telah bersetubuh dengan anak kandungnya. Lagi-lagi ia jadi pelampiasan nafsu anaknya. Tapi bukankah ia juga ikut menikmati lampiasan nafsu itu? Malah seperti membuka pintu kesempatan untuk terjadinya seks incest itu?

"Kamu sudah puas, Bas?" tanya Surti berusaha tegar, "kalau belum cepat lampiaskan lagi hasratmu ke tubuh Ibumu ini biar tuntas sekalian biar kamu tidak melamun yang tidak-tidak lagi" entah keberanian dari mana Surti mengucapkan tantangan ini.

Tentu saja Basuki terkejut. Perlahan ia memiringkan tubuhnya dan dipandanginya wajah wanita setengah baya yang adalah Ibu kandungnya itu. Wanita yang tubuhnya bugil telentang itu matanya terpejam. Mengingatkan Basuki pada seorang wanita sebaya yang dulu pertama kali merenggut perjakanya di rantau. Ya, Basuki ingat benar bagaimana ia melepas perjakanya di atas tubuh istri majikannya yang kesepian karena sering ditinggal suaminya pergi bisnis. Beberapa bulan mereka berhubungan. Dan entah kenapa sejak itu Basuki selalu menyukai berhubungan badan dengan wanita yang lebih tua, baik wanita bayaran atau yang sekedar cari teman bersebadan.

Kini, setelah berbulan-bulan puasa, Basuki tak tahan untuk meletupkan hasrat syahwatnya. Untuk mencari wanita bayaran ia tak lagi punya modal, untuk mencari istri-istri kesepian tak lagi semudah di kota besar dulu. Akhirnya diam-diam ia memendam hasrat nafsu pada Surti, yang semula ditahan-tahannya karena bagaimanapun dia adalah Ibu kandungnya. Namun bendungan itu jebol pagi ini ketika nafsu telah merasuk sampai di ubun-ubun Basuki dan kesempatan terbuka manakala rumah sepi dan Surti seperti menantangnya dengan hanya berbalut handuk. Sama seperti wanita yang dulu memperjakainya juga hanya berbalut handuk ketika menyeretnya ke ranjang nikmat.

Demi mendengar tantangan ibunya, percaya nggak percaya Basuki mendekatkan wajah ke muka Surti. Namun mata Surti terus terpejam, seolah menanti aksi Basuki selanjutnya. Pandangan Basuki menyapu seluruh wajah lalu menurun ke payudara montok meski agak kendor, perut yang masih langsing lalu bukit rimbun di bawahnya yang masih tersisa lengket cairan mereka tadi. Antara sadar dan tidak Basuki menggerayangkan tangan ke sekujur tubuh ibunya. Tubuh Surti jadi merinding. Digigitnya bibir bawah, coba bertahan dari rangsangan itu. Namun sulit sekali, terlebih manakala Basuki dengan piawainya mulai menggunakan lidahnya menggantikan tangan. Seperti lintah, lidah itu bergerak menelusuri wajah, leher, payudara, perut, pusar hingga akhirnya bermuara di kerimbunan semak-semak lebat Surti. Dikangkangkannya paha Surti lalu. dengan ganas lidah Basuki menyapu, menelusup dan menjilat-jilat liar lubang nikmat Surti. Menimbulkan rangsangan hebat yang membuat Surti refleks memegang kepala Basuki dan menekannya seolah ingin memasukkan seluruhnya ke lubang vaginanya.

Sekejap saja Surti telah orgasme dan sekejap itu pula Basuki membersihkan seluruh mani yang keluar dengan lidahnya, diminumnya. Lalu lidah itu terus mengerjai vagina Surti, kadang kasar kadang halus. Sampai beberapa menit kemudian Surti kembali harus mengejan berkejat-kejat mengeluarkan maninya lagi. Orgasme lagi. Lagi dan lagi Entah sudah berapa kali Surti kelojotan orgasme tapi Basuki tetap segar menggarap lubang nikmat itu dengan lidahnya.

"Agh.. am.. ampun Bas cukup Ibu tak tahan lagi Ibu lemes banget" desis Surti sambil terus meremasi rambut kepala Basuki setelah orgasmenya yang ketujuh atau delapan.
Tulangnya seperti dilolosi. Sementara lidah Basuki masih mempermainkan klitnya, menggigit-gigit kecil, menarik-nariknya. Ibu dan anak sudah tak ingat lagi hubungan darah di antara mereka. Yang penting gejolak nafsu terpenuhi.

Surti tak mampu menggerakkan tubuh lagi ketika Basuki merayapi tubuhnya lalu sekali lagi menancapkan zakar tegarnya ke lubang vagina Surti menggantikan lidahnya.

"Jangan keras-keras, Bas" pinta Surti yang merasa ngilu di vaginanya. Rupanya Basuki tahu itu dan ia menggerakkan pantatnya dengan santai, tidak tergesa-gesa. Justru kini ia lebih mementingkan pagutan bibir dan lidahnya memasuki mulut Surti. Saling belit, saling sedot, sambil tangannya meremas-remas gundukan gunung kembar Surti hingga puting itu jadi keras.

Sampai berjam-jam lamanya Basuki memperlakukan ibunya seperti itu tanpa sekalipun ia ejakulasi. Sementara Surti entah sudah berapa belas kali orgasme, rasanya habis seluruh maninya. Setelah hampir tiga jam, Basuki berbisik, "Ak aku mau keluar, Bu"

"Jangan di dalam, Bas Ibu bisa hamil"

"Keluar di luar tidak enak, Bu" Basuki meneruskan genjotannya.
Cepat, cepat dan semakin cepat. Surti ikut terlonjak-lonjak mengikuti irama tarikan zakar Basuki. Tak mampu menolak kemauannya sampai akhirnya Basuki kejang-kejang sambil menyemprotkan sperma berliter-liter. "Creett.. Cruutt.." belasan kali bagai air bah. Lalu tubuh kekar itu diam menelungkupi Surti tanpa mengeluarkan zakarnya dari vagina. Denyut-denyutnya masih dirasakan Surti. Gila benar ini anak bisa tahan sedemikian lama.

Kelelahan membuat mereka tidur berpelukan. Surti tak ingat lagi untuk pergi ke pasar. Sudah terlalu siang setelah empat jam pergumulan tadi. Justru yang terbayang kini adalah kejadian yang bakal dilaluinya di hari-hari berikut, yakni harus melayani kebutuhan seks si sulung dan bungsu bergantian. Si bungsu di malam hari, dan si sulung di siang hari. Mereka tidak boleh saling tahu.

Namun, bagaimana dengan Banu, anak kedua. Apakah ia juga akan minta jatah untuk menyetubuhinya? Kuatkah Surti menghadapi tiga "pejantan" ini setiap hari? Bagaimana kalau suatu ketika ia digarap mereka bertiga ramai-ramai? Atau sepanjang hari digilir mereka? Surti tak mampu membayangkan itu semua.

lll
abis ibunya anaknya gw sikat juga
Panggil saja aku Ade, panggilan sehari-hari meski aku bukan anak bontot. Aku murid SMU kelas 3. Aku tinggal di sebuah perumahan di Jakarta. Daerahnya mirip-mirip di PI deh, tapi bukan perumahan “or-kay” kok. Sekitar beberapa bulan lalu, rumah kontrakan kosong di sebelah kiri rumahku ditempati oleh keluarga baru.
Awalnya mereka jarang kelihatan, namun sekitardua minggu kemudian mereka sudah cepat akrab dengan tetangga–tetangga sekitar. Ternyata penghuninya seorang wanita dengan perkiraanku umurnya baru 30-an, anak perempuannya dan seorang PRT. Nama lengkapnya aku tidak tahu, namun nama panggilannya Tante Yana. Anaknya bernama Anita, sepantaran denganku, siswi SMU kelas 3. Ternyata Tante Yana adalah janda seorang bulekalau tidak salah, asal Perancis. Sikapnya friendly, gampang diajak ngobrol. Tapi, yang paling utama adalah penampilannya yang “mengundang”. Rambutnya ikal di bawah telinga. Kulitnya coklat muda. Bodinya tidak langsing Tapi kalau dilihat terus, malah jadi seksi. Payudaranya juga besar. Taksiranku sekitar 36-an.

Yang membikin mengundang adalah Tante Yana sering memakai baju sleeveless dengan celana pendek sekitar empat jari dari lutut. Kalau duduk, celananya nampak sempit oleh pahanya. Wajahnya tidak cantik–cantik amat, wajah ciri khas Indonesia, tipe yang disuka orang-orang bule. Seperti bodinya, wajahnya juga kalau diperhatikan, apalagi kalau bajunya agak “terbuka”, malah jadi muka–muka ranjang gitu deh. Dari cara berpakaiannya aku mengira kalau Tante Yana ituhypersex. Kalau Anita, kebalikan ibunya. Wajahnya cantik Indo, dan kulitnya putih. Rambutnya hitam kecoklatan, belah pinggir sebahu. Meski buah dadanya tidak terlalu besar, kecocokan pakaiannya justru membuat Anita jadi seksi. Nampaknya aku terserang sindrom tetangga sebelah nih.

Berhari-hari berlalu, nafsuku terhadap Tante Yana semakin bergolak sehingga aku sering nekat ngumpet di balik semak-semak, onani sambil melihati Tante Yana kalau sedang di luar rumah. Tapi terhadap Anita, nafsuku hanya sedikit, itu juga karena kecantikannya dan kulit putihnya. Nafsu besarku kadang-kadang membuatku ingin menunjukkan batangku di depan Tante Yana dan onani didepan dia. Pernah sesekali kujalankan niatku itu, namun pas Tante Yana lewat, buru-buru kututup “anu”-ku dengan baju, karena takut tiba-tiba Tante Yana melapor sama ortu. Tapi, kenyataannya berbeda. Tante Yana justru menyapaku, (dan kusapa balik sambil menutupi kemaluanku), dan pas di depan pagar rumahnya, ia tersenyum sinis yang menjurus ke senyuman nakal. “Ehem.. hmm..” dengan sorotan mata nakal pula. Sejenak aku terbengong dan menelan ludah, serta malah tambahnafsu.

Kemudian, pada suatu waktu, kuingat sekali itu hari Rabu. Saat aku pulang kuliah dan mau membuka pagar rumah, Tante Yana memanggilku dengan lembut, “De, sini dulu.. Tante bikinin makanan nih buat papa-mamamu.” Langsung saja kujawab, “Ooh, iya Tante..” Nafasku langsung memburu, dan dag dig dug. Setengah batinku takut dan ragu-ragu, dan setengahnya lagi justru menyuruh supaya “mengajak” Tante Yana. Tante Yana memakai baju sleeveless hijau muda, dan celana pendek hijau muda juga. Setelah masuk ke ruang tamunya, ternyata Tante Yana hanya sendirian, katanya pembantunya lagi belanja. Keadaan tersebut membuatku semakin dag dig dug. Tiba-tiba tante memanggilku dari arah dapur, “De, sini nih.. makanannya.” Memang benar sih, ada beberapa piring makanan di atas baki sudah Tante Yana susun.

Saat aku mau mengangkat bakinya, tiba-tiba tangan kanan Tante Yana mengelus pinggangku sementara tangan kirinya mengelus punggungku. Tante Yana lalu merapatkan wajahnya di pipiku sambil berkata, “De, mm.. kamu.. nakal juga yah ternyata..” Dengan tergagap-gagap aku berbicara, “Emm.. ee.. nakal gimana sih Tante?” Jantungku tambah cepat berdegup. “Hmm hmm.. pura-pura nggak inget yah? Kamu nakal.. ngeluarin titit, udah gitu ngocok-ngocok..”Tante Yana meneruskan bicaranya sambil meraba-raba pipi dekat bibirku. Kontan saja aku tambah gagap plus kaget karena Tante Yana ternyata mengetahuinya. Itulah sebabnya dia tersenyum sinis dan nakal waktu itu. Aku tambah gagap, “Eeehh? Eee.. itu..” Tante Yana langsung memotong sambil berbisik sambil terus mengelus pipiku dan bahkan pantatku. “Kamu mau yah sama Tante? Hmm?” Tanpa banyak omong-omong lagi, tante langsung mencium ujung bibir kananku dengan sedikit sentuhan ujung lidahnya.

Ternyata benar perkiraanku, Tante Yana hypersex. Aku tidak mau kalah, kubalas segeraciumannya ke bibir tebal seksinya itu. Lalu kusenderkan diriku di tembok sebelah wastafel dan kuangkat pahanya ke pinggangku. Ciuman Tante Yana sangat erotis dan bertempo cepat. Kurasakan bibirku dan sebagian pipiku basah karena dijilati oleh Tante Yana. Pahanya yang tadi kuangkat kini menggesek-gesek pinggangku. Akibat erotisnya ciuman Tante Yana, nafsuku menjadi bertambah. Kumasukkan kedua tanganku ke balik bajunya di punggungnya seperti memeluk, dan kuelusi punggungnya. Saat kuelus punggungnya, Tante Yana mendongakkan kepalanya dan terengah. Sesekali tanganku mengenai tali BH-nya yang kemudian terlepas akibat gesekan tanganku. Kemudian Tante Yana mencabut bibirnya dari bibirku, menyudahi ciuman dan mengajakkuuntuk ke kamarnya.

Kami buru-buru ke kamarnya karena sangat bernafsu. Aku sampai tidak memperhatikan bentuk dan isi kamarnya, langsung direbah oleh Tante Yana dan meneruskan ciuman. Posisi Tante Yana adalah posisi senggama kesukaanku yaitu nungging. Ciumannya benar-benar erotis. Kumasukkan tanganku ke celananya dan aku langsung mengelus belahan pantatnya yang hampir mengenai belahan vaginanya. Tante Yana yang hyper itu langsung melucuti kaosku dengan agak cepat. Tapi setelah itu ada adegan baru yang belum pernah kulihat baik di film semi ataupun di BF manapun. Tante Yana meludahi dada abdomen-ku dan menjilatinya kembali. Sesekali aku merasa seperti ngilu ketikalidah Tante Yana mengenai pusarku. Ketika aku mencoba mengangkat kepalaku, kulihat bagian leher kaos tante Yana kendor, sehingga buah dadanya yang bergoyang-goyang terlihat jelas. Kemudian kupegang pinggangnya dan kupindahkan posisinya ke bawahku. Lalu, kulucuti kaosnya serta beha nya, kulanjutkan menghisapi puting payudaranya. Nampak Tante Yana kembali mendongakkan kepalanya dan terengah sesekali memanggil namaku.

Sambil terus menghisap dan menjilati payudaranya, kulepas celana panjangku dan celana dalamku dan kubuang ke lantai. Ternyata pas kupegang “anu”-ku, sudah ereksi dengan level maksimum. Sangat keras dan ketika kukocok-kocok sesekali mengenai dan menggesek urat-uratnya. Tante Yana pun melepas celana-celananya dan mengelusi bulu-bulu dan lubang vaginanya. Ia juga meraup sedikit mani dari vaginanya dan memasukkan jari-jari tersebut ke mulutku. Aku langsung menurunkan kepalaku dan menjilati daerah “bawah” Tante Yana. Rasanya agak seperti asin-asinditambah lagi adanya cairan yang keluar dari lubang “anu”-nya Tante Yana. Tapi tetap saja aku menikmatinya. Di tengah enaknya menjilat-jilati, ada suara seperti pintu terbuka namun terdengarnya tidak begitu jelas. Aku takut ketahuan oleh pembantunya atau Anita.

Sejenak aku berhenti dan ngomong sama Tante Yana, “Eh.. Tante..” Ternyata tante justru meneruskan “adegan” dan berkata, “Ehh.. bukan siapa-siapa.. egghh..” sambil mendesah. Posisiku kini di bawah lagi dan sekarang Tante Yana sedang menghisap “lollypop”. Ereksikusemakin maksimum ketika bibir dan lidah Tante Yana menyentuh bagian-bagian batangku. Tante Yanamengulangi adegan meludahi kembali. Ujung penisku diludahi dan sekujurnya dijilati perlahan. Bayangkan, bagaimana ereksiku tidak tambah maksimum?? Tak lama, Tante Yana yang tadinya nungging, ganti posisi berlutut di atas pinggangku. Tante Yana bermaksud melakukan senggama. Aku sempat kaget dan bengong melihat Tante Yana dengan perlahan memegang dan mengarahkan penisku ke lubangnya layaknya film BF saja. Tapi setelah ujungnya masuk ke liang senggama, kembali aku seperti ngilu terutama di bagian pinggang dan selangkanganku dimana kejadian itusemakin menambah nafsuku.

Tante mulai menggoyangkan tubuhnya dengan arah atas-bawah awalnya dengan perlahan. Aku merasa sangat nikmat meskipun Tante Yana sudah tidak virgin. Di dalam liang itu, aku merasa adacairan hangat di sekujur batang kemaluanku. Sambil kugoyangkan juga badanku, kuelus pinggangnya dan sesekali buah dadanya kuremas-remas. Tante Yana juga mengelus-elus dada dan pinggangku sambil terus bergoyang dan melihatiku dengan tersenyum. Mungkin karena nafsu yang besar, Tante Yana bergoyang sangat cepat tak beraturan entah itu maju-mundur atau atas bawah. Sampai-sampai sesekali aku mendengar suara “Ngik ngik ngik” dari kaki ranjangnya. Akibat bergoyang sangat cepat, tubuh Tante Yana berkeringat. Segera kuelus badannya yang berkeringat dan kujilatitanganku yang penuh keringat dia itu.

Lalu posisinya berganti lagi, jadinya aku bersandar di ujung ranjang, dan Tante Yana menduduki pahaku. Jadinya, aku bisa mudah menciumi dada dan payudaranya. Juga kujilati tubuhnya yang masih sedikit berkeringat itu, lalu aku menggesekkan tubuhku yang juga sedikit berkeringat kedada Tante Yana. Tidak kupikirkan waktu itu kalau yang kujilati adalah keringat karena nafsu yang terlalu meledak. Tak lama, aku merasa akan ejakulasi. “Ehh.. Tante.. uu.. udaahh..” Belum sempat aku menyelesaikan kata-kataku, Tante Yana sudah setengah berdiri dan nungging di depanku. Tante Yana mengelus-elus dan mengocok penisku, dan mulutnya sudah ternganga dan lidahnya menjulur siap menerima semprotan spermaku. Karena kocokan Tante Yana, aku jadi ejakulasi. “Crit.. crroott.. crroott..” ternyata semprotan spermaku kuhitung sampai sekitar tujuh kali dimana setiap kencrotan itu mengeluarkan sperma yang putih, kental dan banyak. Sesekali jangkauan kencrotannya panjang, dan mengenai rambut Tante Yana. Mungkin ada juga yang jatuh ke sprei. Persis sekali film BF.

Kulihat wajah Tante Yana sudah penuh sperma putih kental milikku. Tante Yana yang memanghyper, meraup spermaku baik dari wajahnya ataupun dari sisa di sekujur batangku, dan memasukkan ke mulutnya. Setelah itu, aku merasa sangat lemas. Staminaku terkuras oleh Tante Yana. Aku langsung rebahan sambil memeluk Tante Yana sementara penisku masih tegak namuntidak sekeras tadi.

Sekitar seminggu berlalu setelah ML sama Tante Yana. Siang itu aku sedang ada di rumah hanya bersama pembantu (orang tuaku pulangnya sore atau malam, adikku juga sedang sekolah). Sekitar jam satu-an, aku yang sedang duduk di kursi malas teras, melihat Tante Yana mau pergi entah kemana dengan mobilnya. Kulihat Anita menutup pagar dan ia tidak melihatku. Sekitar 10 menitkemudian, telepon rumahku berdering. Saat kuangkat, ternyata Anita yang menelepon. Nada suaranya agak ketus, menyuruhku ke rumahnya. Katanya ada yang ingin diomongin. Di ruang tamunya, aku duduk berhadapan sama Anita. Wajahnya tidak seperti biasanya, terlihat jutek, judes, dan sebagainya. Berhubung dia seperti itu, aku jadi salah tingkah dan bingung mau ngomong apa.

Tak lama Anita mulai bicara duluan dengan nada ketus kembali,
“De, gue mau tanya!”
“Hah? Nanya apaan?” Aku kaget dan agak dag dig dug.
“Loe waktu minggu lalu ngapain sama nyokap gue?” Dia nanya langsung tanpa basa-basi.
“Ehh.. minggu lalu? Kapan? Ngapain emangnya?”
Aku pura-pura tidak tahu dan takutnya dia mau melaporkan ke orang tuaku.
“Aalahh.. loe nggak usah belagak bego deh.. Emangnya gue nggak tau? Gue baru pulang sekolah, gue liat sendiri pake mata kepala gue.. gue intip dari pintu, loe lagi make nyokap gue!!”
Seketika aku langsung kaget, bengong, dan tidak tahu lagi mau ngapain, badan sudah seperti mati rasa. Batinku berkata, “Mati gue.. bisa-bisa gue diusir dari rumah nih.. nama baik ortu gue bisa jatoh.. mati deh gue.”

Anita pun masih meneruskan omongannya,
“Loe napsu sama nyokap gue??”
Anita kemudian berdiri sambil tolak pinggang. Matanya menatap sangat tajam. Aku cuma bisa diam, bengong tidak bisa ngomong apa-apa. Keringat di leher mengucur. Anita menghampiriku yang hanya duduk diam kaku beku perlahan masih dengan tolak pinggang dan tatapan tajam. Pipiku sudah siap menerima tamparan ataupun tonjokan namun untuk hal dia akan melaporkannya ke orang tuaku dan aku diusir tidak bisa aku pecahkan. Tapi, sekali lagi kenyataan sangat berbeda. Anita yang memakai kaos terusan yang mirip daster itu, justru membuka ikatan di punggungnya dan membukakaosnya. Ternyata ia tidak mengenakan beha dan celana dalam. Jadi di depanku adalah Anita yang bugil. Takutku kini hilang namun bingungku semakin bertambah. “Kalo gitu, loe mau juga kan sama gue?” Anita langsung mendekatkan bibir seksi-nya ke bibirku. Celana pendekku nampak kencang di bagian “anu”.

Kini yang kurasakan bukan ciuman erotis seperti ciuman Tante Yana, namun ciuman Anita yang lembut dan romantis. Betapa nikmatnya ciuman dari Anita. Aku langsung memeluknya lembut. Tubuh putihnya benar-benar mulus. Bulu vaginanya sekilas kulihat coklat gelap. Sesegera mungkin kulepas celana-celanaku dan Anita membuka kaosku. Lumayan lama Anita menciumiku dengan posisimembungkuk. Kukocok-kocok penis besarku itu sedikit-sedikit. Aku langsung membisikkannya, “Nit, kita ke kamarmu yuk..!” Anita menjawab, “Ayoo.. biarlebih nyaman.” Anita kurebahkan di ranjangnya setelah kugendong dari ruang tamu. Seperti ciuman tadi, kali ini suasananya lebih lembut, romantis dan perlahan. Anita sesekali menciumi dan agak menggigit daun telingaku ketika aku sedang mencumbu lehernya. Anita juga sesekali mencengkeram lenganku dan punggungku. Kaki kanannya diangkat hingga ke pinggangku dan kadang dia gesek-gesekkan. Dalam pikiranku, mungkin kali ini ejakulasiku tidak selama seperti sama Tante Yana akibat terbawa romantisnya suasana.

Dari sini aku bisa tahu bahwa Anita itu tipe orang romantis dan lembut. Tapi tetap saja nafsunya besar. Malah dia langsung mengarahkan dan menusukkan penisku ke liang senggamanya tanpa adegan-adegan lain. Berhubung Anita masih virgin, memasukkannya tidak mudah. Butuh sedikit dorongan dan tahan sakit termasuk aku juga. Wajah Anita nampak menahan sakit. Gigi atasnya menggigit bibir bawahnya dan matanya terpejam keras persis seperti keasaman makan buah mangga atau jambu yang asem. Tak lama, “Aaahh.. aa.. aahh..” Anita berteriak lumayan keras, aku takutnya terdengar sampai keluar. Selaput perawannya sudah tertembus. Aku mencoba menggoyangkan maju-mundur di dalam liang yang masih sempit itu. Tapi, aku merasa sangat enak sekali senggama di liang perawan. Anita juga ikutan goyang maju-mundur sambil meraba-raba dadaku dan mencium bibirku. Ternyata benar perkiraanku. Sedikit lagi aku akan ejakulasi. Mungkin hanya sekitar 6 menit. Meski begitu, keringatku pun tetap mengucur. Begitupun Anita.

Dengan agak menahan ejakulasi, gantian kurebahkan Anita, kukeluarkan penisku lalu kukocokdi atas dadanya. Mungkin akibat masih sempit dan rapatnya selaput dara Anita, batang penisku jadi lebih mudah tergesek sehingga lebih cepat pula ejakulasinya. Ditambah pula dalam seminggu tersebut aku tidak onani, nonton BF, atau sebagainya. Kemudian, “Crit.. crit.. crott..” kembali kujatuhkan spermaku di tubuh orang untuk kedua kalinya. Kusemprotkan spermaku di dada dan payudaranya Anita. Kali ini kencrotannya lebih sedikit, namun spermanya lebih kental. Bahkan ada yang sampai mengenai leher dan dagunya. Anita yang baru pertamakali melihat sperma lelaki, mencoba ingin tahu bagaimana rasanya menelan sperma. Anita meraup sedikit dengan agakcanggung dan ekspresi wajahnya sedikit menggambarkan orang jijik, dan lalu menjilatnya.

Terus, Anita berkata dengan lugu, “Emm.. ee.. De.. kalo ‘itu’ gimana sih rasanya?” sambil menunjuk ke kejantananku yang masih berdiri tegak dan kencang. “Eh.. hmm hmm.. cobain aja sendiri..” sambil tersenyum ia memegang batang kemaluanku perlahan dan agak canggung. Tak lama, ia mulai memompa mulutnya perlahan malu-malu karena baru pertama kali. Mungkin ia sekalian membersihkan sisa spermaku yang masih menetes di sekujur batangku itu. Kulihat sekilas di lubang vaginanya, ada noda darah yang segera kubersihkan dengan tissue dan lap. Setelah selesai, aku yang sedang kehabisan stamina, terkulai loyo di ranjang Anita, sementara Anita juga rebahan di samping. Kami sama-sama puas, terutama aku yang puas menggarap ibu dan anaknya itu.

kk
Monday, 25 January 2010
Bibiku, Korbanku
Saat itu aku baru lulus SMA, aku melanjutkan kuliah di Surabaya di sana aku tinggal di rumah Pamanku. Aku tinggal di sana karena paman dan bibiku yang sudah 4 tahun menikah belum juga punya anak, jadi kata mereka biar suasana rumahnya bertambah ramai dengan kehadiranku. Rumah pamanku sangat luas, di sana ada kolam renangnya dan juga ada lapangan tenisnya, maklum pamanku adalah seorang pengusaha yang kaya. Selain bibiku dan pamanku, di sana juga ada 3 orang pembantu 2 cewek dan 1 cowok. Bibiku umurnya 31 tahun tapi masih cantik dan bodinya seperti gitar spanyol, wajahnya mirip Meriam Belina. Dan ke-2 pembantu cewek tersebut yang satu janda dan yang 1 sudah bersuami, sedang yang cowok berumur 20 tahun.


Suatu hari ketika kuliahku sedang libur, paman dan bibiku sedang keluar kota, pintu kamarku diketuk oleh Trisni si janda tsb, “Den Eric itu ada kiriman paket dari Jakarta. Lalu aku keluar dan menerima paket tsb. Karena tertarik kubuka isinya ternyata isinya alat-alat seks ada penis dari karet, ada oil pelumas dan juga ada 5 VCD. Waktu kubuka paket tersebut Trisni ada di sebelahku dan wajahnya memerah begitu tahu isinya.
“Wah ternyata Jeng Rini hot juga ya Den, celetuknya Rini adalah nama bibiku.
“Entahlah mungkin aja paman udah loyo, tapi gimana kalau nanti malam kita setel VCD ini mumpung yang punya lagi pergi.., kataku sambil mengamati wajahnya yang manis.
“Itu film apaan sih.
“Entahlah tapi nanti kita nontonnya berdua aja biar nggak dilaporkan ke paman ok

Malamnya jam 21.00 setelah semua tidur Trisni ke ruang tengah, dia memakai pakaian tidur yang tipis sehingga kelihatan CD dan BH-nya.
“Eh, apa semua sudah tidur, tanyaku.
“Sudah Den, jawabnya.
Lalu aku mulai menyetel itu film dan ternyata itu film pribadi bibiku, waktu itu Bibi dan paman sedang bercumbu dengan alat-alat seks tersebut, penis karet yang panjang itu menancap di vagina Bibi dan penis paman diisap oleh Bibi tapi anehnya penis paman tetap kecil.

“Eh kok yang main film Jeng Rini dan Den Budi?, gumannya setengah bertanya padaku.
“Wah kelihatanya paman itu impoten masa diisep begitu nggak berdiri, sahutku sambil aku mengeluarkan penisku.
“Nih wong aku yang lihat aja langsing berdiri kok.
“Ih, Aden jorok ah, sahut Trisni ketika penisku aku dekatkan ke wajahnya. Aku berusaha memasukkan penisku ke mulutnya dan dia hanya mau menciuminya mula-mula di sekitar batangnya lalu dia mulai menjilati kedua telurku, wah geli sekali dan dia mulai mengisap penisku pelan-pelan, ketika asyik-asyiknya tiba-tiba Erni pembantu yang satunya masuk ke ruang tengah dan dia terkejut ketika melihat adegan kami.

Kami berdua jadi berhenti sebentar, “Erni kamu jangan lapor ke Paman atau Bibi ya awas kalau lapor, ancamku.
“Iya Den, jawabnya sambil matanya melirik penisku yang masih berdiri tegak.
“Kamu di sini aja lihat film itu, sahutkku. Dia diam saja. Lalu tanganku melucuti semua baju Trisni dan dia diam saja. Kemudian dia kurebahkan di sofa panjang dan aku mulai menjilati vaginanya, ternyata vaginanya sudah sangat basah.
“Den, oh den nikmat.., rintihnya, aku melirik Erni dia dadanya naik turun melihat adegan kami.

Setelah Trisni puas, lalu aku berdiri dan kumasukkan penisku pelan-pelan. “Bles.., amblas semua batangku dan Trisni berteriak kenikmatan. Kupompa pelan-pelan vaginanya sambil menikmatinya, licin sekali rasanya.
“Sini daripada bengong aja mendingan kamu ikut, ayo sini, kataku pada Erni. Lalu dengan malu Erni menghampiri kami berdua. Aku ganti posisi Trisni kusuruh nungging dan kugarap dia dari belakang sehingga ke dua tanganku bergerilya di tubuh Erni. Ketika sampai di CD-nya ternyata CD-nya sudah basah semua. Aku ciumi mulutnya, lalu aku isap putingnya. Dia kelihatan sudah sangat terangsang. Aku menyuruhnya melepaskan semua pakaian yang di kenakan. Saat itu aku merasakan penisku tersiram oleh cairan hangat. Oh, dia sudah orgasme pikirku dan gerakan Trisnipun melemah. Lalu kucabut penisku dan kumasukkan pelan-pelan ke vagina Erni dan ternyata lebih nikmat punya Erni, lebih sempit lubangnya. Mungkin karena jarang bersetubuh dengan suaminya pikirku.

Setelah masuk semua aku baru merasakan bahwa vagina Erni itu bisa menyedot dan mengisap, seperti diremas-remas rasanya penisku.
“Uh nikmat banget sih kamu apain itu mem*kmu heh, kataku dan Erni cuma tersenyum, lalu kupompa dengan lebih semangat.
“Den ayo den lebih cepat nih, dan kelihatan bahwa Ernipun mencapai klimaks.
“Ih, ih, ih, hmm.. rintihnya. Lalu kudiamkan dulu penisku biar meraskan remasan vagina Erni, lalu kucabut dan Trisni langsung mendekat dan dikocoknya penisku dengan tangannya sambil diisap ujungnya, dan ganti Erni yang melakukannya. Kedua cewek tersebut jongkok di depankku dan aku merasakan sudah mau keluar.
“Aku nggak tahan lagi nih, lalu Erni mengocok dengan cepat dan, “Crooot, crooot, crooot, crooot, keluar semua maniku empat kali semprotan dan kelihatannya dibagi rata oleh Erni dan Trisni. Akupun terkulai lemas.

Selama sebulan lebih aku bergantian menyetubuhi mereka, kadang-kadang kami melakukannya bertiga. Dan pada hari itu paman memanggilku.
“Ric paman mau ke Singapore ada keperluan kurang lebih 2 minggu kamu di rumah saja nemanin Bibi kamu ya, kata pamanku.
“Iya deh aku nggak akan dolan-dolan, jawabku.
Bibi tersenyum padaku kelihatan senyumnya itu menyembunyikan sesuatu pikirku. Akupun sebenarnya ingin merasakan tubuh bibiku tapi karena tidak ada kesempatan selama ini aku tahan saja. Akhirnya aku punya kesempatan nih pikirku.

Malam harinya selesai makan malam dengan Bibi, aku nonton Seputar Indonesia di ruang tengah dan Bibi menghampiriku dia berkata, “Ric, waktu aku pergi sebulan yang lalu apa kamu nggak dapat paket?.
“Eh anu, aku nggak dapat kok, jawabku dengan gugup.
“Kamu bohong, ini buktinya, sambil dia menunjukkan penis karet tsb. Ternyata penis karet tersebut sudah jatuh ke tangan bibi, karena barang tersebut sebetulnya di minta oleh Trisni.

“Anu kok Bi, waktu itu memang aku terima tapi.
“Sudah kamu itu memang suka bohong ya lalu mana VCD-nya?.
“Aku simpan kok Bi buat aku setel jika aku kepingin, habis Bibi hot banget sih di film itu, jawabku.
“Dasar anak kurang ajar, wajahnya langsung memerah.
“Kan Bibi saja belum lihat itu film, ayo kamu ke kamar ambil itu VCD suruhnya, lalu aku ke kamar untuk mengambilnya.
“Ini Bi, tapi jika Eric pinjam lagi boleh kan Bi, kataku.
“Kamu jika ingin lihat lagi langsung saja nggak usah pakai di film segala.
“Ayo sini ke kamar Bibi nonton langsung saja jawab bibi.

Akupun langsung masuk ke kamar Bibi dan di kamar itu, “Sebentar aku mau ganti baju dulu, kata Bibi dan dengan enaknya Bibi telanjang di depanku. Aku yang sudah ereksi dari tadi langsung aku peluk Bibi dari belakang. Dan kubelai-belai payudaranya, dia diam saja lalu kupelintir putingnya dan dia kelihatan sudah mulai terangsang. Aku tahu bahwa puting dan clitoris bibiku tempat paling suka dicumbui. Aku mengetahui hal tersebut dari film-film bibiku. Lalu tanganku satunya gerilya di daerah vaginanya.
“Eh Ric nikmat juga belaian kamu, katanya.

Lalu kubalik badan Bibi dan kamipun saling berciuman. Bibir bibi aku lumat dan.., wow, lidah bibiku menari-nari di mulutku. Lalu akupun disuruh telanjang oleh bibiku.
“Eh gedhe banget barang kamu Ric?, mungkin bibiku jarang melihat penisku yang berdiri tegak, habis pamanku impoten sih. Lalu dengan posisi 69 kami mulai bercumbu. Setelah puas langsung aku masukkan penisku ke dalam vaginanya “Bles, masuk semua batangku dan bibikupun berteriak keenakkan, aku goyang pinggulku, kelihatan bahwa bibiku hampir mencapai klimaks. Dia bertambah semangat ikut menggoyangnya, kulihat wajahnya yang cantik, matanya setengah terpejam dan rambutnya yang panjang tergerai di bawah ranjang dan kulihat dari kaca pinggul bibiku, aku jadi semakin terangsang dan kamipun keluar bersama-sama.

Bibi tersenyum puas, “Ric jangan kapok lho, pokoknya seminggu minim 4 kali harus dengan aku, Trisni dan Erni jangan kamu kasih lagi.
“Iya bi, jawabku dengan malu-malu.
Sejak kejadian malam itu aku semakin lengket dengan bibiku. hampir tiap malam aku mengulangi lagi perbuatan itu, apalagi pamanku berada di Singapore selama dua minggu. Selama itu pula aku bermain dengan bibiku bak pengantin baru.


kkk\
Monday, 25 January 2010
Napsunya om suamiku
Aku baru menikah, karena suamiku belum punya rumah, kamu numpang di rumah om nya yang duda tanpa anak dan tinggal sendiri. Sebagai pengantin baru, tentunya aku dan suamiku lebih sering menghabiskan waktu di kamar. Sayangnya suamiku tidak perkasa kalo di ranjang. Sering ditengah permainan, saat aku sedang nikmat2nya suamiku keok duluan. Suatu sore, sepulang dari kantor, om lupa membawa kunci rumah.
Dia rupanya mengetok pintu cukup lama tetapi aku tidak mendengarnya karena aku sedang di kamar mandi. Ketika keluar dari kamar mandi, baru samar2 aku mendengar ketukan pintu. Siapa, pikirku sambil segera mengenakan kimono dari bahan handuk yang pendek, sekitar 15 cm diatas lutut. Aku membukakan pintu. Om ternganga melihat kondisi aku yang baru selesai mandi. Tinggi ku sekitar 167 cm. Rambutku tergerai sebahu. Wajah ku cantik dengan bentuk mata, alis, hidung, dan bibir yang indah, itu kata suamiku lo. Karena kimonoku pendek, maka paha dan betis ku tampak dengan jelas.. Kulitku kelihatan licin, dihiasi oleh rambut-rambut halus yang pendek. Pinggulku besar melebar. Pinggangku kelihatan ramping. Sementara kimono yang menutupi dadaku belum sempat kuikat secara sempurna, menyebabkan belahan toketku yang montok itu menyembul di belahan baju, pentilku membayang di kimonoku. Aku belum sempat mengenakan bra. Leherku jenjang dengan beberapa helai rambut terjuntai. Sementara bau harum sabun mandi terpancar dari tubuhku. Dari samping toketku begitu menonjol dari balik kimonoku. Om berjalan mengikutiku menuju ruang makan. Pasti dia memperhatikan gerak tubuhku dari belakang. Pinggulku yang besar itu meliuk ke kiri-kanan mengimbangi langkah-langkah kakiku.

"Sori Sin, om lupa bawa kunci. Kamu terganggu mandinya ya", katanya. "Udah selesai kok om", jawabku. Dia duduk di meja makan. Aku mengambilkan teh untuknya dan kemudian masuk ke kamar. Tak lama kemudian aku keluar hanya mengenakan daster tipis berbahan licin, tonjolan toketku membusung. Aku tidak mengenakan bra, sehingga kedua pentilku tampak jelas sekali tercetak di dasterku. Aku mengambil toples berisi kue dari lemari makan. Pada posisi membelakanginya, pasti dia menatap tubuhku dari belakang. Kita ngobrol ngalor ngidul soal macem2. Dia menatapku dari dekat tanpa rasa risih. Aku tidak menyadari bahwa belahan daster di dadaku mempertontonkan toketku yang montok kala agak merunduk. Akhirnya pembicaraan menyerempet soal sex. "Sin, kamu gak puas ya sama suami kamu", kataku to the point. Aku tertunduk malu, mukaku semu kemerahan. "Kok om tau sih", jawabku lirih. "Om kan pernah denger kamu melenguh awalnya, cuma akhirnya mengeluh. Suami kamu cepet ngecretnya ya", katanya lagi. "Iya om, cepet banget keluarnya. Sintia baru mulai ngerasa enak, dia udah keluar. Kesel deh jadinya, kaya Sintia cuma jadi pemuas napsunya aja", aku mulai curhat. Dia hanya mendengarkan curhatanku saja. "Om, mandi dulu deh, udah waktunya makan. Sintia nyiapin makan dulu ya", kataku mengakhiri pembicaraan seru. "Kirain Sintia nawarin mau mandiin", godanya. "Ih si om, genit", jawabku tersipu. "Kalo Sintia mau, om gak keberatan lo", jawabnya lagi. Aku tidak menjawab hanya berlalu ke dapur, menyiapkan makan. Sementara itu dia masuk kamarnya dan mandi. Selesai mandi, dia hanya memakai celana pendek dan kaos. Kelihatannya dia tidak mengenakan CD karena kontolnya yang ternyata ngaceng berat kelihatan jelas tercetak di celana pendeknya. Aku diam saja melihat ngacengnya kontolku dari luar celana pendeknya. Rupanya om terangsang ketika ngobrol seru sebelum dia mandi itu. Ketika makan malem, kita ngobrol soal yang lain, aku berusaha tidak mengarahkan pembicaraan kearah yang tadi. Tetapi om masih diabawah pengaruh napsu berahinya. Dia menatapku dengan pandangan yang seakan2 mau menelanjangiku.

Selesai makan, aku membereskan piring dan gelas. Sekembalinya dari dapur, aku terpeleset sehingga terjatuh. Rupanya ada air yang tumpah ketika aku membawa peralatan makan ke dapur. Betis kanan ku membentur rak kayu. "Aduh", aku mengerang kesakitan. Dia segera menolongnya. Punggung dan pinggulku diraihnya. Dia membopong ku kekamarku. Dia meletakkan aku di ranjang. Belahan dasterku terbuka lebih lebar sehingga dia dapat dengan leluasa melihat kemontokan toketku. Aku berusaha meraih betisku yang terbentur rak tadi. Kulihat bekas benturan tadi membuat sedikit memar di betis ku. Dia pun berusaha membantuku. Diraihnya betisku seraya diraba dan diurut bagian betis yang memar tersebut. "Pelan om, sakit", erangku lagi. Sambil terus memijit betisku, dia memandang wajahku. Mataku akhirnya terpejam. Nafasku jadi teratur. Aku sudah tertidur. Mungkin karena lelah seharian membereskan rumah.

Mendadak aku terbangun karena om membuka dasterku. "Om, Sintia mau diapain", kataku lirih. Dia terkejut dan segera menghentikan aksinya. Dia memandangi tubuh mulusku tanpa daster yang menghalanginya. Tubuh molekku sungguh membangkitkan birahi. toket yang besar membusung, pinggang yang ramping, dan pinggul yang besar melebar. pentilku berdiri tegak. Rupanya selama aku tertidur, dia menggerayangi sekujur tubuhku sehingga naspunya tak terbendung lagi. Dia sudah bertelanjang bulat. Aku terkejut melihat kontolku yang begitu besar dan panjang (dibandingkan dengan kontol suamiku) dalam keadaan sangat tegang. Napsuku bangkit juga melihat kontolku, timbul hasratku untuk merasakan bagaimana nikmatnya kalo kontol besar itu menggesek keluar masuk nonokku.

"Sin, om mau ngasi kenikmatan sama kamu, mau enggak", katanya perlahan sambil mencium toket ku yang montok. Aku diam saja, mataku terpejam. Dia mengendus-endus kedua toketku yang berbau harum sambil sesekali mengecupkan bibir dan menjilatkan lidahnya. pentil toket kananku dilahap ke dalam mulutnya. Badanku sedikit tersentak ketika pentil itu digencet perlahan dengan menggunakan lidah dan gigi atasnya. "Om...", rintihku, tindakannya membangkitkan napsuku juga. Aku menjadi sangat ingin merasakan kenikmatan dientot, sehingga aku diam saja membiarkan dia menjelajahi tubuhku. Disedot-sedotnya pentil toketku secara berirama. Mula-mula lemah, lama-lama agak diperkuat sedotannya. Diperbesar daerah lahapan bibirnya. Kini pentil dan toket sekitarnya yang berwarna kecoklatan itu semua masuk ke dalam mulutnya. Kembali disedotnya daerah tersebut dari lemah-lembut menjadi agak kuat. Mimik wajahku tampak sedikit berubah, seolah menahan suatu kenikmatan. Kedua toketku yang harum itu diciumi dan disedot-sedot secara berirama. Sambil terus menggumuli toketku dengan bibir, lidah, dan wajahnya, dia terus menggesek-gesekkan kontol di kulit pahaku yang halus dan licin. Dibenamkannya wajahnya di antara kedua belah gumpalan dada ku. Perlahan-lahan dia bergerak ke arah bawah. Digesek-gesekkan wajahnya di lekukan tubuhku yang merupakan batas antara gumpalan toket dan kulit perutku. Kiri dan kanan diciumi dan dijilatinya secara bergantian. Kecupan-kecupan bibir, jilatan-jilatan lidah, dan endusan-endusan hidungnya pun beralih ke perut dan pinggangku. Sementara gesekan-gesekan kepala kontolku pindah ke betisku. Bibir dan lidahnya menyusuri perut sekeliling pusarku yang putih mulus. Wajahnya bergerak lebih ke bawah. Dengan nafsu yang menggelora dia memeluk pinggulku secara perlahan-lahan. Kecupannya pun berpindah ke CD tipis yang membungkus pinggulku. Ditelusurinya pertemuan antara kulit perut dan CD, ke arah pangkal paha. Dijilatnya helaian-helaian rambut jembutku yang keluar dari CDku. Lalu diendus dan dijilatnya CD pink itu di bagian belahan bibir nonokku. Aku makin terengah menahan napsuku, sesekali aku melenguh menahan kenikmatan yang kurasakan.

Dia bangkit. Dengan posisi berdiri di atas lutut dikangkanginya tubuhku. kontolku yang tegang ditempelkan di kulit toketku. Kepala kontol digesek-gesekkan di toketku yang montok itu. Sambil mengocok batangnya dengan tangan kanannya, kepala kontolku terus digesekkan di toketku, kiri dan kanan. Setelah sekitar dua menit dia melakukan hal itu. Diraih kedua belah gumpalan toketku yang montok itu. Dia berdiri di atas lutut dengan
mengangkangi pinggang ramping ku dengan posisi badan sedikit membungkuk. kontolku dijepitnya dengan kedua gumpalan toketku. Perlahan-lahan digerakkannya maju-mundur kontolku di cekikan kedua toket ku. Di kala maju, kepala kontolku terlihat mencapai pangkal leherku yang jenjang. Di kala mundur, kepala kontolku tersembunyi di jepitan toketku. Lama-lama gerak maju-mundur kontolku bertambah cepat, dan kedua toketku ditekannya semakin keras dengan telapak tangannya agar jepitan di kontolku semakin kuat. Dia pun merem melek menikmati enaknya jepitan toketku. Akupun mendesah-desah tertahan, "Ah... hhh... hhh... ah..."

kontolku pun mulai melelehkan sedikit cairan. Cairan tersebut membasahi belahan toketku. Gerakan maju-mundur kontolku di dadaku yang diimbangi dengan tekanan-tekanan dan remasan-remasan tangannya di kedua toketnya, menyebabkan cairan itu menjadi teroles rata di sepanjang belahan dadaku yang menjepit kontolku. Cairan tersebut menjadi pelumas yang memperlancar maju-mundurnya kontolku di dalam jepitan toketku. Dengan adanya sedikit cairan dari kontolku tersebut dia terlihat merasakan keenakan dan kehangatan yang luar biasa pada gesekan-gesekan batang dan kepala kontolku dengan toketku. "Hih... hhh... ... Luar biasa enaknya...," dia tak kuasa menahan rasa enak yang tak terperi. Nafasku menjadi tidak teratur. Desahan-desahan keluar dari bibirku , yang kadang diseling desahan lewat hidungku, "Ngh... ngh... hhh... heh... eh... ngh..." Desahan-desahanku semakin membuat nafsunya makin memuncak. Gesekan-gesekan maju-mundurnya kontolku di jepitan toketku semakin cepat. kontolku semakin tegang dan keras. "Enak sekali, Sin", erangnya tak tertahankan. Dia menggerakkan kontolku maju-mundur di jepitan toketku dengan semakin cepat. Alis mataku bergerak naik turun seiring dengan desah-desah perlahan bibirku akibat tekanan-tekanan, remasan-remasan, dan kocokan-kocokan di toketku. Ada sekitar lima menit dia menikmati rasa keenakan luar biasa di jepitan toketku itu.

Toket sebelah kanan dilepas dari telapak tangannya. Tangan kanannya lalu membimbing kontol dan menggesek-gesekkan kepala kontol dengan gerakan memutar di kulit toketku yang halus mulus. Sambil jari-jari tangan kirinya terus meremas toket kiriku, kontolnya digerakkan memutar-mutar menuju ke bawah. Ke arah perut. Dan di sekitar pusarku, kepala kontolku digesekkan memutar di kulit perutku yang putih mulus, sambil sesekali disodokkan perlahan di lobang pusarku. Dicopotnya CD minimku. Pinggulku yang melebar itu tidak berpenutup lagi. Kulit perutku yang semula tertutup CD tampak jelas sekali. Licin, putih, dan amat mulus. Di bawah perutku, jembutku yang hitam lebat menutupi daerah sekitar nonokku. Kedua paha mulusku direnggangkannya lebih lebar. Kini hutan lebat di bawah perutku terkuak, mempertontonkan nonokku. Dia pun mengambil posisi agar kontolnya dapat mencapai nonokku dengan mudahnya. Dengan tangan kanan memegang kontol, kepalanya digesek-gesekkannya ke jembutku. Kepala kontolnya bergerak menyusuri jembut menuju ke nonokku. Digesek-gesekkan kepala kontol ke sekeliling bibir nonokku. Terasa geli dan nikmat. Kepala kontol digesekkan agak ke arah nonokku. Dan menusuk sedikit ke dalam. Lama-lama dinding mulut nonokku menjadi basah. Digetarkan perlahan-lahan kontolnya sambil terus memasuki nonokku.

Kini seluruh kepala kontolnya yang berhelm pink tebenam dalam jepitan mulut nonokku. Kembali dari mulutku keluar desisan kecil karena nikmat tak terperi. Kontolnya semakin tegang. Sementara dinding mulut nonokku terasa semakin basah. Perlahan-lahan kontolnya ditusukkan lebih ke dalam. Kini tinggal separuh kontol yang tersisa di luar. Secara perlahan dimasukkan kontolnya ke dalam nonokku. Terbenam sudah seluruh kontolnya di dalam nonokku. Sekujur kontol sekarang dijepit oleh nonokku . Secara perlahan-lahan digerakkan keluar-masuk kontolnya ke dalam nonokku. Sewaktu keluar, yang tersisa di dalam nonokku hanya kepalanya saja. Sewaktu masuk seluruh kontol terbenam di dalam nonokku sampai batas pangkalnya. Dia terus memasuk-keluarkan kontolnya ke lobang nonokku. Alis mataku terangkat naik setiap kali kontolnya menusuk masuk nonokku secara perlahan. Bibir segarku yang sensual sedikit terbuka, sedang gigiku terkatup rapat. Dari mulut sexy ku keluar desis kenikmatan, "Sssh...sssh... hhh... hhh... ssh... sssh..." Dia terus mengocok perlahan-lahan nonokku. Enam menit sudah hal itu berlangsung. Kembali dikocoknya secara perlahan nonokku sampai selama dua menit. Kembali ditariknya kontolnya dari nonokku. Namun tidak seluruhnya, kepala kontol masih dibiarkannya tertanam dalam nonokku. Sementara kontol dikocoknya dengan jari-jari tangan kanannya dengan cepat

Rasa enak itu agaknya kurasakan pula. Aku mendesah-desah akibat sentuhan-sentuhan getar kepala kontolnya pada dinding mulut nonokku, "Sssh... sssh... zzz...ah... ah... hhh..." Tiga menit kemudian dimasukkannya lagi seluruh kontolnya ke dalam nonokku. Dan dikocoknya perlahan. Sampai kira-kira empat menit. Lama-lama dia mempercepat gerakan keluar-masuk kontolnya pada nonokku. Sambil tertahan-tahan, dia mendesis-desis, "Sin... nonokmu luar biasa... nikmatnya..."

Gerakan keluar-masuk secara cepat itu berlangsung sampai sekitar empat menit. Tiba-tiba dicopotnya kontol dari nonokku. Segera dia berdiri dengan lutut mengangkangi tubuhku agar kontolnya mudah mencapai toketku. Kembali diraihnya kedua belah toket montok ku untuk menjepit kontolnya yang berdiri dengan amat gagahnya. Agar kontolnya dapat terjepit dengan enaknya, dia agak merundukkan badannya. Kontol dikocoknya maju-mundur di dalam jepitan toketku. Cairan nonokku yang membasahi kontolnya kini merupakan pelumas pada gesekan-gesekan kontolnya dan kulit toketku. "Oh...hangatnya... Sssh... nikmatnya...Tubuhmu luarrr biasa...", dia merintih-rintih keenakan. Akus juga mendesis-desis keenakan, "Sssh.. sssh... sssh..." Gigiku tertutup rapat. Alis mataku bergerak ke atas ke bawah. Dia mempercepat maju-mundurnya kontolnya. Dia memperkuat tekanan pada toketku agar kontolnya terjepit lebih kuat. Karena basah oleh cairan nonokku, kepala kontolnya tampak amat mengkilat di saat melongok dari jepitan toketku. Leher kontol yang berwarna coklat tua dan helm kontol yang berwarna pink itu menari-nari di jepitan toketku. Semakin dipercepat kocokan kontolnya pada toketku. Tiga menit sudah kocokan hebat kontolnya di toket montok ku berlangsung. Dia makin cepat mengocokkan kontol di kempitan toket indah ku. Akhirnya dia tak kuasa lagi membendung jebolnya tanggul pertahanannya. "Sin..!" pekiknya dengan tidak tertahankan. Matanya membeliak-beliak. Jebollah pertahanannya. Kontolnya menyemburkan peju. Crot! Crot! Crot! Crot!

Pejunya menyemprot dengan derasnya. Sampai empat kali. Kuat sekali semprotannya, sampai menghantam rahangku. Peju tersebut berwarna putih dan kelihatan sangat kental. Dari rahang peju mengalir turun ke arah leherku. Peju yang tersisa di dalam kontolnya pun menyusul keluar dalam tiga semprotan. Cret! Cret! Cret! Kali ini semprotannya lemah. Semprotan awal hanya sampai pangkal leherku, sedang yang terakhir hanya jatuh di atas
belahan toketku. Dia menikmati akhir-akhir kenikmatan. "Luar biasa...Sin, nikmat sekali tubuhmu...," dia bergumam. "Kok gak dikeluarin di dalem aja om", kataku lirih. "Gak apa kalo om ngecret didalem Sin", jawabnya. "Gak apa om, Sintia pengen ngerasain esemprot peju anget. Tapi Sintia ngerasa nikmat sekali om, belum pernah Sintia ngerasain kenikmatan seperti ini", kataku lagi. "Ini baru ronde pertama Sin, mau lagi kan ronde kedua", katanya. "Mau om, tapi ngecretnya didalem ya", jawabku. "Kok tadi kamu diem aja Sin", katanya lagi. "Bingung om, tapi nikmat", jawabku sambil tersenyum. "Engh..." aku menggeliatkan badanku. Dia segera mengelap kontol dengan tissue yang ada di atas meja, dan memakai celana pendek. Beberapa lembar tissue diambil untuk mengelap peju yang berleleran di rahang, leher, dan toketku. Ada yang tidak dapat dilap, yakni cairan peju yang sudah terlajur jatuh di rambut ku. "Mo kemana om", tanyaku. "Mo ambil minum dulu", jawabnya. "Kok celananya dipake, katanya mau ronde kedua", kataku. Aku sudah pengen dia menggelutiku sekali lagi.

Dia kembali membawa gelas berisi air putih, diberikannya kepada ku yang langsung kutenggak sampe habis. Dia keluar lagi untuk mengisi gelas dengan air dan kembali lagi ke kekamar. Masih tidak puas dia memandangi toket indahku yang terhampar di depan matanya. Dia memandang ke arah pinggangku yang ramping dan pinggulku yang melebar indah. Terus tatapannya jatuh ke nonokku yang dikelilingi oleh jembut hitam jang lebat. Aku ingin mengulangi permainan tadi, digeluti, didekap kuat. Mengocok nonokku dengan kontolnya dengan irama yang menghentak-hentak kuat. Dan dia dapat menyemprotkan pejunya di dalam nonokku sambil merengkuh kuat-kuat tubuhnya saat aku nyampe. Nafsuku terbakar.

"Sin...," desahnya penuh nafsu. Bibirnya pun menggeluti bibirku. Bibir sensualku yang menantang itu dilumat-lumat dengan ganasnya. Sementara aku pun tidak mau kalah. Bibirku pun menyerang bibirnya dengan dahsyatnya, seakan tidak mau kedahuluan oleh lumatan bibirnya. Kedua tangannyapun menyusup diantara lenganku. Tubuhku sekarang berada dalam dekapannya. Dia mempererat dekapannya, sementara aku pun mempererat pelukanku pada dirinya. Kehangatan tubuhnya terasa merembes ke badanku, toketku yang membusung terasa semakin menekan dadanya. Aku meremas-remas kulit punggungnya. Aku mencopot celananya dan merangkul punggungnya lagi. Dia kembali mendekap erat tubuhku sambil melumat kembali bibirku. Dia terus mendekap tubuhku sambil saling melumat bibir. Sementara tangan kami saling meremas-remas kulit punggung. Kehangatan menyertai tubuh bagian depan kami yang saling menempel. Kini kurasakan toketku yang montok menekan ke dadanya. Dan ketika saling sedikit bergeseran, pentilku seolah-olah menggelitiki dadanya. Kontolnya terasa hangat dan mengeras. Tangan kirinya pun turun ke arah perbatasan pinggang ramping dan pinggul besar ku, menekannya kuat-kuat dari belakang ke arah perutnya. Kontolnya tergencet diantara perut bawahku dan perut bawahnya. Sementara bibirnya bergerak ke arah leherku, diciumi, dihisap-hisap dengan hidungnya, dan dijilati dengan lidahnya. "Ah... geli... geli...," desahku sambil menengadahkan kepala, agar seluruh leher sampai daguku terbuka dengan luasnya. Aku pun membusungkan dadaku dan melenturkan pinggangku ke depan. Dengan posisi begitu, walaupun wajahnya dalam keadaan menggeluti leherku, tubuh kami dari dada hingga bawah perut tetap dapat menyatu dengan rapatnya. Tangan kanannya lalu bergerak ke dadaku yang montok, dan meremas-remas toketku dengan perasaan gemas.

Setelah puas menggeluti leherku, wajahnya turun ke arah belahan dadaku. Dia berdiri dengan agak merunduk. Tangan kirinya pun menyusul tangan kanan, yakni bergerak memegangi toket. Digeluti belahan toketku, sementara kedua tangannya meremas-remas kedua belah toketku sambil menekan-nekankannya ke arah wajahnya. Digesek-gesekkan memutar wajahnya di belahan toketku. Bibirnya bergerak ke atas bukit toket sebelah kiri.
Diciuminya bukit toketku, dan dimasukkan pentil toketku ke dalam mulutnya. Kini dia menyedot-sedot pentil toket kiriku. Dimainkan pentilku di dalam mulutnya dengan lidah. Sedotan kadang diperbesar ke puncak bukit toket di sekitar pentil yang berwarna coklat. "Ah... ah... om...geli...," aku mendesis-desis sambil menggeliatkan tubuh ke kiri-kanan. Dia memperkuat sedotannya. Sementara tangannya meremas kuat toket sebelah kanan. Kadang remasan diperkuat dan diperkecil menuju puncak, dan diakhiri dengan tekanan-tekanan kecil jari telunjuk dan ibu jarinya pada pentilku. "Om... hhh... geli... geli... enak... enak... ngilu...ngilu..." Dia semakin gemas. Toketku dimainkan secara bergantian, antara sebelah kiri dan sebelah kanan. Bukit toket kadang disedot sebesar-besarnya dengan tenaga isap sekuat-kuatnya, kadang yang disedot hanya pentilku dan dicepit dengan gigi atas dan lidah. Belahan lain kadang diremas dengan daerah tangkap sebesar-besarnya dengan remasan sekuat-kuatnya, kadang hanya dipijit-pijit dan dipelintir-pelintir kecil pentil yang mencuat gagah di puncaknya. "Ah...om... terus... hzzz...
ngilu... ngilu..." aku mendesis-desis keenakan. Mataku kadang terbeliak-beliak. Geliatan tubuhku ke kanan-kiri semakin sering frekuensinya.

Sampai akhirnya aku tidak kuat melayani serangan-serangan awalnya. Jari-jari tangan kananku yang mulus dan lembut menangkap kontolnya yang sudah berdiri dengan gagahnya. "Om.. kontolnya besar ya", ucapku. Sambil membiarkan mulut, wajah, dan tangannya terus memainkan dan menggeluti kedua belah toketku, jari-jari lentik tangan kananku meremas-remas perlahan kontolnya secara berirama. Dia merengkuh tubuhku dengan gemasnya. Dikecupnya kembali daerah antara telinga dan leherku. Kadang daun telinga sebelah bawahnya dikulum dalam mulutnya dan dimainkan dengan lidahnya. Kadang ciumannya berpindah ke punggung leherku yang jenjang. Dijilati pangkal helaian rambutku yang terjatuh di kulit leherku. Sementara tangannya mendekap dadaku dengan eratnya. Telapak dan jari-jari tangannya meremas-remas kedua belah toketku. Remasannya kadang sangat kuat, kadang melemah. Sambil telunjuk dan ibu jari tangan kanannya menggencet dan memelintir perlahan pentil toket kiriku, sementara tangan kirinya meremas kuat bukit toket kananku dan bibirnya menyedot kulit mulus pangkal leherku yang bebau harum, kontolnya digesek-gesekkan dan ditekan-tekankan ke perutku. Aku pun menggelinjang ke kiri-kanan. "Ah... om... ngilu... terus om... terus... ah... geli... geli...terus... hhh... enak... enaknya... enak...," aku merintih-rintih sambil terus berusaha menggeliat ke kiri-kanan dengan berirama sejalan dengan permainan tangannya di toketku. Akibatnya pinggulku menggial ke kanan-kiri. "Sin.. enak sekali Sin... sssh... luar biasa... enak sekali...," diapun mendesis-desis keenakan. "Om keenakan ya? kontol om terasa besar dan keras sekali menekan perut Sintia. Wow... kontol om terasa hangat di kulit perut Sintia. Tangan om nakal sekali ... ngilu,...," rintihku. "Jangan mainkan hanya pentilnya saja... geli... remas seluruhnya saja..." aku semakin menggelinjang-gelinjang dalam dekapan eratnya. Aku sudah makin liar saja desahannya, aku sangat menikmati gelutannya, lupa bahwa dia ini om suamiku. "Om.. remasannya kuat sekali... Tangan om nakal sekali..Sssh... sssh... ngilu... ngilu...Ak... kontol om ... besar sekali... kuat sekali..."

Aku menarik wajahnya mendekat ke wajahku. Bibirku melumat bibirnya dengan ganasnya. Dia pun tidak mau kalah. Dilumatnya bibirku dengan penuh nafsu yang menggelora, sementara tangannya mendekap tubuhku dengan kuatnya. Kulit punggungku yang teraih oleh telapak tangannya diremas-remas dengan gemasnya. Kemudian dia menindihi tubuhku. Kontolnya terjepit di antara pangkal pahaku dan perutnya bagian bawah. Akhirnya dia tidak sabar lagi. Bibirnya kini berpindah menciumi dagu dan leherku, sementara tangannya membimbing kontolnya untuk mencari nonokku. Diputar-putarkan dulu kepala kontolnya di kelebatan jembut disekitar bibir nonokku. Aku meraih kontolnya yang sudah amat tegang. Pahaku yang mulus itu terbuka agak lebar. "Om kontolnya besar dan keras sekali" kataku sambil mengarahkan kepala kontolnya ke nonokku. Kepala kontolnya menyentuh bibir nonokku yang sudah basah. Dengan perlahan-lahan dan sambil digetarkan, kontol ditekankan masuk ke kunonok. Kini seluruh kepala kontolnya pun terbenam di dalam nonokku. Dia menghentikan gerak masuk kontolnya.

"Om... teruskan masuk... Sssh... enak... jangan berhenti sampai situ saja...," aku protes atas tindakannya. Namun dia tidak perduli. Dibiarkan kontolnya hanya masuk ke nonokku hanya sebatas kepalanya saja, namun kontolnya digetarkan dengan amplituda kecil. Sementara bibir dan hidungnya dengan ganasnya menggeluti leherku yang jenjang, lengan tanganku yang harum dan mulus, dan ketiakku yang bersih dari bulu. Aku menggelinjang-gelinjang dengan tidak karuan. "Sssh... sssh...enak... enak... geli... geli, om. Geli... Terus masuk, om.." Bibirnya mengulum kulit lengan tanganku dengan kuat-kuat. Sementara tenaga dikonsentrasikan pada pinggulnya. Dan... satu... dua... tiga! kontolnya ditusukkan sedalam-dalamnya ke dalam nonokku dengan sangat cepat dan kuat. Plak! Pangkal pahanya beradu dengan pangkal pahaku yang sedang dalam posisi agak membuka dengan kerasnya. Sementara kontolnya bagaikan diplirid oleh bibir nonokku yang sudah basah dengan kuatnya sampai menimbulkan bunyi: srrrt! "Auwww!" pekikku. Dia diam sesaat, membiarkan kontolnya tertanam seluruhnya di dalam nonokku tanpa bergerak sedikit pun. "Sakit om... " kataku sambil meremas punggungnya dengan keras. Dia pun mulai menggerakkan kontolnya keluar-masuk nonokku. Seluruh bagian kontolnya yang masuk nonokku dipijit-pijit dinding lobang nonokku dengan agak kuatnya. "Bagaimana Sin, sakit?" tanyaku. "Sekarang sudah enggak om...ssh... enak sekali... enak sekali... kontol om besar dan panjang sekali... sampai-sampai menyumpal penuh seluruh penjuru nonok Sintia..," jawabku. Dia terus memompa nonokku dengan kontolnya perlahan-lahan. Toketku yang menempel di dadanya ikut terpilin-pilin oleh dadanya akibat gerakan memompa tadi. Kedua pentilku yang sudah mengeras seakan-akan mengkilik-kilik dadanya. Kontolnya diiremas-remas dengan berirama oleh otot-otot nonokku sejalan dengan genjotannya tersebut. Sementara setiap kali menusuk masuk kepala kontolnya menyentuh suatu daging hangat di dalam nonokku. Sentuhan tersebut serasa geli-geli nikmat.

Dia mengambil kedua kakiku dan mengangkatnya. Sambil menjaga agar kontolnya tidak tercabut dari nonokku, dia mengambil posisi agak jongkok. Betis kananku ditumpangkan di atas bahunya, sementara betis kiriku didekatkan ke wajahnya. Sambil terus mengocok nonokku perlahan dengan kontolnya, betis kiriku yang amat indah itu diciumi dan dikecupi dengan gemasnya. Setelah puas dengan betis kiri, ganti betis kanannya yang diciumi dan digeluti, sementara betis kiriku ditumpangkan ke atas bahunya. Begitu hal tersebut dilakukan beberapa kali secara bergantian, sambil mempertahankan gerakan kontolnya maju-mundur perlahan di nonok ku. Setelah puas dengan cara tersebut, dia meletakkan kedua betisku di bahunya, sementara kedua telapak tangannya meraup kedua belah toketku. Masih dengan kocokan kontol perlahan di nonokku, tangannya meremas-remas toket montok ku. Kedua gumpalan daging kenyal itu diremas kuat-kuat secara berirama. Kadang kedua pentilku digencet dan dipelintir-pelintir secara perlahan. Pentilku semakin mengeras, dan bukit toketku semakin terasa kenyal di telapak tangannya. Aku pun merintih-rintih keenakan. Mataku merem-melek, dan alisku mengimbanginya dengan sedikit gerakan tarikan ke atas dan ke bawah. "Ah... om, geli... geli... ... Ngilu om, ngilu... Sssh... sssh... terus om, terus.... kontol om membuat nonok Sintia merasa enak sekali... Nanti jangan dingecretinkan di luar nonok, ya om. Ngecret di dalam saja... " Dia mulai mempercepat gerakan masuk-keluar kontolnya di nonokku. "Ah-ah-ah... bener, om. Bener... yang cepat...Terus om, terus... " Dia bagaikan diberi spirit oleh rintihan-rintihanku.
Tenaganya menjadi berlipat ganda. Ditingkatkan kecepatan keluar-masuk kontolnya di nonokku. Terus dan terus. Seluruh bagian kontolnya diremas-remas dengan cepatnya oleh nonokku. Aku menjadi merem-melek. Begitu juga dirinya, dia pun merem-melek dan mendesis-desis karena merasa keenakan yang luar biasa.

"Sssh... sssh... Sin... enak sekali... enak sekali nonokmu... enak sekali nonokmu..." "Ya om, Sintia juga merasa enak sekali... terusss...terus om, terusss..." Dia meningkatkan lagi kecepatan keluar-masuk kontolnya pada nonokku. "Om... sssh... sssh... Terus... terus... Sintia hampir nyampe...sedikit lagi... sama-sama ya om...," aku jadi mengoceh tanpa kendali. Dia mengayuh terus. Sementara itu nonokku berdenyut dengan hebatnya. "Om... Ah-ah-ah-ah-ah... Mau keluar om... mau keluar..ah-ah-ah-ah-ah... sekarang ke-ke-ke..." Tiba-tiba kontolnya dijepit oleh dinding nonok ku dengan sangat kuatnya. Di dalam nonokku, kontolnya disemprot oleh cairan yang keluar dari nonokku dengan cukup derasnya. Dan aku meremas lengan tangannya dengan sangat kuatnya. Aku pun berteriak tanpa kendali: "...keluarrr...!" Mataku membeliak-beliak. Sekejap tubuh kurasakan mengejang.

Dia pun menghentikan genjotannya. Kontolnya yang tegang luar biasa dibiarkan tertanam dalam nonokku. Aku memejam beberapa saat dalam menikmati puncak. Setelah sekitar satu menit berlangsung, remasan tanganku pada lengannya perlahan-lahan mengendur. Kelopak mataku pun membuka, memandangi wajahnya. Sementara jepitan dinding nonokku pada kontolnya berangsur-angsur melemah, walaupun kontolnya masih tegang dan keras. Kedua kakiku lalu diletakkan kembali di atas ranjang dengan posisi agak membuka. Dia kembali menindih tubuh telanjangku dengan mempertahankan agar kontolnya yang tertanam di dalam nonokku tidak tercabut.

"Om... luar biasa... rasanya seperti ke langit ke tujuh," kataku dengan mimik wajah penuh kepuasan. Kontolnya masih tegang di dalam nonokku. Kontolnya masih besar dan keras. Dia kembali mendekap tubuhku. Kontolnya mulai bergerak keluar-masuk lagi di nonokku, namun masih dengan gerakan perlahan. Dinding nonokku secara berangsur-angsur terasa mulai meremas-remas kontolnya. Namun sekarang gerakan kontolnya lebih lancar dibandingkan dengan tadi. Pasti karena adanya cairan yang disemprotkan oleh nonokku beberapa saat yang lalu. "Ahhh...om... langsung mulai lagi... Sekarang giliran om.. semprotkan peju om di nonok Sintia.. Sssh...," aku mulai mendesis-desis lagi. Bibirnya mulai memagut bibirku dan melumat-lumatnya dengan gemasnya. Sementara tangan kirinya ikut menyangga berat badannya, tangan kanannya meremas-remas toket ku serta memijit-mijit pentilnya, sesuai dengan irama gerak maju-mundur kontolnya di nonokku. "Sssh... sssh... sssh... enak om, enak... Terus...teruss... terusss...," desisku. Sambil kembali melumat bibirku dengan kuatnya, dia mempercepat genjotan kontolnya di nonokku. Pengaruh adanya cairan di dalam nonokku, keluar-masuknya kontol pun diiringi oleh suara, "srrt-srret srrrt-srrret srrt-srret..." Aku tidak henti-hentinya merintih kenikmatan, "Om... ah... "

Kontolnya semakin tegang. Dilepaskannya tangan kanannya dari toketku. Kedua tangannya kini dari ketiak ku menyusup ke bawah dan memeluk punggungku. Akupun memeluk punggungnya dan mengusap-usapnya. Dia pun memulai serangan dahsyatnya. Keluar-masuknya kontolnya ke dalam nonok ku sekarang berlangsung dengan cepat dan bertenaga. Setiap kali masuk, kontol dihunjamkan keras-keras agar menusuk nonokku sedalam-dalamnya. Kontolnya bagai diremas dan dihentakkan kuat-kuat oleh dinding nonokku. Sampai di langkah terdalam, aku membeliak sambil mengeluarkan seruan tertahan, "Ak!" Sementara daging pangkal pahanya bagaikan menampar daging pangkal pahaku sampai berbunyi: plak! Di saat bergerak keluar nonokku, kontolnya dijaga agar kepalanya tetap tertanam di nonokku. Remasan dinding nonokku pada kontolnya pada gerak keluar ini sedikit lebih lemah dibanding dengan gerak masuknya. Bibir nonokku yang mengulum kontolnya pun sedikit ikut tertarik keluar. Pada gerak keluar ini aku mendesah, "Hhh..." Dia terus menggenjot nonokku dengan gerakan cepat dan menghentak-hentak. Aku meremas punggungnya kuat-kuat di saat kontol dihunjam masuk sejauh-jauhnya ke nonokku. Beradunya daging pangkal paha menimbulkan suara: Plak! Plak! Plak! Plak! Pergeseran antara kontolnya dan nonokku menimbulkan bunyi srottt-srrrt... srottt-srrrt... srottt-srrrt... Kedua nada tersebut diperdahsyat oleh pekikan-pekikan kecilku: "Ak! Hhh... Ak! Hhh... Ak! Hhh..." "Sin... Enak sekali Sin... nonokmu enak sekali... nonokmu hangat sekali... jepitan nonokmu enak sekali..." "Om... terus om...," rintihku, "enak om... enaaak... Ak! Hhh..." Diapun mengocokkan kontolnya ke nonokku dengan semakin cepat dan kerasnya. Setiap masuk ke dalam, kontolnya berusaha menusuk lebih dalam lagi dan lebih cepat lagi dibandingkan langkah masuk sebelumnya. "Sin... aku... aku..." Karena menahan rasa nikmat yang luar biasa dia tidak mampu menyelesaikan ucapannya yang memang sudah terbata-bata itu. "Om, Ines... mau nyampe lagi... Ak-ak-ak... aku nyam..."

Tiba-tiba kontolnya mengejang dan berdenyut dengan amat dahsyatnya. Dia tidak mampu lagi menahan lebih lama lagi. Namun pada saat itu juga tiba-tiba dinding nonok ku mencekik kuat sekali. Dengan cekikan yang kuat dan enak sekali itu, dia tidak mampu lagi menahan jebolnya bendungan pejunya. Pruttt! Pruttt! Pruttt! Kepala kontolnya disemprot cairan nonokku, bersamaan dengan pekikanku, "...nyampee...!" Tubuhku mengejang dengan mata membeliak-beliak. "Sin...!" dia melenguh keras-keras sambil merengkuh tubuhku sekuat-kuatnya. Wajahnya dibenamkan kuat-kuat di leherku yang jenjang. Pejunya pun tak terbendung lagi. Crottt! Crottt! Crottt! Pejunya menyembur dengan derasnya, menyemprot dinding nonokku yang terdalam. Kontolnya yang terbenam semua di dalam nonokku terasa berdenyut-denyut.

Beberapa saat lamanya kami terdiam dalam keadaan berpelukan erat sekali. Dia menghabiskan sisa-sisa peju dalam kontolnya. Cret! Cret! Cret! kontolnya menyemprotkan lagi peju yang masih tersisa ke dalam nonokku. Kali ini semprotannya lebih lemah. Perlahan-lahan baik tubuhku maupun tubuhnya tidak mengejang lagi. Dia menciumi leher mulusku dengan lembutnya, sementara aku mengusap-usap punggungnya dan mengelus-elus rambutnya. Aku merasa puas sekali dientot om.
Posted by Tante Marsya at 02:53
Labels: Sedarah

kk
Monday, 25 January 2010
Adik suamiku
Pengalaman nyata ini terjadi kurang lebih 19 tahun yang lalu. Panggil saja aku Wita (nama samaran). Saat itu usiaku 24 tahun dan sudah mempunyai 2 anak yang masih balita. Untuk mengisi waktu aku bekerja sebagai salah satu manager pada perusahaan yang berkantor di kawasan Kebayoran Baru. Banyak orang mengatakan diriku cantik. Dengan tinggi badan 161 cm, berat badan 48 kg aku masih kelihatan seperti gadis remaja.


Sejak masih remaja nafsu seksku memang tinggi. Keperawananku telah direnggut oleh seorang pria mantan pacar pertamaku, saat aku berusia 17 tahun. Semasa pacaran dengan suamiku yang sekarang, sebut saja namanya Zali, kami berdua telah sering melakukan hubungan seks. Untungnya hubungan seks yang cukup kami berdua lakukan sebelum menikah itu tidak sampai membuahkan hasil. Aku bersyukur walau Zali mendapatkan diriku yang sudah tidak perawan lagi, ia tetap bertanggung jawab menikahiku.

Kecintaan suami terhadap kedua orang tuanya, menyebabkan kami sekeluarga tinggal di rumah mertua. Di rumah mertua juga masih tinggal empat orang adik ipar, dimana dua diantaranya adalah adik ipar laki-laki yang sudah dewasa. Pekerjaan yang digeluti suami, menyebabkan suamiku sering melakukan tugas dinas ke luar kota.

Suatu hari, sekitar bulan Mei, suamiku mendapat tugas ke daerah untuk jangka waktu dua bulan. Beberapa hari sebelum keberangkatannya, tanpa diduga ia bertanya kepadaku, "Mam, seandainya Papa pergi Untuk waktu yang cukup lama, apakah Mama tahan nggak ngeseks?" Aku terkejut mendengar pertanyaan suamiku itu, "Nggak lah Pap.." Namun suamiku tetap mendesakku, dan selanjutnya berkata, "Papa nggak keberatan kok jika Mama mau selingkuh dengan pria lain, asalkan Mama mau dan pria itu sehat, Papa mengenalnya dan Mama jujur." Aku menjawab, "Mana mungkin lah Pap, siapa sih yang mau sama aku."

Kemudian suamiku menawarkan beberapa nama antara lain bosku, teman-teman prianya dan terakhir salah satu adik kandungnya (sebut saja namanya Ary, usianya lebih muda satu tahun dariku). Walaupun aku mencoba mengelak untuk menjawabnya, ternyata suamiku tetap merayuku untuk berselingkuh dengan pria lain. Pada akhirnya ia menawarkan aku untuk berselingkuh dengan Ary. Terus terang, Ary memang adik iparku yang paling ganteng bahkan lebih ganteng dari suamiku. Selain itu, Ary sering membantuku dan dekat dengan kedua anakku. Perasaanku agak berdebar mendengar tawaran ini dan saat itu pikiranku tergoda dan mengkhayal jika hal ini benar-benar terjadi.

Kemudian aku mencoba mencari tahu alasan suami menawarkan adiknya, Ary, sebagai pasangan selingkuhku. Tanpa kuduga dan bak halilintar di tengah hari bolong, suamiku bercerita bahwa sebelumnya tanpa sepengetahuanku ia pernah berselingkuh dengan adik kandungku yang berusia 19 tahun saat adikku tinggal bersama kami di kota M. Pengakuan suamiku itu menimbulkan kemarahanku. Kuberondong suamiku dengan beberapa pertanyaan, kenapa tega berbuat itu dan apa alasannya. Dengan memohon maaf dan memohon pengertianku, suamiku memberikan alasan bahwa hal itu dilakukan selain karena lupa diri, juga sebenarnya untuk menebus kekecewaannya karena tidak mendapatkan perawanku pada malam pengantin. Aku mencoba menanggapi alasannya, "Kenapa Papa dulu mau menikahiku.." Suamiku hanya menjawab bahwa ia benar-benar mencintaiku. Mendengar alasan tersebut, aku terdiam dan dapat menerima kenyataan itu, walau yang agak kusesalkan kenapa ia lakukan dengan adik kandungku. Selanjutnya suamiku berkata, "Itulah Mam mengapa Papa menawarkan Ary sebagai teman selingkuh Mama, tak lain sebagai penebus kesalahan Papa dan juga agar skor menjadi 1-1," sambil ia memeluk dan menciumiku dengan penuh kasih sayang.

Aku mencoba merenung, dan dalam benakku muncul niat untuk melakukannya. Pertama, jelas aku menuruti harapan suami. Kedua, kenapa kesempatan itu harus kusia-siakan, karena selain ada ijin dari suami, juga akan ada pria lain yang mengisi kesepianku, lebih-lebih dapat memenuhi kebutuhan seksku yang selalu menggebu-gebu dan sangat tinggi. Sempat kubayangkan wajah Ary yang selama ini kuketahui masih perjaka. Ketampanannya yang ditunjang oleh fisiknya yang tegap dan gagah. Kubayangkan tentunya akan sangat membahagiakan diriku. Bermodalkan khayalan ini kuberanikan berkata kepada suamiku, "Boleh aja Pap, asal Ary mau.." Mendengar perkataanku tersebut, suamiku langsung memelukku dan akhirnya kami berdua melanjutkan permainan seks yang sangat memuaskan.

Sehari setelah suamiku berangkat ke luar kota, aku mulai berpikir mencari strategi bagaimana mendekati Ary. Selain memancing perhatian Ary di rumah, kutemukan jalan keluar yaitu minta tolong dijemput pulang dari kantor. Waktu kerja di kantorku dibagi dalam dua shift, yaitu shift pagi (08:00 - 14:30) dan shift siang (14:30 - 21:00). Rute pengantaran selalu berganti-ganti, karenanya jika aku mendapat giliran terakhir, pasti sampai rumah agak terlambat. Hal ini aku keluhkan kepada kedua mertuaku. Mendengar keluhanku ini, kedua mertuaku menyarankan agar setiap kali pulang dari dinas siang, tidak perlu ikut mobil antaran, nanti Ary yang akan disuruh menjemputku. Hatiku begitu gembira mendengar saran ini, karena inilah yang kutunggu-tunggu untuk lebih dekat pada Ary. Sampai kedua kali Ary datang menjemputku dengan motornya, sikapnya padaku masih biasa-biasa saja, walau dalam perjalanan pulang di atas motor, kupeluk erat-erat pinggangnya dan sekali-kali sengaja kusentuh kontolnya.

Suatu hari, pembantu rumah tanggaku terserang penyakit. Karena aku dinas siang, mertuaku menyuruhku membawanya ke rumah sakit bersama Ary. Sambil menunggu giliran pembantuku dipanggil dokter, aku dan Ary mengobrol. Dalam obrolan itu, Ary menanyakan beberapa hal antara lain berapa lama suamiku dinas di luar kota, dan apa aku tidak kesepian ditinggal cukup lama. Pertanyaan terakhir ini cukup mengejutkan diriku, dan bertanya sendiri dalam hati apa maksudnya. Tanpa sungkan aku memberanikan diri menjawab untuk memancing reaksinya. "Yakh sudah tentu kesepian donk Ri, apalagi kalau lama tidak disiram-siram." sambil aku tersenyum genit. Entah benar-benar lugu atau berpura-pura, Ary menanggapinya, "Apanya yang disiram-siram.." Kujawab saja, "Masa sih nggak ngerti, ibarat pohon kalau lama nggak disiram bisa layu kan.." Ary hanya terdiam dan tidak banyak komentar, namun aku yakin bahwa Ary tentunya mengerti apa yang kuisyaratkan kepadanya.

Selesai urusan pembantuku, kami semua kembali ke rumah. Seperti biasa jam 14:00 aku sudah dijemput kendaraan kantor. Sekitar jam 16:00 aku menerima telepon dari Ary. Selain mengatakan akan menjemputku pulang, ia juga menyinggung kembali kata-kataku tentang 'siram menyiram'. Kukatakan padanya, "Coba aja terjemahkan sendiri.." Sambil tertawa di telepon, Ary berkata, "Iya deh nanti Ary yang siram.."

Tepat jam 21:00, Ary sudah datang menjemputku dengan motornya. Dalam perjalanan, kutempelkan tubuhku erat-erat dengan melingkarkan tanganku di pinggangnya. Aku mencoba memancing reaksi Ary dengan menyentuhkan jari-jari tanganku ke kontolnya. Kurasakan kontolnya menjadi keras. Saat berada di depan Taman Ria Remaja Senayan, Ary membelokan motornya masuk. Aku sedikit kaget, dan mencoba bertanya, "Ri, kok berhenti di sini sih..?" Ary menjawab, "Nggak apa-apa kan, sekali-kali mampir cuci pemandangan, sekalian ngobrol lagi soal siram-siraman." Aku mengangguk dan menjawab, "Iya boleh juga Ri.."

Setelah parkir motor, tanpa sungkan, Ary menggandeng pinggangku sambil berjalan, dan aku tak merasa risih mendapat perlakuan ini. Setelah berhenti sebentar membeli dua cup coca cola dan popcorn, sambil bergandengan aku dibawa Ary ke tempat yang agak gelap dan sepi. Dalam perjalanan, kulihat beberapa pasangan yang sedang asyik masyuk bercinta, yang mebuat nafsu seksku naik.

Setelah mendapat tempat yang strategis, tidak ada orang di kiri kanan, kami berdua duduk bersebelahan dengan rapat. Kemudian Ary membuka pembicaraan dengan kembali mengulangi pertanyaannya. "Berapa lama Mas Zali tugas di luar kota.?"
Kujawab, "Yah.. katanya sih dua bulanan, memang kenapa Ri? "Apa Wita nggak akan kesepian begitu cukup lama ditinggal Mas Zali?" kata Ary. "Yah tentunya normal dong kesepian, apalagi nggak disiram-siram." kuulangi jawaban yang sama sambil kupandang wajah Ary dengan ekspresi menggoda. Tiba-tiba Ary meletakkan tangannya di pundakku dan dengan beraninya menarik wajahku. Kemudian ia mencium pipi dan melumat bibirku dengan penuh nafsu. Diriku seperti terbang, kulayani lumatan bibirnya dengan penuh nafsu pula. Sambil berciuman, dengan lirih Ary bertanya, "Oh Wita sangat cantik, boleh nggak Ary mengisi kesepian Wita?" Sebagai jawaban kubisikkan di telinganya, "Oh.. Ri, boleh saja, Wita memang kesepian dan butuh orang yang dapat memuaskan.."

Sambil berciuman, tangan Ary membuka kancing bajuku dan memasukkan tangannya di balik kutangku sambil meremas-remas buah dadaku dan memilin-milin puting susuku. Tubuhku menggelinjang menahan rangsangan tangannya. Kemudian tangannya terus turun ke bawah, dari balik rokku dan celana dalamku yang sudah basah, ia memasukkan jari-jari tangannya mempermainkan klitorisku. Nafsuku semakin naik, dengan lirih aku mengerang, "Oh.. oh Ri, aduh Ary pinter sekali.. oh.. puaskan Wita Ri.. Oh.." Dengan semangat Ary mempermainkan memekku sambil kadang-kadang ia melumat bibirku. Tubuhku terasa terbang menikmati permainan jari-jari tangannya di memekku. Kurasakan satu dan akhirnya dua jari Ary masuk ke dalam lubang memekku. "Oh.. Ri.. aduh.. enaknya Ri.. oh terus Ri.." aku mengerang menahan kenikmatan. Mendengar eranganku, kedua jari tangan Ary makin mengocok lubang memekku dengan gerakan yang sangat merangsang. Dan akhirnya, beberapa menit kemudian karena tak tahan, aku mencapai orgasme. "Oh Ri, aagh.. Wita keluar Ri.." Kujilati seluruh permukaan wajah Ary dan kulumat bibirnya dengan nafsuku yang masih tinggi. Ary masih tetap memainkan kedua jarinya di dalam memekku. Begitu hebatnya permainan kedua jari tangan Ary yang menyentuh daerah-daerah sensitif di dalam lubang memekku, membuatku orgasme sampai tiga kali.

Kelihatannya Ary begitu bernafsu dan saat itu ia mengajakku bersetubuh. "Wita.. boleh nggak Ary masukkan Kontol Ary ke dalam memek Wita?" Walau aku sebenarnya juga menginginkannya, namun aku khawatir dan sadar akan bahaya kalau ketahuan satpam Taman Ria. Kujawab saja, "Jangan di sini Ri, bahaya kalau ketahuan satpam, nanti di rumah saja ya Yang.."
"Benar nih jangan bohong ya.. dan bagaimana caranya?" tanya Ary.
Kujawab saja, "Nanti kamar nggak dikunci, masuk aja Ri, yang penting jangan ketahuan orang rumah."

Akhirnya Ary setuju dengan tawaranku itu. Mengingat waktu sudah menunjukkan jam 22:10 kami berdua sepakat pulang. Sebelum meninggalkan tempat, sambil berdiri kami berdua berpelukan erat, saling melumat bibir dan lidah. Sambil bergandengan mesra, tanpa khawatir kalau ada orang yang kenal melihatnya, kami berdua berjalan menuju parkir motor. Dalam perjalanan pulang, kupeluk erat tubuh Ary, sambil jari-jari tangan kananku membelai dan meremas-remas Kontolnya dari balik celananya.

Sesampainya di rumah, selesai mandi kukenakan daster tidurku tanpa celana dalam, dan kusemprotkan parfum di tubuhku, siap menanti pria yang akan mengisi kebutuhan seksku. Kulihat kedua anakku sudah tidur pulas. Kemudian kira-kira jam 23:30 kumatikan lampu kamar dan kurebahkan tubuhku di tempat tidur terpisah dari tempat tidur anak-anakku. Sambil tidur-tidur ayam, kunantikan Ary masuk ke kamarku. Sekitar jam 01:00, kulihat pintu kamar yang sengaja tidak kukunci secara perlahan dibuka orang. Kulihat Ary dengan sarung masuk. Setelah ia menutup kembali pintu kamar dan menguncinya, ia menuju tempat tidurku dan langsung menindih tubuhku dan menciumi wajah serta bibirku. Sambil menciumiku, tangannya menggerayangi memekku. Ary berkata, "Wah sudah siap nih ya.. nggak pakai celana dalam.." Tak berapa lama Ary mengangkat dasterku dan mempermainkan klitorisku dan sesekali memasukkan jarinya ke lubang memekku, membuatku melayang dan memekku cepat banjir. Ternyata Ary juga sudah siap dengan tidak memakai celana dalam. Digesek-gesekannya Kontolnya yang sudah mengeras di pahaku sambil jari-jari tangannya mempermainkan memekku. Kubalas gerakan Ary dengan meremas-remas dan mengocok Kontolnya. Nafsuku semakin naik, begitu juga Ary karena nafasnya terdengar semakin memburu. Sambil tersengal-sengal, ia melenguh, "Oh.. oh.. Wita.. Ary sudah nafsu.. Wita haus kan.. Ary masukkan ya.." Aku pun sudah tidak tahan, "Oh Ri.. masukkan cepat Kontolnya.. Wita sudah nggak tahan.. Ohh Ri.."

Kemudian, "Slep.." kurasakan Kontol Ary yang lebih besar dan panjang dibandingkan Kontol suamiku itu masuk dengan mudah masuk ke dalam lubang memekku yang sudah benar-benar basah itu. Kurasakan Kontolnya sampai menyentuh dinding memekku yang terdalam. "Oh.. Ri.. aduh enaknya Ri.. oh gede Ri.." aku merintih, sambil kupeluk erat tubuh Ary. Kudengar pula rintihan Ary sambil menurun-naikkan Kontolnya di dalam memekku. "Oh.. oh.. agh.. Wita, enak sekali memek Wita.. oh.. aagh.." Dari cara permainannya, aku merasakan Ary belum berpengalaman dalam hal seks dan kelihatannya baru pertama kali ia berbuat begini. Mungkin karena begitu nafsunya kami berdua kurang lebih 10 menit menikmati hujaman Kontol Ary, aku sudah mau mencapai orgasme. "Oh.. agh.. aduh Ri.. cepatkan tusukannya Ri.. Wita mau keluar.. oh...aagh.." Kurasakan Ary pun sudah mau orgasme. "Oh.. agh.. Mbak, Ary juga mau keluar.. oh.. aaaghh.." Tak lama kemudian, berbarengan dengan keluarnya spermaku, kurasakan semburan sperma yang keluar dari kontol Ary yang masih perjaka, keras dan berkali-kali memenuhi lubang memekku. Kami berdua berpelukan erat merasakan kenikmatan yang tiada taranya ini. Kubisikkan di telinga Ary, "Terima kasih Ri, Mbak puas sekali.." Ary pun berbisik, "Aduh Wita, baru pertama kali ini Ary rasakan enaknya memek.. Wita puas kan.." tambahnya.

Kemudian, Ary mencabut Kontolnya dari dalam lubang memekku. Aku berusaha menahannya karena aku ingin nambah lagi. Ary berbisik, "Besok-besok aja lagi, sekarang Ary harus keluar.. takut ada orang yang bangun.." Setelah mengecup kening dan pipiku, Ary permisi keluar. Kubisikkan di telinganya, "Hati-hati ya Ri.. jangan sampai ketahuan orang lain.." Walaupun belum begitu puas, tapi hatiku bahagia bahwa Ary akan mengisi kesepian dan memenuhi kebutuhan seksku selama suami di luar kota. Dalam hati aku pun mengucapkan terima kasih kepada suamiku atas ijinnya dan pilihannya yang tepat.

Setelah kejadian pertama ini, hubungan seksku dengan adik suamiku ini terus berlanjut. Sayangnya hal ini kami berdua lakukan di rumah, karena saat itu memang tidak pernah terpikir untuk main di luar misalnya di Motel. Saking puasnya menikmati permainan seks dari Ary, aku lupa akan jadwal kalender KB yang selama ini kugunakan. Sedangkan setiap kali Ary menyetubuhiku, spermanya selalu ditumpahkan di dalam memekku. Aku sendiri memang tidak menginginkan sperma Ary ditumpahkan di luar, karena justru merasakan semburan dan kehangatan sperma Ary di dalam memekku, merupakan suatu kenikmatan yang luar biasa. Akibatnya setelah beberapa kali melakukan hubungan, aku sempat terlambat 6 hari datang bulan (mens). Hal ini kuceritakan kepada Ary, saat kami mengobrol berdua di paviliun. Khawatir benar-benar hamil, kuminta Ary mengantarku ke dokter untuk memeriksakannya. Pada mulanya Ary tidak setuju, dan ingin mempertahankan kehamilanku. Aku tidak setuju dan tetap ingin menggugurkannya.

Keesokan paginya dengan diantar Ary, aku memeriksakan diri ke suatu rumah sakit bagian kandungan. Ternyata hasil pemeriksaan tidak bisa keluar hari itu juga, dan harus menunggu tiga hari. Sampai dua hari setelah pemeriksaan dokter, ternyata mens-ku masih belum datang. Aku tidak sabar dan khawatir jika ternyata aku benar-benar hamil. Hal ini kuutarakan kepada Ary dan kuminta ia membantu membelikan satu botol bir hitam untukku. Keesokan harinya, Ary menyerahkan bir hitam itu kepadaku, dan malamnya kuminum. Tiga hari setelah minum bir hitam tersebut, mens-ku datang.

Setelah mens-ku selesai sekitar 7 hari, aku dan Ary melanjutkan lagi hubungan seks seperti biasanya. Praktis selama dua bulan ada 18 kali aku dan Ary berhasil melakukan hubungan seks yang memuaskan dengan aman tanpa ketahuan keluarga di rumah. Keinginan untuk melakukannya setiap hari sulit terlaksana, mengingat situasi rumah yang tidak memungkinkan. Dari sekian kali hubungan seksku dengan Ary, seingatku ada tiga kali yang benar-benar sangat memuaskan diriku. Selain kejadian yang pertama kali, hubungan seksku dengan Ary yang sangat memuaskan adalah sewaktu kami berdua melakukan di suatu siang hari dan saat malam takbiran. Kejadian di siang hari itu, yaitu saat aku selesai mandi dan bersiap-siap berhias diri mau pergi ke kantor. Saat itu kedua mertuaku dan adik-adik iparku yang lain sedang tidak ada di rumah. Yang ada hanya Ary, yang kebetulan sudah pulang dari kantornya, karena hari Jumat. Kedua anakku asyik bermain dengan pengasuhnya.

Tanpa sepengetahuanku, saat aku memakai make-up, tiba-tiba Ary masuk kamarku yang tidak terkunci. Setelah menutup pintu kembali dan menguncinya, dari belakang ia memelukku, melepaskan handuk yang membungkus tubuhku, sehingga aku dalam posisi telanjang bulat. Diciumnya pundak belakangku, sambil tangannya memainkan kedua payudaraku, dan turun mempermainkan memekku. Akibatnya, aku tak tahan dan memekku cepat basah. Segera kubalikkan tubuhku dan kupeluk serta kulumat bibir Ary dengan penuh nafsu. Kemudian kubuka reitsleting celananya dan kutanggalkan celana panjang dan celana dalamnya. Kemudian aku jongkok di hadapannya, sambil meremas, menjilati, dan mengulum Kontolnya dalam mulutku.

Setelah kurasakan Kontolnya semakin keras, kudorong tubuh Ary duduk di tepi tempat tidur. Kemudian aku berdiri membelakanginya, dan setengah jongkok kupegang dan kuarahkan Kontolnya masuk ke dalam lubang kewanitaanku yang sudah basah itu. Kuturun-naikkan dan kuputar pinggulku untuk merasakan nikmatnya Kontol Ary yang telah masuk seluruhnya dalam lubang memekku. Sambil bergoyang itu, aku merintih dan berdesah, "Oooh.. aaaghh.." Ary tak mau ketinggalan, ia membantu menurun-naikkan pinggulku dan kadang-kadang meremas-remas kedua buah dadaku. Kurang lebih tiga menit dengan posisi ini, terasa aku sudah mau orgasme. Kupercepat gerakan turun naik dan goyangan pinggulku, dan saat itu Ary merintih, "Oh.. oh.. Wita, Ary mau keluar.. oh.."

Akhirnya berbarengan dengan keluarnya spermaku, kurasakan Kontol Ary menyemprotkan spermanya dengan keras memenuhi lubang memekku. Tubuhku terasa terbang merasakan semprotan yang hangat dan nikmat itu. Kemudian kukeluarkan Kontol Ary dari lubang memekku. Kulihat masih cukup keras. Dengan penuh nafsu kujilati, kuhisap Kontol Ary yang masih basah diselimuti campuran sperma kami berdua.

Tak berapa lama kemudian Kontol Ary kembali keras. Kemudian kuminta Ary menyetubuhiku dari belakang. Dengan menopangkan kedua tanganku di atas meja hias dan posisi menungging, kusuruh Ary memasukkan Kontolnya ke dalam lubang memekku dari belakang. Betapa nikmatnya kurasakan Kontol Ary menghunjam masuk ke dalam lubang memekku, kemudian sambil meremas-remas kedua buah dadaku, Ary mempercepat tusukan Kontolnya. Dari cermin yang berada di hadapanku, kulihat gerakan dan ekspresi wajah Ary yang sedang mempermainkan Kontolnya di dalam lubang memekku. Situasi ini menambah naiknya birahiku. Kurang lebih tiga menit merasakan tusukan-tusukan Kontolnya, aku tak tahan ingin orgasme lagi. Aku merintih, "Aduh.. oh.. agh.. Ri, tembus Ri.. aagh.. Wita mau keluar lagi, cepatkan Ri.. oh.. aaghhh.." Ternyata Ary pun mau keluar. Ia pun merintih, "Oh.. augh.. Wita, Ary juga mau keluar.. aduh.. Wita.. bareng ya.. oh.." Beberapa saat kemudian, secara bersamaan aku dan Ary mencapai orgasme. Kurasakan kembali semprotan sperma Ary yang hangat dan nikmat lubang memekku.

Setelah itu, kami berdua berpelukan dengan mesra. Aku berkata, "Nakal ya.." Ary mencium pipi dan keningku kemudian pamit keluar. Kemudian aku pun keluar ke kamar mandi untuk membasuh memekku. Jam 14:00, jemputan mobil dari kantorku datang. Malamnya sesuai janji via telepon, kembali Ary masuk ke kamarku dan menyetubuhiku secara terburu-buru, karena khawatir ada yang memergoki. Walau dalam keadaan terburu-buru, persetubuhanku dengan Ary yang dilakukan setiap dini hari itu, cukup memuaskan, karena paling tidak setiap bersetubuh itu aku bisa orgasme minimal satu kali dan merasakan semprotan sperma Ary di dalam memekku.

Selanjutnya, persetubuhanku dengan Ary yang benar-benar memuaskan dan menyebabkan aku lemas tak berdaya adalah saat malam takbiran. Pada malam itu, aku menginap di rumah orang tuaku. Sesuai janji via telepon Ary datang menjengukku. Kami berdua duduk mengobrol merayakan takbiran di rumah. Kedua orang tuaku menyuruhku menawarkan bir kepada Ary. Selesai acara TV, ayahku pergi keluar rumah dan ibuku masuk tidur. Kini di ruang tamu, tinggal aku dan Ary duduk berdua ngobrol sambil menikmati bir sepuas-puasnya. Karena pengaruh bir, kurasakan nafsu seksku mulai naik. Kemudian aku pamit sebentar, melihat kedua anakku sekalian mengecek Ibuku. Aku mengganti bajuku dengan daster dan kutanggalkan celana dalamku. Setelah kuketahui ibuku sudah pulas tidur dan keadaan aman, aku kembali ke ruang tamu, duduk di sebelah Ary. Tak lama kemudian Ary sudah memelukku, menciumiku sambil bertanya apa ibuku sudah tidur. Mengetahui ibuku sudah tidur, Ary mulai menggerayangi memekku dengan jari-jari tangannya sambil melumat bibirku. Aku menggelinjang dan merintih, "Oh.. Ri.. enak sekali.. Ri.. oh terus Ri.." Aku tak mau kalah dan kuremas-remas Kontolnya dari luar celana yang membuat Kontolnya semakin keras. Kemudian kusuruh Ary berdiri, kubuka reitsleting celana panjangnya dan sekaligus celana dalamnya. Kulihat dan rasakan Kontol Ary lebih keras dan besar dari biasanya.

"Aduh.. wow.. kok lebih keras dan besar Ri Kontolnya?" Ary berterus terang bahwa sorenya ia minum jamu kuat laki-laki sebagai persiapan untuk memuaskan diriku. Kuhisap, kujilati dan kukulum Kontolnya dengan penuh nafsu. Karena tak tahan lagi, kudorong tubuh Ary duduk di sofa. Aku duduk di atas pangkuannya. Kemudian kupegang dan arahkan Kontolnya ke dalam memekku. "Wow.. aduh Ri.. gede banget dan enak Ri, Kontolnya.. aduh.. oohh.." aku mengerang. Sambil kulumat bibirnya, kunaik-turunkan pinggulku agar dapat merasakan gerakan, tusukan dan denyutan Kontol Ary. Sekitar dua menit kugoyang, akhirnya aku mencapai orgasme karena tak tahan merasakan Kontol Ary yang lebih keras dan besar dari biasanya. Kemudian kami berdua merubah posisi dengan doggy style. Kurang lebih tiga menit, lagi-lagi aku tidak tahan dan orgasme untuk yang kedua kalinya. Setelah beristirahat sebentar, kami berdua merubah posisi dengan berdiri. Kontol Ary masih keras dan ia belum keluar sama sekali. Lagi-lagi, mungkin karena pengaruh bir dan nafsu yang menggebu, aku mencapai orgasme yang ketiga kalinya.

Dengan masih mempertahankan kontolnya yang keras dan panjang di dalam memekku, Ary menggendongku masuk ke kamar tidurku. Direbahkan tubuhku di kasur di atas lantai yang sudah kusiapkan. Masih kurasakan nikmatnyan dan orgasmeku yang keempat kalinya saat Ary menyetubuhiku dengan posisi di atas. Setelah itu aku tak ingat lagi dan menyerah pasrah menerima tusukan-tusukan kontol Ary.

Mungkin lebih dari 10 kali aku mencapai orgasme, dan aku tak tahu berapa kali Ary keluar. Saat terbangun kira-kira jam 5 pagi, terasa kepuasan yang amat sangat pada diriku walau kakiku rasanya gontai dan lemas. Kurasakan juga kehangatan sperma Ary yang masih ada di dalam memekku. Tak disangka selingkuhku di malam takbiran dengan Ary adik suamiku adalah yang terakhir, karena beberapa hari kemudian, suamiku sudah kembali ke rumah.

Sekembalinya suami di rumah, malam harinya suami mengajakku bersetubuh. Sambil bersetubuh, suami bertanya apakah jadi selingkuh dengan Ary. Karena memang sudah diijinkannya, aku berterus terang mengaku. Pada mulanya suamiku agak marah, mungkin tersinggung, tapi akhirnya ia memaafkanku. Sejak saat itu hubunganku dengan Ary praktis terputus. Namun, Ary masih mencoba mendekatiku dan berusaha mengajakku untuk berhubungan lagi. Hal itu ia lakukan beberapa kali via telepon saat suamiku ke kantor. Walau sebenarnya aku sendiri masih menginginkannya, namun ajakan Ary tersebut terpaksa kutolak. Selain suasana rumah memang tidak memungkinkan, aku juga khawatir jika suamiku akan marah karena ia belum mengijinkan lagi.

Peristiwa perselingkuhanku dengan adik ipar atas saran dan ijin suami menjadi pengalaman yang manis sampai saat ini. Lebih dari itu, jika suami mengungkit-ungkit lagi masalah ini dan minta aku menceritakannya kembali, bukannya marah yang kudapat darinya, malah sebaliknya kasih sayang yang makin besar.

Setiap kali akan meniduriku, untuk merangsang dirinya, suamiku selalu meminta aku untuk menceritakan kembali pengalaman selingkuhku dengan adiknya itu. Ia kerap bertanya posisi apa saja yang aku dan Ary lakukan saat berhubungan seks, berapa kali aku klimaks, bagaimana rasanya memekku menerima semburan sperma Ary dlsb. Untuk membahagiakannya, kuceritakan semuanya secara jujur. Setiap kali mendengar ceritaku itu, nafsu seks suamiku semakin meningkat dan ia meminta aku mempraktekannya kembali dengan menganggap dirinya sebagai Ary. Terus terang, gairah seksku pun semakin meningkat saat harus membayangkan dan mempraktekan kembali cara-cara hubungan seksku dengan Ary.
Posted by Tante Marsya at 02:44


kk
Monday, 25 January 2010
Gairah Tanteku di Warungnya
Cerita ini berawal pada tahun 1997 dan kejadian itu terjadi di rumah istri om-ku. Om-ku itu bekerja pada bidang marketing, jadi kadang bisa meninggalkan rumah sampai satu minggu lamanya, dan untuk mencukupi kebutuhan hidup mereka berdua bersama tiga anaknya yang masih kecil, mendirikan sebuah warung di depan rumah. Tanteku itu orangnya lumayan menarik dengan postur tubuh setinggi 170 cm dengan ukuran dada 34B, berumur kira-kira 29 tahun. Sebenarnya dulu aku suka sekali melihat tubuh mulus tanteku, secara tidak sengaja ketika dia sedang mandi karena memang di tempat kami kamar mandi pada saat itu atasnya tidak tertutup genteng dan tanpa berpintu, jadi kalau ada yang mandi di situ hanya dengan melampirkan handuk di tembok yang menjadikan tanda bahwa kamar mandi sedang dipakai.


Tidak sampai di situ saja, kadang tanteku ini suka memakai baju tidur yang model terusan tipis tanpa memakai BH dan itu sering sekali kulihat ketika di pagi hari. Apalagi aku sering sekali bangun pagi sudah dipastikan tanteku sedang menyapu halaman depan dan itu otomatis ketika dia menunduk menampakkan buah dadanya yang lumayan besar dan montok. Hal ini dilakukan sebelum dia menyiapkan keperluan sekolah anaknya, kalau om-ku biasanya tidak ada di rumah karena sering bertugas di luar kota selama empat hari. Pernah aku melamunkan bagaimana rasanya jika aku melakukan persetubuhan dengan tanteku itu, namun akhirnya paling-paling kutumpahkan di kamar mandi sambil ber-onani. Rupanya anga-anganku itu dapat terkabul ketika aku sedang menumpang nonton TV di rumah tanteku pada siang hari dimana ketiga anaknya sedang sekolah dan om-ku sedang bertugas keluar kota pada pagi harinya.

Kejadian itu terjadi ketika aku sedang menonton TV sendirian yang bersebelahan dengan warung tanteku. Ketika itu aku ingin mengambil rokok, aku langsung menuju ke sebelah. Rupanya tanteku sedang menulis sesuatu, mungkin menulis barang belanjaan yang akan dibelanjakan nanti.
“Tante, Diko mau ambil rokok, nanti Diko bayar belakangan ya! sapaku kepada tanteku. “Ambil saja, Ko! balas tanteku tanpa menoleh ke arahku yang tepat di belakangnya sambil meneruskan menulis dengan posisi membungkuk. Karena toples rokok ketengan yang akan kuambil ada di sebelah tanteku tanpa sengaja aku menyentuh buah dadanya yang kebetulan tanpa memakai BH. “Aduh! hati-hati dong kalau mau mengambil rokok. Kena tanganmu, dada tante kan jadi nyeri! seru tanteku sambil mengurut-urut kecil di dadanya yang sebelah samping kirinya. Namun karena tidak memakai BH, nampak dengan jelas pentil susu tanteku yang lumayan besar itu. “Maaf Tan, aku tidak sengaja. Begini aja deh Tan, Diko ambilin minyak supaya dada Tante tidak sakit bagaimana! tawarku kepada tanteku. “Ya sudah, sana kamu ambil cepat! ringis tanteku sambil masih mengurut dadanya.

Dengan segera kuambilkan minyak urut yang ada di dalam, namun ketika aku masuk kembali di dalam warung secara perlahan, aku melihat tante sedang mengurut dadanya tapi melepaskan baju terusannya yang bagian atasnya saja. “Ini Tante, minyak urutnya! sengaja aku berkata agak keras sambil berpura-pura tidak melihat apa yang tanteku lakukan. Mendengar suaraku, tanteku agak terkejut dan segera merapikan bagian atas bajunya yang masih menggelantung di bagian pinggangnya. Tampak gugup tanteku menerima minyak urut itu tapi tidak menyuruhku untuk lekas keluar. Tanpa membuang kesempatan aku langsung menawarkan jasaku untuk mengurut dadanya yang sakit, namun tanteku agak takut. Pelan-pelan dengan sedikit memaksa aku berhasil membujuknya dan akhirnya aku dapat ijinnya untuk mengurut namun dilakukan dari belakang.

Sedikit demi sedikit kuoleskan minyak di samping buah dadanya dari belakang namun secara perlahan pula kumemainkan jariku dari belakang menuju ke depan. Sempat kaget juga ketika tanteku mengetahui aksi nakalku. “Diko! kamu jangan nakal ya! seru tanteku namun tidak menepis tanganku dari badannya yang sebagian ditutupi baju. Mendapati kesempatan itu aku tidak menyia-nyiakan dan secara aktif aku mulai menggunakan kedua tanganku untuk mengurut-urut secara perlahan kedua bukit kembar yang masih ditutupi dari depan oleh selembar baju itu. “Ohhoohh seru tanteku ketika tanganku sudah mulai memegang susunya dari belakang sambil memilin-milin ujung susunya. “JanganDikojangtante masih merintih namun tidak kuacuhkan malah dengan sigap kubalikkan tubuh tanteku hingga berhadapan langsung dengan diriku. Kemudian dengan leluasa kumulai menciumi susu yang di sebelah kiri sambil masih mengurut-urut susu di sebelahnya. Kemudian aku mulai mencucupi kedua puting susunya secara bergantian dan tanteku mulai terangsang dengan mengerasnya kedua susunya.

Tidak sampai di situ, rupanya tangan tanteku mulai menjelajahi ke bawah perutku berusaha untuk memegang kemaluanku yang sudah dari tadi mengencang. Ketika dia mendapatkannya secara perlahan, dikocok-kocok batang kemaluanku secar perlahan dan tiba-tiba tanteku mengambil sikap jongkok namun sambil memegang kemaluanku yang lamayan panjang. Untuk diketahui

kk\
Adik suamiku
Pengalaman nyata ini terjadi kurang lebih 19 tahun yang lalu. Panggil saja aku Wita (nama samaran). Saat itu usiaku 24 tahun dan sudah mempunyai 2 anak yang masih balita. Untuk mengisi waktu aku bekerja sebagai salah satu manager pada perusahaan yang berkantor di kawasan Kebayoran Baru. Banyak orang mengatakan diriku cantik. Dengan tinggi badan 161 cm, berat badan 48 kg aku masih kelihatan seperti gadis remaja.


Sejak masih remaja nafsu seksku memang tinggi. Keperawananku telah direnggut oleh seorang pria mantan pacar pertamaku, saat aku berusia 17 tahun. Semasa pacaran dengan suamiku yang sekarang, sebut saja namanya Zali, kami berdua telah sering melakukan hubungan seks. Untungnya hubungan seks yang cukup kami berdua lakukan sebelum menikah itu tidak sampai membuahkan hasil. Aku bersyukur walau Zali mendapatkan diriku yang sudah tidak perawan lagi, ia tetap bertanggung jawab menikahiku.

Kecintaan suami terhadap kedua orang tuanya, menyebabkan kami sekeluarga tinggal di rumah mertua. Di rumah mertua juga masih tinggal empat orang adik ipar, dimana dua diantaranya adalah adik ipar laki-laki yang sudah dewasa. Pekerjaan yang digeluti suami, menyebabkan suamiku sering melakukan tugas dinas ke luar kota.

Suatu hari, sekitar bulan Mei, suamiku mendapat tugas ke daerah untuk jangka waktu dua bulan. Beberapa hari sebelum keberangkatannya, tanpa diduga ia bertanya kepadaku, "Mam, seandainya Papa pergi untuk waktu yang cukup lama, apakah Mama tahan nggak ngeseks?" Aku terkejut mendengar pertanyaan suamiku itu, "Nggak lah Pap.." Namun suamiku tetap mendesakku, dan selanjutnya berkata, "Papa nggak keberatan kok jika Mama mau selingkuh dengan pria lain, asalkan Mama mau dan pria itu sehat, Papa mengenalnya dan Mama jujur." Aku menjawab, "Mana mungkin lah Pap, siapa sih yang mau sama aku."

Kemudian suamiku menawarkan beberapa nama antara lain bosku, teman-teman prianya dan terakhir salah satu adik kandungnya (sebut saja namanya Ary, usianya lebih muda satu tahun dariku). Walaupun aku mencoba mengelak untuk menjawabnya, ternyata suamiku tetap merayuku untuk berselingkuh dengan pria lain. Pada akhirnya ia menawarkan aku untuk berselingkuh dengan Ary. Terus terang, Ary memang adik iparku yang paling ganteng bahkan lebih ganteng dari suamiku. Selain itu, Ary sering membantuku dan dekat dengan kedua anakku. Perasaanku agak berdebar mendengar tawaran ini dan saat itu pikiranku tergoda dan mengkhayal jika hal ini benar-benar terjadi.

Kemudian aku mencoba mencari tahu alasan suami menawarkan adiknya, Ary, sebagai pasangan selingkuhku. Tanpa kuduga dan bak halilintar di tengah hari bolong, suamiku bercerita bahwa sebelumnya tanpa sepengetahuanku ia pernah berselingkuh dengan adik kandungku yang berusia 19 tahun saat adikku tinggal bersama kami di kota M. Pengakuan suamiku itu menimbulkan kemarahanku. Kuberondong suamiku dengan beberapa pertanyaan, kenapa tega berbuat itu dan apa alasannya. Dengan memohon maaf dan memohon pengertianku, suamiku memberikan alasan bahwa hal itu dilakukan selain karena lupa diri, juga sebenarnya untuk menebus kekecewaannya karena tidak mendapatkan perawanku pada malam pengantin. Aku mencoba menanggapi alasannya, "Kenapa Papa dulu mau menikahiku.." Suamiku hanya menjawab bahwa ia benar-benar mencintaiku. Mendengar alasan tersebut, aku terdiam dan dapat menerima kenyataan itu, walau yang agak kusesalkan kenapa ia lakukan dengan adik kandungku. Selanjutnya suamiku berkata, "Itulah Mam mengapa Papa menawarkan Ary sebagai teman selingkuh Mama, tak lain sebagai penebus kesalahan Papa dan juga agar skor menjadi 1-1," sambil ia memeluk dan menciumiku dengan penuh kasih sayang.

Aku mencoba merenung, dan dalam benakku muncul niat untuk melakukannya. Pertama, jelas aku menuruti harapan suami. Kedua, kenapa kesempatan itu harus kusia-siakan, karena selain ada ijin dari suami, juga akan ada pria lain yang mengisi kesepianku, lebih-lebih dapat memenuhi kebutuhan seksku yang selalu menggebu-gebu dan sangat tinggi. Sempat kubayangkan wajah Ary yang selama ini kuketahui masih perjaka. Ketampanannya yang ditunjang oleh fisiknya yang tegap dan gagah. Kubayangkan tentunya akan sangat membahagiakan diriku. Bermodalkan khayalan ini kuberanikan berkata kepada suamiku, "Boleh aja Pap, asal Ary mau.." Mendengar perkataanku tersebut, suamiku langsung memelukku dan akhirnya kami berdua melanjutkan permainan seks yang sangat memuaskan.

Sehari setelah suamiku berangkat ke luar kota, aku mulai berpikir mencari strategi bagaimana mendekati Ary. Selain memancing perhatian Ary di rumah, kutemukan jalan keluar yaitu minta tolong dijemput pulang dari kantor. Waktu kerja di kantorku dibagi dalam dua shift, yaitu shift pagi (08:00 - 14:30) dan shift siang (14:30 - 21:00). Rute pengantaran selalu berganti-ganti, karenanya jika aku mendapat giliran terakhir, pasti sampai rumah agak terlambat. Hal ini aku keluhkan kepada kedua mertuaku. Mendengar keluhanku ini, kedua mertuaku menyarankan agar setiap kali pulang dari dinas siang, tidak perlu ikut mobil antaran, nanti Ary yang akan disuruh menjemputku. Hatiku begitu gembira mendengar saran ini, karena inilah yang kutunggu-tunggu untuk lebih dekat pada Ary. Sampai kedua kali Ary datang menjemputku dengan motornya, sikapnya padaku masih biasa-biasa saja, walau dalam perjalanan pulang di atas motor, kupeluk erat-erat pinggangnya dan sekali-kali sengaja kusentuh kontolnya.

Suatu hari, pembantu rumah tanggaku terserang penyakit. Karena aku dinas siang, mertuaku menyuruhku membawanya ke rumah sakit bersama Ary. Sambil menunggu giliran pembantuku dipanggil dokter, aku dan Ary mengobrol. Dalam obrolan itu, Ary menanyakan beberapa hal antara lain berapa lama suamiku dinas di luar kota, dan apa aku tidak kesepian ditinggal cukup lama. Pertanyaan terakhir ini cukup mengejutkan diriku, dan bertanya sendiri dalam hati apa maksudnya. Tanpa sungkan aku memberanikan diri menjawab untuk memancing reaksinya. "Yakh sudah tentu kesepian donk Ri, apalagi kalau lama tidak disiram-siram." sambil aku tersenyum genit. Entah benar-benar lugu atau berpura-pura, Ary menanggapinya, "Apanya yang disiram-siram.." Kujawab saja, "Masa sih nggak ngerti, ibarat pohon kalau lama nggak disiram bisa layu kan.." Ary hanya terdiam dan tidak banyak komentar, namun aku yakin bahwa Ary tentunya mengerti apa yang kuisyaratkan kepadanya.

Selesai urusan pembantuku, kami semua kembali ke rumah. Seperti biasa jam 14:00 aku sudah dijemput kendaraan kantor. Sekitar jam 16:00 aku menerima telepon dari Ary. Selain mengatakan akan menjemputku pulang, ia juga menyinggung kembali kata-kataku tentang 'siram menyiram'. Kukatakan padanya, "Coba aja terjemahkan sendiri.." Sambil tertawa di telepon, Ary berkata, "Iya deh nanti Ary yang siram.."

Tepat jam 21:00, Ary sudah datang menjemputku dengan motornya. Dalam perjalanan, kutempelkan tubuhku erat-erat dengan melingkarkan tanganku di pinggangnya. Aku mencoba memancing reaksi Ary dengan menyentuhkan jari-jari tanganku ke kontolnya. Kurasakan kontolnya menjadi keras. Saat berada di depan Taman Ria Remaja Senayan, Ary membelokan motornya masuk. Aku sedikit kaget, dan mencoba bertanya, "Ri, kok berhenti di sini sih..?" Ary menjawab, "Nggak apa-apa kan, sekali-kali mampir cuci pemandangan, sekalian ngobrol lagi soal siram-siraman." Aku mengangguk dan menjawab, "Iya boleh juga Ri.."

Setelah parkir motor, tanpa sungkan, Ary menggandeng pinggangku sambil berjalan, dan aku tak merasa risih mendapat perlakuan ini. Setelah berhenti sebentar membeli dua cup coca cola dan popcorn, sambil bergandengan aku dibawa Ary ke tempat yang agak gelap dan sepi. Dalam perjalanan, kulihat beberapa pasangan yang sedang asyik masyuk bercinta, yang mebuat nafsu seksku naik.

Setelah mendapat tempat yang strategis, tidak ada orang di kiri kanan, kami berdua duduk bersebelahan dengan rapat. Kemudian Ary membuka pembicaraan dengan kembali mengulangi pertanyaannya. "Berapa lama Mas Zali tugas di luar kota.?"
Kujawab, "Yah.. katanya sih dua bulanan, memang kenapa Ri? "Apa Wita nggak akan kesepian begitu cukup lama ditinggal Mas Zali?" kata Ary. "Yah tentunya normal dong kesepian, apalagi nggak disiram-siram." kuulangi jawaban yang sama sambil kupandang wajah Ary dengan ekspresi menggoda. Tiba-tiba Ary meletakkan tangannya di pundakku dan dengan beraninya menarik wajahku. Kemudian ia mencium pipi dan melumat bibirku dengan penuh nafsu. Diriku seperti terbang, kulayani lumatan bibirnya dengan penuh nafsu pula. Sambil berciuman, dengan lirih Ary bertanya, "Oh Wita sangat cantik, boleh nggak Ary mengisi kesepian Wita?" Sebagai jawaban kubisikkan di telinganya, "Oh.. Ri, boleh saja, Wita memang kesepian dan butuh orang yang dapat memuaskan.."

Sambil berciuman, tangan Ary membuka kancing bajuku dan memasukkan tangannya di balik kutangku sambil meremas-remas buah dadaku dan memilin-milin puting susuku. Tubuhku menggelinjang menahan rangsangan tangannya. Kemudian tangannya terus turun ke bawah, dari balik rokku dan celana dalamku yang sudah basah, ia memasukkan jari-jari tangannya mempermainkan klitorisku. Nafsuku semakin naik, dengan lirih aku mengerang, "Oh.. oh Ri, aduh Ary pinter sekali.. oh.. puaskan Wita Ri.. Oh.." Dengan semangat Ary mempermainkan memekku sambil kadang-kadang ia melumat bibirku. Tubuhku terasa terbang menikmati permainan jari-jari tangannya di memekku. Kurasakan satu dan akhirnya dua jari Ary masuk ke dalam lubang memekku. "Oh.. Ri.. aduh.. enaknya Ri.. oh terus Ri.." aku mengerang menahan kenikmatan. Mendengar eranganku, kedua jari tangan Ary makin mengocok lubang memekku dengan gerakan yang sangat merangsang. Dan akhirnya, beberapa menit kemudian karena tak tahan, aku mencapai orgasme. "Oh Ri, aagh.. Wita keluar Ri.." Kujilati seluruh permukaan wajah Ary dan kulumat bibirnya dengan nafsuku yang masih tinggi. Ary masih tetap memainkan kedua jarinya di dalam memekku. Begitu hebatnya permainan kedua jari tangan Ary yang menyentuh daerah-daerah sensitif di dalam lubang memekku, membuatku orgasme sampai tiga kali.

Kelihatannya Ary begitu bernafsu dan saat itu ia mengajakku bersetubuh. "Wita.. boleh nggak Ary masukkan Kontol Ary ke dalam memek Wita?" Walau aku sebenarnya juga menginginkannya, namun aku khawatir dan sadar akan bahaya kalau ketahuan satpam Taman Ria. Kujawab saja, "Jangan di sini Ri, bahaya kalau ketahuan satpam, nanti di rumah saja ya Yang.."
"Benar nih jangan bohong ya.. dan bagaimana caranya?" tanya Ary.
Kujawab saja, "Nanti kamar nggak dikunci, masuk aja Ri, yang penting jangan ketahuan orang rumah."

Akhirnya Ary setuju dengan tawaranku itu. Mengingat waktu sudah menunjukkan jam 22:10 kami berdua sepakat pulang. Sebelum meninggalkan tempat, sambil berdiri kami berdua berpelukan erat, saling melumat bibir dan lidah. Sambil bergandengan mesra, tanpa khawatir kalau ada orang yang kenal melihatnya, kami berdua berjalan menuju parkir motor. Dalam perjalanan pulang, kupeluk erat tubuh Ary, sambil jari-jari tangan kananku membelai dan meremas-remas Kontolnya dari balik celananya.

Sesampainya di rumah, selesai mandi kukenakan daster tidurku tanpa celana dalam, dan kusemprotkan parfum di tubuhku, siap menanti pria yang akan mengisi kebutuhan seksku. Kulihat kedua anakku sudah tidur pulas. Kemudian kira-kira jam 23:30 kumatikan lampu kamar dan kurebahkan tubuhku di tempat tidur terpisah dari tempat tidur anak-anakku. Sambil tidur-tidur ayam, kunantikan Ary masuk ke kamarku. Sekitar jam 01:00, kulihat pintu kamar yang sengaja tidak kukunci secara perlahan dibuka orang. Kulihat Ary dengan sarung masuk. Setelah ia menutup kembali pintu kamar dan menguncinya, ia menuju tempat tidurku dan langsung menindih tubuhku dan menciumi wajah serta bibirku. Sambil menciumiku, tangannya menggerayangi memekku. Ary berkata, "Wah sudah siap nih ya.. nggak pakai celana dalam.." Tak berapa lama Ary mengangkat dasterku dan mempermainkan klitorisku dan sesekali memasukkan jarinya ke lubang memekku, membuatku melayang dan memekku cepat banjir. Ternyata Ary juga sudah siap dengan tidak memakai celana dalam. Digesek-gesekannya Kontolnya yang sudah mengeras di pahaku sambil jari-jari tangannya mempermainkan memekku. Kubalas gerakan Ary dengan meremas-remas dan mengocok Kontolnya. Nafsuku semakin naik, begitu juga Ary karena nafasnya terdengar semakin memburu. Sambil tersengal-sengal, ia melenguh, "Oh.. oh.. Wita.. Ary sudah nafsu.. Wita haus kan.. Ary masukkan ya.." Aku pun sudah tidak tahan, "Oh Ri.. masukkan cepat Kontolnya.. Wita sudah nggak tahan.. Ohh Ri.."

Kemudian, "Slep.." kurasakan Kontol Ary yang lebih besar dan panjang dibandingkan Kontol suamiku itu masuk dengan mudah masuk ke dalam lubang memekku yang sudah benar-benar basah itu. Kurasakan Kontolnya sampai menyentuh dinding memekku yang terdalam. "Oh.. Ri.. aduh enaknya Ri.. oh gede Ri.." aku merintih, sambil kupeluk erat tubuh Ary. Kudengar pula rintihan Ary sambil menurun-naikkan Kontolnya di dalam memekku. "Oh.. oh.. agh.. Wita, enak sekali memek Wita.. oh.. aagh.." Dari cara permainannya, aku merasakan Ary belum berpengalaman dalam hal seks dan kelihatannya baru pertama kali ia berbuat begini. Mungkin karena begitu nafsunya kami berdua kurang lebih 10 menit menikmati hujaman Kontol Ary, aku sudah mau mencapai orgasme. "Oh.. agh.. aduh Ri.. cepatkan tusukannya Ri.. Wita mau keluar.. oh...aagh.." Kurasakan Ary pun sudah mau orgasme. "Oh.. agh.. Mbak, Ary juga mau keluar.. oh.. aaaghh.." Tak lama kemudian, berbarengan dengan keluarnya spermaku, kurasakan semburan sperma yang keluar dari kontol Ary yang masih perjaka, keras dan berkali-kali memenuhi lubang memekku. Kami berdua berpelukan erat merasakan kenikmatan yang tiada taranya ini. Kubisikkan di telinga Ary, "Terima kasih Ri, Mbak puas sekali.." Ary pun berbisik, "Aduh Wita, baru pertama kali ini Ary rasakan enaknya memek.. Wita puas kan.." tambahnya.

Kemudian, Ary mencabut Kontolnya dari dalam lubang memekku. Aku berusaha menahannya karena aku ingin nambah lagi. Ary berbisik, "Besok-besok aja lagi, sekarang Ary harus keluar.. takut ada orang yang bangun.." Setelah mengecup kening dan pipiku, Ary permisi keluar. Kubisikkan di telinganya, "Hati-hati ya Ri.. jangan sampai ketahuan orang lain.." Walaupun belum begitu puas, tapi hatiku bahagia bahwa Ary akan mengisi kesepian dan memenuhi kebutuhan seksku selama suami di luar kota. Dalam hati aku pun mengucapkan terima kasih kepada suamiku atas ijinnya dan pilihannya yang tepat.

Setelah kejadian pertama ini, hubungan seksku dengan adik suamiku ini terus berlanjut. Sayangnya hal ini kami berdua lakukan di rumah, karena saat itu memang tidak pernah terpikir untuk main di luar misalnya di Motel. Saking puasnya menikmati permainan seks dari Ary, aku lupa akan jadwal kalender KB yang selama ini kugunakan. Sedangkan setiap kali Ary menyetubuhiku, spermanya selalu ditumpahkan di dalam memekku. Aku sendiri memang tidak menginginkan sperma Ary ditumpahkan di luar, karena justru merasakan semburan dan kehangatan sperma Ary di dalam memekku, merupakan suatu kenikmatan yang luar biasa. Akibatnya setelah beberapa kali melakukan hubungan, aku sempat terlambat 6 hari datang bulan (mens). Hal ini kuceritakan kepada Ary, saat kami mengobrol berdua di paviliun. Khawatir benar-benar hamil, kuminta Ary mengantarku ke dokter untuk memeriksakannya. Pada mulanya Ary tidak setuju, dan ingin mempertahankan kehamilanku. Aku tidak setuju dan tetap ingin menggugurkannya.

Keesokan paginya dengan diantar Ary, aku memeriksakan diri ke suatu rumah sakit bagian kandungan. Ternyata hasil pemeriksaan tidak bisa keluar hari itu juga, dan harus menunggu tiga hari. Sampai dua hari setelah pemeriksaan dokter, ternyata mens-ku masih belum datang. Aku tidak sabar dan khawatir jika ternyata aku benar-benar hamil. Hal ini kuutarakan kepada Ary dan kuminta ia membantu membelikan satu botol bir hitam untukku. Keesokan harinya, Ary menyerahkan bir hitam itu kepadaku, dan malamnya kuminum. Tiga hari setelah minum bir hitam tersebut, mens-ku datang.

Setelah mens-ku selesai sekitar 7 hari, aku dan Ary melanjutkan lagi hubungan seks seperti biasanya. Praktis selama dua bulan ada 18 kali aku dan Ary berhasil melakukan hubungan seks yang memuaskan dengan aman tanpa ketahuan keluarga di rumah. Keinginan untuk melakukannya setiap hari sulit terlaksana, mengingat situasi rumah yang tidak memungkinkan. Dari sekian kali hubungan seksku dengan Ary, seingatku ada tiga kali yang benar-benar sangat memuaskan diriku. Selain kejadian yang pertama kali, hubungan seksku dengan Ary yang sangat memuaskan adalah sewaktu kami berdua melakukan di suatu siang hari dan saat malam takbiran. Kejadian di siang hari itu, yaitu saat aku selesai mandi dan bersiap-siap berhias diri mau pergi ke kantor. Saat itu kedua mertuaku dan adik-adik iparku yang lain sedang tidak ada di rumah. Yang ada hanya Ary, yang kebetulan sudah pulang dari kantornya, karena hari Jumat. Kedua anakku asyik bermain dengan pengasuhnya.

Tanpa sepengetahuanku, saat aku memakai make-up, tiba-tiba Ary masuk kamarku yang tidak terkunci. Setelah menutup pintu kembali dan menguncinya, dari belakang ia memelukku, melepaskan handuk yang membungkus tubuhku, sehingga aku dalam posisi telanjang bulat. Diciumnya pundak belakangku, sambil tangannya memainkan kedua payudaraku, dan turun mempermainkan memekku. Akibatnya, aku tak tahan dan memekku cepat basah. Segera kubalikkan tubuhku dan kupeluk serta kulumat bibir Ary dengan penuh nafsu. Kemudian kubuka reitsleting celananya dan kutanggalkan celana panjang dan celana dalamnya. Kemudian aku jongkok di hadapannya, sambil meremas, menjilati, dan mengulum Kontolnya dalam mulutku.

Setelah kurasakan Kontolnya semakin keras, kudorong tubuh Ary duduk di tepi tempat tidur. Kemudian aku berdiri membelakanginya, dan setengah jongkok kupegang dan kuarahkan Kontolnya masuk ke dalam lubang kewanitaanku yang sudah basah itu. Kuturun-naikkan dan kuputar pinggulku untuk merasakan nikmatnya Kontol Ary yang telah masuk seluruhnya dalam lubang memekku. Sambil bergoyang itu, aku merintih dan berdesah, "Oooh.. aaaghh.." Ary tak mau ketinggalan, ia membantu menurun-naikkan pinggulku dan kadang-kadang meremas-remas kedua buah dadaku. Kurang lebih tiga menit dengan posisi ini, terasa aku sudah mau orgasme. Kupercepat gerakan turun naik dan goyangan pinggulku, dan saat itu Ary merintih, "Oh.. oh.. Wita, Ary mau keluar.. oh.."

Akhirnya berbarengan dengan keluarnya spermaku, kurasakan Kontol Ary menyemprotkan spermanya dengan keras memenuhi lubang memekku. Tubuhku terasa terbang merasakan semprotan yang hangat dan nikmat itu. Kemudian kukeluarkan Kontol Ary dari lubang memekku. Kulihat masih cukup keras. Dengan penuh nafsu kujilati, kuhisap Kontol Ary yang masih basah diselimuti campuran sperma kami berdua.

Tak berapa lama kemudian Kontol Ary kembali keras. Kemudian kuminta Ary menyetubuhiku dari belakang. Dengan menopangkan kedua tanganku di atas meja hias dan posisi menungging, kusuruh Ary memasukkan Kontolnya ke dalam lubang memekku dari belakang. Betapa nikmatnya kurasakan Kontol Ary menghunjam masuk ke dalam lubang memekku, kemudian sambil meremas-remas kedua buah dadaku, Ary mempercepat tusukan Kontolnya. Dari cermin yang berada di hadapanku, kulihat gerakan dan ekspresi wajah Ary yang sedang mempermainkan Kontolnya di dalam lubang memekku. Situasi ini menambah naiknya birahiku. Kurang lebih tiga menit merasakan tusukan-tusukan Kontolnya, aku tak tahan ingin orgasme lagi. Aku merintih, "Aduh.. oh.. agh.. Ri, tembus Ri.. aagh.. Wita mau keluar lagi, cepatkan Ri.. oh.. aaghhh.." Ternyata Ary pun mau keluar. Ia pun merintih, "Oh.. augh.. Wita, Ary juga mau keluar.. aduh.. Wita.. bareng ya.. oh.." Beberapa saat kemudian, secara bersamaan aku dan Ary mencapai orgasme. Kurasakan kembali semprotan sperma Ary yang hangat dan nikmat lubang memekku.

Setelah itu, kami berdua berpelukan dengan mesra. Aku berkata, "Nakal ya.." Ary mencium pipi dan keningku kemudian pamit keluar. Kemudian aku pun keluar ke kamar mandi untuk membasuh memekku. Jam 14:00, jemputan mobil dari kantorku datang. Malamnya sesuai janji via telepon, kembali Ary masuk ke kamarku dan menyetubuhiku secara terburu-buru, karena khawatir ada yang memergoki. Walau dalam keadaan terburu-buru, persetubuhanku dengan Ary yang dilakukan setiap dini hari itu, cukup memuaskan, karena paling tidak setiap bersetubuh itu aku bisa orgasme minimal satu kali dan merasakan semprotan sperma Ary di dalam memekku.

Selanjutnya, persetubuhanku dengan Ary yang benar-benar memuaskan dan menyebabkan aku lemas tak berdaya adalah saat malam takbiran. Pada malam itu, aku menginap di rumah orang tuaku. Sesuai janji via telepon Ary datang menjengukku. Kami berdua duduk mengobrol merayakan takbiran di rumah. Kedua orang tuaku menyuruhku menawarkan bir kepada Ary. Selesai acara TV, ayahku pergi keluar rumah dan ibuku masuk tidur. Kini di ruang tamu, tinggal aku dan Ary duduk berdua ngobrol sambil menikmati bir sepuas-puasnya. Karena pengaruh bir, kurasakan nafsu seksku mulai naik. Kemudian aku pamit sebentar, melihat kedua anakku sekalian mengecek Ibuku. Aku mengganti bajuku dengan daster dan kutanggalkan celana dalamku. Setelah kuketahui ibuku sudah pulas tidur dan keadaan aman, aku kembali ke ruang tamu, duduk di sebelah Ary. Tak lama kemudian Ary sudah memelukku, menciumiku sambil bertanya apa ibuku sudah tidur. Mengetahui ibuku sudah tidur, Ary mulai menggerayangi memekku dengan jari-jari tangannya sambil melumat bibirku. Aku menggelinjang dan merintih, "Oh.. Ri.. enak sekali.. Ri.. oh terus Ri.." Aku tak mau kalah dan kuremas-remas Kontolnya dari luar celana yang membuat Kontolnya semakin keras. Kemudian kusuruh Ary berdiri, kubuka reitsleting celana panjangnya dan sekaligus celana dalamnya. Kulihat dan rasakan Kontol Ary lebih keras dan besar dari biasanya.

"Aduh.. wow.. kok lebih keras dan besar Ri Kontolnya?" Ary berterus terang bahwa sorenya ia minum jamu kuat laki-laki sebagai persiapan untuk memuaskan diriku. Kuhisap, kujilati dan kukulum Kontolnya dengan penuh nafsu. Karena tak tahan lagi, kudorong tubuh Ary duduk di sofa. Aku duduk di atas pangkuannya. Kemudian kupegang dan arahkan Kontolnya ke dalam memekku. "Wow.. aduh Ri.. gede banget dan enak Ri, Kontolnya.. aduh.. oohh.." aku mengerang. Sambil kulumat bibirnya, kunaik-turunkan pinggulku agar dapat merasakan gerakan, tusukan dan denyutan Kontol Ary. Sekitar dua menit kugoyang, akhirnya aku mencapai orgasme karena tak tahan merasakan Kontol Ary yang lebih keras dan besar dari biasanya. Kemudian kami berdua merubah posisi dengan doggy style. Kurang lebih tiga menit, lagi-lagi aku tidak tahan dan orgasme untuk yang kedua kalinya. Setelah beristirahat sebentar, kami berdua merubah posisi dengan berdiri. Kontol Ary masih keras dan ia belum keluar sama sekali. Lagi-lagi, mungkin karena pengaruh bir dan nafsu yang menggebu, aku mencapai orgasme yang ketiga kalinya.

Dengan masih mempertahankan kontolnya yang keras dan panjang di dalam memekku, Ary menggendongku masuk ke kamar tidurku. Direbahkan tubuhku di kasur di atas lantai yang sudah kusiapkan. Masih kurasakan nikmatnyan dan orgasmeku yang keempat kalinya saat Ary menyetubuhiku dengan posisi di atas. Setelah itu aku tak ingat lagi dan menyerah pasrah menerima tusukan-tusukan kontol Ary.

Mungkin lebih dari 10 kali aku mencapai orgasme, dan aku tak tahu berapa kali Ary keluar. Saat terbangun kira-kira jam 5 pagi, terasa kepuasan yang amat sangat pada diriku walau kakiku rasanya gontai dan lemas. Kurasakan juga kehangatan sperma Ary yang masih ada di dalam memekku. Tak disangka selingkuhku di malam takbiran dengan Ary adik suamiku adalah yang terakhir, karena beberapa hari kemudian, suamiku sudah kembali ke rumah.

Sekembalinya suami di rumah, malam harinya suami mengajakku bersetubuh. Sambil bersetubuh, suami bertanya apakah jadi selingkuh dengan Ary. Karena memang sudah diijinkannya, aku berterus terang mengaku. Pada mulanya suamiku agak marah, mungkin tersinggung, tapi akhirnya ia memaafkanku. Sejak saat itu hubunganku dengan Ary praktis terputus. Namun, Ary masih mencoba mendekatiku dan berusaha mengajakku untuk berhubungan lagi. Hal itu ia lakukan beberapa kali via telepon saat suamiku ke kantor. Walau sebenarnya aku sendiri masih menginginkannya, namun ajakan Ary tersebut terpaksa kutolak. Selain suasana rumah memang tidak memungkinkan, aku juga khawatir jika suamiku akan marah karena ia belum mengijinkan lagi.

Peristiwa perselingkuhanku dengan adik ipar atas saran dan ijin suami menjadi pengalaman yang manis sampai saat ini. Lebih dari itu, jika suami mengungkit-ungkit lagi masalah ini dan minta aku menceritakannya kembali, bukannya marah yang kudapat darinya, malah sebaliknya kasih sayang yang makin besar.

Setiap kali akan meniduriku, untuk merangsang dirinya, suamiku selalu meminta aku untuk menceritakan kembali pengalaman selingkuhku dengan adiknya itu. Ia kerap bertanya posisi apa saja yang aku dan Ary lakukan saat berhubungan seks, berapa kali aku klimaks, bagaimana rasanya memekku menerima semburan sperma Ary dlsb. Untuk membahagiakannya, kuceritakan semuanya secara jujur. Setiap kali mendengar ceritaku itu, nafsu seks suamiku semakin meningkat dan ia meminta aku mempraktekannya kembali dengan menganggap dirinya sebagai Ary. Terus terang, gairah seksku pun semakin meningkat saat harus membayangkan dan mempraktekan kembali cara-cara hubungan seksku dengan Ary.

kkj
Monday, 25 January 2010
Menundukan adik yang bandel
Salam kenal kepada pembaca budiman. Namaku Adi Mas Said, seorang mahasiswa sebuah perguruang tinggi ternama di kota Medan. Keluargaku terdiri dari ayah ibuku dan seorang adik perempuan yang bernama Fina. Keluargaku termasuk keluarga yang cukup berada. Fina saat ini duduk di kelas tiga SMP sebuah sekolah swasta di Medan. Dia seorang gadis yang sangat popular di sekolahnya dan juga sekaligus merupakan wakil ketua OSIS. Tidak heran kenapa dia bisa sepopuler itu.

Fina seorang gadis yang cantik dan manis. Tubuhnya tidak terlalu tinggi, namun kemungilannya justru membuatnya nampak semakin manis. Dadanya tidak terlalu besar, namun lekukannya indah. Bibirnya merah merekah dan lesung pipitnya membuatnya semakin menggoda, ibaratnya apel merah yang segar. Rambutnya panjang sampai ke bahu, hitam legam, indah dan harum. Kulitnya putih dan mulus. Singkat kata, dia memang seorang gadis yang sangat cantik dan merupakan kebanggaan orang tuaku. Selain itu dia juga sangat pandai membawa diri di hadapan orang lain sehingga semua orang menyukainya.

Namun di balik semua itu, sang “putri” ini sebetulnya tidaklah perfect. Kepribadiannya yang manis ternyata hanya topeng belaka. Di dunia ini, hanya aku, kakak laki-lakinya, yang tahu akan kepribadiannya yang sesungguhnya. Kedua orang tuaku yang sering keluar kota untuk berbisnis selalu menitipkan rumah dan adikku kepadaku. Tapi mereka tidak tahu kalau aku kesulitan untuk mengendalikan adikku yang bandelnya bukan main. Di hadapanku, dia selalu bersikap membangkang dan seenaknya. Bila aku berkata A, maka dia akan melakukan hal yang sebaliknya. Pokoknya aku sungguh kewalahan untuk menanganinya.

Suatu hari, semuanya berubah drastic. hari itu adalah Hari Sabtu yang tak akan terlupakan dalam hidupku. Pada akhir minggu itu, seperti biasanya kedua orang tuaku sedang berada di luar kota untuk urusan bisnis. Mereka akan kembali minggu depannya. Kebetulan, aku dan adikku juga sedang liburan panjang. Sebetulnya kami ingin ikut dengan orang tua kami keluar kota, tapi orang tuaku melarang kami ikut dengan alasan tak ingin kami mengganggu urusan bisnis mereka. Biarpun adikku kelihatan menurut, tapi aku tahu kalau dia sangat kesal di hatinya. Setelah mereka pergi, aku mencoba untuk menghiburnya dengan mengajaknya nonton DVD baru yang kubeli yaitu Harry Potter and the Order of Pheonix. Tapi kebaikanku dibalas dengan air tuba. Bukan saja dia tidak menerima kebaikanku, bahkan dia membanting pintu kamarnya di depan hidungku.

Inilah penghinaan terakhir yang bisa kuterima. Akupun menonton DVD sendirian di ruang tamu. Tapi pikiranku tidaklah focus ke film, melainkan bagaimana caranya membalas perbuatan adikku. Di rumah memang cuma ada kami berdua. Orang tua kami berpendapat bahwa kami tidak memerlukan pembantu dengan alasan untuk melatih tanggung jawab di keluarga kami. Selintas pikiran ngawur pun melintas di benakku. Aku bermaksud untuk menyelinap ke kamar adikku nanti malam dan memfoto tubuh telanjangnya waktu tidur dan menggunakannya untuk memaksa adikku agar menjadi adik yang penurut.

Malam itu, jam menunjukan pukul sebelas malam. Aku pun mengedap di depan pintu kamar adikku. Daun telingaku menempel di pintu untuk memastikan apa adikku sudah tertidur. Ternyata tidak ada suara TV ataupun radio di kamarnya. Memang biasanya adikku ini kalau hatinya sedang mengkal, akan segera pergi tidur lebih awal. Akupun menggunakan keahlianku sebagai mahasiswa jurusan teknik untuk membuka kunci pintu kamar adikku. Kebetulan aku memang mempunyai kit untuk itu yang kubeli waktu sedang tour ke luar negeri. Di tanganku aku mempunyai sebuah kamera digital.

Di kamar adikku, lampu masih terang karena dia memang tidak berani tidur dalam kegelapan. Akupun berjalan perlahan menuju tempat tidurnya. Ternyata malam itu dia tidur pulas terlentang dengan mengenakan daster putih. Tanganku bergerak perlahan dan gemetar menyingkap dasternya ke atas. Dia diam saja tidak bergerak dan napasnya masih halus dan teratur. Ternyata dia memakai celana dalam warna putih dan bergambar bunga mawar. Pahanya begitu mulus dan aku pun bisa melihat ada bulu-bulu halus menyembul keluar di sekitar daerah vaginanya yang tertutup celana dalamnya.

Kemudian aku menggunakan gunting dan menggunting dasternya sehingga akhirnya bagian payudaranya terlihat. Di luar dugaanku, ternyata dia tidak mengenakan kutang. Payudaranya tidak begitu besar, mungkin ukuran A, tapi lekukannya sungguh indah dan menantang. Jakunku bergerak naik turun dan akupun menelan ludah melihat pemandangan paling indah dalam hidupku. Kemudian dengan gemetar dan hati-hati, aku pun membuka celana dalamnya. Adikku masih tertidur pulas.

Pemandangan indah segera terpampang di hadapanku. Sebuah hutan kecil yang tidak begitu lebat terhampar di depan mataku. Sangking terpesonanya, aku hanya bisa berdiri untuk sekian lamanya memandang dengan kamera di tanganku. Aku lupa akan maksud kedatanganku kemari. Sebuah pikiran setanpun melintas, kenapa aku harus puas hanya dengan memotret tubuh adikku. Apakah aku harus mensia-siakan kesempatan satu kali ini dalam hidupku? Apalagi aku masih perjaka ting-ting. Tapi kesadaran lain juga muncul di benakku, dia adalah adik kandungku., For God Sake. Kedua kekuatan kebajikan dan kejahatan berkecamuk di pikiranku.

Akhirnya, karena pikiranku tidak bisa memutuskan, maka aku membiarkan “adik laki-lakiku” di selangkangku memutuskan. Ternyata beliau sudah tegang siap perang. Manusia boleh berencana, tapi iblislah yang menentukan. Kemudian aku meletakan kamera di meja. Aku pun menggunakan kain daster yang sudah koyak untuk mengikat tangan adikku ke tempat tidur. Sengaja aku membiarkan kakinya bebas agar tidak menghalangi permainan setan yang akan segera kulakukan. Adikku masih juga tidak sadar kalau bahaya besar sudah mengancamnya. Aku pun segera membuka bajuku dan celanaku hingga telanjang bulat.

Kemudian aku menundukan mukaku ke daerah selangkangan adikku. Ternyata daerah itu sangat harum, kelihatan kalau adikku ini sangat menjaga kebersihan tubuhnya. Kemudian aku pun mulai menjilati daerah lipatan dan klitoris adikku. Adikku masih tertidur pulas, tapi setelah beberapa lama, napasnya sudah mulai memburu. Semakin lama, vagina adikku semakin basah dan merekah. Aku sudah tak tahan lagi dan mengarahkan moncong meriamku ke lubang kenikmatan terlarang itu. Kedua tanganku memegang pergelangan kaki adikku dan membukanya lebar-lebar.

Ujung kepala penisku sudah menempel di bibir vagina adikku. Sejenak, aku ragu-ragu untuk melakukannya. Tapi aku segera menggelengkan kepalaku dan membuang jauh keraguanku. Dengan sebuah sentakan aku mendorong pantatku maju ke depan dan penisku menembus masuk vagina yang masih sangat rapat namun basah itu. Sebuah teriakan nyaring bergema di kamar,” Aaaggh, aduh….uuuhh, KAK ADI, APA YANG KAULAKUKAN??” Adikku terbangun dan menjerit melihatku berada di atas tubuhnya dan menindihnya. Muka adikku pucat pasi ketakutan dan menahan rasa sakit yang luar biasa. Matanya mulai berkaca-kaca. Sedangkan pinggulnya bergerak-gerak menahan rasa sakit. Tangannya berguncang mencoba melepaskan diri. Begitu juga kakinya mencoba melepaskan diri dari pegangannku. Namun semua upaya itu tidak berhasil. Aku tidak berani berlama-lama menatap matanya, khawatir kalau aku akan berubah pikiran. Aku mengalihkan pandangan mataku ke arah selangkangan. Ternyata vagina adikku mengeluarkan darah, darah keperawanan.

Aku tidak menghiraukan semua itu karena sebuah kenikmatan yang belum pernah kurasakan dalam hidupku menyerangku. Penisku yang bercokol di dalam vagina adikku merasakan rasa panas dan kontraksi otot vagina adikku. Rasanya seperti disedot oleh sebuah vakum cleaner. Aku pun segera menggerakan pinggulku dan memompa tubuh adikku. Adikku menangis dan menjerit:” Aduhh..aahh..uuhh..am..pun..kak…lep..as..kan..pana ss…sakitt!!” “Kak..Adii..mengo..uuhh..yak..aduh…tubuhku!!! ” Aku tidak tahan dengan rengekan adikku, karena itu aku segera menggunakan celana dalam adikku untuk menyumpal mulutnya sehingga yang terdengar hanya suara Ughh..Ahhh.

Setelah sekitar lima belas menit, adikku tidak meronta lagi hanya menangis dan mengeluh kesakitan. Darah masih berkucuran di sekitar vaginanya tapi tidak sederas tadi lagi. Aku sendiri memeramkan mata merasakan kenikmatan yang luar biasa. Aku semakin cepat menggerakan pinggulku karena aku merasa akan segera mencapai klimaksnya. Sesekali tanganku menampar pantat adikku agar dia menggoyangkan pinggulnya sambil berkata:’ Who is your Daddy?” Sebuah dilema muncul di pikiranku. Haruskah aku menembak di dalam rahim adikku atau di luar? Aku tahu kalau aku ingin melakukannya di dalam, tapi bagaimana bila adikku hamil? Ahh… biarlah itu urusan nanti, apalagi aku tahu di mana ibuku menyimpan pil KBnya. Tiga menit kemudian..crott..crottt..akupun menembakan cairan hangat di dalam rahim adikku. Keringat membasahi kedua tubuh kami dan darah keperawanan adikku membasahi selangkangan kami dan sprei tempat tidur.

Aku membiarkan penisku di dalam vagina adikku selama beberapa menit. Kemudian setelah puas, aku mencabut keluar penisku dan tidur terlentang di samping adikku. Aku kemudian membebaskan tangan adikku dan membuka sumpalan mulutnya. Kedua tanganku bersiap untuk menerima amukan kemarahannya. Namun di luar dugaanku, dia tidak menyerangku. Adikku hanya diam membisu seribu bahasa dan masih menangis. Posisinya masih tidur dan hanya punggungnya yang mengadapku. Aku melihat tangannya menutup dadanya dan tangan lainnya menutup vaginanya. Dia masih menangis tersedu-sedu.

Setelah semua kepuasanku tersalurkan, baru sekarang aku bingung apa yang harus kulakukan selanjutnya. Semua kejadian ini di luar rencanaku. Aku sekarang sangat ketakutan membayangkan bagaimana kalau orang tuaku tahu. Hidupku bisa berakhir di penjara. Kemudian pandangan mataku berhenti di kamera. Sebuah ide jenius muncul di pikiranku. Aku mengambil kameranya dan segera memfoto tubuh telanjang adikku. Adikku melihat perbuatanku dan bertanya: ”Kak Adi, Apa yang kau lakukan? Hentikan, masih belum cukupkah perbuatan setanmu malam ini? Hentikan…” Tangannya bergerak berusaha merebut kameraku. Namun aku sudah memperkirakan ini dan lebih sigap. Karena tenagaku lebih besar, aku berhasi menjauhkan kameranya dari jangkauannya. Aku mencabut keluar memori card dari kameranya dan berkata: “Kalau kamu tidak mau foto ini tersebar di website sekolahmu, kejadian malam ini harus dirahasiakan dari semua orang. Kamu juga harus menuruti perintah kakakmu ini mulai sekarang.”

Wajah adikku pucat pasi, dan air mata masih berlinang di pipinya. Kemudian dengan lemah dia mengganggukkan kepalanya. Sebuah perasaan ibaratnya telah memenangi piala dunia, bersemayam di dadaku. Aku tahu, kalau mulai malam itu aku telah menaklukan adikku yang bandel ini. Kemudian aku memerintahkan dia untuk membereskan ruangan kamarnya dan menyingkirkan sprei bernoda darah dan potongan dasternya yang koyak. Selain itu aku segera menyuruhnya meminum pil KB yang kudapat dari lemari obat ibuku. Terakhir aku menyuruhnya mandi membersihkan badan, tentu saja bersamaku. Aku menyuruhnya untuk menggunakan jari-jari lentiknya untuk membersihkan penisku dengan lembut.

Malam itu, aku telah memenangkan pertempuran. Selama seminggu kepergian orang tuaku, aku selalu meniduri adikku di setiap kesempatan yang ada. Pada hari keempat, adikku sudah terbiasa dan tidak lagi menolakku biarpun dia masih kelihatan sedih dan tertekan setiap kali kita bercinta. Aku juga memerintahkannya untuk membersihkan rumah dan memasakan makanan kesukaanku. Aku juga memberi tugas baru untuk mulut mungil adikku dengan bibirnya yang merah merekah. Setiap malam selama seminggu ketika aku menonton TV, aku menyuruh adikku untuk memberi oral seks. Dan aku selalu menyemprotkan spermaku ke dalam mulutnya dan menyuruhnya untuk menelannya.

Ketika orang tuaku kembali minggu depannya, aku memerintahkan adikku untuk bersikap sewajarnya menyambut mereka. Ketika ibuku memeluk adikku, aku melihat wajah adikku yang seperti ingin melaporkan peristiwa yang terjadi selama seminggu ini. Aku pun bertindak cepat dan berkata pada ibuku: “Ibu, gimana perjalanan ibu? Tunjukan dong FOTOnya kepada kami berdua.” Ibuku tersenyum mendengar ini dan tidak mencurigai apa pun. Tapi adikku menjadi sedikit pucat dan tahu makna dari perkataanku. Dia pun tidak jadi berkata apa-apa.

Sejak itu, setiap kali ada kesempatan, aku selalu meniduri adikku. Tentu saja kami mempraktekan safe sex dengan kondom dan pil. Setelah dia lulus SMA, kami masih melakukannya, bahkan sekarang dia sudah menikmati permainan kami. Terkadang, dia sendiri yang datang memintanya. Ketika dia lulus SMA, aku yang sekarang sudah bekerja di sebuah bank bonafid dipindahkan ke Jakarta. Aku meminta orang tuaku untuk mengijinkan adikku kuliah di Jakarta. Tentu saja aku beralasan bahwa aku akan menjaganya agar adikku tidak terseret dalam pergaulan bebas. Orang tuaku setuju dan adikku juga pasrah. Sekarang kami berdua tinggal di Jakarta dan menikmati kebebasan kami. Hal yang berbeda hanyalah aku bisa melihat bahwa adikku telah berubah menja

kkk
Daripada Nganggur
Usiaku sudah hampir mencapai kepala tiga, ya... sekitar 2 tahunan lagi lah. Aku tinggal bersama mertuaku yang sudah lama ditinggal mati suaminya akibat penyakit yang dideritanya. Dari itu istriku berharap aku tinggal di rumah supaya kami tetap berkumpul sebagai keluarga tidak terpisah. Di rumah itu kami tinggal 6 orang, ironisnya hanya aku dan anak laki-lakiku yang berumur 1 tahun berjenis kelamin cowok di rumah tersebut, lainnya cewek.

Jadi... begini nih ceritanya.


Awal September lalu aku tidak berkerja lagi karena mengundurkan diri. Hari-hari kuhabiskan di rumah bersama anakku, maklumlah ketika aku bekerja jarang sekali aku dekat dengan anakku tersebut. Hari demi Hari kulalui tanpa ada ketakutan untuk stok kebutuhan bakal akan habis, aku cuek saja bahkan aku semakin terbuai dengan kemalasanku.

Pagi sekitar pukul 8 wib, baru aku terbangun dari tidur. Kulihat anak dan istriku tidak ada disamping, ah... mungkin lagi di beranda cetusku dalam hati. Saat aku mau turun dari tempat tidur terdengar suara jeritan tangis anakku menuju arah pintu. seketika itu pula pintu kamar terbuka dengan tergesanya. Oh... ternyata dia bersama tantenya Liza yang tak lain adalah adik iparku, rupanya anakku tersebut lagi pipis dicelana. Liza mengganti celana anakku, "Kemana mamanya, Za...?" tanyaku. "Lagi ke pasar Bang"jawabnya "Emang gak diberi tau, ya?"timpalnya lagi. Aku melihat Liza pagi itu agak salah tingkah, sebentar dia meihat kearah bawah selimut dan kemudian salah memakaikan celana anakku.
"Kenapa kamu"tanyaku heran "Anu bang..."sambil melihat kembali ke bawah.
"Oh... maaf ya, Za"terkejut aku, rupanya selimut yang kupakai tidur sudah melorot setengah pahaku tanpa kusadari, aku lagi bugil. Hmmm... tadi malam abis tempur sama sang istri hingga aku kelelahan dan lupa memakai celana.

Anehnya, Liza hanya tersenyum, bukan tersenyum malu, malah beliau menyindir "Abis tempur ya, Bang. Mau dong..."katanya tanpa ragu "Haaa..." Kontan aja aku terkejut mendengar pernyataan itu. Malah kini aku jadi salah tingkah dan berkeringat dingin dan bergegas ke toilet kamarku.

Dua hari setelah mengingat pernyataan Liza kemarin pagi, aku tidak habis pikir kenapa dia bisa berkata seperti itu. Setahu aku tuh anak paling sopan tidak banyak bicara dan jarang bergaul. Ah... masa bodoh lah, kalau ada kesempatan seperti itu lagi aku tidak akan menyia-nyiakannya. Gimana gak aku sia-siakan, Tuh anak mempunyai badan yang sangat seksi, Kulit sawo matang, rambut lurus panjang. Bukannya sok bangga, dia persis kayak bintang film dan artis sinetron Luna Maya. Kembali momen yang kutunggu-tunggu datang, ketika itu rumah kami lagi sepi-sepinya. Istri, anak dan mertuaku pergi arisan ke tempat keluarga almahrum mertua laki sedangkan iparku satu lagi pas kuliah. Hanya aku dan Liza di rumah. Sewaktu itu aku ke kamar mandi belakang untuk urusan saluran air aku berpapasan dengan Liza yang baru selesai mandi. Wow, dia hanya menggunakan handuk menutupi buah dada dan separuh pahanya. Dia tersenyum akupun tersenyum, seperti mengisyaratkan sesuatu.

Selagi aku menyalurkan hajat tiba-tiba pintu kamar mandi ada yang menggedor. "Siapa?"tanyaku "Duhhhh... kan cuma kita berdua di rumah ini, bang"jawabnya.
"Oh iya, ada apa, Za...?"tanyaku lagi
"Bang, lampu di kamar aku mati tuh"
"Cepatan dong!!"
"Oo... iya, bentar ya" balasku sambil mengkancingkan celana dan bergegas ke kamar Liza.

Aku membawa kursi plastik untuk pijakan supaya aku dapat meraih lampu yang dimaksud. "Za, kamu pegangin nih kursi ya?" perintahku "OK, bang" balasnya.
"Kok kamu belum pake baju?"tanyaku heran.
"Abisnya agak gelap, bang"
"ooo...!?"
Aku berusaha meraih lampu di atasku. Tiba-tiba saja entah bagaimana kursi plastik yang ku injak oleng ke arah Liza. Dan... braaak aku jatuh ke ranjang, aku menghimpit Liza.
"Ou...ou..."apa yang terjadi. Handuk yang menutupi bagian atas tubuhnya terbuka. "Maaf, Za"
"Gak apa-apa bang"
Anehnya Liza tidak segera menutup handuk tersebut aku masih berada diatas tubuhnya, malahan dia tersenyum kepadaku. Melihat hal seperti itu, aku yakin dia merespon. Kontan aja barangku tegang.

Kami saling bertatap muka, entah energi apa mengalir ditubuh kami,
dengan berani kucium bibirnya, Liza hanya terdiam dan tidak membalas.
"Kok kamu diam?"
"Ehmm... malu, Bang"
Aku tahu dia belum pernah melakukan hal ini. Terus aku melumat bibirnya yang tipis berbelah itu. Lama-kelamaan ia membalas juga, hingga bibir kami saling berpagutan. Kulancarkan serangan demi serangan, dengan bimbinganku Liza mulai terlihat bisa meladeni gempuranku. Gunung kembar miliknya kini menjadi jajalanku, kujilati, kuhisap malah kupelintir dikit.
"Ouhh... sakit, Bang. Tapi enak kok"
"Za... tubuh kamu bagus sekali, sayang... ouhmmm" Sembari aku melanjutkan kebagian perut, pusar dan kini hampir dekat daerah kemaluannya. Liza tidak melarang aku bertindak seperti itu, malah ia semakin gemas menjambak rambutku, sakit emang, tapi aku diam saja.

Sungguh indah dan harum memeknya Liza, maklum ia baru saja selesai mandi. Bulu terawat dengan potongan tipis. Kini aku menjulurkan lidahku memasuki liang vaginanya, ku hisap sekuatnya sangkin geramnya aku.
"Adauuu.... sakiiit" tentu saja ia melonjak kesakitan.
"Oh, maaf Za"
"Jangan seperti itu dong" merintih ia
"Ayo lanjutin lagi" pintanya
"Tapi, giliran aku sekarang yang nyerang" aturnya kemudian

Tubuhku kini terlentang pasrah. Liza langsung saja menyerang daerah sensitifku, menjilatinya, menghisap dan mengocok dengan mulutnya.
"Ohhh... Za, enak kali sayang, ah...?" kalau yang ini entah ia pelajari
dari mana, masa bodo ahh...!!
"Duh, gede amat barang mu, Bang"
"Ohhh...."
"Bang, Liza sudah tidak tahan, nih... masukin kontol mu, ya Bang"
"Terserah kamu sayang, abang juga tidak tahan" Liza kini mengambil posisi duduk di atas tepat agak ke bawah perut ku. Ia mulai memegang kemaluanku dan mengarahkannya ke lubang memeknya. semula agak sulit, tapi setelah ia melumat dan membasahinya kembali baru agak sedikit gampang masuknya.
"Ouuu...ahhhhh...." blessss... seluruh kemaluanku amblas di dalam goa kenikmatan milik Liza.
"Aduuuh, Baaaang..... akhhhhh" Liza mulai memompa dengan menopang dadaku. Tidak hanya memompa kini ia mulai dengan gerakan maju mundur sambil meremas-remas payudaranya.

Hal tersebut menjadi perhatianku, aku tidak mau dia menikmatinya sendiri. Sambil bergoyang aku mengambil posisi duduk, mukaku sudah menghadap payudaranya. Liza semakin histeris setelah kujilati kembali gunung indahnya.
"Akhhhh... aku sudah tidak tahan, bang. Mau keluar nih. Ahhh... ahhh... ouhhh"
"Jangan dulu Za, tahan ya bentar" hanya sekali balik kini aku sudah berada diatas tubuh Liza, genjotan demi genjotan kulesakkan ke memeknya. Liza terjerit-jerit kesakitan sambil menekan pantatku dengan kedua tumit kakinya, seolah kurang dalam lagi kulesakkan.

"Ampuuuun... ahhhh... ahhhh... trus, Bang"
"Baaang... goyangnya cepatin lagi, ahhhh... dah mau keluar nih"
Liza tidak hanya merintih tapi kini sudah menarik rambut dan meremas tubuhku.
"Oughhhhh... abang juga mau keluar, Za" kugoyang semakin cepat, cepat dan sangat cepat hingga jeritku dan jerit Liza membana di ruang kamar.
Erangang panjang kami sudah mulai menampakan akhir pertandingan ini.
"Akkhhhhhh..... ouughhhhh.... ouhhhhhh"
"Enak, Baaaangg...."
"Iya sayang.... ehmmmmmm" kutumpahkan spermaku seluruhnya ke dalam vagina Liza dan setelah itu ku sodorkan kontol ke mulutnya, kuminta ia agar membersihkannya.
"mmmmmmuaaachhhhh..." dikecupnya kontolku setelah dibersihkannya dan itu pertanda permainan ini berakhir, kamipun tertidur lemas.

Kesempatan demi kesempatan kami lakukan, baik dirumah, kamar mandi, di hotel bahkan ketika sambil menggendongku anakku, ketika itu di ruang tamu. Dimanapu Liza siap dan dimanapun aku siap.
Posted by Tante Marsya at 02:47

kk